Moon light [ Chapter 1]

moonlight

 

 

Title                 : Moon light [ Chapter 1]

Author           : Park Hana

Cast                  : Oh Sehun, Oh Hayoung, Kim Jongin, Jung Soojung, Son Naeun.

Other cast      : Find by your self

Genre             : Romance, Fantasy.

Length           : Chapter

Rating             : PG-15

Warning         : Typo dimana-dimana dan jangan copy paste tanpa seijin saya terlebih dulu.

Summary       : Jatuh Cinta memang membuat jantungmu berdetak kencang, apalagi jika seseorang yang kau sukai ada didedekatmu. Tapi bagaimana jika  Saat jantung seorang gadis berdetak kencang hidungnya malah mengeluarkan darah dan parahnya sampai muntah darah. Dan jika hal itu terjadi saat bulan purnama dia akan haus darah.

 ~Moon Light~

Seorang gadis tengah duduk di salah satu kursi di stasiun bawah tanah. Dia terduduk seraya memakai headset di telinganya seakan dia tidak ingin mendengar suara apapaun.

Tiba-tiba seorang lelaki yang memakai topi datang dan duduk disebelahnya. lelaki itu tampaknya ingin memulai pembicaraan dengan gadis tersebut, namun dia ragu karena tak sedikitpun gadis itu bergerak dari posisinya. Gadis itu seakan seperti patung yang bisa berkedip.

Beberapa kali, lelaki itu melirik gadis disebelahnya memastikan bahwa gadis itu benar-benar manusia bukan patung atau hantu.

Karena penasaran, akhirnya lelaki itu menggerakkan kepalanya kearah depan wajah gadis tersebut, namun ekspresi gadis itu tetap sama. Tetap tidak bergerak.

“Aigoo apa dia hantu? tapi dia tampak seperti seorang manusia!” guman lelaki itu pelan, dan setelah itu dia kembali keposisinya.

Karena masih penasaran pada gadis di sebelahnya, lelaki itu kembali memajukan wajahnya dan menatap mata gadis tersebut.

”Wah cantik!” ujar lelaki itu kemudian.

Deg Deg Deg

Jantung gadis itu kini berdetak dengan cepat, dan tak lama kemudian tiba-tiba saja darah segar mengalir dari hidung gadis tersebut.

Lelaki itu langsung kaget dan tanpa disadari tangannya pun mulai bergerak kearah hidung gadis tersebut, tapi dengan cepat gadis itu menepis tangan lelaki tersebut.

“Jangan pernah menyentuhku!” ucap gadis itu seraya beranjak dari duduknya dan kini sudah memberikan tatapan sinis pada lelaki tersebut dan setelah itu dia pergi diiringi tatapan bingung dari lelaki tersebut.

“Tuan muda akhirnya kami menemukanmu”

Kini segerombolan pria memakai stelan hitam pun datang menghampiri lelaki tersebut yang langsung membuat lelaki tersebut menghela napasnya panjang.

“Tidak sia-sia appaku membayar kalian, karena kalian sangat pintar!”

Lelaki itu langsung berdiri dan melangkah pergi di ikuti beberapa pria bersetelan yang menghampirinya.

***

Seorang pria tengah terduduk diatas sebuah pohon seraya menatap kearah bulan sabit yang tengah mengiasi malam itu.

Sebuah memory masa lalu melintas di ingatannya. Memory yang selalu ingin dia lupakan, meskipun memory itu terliat begitu indah.

“Tisak seharusnya aku terus mengingat masa lalu, seharusnya aku bersiap untuk saat-saat itu!” guman pria tersebut lalu mengalihkan Pandangannya pada pemadangan malam kota Seoul yang penuh lampu.

Disisi lain seorang perempuan juga tengah melakukan hal yang sama, dia terus memperhatikan bulan sabit.

“Bulan sabit, apa kau merindukannya?” ucap perempuan itu dalam hatinya.

Pria yang sedang duduk di atas pohon itu kemudian menyinggungkan sebuah senyuman seakan bisa mendengar ucapan dari perempuan itu.

***

“Oh SEHUN!” pekik seorang perempuan yang tengah menaiki sebuah tangga. Pria bernama Sehun yang gadis itu panggil kini malah tengah duduk santai bermain Playstasion di kamarnya bersama beberapa pengawalnya.

“Ah Hyung kau kalah lagi” ucap Sehun bahagia karena dia bisa mengalahkan pengawalnya.

“Aigoo tuan muda anda menang lagi” ujar pengawalnya dengan muka kecewa.

