Posted in 123adinda, Comedy, Drama, Romance, SCHOOL LIFE, Se Hun

CELEBRITY LOVE (Chapter 5)

arkacan

Tittle : CELEBRITY LOVE (Chapter 5)

Author : Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

©     OH SEHOON

©     LEE HYO AKH (OC)

Support Cast :

©     BYUN BAEKHYUN

©     SEO SANG AKH (OC)

©     LEE HYE JIN (OC)

©     Akan bertambah sesuai chapternya

Genre : Romance ,Friendships, Comedy

Ratting : PG 15 / teen

Length : Chaptered

Disclaimer :

^_^ ALUR IS PURE MINE 🙂

Dindong Notes :

happy reading aja ya ^^

Warning : Typo bertebaran (maklum saya juga manusia),, Cerita Gaje,, Alur juga kecepetan ^^

Preview Last Chapter :

“setelah para sesaeng fans mengetahui identitas asli siswi itu, mereka semua membagikan identitas itu kepada seluruh fans idola tersebut. Banyak yang mengumpat ketika mengetahui jati diri wanita yang telah dekat dengan idola mereka. Esok harinya, pembullyan tanpa ampun di terima oleh siswi itu. Tak ada kata maaf baginya, semua fans idola itu bertindak dengan brutal. Sangat brutal. Mulai dari mencoret meja siswi itu, melemparinya dengan telur busuk, menerornya melalui loker, mengasingkannya dari peradaban sampai pada akhirnya siswi yang di bully tersebut merasa frustasi. Dan jalan terakhir yang ditempuhnya adalah bunuh diri. Dan apa kalian tau dalang di balik ini semua ?? tidak lain dan tidak bukan adalah idola dari fans – fans itu. Andai saja dari awal ia tidak menyuruh siswi itu menyamar dan menjelaskan semuanya dengan baik – baik pada fansnya pasti dampaknya tidak akan separah itu.” Hye Jin Dan Hyo Akhpun saling menatap.

“intinya, kau harus mengantisipasi semua itu sebelum semuanya terlambat. Aku dan Hye Jin eonnie akan berusaha semaksimal mungkin agar fans Sehun yang ada di sekolah benar – benar tidak mempercayai kalau yeoja yang baru – baru ini berfoto dengan idola mereka, bukan merupakan siswi dari sekolah kita. Dan selanjutnya, kau bisa berdiskusi dengan Sehun” Hyo Akh mengangguk mengerti.

“aku menyayangi kalian” ucap Hyo Akh seraya memeluk Hye Jin dan Sang Akh.

Merasa ucapannya tadi terlalu panjang, Sang Akhpun beranjak dari duduknya dan segera berlalu menuju dapur untuk sekedar memenuhi dahaganya. Tanpa ia sangka, ternyata Hyo Akh juga mengikutinya menuju dapur.

“kenapa kau mengikutiku ??” Tanya Sang Akh ketika hendak meneguk segelas air putih.

“tadi, apa yang terjadi antara kau dan baekhyun ???” Hyo Akh bertanya dengan raut wajah serius. Sang AKh tersentak kaget dan langsung meletakkan gelas yang berisi air putih itu di sebelah kulkas.

“Aku————–”

Chapter – Chapter sebelumnya| Chapter 5

“aku, maksudku kami tak melakukan apapun” kilah Sang Akh dan kembali meneguk air putih. Alis Hyo Akh bertaut. Kalau dibaca dari raut wajah, sepertinya Sang Akh berkata jujur. Namun, Hyo Akh masih merasa ada yang ganjal.

“kau masih tak mau berbagi denganku ?” Sang Akh menggeleng pelan.

“aku masih belum bisa mengontrol rasa takutku” Hyo Akh tersenyum mendengar tuturan Sang Akh. Ia tau Sang Akh memang tergila – gila kepada baekhyun. Namun, ia memiliki sifat pemalu yang luar biasa lebih hebat dari siapapun.

“terkadang, kau harus melawan sesuatu. yang kau sendiripun tak tau titik kelemahannya” nasehat Hyo Akh dan iapun berlalu pergi ke kamarnya. Sang Akh yang mendengar nasehat Hyo Akh hanya terdiam. Ia lebih memilih melihat genangan air yang ada di gelasnya daripada menyahut perkataan Hyo Akh.

-Celebrity Love-

-Lee Hyo Akh Point Of View-

Pagi kembali datang dan keadaan rutinitasku kembali terlaksana. Bangun pagi, sarapan bersama, berangkat sekolah hingga berpisah dengan Sang Akh. Semuanya kulakukan seperti biasanya.

Jam pertamapun di mulai dan di awali dengan masuknya Min Joon Saem. Ok, guru bahasaku yang satu ini memang terkenal tampan. Gaya pembelajarannyapun juga sangat menarik. Tapi entah mengapa, aku merasa bosan dengan materi imbuhan yang Min Joon Saem terangkan hari ini. Bahkan sudah tak terhitung lagi entah berapa kali aku menghela nafas. Untuk memperkecil kadar kantukku, akupun meminta izin kepada Min Joon Saem.

Awalnya aku berniat untuk sekedar mencuci wajahku di toilet. Namun, aku melihat sebuah pemandangan yang jarang tertangkap oleh indera penglihatanku. Dengan cepat, aku berlari kecil menuju salah satu jendela yang langsung berhadapan dengan lapangan.

“apa dia gila ? bisa – bisa kulitnya yang putih susu itu terbakar oleh pancaran sinar matahari” rutukku ketika melihat Sehun sedang asik bermain volley dengan teman ‘artisnya’. Baiklah, aku memang berlebihan dengan menggunakan kata ‘terbakar’ itu. Padahal pagi ini tak ada sinar mentari. Yang ada hanya kumpulan awan yang membuat udara sedikit dingin. Tak hujan memang, tapi itu cukup membuat suhu di daerah ini turun.

