[Minri’s Diary – 03] My Black Pearl

bp

My Black Pearl Talking About Marriage

Author : Charismagirl

Main Cast :

  • Byun Baekhyun
  • Park Minri

Support Cast :

  • Do Kyungsoo
  • Kim Jongin

Rating : PG-13, Teen.

Genre : Romance, School-Life.

Length : Drabble/Fluff

My Boyfriend is a Baby | Still a Baby

Dia tidak bilang padaku bahwa dia mengecat rambutnya menjadi warna hitam!

***

Masih ada tersisa beberapa minggu lagi sebelum ujian nasional tiba. Dan Baekhyun, pacarku yang manis itu masih sempat-sempatnya mengajakku bermain.

“Minri-ya…” panggilnya dari luar pagar rumahku.

“Iya sebentar, Baek.” Aku sedang memasang sepatu kets merah muda favoritku –pemberian Baekhyun, di teras rumah. Sesekali memandanginya yang saat ini memakai seragam basket tanpa lengan. Dan dia memakai topi –aku menyadari ada yang sedikit berbeda. Oke, itu pemandangan yang langka. Oh, lihatlah lengannya itu. Aku tahu tidak ada bentukan otot di lengannya, tapi itu cukup membuatku tercengang. Well, fokus fokus.

“Lama sekali,” protesnya dengan bibir yang mengerucut.

Aku melompat dari dudukku kemudian menghampirinya dengan setengah berlari. Menampakkan senyum tanpa dosa, berharap dia memaafkanku.

“Ku bilang jam 5.” Dia berlalu, berjalan mendahuluiku.

“Maaf, aku ketiduran.” Aku menyejajarkan langkahku dengannya dengan langkah yang dipercepat.

Kami berjalan menuju lapangan basket yang tidak jauh dari tempat tinggal kami. Entah kenapa tiba-tiba dia mengajakku olahraga sore di hari minggu. Biasanya dia tidak ingin keluar rumah, dia hanya ingin berkutat dengan PS-nya beserta acara TV kartun-kartun kesayangannya. Terkadang hal ini membuatku jengkel.

Beberapa tetangga yang kami lewati menyapa dengan ramah. Mereka kenal dengan kami. Dan mungkin juga tahu kalau kami sedang –ehm, menjalin hubungan.

Lima menit kemudian kami tiba di lapangan. Ada beberapa pemuda lain yang juga berada di sana. Salah satunya adalah Kyungsoo, pemilik toko kue di daerah ini. Tidak –dia tidak main basket. Dia hanya membaca buku di pinggir lapangan. Sendirian.

Baekhyun langsung berbaur bersama anak laki-laki lain. Sepertinya aku tidak perlu ikut bermain bersama mereka. Maka dari itu aku memutuskan menghampiri Kyungsoo, lalu duduk di bangku kosong di sebelahnya.

“Hai, Kyung.”

Kyungsoo menoleh padaku sesaat, hanya sesaat, sebelum dia terfokus pada bukunya lagi. Aku tahu Kyungsoo itu bukan orang yang banyak bicara, jadi maklum saja kalau kau akan dianggapnya seperti patung bahkan ketika kau bicara.

“Kau tidak ikut bermain?” tanya Kyungsoo tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang dibacanya. Buku apa sih? Aku melirik sampul buku Kyungsoo yang ternyata buku novel detektif.

Apa?! Bahan bacaan Kyungsoo ternyata semacam itu? Hebat!

“Tidak, biarkan para lelaki berkeringat.”

“Aku juga lelaki.” Kyungsoo memandangiku dengan wajah datar. Sedikit membuatku merinding.

“Maksudku –maksudku para lelaki yang menyukai olahraga,” ucapku sembari menyengir. Tersenyum bodoh.

 

Tidak ada yang kukerjakan, bahkan tiga puluh menit sudah berlalu. Baekhyun harusnya tidak usah mengajakku kesini. Tidak ada anak perempuan yang datang ke lapangan sore ini.

Aku menendang-nendang rumput dengan ujung sepatuku. Menunduk. Membiarkan poniku terjuntai ke depan, menghalangi pandangan. Aku bosan, Baekhyun!!

Tiba-tiba ada yang menendang ujung sepatuku. Aku mendongak, dan mendapati Baekhyun dengan nafas terengah sembari tersenyum. Dan dia berkeringat. Seksi. Ack! Apa yang baru saja aku katakan?

“Ayo main.”

Shireo, aku pasti kalah kalau lawanku semua lelaki–” Aku melirik ke belakang punggung Baekhyun, dan tidak ada seorangpun di lapangan,”kapan mereka pergi?” tanyaku lebih pada diri sendiri.

