You’re My Destiny part 5

You’re My Destiny part 5

 

youre-my-detiny

Cast :

Oh Sehun

Han Seul Rin

Xi Luhan

Kim Hyemun

Kim Myung Soo

Genre : School Life, Romance, Sad,

Rating : Teen

 

 

Hai semua,, mian ya FFnya lambat ya dipost ? Soalnya Author juga lagi dalam masa Hiatus kemarin.. Makasih buat Blossom Girl  dan ChanPosterArt yang udah buatin Poster buat FF ini. Gomawo banget ya,, mian ceritanya pendek lagi.. Author kalo buat pasti kepepet terus, soalnya tugas-tugas di sekolah sumpah numpuk bangeet. Setelah membaca FF ini usahakan kalian untuk Comment ya ? Kalo bisa like dan Share sekalian.. Jangan jadi Siders.. Oke deh,, happy reading ya ?

 

Part sebelumnya

Seorang gadis sedang berlari terburu-buru untuk memasuki kelasnya, jika saja tadi malam ia tak memikirkan namja sepatu itu pasti ia takkan bangun kesiangan pagi ini.

‘Ceklekk’

Keadaan hening, terlihatlah seorang Seonsangnim yang sedang menulis materi di depan kelas.

“Permisi, Saem. Apa aku boleh masuk ?” tanya Hyemun, gadis itu.

Saem itu menatapnya tajam “Kau murid baru ?” tanyanya

Hyemun mengangguk “Maafkan saya”

“Kau tahu sekarang materi apa ?” tanya Saem itu, Hyemun mengingat-ingat jadwal pelajaran yang ia tata semalam.

“Eumm, Bahasa Inggris ?” jawab gadis itu ragu. Saem itu tersenyum,

“Kurasa kau belum mengetahui peraturan di kelasku”

“A… Apa ?” Hyemun menoleh ke arah Seul Rin yang tengah menunjukkan kertas yang bertuliskan

‘Please you speak English when Mrs. Han teach us’

Hyemun menunduk “Maafkan aku”

Seul Rin menepuk jidatnya agak keras “Ya ampun Kim Hyemun,, kau ingin bertambah miskin hah ?” tanyanya dalam hati

“Han Seul Rin ! What Are You Doing ?!” tanya Mrs. Han sambil menatap gadis itu tajam.

“Ah,, eum. I’m sorry miss. There is a mosqiuto,, hehe :D”

Seluruh siswa terkekeh mendengar jawaban gadis itu,

“Up to you ! So, Hyemun~ssi can you speak English when you study with me ?” tanya Mrs. Han

Hyemun mengangguk lemah

“Alright, you can sit now”