Seun tertawa begitu keras sampai-sampai tak memperatikan gadis yang sedari tadi berteriak memnggil namanya sudah berada di depan pintunya dan tengah menatapnya sambil menggelengkan kepalanya.

***

Dari atas atap sebuah gedung kini berdiri seorang laki-laki yang tengah menatap bulan sabit.

“Tampaknya bulan sabit mengingatkanmu pada banyak hal?” tanya seorang perempuan yang tiba-tiba muncul dari belakang lelaki tersebut.

Lelaki itu menyeringai mendengar ucapan perempuan tersebut.

“Dibanding bulan sabit, Bulan purnama adalah hal yang menjadi incaranku!”

“Tak perduli bulan purnama atau bulan sabit, tetap saja kau menginginkannya wu yifan oppa”.

Lelaki itu lantas menjentikan jarinya, dan setelah itu munculah sesosok sayap berwarna putih.

“Lebih baik kita cari gadis itu lalu menyelesaikan semua ini Son Naeun!”

Lelaki itu mulai mengibaskan sayapnya begitu juga perempuan yang dia panggil Naeun itupun mulai memunculkan sayap putih miliknya dan merekapun pergi bersama.

***

Sinar matahari serta angin yang berasal dari jendela kamarnya yang terbuka membuat gadis bernama Hayoung mengerjap-ngerjapkan matanya.

“Akhirnya kau bangun juga!”

Ujar seorang lelaki yang kini tengah berdiri sambil melipat kedua tanganya didada seraya menyender di pinggir jendela kamar Hayoung yang terbuka.

Hayoung tidak menjawab atau memperdulikan lelaki bernama lengkap Kim Jongin tersebut, dia hanya berjalan menuju kamar mandinya untuk berdiap-siap pergi kesekolah.

Jongin menghela napasnya panjang karena Hayoung yang selalu seperti itu.

“Hayoung-ah aku pergi duluan!”

Teriak Jongin, kemudian dia melompat dari jendela kamar Hayoung.

Didalam kamar mandi, Hayoung terdiam didepan cermin. Dia menatap wajahnya dengan ekspresi datar.

Sekitar sepuluh menit kemudian, Hayoung pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang membalut tubuhnya serta dengan rambut yang basah.

Hayoung mendekati cermin dan berdiri didepan cermin tersebut.

Wajahnya begitu datar tanpa ekspresi seperti tadi, dia lantas sedikit menggerakkan bahu untuk melihat punggung miliknya.

Terlihat sebuah tanda guratan berwarna hitam disana yang membuat Hayoung mengerutkan dahinya.

Dia menggerakkan tangannya kearah tanda hitam tersebut, kemudian memegangnya.

“Arghh” ringisnya kesakitan begitu dia memegang tanda tersebut.

“Hayoung-ah kau belum juga siap?”

Seorang perempuan paruh baya membuka pintu kamar Hayoung kemudian masuk kedalam, dan hal itu repleks membuat Hayoung menyembunyikan tanda hitam di punggungnya.

“Cepatlah siap-siap umma akan mengantarmu sekolah hari ini!” ujar wanita paruh baya itu lembut.

Hayoung mengangguk pelan kemudian tersenyum tipis.

“Umma menunggu dibawah”

Sekali lagi Hayoung mengangguk.

***

Sebuah mobil mewah memasuki gerbang genie high School. Beberapa siswa yang melihatnya langsung tidak bisa mengalihkan pandangan mereka dari mobil mewah tersebut.

Mobil tersebut berhenti, kemudian dua orang lelaki yang memakai stelan mulai keluar dari mobil. Salah satunya kini tengah menuju pintu belakang mobil, lalu membuka pintu mobil tersebut.

Kini munculah sesosok pria berperawakan tinggi dan tampan dari dalam mobil yang membuat semua siswa perempuan tak konsentarsi dan hanya terus menatap kearah pria tersebut seraya berbisik-bisik.

Pria itu membuka kaca mata hitam miliknya lalu tersenyum kearah siswa perempuan yang tengah menatapnya dan membuat wajah para siswa perempaun tersebut memerah.

“Hei Oh Sehun, berhentilah tebar pesona!” Ujar seorang gadis yang baru keluar dari pintu satunya.

Sehun langsung menatap gadis itu dan menunjukan wajah tidak sukanya.

“Hei Jung Soo jung, aku tahu kau cemburu tapi jangan seperti itu juga, aku ini tampan jadi aku tidak usah tebar pesona karena aku . . “

“Jongin-ah”

Gadis bernama Soo jung itu langsung berlari menghampiri seorang lelaki yang tengah berjalan dan membuat Sehun menghentikan ucapannya.