‘YA! BODOH, KENAPA TAK KAU BERIKAN BOLANYA KEPADAKU ?’ Aku tertawa kecil ketika mendengar teriakan Sehun itu. Suaranya masih saja seperti anak kecil. Tapi tak berapa lama kemudian, seorang gadis mendekati Sehun seraya membawakan sehelai handuk dan sebotol minuman.

Aku melihat jijik kearah gadis itu. Ok, aku tak ingin membuat kalian penasaran. Perkenalkan, gadis yang mendekat kearah Sehun itu bernama Kim Shinhwa. Ia adalah seorang model dan juga Aktris Drama yang sedang naik daun. Fansnyapun tak bisa dikatakan sedikit. Satu hal yang perlu kalian ketahui tentang dia. Menurut sumber yang terpercaya, bisa kita kutip siapa sumber kita. Yap, siapa lagi kalau bukan Seo Sang Akh. Ia mengatakan bahwasanya Kim Shinhwa menaruh perasaan lebih kepada Sehun.

Namun sayang, bak bulan yang merindukan siang. Sehun tak pernah melirik kearahnya. Sungguh miris, bukan ? tapi Shinhwa tak pernah menyerah untuk mendapatkan cinta Sehun. Perjuangan yang menarik memang.

Tanpa terasa, sudah 10 menit aku melihat kearah Sehun. Tapi sayangnya Sehun tak mengetahuinya. Tunggu ? apa yang kuharapkan ? tidak – tidak, aku tak pernah berharap agar Sehun melihatku. Akupun menggeleng pelan dan memutuskan untuk kembali ke kelas.

-Oh Sehoon Point Of View-

“Sehunnie, kau pasti kelelahan. ku bersihkan ya ?” lagi – lagi Shinhwa berlagak sok manis di depanku dan tentu saja aku menolaknya. Dasar gadis tak tau malu. Entah sudah berapa kali aku menolaknya, tapi ia tetap saja mengejarku.

Seraya menolak tawaran Shinhwa, aku tak sengaja melirik ke gedung sekolah biasa. Tanpa kusangka, seseorang yang beberapa hari ini mengisi otakku terlihat disana. Wajahnya yang tenang dan lucu itu terlihat sangat menggemaskan dari sini. Ya, dia memang berada di lantai tiga. Tapi entah mengapa, siluetnya yang begitu kecil itu terlihat dengan jelas oleh mataku.

Ingin sekali rasanya bagiku untuk menggodanya. Namun, kurasa itu tak mungkin. Kalau aku memanggilnya dari sini, pasti akan tersebar sebuah rumor tak jelas tentang diriku dan dia. Aku tak ingin itu terjadi.

“dia pergi ? A~ ini menjadi tak menarik lagi” rutukku dan Shinhwa bertanya ada apa denganku. Aku hanya menggeleng dan kembali larut dengan permainan bola Volley. Di dalam pikiranku, siluet Hyo Akh yang baru saja terlihat selalu terngiang.

Astaga, apa yang terjadi padaku ? kenapa bayangan gadis menyebalkan dan cerewet itu tak bisa hilang dari pikiranku ? apa aku jatuh cinta kepadanya ? Oh, gila saja kalau itu benar – benar terjadi.

-Lee Hyo Akh Point Of View-

“Hyo Akh! Ayo pulang..” dari arah pintu Sang Akh datang. Aku mengangguk dan langsung berjalan kearahnya.

“kau terlihat menyedihkan. Ada apa ?” alis Sang Akh bertaut menanyakan itu. Sepertinya ia mengetahui perubahan mimik wajahku dan tentu saja aku berusaha menutupinya dengan menggelengkan kepalaku pelan. Ya, aku hanya tak mau saja gadis cerewet ini mengeluarkan asumsinya yang begitu panjang melebihi panjang tembok raksasa China.

“aku tak apa. Hanya saja badanku terasa begitu melelahkan” Sang Akh mengangguk.

“kau harus lebihkan waktu istirahatmu. Aku tak ingin kau sakit” Sang Akh berlagak seperti ibu – ibu yang sering bergosip setiap pagi dan aku menjawabnya dengan sebuah kekehan.

“Ne, Ahjumma” ejekku dan Sang Akhpun mencentil dahiku. Aku merengek kesakitan seraya menatap Sang Akh dengan tatapan ingin membunuhnya. Sementara gadis yang kutatap hanya menampakkan deretan giginya. Aku menghela nafas dan kembali melanjutkan jalan.

“Hyo Akh!” tiba – tiba dari arah belakang aku mendengar suara Yoona Unnie. Aku dan Sang Akhpun berbalik. Benar saja dugaanku, Yoona Unnie berada 5 meter di belakangku.

“siapa ?” bisik Sang Akh ketika Yoona Unnie berjalan mendekatiku.

“dia, manager Sehun” kujelaskan kepada Sang Akh dan iapun mengangguk seraya membulatkan mulutnya.

“Unnie, apa yang Unnie lakukan disini ?” Yoona Unnie tersenyum mendengar pertanyaanku.

“kau lupa ? hari ini kau masih memiliki jadwal pemotretan” akupun tercengang mendengarnya. Lagi ? bukankah semalam aku sudah menyelesaikannya ? Oh Ayolah, padahal aku berniat untuk tidur siang hari ini.

“Hyo Akh aku pulang duluan, eoh ?” pamit Sang Akh namun sebelum ia pergi meninggalkanku, aku mencegatnya.

“Unnie, apa aku boleh membawa temanku ?” Yoona Unnie tampak berfikir dengan pertanyaanku.

“dia manis. Kau boleh mengajaknya” aku tersenyum senang dan langsung mengucapkan terima kasih pada Yoona Unnie. Sang Akh yang mendengar itupun berusaha menolak.

