Love Story

love story

Love Story

Cast :

Oh Sehun

Han Seul Rin

Oh Sejoon

Xi Luhan

Genre : School Life, Romance, etc.

Rating : PG 15

Length : Oneshoot

 

Mian You’re My Destiny sama Triple & EXO blm di publish, Author publishnya minggu depan atau kapan2 ya.. Soalnya Author lagi masa-masa hiatus karena UTS

‘ Kau sudah mengambil Luhan dan sekarang ingin mengambil Sehun dariku, apa yang kau inginkan Eonni !!!’

 

Di sebuah ruangan, seorang gadis sedang gugup untuk mengisi acara harian sekolahnya yang diisi oleh murid-murid yang mengikuti Ekstra Kurikuler Musik yang sekaligus mengisi acara ‘SM Radio’ di sekolahnya.

‘Ceklekk’

Pintu tersebut terbuka, terlihat seorang namja manis yang tersenyum padanya dan juga namja dingin yang mengekori namja didepannya.

“Annyeong, Seul~ah. Kau sudah siap ?” Tanya Luhan, namja manis yang tersenyum itu.

Seul, gadis itu mengangguk lemah untuk mengurangi kegugupannya. Merekapun memasuki ruangan yang berada di seberang mereka yang terlihat dari kaca di depan mereka.

Seul duduk diantara Luhan dan Sehun, namja dingin tadi. Mereka mengambil earphone,

“Sudah siap ?” Tanya Luhan, Seul dan Sehunpun mengangguk setuju. Luhan mengklik tombol On dan lampu bertuliskan On Airpun menyala.

“Selamat siang semua !” sapa Luhan dengan cerianya.

“Hari ini, saya bersama Tuan Muda Oh Sehun dan murid baru yang sangaaaaat cantik yang akan mengisi acara ‘SM Radio hari ini” lanjut Luhan dengan cerianya.

Seul menggigit bibirnya karena sangat gugup, ini pertama kalinya ia menjadi bintang tamu di radio walaupun ini masih di lingkungan sekolah.  Tapi sebagai murid baru, ia belum terlalu akrab dengan teman-temannya.

Sehun yang melihat gadis itupun menggenggam tangan Seul, gadis itu terlonjak kaget karena melihat Sehun yang menggenggam tangannya.

“Jangan gugup” ucap Sehun dengan intonasi yang sangat kecil, Seul mengangguk mengerti kemudian menghembuskan napasnya untuk mengurangi rasa gugupnya.

Luhan melihat Seul dan Sehun yang sedang berpegangan tanganpun sempat menggeram.

“Eumm,, tema acara kita hari ini adalah pengenalan dengan anak baru yang cantik ini. Bagi yang ingin mengetahui tentang gadis ini, maka kalian harus menelpon ya ?” ucap Luhan senyuman yang masih merekah di wajahnya.

Tak lama kemudian,

“Hallo, Noona !” sapa namja yang menelpon mereka. Luhan, Sehun dan Seul menjauhkan earphone mereka karena terkaget.

“Yak ! Oh Se Joon, kau ini jaga sikapmu. Sekarang banyak yang mendengar tau !” teriak Sehun dengan penuh amarah, mereka bertiga mendengar kikikan dari penelepon tersebut.

“Haha, mianhae Hyung. Aku hanya ingin bertanya kepada Seul Rin Noona, bisakah kau diam sebentar ?” pinta namja yang merupakan adik Sehun itu. Sehun mendengus kemudian ia berhenti bicara.

“Apa yang ingin kau tanyakan, Se Joon~ah ?” Tanya Seul Rin dengan lembut.

“Aku ingin tau alasan Noona mengapa pindah kesini, bukankah Sekolah Noona dulu berstandar Internasional ? Bahkan sangat terkenal” Tanya Se Joon panjang lebar.

Seul tersenyum mendengar pertanyaan namja itu, ia menghela napasnya berat kemudian melihat Luhan sebentar. Tak lama kemudian Luhanpun mengangguk.