Hyemunpun duduk sambil menghembuskan napasnya berat

“Anak baru” Panggil Han Saem, Hyemun pun menoleh

“Jika kau berbicara sepatah kata saat pelajaranku, kau harus membayar 100 won (Kurang lebih Rp.800) di setiap katanya. Arraseo ?”Hyemun menjawabnya dengan anggukan.

~~~~~~

“Han Seul Rin~ssi !” panggil seseorang, Seul menoleh kebelakang. Ia melihat Hyemun sedang berlari terengah-engah dibelakangnya.

“Ne, ada apa Hyemun~ssi ?”

“Gomawo”

“Ne ?” Seul melihat Hyemun tak percaya.

“Gomawo telah menolongku tadi” ucap Hyemun tulus.

“Oh, ne cheonma. Kau mau ke kantin ?” tanya Seul, dan dibalas anggukan oleh gadis itu.

“Kalau begitu kajja !” Ajak Seul dengan semangatnya.

Mereka berdua berjalan dengan senang, banyak pasang mata yang melihat mereka berdua dengan heran.

“Hai !” panggil seseorang, Hyemun dan Seulpun menoleh.

“Ah, annyeong Sehun~ah. Annyeong…” Hyemun melihat name-tag namja itu “Luhan Sunbae” lanjutnya.

Luhan menjawab sapaan Hyemun dengan senyuman, tapi Sehun tak melihatnya. Mataya tertuju pada yeoja yang saat ini sedang menunduk. Hyemu melihat Sehun yang sedang memperhatikan Seul mencoba untuk memecah suasana.

“Kajja ! Bukankah kita tadi mau ke kantin ?” tanya Hyemun sambil memegang tangan Seul dan menariknya hingga buku yang berada di tangan kiri Seul terjatuh.

Sehun mengambil buku itu dan membaca isi buku itu karena buku itu bersampul gambar Hello Kitty kesukaan gadis itu, tanpa ia ketahui secarik kertas terjatuh. Seul sontak menarik bukunya dari tangan Sehun namja itu membaca buku itu.

“Kau jangan membaca buku orang lain, apalagi itu buku pribadinya” ucap Seul ketus. Iapun menarik tangan Hyemun untuk mengajak gadis itu ke kantin.

Banyak pasang mata yang melihat kejadian itu, ada beberapa yang berbisik-bisik karena heran dengan sikap mereka berdua.

“Sehun dan Seul kenapa ya ? Apa mereka putus ?”

“Tak mungkin mereka putus,aku bahkan baru menjadi fans mereka  minggu lalu”

Sehun menduduk, ia memegang dadanya yang terasa sakit.

“Kwenchana Sehun~ah ?” tanya Luhan sambil menepuk pundak Sehun. Sehun mengambil napas panjang lalu ia hembuskan perlahan “Kwenchana Hyung, ayo kekantin.” Ajak Sehun.

Luhan menatap punggung Luhan yang semakin lama semakin menghilang dari pandangannya.

Luhan menundukkan wajahnya karena merasa iba dengan sikap Sehun yang semakin lama semakin kasihan. Tiba-tiba matanya tertuju pada secarik kertas berwarna pink yang bergambar Hello Kitty. Ia membuka lipatan kertas itu dan mambacanya sesaat namun,

“Hyung ! Mau kutinggal hah ?” tanya Sehun yang ternyata kembali lagi ke tempat Luhan karena namja itu belum beranjak dari tempatnya berdiri. Sonta Luhan melipat kertas itu dan memasukkannya kedalam saku celananya.

“Mianhae Sehun~ah” Luhanpun berjalan kearah Sehun.

~~~~~~

Seul Rin sedang menyantap salad sayur yang ia pesan tadi, sedangkan Hyemun masih sibuk untuk mencari sosok namja yang sedari tadi ia tunggu namun tak juga tiba di kantin.

“Kau masih menunggu mereka?” tanya Seul Rin tiba-tiba.

Hyemun menatapnya sesaat kemudian tersenyum “Ne, karena aku sudah menunggu saat-saat seperti ini. Aku ingin sekali makan siang bersama Se- Nah itu dia. Sehun~ah !” panggil Hyemun.

‘Uhukk Uhukk’ Seul Rin tiba-tiba tersedak saat yeoja itu berteriak tiba-tiba, ia meneguk Milk Shake miliknya kemudian menepuk-tepukan dadanya karena merasa sesak.

“Bisakah kau berhenti membuatku kaget ? Aku hampir saja mati” ujar Seul sambil sambil meminum Milk Shakenya lagi.

“Annyeong, kau kenapa Seul Rin~ah ?” tanya Luhan yang telah duduk dihadapannya alias di samping Hyemun. Meja yang mereka tempati itu berbentuk bulat sehingga Seul Rin terpaksa duduk disamping Sehun.

“Uhukk,, aniya Oppa. Tadi Hyemun berteriak tiba-tiba jadinya aku terkaget dan tersedak” jawab Seul Rin halus.

Sehun yang duduk disamping Seul Rinpun menatap gadis itu dengan iba, ia melihat Seul Rin sedang memakan sayuran ke mulutnya. Setelah itu ia melihat wajah Seul Rin yang memasang wajah tak enak seolah ia tak ingin menelan makanan itu.

“Bukankah kau tak suka sayur ?” tanya Sehun, Seul Rin meletakkan garpunya dab menatap Sehun dengan tatapan tajam.

