I AM YOUR MAID (Chapter 13)

Tittle: I AM YOUR MAID (Chapter 13)

e

Author: Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

–         XI LUHAN

–         SHIN NAOMI (OC)

Support Cast :

– KIM MINRAE (OC)

– PARK CHANYEOL

– BYUN BAEKHYUN

– SEO SANG AKH

– PARK JIYEON

– (Comeback Cast)

– (new Cast)

–         Akan bertambah sesuai chapternya

Genre: Romance,Friendships,Angst

Ratting: PG 15

Length: Chaptered

Disclaimer:

THIS FF IS MADE BY DINDONG L.KIM😀

Dindong Notes :

Sorry for typos ^_^

And Long Update ^_^

Warning : Typo bertebaran🙂

Preview Last Chapter :

“kita bisa bicarakan ini dengan baik – baik. Kumohon, turunlah” pinta Luhan seraya mengulurkan tangan kanannya. Naomi yang masih belum bisa mengontrol emosinya tak menyambut aluran tangan Luhan. Perasaaan takut masih menghantuinya.

“a—aku ARGHH~” Naomi hendak berkata. Tapi, ia merasa sakit yang teramat pada kepalanya. Iapun memegang kepalanya dan tak berapa lama kemudian, Naomi kehilangan kesadaran. Tubuhnya sempoyongan dan akhirnya ia kehilangan kendali.

Luhan yang melihat Naomi pingsan langsung berlari kearah Naomi. namun sayang, ia terlambat. Badan Naomi telah lebih dulu terjatuh.

“NAOMI!!” Teriak Luhan melihat tubuh Naomi terjun bebas dari balkonnya. Karena tak kuasa, Luhan yang biasanya berlagak cool kali ini terlihat berbeda. Air mata yang sangat jarang keluar dari matanya, kali ini sukses keluar dengan derasnya.

‘Sehun benar. Cabangku telah menemukan jalan buntunya’

❤ Chapter sebelumnya…

-Author Point Of View-

“NAOMI!!”

‘BYURR~’ Untunglah tepat sasaran. Badan Naomi bukan terjatuh ke atas tanah, melainkan tepat di tepi – tepi kolam renang. Tanpa pikir panjang, Luhanpun berlari ke kolam renangnya tanpa menghapus jejak air mata yang masih bersisa di pipi tirusnya.

Dengan sekali gerakan, Luhan melompat ke dalam kolam renangnya dan langsung memeluk badan Naomi yang kebetulan telah sampai di dasar kolam renang. Luhanpun menepi dan membaringkan badan Naomi di pinggiran kolam.

“Naomi kumohon, bangunlah” Luhan mengelus tangan kanan Naomi seraya menghembusnya pelan. Berniat agar hawa panas nafasnya bisa menghangatkan badan Naomi yang telah basah kuyup. tadinya ia bermaksud untuk memberikan nafas buatan. Namun, bayangan wajah Naomi yang sedang ketakutan terlintas di benak Luhan ketika hendak melakukan itu. Akhirnya ia mengurungkan niatnya itu.

5 menit berlalu, Luhan yang masih panik tetap saja berusaha membangunkan Naomi dengan cara – cara ringan bahkan ia sama sekali tak berfikir untuk membawa Naomi ke rumah sakit. Hingga Sehun datang dan menghampirinya.

“HYUNG!” Panggil Sehun seraya berlari kearah Luhan. Luhanpun menoleh ketika Sehun sudah berada di sampingnya.

“kenapa pakaianmu basah ? kau menangis ? dan apa yang terjadi pada Naomi ?” deretan pertanyaanpun Sehun lontarkan kepada Luhan.

‘rumah sakit’ Luhan bergumam pelan. Akhirnya ia terpikir untuk membawa Naomi ke rumah sakit. Luhanpun memapah badan Naomi menuju bagasinya. Sehun yang merasa di acuhkanpun berlari mengejar Luhan.

“Hyung, biarkan aku yang mengantarnya ke rumah sakit. Kau tak mungkin keluar dengan keadaan baju yang basah seperti itu” ucap Sehun ketika Luhan hendak memasukkan Naomi ke dalam mobilnya.

“ini semua salahku. Biarkan aku yang bertanggung jawab” jawab Luhan ketus dan mulai membuka pintu mobilnya. Namun, Sehun mencegat.

“kau temani dia di belakang. Aku akan menyetir” ujar Sehun tegas dan Luhanpun mengangguk.

“cepatlah! kita tak punya banyak waktu” Sehunpun mulai menginjak gas mobilnya dan merekapun pergi ke rumah sakit.