“Maaf membuatmu bosan.” Baekhyun menarik tanganku dan membawa tubuhku hingga kami berdua tepat di tengah lapangan. Aku melirik Kyungsoo yang sama sekali tidak beranjak dari kursinya. Yah, mungkin Kyungsoo merasa nyaman membaca disana.

Baekhyun men-dribble bola karet jingga itu. Berterimakasihlah pada Chanyeol yang mau meminjamkannya karena setahuku tadi Baekhyun tidak membawa apa-apa kesini.

Aku menghampiri Baekhyun, mengangkat tanganku untuk mem-block nya.

“Aku juga pemain loh Baek, walaupun dibagian cadangan.”

Aku berusaha merebut bola itu dari tangan Baekhyun. Tapi dia terus mempermainkanku. Dia berlagak ingin menyerahkan padaku, tapi itu hanya tak tik. Baiklah, kalau Baekhyun memang ingin bermain serius.

Aku memutar tubuhku ke belakangnya lalu merebut dari arah kiri. Dalam hitungan detik, bola itu sudah jatuh ke tanganku. Dan aku membawanya ke ring, lalu masuk. Tanpa pertahanan.

“Kau membiarkanku menang ya?” Aku melemparkan tatapan kesal padanya.

“Tidak kok.”

Baekhyun menghampiriku setelah dia memungut bola di pinggir lapangan. Kemudian kami bermain lagi.

 

Kami berdua terduduk di pinggir lapangan dengan nafas memburu. Pertandingan singkatku dengan Baekhyun membuatku berkeringat. Melelahkan. Dan menyenangkan.

Baekhyun membuka topi yang dipakainya. Membuatku membelalak kaget. Baik, mungkin ini berlebihan tapi… astaga! Dia tidak bilang padaku bahwa dia mengecat rambutnya menjadi warna hitam. Tampan!

“Baek, kapan kau mewarnai rambutmu?” tanyaku sembari memandangi wajahnya. Memastikan bahwa warna itu memang-sangat-luar biasa cocok untuk wajahnya yang manis itu.

“Tadi pagi. Bagaimana? Kau suka?”

“Sangat.” Aku menghampirinya, lalu memeluknya. Well, sedikit memalukan. “Kau tampan sekali.”

“Kau bilang apa?” Baekhyun melepaskan pelukanku lalu tersenyum jahil.

“Err.. Kalau kau memintaku mengulanginya, pikirkan saja sendiri.” Aku mengalihkan pandanganku ke arah lain, ke tepi jalan yang sudah sepi. Kemudian ada gerobak es krim yang tertangkap pandanganku.

“Es krim! Tunggu sebentar, Baek.” Aku berdiri lantas, berlari kecil menghampiri gerobak es krim itu. Aku akan beli rasa coklat untukku dan strawberry untuk Baekhyun. Seperti biasa.

 

“Minri-ya,” panggilnya.

Aku masih asik menghabiskan es krimku. Hingga menyahut tanpa melihatnya. “Hm?”

“Kapan kita belajar berenang bersama? Aku sudah mulai bisa loh. Nanti akan ku ajarkan padamu.”

Aku menoleh padanya. Kebiasaan Baekhyun kalau makan es krim, tepi bibirnya selalu belepotan. Abaikan bagian itu, lagipula tidak ada yang melihatnya disini. dan jarak Kyungsoo dengan kami cukup jauh. Aku mengingat-ingat apakah aku pernah mengatakan ingin berenang bersamanya?

Ah, iya. Waktu itu. Aku ingin mengajaknya belajar berenang karena aku tidak ingin Baekhyun mengalami lagi yang namanya tenggelam.

“Nanti saja saat liburan. Sebentar lagi kita ujian nasional.”

Dia menjilat es krimnya lagi.

“Anak perempuan pasti pakai bikini kalau berenang,” gumam Baekhyun. Tapi aku mendengarnya.

“Baek!! Apa yang kau katakan???”

Aku menyilang kedua tangannya di depan dada. Lalu cepat-cepat menghabiskan waffle es krimku yang hampir habis, membuat mulutku seketika penuh.

“Jongin bilang seperti itu padaku,” jawabnya dengan wajah tanpa dosa. “Lagipula nanti setelah menikah akau akan melihat semuanya!” Dia menambahkan cengiran di wajahnya yang kekanak-kanakan itu.

Apa yang mau kau lihat?

Aku memasang wajah datar, sembari menelan es krim di mulutku. Lalu mengibaskan tanganku di depan wajahnya.

