Diposkan pada 123adinda, Angst, Chapter, Drama, Fanfiction, Lu Han, Romance

I AM YOUR MAID (Chapter 12)

Untitled-1

Tittle: I AM YOUR MAID (Chapter 12)

Author: Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

–         XI LUHAN

–         SHIN NAOMI (OC)

Support Cast :

– KIM MINRAE (OC)

– PARK CHANYEOL

– BYUN BAEKHYUN

– SEO SANG AKH

– PARK JIYEON

– CHOI JIN RI

–         Akan bertambah sesuai chapternya

Genre: Romance,Friendships,Angst

Ratting: PG 15

Length: Chaptered

Disclaimer:

THIS FF IS MADE BY DINDONG L.KIM 😀

Dindong Notes :

Sorry for typos ^_^

And Long Update ^_^

Warning : Typo bertebaran 🙂

Chapter sebelumnya…

Preview Last Chapter :

“terima kasih. Kalian memang yang terbaik”

“tapi, kurasa Jiyeon tak sebodoh itu. Ia pasti akan benar – benar mencari tau kebenarannya” ujar Chanyeol.

“kita tinggal berjauhan selama beberapa hari atau beberapa minggu. Apa itu susah ?” Chanyeol mengerutkan alisnya.

“kau pikir itu mudah ?”

“hei, kita curi saja beberapa kesempatan dan yang terpenting, kita hanya perlu memikirkan bagaimana caranya Naomi bisa menjauhi Luhan” Chanyeol dan Naomipun mengangguk ketika mendengar asumsi Minrae.

“kau benar. Itu akan terasa sangat sulit bagiku” rutuk Naomi seraya menidurkan kepalanya di atas meja.

“sulit ? tunggu, apa kau sedang terkena virus cinta ? kepada Luhan ?” Tanya Minrae dan itu cukup menimbulkan detakan yang kuat di Jantung Naomi.

“a—aku….”

~Author Point Of View~

“a—aku” Naomi terbata. Membuat Minrae dan Chanyeol begitu penasaran dengan lanjutan perkataan Naomi.

“Oh Ayolah. Jangan mendramatisir” rutuk Chanyeol dan ia berhasil mendapatkan sebuah cubitan kecil nan menyakitkan dari Minrae. Chanyeolpun berteriak kesakitan.

“sebenarnya aku juga tak tau apa yang sedang kurasakan. Tapi, setiap melihat Luhan tersenyum. Aku merasa ada sebuah dentuman yang cukup keras di dadaku” alis Minrae bertaut. Berbeda dengan Chanyeol yang langsung tersenyum.

“itulah yang kita namakan sebagai cinta” tebak Chanyeol dan Minraepun mengangguk. Alis Naomi bertaut.

“aku tak yakin dengan semua itu” elak Naomi.

“sudahlah, kurasa kita tak perlu memusingkan itu. Sekarang, apa rencanamu ?” Minraepun membelokkan arah pembicaraan. Naomi mengangguk singkat dan memulai kegiatan berfikirnya. Di dalam benaknya, Naomi memiliki sebuah ide brilliant yang kalau ia lakukan sama saja dengan bunuh diri.

“sebenarnya aku punya satu cara” Naomi berucap dengan nada lemah, membuat Chanyeol dan Minrae mendekat kearahnya. Mereka berdua mendengar dengan seksama.

“aku berpikir untuk berhenti menjadi Maid Luhan” tutur Naomi dengan raut wajah sendu. Chanyeol yang mendengar itu hanya terbelalak kaget. Sementara Minrae ? entahlah, gadis itu masih belum bisa merealisasikan maksud dari perkataan Naomi.

Berhenti menjadi Maid Luhan ? hei, kau pasti bercanda. Kita semua tau, Luhan adalah tipe pria yang tak mau dipermainkan dan sekarang secara tiba – tiba Naomi ingin berhenti ? haha, gadis itu pasti gila. Kalau ia benar – benar melakukan hal itu, ia pasti sudah bersiap untuk kehilangan nyawanya.

“kau gila ? itu sama saja dengan mempermainkan Luhan dan apa kau tau ? Luhan sangat benci di permainkan” benar bukan yang kukatakan ? Chanyeol yang merupaka teman dekat Luhan juga mengiyakan asumsiku.

“aku hanya ingin mencobanya” Naomi pasrah. Ia benar – benar merasa bahwasanya tak ada jalan lain selain melakukan ini. Minrae yang melihat raut wajah pasrah Naomipun juga ikut merasa sedih. Iapun bangkit dari duduknya dan mulai memeluk Naomi dari belakang.

“aku tetap mensupportmu. Apapun keputusanmu” Naomi tersenyum tipis dan langsung memeluk tangan mungil Minrae yang melingkar di bahunya. Chanyeol yang melihat keharuan persahabatan kekasihnyapun tak kuat menahan tangisnya.