‘Naomi, maafkan aku’ gumam Luhan seraya mengelus puncak rambut Naomi yang basah.

-I AM YOUR MAID-

“Maaf, selain keluarga pasien dilarang masuk” ucap seorang suster yang menghambat jalan Luhan dan Sehun ketika hendak masuk ke dalam ruang UGD. Luhanpun mundur dan pintu ruang UGD langsung tertutup. Seketika itu juga, badan Luhan merosot. Ia sudah tak mampu menahan berat badannya sendiri bahkan untuk menegakkan kepalanya saja, Luhan merasa sangat berat.

“Hyung, apa yang sebenarnya terjadi ?” Luhan menoleh kearah Sehun dengan tatapan sendu.

“ceritanya panjang dan itu di mulai oleh egoku sendiri” Luhan menyalahkan dirinya sendiri. Sehun mengernyit tak mengerti. Namun, ia tak mau bertanya lagi. Melihat keadaan Luhan yang tak seperti biasanya membuat Sehun sedikit mengerti tentang apa yang terjadi.

“baiklah, aku akan membelikanmu pakaian. Mengingat jarak rumah dari sini cukup jauh. Apa Hyung ingin tetap disini ?” Luhan mengangguk dan Sehunpun menepuk bahu Luhan beberapa kali. Berusaha untuk menegarkannya.

“dia gadis yang kuat. Aku yakin” ujar Sehun sebelum meninggalkan Luhan. Luhan yang mendengar itu hanya bisa tersenyum miris. ‘kuharap begitu’ balas Luhan dalam hati.

-I AM YOUR MAID-

2 Jam berlalu dan selama itu juga Luhan senantiasa menunggu pintu putih tak bercorak itu terbuka. Namun nihil. Sedari tadi Naomi masuk, namun pintunya belum juga terbuka. Bahkan untuk mengintip saja Luhan tak bisa. Jendelanya di tutupi oleh sebuah kain.

Perasaan bersalah semakin menggerogoti hati Luhan. Ini semua salahnya. Kenapa ia harus membangunkan nalurinya ? kenapa ia tidak mendengar penjelasan dari Naomi terlebih dahulu ? kenapa ? kenapa ? kenapa ? itulah pertanyaan yang selalu berputar – putar di benak Luhan saat ini.

Luhan yang lelahpun mendudukkan dirinya di salah satu kursi yang berada di dekat ruang UGD. Ia menunduk. Berusaha berdo’a agar Naomi baik – baik saja.

CKLEK’ pintu ruang UGD terbuka. Luhan menoleh dan langsung menghampiri seorang pria paruh baya yang memakai pakaian serba putih.

“Ba—bagaimana keadaannya ?” Luhan bertanya dengnan kata – kata yang terbata. Pria yang Luhan yakini dokter itu menggeleng pelan seraya mengulas senyum tipis.

“operasinya berhasil” senyum Luhan terkembang ketika mendengar itu.

“gadis itu sudah bisa dipindahkan ke ruang pemulihan” lanjut dokter itu dan iapun pergi meninggalkan Luhan. ‘terima kasih Tuhan’ batin Luhan dan langsung mengikuti beberapa suster yang membawa Naomi ke ruangan pemulihan.

-I AM YOUR MAID-

“O ? Sehun ? akhirnya kau datang” Luhan yang sedang menyelimuti badan Naomipun menghentikan aktifitasnya dan menatap Sehun yang baru masuk ke dalam ruang pemulihan.

“kupikir kalian masih di ruang UGD dan setelah kulihat, ternyata ruang UGDnya kosong. Akhirnya salah satu suster mengatakan kalau pasien yang dua jam lalu di operasi sudah dipindahkan ke ruang pemulihan. Untungnya lagi, dia juga mau mengantarku kesini” jelas Sehun panjang lebar dan berjalan kearah Luhan.

“ini” Sehun memberikan sebuah kantong yang berisi pakaian. Luhan yang melihat itu tersenyum tipis dan langsung menukar pakaiannya yang basah. Sembari menunggu Luhan, Sehun mendudukkan dirinya di dekat ranjang Naomi. Tak berapa lama kemudian, Luhan keluar dari toilet dan menghampiri Sehun.

“apa yang sebenarnya terjadi ?” Luhan menoleh kearah Sehun. Ia masih bukan, maksudku ia tidak mau mengingat lagi kejadian beberapa jam lalu. jika mengingatnya lagi, itu hanya membuat kepala Luhan pusing.

“aku tak tau apa yang sebenarnya terjadi” Luhan menunduk. Ia berpikir bahwasanya ia benar – benar lelaki yang jahat. Mengingat kenekatan Naomi yang berani meloncat dari balkon kamarnya hanya gara – gara ketakutan melihat dirinya sendiri.