“Siapa bilang ? Aku suka sayur saat ini” jawab Seul Rin dengan nada ketus.

“Bukankah kau sendiri yang bilang saat kita akan makan malam waktu itu”

‘Deggg’ Jantung Seul Rin berdetak kencang “Sehun mengingatnya ?”

 

Flashback

Seorang yeoja sedang meronta-ronta karena ia dari tadi dipaksa oleh Sepupunya untuk memakai gaun.

“Eonni, jebal. Aku dan Sehun akan memasak, bukan untuk kencan” lirih Seul Rin sambil menguatkan pegangannya pada tubuhnya kalau ia lepaskan pastinya Eonninya akan menarik baju itu dan menggantinya dengan gaun.

“Ayolah, setelah memasak kan kalian akan kencan kan ?” tanya Riri, Sepupunya Seul Rin.

“Yakk ! Eonni, aku takkan kencan dengan Oh Sehun. Arrachi !” ujar Seul Rin membantah walaupun dihatinya ia bergumam “Aishh,, Eonni. Bisa gagal acaraku nanti malam”

“Haha, bukankah kau sudah pacaran dengannya ?” tanya Riri

‘Blusshh’

Lagi-lagi Seul Rin menggerutu tak jelas, iapun segera berlari ke kamar mandi dan menguncinya erat-erat.

“Haha, akan kuadukan pada Han Ajjumha !” teriak Riri dari luar kamar mandi

“Yak ! Eonni, jangan donkk” Seul Rinpun membuka pintu dan memeluk Eonninya dengan erat.

“Haha, kwenchana. Aku takkan mengadukannya tapi janji satu hal padaku”

“Apa itu ?”

“Jangan buat orang yang kau sayangi sakit hati, arra ?”

“Ne”

~~~~~

Malamnya, Sehun mengunjungi rumah Seul Rin yang tak jauh dari komplek rumahnya. Ia memakai kaos putih yang bertuliskan ‘I Love You’. Ia juga membawa boneka berwarna pink yang membawa tulisan “Saranghae”

‘Tok tok tok’

Sehun mengetuk pintu itu, tak lama kemudian pintupun terbuka sehingga Sehun mengangkat boneka itu hingga menutupi wajahnya.

“Yak ! Oh Sehun !” teriak seorang yeoja yang sangat ia kenali, gadis itu berdiri di belakang gadis yang membuka pintu tadi.

Sehun membelakan matanya dan menurunkan bonekanya. Ia melihat Riri sedang berdiri di depannya “Ah, Noona”.

Seul Rin berlari memasuki kamarnya sambil menangis tersedu-sedu.

Riri mengangguk kemudian mempersilahkan Sehun masuk “Sebaiknya kau tidak menggunakan cara itu untuk mmberikan ia kejutan. Karena itu dapat membuatnya benar-benar terkejut”

Sehun menundukkan kepalanya, merasa bersalah.

“Noona, mianhae”

“Kwenchana, kalian masih kelas 5 SD jadi sikap kalian masih labil. Cha, temui dia” suruh Riri sambil menorong Sehun hingga tiba di depan pintu kamar Seul.

“Masuk saja, ia tak mungkin menguncinya”

Sehunpun mengangguk setuju dan membukan pintu kamar Seul, ia mendekati yeoja yang tengah terduduk sambil memeluk bantal.

“Seul~ah” panggil Sehun.

Seul menatap Sehun dengan wajah yang mengenaskan (?)

Sehun mengelus rambut gadis itu kemudian mengambil boneka pink tadi dan memberikannya ke Seul.

“Happy 1st Anniversary” ucap Sehun sambil tersenyum.

Seul Rin melihat jam dindingnya yang menunjukkan pukul 00.25

“Aku tak mau, kau pacaran saja dengan Riri Eonni” ucap Seul Rin sambil menyingkirkan boneka itu.

“Kau marah”

“…”

“Hey, jangan kekanak-kanakkan Han Seul Rin”

“…” sebenarnya di dalam hati Seul Rin ia berkata “Kita bahkan masih anak-anak Sehun~ah”

“Mianhae”

Seul Rin melihat wajah Sehun yang sedang menunduk

“Aku tau aku salah, aku bukan namjacingu yang baik untukmu”

Seul menatap Sehun iba kemudian memeluk Sehun sambil mengelus-elus punggung Sehun

“Uljima Oppa”

Diluar kamar, Riri sedang terkikik karena sikap kedua bocah –menurutnya- yang masih labil ini.

“Dasar Bocah kelas 5” Gumamnya, bahkan Riri yang sudah kelas 1 SMP saja belum memiliki namjacingu. So, bisa dibilang ia iri pada sepupunya ini.