-I AM YOUR MAID-

Matahari telah muncul dari arah bukit mungil itu, perlahan namun pasti ia bergerak menuju singgasananya. Naomi yang belum siap untuk terbangunpun semakin mengeratkan selimutnya. Tak seperti pagi – pagi sebelumnya, Naomi merasa ada yang janggal dengan keadaan badannya. Ia merasa suhu badannya agak hangat pagi ini.

“Naomi, apa kau melihat jaketku ? yang berwarna biru dengan corak naga di lengannya” tanpa permisi terlebih dahulu, Sehun masuk ke dalam kamar Naomi. Seraya merapikan kemejanya, Sehunpun menghampiri Naomi yang masih terbaring di ranjangnya. Melihat Sehun yang berjalan mendekatinya, Naomipun berusaha untuk mendudukkan dirinya.

“kalau tidak salah, aku melihatnya di dalam…. Uhukk Uhukk” belum sempat Naomi menyelesaikan perkataannya, ia lebih dulu terbatuk. Sehunpun menangkap gerak – gerik yang aneh dari Naomi. ya, biasanya Naomi akan berucap dengan sebuah senyum. Namun sekarang ? wajah Naomi terlihat agak pucat dari biasanya.

“dimana ?” sebenarnya Sehun tak tega menanyakan itu. Tapi, untuk kepentingan analisisnya Sehun merasa perlu untuk mengatakan itu.

Mendengar pertanyaan Sehun, Naomipun menyibakkan selimutnya dan berusaha bangkit untuk mencari Jaket yang Sehun cari. Namun na’as, belum sampai tiga meter dari ranjangnya Naomi terjatuh dan dengan sigap Sehun menangkap tubuh tirus Naomi. Dugaan Sehun benar, badan Naomi panas. Sehunpun memapah badan Naomi dan langsung merebahkannya di Ranjang.

“badanmu panas. Apa yang kau lakukan semalam ?” Tanya Sehun seraya menaikkan selimut Naomi. ia begitu khawatir dengan keadaan Naomi.

“akku hanya bekerja seperti biasanya. Tak lebih” Naomi menanggapi dan Sehunpun hanya mengangguk singkat.

“tunggu sebentar, kurasa kau membutuhkan teh hangat” Naomi tersenyum tipis dan Sehunpun pergi meninggalkan Naomi. Sehun yang hendak keluar dari kamar Naomi menyempatkan diri untuk melihat sekilas kearah Naomi.

Beberapa saat setelah Sehun keluar dari kamar Naomi, tiba – tiba pintu kamar Naomi kembali terbuka. ‘kenapa dia cepat sekali ?’ pikir Naomi dan dia hendak menanyakan itu. Namun, ia terpaksa mengurungkan niat bertanyanya karena yang masuk bukanlah Sehun. Melainkan…

“kudengar dari Sehun, badanmu panas. Apa perlu kupanggilkan dokter ?” Luhan masuk dan bertanya dengan aksen dinginnya. Iapun langsung mengambil kursi belajar Naomi dan meletakkannya di sebelah ranjang Naomi.

“tidak, itu terlalu berlebihan” Naomi terbatuk setelah mengatakan itu. Luhan hanya menghela napas dan menaikkan selimut Naomi yang entah sejak kapan sudah sampai di bawah. Naomi sendiri tak menyadari hal itu.

“terima kasih” Luhan mengangguk singkat masih dengan raut wajah seperti biasanya. Keadaan diampun mulai berlangsung. Baik dari pihak Naomi ataupun Luhan, keduanya sama – sama tak tau harus berbicara apa. Naomi yang biasanya cerewetpun tak Luhan temui pagi ini. Bukannya Naomi tak mau bicara, hanya saja ia berniat untuk berhenti menjadi Maid Luhan hari ini.

tapi apa yang terjadi ? badannya tiba – tiba panas dan kepalanya sedikit pusing. Bukannya ingin mendramatisir, tapi Naomi merasa kalau pilihannya untuk berhenti menjadi Maid Luhan di tentang oleh Tuhan.

“Hyung, kau disini ?” panggilan Sehun membuat lamunan Naomi buyar. Luhan yang awalnya hanya menatap kosong kearah Naomipun menoleh. Sehun mendekat dan meletakkan nampan berisi roti dan teh hangat itu diatas meja kecil yang ada di sebelah ranjang Naomi.

“kau baik sekali. Terima kasih” Naomi tersenyum tipis ketika mengatakan itu. Sehunpun membalas senyuman Naomi. Luhan yang melihat aksi senyum – senyum itu hanya mendengus pelan. Entah mengapa, ia merasa tak suka ketika Naomi tersenyum kearah Sehun.