“sebaiknya aku menghubungi Chanyeol Hyung dan Baekhyun Hyung” Luhan mengangguk dan Sehunpun meninggalkan ruangan Naomi. Sepeninggal Sehun, Luhan langsung mengambil tempat duduk yang Sehun duduki sebelumnya.

“kuharap kau tak apa. maafkan aku. karena keegoisanku, kau jadi seperti ini” Luhan menggenggam tangan Naomi dan menciumnya sekilas. Sebelum ia melepas tangan Naomi, Luhan sempat meneteskan air matanya disana. Itu bukan air mata kesedihan ataupun senang. Melainkan air mata penyesalan yang sangat Luhan tak inginkan kehadirannya.

-I AM YOUR MAID-

“NAOMI!” pintu ruang pemulihan Naomi terbuka dan menampakkan sosok Minrae. Luhan yang asik membacakan sebuah buku untuk Naomi –padahal Naomi belum sadar– langsung menoleh. Minraepun langsung berjalan kearah ranjang Naomi.

“astaga, Gadis ini. Kenapa masalahnya begitu banyak ?” rutuk Minrae seraya memperbaiki letak selimut Naomi. Luhan yang mendengarnyapun mengerutkan alisnya. Masalah banyak ? apa yang Minrae maksud ?

“apa Naomi sudah siuman ?” ternyata bukan hanya Minrae yang datang. Baekhyun, Sang Akh dan Chanyeolpun juga datang. Luhan menoleh dan menggeleng pelan.

“kasihan sekali Naomi. aku tak tau kalau hidupnya begitu dramatis” celetuk Chanyeol dan ia langsung mendapat pukulan telak di kepalanya. Pelakunya ? siapa lagi kalau bukan Minrae.

“kau mengejeknya ? itu sama saja mengejekku” Minrae merujuk dan Chanyeolpun terkekeh melihatnya.

“maaf, aku hanya bercanda” Chanyeol membentuk huruf V dengan kedua jarinya. Minrae hanya mendengus pelan dan memaafkan perkataan Chanyeol. Melihat sikap Chanyeol dan Minrae, menimbulkan sebuah pertanyaan di benak Baekhyun, Sang Akh dan Luhan. Bukankah mereka bertengkar hebat tadi pagi ? tapi, ada apa ini ? itulah pertanyaan yang tiga sejoli itu lontarkan di benak masing – masing.

“Chanyeol, bukankah tadi pagi kau bertengkar hebat dengan Minrae ? tapi….” Tanya Baekhyun seraya menunjuk kearah Chanyeol dan Minrae bergantian. Sang Akh mengangguk. Chanyeol dan Minraepun saling adu pandang. Beberapa saat kemudian, tawa keduanya pecah. Membuat tingkat keraguan Luhan, Baekhyun dan Sang Akh semakin bertambah.

Sementara Sehun ? Hei, bocah itu sudah asik dengan Handphonenya beberapa saat yang lalu bahkan ia sudah menemukan sebuah posisi yang nyaman untuk bermain dengan Handphonenya. Yaitu di sudut ruangan -_- sungguh tempat yang tak elit bagi pemuda berwajah oriental dan memiliki kulit putih seperti dia.

“jadi, kalian percaya dengan pertengkaran kami ?” Luhan mengangguk diikuti oleh Baekhyun dan Sang Akh. Minrae yang mengajukan pertanyaanpun tak kuasa menahan tawanya.

“Yeollie, apa aku bisa menjadi Park Shin Hye ? Lihatlah mereka semua. apakah akting kita terlihat begitu nyata ?”

“tentu saja. Kau bahkan menamparku dan rasa sakitnya masih saja terasa” rutuk Chanyeol seraya meraba pipinya yang di tampar Minrae. Perasaan bersalah kembali menggerogoti hati Minrae. Iapun juga ikut meraba pipi Chanyeol tersebut.

“maafkan aku. apa kau menginginkan sesuatu supaya aku dimaafkan ?” Chanyeol tampak berpikir dan beberapa saat kemudian.

“Kiss me” mata Minrae terbelalak kaget ketika mendengar ucapan Chanyeol.

“YA!! Sejak kapan otakmu berisi hal tak penting seperti itu, eoh ? Aigo apa otakmu perlu di install ulang agar pikiran kotor itu hilang ?” Minrae marah bukan kepalang. Ia bahkan memukul – mukul Chanyeol dengan tasnya. Chanyeol yang sebagai korbanpun hanya bisa menghindar dari pukulan Minrae.Sementara para saksi yang melihat masih saja belum menyambungkan arti perkataan dua sejoli itu.