~~~~~~

“Eonni !! Kenpa isinya sayur semua ??!!!” teriak Seul saat mengobrak-abrik isi kulkasnya.

Riri tersenyum evil

“Hey !! Aku belum beli bahan”

“Aisshh,, ottokhae Sehun~ah ?” tanyanya, Sehun menaikkan bahunya tanda tak mengerti.

“Bagaimana jika kalian jalan berdua saja” usul Riri

Seul terdiam, Sehun melihat isi kulkas itu kemudian bertanya “Mengapa tidak makan sayur saja ? Bukankah sayur sangat sehat untuk kesehatan ?”

Seul menggeleng “Aku benci sayur, seumur hidupku aku takkan makan sayur !!!!”

Riri kemudian mendorong mereka berdua kearah pintu “Pergilah, kalian jangan mengganggu waktu tidurku. Arra ?”

‘Braakk’

Sehun dan Seul Rin berada di luar sekarang

“Lalu apa yang akan kita lakukan Sehun~ah ?” tanya Seul Rin

“Eumm,, tapi kau harus menyetujui usulku”

“Hmm, baiklah”

”Ayo kencan”

 

 

Flashback Off

 

‘Drrt’

Ponsel Seul Rin berdering, membuat lamunannya terhenti. Ia melihat ada 1 pesan baru dari Myung Soo

Ke UKS Sekarang juga, ada yang ingin ku bicarakan padamu sekarang

 

Seul Rin dengan cepat membalas pesan namja itu

Sekarang ? Bisakah saat pulang saja ? Aku malas beraktifias, bahkan untuk membalas pesanmu saja aku mual

 

Sehun yang tak sengaja membaca isi pesan Seul Rinpun berpikir “Apa gadis ini hamil ? Bukankah ia mual ?” tanyanya dalam hati.

‘Drrt’

Seul Rin membacanya dan juga Sehun yang menintip pesan itu

Baiklah, aku tak memaksa

 

Kemudian ia memasukkan ponselnya dan melahap salad itu dengan rasa yang eh.. Sangat tidak enak

Setelah Seul Rin menghabiskan makanannya, ia menunggu Hyemun sambil membaca buku yang ia pegang dari tadi.

Tak lama kemudian, wajahnya mulai panik. Ia membolak-balikkan khalaman buku itu namun nihil kertas yang ia selipkan tak ketemu.

Mata gadis itu tertuju pada Sehun yang kini dengan lahap memakan Nasi Gorengnya.

“Katakan dimana ?” tanya Seul Rin pada Sehun

Sehun mengalihkan wajahnya ke arah Seul Rin

“Apanya ?”

“Kertasku, kau yang mengambilnya kan ?”

“Kertas apa ?”

“Jangan pura-pura bodoh, aku tahu kalau kau yang membuka bukuku tadi. Dan PASTI kertas itu ada padamu”

“Aku benar-benar tak mengerti ucapanmu”

“Sudahlah Oh Sehun, aku muak denganmu. Aku membencimu !!!” Teriak Seul lalu meninggalkan meja itu, banyak pasang mata yang melihat mereka.

Tanpa mereka sadari, seorang namja sedang memegang kertas di saku jasnya.

-TBC-

 

41 thoughts on “You’re My Destiny part 5

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s