“ja-jangan. Be—besok aku ada Ulangan” alasan basi memang yang seperti itu. Dengan kesal, Akupun mencubit pinggang Sang Akh.

“kau harus ikut. Kalau tidak, aku akan mengusirmu dari rumahku” ancamku dan Sang Akh langsung bergidik ngeri mendengarnya.

-Celebrity Love-

“tukar bajumu dengan ini” Yoona Unnie memberiku sebuah baju casual yang imut. Aku tersenyum senang dan langsung pergi ke ruang ganti. Dari arah belakang, Sang Akh mengikuti.

Setibanya di ruang ganti, aku menitipkan tasku pada Sang Akh dan langsung menukar seragamku dengan baju yang Yoona Unnie berikan tadi. Setelah itu, akupun duduk di depan sebuah cermin besar. Seketika itu juga, para peñata rias datang dan mulai make over wajahku.

“bagaimana ?” tanyaku pada Sang Akh ketika semua kegiatan make over selesai. Sang Akh yang sedang sibuk memainkan Handphonenyapun langsung menoleh kearahku.

“cantik. Mau foto bersama ?” akupun terkekeh mendengarnya. Baru kali ini seorang Sang Akh meminta foto bersama denganku. Biasanya butuh setangkai Ice Cream untuk membujuknya agar mau berfoto.

Akupun mengangguk dan ia langsung berdiri dari duduknya. Ketika kami hendak mengambil foto, tiba – tiba sebuah tangan datang dan mengambil handphone Sang Akh.

“bolehkah aku memfoto kalian ?” ternyata yang mengambil handphone Sang Akh adalah Baekhyun. Aku mengangguk senang dan kembali berpose. Namun, ada sesuatu hal janggal yang terjadi. Sang Akh yang awalnya sangat antusias untuk berfoto mengatakan kalau ia sudah tidak mood lagi untuk berfoto.

Alisku bertaut, begitupula dengan Baekhyun. “kau kena–” pertanyaan yang hendak kulontarkan kepada Sang Akh terhenti karena di saat yang bersamaan, salah satu staff datang dan menyuruhku untuk datang ke areal pemotretan sesegera mungkin.

Aku mengangguk singkat dan mengajak Sang Akh untuk ikut. Baekhyun yang semula memegang handphone Sang Akhpun mengembalikannya pada Sang Akh. “maaf” ujarnya sebelum meninggalkan kami. Sang Akh yang baru saja menerima handphonenyapun hanya tersenyum kecut dan langsung memasukkan handphone tersebut ke dalam tasnya.

“apa yang tadi itu karena Baekhyun ?” tanyaku dengan volume skala kecil pada Sang Akh. Ia menggeleng.

“entahlah, akupun tak tau” wajah Sang Akh tampak agak muram ketika mengatakan itu dan aku hanya mengangguk. Setibanya di areal pemotretan, aku melihat Yoona Unnie yang sedang berbicara dengan Sehun. Akupun memanggil namanya dan langsung berlari kecil kearahnya.

“bersiap – siaplah. Baekhyun yang akan membantumu” ucap Yoona Unnie ketika aku mendekat kearahnya. Baekhyun yang entah darimana pun sudah berdiri di sebelah Sehun.

“mohon kerja samanya Hyo Akh” aku mengangguk singkat menanggapi ucapan Baekhyun.

“aku juga” balasku seraya tersenyum kearahnya.

“Sang Akh” gadis yang dipanggilpun menoleh kearah Yoona Unnie seraya melemparkan tatapan yang mengatakan ‘ada apa ?’

“kau duduk di sebelahku ya ? pemotretan ini akan berlangsung sedikit lama. Mungkin, kita bisa mengobrol” ajak Yoona Unnie. Sang Akh mengangguk seraya tersenyum kearahnya.

“kalian berdua pergilah dan untukmu tuan Oh, kau masih memiliki waktu istirahat 10 menit lagi” perintah Yoona Unnie dan Baekhyun langsung menarik pergelangan tanganku. Akupun berpamitan pada Sang Akh.

-Oh Sehoon Point Of View-

Seperti tersengat ribuan volt arus listrik, entah mengapa hatiku sangat gelisah ketika melihat tawa Hyo Akh terpancar dengan leluasanya ketika berfoto bersama Baekhyun. Aku heran, kenapa dia bisa se-enjoy itu di depan Baekhyun, sementara di depanku ? dia seperti manekin cantik yang hanya bisa tersenyum tipis.

Entah sudah berapa kali aku menghela napas, namun tetap saja hatiku belum tenang. Dengan sebal, akupun menoleh ke samping. Tepat kearah Sang Akh dan Yoona Noona. Mereka berdua tampak serasi sekali. Buktinya, sedari tadi obrolan mereka tak terputus.

“Sang Akh, tunggu sebentar. Aku harus mengangkat telfon” Yoona Noonapun pergi untuk mengangkat telfon dan sekarang yang tertinggal hanya aku dan Sang Akh.

“Sang Akh” panggilku dan Sang Akhpun menoleh.

“menurutmu, Hyo Akh itu tipe gadis seperti apa ?” Ok, entah mengapa kata – kata itu sukses keluar dari mulutku. Padahal aku sendiripun tak sadar telah mengatakannya. Sang Akh terbelalak kaget mendengarnya dan sesaat kemudian, sebuah senyum bak setan tercantum di wajahnya.

“O ? Kau menyukai sahabatku, eoh ?” godanya dan akupun tergagap. Aku tak tau harus menjawab apa.