“minumlah segera. Kau tau bukan ? teh hangat tidak akan terasa enak untuk diminum ketika dingin” Sehun membuat lelucon. Garing memang, tapi Naomi sedikit terkekeh mendengarnya. Dan lagi Luhan menghela napasnya seraya memutar bola matanya.

“Naomi, apa aku boleh pergi sekarang ? kebetulan aku ada janji pagi ini” Naomi mengangguk dan Sehunpun beranjak keluar dari kamar Naomi. sebelum keluar, Sehun mengajak Luhan untuk ikut keluar juga.

Pintu kamar Naomipun Sehun tutup secara pelan. “aku tak mencintainya, Hyung” ucap Sehun dan alis Luhan langsung bertaut.

“kau kenapa ? aku bahkan tak menanyakan kau cinta atau tidaknya kepada gadis itu” Luhan mengelak. Berusaha untuk tidak mengerti dengan keadaan yang sebenarnya tak bisa ia pungkiri kebenarannya. Sehun yang mendengar jawaban Luhanpun terkekeh pelan.

“kau membodohi dirimu lagi ? hei, aku tau perubahan sikapmu dan Luhan Hyung yang ku kenal bukanlah seperti ini. Memperdulikan seorang gadis ? gila saja. Luhan bukanlah tipikal orang yang perduli dengan sesama” Sehun tersenyum tipis setelah mengatakan itu dan sebelum ia benar – benar pergi meninggalkan Luhan. Sehun menyempatkan diri untuk berbisik dengannya.

‘kau ingat jalan bercabang yang pernah kau katakan padaku ? kurasa, kau berhasil menemukan satu cabangmu, Hyung’ ujar Sehun dan iapun berlalu meninggalkan Luhan.

Cabang ? apa yang ia maksud Naomi dan Tiffany ? hei, Luhan memang tak mengerti dengan pribahasa. Tapi, untuk yang satu ini sepertinya Luhan sangat mengerti.

-I AM YOUR MAID-

“Apa Sehun sudah pergi ?” melihat Luhan yang masuk ke kamarnya, Naomipun bertanya tentang Sehun dan Luhan menjawab dengan sebuah anggukan singkat. Setelah menutup pintu kamar Naomi, Luhan kembali mengambil tempat duduk yang semula ia duduki.

Naomi yang melihat sikap Luhan yang kembali dingin hanya diam dan berusaha menyalurkan perasaan gugupnya dengan cara memainkan ujung selimutnya. Namun, mata Naomi terbelalak kaget ketika melihat Luhan yang secara dadakan menempelkan sebuah plester ukuran 20 x 10 cm di dahinya.

“te—terima kasih” Naomi tergagap dan Luhan menanggapinya dengan anggukan lagi.

“habiskan makananmu sebelum dingin” Luhan memperingatkan masih dengan raut wajah dinginnya. Naomi mengangguk.

“O ? Bukankah 30 menit lagi kelasmu dimulai ? kenapa kau tak segera pergi kuliah ?” Luhan menggeleng pelan mendengar pertanyaan Naomi. alis Naomi bertaut dan iapun bertanya kenapa Luhan tak mau pergi kuliah.

“hanya kelas ekonomi biasa” balas Luhan santai. Naomipun mengerucutkan bibirnya.

“hanya ? YA! Kau pikir itu tak penting, eoh ? bisa – bisa kau kehilangan satu semester hanya gara – gara mendapatkan nilai C- di mata pelajaran itu” akhirnya bentakan Naomi keluar. Luhan yang melihat itu hanya menyunggingkan sedikit bibirnya.

“sekarang, kau ingin pergi atau tidak ? kalau kau masih bersikukuh untuk tidak pergi, aku—–aku akan…” Naomi berusaha mencari kata yang oas untuk melengkapi kalimatnya.

“akan apa, eoh ?” merasa tertarik, naluri Luhan untuk menggoda Naomi kembali.

“aku—-aku akan menelfon ibumu” ancam Naomi seraya menodongkan Handphonenya di depan Luhan. Pria itu tertawa melihat sikap kocak Naomi.

“O ? silahkan. Aku tak takut” wajah Naomi semakin memerah ketika mendengar cemeehan Luhan. Didalam hatinya, Luhan merasa puas karena sudah berhasil menggoda Naomi.

Naomi yang tak main – main dengan perkataannyapun langsung menelfon Ibu Luhan. Ekspresi Luhan ? hei, dia masih saja diam. Sambungan telefonpun di mulai dan tak berapa lama kemudian, Ibu Luhan mengangkat panggilan Naomi.

“Yeoboseyo, Ahjum….” dengan cepat, Luhan langsung mengambil Handphone Naomi dan iapun mengalihkan pembicaraan.