Sehun menghela napasnya seraya meratapi nasibnya yang lagi-lagi di hiraukan oleh Soo jung.

‘Aigoo kalau dia bukan perempuan sudah aku masukan dia ke dalam karung dan aku lempar dia ke sungai Han” oceh Sheun yang membuat dua pria berstelan terkekeh mencengar ucapan Sehun.

“Tuan muda apa anda cemburu?” tanya salah satu dari mereka.

Sehun langsung melirik kearah pria itu dan memberikanya death glare.

“Hei kalian masuk sana dan pergi!” usir Sehun.

Kedua pria berstelan itu saling menatap dan berkata bahwa mereka akan menunggu Sehun sampai pulang sekolah, karena mereka tak mau Sehun kabur lagi seperti yang sudah-sudah.

“Hei aku ini baru pindah sekolah jadi biarkan aku menikmati kehidupan sekolah ku!”

Kedua pria itu kembali saling menatap kemudian mereka menggelengkan kepalanya.

“Tuan muda ini sudah sekolah yang ke 10 dan anda selalu mengulangi hal yang sama, jadi kami tidak mau anda juga pindah dari sekolah ini!”

Sehun akhirnya mengalah, dan hanya mengangguk mengiyakan keinginan pra penjaganya.

Dia sendiri sebenarnya risih dengan para penjaga yang selalu mengikutinya, tapi dia tidak ada pilihan lain karena itu adalah perintah ayahnya. Dan ini sudah kesepuluh kalinya Sehun pindah sekolah. Hal itu dikarenakan Sehun selalu kabur saat pelajaran dan selalu berbuat onar.

***

Soojung terus mengikuti Jongin kemanapun Jongin pergi, bahkan sampai dikelas mereka kini Soojung masih tetap mengikuti Jongin.

Jongin mengeluarkan headset miliknya dan mencoba memainkan ponsel miliknya, namun seperti biasa Soojung mengambil headset yang satunya lalu memakainya.

Jika Soojung melakukan hal itu, yang bisa Jongin lakukan hanyalah terdiam karena memang seperti itulah Soojung.

Saat seperti itu bukanlah music yang Soojung dengarkan, melainkan dia malah memperhatikan wajah Jongin dengan lekat.

Risih memang tapi Jongin terlalu malas untuk memperdulikan Soojung karena cara apapun tidak akan membuat Soojung berhenti melakukan apapun yang dia inginkan.

“Kim Jongin kenapa kau selalu seperti ini? kau selalu mengacuhkanku?” tanya Soojung

Tak sedikitpun Jongin memperdulikan ucapan Soojung barusan, dia seakan tak mendengar ucapan Soojung, namun bukan nya dia tidak mendnegar tapi dia benar-benar malas menanggapi Soojung.

“Semakin kau mengacuhkanku, semakin aku menyukaimu Kim Jongin”

Soojung terus meracau seperti biasa dan kata-kata itu memang setiap hari Soojung ulang-ulang dan itu sudah seperti film yang diputar beberapa kali dan membuat Jongin bosan bahkan bukan hanya bosan, tapi juga muak.

Sementara itu kini Sehun tengah berjalan mencari kantor kepala sekolah, mulutnya terus saja menyumpahi Soojung yang meninggalkannya hanya demi seorang lelaki.

‘Aigoo, gadis sialan itu benar-benar menyebalkan!”

Sehun terus mengoceh, namun dia berusaha bersikap se cool mungkin dihadapan beberapa siswa perempuan karena dia tidak mau imagenya jatuh begitu saja. sebisa mungkin dia harus menunjukan kharismanya dan membuat para gadis.

Sehun terus berjalan sampai dia melewati kelas dan tiba-tiba dia langkahnya terhenti begitu melihat kedalam kelas. Dia menyiptikan matanya untuk memperjelas penglihatanya saat ini.

Tak beberapa lama kemudian, ujung bibirnya pun tertarik. Tanpa pikir panjang lagi, akhirnya Sehun pun melangkah dan bergegas memasuki kelas tersebut.

Masuknya dia kekelas tersebut sontak saja membuat siswa yang ada disana heboh, mereka tampak terpesona oleh Sehun.

“Hai” ucap Sehun ketika dia berada didepan sebuah bangku.

Pemilik bangku yang ternyata adalah Hayoung kemudian mengalihkan pandanganya menatap Sehun.

“Lelaki ini lagi!” batin Hayoung.

Sehun tersenyum melihat Hayoung, dan entah kenapa tapapan Sehun itu membuat jantung Hayoung kembali berdetak kencang.