“kau tau ? menurut beberapa faktamu yang pernah kubaca, kau tak pernah sekalipun memberitahu tipe gadis kesukaanmu. Awalnya kukira kau memiliki kelainan. Tapi, mendengar pertanyaanmu barusan aku mulai mengenyampingkan pikiran buruk tadi” ia terkekeh setelah mengatakan itu. Akupun merutuk kepada diriku sendiri. Betapa bodohnya aku karena sudah menanyakan hal yang tidak – tidak kepada Sang Akh.

“sudahlah, kau tak perlu menjawabnya” tepat setelah aku mengatakan itu, Yoona Noona datang. Ia langsung mengambil tempat duduk yang ada diantara tempat dudukku dan Sang Akh.

“Sehun. Giliranmu akan dimulai 30 detik lagi” Yoona Noona memperingati dan aku mengangguk singkat. Akupun berdiri dari dudukku dan mulai berjalan menuju areal pemotretanku. Semoga saja Sang Akh tak mengatakan pertanyaan bodohku tadi kepada Hyo Akh.

-Celebrity Love-

~Author Point Of View~

Jarum pendek jam dinding telah menunjukkan angka 9. Sang Akh yang sedari tadi senantiasa mengikuti Hyo Akhpun sudah menguap berpuluh kali. Bertepatan saat itu juga, akhirnya Hyo Akh mengakhiri proses pemotretannya.

“maaf sudah menunggu lama” ucap Hyo Akh seraya berlari kearah Sang Akh. Sang Akh hanya tersenyum seraya menyodorkan sebotol air mineral. Sesaat kemudian Yoonapun datang.

“kerja bagus Hyo Akh” ujarnya seraya mengacak rambut Hyo Akh. Hyo Akhpun tersenyum senang seraya tak lupa mengucapkan terima kasih.

“Oh, Sang Akh. Apa aku boleh meminjam Hyo Akh sebentar ? ada suatu hal yang ingin kubicarakan dengannya” Sang Akh mengangguk. Hyo Akhpun pergi bersama Yoona.

Seraya menunggu Hyo Akh kembali, Sang Akhpun kembali bermain – main dengan handphonenya. Kemudian, Ia membuka akun SNS nya dan guess what yang ada disana. Mulai dari atas sampai ke bawah, yang terisi di beranda SNS Sang Akh hanyalah info – info dan foto – foto terbaru Baekhyun.

Melihat semua foto itu, Sang Akh tersenyum dan mulai mendownloadnya satu persatu. Sementara menunggu waktu mendownload, Sang Akh meninggalkan beberapa komentar di foto maupun info tersebut.

‘dia sangat tampan’

‘itu pangeranku’

“A~ aku ingin memakan pipinya yang chubby itu” itulah beberapa komentar yang Sang Akh tulis di bawah foto- foto tersebut.

“aku disini. Kenapa kau tak memakan pipiku ?” Sang Akh menoleh ke belakang dan mendapati Baekhyun sudah berdiri disana. Senyum yang awalnya menghiasi wajah Sang Akhpun langsung memudar. Baekhyunpun menautkan alisnya ketika melihat perubahan raut wajah Sang Akh yang drastis.

“aku ada urusan. permisi” pamit Sang Akh namun Baekhyun mencegatnya. Ia memegang pergelangan tangan Sang Akh dan membuat gadis itu menoleh kearahnya.

“aku yang akan mengantarmu pulang” Baekhyun langsung saja mengajak Sang Akh menuju mobilnya. Gadis itu menolak, namun kekuatan Baekhyun lebih besar daripada dia. Finally, Sang Akhpun menurut.

‘ini akan membuatku mati berdiri’ rutuk Sang Akh dalam hatinya.

-Celebrity Love-

“ini. Apa kau bisa memberikannya kepada Sehun ?” Yoona memberikan sebuah buku yang agak tebal kepada Hyo Akh.

“ye ? kenapa tidak unnie saja yang berikan ?” Hyo Akh berusaha menolak. Bertemu dengan Sehun di sekolah ? hei, bisa – bisa Hyo Akh mati duluan sebelum memberikannya. Jangankan untuk bertemu, menginjak gedung khusus ‘aktris’ saja Hyo Akh tak pernah.

“aku tak bisa. Masih ada beberapa jadwal yang harus ku susun dan tadi Sehun pulang lebih cepat” alis Hyo Akh bertaut. Sehun pulang lebih cepat ? tumben sekali. Biasanya ia akan membentakku dulu sebelum pulang bahkan ia juga mengantarku. Astaga, apa yang kupikirkan ? tidak – tidak, Lee Hyo Akh.. kau tak boleh berpikiran seperti ini lagi.

“kumohon. Aku sudah menghubungi Handphonenya tapi ia tak menjawab” Yoona Unnie tampak menaruh harapan besar kepada Hyo Akh dan jujur, itu membuat gadis itu luluh. Finally, Hyo Akh mengangguk singkat. Well, tak ada salahnya jika ia membantu Unnie cantik yang satu ini. Walaupun pada akhirnya ia harus berusaha mati – matian untuk masuk ke dalam gedung para ‘aktris’ itu.

“terima kasih Hyo Akh. Kau memang gadis yang baik. Sekarang kau akan kuantar pulang” Yoona senang dan iapun memberikan buku itu kepada Hyo Akh.

“tunggu sebentar, aku harus memberitahu Sang Akh” ketika Hyo Akh hendak pergi memanggil Sang Akh. Yoona mencegatnya. Hyo Akhpun menatap Yoona.

“kau tak perlu, Baekhyun baru saja mengirimkan pesan singkat kepadaku” Yoona memperlihatkan isi pesan Baekhyun dan Hyo Akhpun terbelalak kaget melihatnya. ‘Baekhyun mengantar Sang Akh pulang ? oh, aku harus menagih cerita malam ini’

-Celebrity Love-

Sang Akh memang gadis yang cerewet, ia bahkan bisa berbicara dalam kurun waktu 15 menit tanpa jeda dan Hyo Akh juga mengakuinya. Tapi sayang, bak terompet yang ujungnya tersumpal oleh batu besar ia –Sang Akh– bagaikan seonggok panda lucu yang hanya bisa melihat pemandangan di luar jendela mobil tanpa bermaksud untuk melirik kearah idolanya yang berjarak tak lebih dari 4 meter di sampingnya.