“Eomma ? apa kau baik – baik saja ? kuharap begitu, sampai jumpa” ‘PIP’ Luhan mematikan sambungan telefon secara sepihak. Kemudian, ia meletakkan Handphone Naomi di samping nampan makanan Naomi.

“kau takut, bukan ?” Tanya Naomi seraya menunjukkan wajah sok kerennya. Luhan terkekeh pelan dan sesaat kemudian tangan Luhan bergerak mengacak rambut Naomi.

“kau menang dan sekarang habiskan makananmu. Kelasku akan di mulai 25 menit lagi” setelah mengatakan itu, Luhanpun keluar dari kamar Naomi. pintu sudah tertutup. Namun Naomi masih belum bisa menterjemahkan arti dari kejadian barusan. Kepalanya terlalu pusing untuk memikirkannya.

“yang tadi itu apa ?” Tanya Naomi kepada dirinya sendiri.

-I AM YOUR MAID-

To : Channie

Kau siap ? aku benar – benar merasa gugup sekarang.

‘SEND’ Minrae mengirimkan pesan singkatnya kepada Chanyeol dan tak lama kemudian, Chanyeol membalasnya.

To : Minnie

Kau tak perlu setegang itu. Ingat, kita harus membuatnya seperti kenyataan.

Fighting ^^

Minrae tersenyum melihat pesan Chanyeol dan iapun langsung menyelipkan Handphonenya ke dalam saku celana. Seraya mengeratkan pegangan terhadap tasnya, Minraepun melihat kearah sekelilingnya.

‘It’s Show Time’ bisik Minrae kepada dirinya sendiri ketika mendapati Jiyeon dan Sulli sedang berjalan kearahnya. Minraepun merapikan dandanannya. Setelah itu ia melirik ke ujung koridor, tepat dimana Chanyeol berada. Dari sana, Chanyeol menampakkan jempolnya. Pertanda dimulainya drama rancangan dua aktris gadungan itu.

“YA!! KIM MINRAE, MAU KEMANA KAU ?” Bentak Chanyeol dari ujung koridor dan itu sukses membuat perhatian Jiyeon dan Sulli teralihkan. Minrae yang merasa umpannya telah dimakan oleh korbannyapun tersenyum miring. Ia berjalan pelan kearah Chanyeol seraya menampakkan raut wajah polos berbalut ketidak tahuannya.

“O—Oppa. Ke–kenapa kau mem—bentakku ?” Tanya Minrae terbata dan Chanyeolpun membuang beberapa lembar kertas, tepat di depan wajah Minrae. Gadis itu pura – pura terkejut melihat sikap Chanyeol yang berbeda dari biasanya itu.

“APA YANG KAU TULIS ITU, EOH ? KAU PIKIR AKU MAINANMU YANG DENGAN MUDAH KAU PERALAT ?” lagi, Chanyeol membentak Minrae. Air matapun tak kuasa Minrae tahan. Dalam hati kecilnya, Chanyeol merasa kalau ia sudah berlebihan. Tapi, mau apa lagi. ‘The Show Must Go On’ itulah prinsip Chanyeol.

“O—oppa.. bukan aku yang menulis semua ini, sungguh” pinta Minrae seraya memungut satu per satu lembaran kertas yang Chanyeol buang. Chanyeolpun memutar bola matanya bosan.

Dari arah lain, Sulli dan Jiyeon saling berbisik. ‘sepertinya satu diantara ancaman kita telah berhasil ia lakukan’ bisik Sulli dan Jiyeonpun mengiyakannya.

“tak kusangka gadis itu cepat juga bertindak. Ayo pergi. Aku sudah menemukan titik akhir hubungan mereka” balas Jiyeon seraya menatap Chanyeol dan Minrae. Jiyeonpun hendak pergi, namun Sulli menahannya.

“tunggu. Aku tak boleh melewatkan moment langka ini” cegat Sulli dan Jiyeonpun menyerah. Well, tak ada salahnya bukan melihat pertengkaran sepasang kekasih yang akan berakhir ?

“APA KAU TAK PERNAH MEMIKIRKAN PERASAANKU ? KAU TERLALU EGOIS, KIM MINRAE!!” setelah mendengar bentakan Chanyeol. Minraepun bangkit dari posisi jongkoknya. Ia menatap Chanyeol dengan tatapan yang tak kalah menantangnya.

“KAU PIKIR AKU EGOIS ? YA!! APA KAU PIKIR SIKAPMU ITU SUDAH BENAR, EOH ?” Minrae balas membentak.

“YA. BAHKAN AKU 100 KALI LEBIH BAIK DARAPADA KAU” Chanyeol membanggakan dirinya sendiri.

“Oh ya ? JADI, APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN GADIS CANTIK KEMARIN ?”

“Kau melihatnya ? Haha, syukurlah kalau begitu” ejek Chanyeol seraya tersenyum miring dan akhirnya, acara Klimakspun terjadi.