Darah segar kembali menetes dari hidung Hayoung dengan tiba-tiba, dan sekali lagi hal itu membuat Sehun terkejut.

“Hya kau mimisan lagi!” pekik Sehun dengan heboh.

Hayoung hendak mengelap darah tersebut menggunakan punggung tangannya, namun tiba-tiba saja Sehun memegangi nya.

“Hya jangan gunakan itu, kau jorok sekali!”

Sehun lantas mengeluarkan sapu tangan miliknya dan menaruhnya di atas telapak tangan Hayoung yang membuat Hayoung terus menatap Sehun dan seakan tak bisa mengalihkan pandanganya.

“Pakailah itu, dan aku pergi dulu”

Sehun kini mulai melangkah meninggalkan kelas tersebut, sedangkan Hayoung masih saja terdiam dengan pandangan mata yang terus menatap Sehun.

Setelah Sehun menghilang dari pandanganya, Hayoung kemudian mengalihkan pandanganya kearah sapu tangan yang Sehun berikan. Tanpa dia sadari kini sebuah senyuman tipis terukir dibibirnya. Namun tak beberapa lama wajah Hayoung kembali seperti semula.

***

Saat bel berbunyi, Park Songsengnim pun memasuki kelas yang dibelakanganya diikuti oleh Sehun.

Saat melihat Sehun, Semua wanita dikelasnya menatap takjub Sehun karena ketampanannya, namun tidak dengan Soo jung yang hanya terfokus pada Jongin.

“Namaku Oh Sehun, salam kenal” ujar Sehun

Murid perempuan benar-benar ricuh dan mulai berbisik-bisik mengatakan bahwa sehun tampan, keren dan sebagainya. Mengetahui para perempuan terpesona olehnya membuat Sehun sedikit berbangga hati.

“Ah ketampananku benar-benar tidak bisa di ragukan lagi” narsisnya dalam hati seraya terkekeh kecil, namun beberapa detik kemudian dia merubah ekspresi wajahnya kembali menjadi cool.

Ekor mata Sehun kini tengah mencari sosok Soo jung yang tadi pagi meninggalkannya, dan betapa terkejutnya dia ketika mengetahui bahwa saat ini Soojung tengah asik menatap kearah Jongin.

“Haishhh gadis tengil itu malah focus pada lelaki itu!” ucap Sehun dalam hatinya.

***

Hayoung berjalan yang diikuti Jongin dari belakang. Tak ada sedikitpun perkataan yang terucap dari mulut mereka berdua. Dan itu memang selalu terjadi setiap hari.

Namun, tiba-tiba saja Hayoung menghentikan langkahnya dan berbalik kearah belakang untuk menatap Jongin.

Melihat Hayoung menghentikan langkahnya, Jongin pun ikut berhenti dan ikut menatap Hayoung.

“Ahjussi ah ani Kai-ah . . “

Hayoung tak melanjutkan perkataannya yang membuat Jongin mengerutkan dahinya.

“Wae? Apa ada hal yang ingin kau tanyakan?” tanya Jongin.

“Ah Bagaimana ini? apa aku harus mengatakan padanya soal hidungku yang tiba berdarah dan tanda hitam yang tiba-tiba muncul?”

Hayoung Terdiam dan tanpa dia sadari sekarang ini Jongin sudah berada tepat dihadapannya.

Jongin memegangi kedua bahu Hayoung kemudian mengguncangkannya perlahan.

“Hya Oh Hayoung” panggil Jongin pelan.

“Eungh” sahut Hayoung yang baru tersadar dari lamunannya.

Melihat ekspresi Hayoung saat ini sontak saja membuat Jongin tersenyum. Karena gemas, akhirnya Jongin mengacak-acak rambut Hayoung.

“Aigoo ternyata kau sudah besar dan cantik. Aku baru sadar!”

Mendengar ucapan Jongin barusan, Hayoung pun langsung melepaskan diri dari Jongin, kemudian pergi meninggalkannya tanpa mengatakan apapun sedangkan Jongin hanya bisa tersenyum tipis.

“Dia benar-benar sudah dewasa!”

***

Hayoung memasuki kamarnya, kemudian duduk diatas kasur. Dia mengambil sesuatu didalam saku blazernya. Sebuah sapu tangan yang Sehun berikan padanya.

Hayoung menatap sapu tangan yang ada bercak darahnya dengan lekat, pikirannya pun kini terfokus pada saat Sehun yang akan menghalangi dia mengelap darah dihidungnya.