“Jadi, pertengkaran yang tadi pagi itu hanya rekayasa ?” Sang Akh menengahi. Membuat Minrae memberhentikan pukulannya.

“tentu saja” Chanyeol mengangguk mengerti dengan jawaban Minrae.

“itu semua kami lakukan karena,—————” sebelum Chanyeol menyelesaikan perkataannya Minrae lebih dulu membungkam mulut Chanyeol. Ia tak mau jikalau masalah yang sedang Naomi hadapi diketahui oleh Luhan dan yang lainnya.

“kau lupa dengan janji kita ?” ancam Minrae seraya melotot kearah Chanyeol. Pria itu langsung ketakutan ketika melihat mata Minrae yang melotot. Ia mengangguk sehingga gadisnya melepaskan mulutnya.

“anak pintar” Minrae memukul – mukul puncak kepala Chanyeol pelan. Butuh sebuah kursi kecil agar Minrae bisa melakukan itu. Sungguh miris.

“Aigo~ kepalaku sakit. Yeobo, bisa kau bawa aku ke ruang dokter cinta ?” Sang Akh mendelik mendengar ucapan Baekhyun. Ia bahkan menatap jijik kearah pria itu. Sungguh, sikap manja seperti inilah yang paling Sang Akh hindari dari Baekhyun.

“Kau ingin aku bunuh diri sekarang juga ?” ancam Sang Akh. Ia benar – benar harus memberantas sikap Baekhyun yang manja itu, mengingat umurnya yang sudah tak remaja lagi. Baekhyun terkekeh dan langsung merangkul pundak gadisnya itu.

“maaf. Tapi aku perlu asupan gizi disini” Sang Akh mendelik ketika melihat Baekhyun secara spontan berbicara seperti itu seraya menunjuk bibirnya. Oh, gila saja jika Sang Akh harus menciumnya disini.

Karena kesal, Sang Akhpun menginjak kaki Baekhyun dan keluar dari kamar Naomi. Baekhyun yang melihat itu terkekeh dan berpamitan kepada teman – temannya. Ia ingin mengejar gadisnya dulu.

‘Mereka sangat serasi dan jujur aku iri’ Luhan membatin seraya melihat badan Naomi yang masih tertidur dengan pulasnya di atas ranjang itu. Ia benar – benar menginginkan Naomi kembali masuk ke dalam hidupnya.

-I AM YOUR MAID-

“Bagaimana ? apa kau tau keberadaannya sekarang ?” seorang pria sedang berbicara dengan telfon. Raut wajahnya yang tampan itu tampak mengerikan ketika mendengar jawaban dari seberang telfon.

“Baiklah, akan ku transfer uangmu 1 jam lagi” pria itu menutup pembicaraan secara sepihak.

‘kau tak bisa lari, Shin Naomi’ gumam pria itu seraya tersenyum miring bak setan yang sedang mencari anak manusia untuk di jebloskan ke dalam neraka.

-I AM YOUR MAID-

“akhirnya, Cinderellapun mencoba sepatu kaca itu dan…”

“Hyung, sebaiknya kau pulang. Ini sudah hari ketiga dan kau belum makan dari kemarin” Sehun memegang pundak Luhan, yang masih senantiasa duduk disebelah Naomi. ia bahkan membaca buku dongeng Cinderella itu sebanyak, entahlah. Mungkin sudah puluhan kali. Matanya layu dan badannya tampak lebih kurus. Itu wajar, karena sudah 2 hari Luhan tak tidur.

“aku sudah berjanji pada diriku sendiriku untuk menjadi orang pertama yang Naomi lihat ketika sadarkan diri” itulah jawaban yang Luhan lontarkan. Ia memang sangat kalud sekarang. tugas kuliahnya yang menumpuk tak ia hiraukan bahkan selama dua hari ini ia masih saja membolos dan jujur, itu membuat Sehun khawatir.

“Hyung kumohon. kau hanya membuat Naomi semakin sedih” Luhan menggeleng pelan. Ia yakin, apa yang ia lakukan sudah benar. Mengingat kejadian beberapa hari lalu. ia menganggap pengorbanannya ini sebagai secuil permintaan maafnya atas kejadian itu.

Sehun pasrah dan kembali mendudukkan dirinya di sofa yang berada tak jauh dari ranjang Naomi. ia melihat sayu kearah Luhan, namun beberapa saat kemudian sebuah senyum kemenangan tercantum di wajah blesteran Sehun.

“Hyung!” Luhan menoleh, menatap sepupunya itu.