‘PLAK’ tanpa disangka, Minrae menampar Chanyeol dengan cukup kuat. Membuat pria itu sedikit tercengang. Air mata Minraepun masih saja setia keluar dari habitatnya.

“SEJAK AWAL KAU TAK PERNAH MENCINTAIKU, BUKAN ? OH, SEHARUSNYA AKU MEMILIH BAEKHYUN SUNBAE SAJA DAN IA PASTI AKAN MEMPERLAKUKANKU DENGAN BAIK. TIDAK SEPERTIMU” sesudah menampar, Minrae kembali membentak Chanyeol.

“aku sudah tau ujung semuanya” ujar Chanyeol santai seraya memegang pipi kanannya yang baru saja mendapatkan sebuah tamparan dari Minrae.

“baiklah kalau itu maumu. MULAI DARI DETIK INI JUGA, AKU MENGINGINKAN KITA PUTUS” kata – kata itu sukses keluar dari mulut Minrae. Chanyeol yang mendengarpun kembali tersenyum.

“itu yang kuinginkan” balasnya dan bertepatan dengan itu, Baekhyun datang diikuti dengan Sang Akh di belakangnya.

“apa yang terjadi ?” Tanya Baekhyun.

“semua berakhir, kau bisa mengambil gadis itu” ucap Chanyeol seraya menunjuk Minrae dan iapun langsung pergi. Baekhyun yang tak terlibat dalam drama gadungan ini hanya terheran – heran begitupula dengan Sang Akh.

“kau tak apa ?” Tanya Sang Akh dan Minraepun menghapus jejak air matanya. Ia mengangguk dan meninggalkan Sang Akh bersama Baekhyun dalam kebingungan.

Sewaktu pergi, Minrae memang telah merencanakan untuk berjalan di antara Jiyeon dan Sulli. Ketika jarak mereka sudah dekat, Minrae menegakkan kepalanya. Ia melihat sebal kearah Jiyeon dan Sulli.

“apa yang kau tertawakan ? Minggir, aku harus membersihkan wajahku” bentak Minrae dan Jiyeonpun bergeser sedikit. Membiarkan Minrae berjalan melewatinya. Melihat siluet Minrae yang sudah menjauh, Sullipun mengajak Jiyeon untuk pergi. Mereka berdua pergi dengan senyum kemenangan terkembang di wajah masing – masing.

“mereka putus ?” Tanya Sang Akh dan Baekhyunpun menggeleng tanda tak tau.

“aku tak tau pasti” balasnya dan merekapun pergi meninggalkan koridor itu.

-I AM YOUR MAID-

“Luhan” ketika sedang berjalan menuju kelas selanjutnya. Luhan mendengar namanya di panggil dan iapun menoleh ke belakang.

“ada apa ?” Tanya Luhan kepada Baekhyun yang baru saja memanggilnya.

“apa kau tak tau Hot News pagi ini ?” Baekhyun malah balik bertanya. Luhan menggeleng dan kembali melanjutkan jalannya. Baekhyunpun mengikuti. Kebetulan, mereka berada di kelas yang sama kali ini.

“Minrae memutuskan Chanyeol” ujar Baekhyun dan itu sukses membuat Luhan terkejut. Putus ? hei, Baekhyun pasti bercanda bukan ?

“kau gila ?”

“kau mengatakanku gila ? Hei, Minrae sendiri yang memutuskan Chanyeol tadi pagi. Kau saja yang datang terlambat.” Rutuk Baekhyun dan itu sukses membuat Luhan berfikir.

‘Minrae dan Chanyeol putus ? aku yakin, pasti ada sesuatu yang terjadi dan ini semua pasti Naomi ketahui’ batin Luhan.

-I AM YOUR MAID-

‘BRUMM’ Luhan memarkirkan mobil Audy berwarna silvernya di dalam bagasi dan kemudian ia langsung masuk ke dalam rumah. Setibanya di dalam, Luhan tidak menangkap siluet Sehun dimanapun. Oh baiklah, ternyata bocah itu sudah sering main keluar. Buktinya, sudah tiga hari Sehun jarang sekali berada di rumah.

Luhan hanya mengangkat sedikit bahunya dan kemudian ia langsung naik ke lantai dua. Luhan yang semulanya hendak menemui Naomipun mengurungkan niatnya. Bukannya ia ragu untuk masuk ke dalam, hanya saja Naomi terdengar seperti sedang menelfon seseorang. Karena penasaran, Luhanpun membuka sedikit pintu kamar Naomi. dan ternyata, benar saja dugaannya. Walaupun hanya dari pintu, Luhan dapat mendengar dengan jelas percakapan Naomi dengan orang yang ia telfon.