Sekali lagi jantung Hayoung berdetak kencang lagi, dan kali ini dadanya terasa sakit.

Hayoung memegangi dadanya yang sesak itu, kemudian setetes darah kembali mengalir dari hidungnya.

***

“Hei Jung Soo jung apa kau menyukai lelaki bernama Kim jongin itu?” tanya Sehun yang saat ini sedang berada di rumah Soo jung dan tengah asik nonton TV.

Soojung yang sedang mengecat kuku nya, lantas menatap Sehun.

“Wae? Apa kau cemburu?” terka Soo jung.

Sehun langsung tertawa begitu mendengar ucapan Soo jung barusan, dan beberapa detik kemudian Sehun mulai menatap Soo jung.

“Aniya, aku tidak cemburu. Hanya saja aku tak menyangka tipemu seperti itu!”

“Seperti apa?”

“Ya, kau bisa lihat sendiri, dia. . “

Soojung langsung berdiri sambil berkaca pinggang.

“Hya Oh Sehun asal kau tahu saja, dia itu adalah pahlawan bagiku, jadi jangan coba-coba menghinanya!” ujar Soojung yang langsung pergi setelah mengatakan hal barusan.

Saat mengatakan hal tersebut, bisa Sehun Lihat kalau mata Soo jung mengatakan sebuah kejujuran dan hal itu beanr-benar membuat Sehun tidak menyukainya.

‘Kenapa dia marah? Apa sebegitu sukanya dia pada Kim Jongin?” kesal Sehun dan langsung mematikan Televisi.

***

“Hei Kim Jongin tumben sekali kau masuk lewat pintu?” tanya Seorang lelaki yang sedang berkutat dengan laptopnya.

Jongin langsung menghampirinya dan melihat apa yang sedang dilakukan lelaki tersebut.

“Hyung kau dapat skor tinggi, aigoo. Aku harus mengalahkanmu!”

Lelaki yang dipanggil Hyung itupun langsung berdehem seakan bangga pada dirinya sendiri yang bisa mendapat nilai tinggi saat bermain playstasion.

“Sudahlah kau takkan bisa mengalahkanku Kim Jongin!” ujarnya.

“Aigoo Ahjussi yang satu ini yakin sekali!” ujar Jongin

Merasa tidak suka dipanggil ahjussi, akhirnya lelaki itu langsung memberikan death glarenya.

“Wae?” tanya Jongin polos.

“Aniya, aku memang sudah ahjussi” ujarnya kalem dan kembali berfokus pada layar televise miliknya.

Jongin menyenggol pelan lelaki itu menggunakan sikunya, namun tak mendapat reson sedikitpun darinya.

“Hya Kim Heechul apa kau marah?”

“Tidak. aku memang sudah ahjussi, tapi setidaknya aku lebih beruntung karena bisa berjalan sesuai umurku. . .”

Lelaki bernama Kim Heechul itu kini mulai menutup mulutnya karena dia tahu apa yang dia katakan adalah sesuatu yang salah.

“Maaf kalau aku menyinggungmu!”

Jongin langsung terdiam, namun tak lama kemudian dia tersenyum.

“Hyung aku pastikan aku akan mengalahkanmu nanti!” ucap Jongin kemudian diapun pergi menuju kamarnya.

Kini terlihat kekecewaan di wajah Heechul karena perkataannya barusan.

‘Aishh Kim Heechul kau benar-benar bodoh, tapi bukankah dia yang memancingku duluan”

Heechul lantas mengangkat kedua bahunya dan setelah itu melanjutkan focus pada layar televisi kembali.

TBC

 

Hai-Hai aku datang kembali dengan FF baru meskipun banyak ff yang belum lanjut^^

dan sejujurnya aku gak terlalu PD publish FF ini (tiap kali Publish ff juga selalu gak PD). ini sih FF fantasy, selalu pengen bikin ff fantasy tapi takut fantasy nya saya jelek jadi FF nya gak nyambung dan gak tahu deh yang ini gimana TT.TT *Poorme

pokoknya makasih deh buat yang mau baca FF ini.*Bow*

dan maaf juga kalau FF nya gak sempurna dan terlalu banyak typo, harap maklum kesempurnaan Cuma milik Tuhan.^^

 

 

41 thoughts on “Moon light [ Chapter 1]

  1. Kai itu siapanya hayoung? Sehun siapanya soojung? Hayoung kenapa mimisan mulu? Trus si kris sama naeun siapanya mereka? *kebanyakan nanya (‾▽‾”) tpi tetep bagus kok thor, ditunggu next chapnya ya fighting

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s