Song of You: Nightmare

Chen1

Title: Song of You: Nightmare | Author : Audeera | Cast : Kim Jong Dae & Ryu Hye Jin | Genre: Romance | Length: Oneshot| Rated: General | Author’s Note : This fiction belongs to Audeera except the cast. Happy reading and comments are so welcomed!

~~~

-Every story has its own backsound-

Backsound: f(x) – Rum Pum Pum Pum

 

“Lama tidak bertemu, Kim Jong Dae.”

Suara itu. Bagaimana bisa suara yang terdengar seperti hendak membunuh itu berasal dari gadis secantik ini? Oh tentu saja. Ryu Hye Jin adalah benar-benar jelmaan gumiho, bukan mungkin ia memang adalah seorang gumiho. Memiliki wajah cantik namun diam-diam hendak mengambil hati setiap pria yang memikatnya. Bahkan setelah 5 tahun berlalu, ia tetaplah seorang Ryu Hye Jin.

“Hm. Lama tidak bertemu, Hye Jin-ah.” balasku dengan canggung lalu dengan cepat menyeruput iced cappuchino-ku. Hye Jin melipat kedua tangannya di depan dada dan hanya menatapku dengan senyum lebar yang semakin aku tidak mengerti. Senyumnya benar-benar terlihat seperti senyum badut di film horror.

Aku menatap jam yang berada di pergelangan tanganku. Ayolah, tidak bisakah waktu di percepat untuk sekali ini saja? Rasanya aku bisa mati perlahan jika harus menghadapi tatapan mengintimidasi dari gadis itu.

“Sepertinya kau sedang menunggu seseorang,” ucap Hye Jin yang membuatku mengalihkan pandanganku padanya.

“Ah tidak. Aku hanya mampir saja. Iya, hanya itu.” aku benar-benar bisa mati jika mengatakan bahwa aku sedang menunggu gadis yang beberapa tahun lalu merupakan musuh terbesarnya.

“Ah, aku kira kau sedang menunggu gadis sialan itu. Tadi aku melihatnya di depan cafe dan ia langsung pergi begitu saja ketika melihatku.” Hye Jin menyeruput iced tea-nya dengan santai setelah mengucapkan kalimat tersebut.

Tamatlah kau, Kim Jong Dae.

“Oh ya? Wah dunia sempit sekali, bukan?” ucapku sambil tertawa dipaksakan. Aku kembali menyeruput iced cappuchino yang tanpa sadar tinggal tersisa setengahnya lagi.

“Tiba-tiba aku teringat sesuatu,” Hye Jin kembali membuka suara. “tentang kejadian 5 tahun yang lalu. Kau, aku dan gadis sialan itu.”

“Kau masih mengingatnya?”

“Tentu saja. Bagaimana mungkin aku dapat melupakan kejadian ketika seorang Kim Jong Dae mendorongku ke dalam kolam renang hanya karena aku berbicara dengan gadis sialan itu? Bahkan saat itu aku sedang demam tinggi.”

Jika kau hanya berbicara maka aku akan diam saja, tapi kau bahkan hendak menjambak rambutnya. Bagaimana mungkin aku tidak panik?

“Terima kasih padamu karena berkatmu aku tidak perlu masuk sekolah selama satu minggu. Meskipun aku harus terus mendengar omelan ibukku.”

Aku hanya dapat tersenyum canggung. Toh, jika aku membalas ucapannya hanya akan menimbulkan perdebatan. Dan berdebat dengan Ryu Hye Jin bukanlah hal yang menyenangkan.

“Tapi aku penasaran, mengapa kau mendorongku?”

“Ah itu…”

Hye Jin terus menatapku, menunggu-ku menjawab pertanyaannya sementara aku menggaruk leherku yang sebenarnya tidak gatal sama sekali. Aku menghela nafas singkat dan menatapnya. “Karena aku takut kau hendak menyakitinya. Karena setiap kali aku melihat tatapanmu padanya, kau seperti ingin membunuhnya dan mengulitinya hidup-hidup. Lagipula kau memang membencinya, bukan?”

“Ah jadi begitu. Melihat dari sikapmu sekarang, apa dia tidak pernah mengatakan padamu bahwa pada malam itu aku hanya mengatakan kalau aku menyukaimu? Dan saat itu ada semut dirambutnya jadi aku hendak mengambilkannya untuknya. Tapi kau malah mendorongku,” gadis itu mendengus sebal lalu tersenyum masam.

Aku termenung untuk sesaat setelah ia menyelesaikan kalimatnya. Jadi…saat itu Hye Jin bukan sedang mengancam ataupun menjambak rambut gadis itu? Tunggu dulu tadi ia mengatakan kalau ia…

“Kau menyukaiku?”