“bagaimana ? apa kau senang ?” Tanya Naomi dan alis Luhan bertaut. ‘Senang ? maksudnya ?’ Tanya Luhan dalam hati.

“Baiklah, kau akan melihat keberhasilanku yang selanjutnya” Naomipun mematikan sambungan telefon secara sepihak. Luhanpun kembali menutup pintu kamar Naomi yang sempat ia buka.

‘senang ? keberhasilan ? apa yang Naomi maksud ?’ Luhan bertanya – Tanya kepada dirinya sendiri dan iapun mengurungkan niatnya untuk sekedar melihat Naomi. ia lebih memilih melanjutkan langkah menuju kamarnya.

Dari dalam kamar, Naomi menggenggam Handphonenya sekuat mungkin. Ia tau kalau Minrae dan Chanyeol hanya berakting. Tapi, mendengar kegirangan Jiyeon barusan membuat hati Naomi sedikit sakit. Dan sekarang ? sebuah bahaya besar sedang menantinya.

Merasa agak baikan, Naomipun bangkit dari ranjangnya. Sebelum memulai aksi bunuh dirinya, Naomi menghela sedikit nafasnya dan kemudian ia berjalan ke luar kamarnya.

-I AM YOUR MAID-

‘TOK TOK TOK’ Naomi mengetuk pintu kamar Luhan. Luhan yang sedang bermain PSP-pun menoleh.

“Luhan, apa kau di dalam ?” tanya Naomi dengan nada lemah. Luhan yang mendengar itupun tersentak kaget dan langsung buru – buru membuka pintu kamarnya.

“apa yang kau lakukan disini ?” Tanya Luhan sinis.

“ada sesuatu yang harus kukatakan padamu” tutur Naomi dan Luhan langsung bersedekap dada di sisi pintu kamarnya. Ia sama sekali tak berniat untuk menyuruh Naomi masuk.

Sebelum mengatakannya, Naomi menghela sedikit nafasnya. “kulihat keadaanmu, kau sudah tak apa dan kegiatan clubbingmu sudah bisa kau kendalikan. Jadi, aku……..” ucapan Naomi terpotong.

“Apa maksudmu ? kau berniat untuk berhenti ?” Tanya Luhan dan Naomi tersentak kaget. Bagaimana mungkin Luhan mengetahui rencananya ? padahal yang tau rencana ini hanyalah Minrae dan Chanyeol.

“eumm, itu a—aku” Naomi berusaha sedikit berkilah. Namun, melihat tatapan Luhan yang tak ada ampunnya pun langsung membuat Naomi gelagapan. Alis Luhan terangkat satu. Ia masih menanti kata – kata yang akan Naomi ucapkan.

Waktu terus berjalan, tapi Naomi masih belum menyelesaikan ucapannya. Jujur saja, Luhan sudah sangat tak sabar saat ini. “Kenapa kau tak bisa menjawabnya ? apa yang kukatakan itu benar ?” Luhan kembali bertanya dan raut wajahnya sekarang jauh lebih ganas dari yang sebelumnya.

‘Ayo Naomi, inilah waktu yang tepat’ Naomi menyemangati dari hatinya.

“Kau benar bahkan kau jauh lebih baik sekarang.maka dari itu, aku ingin berhenti menjadi Maidmu dan setelah ini aku akan memberitahukannya kepada Ibumu. Kurasa ia akan mengerti setelah ku paparkan keberhasilan sikap baikmu” Naomi tak mau kalah. Ia balas menjawab Luhan dengan tatapan menantang. Luhan yang melihat sikap Naomi yang mulai memberontakpun semakin geram. Dengan cepat, Luhan menyeret Naomi ke kamarnya.

‘BRAKK’ Luhan menutup dengan pintu kamarnya sekuat tenaga. Naomi yang melihat sikap Luhan itupun terbelalak kaget. Nyalinya yang awalnya sudah mencapai angka 90 %pun turun kembali menjadi 10 %. Setelah menutup pintunya, arah pandangan Luhan kembali tertuju pada Naomi.

“kau memberontak ?” Tanya Luhan dan seketika itu juga, ia menghempaskan badan Naomi ke dinding. Naomi merintih kesakitan dan bukankah ia sedang sakit sekarang ? tapi, Naomi berusaha untuk tak terlihat lemah di depan Luhan.

“aku bukan memberontak tapi itu memang kenyataan. Kau sudah tak membutuhkanku lagi” mata Luhan semakin besar. Bak manusia Serigala yang baru melihat sinar rembulan. Itulah perumpamaan yang bisa mendeskripsikan bentuk Luhan saat ini. Gerahamnya mengeras. Ia tak tau kenapa bisa seperti itu. Kalau dipikir – pikir, apa yang Naomi katakan benar juga. Tapi, ada sedikit rasa kecewa di hati Luhan ketika mendengar Naomi ingin berhenti. Hei, Luhan juga seorang pria yang memiliki perasaan.