Ya, bukannya ia tak mau berbicara dengan Baekhyun. Hanya saja debaran jantungnya masih belum bisa ia kendalikan. Ia tak mau Baekhyun mendengarnya dan ia juga tak mau memperlihatkan semburat merah yang bersemi di pipinya ketika mengingat cara Baekhyun menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobil. Sebenarnya gejala – gejala itu biasa, hanya saja Sang Akh terlalu menganggapnya berlebihan.

“SIAL!” Sang Akh bergidik ngeri ketika mendengar Umpatan Baekhyun. Ia menoleh dan menatap takut kearah Baekhyun. Pemuda itu juga balas menatap Sang Akh. Debaran itu kembali datang. Oh ayolah, kenapa jantung ini tak mau kompromi ?

“K—kau kenapa ?” sebenarnya Sang Akh takut menanyakan itu melihat raut wajah tenang Baekhyun berubah menjadi agak cemas. Hei, apa yang terjadi ? ia bahkan tak tau sudah melakukan apa.

“aku tak mengerti jalan pikiran para wartawan itu” alis Sang Akh bertaut ketika mendengarnya. Wartawan ? butuh beberapa detik bagi Sang Akh untuk mengetahui artinya dan ketika ia mengetahui maksud perkataan Baekhyun. Sang Akhpun menoleh ke belakang dan mendapati dua mobil Van berwarna hitam sedang berada di belakang mobil Baekhyun.

Alis Sang Akh bertaut, bibirnya ia katupkan berusaha untuk menyalurkan rasa cemasnya. Ia benar – benar tak ingin Baekhyun tersandung sebuah skandal murahan hanya karena dirinya. Bisa – bisa Baekhyun dimarahi atasannya dan yang lebih parahnya Baekhyun akan dipecat dari agensinya. Oh tidak, itu tidak bagus. Sang Akh bukan gadis egois dan ia harus mengenyampingkan rasa takutnya sekarang juga. Keselamatan Baekhyun sangat penting saat ini.

“kau punya rencana supaya kita bisa meloloskan diri ?” Baekhyun menoleh. Baru kali ini Snag Akh berbicara cukup panjang dengannya. Entah mengapa, tapi Baekhyun merasa senang. mendengar suara Sang Akh bagaikan sebuah Oksigen baginya. Entah itu benar atau ia hanya mengumpamakannya dengan sedikit berlebihan. Hanya Baekhyun dan Tuhan yang tau.

“aku tak yakin” Sang Akh menatap Baekhyun lekat – lekat.

“apa itu ?” Baekhyun menggaruk tengkuknya. Deretan giginya yang putih itupun juga ikut ia perlihatkan. Sepertinya ia sedang dalam keraguan.

“aku berpikir untuk membawamu ke rumahku terlebih dahulu dan aku—–” belum juga Baekhyun selesai berbicara, akhirnya sifat asli Sang Akh terbongkar. Habis sudahlah image pendiam yang Baekhyun sematkan pada Sang Akh beberapa hari yang lalu.

“APA ?? kau pikir aku gadis murahan yang bisa dibawa ke rumah pria asing yang baru ia kenal ? jika itu pilihannya, aku memiliki sebuah saran alternative dan saranku adalah aku akan melompat dari mobilmu sekarang juga sehingga kedua mobil van itu menabrakku. Walaupun nyawaku tak terselamatkan yang terpenting, aku bisa dikenang sebagai gadis baik – baik. Bukan sebagai gadis murahan!!! Encamkan itu tuan Byun!!” mulut Baekhyun terbuka cukup lebar. Ia tak menyangka kalau Sang Akh merupakan seorang gadis cerewet dan tak tau kenapa, ia menyukainya.

“baiklah. Kalau begitu aku akan mengikuti saranmu” Baekhyun menyeringai membuat Sang Akh tercengang. Hei, ia hanya bercanda mengatakan itu. Kenapa Baekhyun malah menganggapnya seserius itu ?

“kau gila ? aku tak ingin mati konyol dan apa kau tidak bisa peka dengan maksud perkataanku ? astaga, nilai bahasamu pasti sangat buruk Byun” Sang AKh menggerutu. Mimik wajahnya sangat mirip dengan Smurfin ketika marah. Baekhyun terkekeh pelan melihatnya.

“kau tau ? aku lebih suka sifat cerewetmu” Sang Akh terkejut mendengarnya. Ia baru sadar bahwasanya ia sudah kehilangan rasa takutnya terhadap Baekhyun. Entah kapan itu terjadi, namun Sang Akh telah lancer berbicara dengan Baekhyun sekarang. ia tak merasa canggung lagi.

“sudahlah, rayuanmu tak mempan bagiku” Sang Akh mengibas – ngibaskan tangannya. Ia berusaha untuk mengontrol debaran jantungnya. Well, walaupun ia sudah merasa agak nyaman dengan Baekhyun. Namun, tentu saja perasaan itu masih ada. ‘Crazy little thing called LOVE’

Baekhyun terkekeh. “aku serius dan itu—-”

“Bisa kita bahas perbincangan ini lain waktu ? apa kau tidak lihat ? mobil para wartawan itu sudah mendekat. Kita harus segera lari sebelum kau tertangkap dan sebuah skandal tak elit tersebar. Aku tak ingin itu terjadi” Sang Akh tampak sangat cemas sekarang. Baekhyun kembali berfikir dan akhirnya ia tak bisa berpikir jernih lagi. Perasaan cemasnya sudah membesar. ia bukan cemas terkena skandal, hanya saja ia cemas Sang Akh akan di bully oleh fansnya gara – gara para wartawan itu menyebarkan fakta yang tingkat kebenarannya tak lebih dari 0.05 %.