Hye Jin menganggukan kepalanya. “Tentu saja. Alasan terbesarku selalu menggangumu semenjak bangku TK adalah karena aku ingin mendapatkan perhatian darimu. Kau tidak pernah sekalipun menggubris anak perempuan disekitarmu. Kau hanya bermain dengan teman lelakimu. Maka dari itu aku menganggumu. Tapi sepertinya, caraku itu terlalu ekstrem ya?”

Kau bahkan membuatku seperti berada di ambang kematian, Ryu Hye Jin.

“Seharusnya kau memakai cara yang lebih lembut, jadi aku tidak perlu takut padamu dan menghindarimu selama ini,”

“Maaf. Aku fikir jika aku mendekatimu seperti gadis-gadis yang lain, kau akan mengira aku hanyalah bagian dari sekelompok gadis itu.” ucap Hye Jin yang untuk pertama kalinya membuatku melihat sesosok wanita dalam diri Hye Jin.

“Mengapa kau menyukaiku?” tanyaku penasaran.

“Sederhana saja. Berkat suaramu. Aku bisa memainkan beberapa instrumental, tapi tidak dengan bernyanyi. Seberapa keras aku berusaha, suaraku lebih cocok untuk bernyanyi di kamar mandi. Maka dari itu ketika mendengarmu bernyanyi, aku tiba-tiba merasa tersentuh. Terbayang jika aku yang akan memainkan instrument-nya dan kau yang akan menyanyi. “

“Jadi itu alasannya kau mengancamku untuk menjadi vokalismu sewaktu kita SD dulu?”

“Bisa dibilang begitu. Dan setelah itu aku jadi benar-benar menyukaimu, bahkan aku memaksa ibuku untuk memaksakan ibumu agar kita berada di sekolah yang sama,” ucapnya yang terdengar seperti tengah membanggakan usahanya dulu. Aku tidak pernah menyangka bahwa alasan dibalik aku selalu berada di sekolah bahkan kelas yang sama dengannya bukanlah karena kutukan yang selama ini aku fikir.

Sembari mengulaskan senyumku, aku berkata padanya. “Maaf,”

“Yak Kim Jong Dae, apakah aku terlihat menyedihkan bagimu? Ah kau ini benar-benar.” Aku tersenyum tipis ketika melihat gadis itu kembali seperti semula. Mengapa aku baru sadar ketika gadis ini marah ia terlihat sangat menggemaskan? Bagaimana bisa aku dibutai oleh segala sikap menyebalkannya selama ini? Kim Jong Dae, kau benar-benar bodoh.

“Hye Jin-ah apakah kau mungkin masih—

“Oh, oppa!”

Aku membalikkan tubuhku menatap seorang pria yang sedang berjalan menuju tempat kami duduk saat ini. “Apakah sudah lama menunggu?” tanya Hye Jin pada pria yang terlihat beberapa tahun lebih tua daripada kami. Pria itu hanya menggeleng sebagai balasannya sambil tersenyum pada Hye Jin.

Hye Jin berdiri dari duduknya kemudian mengamit lengan pria itu. “Jong Dae-ya aku benar-benar ingin mengenalkannya padamu tapi aku sedang terburu-buru. Jika kita bertemu lagi, aku pasti akan mengenalkannya. Oke? Aku pergi dulu, anyeong chingu-ya!” pamitnya kemudian berjalan cepat sambil melambaikan tangannya padaku.

Aku pun secara otomatis ikut melambaikan tangan dengan lemas. Tanpa gadis itu perkenalkan pun, aku sudah tau siapa pria itu. Ingatan seorang Kim Jong Dae tidaklah buruk sama sekali. Hanya ada satu pria yang mengancamku tepat sehabis aku mendorong Hye Jin ke dalam kolam renang. Yang menyuruhku untuk tidak pernah sekalipun bertemu dengan Hye Jin.

Dan itu adalah dia, pria yang datang menjemput Hye Jin tadi.

Aku mengacak rambutku kesal. Menatap kursi kosong yang ditinggalkan Hye Jin, aku mengumpat dalam hati, “Kau benar-benar mati jika ingin memperjuangkannya sekarang, Kim Jong Dae!”

~~~

Uhm yep jadi inilah oneshot pertama untuk Kim Jong Dae! Ini sebetulnya terinspirasi dari salah satu adegan Reply 1997 (anyway i’m a big fan of that drama :p) dan yang pertama kali terlintas dibenakku ya Jong Dae waktu denger lagu Rum Pum Pum.  Dan sama seperti sebelumnya terima kasih buat yang udah mau baca :p give me ur thoughts about this story. Hehe love you too the moon and the back everyone! (and also Kim Jong Dae :p)

21 thoughts on “Song of You: Nightmare

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s