“kumohon, lepaskan—-”

“TIDAK!! AKU TIDAK AKAN!! KAU PIKIR KAU SIAPA ? KAU DATANG DI SAAT AKU MEMBENCIMU DAN SEKARANG ? KAU PERGI DENGAN SEENAKNYA ? HEI, INI BUKAN HOTEL BINTANG LIMA” Luhan membentak. Merasa tak tahan, Naomi menutup matanya. Hatinya mencelos. Luhan memang sering berkata kasar kepadanya, tapi untuk yang satu ini Naomi benar – benar merasa sakit yang luar biasa nyeri di hatinya.

“Lu, a—aku———” Luhan memutar bola matanya bosan dan iapun membuat jarak diantaranya semakin menipis. Naomi yang melihat pergerakan Luhan, berusaha untuk mundur. Tapi sayang, punggungnya sudah terbentur dengan dinding.

“JAWAB AKU! APA YANG MEMBUATMU BERPIKIR UNTUK BERHENTI ?” Naomi diam. Ia hanya bisa menekuk kepalanya, menatap kedua kakinya yang sama sekali tak menarik untuk dilihat. Namun, Naomi lebih memilih seperti itu daripada harus menantang tatapan Luhan yang mengerikan.

“apa aku harus mengambil kehormatanmu agar kau bisa tetap disini ?” mata Naomi terbelalak kaget. Hei, apa Luhan pikir Naomi gadis murahan ? seenaknya saja ia berbicara seperti itu.

‘PLAK’ Naomi benar – benar marah sekarang. ia memang ketakutan, tapi kalau bicara tentang kehormatan. Naomi tak bisa lagi mentolerirnya. Luhan yang baru saja ditampar Naomipun memegang bekas tamparannya.

“Aku memang tak sekaya dirimu. Tapi, apa yang kau katakan sudah keterlaluan. Mulai sekarang, aku berhe——-” ucapan Naomi terputus. Luhan telah lebih dulu mengambil kendali. Ia membungkam Naomi dengan sebuah ciuman. Tak seperti biasanya, Luhan terlihat lebih ganas sekarang.

Naomi yang merasa tak terima diperlakukan seperti itu hanya bisa menangis dan iapun memukul dada Luhan beberapa kali. Keterlaluan memang, apa yang Luhan lakukan. Tapi, entah mengapa. Luhan benar – benar tak ingin kehilangan Naomi.

‘PLAK’ lagi, Naomi menampar Luhan dan ciumanpun terlepas. Dengan cepat, Naomi menepis tangan Luhan yang berada di sampingnya dan iapun hendak keluar dari kamar Luhan. Namun, ketika tangannya sudah siap untuk memutar knop pintu. Luhan mencegat dan langsung menarik Naomi. iapun dihempaskan Luhan ke ranjangnya.

“Kau ingin lari ?” tanya Luhan dengan smirk yang menghiasi wajahnya. Akal sehat Luhan memang sudah kabur saat ini. Naomi yang melihat itu hanya memberontak. Ia tak rela jika Luhan benar – benar melakukan apa yang ia katakan barusan.

“Lu, kumohon” pintu Naomi. namun Luhan malah semakin menyudutkan gadis itu. Naomi yang tak begitu saja menyerahpun menahan dada Luhan yang mendekat kearahnya.

Bukan Luhan namanya jika tak punya jalan keluar. Luhanpun mencengkram keras kedua tangan Naomi dan menghentakkannya di atas ranjang. Sekarang, tak ada lagi yang bisa Naomi lakukan. Ia hanya bisa menatap sendu kearah Luhan, namun tampaknya pria itu tak perduli. Ia malah semakin mendekatkan badannya.

Jarak merekapun semakin menipis hingga akhirnya Luhan memulai. Ia kembali mencium Naomi. pria itu bahkan berani menyusupkan tangannya ke dalam kaos Naomi. Mata Naomi terbelalak kaget dan ingin sekali rasanya ia memberontak. Namun apa daya, Luhan telah lebih dulu mencengkram kedua tangannya. Naomi pasrah dan hanya bisa menangis. Menunggu belas kasihan Luhan.

Untuk beberapa detik, Naomi memang hanya bisa pasrah. Namun, ia menemukan sebuah celah agar bisa keluar dari kurungan Luhan. ‘BUGH~’ Naomi mengayunkan kakinya dan itu tepat mengenai punggung Luhan. Luhan mengerang kesakitan dan melepaskan cengkramannya pada tangan Naomi. Naomipun berlari sekuat tenaga menuju pintu Luhan, tapi sesuatu yang tak terduga terjadi. Pintunya terkunci. Luhan yang sudah mengenyampingkan rasa sakit yang Naomi timbulkanpun sudah mulai berdiri kembali.