“aku tak bisa berpikir lagi. Hanya itu saranku” Sang Akh memejamkan matanya, berusaha untuk mencari cara agar bisa lari dari kejaran para wartawan itu. Namun, lagi – lagi ia tak menemukannya. Pikirannya buntu, tak ada jalan keluar kecuali———

“apa aku boleh berada di rumahmu untuk sementara waktu ? apa orang tuamu mengizinkan ? bagaimana kalau aku diusir ? bagaimana kalau para wartawan itu juga mengikuti kita sampai ke rumahmu ? Bagaimana —–” Baekhyun meletakkan telunjukanya di atas bibir Sang Akh. Ia benar – benar heran, kenapa Sang Akh bisa berbicara secepat itu tanpa jeda ? apa paru – parunya memiliki kadar oksigen lebih besar daripada manusia kebanyakan ?

“orang tuaku sedang melakukan survey di Australia dan para wartawan itu tak mungkin mengikuti sampai ke dalam. Tak ada yang akan mengusirmu. Kujamin keselamatanmu selama dirumahku” Sang AKh mengangguk pelan.

“cepatlah! kita tak punya banyak waktu” Sang Akh memperingati karena ia sudah melihat siluet mobil Van para wartawan itu berada di sampingnya. Ia bahkan telah merosotkan badannya ke bawah. Berusaha bersembunyi agar para wartawan itu tak melihatnya. Bagaikan anak kucing, Sang Akh menekuk bedannya di bawah dasbor mobil Baekhyun. Sementara pemuda itu hanya menggeleng gemas dan mulai mempercepat laju mobilnya.

-Celebrity Love-

“kemana Sang Akh ? kenapa ia belum pulang juga ?” Hyo Akh yang baru saja keluar dari kamar mandipun menoleh kearah Hye Jin yang menyembulkan kepalanya dari arah pintu kamar. Ia menggeleng pelan.

“tadi, Sang Akh menelfonku dan ia mengatakan akan menginap dulu di rumah temannya. Ia akan pulang besok pagi untuk mengganti seragam dan juga bukunya” Hye Jin mengangguk pelan dan ia kembali menutup pintu kamar Hyo Akh.

Sepeninggal Hye Jin, Hyo Akhpun menghembuskan nafasnya pelan. Ia benar – benar tak mengira aktingnya bisa natural juga. Mengingat alasan yang keluar dari mulutnya dengan mulus.

“aku tak mungkin mengatakan kepada Unnie bahwasanya Sang Akh menginap di rumah Baekhyun” itulah sepenggal ucapan Hyo Akh sebelum dirinya terlelap dan masuk ke dalam alam mimpinya.

kuharap kau bisa mengenalnya lebih dekat

-Celebrity Love-

“Hyo Akh >.< Hye Jin Unnie!! Yuhuu~ adakah yang mendengarku ?” Hyo Akh yang hendak memakan rotinyapun berhenti begitupula dengan Hye Jin. Mereka Saling bertatap mata hingga akhirnya Hye Jin mengedip dan itu berarti ia harus membukakan pintu.

Hye Jin membuka pintu dan dibalik pintu itu sudah berdiri dengan gagahnya seorang gadis. Ia tersenyum seraya memperlihatkan deretan giginya. Alis Hye Jin bertaut. Ia melihat penampilan gadis itu dari atas sampai bawah. Ada yang berbeda dari cara pakaiannya. Ia memakai baju pria.

“Sang Akh, baju siapa yang sedang kau pakai ?” Sang Akh meneliti bajunya. Ia tau harus menjawab apa karena Hyo Akh sudah memperingatinya 30 menit yang lalu melalui telefon.

“O ? baju ini ? kebetulan ukuran baju temanku tak cocok denganku dan akhirnya aku memakai baju kakak laki – lakinya. Bagaimana ? apa terlihat begitu aneh ?” Hye Jin menggeleng dan menyuruh Sang Akh masuk untuk memakai seragamnya dan menukar buku – bukunya.

Sebelum masuk ke kamar Hyo Akh, Sang Akh berhenti di samping Hyo Akh. ‘aku berhasil. Perasaan takut itu telah lenyap’ Hyo Akh tersenyum mendengarnya dan Sang Akh kembali melanjutkan jalannya menuju kamar Hyo AKh.

-Celebrity Love-

Jam pelajaran kedua telah selesai. Hyo Akhpun membersihkan buku pelajaran bahasa jepangnya. Ketika sedang asik berkemas Hyo Akh tak sengaja menjatuhkan sebuah bukunya. Ia memungut buku itu. ‘Oh Sehoon’ itulah nama yang tertera di buku itu. Pikiran Hyo Akh melayang, ia harus mengembalikan buku Sehun.

“apa hari ini Jung Seongsaenim datang ?” seorang gadis yang asik memainkan tabletnyapun menggeleng pelan. Hyo Akh tersenyum. Salah satu hambatannya sudah terlewati.

“hei, aku ingin ke UKS. perutku terasa agak sakit. Kau mau mengambilkan absenku, bukan ?” gadis yang ditanya Hyo Akh menoleh dan langsung mengangguk. Hyo Akh tersenyum.

“kau memang bisa diandalkan” ucapnya dan langsung pergi keluar kelas.

-Celebrity Love-

– Lee Hyo Akh Point Of View –

Perjuangan yang sangat berat memang untuk pergi ke gedung khusus aktris. Buktinya, aku harus mengendap Bak seorang pencuri dan itupun kulakukan supaya bisa keluar dari gedung sekolahku. Sungguh miris.