“Aku pindah kesini karena nam.. Ah ani, mantan namja cinguku bersekolah disini. Aku sudah berpacaran dengannya sejak 9 tahun yang lalu. Namun 2 tahun yang lalu ia pindah dari Beijing ke Seoul dan mulai saat itu aku kehilangan kontak dengannya, dan aku mendengar bahwa ia bersekolah disini, makanya aku pindah kesini” jawab Seul Rin dengan senyuman.

“Benarkan ? Keren Noona, lalu mengapa namjacingumu itu memutuskanmu ?” Tanya Se Joon,

Seul terperanjak mendengarnya, iapun menoleh kearah Luhan dengan mata yang berkaca-kaca “Waktu itu…”

Seorang gadis memasuki ruangan kelas yang termasuk kelas terpintar karena itu adalah International Class di sekolahnya.

Lee Seonsangnim mengantarnya untuk memasuki kelas tersebut, sonta murid-murid yang dari tadi sibuk dengan buku merekapun member hormat pada gurunya.

“Annyeong, hari ini kalian ada murid baru. Silahkan kenalkan dirimu” suruh Lee Saem

Seul, gadis itu mengangguk. Ia menundukkan badannya 90 derajat kemudian tersenyum manis,

“Annyeong yeorobun, Han Seul Rin inmida. Aku berasal dari Beijing, salam kenal” ucapnya kemudian menunduk lagi.

Lee Seonsangnim mengangguk kemudian menyuruh Seul untuk menduduki bangku yang masih kosong, di depan namja yang memakai earphone putih yang menutupi kedua telinganya dengan earphone tersebut dengan mata terpejam.

Seul mendekati bangku itu kemudian melihat wajah namja tampan itu dengan seksama,

“Jangan melihatku terus, kau akan menyukaiku” ucap namja itu yang matanya telah terbuka.

Seul melihat name-Tag namja itu yang bertuliskan ‘Oh Sehun’, iapun mengalihkan pandangannya kedepan untuk menyimak pelajaran Lee Saem.

“Cihh,, namja aneh. Akukan hanya melihatnya” gumam Seul.

~~~~~~

Seul melihat-lihat buku yang berjejer rapi di rak buku di perpustakaan, matanya tertuju pada buku Bahasa Beijing. Ia hendak mengambil buku itu namun jarak buku dengan tangannya sangat jauh, ia melompat-lompat untuk mengambl buku itu namun sepasang tangan mengambil buku itu dan memberikannya kedirinya.

“Terima Kasih” ucap Seul, ia menoleh kea rah namja itu yang kini tampak tertunduk.

“Eumm, maaf. Apa aku berbuat salah padamu ?” Tanya Seul sedikit khawatir, namja itu menggeleng.

“Eumm, taka pa. Jika aku memang pu-“ ucapannya terputus saat melihat namja itu yang wajahnya telah terlihat jelas. Wajah namja yang selalu ia rindukan. Namja itu mendekap Seul untuk memeluknya.

“Aku mencintainya” ucap namja itu dengan segukan di tangisannya.

“Dia ? Dia siapa ?” Tanya Seul dalam hati, ia mengelus punggung Luhan, namja itu dengan lembutnya. “Siapa Oppa ?” tanyanya selembut mungkin, ia berpikir mungkin saja ia yang dicintai oleh Luhan.

“Rara, aku mencintainya. Tapi Sehun yang memutuskannya, Rara menangis dan membuatku… Sakit” tutur Luhan yang masih menangis.

Air mata Seul mulai jatuh, dadanya terasa sesak. Ia menghapus air matanya secara kasar dan melepas pelukan Luhan dengan kasar.

“Oppa, dengar. Dekati dia, kau mencintainya kan ? Jangan buat dia menangis, jadilah pengganti namja yang telah mencampakkannya” ucap Seul dengan nada yang sangat bersemangat.

“Ta.. Tapi ia tak menyukaiku” ucap Luhan dengan suara yang sangat lemah.

“Ada waktu yang bisa membuat kalian saling jatuh cinta Oppa.”

“Tapi itu mustahil”

“TIDAK ADA YANG MUSTAHIL DI DUNIA INI, OPPA !!!!”

Seul mengeluarkan air matanya dengan deras, dadanya benar-benar sesak. Luhan menceritakan orang yang dicintainya, apa Luhan melupakan hubungan mereka ?

“Kalau begitu aku akan mencobanya” ucap Luhan yang air matanya mulai tak mengalir

Seul mengangguk dengan semangatnya “Semangat Oppa !”