“kau ingat jalanmu yang bercabang ?” Luhan mengangguk dan hendak membalas perkataan Sehun. Namun, bocah itu telah lebih dulu memotong. “sebenarnya kau tak memiliki jalan yang bercabang Hyung. Hanya saja….”

“Hanya saja ?” Luhan mengulang perkataan Sehun yang menggantung.

“Kau masih belum melihat jalan yang sebenarnya dan Cabang itu hanyalah semu belaka” Sehun tersenyum dan beberapa saat kemudian handphonenya berbunyi. Ia permisi kepada Luhan untuk mengangkatnya.

Sepeninggal Sehun, Luhan kembali mengingat perkataan Sehun yang barusan. ‘Jalan yang sebenarnya ? apa yang Sehun maksud itu ?’ Luhan mulai mengoneksikan arti perkataan Sehun dan akhirnya ia bisa mencari jawaban yang sebenarnya.

‘Ia Mencintai Naomi’

-I AM YOUR MAID-

“Oh~ lihatlah pria itu. Ia terlihat begitu menggemaskan dari sini. Aku sangat merindukannya” seorang gadis. Gadis yang sangat cantik memang, sedang berdiri diluar ruang pemulihan Naomi. rambut coklatnya yang panjang dan bergelombang itu ia biarkan menghirup udara bebas. Matanya bahkan juga ikut tersenyum ketika ia tersenyum.

Ia datang, akhirnya datang. Penantian yang selama ini tak mempunyai harapanpun telah menemukan titik terangnya. Gadis itu kembali tersenyum ketika melihat wajah damai Luhan yang masih mengoceh kepada seorang gadis yang ada di atas ranjang putih itu. Mata pria itu memang layu namun, kesan tampan dan imutnya takkan pernah luntur. Gadis itu tidak bermaksud untuk masuk. Ia masih merahasiakan kedatangannya.

‘DRRT DRRT’

Handphonenya bergetar. Gadis itu menoleh untuk melihat Handphonenya dan sesaat kemudian ia meletakkan benda itu di telinga kanannya.

“Yeoboseyo..”

“………………..”

“benar. Aku telah kembali dan semuanya akan selesai beberapa minggu lagi” gadis itu kembali tersenyum.

“…………………”

“tidak akan. Bukankah semuanya sudah kujelaskan ? Aish kau ini. Kau tau ? sikapmu tak jauh berbeda dengan -Nya” gadis itu memberi penekanan terhadap kata –Nya.

“……………………..”

“aku janji. Ini tidak akan lama dan aku yakin ia pasti bisa menerimanya dengan senang hati” gadis itu menutup panggilan itu secara sepihak. Sebelum meninggalkan tempatnya berdiri, gadis itu menyempatkan diri untuk mengintip Luhan.

‘kau tak marah bukan ? My Deer ?’ gumam gadis itu dan langsung meninggalkan areal ruangan Naomi.

-I AM YOUR MAID-

“Sudah 4 hari Naomi koma. Oh Astaga, apa gadis ini baik – baik saja ? Naomi, kumohon. bangunlah..” Minrae mengatakan kalimatnya dengan cukup histeris. Ia benar – benar sangat mengkhawatirkan Naomi. gadis yang terbaring itu masih saja belum sadarkan diri.

“Sudahlah Minnie, aku yakin Naomi akan sadar sebentar lagi. sudahlah” Chanyeol berusaha meredakan emosi Minrae yang meluap. Gadis itu bahkan sudah meneteskan air matanya.

“aku harus memberi pelajaran kepada Jiyeon dan Sulli” gumam Minrae penuh dendam dan iapun hendak meninggalkan ruangan Naomi.

“tunggu. Apa kau ingin kejadian yang lalu terulang lagi ? sudahlah, kita serahkan saja semua ini kepada -NYA” Chanyeol memperingati. Namun Minrae malah menatap marah kearah Chanyeol. Ia benar – benar ingin menghajar Jiyeon dengan tangannya sendiri sekarang juga. Sekalipun skorsing yang akan ia dapatkan berat.

“kenapa kau menyebut nama Jiyeon ? apa semua ini ada hubungannya dengan sikap Naomi ?” keadaan buruk terjadi. Minrae berkata – kata disaat Luhan keluar dari kamar mandi dan jujur ia sangat takut kalau –kalau Luhan bertanya lebih. Ia memilih diam dan menatap Chanyeol untuk meminta diam.

“k—kau sudah keluar ? ce—cepat sekali.” Chanyeol tergagap. Ia skakmat. Ia tak tau apa yang harus dikatakan. Kartu AS nya telah mati, begitupula dengan Minrae.