‘Fiuhh~’ kuhapus keringat yang entah sejak kapan telah berkumpul di dahiku seraya menghembus nafas pelan. Kini, aku telah keluar dari gedung sekolahku dan itu adalah gedung sekolah khusus para aktris.

Akupun mengendap – endap bak seorang pencuri. Kulihat kiri dan kanan untuk memastikan kemana arah penjaga – penjaga itu pergi. Untungnya, tak ada satupun penjaga yang terlihat dan dengan cepat, akupun berlari secepat kilat masuk ke dalam gedung aktris tersebut.

“Halangan kedua telah berhasil kulewati” setibanya di dalam gedung para aktris tersebut, aku sempat ternganga melihat ke seluruh penjurunya. Entah itu di lantai, dekorasi maupun dindingnya. Semuanya sangat berbanding terbalik dengan gedung kami, eum maksudku gedung siswa biasa.

Aku tak menyangka dekorasinya begitu mewah, bahkan untuk dindingnya mereka diberikan corak warna – warni dan tentu saja siapa yang melihatnya tidak akan pernah bosan. Oh oh, lantainyapun juga indah. Kukira lantainya hanya dilapisi kramik satu warna tapi, hei mereka bahkan memiliki kramik transparan dan juga berpola. Astaga, kukira hanya siswanya saja yang berbeda. Ternyata oh ternyata, dekorasi indoor gedungnya jauh jauh jauh lebih bagus dari gedung kami.

Astaga, apa yang sedang kupikirkan ? aku tak punya banyak waktu sekarang. buku Sehun harus segera dikembalikan. Tapi, masalah besar baru saja terngiang di ingatanku. Aku lupa bertanya kepada Yoona Unnie dimana kelas Sehun berada. DAMN! Untuk kali ini aku merutuk sifat pelupa yang kupunya.

Langkahku terhenti ketika melihat seorang pria berprawakan sedang dan jika dilihat dari wajahnya itu, sepertinya ia cukup baik. Mungkin saja ia mengetahui kelas Sehun. Aku tersenyum dan langsung mengejar pria itu.

“Annyeong Haseo” sapaku ketika pria itu hendak menaiki anak tangga yang pertama. Ia menoleh dan kembali menuruni tangga itu. Kurasa ini pertanda bagus.

“siapa ?” tanyanya seraya menunjukku. Haruskah aku memperkenalkan diri ? Hei, bisa – bisa aku diadukan ke kepala sekolah karena sudah masuk ke gedung para Aktris. Gila saja jika itu terjadi.

“maaf, apa kau mengetahui kelas Oh Sehoon ? aku harus mengembalikan bukunya” kuangkat buku Sehun dan pria itu tampak mengerti.

“Oh Sehoon ? kau tinggal naik saja ke lantai dua. Kebetulan kelasnya berada di sebelah kiri tangga ini” aku tersenyum mendengar jawabannya yang jelas. Ternyata, tak semua artis sombong dan angkuh. Buktinya, ia mau membantuku. Ya, walaupun aku berlagak seperti seorang artis. Kuharap ia tak tau identitas asliku.

“terima kasih atas arahannya” kubungkukkan sedikit badanku dan langsung menaiki tangga itu. Baiklah, halangan ketiga sudah kulewati. Aku tersenyum senang ketika mengingat jalanku untuk memberikan buku Sehun terasa agak mudah. Semua halangan yang kuperkirakan sebelumnya telah berhasil gugur satu per satu.

Seraya menaiki tangga ini, pikiranku melayang – layang entah kemana. Apa kalian tau ? sedari tadi, aku selalu memikirkan ekspresi Sehun ketika menerima buku ini dariku. Apa dia akan berterima kasih ? apa dia akan bersikap dingin seperti biasanya ? aku menaruh harapan besar pada asumsi yang pertama.

Akhirnya, semua anak tangga berhasil kulewati. Akupun berjalan menuju petunjuk pria tadi. ‘XI B ?’ gumamku dalam hati ketika melihat papan yang ada di pintu kelas itu. Aku tersenyum senang melihatnya. Kuharap Sehun benar – benar berada di kelas ini.

Lagi, aku melangkahkan kakiku. Melihat penghuni kelas itu dari luar jendelanya. Kuharap Sehun ada disana, mengingat mereka juga sedang kekosongan guru, sama sepertiku. Di deretan kursi yang pertama, aku tak melihat Sehun. Begitupula dengan deretan kursi yang kedua. Namun, langkahku terhenti ketika melihat deretan kursi yang ketiga. Sehun ada disana. Namun, ada sesuatu yang ganjil. Ia tertawa, sungguh menawan dan tampan.

Namun, ada sesuatu yang membuat hatiku ‘sedikit’ sakit. Sehun tertawa seraya memainkan rambut teman wanitanya. Ia tampak sangat nyaman memegang rambut gadis itu. Kurasa itu hal yang biasa. Tapi entah mengapa, aku merasa seperti tertusuk pedang belati yang sangat tajam. Rasanya sakit, sungguh sakit dan entah sejak kapan, aku merasa sesak di dadaku. Hei, apa terjadi padaku ?

Aku menggeleng pelan, berusaha menyingkirkan berbagai perasaan aneh yang menyapa hatiku dan sebaiknya buku ini kuberikan saja sewaktu pemotretan nanti sore. Rasanya, aku tak ingin bertemu Sehun sekarang. Aku berbalik dan kembali melangkah di jalan yang kulewati tadi.

“Gadis asing. Aku yakin kau seorang penyusup” alisku bertaut. Hei, apa aku ketahuan ? aku berbalik dan mendapati pria yang menunjukkan kelas Sehun tadi di sebelah pegangan tangga. Ia berdiri berlagak seperti seorang bos. Menawan memang, tapi aku merasa ada bahaya yang sedang mendekatiku. Sebaiknya aku jangan panik dulu.