~~~~~~

~~~~~~

“Dia tak memutuskanku, dia hanya melupakan hubunganku dengannya” lirih Seul, Luhan tertunduk.

“Ah, sayang sekali” ucap Se Joon dengan lesu.

“Waeyo Se Joon~ah ?” Tanya Seul heran

Se Joon tersenyum bersumrigah “Noona, ceritakan hal paling mengesankan tentang dirimu dan namja itu”

Seul mengetuk-ketukkan jari telunjuknya ke bibirnya, “Eumm,, sepertinya tak ada”

Luhan membelakan matanya terkaget

“Ah, masa tak ada sih ? Seperti di beri hadiah, kencan atau …”

“Atau apa ?”

“Ciuman”

“Yak !! Oh Se Joon !! Kau mesum sekali !!” teriak Seul tak terima

“Haha, makanya ceritakan Noona”

“Hmm, baiklah baiklah.”

~~~~~~

~~~~~~

“Ayo, tinggal 6 meter lagi maka kau akan menang !!” teriak teman-temannya Seul, Seul tersenyum kemudian semakin bersemangat untuk berlari.

‘Bukk’

Krystal mendorong kaki Seul sehingga gadis itupun terjatuh “Oh, maaf. Aku harus menang ne ?” ucap Krystal dengan tersenyum Evil.

Seul memegang kakinya yang semakin keram, bahkan ia tak bisa berjalan. Seseorang menawarkan punggungnya untuk di tumpangi oleh Seul. Gadis itu terdiam,

“Yak, Seul Rin~ah. Kau tak mau kugendong ?” Tanya Luhan, namja itu.

“A.. Aku tak bisa berjalan Oppa” ujar Seul, Luhanpun berbalik dan menggendong Seul ala Bridal Style.

Sorakan yang meriah menghiasi suasana romantic Luhan dengan Seul. Wajah Seul memerah karena malu, ia melirik Luhan sesaat ia melihat senyuman di wajah Luhan

“Oppa, kau tersenyum” ucap Seul

“Ne ?”

 

Di lain tempat, Krystal tampak kesal karena rencananya untuk mengambil perhatian Luhan dengan cara , memenangkan lomba lari itupun  gagal. Ia terdiam sampai suatu suara menghentikan lamunannya

“Yey ! Aku juara 1” teriak namja yang sedang berlompat-lompat riang karena ia memenangkan lomba lari tersebut.

“Ah, sial kau Zhang Yi Xing”

~~~~~~

“Kau tak apa ?” Tanya Luhan khawatir

Seul mengangguk “Ini sudah biasa Oppa, setelah di kompres maka aku takkan keram lagi”

“Nah, makanlah” ucap Luhan sambil memegang sendok yang berisi makanan untuk disantap oleh Seul.

Seul melahapnya  “Mashita Oppa” ucap Seul dengan dua jempol yang berada di depannya.

~~~~~~

~~~~~~

“Hah ? Hanya itu ?” Tanya Se Joon

Seul menggeleng “Sebenarnya ada banyak, tapi aku malas mengulang hal-hal yang membuat hatiku sakit”

Luhan menatap Seul dengan wajah iba.

“Ada yang ingin kau tanyakan lagi, Se Joon~ah ?” Tanya Seul

Se Joon mengengguk “Ada, tapi bukan tentang masa lalumu tapi masa depanmu, Noona”

Pipi Seul memerah, ia tahu maksud adik iparnya ini. Apa adik ipar ?

“Jangan bertanya yang aneh-aneh Oh Se Joon”

“Noona, kau menyukai ‘dia’ tidak ?” tanya Se Joon, Seul melihat Sehun sesaat

“Nugu ? Yang sekarang ?” Wajah Sehun tampak memucat saat Seul melihatnya sambil mengucapkan kata-kata itu

“Ne,”

“Aku menyukainya, aku bahkan mencintainya” jawab Seul sambil tersenyum melihat Sehun.