“Kim Minrae. kumohon, jawab aku” Luhan berjalan perlahan kearah Minrae dan itu semakin membuat keringat dingin Minrae berjatuhan.

“A~ tadi a–aku”

“demi Naomi. apa kau bisa ?” Luhan meminta dengan lembut. Well, itu membuat hati gadis manapun pasti luluh. Kalau Luhan mengatakan perkataan itu kepada saya, tanpa basa basi lagi saya akan menjawabnya. >.<

Minrae melirik Chanyeol sekilas dan pria itu mengangguk singkat. Minrae meneguk salivanya sendiri. “semua ini karena perjanjian bodoh yang sudah Naomi setujui” akhirnya Minrae mengatakannya. Luhan mengernyit, ia masih belum mengerti maksud perkataan Minrae.

“lebih jelas ?”

“Naomi tak sengaja menampar seorang gadis bernama Sulli dan karena itu ia mendapatkan skorsing. Naomi tak menerima itu dan akhirnya satu – satunya jalan keluar adalah ia harus melaksanakan dua syarat dari perjanjian itu”

“lanjutkan!” perintah Luhan dan Minrae menghirup Oksigen sekilas.

“syarat pertama sudah ia lakukan dan itu…”

“itu penyebab kalian bertengkar hebat ?” Luhan memotong pembicaraan Minrae, dan Chanyeol mengiyakannya.

“dan syarat kedua adalah…”

“Naomi harus berhenti menjadi maidku, benar ?” Bingo. Luhan memang pintar. Dalam sekian detik, ia bisa menganalisis bentuk kejadian yang ia sendiripun tak terlibat di dalamnya.

“gadis pintar. Mari kita lihat seberapa pintarnya dia” Luhan tersenyum miring dan menitipkan Naomi kepada Chanyeol dan Minrae. ia keluar dari ruangan Naomi dengan cukup tergesa.

“aku yakin. Jiyeon akan pindah” Chanyeol berkata bijak seraya mengangguk – angguk. Seperti seorang yang jenius.

Minrae mengernyit. “maksudmu ?”

“sudahlah. Kau tak perlu tau betapa ’liarnya’ seekor rusa” Oh ayolah. Jangan berikan Minrae perumpamaan lagi. ia sudah sangat kenyang dengan kata – kata puitis yang sulit dimengerti itu.

-I AM YOUR MAID-

“Kau berhasil menemukan gadis itu ?” Luhan menelfon sembari menyetir mobilnya. Ia tau itu salah. Tapi, ini semua ia lakukan untuk gadisnya.

“………..”

“bagus. Kau memang bisa kuandalkan” Luhan kembali tersenyum miring. Di raut wajah yang sekarang, Luhan tak lagi jelmaan pria imut nan menggemaskan. Namun, ia telah berubah menjadi seekor rusa yang mengerikan. Bahkan seekor singapun bisa ia mangsa. Sungguh ganas, bukan ?

Luhanpun mempercepat laju mobilnya dan tak berapa lama kemudian ia memarkirkan mobilnya di sebuah gedung yang mewah. ‘kau akan menerima pembalasannya’ Luhan keluar dari mobilnya dan iapun berjalan kearah yang telah si penelfon tunjukkan tadi.

Benar dugaan Luhan, semuanya berjalan lancar. Ia berasumsi seperti itu karena ‘gadis’ bukan, dia bukan seorang gadis melainkan jelmaan iblis sudah berada di tempat yang ia rencanakan.

“Lu—Luhan ?” Jiyeon tergagap ketika mendapati Luhan sudah berada di ujung lorong nan cukup gelap itu. Well, sinar rembulan masih ada dan itu cukup membuat Jiyeon mengetahui kedatangan Luhan.

Luhan tak berkata – kata. Ia langsung saja berjalan cepat kearah Jiyeon. Entah mengapa, bukannya senang tapi Jiyeon merasa dirinya dalam bahaya. Jiyeonpun tergagap dan berusaha lari. Namun, Luhan telah mencegatnya. Matilah riwayatmu Jiyeon.

“apa yang kau lakukan ? lepaskan aku ? aku harus pergi, temanku sudah menungguku” Luhan tersenyum miring dan segera menghempaskan badan Jiyeon di salah satu dinding bangunan itu.

“bagaimana kalau kau pergi hanya dengan satu tangan ? apa kau masih berlagak seperti hallyu star lagi ?” Jiyeon terbelalak kaget. Apa ? satu tangan ? a—apa Luhan bermaksud untuk mematahkan tangannya ? Oh Astaga, Naomi pasti sudah membocorkan perjanjian itu. Dasar! Gadis murahan. Beraninya dia mengadu.