“Kita masih SMA, Baek. Dan kau sudah memikirkan pernikahan. Ya Ampun.”

“Sebentar lagi kita kuliah, kok.” Dia menjulurkan lidahnya padaku. Lalu kembali menjilati es krimnya.

Aku bertanya pada diriku sendiri : Kau yakin akan menikahi lelaki macam ini nantinya?

“Hey, jangan melamun. Kau bisa kerasukan arwah, tahu.”

Baekhyun menyenggol bahuku dengan bahunya. Kapan dia menggeser duduknya hingga memutus jarak denganku?

“Kau yakin nantinya akan menikah denganku?”

Aku melontarkan pertanyaan itu tepat saat dia menghabiskan es krim strawberry-nya. Aku menoleh padanya, membuat wajah kami berhadapan. Dekat sekali.

Dia mencium bibirku dengan kilat. “Tentu saja!”

Ada Kyungsoo. Aku ingat ada Kyungsoo. Oh tidak! Pasti dia melihat apa yang baru saja kami lakukan. Oh, aku malu sekali.

Dasar Baekhyun!

“YAK! Kyungsoo bisa melihat kita.”

“Dia sudah pergi sejak kau beli es krim tadi.”

Benarkah?

Aku menoleh ke tempat dimana Kyungsoo tadi duduk. Dan Baekhyun benar. Tidak ada siapapun disana. Hanya tersisa kami berdua. Kemudian aku berdiri, lalu menepuk-nepuk celanaku yang sedikit berpasir.

“Ayo pulang. Besok mesti sekolah lagi.”

Langit sudah berubah abu-abu bercampur jingga yang berpendar. Matahari perlahan turun, bersembunyi ke ufuk barat. Baekhyun ikut berdiri sembari memegangi bola basket milik Chanyeol.

Kami berjalan beriringan menuju rumah masing-masing. Sesekali Baekhyun menyenggol tubuhku dengan jahil, membuat aku terdorong ke tengah jalan beberapa kali.

Lampu-lampu di tepi jalan mulai menyala.

“Setelah ujian kita akan berenang bersama ‘kan?” Baekhyun membahas masalah renang lagi. Ck, anak ini.

Shireo. Berenang saja sana dengan Jongin.”

“Kau yakin mengizinkanku pergi berenang bersama Jongin? Akan ada banyak sekali anak perempuan disana –yang pastinya memakai bikini.”

Dia tertawa renyah. Lalu berlari meninggalkanku.

“YAK Baekhyun!! Awas saja kalau kau berani!!”

Aku berlari mengerjarnya. Sampai tidak aku tiba di depan rumahku. Aku masuk ke dalam pagar, lalu berbalik. Baekhyun masih berdiri di depan pagar dan aku memuaskan diriku untuk memandangi rambut barunya yang indah itu. Dia semakin seperti bocah –kurasa.

“Sampai besok.” Baekhyun melambai riang sembari tersenyum lebar.

Ne! Jangan lupa belajar. Besok ada pre-test. Kalau kau belum lupa.”

“Ya, kau juga. Aku sayang padamu.” Baekhyun memelankan suaranya, membuatku hanya bisa membaca gerakan mulutnya.

Aku juga sayang padamu,” ucapku pelan sebelum benar-benar masuk ke dalam rumah dengan wajah yang merona merah.

Baekhyun semakin manis saja, membuatku semakin sayang padanya!

***END***

Di tengah menyelesaikan MDA. Aku kepikiran FF ini gegara foto-fotonya Baekby pake rambut item :*

AKU cuma mau ngungkapin betapa aku CINTA SAMA RAMBUT HITAMNYA BAEKHYUN!! *O* Dan maaf kalau ada typo, dsb, sdt. Aku nulisnya beberapa jam saja, dan tidak sempat untuk memfilter typo. Maaf juga kalau judulnya rada enggak nyambung ‘-‘)a

Makasih sudah baca!! Yang baca, komen ya😉

Yang komen, makasih ya😉

Be a good reader.

Love ya!

241 thoughts on “[Minri’s Diary – 03] My Black Pearl

  1. Waaa setuju bgt thoor^^ baekkie emg makin ganteng kl rambutnya hitam, walaupun di warnain apa aja jg ttp ganteng sih hihi
    Aaa si baekk bener2 usil, dia jg pinter bgt mencari kesempatan haha😀
    Waa thor bsk aku ada uts tp krn gasabar pgn baca yaudah jd aku sempetin baca dulu wkw
    Bagus thor ttp semangat yaa^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s