Naomi semakin panik tatkala melihat Luhan yang berjalan mendekat kearahnya. Ia memohon – mohon dan masih tetap kukuh untuk membuka pintu kamar Luhan. Namun tetap saja, pintu itu tak bisa di buka.

‘Balkon’ pikir Naomi dan iapun berlari kearah Balkon Luhan. Dengan sigap Luhan mengejar Naomi.

“sekarang kau mau kemana ? tak ada jalan lagi” Luhan berbicara layaknya seorang psikopat dan jujur saja, Naomi merasa kalau pria yang ada di depannya bukanlah Luhan. Melainkan Monster kejam yang ada dalam mimpi buruk.

“Lu, Kumohon~” entah sudah berapa kali Naomi memohon. Tapi Luhan tak menggubrisnya. Naomipun mundur dan akhirnya ia berhenti. Ketika pinggangnya membentur pagar pembatas Balkon Luhan. Luhan yang masih menampakkan wajah setannyapun terus melangkah menuju Naomi.

“BERHENTI!!” Teriak Naomi dan iapun langsung memanjat agar pembatas Balkon Luhan. Luhan yang melihat itu terbelalak kaget dan menghentikan langkahnya.

“KALAU KAU MAJU SELANGKAH LAGI, AKU AKAN MELOMPAT” Lanjut Naomi di sertai dengan isakan tangisnya yang sudah tak terbendung lagi.

“Naomi, turunlah. Jangan lakukan—”

“TIDAK. KEHILANGAN KEHORMATAN SAMA SAJA DENGAN BUNUH DIRI. KAU EGOIS!!!” Bentak Naomi dan Luhan merasa dentuman yang keras dihatinya. Tak tega ? bukannya Luhan tak tega, tapi ia benar – benar tak ingin kehilangan sosok gadis cerewet seperti Naomi.

“kita bisa bicarakan ini dengan baik – baik. Kumohon, turunlah” pinta Luhan seraya mengulurkan tangan kanannya. Naomi yang masih belum bisa mengontrol emosinya tak menyambut aluran tangan Luhan. Perasaaan takut masih menghantuinya.

“a—aku ARGHH~” Naomi hendak berkata. Tapi, ia merasa sakit yang teramat pada kepalanya. Iapun memegang kepalanya dan tak berapa lama kemudian, Naomi kehilangan kesadaran. Tubuhnya sempoyongan dan akhirnya ia kehilangan kendali.

Luhan yang melihat Naomi pingsan langsung berlari kearah Naomi. namun sayang, ia terlambat. Badan Naomi telah lebih dulu terjatuh.

“NAOMI!!” Teriak Luhan melihat tubuh Naomi terjun bebas dari balkonnya. Karena tak kuasa, Luhan yang biasanya berlagak cool kali ini terlihat berbeda. Air mata yang sangat jarang keluar dari matanya, kali ini sukses keluar dengan derasnya.

‘Sehun benar. Cabangku telah menemukan jalan buntunya’

-To Be Continued-

PRANGG ^^ kalian tertipu, kalian tertipu 😀

Huu~ hebring banget saya bisa ngerjain para readers 😀

Dari awal, saya udah nebak kalo ff IYM gak bakalan nembus 50 komentar jadi makanya saya buat password.. hehe~ mianhae udah bikin kalian ketipu 😀

Well, gegara kemarin itu long update.. jadi, saya langsung nyelesei_in 2 Chapter sekaligus..

Maaf kalau hasilnya tidak memuaskan >.<

Oea, Di Chapter ini complicated kah ?

Gimana ? Naomi jatuh noh, bakalan meninggal kaga’ tuh ?

Trus, saya rada kasihan ama Baekhyun dan Sang Akh.. mereka kan baru datang ngampus eh ? tiba – tiba langsung liat perang dunia ke tiga -_-“

Hmm, untuk nextnya mungkin FF ini bakalan Long Update lagi.

& By the way…

EXO COMEBACK HUHUII~ EXO COMEBACK HUHUI~

SUMVEH, HEBRING COY >.<

Annyeong Yeorobun~~

 

Iklan

Penulis:

A Girl who love her Mother and Father ^^ A Girl who claim Byun Baekhyun to be her Husband

97 tanggapan untuk “I AM YOUR MAID (Chapter 12)

  1. Drama chanyeol-minrae bener2 daebak! Semua orang pasti ngira mereka putus…
    Sebenernya sehun lagi sibuk ngapain sih?
    Luhan knapa tega banget sih? 😦
    Naomi… Jatuh dari balkon? Moga dia ngak apa2…
    Next! Keep writing!!!

  2. apa naomi meninggal? OMG jgn sampai itu terjadi AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA?!
    jgn sampai mati,seprtinya terlalu lebay
    ok next chap aja 😉

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s