Sehun menatap Seul tak percaya

“Benarkah ? Sepertinya cintamu tak bertepuk sebelah tangan Noona” ucap Se Joon sambil tersenyum Evil

“Benarkah ? Ia juga menyukaiku ?” Tanya Seul sambil menoleh kearah Sehun yang wajahnya mulai memerah.

“Ne, eh Noona. Bisakah aku berbicara dengan Sehun Hyung ?” pinta Se Joon.

Jantung Sehun berdegub kencang, sepertinya adiknya sedang menggodanya

“Hyung, kau pernah kiss~eu dengan tunanganmu tidak ?” Tanya Se Joon dengan frontalnya

Wajah Sehun semakin memerah, ia mengingat saat ia dan Seul sedang berciuman di balkon rumahnya semalam. Hei, Seul itu istrinya bukan tunangannya

“Aku pernah kiss~eu dengannya, kenapa ? Kau cemburu ?” Tanya Sehun dengan keberanian yang ia kumpulkan

“Benarkah ? Hyung, cepat beri aku keponakan ne ?” pinta Se Joon dengan nada yang semakin jahil.

“Yak ! Oh Se Joon ! Aku tak pernah mengajarimu menjadi yadong !”

“Benarkah ? Tapi Hyung yadong”

“Ka-“

‘Tuut tuut tuut’

Sambungan teleponpun terputus,

“Ah, sepertinya karena waktunya sudah habis. Maka kita harus memutuskan pembicaraan Sehun dengan adiknya ini. Mian Sehun~ah” ucap Luhan sambil tersenyum garing.

“Baiklah, berakhir sudah ‘SM Radio’ hari ini. Saya Luhan selaku ketua pamit undur diri. Annyeong”

Lampu On Airpun mati.

Luhan keluar dari ruangan tersebut dengan wajah sedih.

Tak lama kemudian Sehun keluar juga “Hyung, maafkan aku ne ?” ucap Sehun

“Ne, gwenchana. Aku yag salah karena telah menghianatinya dulu”

“Kajja pulang Hyung !” ajak Sehun, Luhan mengangguk dan merekapun bergegas menuju rumah.

~~~~~

Seul menatap studio tersebut dengan wajah gembira, ia tak menyangka bahwa akan seperti ini,

‘Ceklek’

Rara memasuki ruangan itu dengan wajah penuh amarah.

“Kau tega Han Seul Rin !” teriaknya

“Apa lagi ?”

“Kau jahat ! Kau telah mengambil Sehun, kau tahu kan aku sangat mencintainya tapi kau malah menikah dengannya”

 

~Tiit~

Suara yang cukup tinggi menggema di seluruh penjuru sekolahnya, Luhan mendengar suara itupun mencoba untuk kembali ke studio tapi Sehun juga ingin mengikutinya.

 

“Kau yang Eonni !! Kau tahu aku yang saat itu berpacaran dengan Luhan oppa tapi mengapa kau berciuman dengannya di depanku dan kau malah senang berciuman dengannya.

“Diam !”

“Kau sudah menghancurkan semuanya, kau membuat Luhan oppa menangis, kau memarahiku karena mengambil Sehun. Ia yang mengajakku menikah Eonni !!!”

Suara itu menggema dimana-mana, kejadia buruk untuk Sehun dan Luhan.

“Luha memutuskanmu karena kau manja, cengeng, suka cari perhatian. Dan kau tak pantas dengan Sehun !!”

“Cukup !!!”

Teriakkan Sehun membuat aktivitas Seul dan Rara terhenti, ia menghapiri Seul kemudian menciumnya

“Sehun~ah” panggil Rara

“Aku mencintainya, jangan ganggu hubunganku lagi”

“Tapi-“

“Kumohon”

Rara mendesah “Baiklah”

Rara dan Luhanpun keluar dari ruangan tersebut. Rara menangis dengan sedihnya, Luhan memeluknya dengan erat.

“Mianhae” ucap Rara, Luhan tersenyum “Gwenchana”

 

THE END

112 thoughts on “Love Story

  1. Ping-balik: Love Story part 2 | EXO Fanfiction World

  2. Ping-balik: Love Story part 1 | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s