“maaf.. tapi, apa kau bicara padaku ?” aku berlagak masih seperti siswi yang berasal dari gedung aktris. Kuharap ia hanya bercanda.

“kau kira aku buta ? hei, siapapun yang melihatnya juga tau kalau kau berasal dari sekolah biasa. Lihatlah seragammu!!” seragam ? astaga, aku lupa tentang itu. Jelas saja ia mengetahui identitasku. Toh, seragam kami sangat jauh berbeda. Matilah aku.

“permisi, aku harus pergi” aku pamit. Semoga saja dia membiarkanku pergi. sungguh, aku tak ingin memiliki masalah dengan jenis artis manapun. Sehun sekalipun aku juga tak mau. Aku mundur secara perlahan. Namun sayang, punggungku merasa menabrak sebuah tameng (?) aku berbalik dan kembali mendapati seorang pria disana. Kulirik name tagnya yang bertuliskan Kim Jong In.

“J—Jong In. maukah kau membiarkanku pergi ?” ia tak merespond dan hanya tersenyum. Tapi, sepertinya ada sesuatu di balik senyumannya itu. Oh Gosh, kuharap aku baik – baik saja.

“permisi aku harus pergi” ucapku dingin dan langsung mendorong badan tegap pria bernama Jong In itu. Namun, benar dugaanku. Ia mencegatku.

“kau bercanda ? hei, ingat kodratmu. Kau hanya siswa biasa. Apa yang kau lakukan di gedung kami ? apa kau salah satu fans artis yang ada disini ? kau seperti penguntit” aku ternganga. Astaga, aku tidak serendah itu bukan ? hei, aku hanya ingin mengembalikan buku Sehun. Apa itu salah ?

“Kyungsoo!! Akan kita apakan gadis ini ?” Jong In kembali bersuara. Akupun mendongak supaya bisa melihatnya. Wajahnya memang tampan tapi aku merasa dia bukan pria yang baik.

“aku tak tertarik dengannya. Terserah, mau kau apakan, kau bebas. Aku duluan, eoh ?” aku kembali ternganga. Hei, apa mereka pikir aku sebuah barang yang bisa diperlakukan seenaknya. pria itu, kukira ia baik. Tapi ternyata, perkiraanku salah besar. Pria bernama Kyungsoo itu langsung pergi.

“kau dengar ?” ia kembali menatapku dan tatapannya terlihat lebih sangar dari sebelumnya. Nyalikupun menciut.

“hei, mau bermain denganku ?” panggilnya dan kurasa itu bukan hal yang bagus. Akupun memundurkan langkahku namun sayang, ia juga mengikutiku. SIAL! Kenapa pria ini harus mengikutiku ?

BUGH” tiba – tiba Jong In mendorong badanku dan jujur, ketika punggungku menyentuh dinding. Rasanya sungguh sakit. Aku merintih dan menatap marah kepadanya.

“APA YANG KAU INGINKAN ? AKU HANYA MAU PERGI!! LEPASKAN!!” aku memberontak, berusaha menyingkirkan tangan Jong In yang memegang kedua lenganku. Bukannya melepas, ia malah mencengkram lenganku semakin kuat. Aww~ ini lebih sakit daripada cubitan Sang Akh.

“hei tenanglah. Kita hanya berdua di koridor ini. Tak ada yang lain” ia mengingatkan dengan nada lembut. bukan, bukan nada lembut. itu lebih terdengar mengerikan. Jong In menyeringai dan semakin mencengkran lenganku. Oh Tuhan, sungguh. Cengkramannya sangat kuat. Aku yakin, pasti lenganku sudah lebam sekarang.

Tanpa kusangka, Jong In mendekatkan wajahnya. Hei, apa dia berniat untuk menciumku ? di depan umum ? wohoi~ dia pasti sudah gila kalau ingin melakukan itu. Bisa – bisa ia tersangkut skandal yang tak elit nantinya.

“diamlah, kau akan terlepas setelah aku melakukan ini” aku semakin gencar memberontaknya. Dugaanku kembali benar. Ia memang ingin menciumku. Aku berusaha melepaskan tangannya, namun tetap saja tak bisa. Pasrah ? Oh Ayolah, aku tak ingin bibir cantikku kehilangan kesuciannya. Tuhan, kumohon. lindungi aku. Jaraknya semakin dekat, bahkan aku bisa mendengar deruan nafasnya.

Sepertinya aku tak tahan, sebaiknya aku menutup mataku dan berharap pangeran berkuda putihku datang untuk menyelamatkanku.

“Bodoh! Kelakuanmu sungguh rendah. DIMANA ETIKAMU KIM JONG IN ?” aku terkejut bukan kepalang ketika mendengar suara itu. Karena heran, akupun membuka mataku dan….

-To Be Continued-

Haloha ^_^ senang rasanya saya bisa menyapa para penggemar Fanfic ‘Celebrity Love’ 😀

Maaf untuk keterlambatannya ^_^

Dan terima kasih untuk semuanya yang sudah berkomentar di Chapter sebelumnya 🙂

Bagaimana Chapter ini ? masih banyak kekurangannya, kan ?

Ya sudah, pokoknya itu saja dan sekali lagi..

THANK YOU UNTUK SEMUANYA YANG SUDAH MEMBERIKAN KOMENTARNYA DI CHAPTER 4 😀

Annyeong~~

 

 

Iklan

Penulis:

A Girl who love her Mother and Father ^^ A Girl who claim Byun Baekhyun to be her Husband

62 thoughts on “CELEBRITY LOVE (Chapter 5)

  1. aku harap yang menolong lee hyok akh itu orang yang baik – baik!! -sehun

    #amin
    #penasaran banget!!!!!!
    kakak jangan lama – lama next chapternya ya…………… 🙂 🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s