“a—apa mak-sudmu Lu—Luhan ? a–aku”

“NAOMI BELUM SADARKAN DIRI DAN SEKARANG KAU INGIN BERSENANG – SENANG ? KAU TIDAK BERPRASAAN PARK JIYEON” Luhan marah bukan kepalang. Ia mencengkram tangan Jiyeon semakin kuat. Membuat gadis itu memekik kesakitan.

“le–lepaskan” rintih Jiyeon.

“LEPASKAN KATAMU ? TIDAK AKAN! KAU HARUS MENERIMA PENDERITAAN YANG SAMA, DENGAN APA YANG NAOMI DAPATKAN. Dan tanganmu yang cantik ini harus kau relakan” Jiyeon semakin memberontak. Ia tak tau sifat asli Luhan yang seperti ini. Luhan malah semakin mempererat cengkramannya.

“HIKS~ HIKS~”

Lu, Kumohon” Luhan merenggangkan cengkramannya. Ia melihat sekilas wajah Naomi ketika melihat Jiyeon. Entah mengapa, namun itu benar – benar membuat amarah Luhan teredam. Ia menjauh dari Jiyeon. Bukannya lari, Jiyeon malah terduduk diposisinya tadi. Bukan berarti Jiyeon tak mau lari, hanya saja kakinya terasa berat untuk digerakkan.

“cabut skorsing Naomi dan berhentilah mengganggunya. Kalau kau tak melakukannya, kau benar – benar akan kehilangan sebelah tanganmu” Luhan pergi. Jiyeon menatap punggungnya ngeri. Ia benar – benar harus melakukan itu semua sebelum Luhan kembali dengan wajah seperti tadi. Jujur, Luhan terlihat seperti monster.

Luhan berjalan dengan santai menuju mobilnya, hingga Handphonenya berbunyi.

“Lu, Naomi sadar” itu suara Chanyeol dan tanpa menjawab Luhan langsung berlari menuju mobilnya. Ia menghidupkan mesinnya dan langsung menancap gas mobilnya sekuat yang ia bisa.

‘akhirnya kau sadar’ Luhan tersenyum.

-I AM YOUR MAID-

“bagaimana testmu ?” Sang Akh tersenyum. Ia menyeruput bubble teanya dulu sebelum menjawab pertanyaan Baekhyun.

“tak buruk” Baekhyun mengacak rambut Sang Akh pelan. Ia benar – benar gemas dengan gadisnya sendiri.

“kau merusaknya” rutuk Sang Akh seraya menelaah rambutnya yang baru diacak – acak Baekhyun. Pria itu hanya terkekeh.

Mereka berjalan di lorong rumah sakit. bukan hanya berjalan, mereka bermaksud menemui Naomi dan untuk membunuh waktu yang membosankan, mereka isi dengan candaan ringan. Tak romantis memang, tapi itu cukup membuat keadaan tetap hangat.

Sang Akh tertawa pelan ketika mendengar guyonan Baekhyun yang bisa dikategorikan lucu itu. Namun, tawanya terhenti ketika melihat siluet seorang pria di hadapannya. Badan Sang Akh terasa membeku ketika pria itu berjalan kearahnya. Sayang, Baekhyun masih belum mengetahui perubahan sikap Sang Akh.

“a—apa dia datang untuk mengacaukan kehidupanku ? ta—tapi, bukankah ia seharusnya sedang dirawat di rumah sakit jiwa ?” Sang Akh bergumam di dalam hatinya dan itupun ia lakukan dengan kegagapan.

“aku kembali” pria itu berbisik di telinga Sang Akh pelan ketika ia melewati Sang Akh. Gadis itu terbelalak kaget dan pegangannya terhadap Bubble teapun lepas. Minuman itu kini telah berserakan di lantai. Baekhyun menoleh.

“YA! Kau kenapa ? Seo Sang Akh ?” Baekhyun mengguncang badan Sang Akh pelan. Namun gadis itu masih saja diam membeku. Prasangka baiknya tentang kepergian pria tadi pupus sudah. Kehidupannya yang sudah kembali tersusunpun akan terancam berserakan kembali.

“Baek, dia kembali” gumam Sang Akh seraya memeluk Baekhyun dan isi pandangannyapun berubah menjadi kosong. Baekhyun yang belum mengerti maksud perkataan Sang Akh hanya diam dan memilih menenangkan gadisnya di dalam pelukan.

-I AM YOUR MAID-

“BRAK~” Luhan membuka pintu ruangan Naomi dengan cukup kasar. Membuat seisi ruangan menatapnya. Luhan tak menghiraukan tatapan teman – temannya, iapun berjalan kearah Naomi dan sesaat kemudian ia memeluk badan Naomi.

“maaf, maafkan aku. sungguh, aku tak bermaksud melakukan itu dan kau tak perlu lagi mengkhawatirkan Jiyeon. Dia telah pergi, kau bisa masuk kuliah lagi” Luhan mengatakan itu semua dengan sekali tarikan nafas. Ia benar – benar senang melihat Naomi yang telah sadarkan diri.

Chanyeol, Minrae, Baekhyun dan Sang Akh yang melihat merasa tersentuh. Merekapun semakin berdekatan dengan pasangan masing – masing.

Luhan masih betah memeluk Naomi hingga gadis itu berucap..

“Moo-Monster~” lirihnya dengan mata berkaca – kaca. Luhan mengernyit dan melepaskan pelukannya. Ia melihat wajah Naomi. bukannya tersenyum, namun wajah Naomi mengisyaratkan kalau ia sedang ketakutan.

“Na-Naomi, Monster ? maksudmu ?” Luhan memegang pundak Naomi.

“k-kau Monster” Naomi menangis. Air matanya telah mengalir. Minrae yang melihat itu langsung mendekat kearah Naomi.

“kumohon Minrae, jauhkan Monster itu dariku” Luhan membeku. Ketakutannya masih berlangsung. Ia menjauh dari pandangan Naomi.

‘aku ? Monster ?’ Luhan menunjuk dirinya sendiri tak percaya

-TBC-

❤ Preview next Chapter (Bonus)❤

“Naomi”

“JANGAN PANGGIL NAMAKU, MONSTER!! ENYAHLAH KAU!!”

❤❤❤❤❤❤

“aku tak mengerti,semuanya bahkan terlihat sangat normal”

“tapi, kenapa dia ketakutan ? bahkan sampai mengatakanku Monster ?”

❤❤❤❤❤❤

“kau serius tak mengenal pemuda bernama Luhan ?”

“lihat aku”

❤❤❤❤❤❤❤

“Fany ? apa ini kau ?”

“aku merindukanmu”

❤❤❤❤❤❤

“Perkenalkan, namaku Kim Seokjin”

❤ Preview End❤

Hai ^_^ halo semuanya🙂

Gimana Chapter ini ? makin rusuh ya ?? hehe, maaf udah buat kalian nuggu lama😀

Oea, disini saya juga mau minta maaf karena seluruh komentar kalian gak saya balas *Poor_Dindong..

Jadi, kesannya saya dimata kalian itu mungkin sombong dan gak mau tau kali ya ?

Skali lagi, saya minta maaf *Bow

Kemarin, saya juga konsultasi sama Rima unni dan dia bilang, sebaiknya saya ngelakuin apa yang terbaik sajah dan sekarang saya janji, bakalan balas komentar kalian ^_^ sehingga, gak ada yang merasa berkecil hati lagi ^_^ *ngomong apa sih gue ?

Clearkan ??

Ehemm, secret castnya udah dijelasin kan ??

Noh, ada salah satu anak BTS *Kim Seokjin*🙂

large

Kira – kira Jin Oppa ngapain ya ? jadi penghalang Naomi ama Luhan ? ato ????

Hehehe~ tunggu nextnya aja ya ^_^

Oea, disini ada yang suka ama Jungkook BTS gak ?

Kalau ada, saya mau promosi ff *tindak kriminal* >.< masih teaser sih…

Kalo mau baca, ini linknya ^_^ => Cute ? Or Pervert ?

Oea, kemungkinan ini ff (IYM) bakalan tamat di Chapter 16 ato 17 *nangis* huhuhu~~ gak nyangka deh.. akhirnya ff gaje nan panjang tak ketulungan ini tamat juga ^_^ dan kemungkinan lagi, Chapter terakhir bakalan saya protect😀 jadi, gak bakalan ada sider yang gentayangan lagi ^_^ hehehehe~~

Widihhh~ kok ini panjang amat ya ??

Haha~ pokoknya maaf udah nyepam dan makasih untuk semuanya yang udah mau nyempetin baca ini ff gaje🙂

Dan terakhir, saya bener – bener ngucapin terima kasih kepada semua reader saya ^_^

Sungguh, tanpa kalian FF ini bukan apa – apa ^_^

Dan, kalo ada yang mau review ini ff saya seneng bingit >.< *ngimpi

See You Next Chapter🙂

­- Salam Overdose🙂 –

 

202 thoughts on “I AM YOUR MAID (Chapter 13)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s