(Part 2) You Don’t Know everything

Gambar

Tittle                      : (Part 2) You Don’t Know everything

Author                  : Hwang Eun Hee (@AnggiNindyas)

Main Cast            : Byun Baekhyun, Shim Chaesa, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Oh Sehun, Kim Suho, Xi Luhan

Support cast       : You can find by your self

Gendre                : Romance, drama, school life, comedy

Rating                   : Teen

Length                  : Sequel

 

                “Mwo?! Shim, Shim Chaesa?”

Baekhyun melirik lawan bicaranya. Baekhyun terkekeh kecil. Kim Suho membulatkan kedua matanya lebar lebar. Apa aneh jika Baekhyun berpacaran dengan Shim Chaesa? ya ini memang bisa dibilang terlalu cepat, Hanya dua pertemuan tapi Baekhyun sudah berani memaksa untuk jadi pacarnya.

“Wae? Apa aneh?”

Suho mengangguk cepat. Dia melangkah mendekati Baekhyun lalu duduk dihadapannya. Kedua matanya seolah menuntut agar menceritakan semuanya.

“Kenapa kau mau berpacaran dengan nya? Katakan kenapa bisa? Apa yang kau suka? Kapan kalian bertemu? Apa dia juga mencintaimu?”

“Wooo wooo wooo Kim Suho, kau seperti mewawancaraiku saja” Suho mendelik sebal.

“katakan saja, kenapa kau bisa berpacaran dengan Chaesa?”

Baekhyun terlihat berpikir sejenak. Ia menegakkan posisi duduknya. Kedua matanya menatap Suho dengan tatapan serius.

“Aku punya tiga alasan”

***

Chaesa melangkah kan kedua kakinya kearah taman belakang. Pikiran nya benar benar kacau. Bagaimana bisa Baekhyun tau? Lalu kenapa juga Chaesa mau menerima hal itu? Chaesa mendesah pelan. Ia punya sebuah jawaban khusus.

Chaesa mendongakkan kepalanya frustasi. Baekhyun sialan. Bagaimana bisa dia sampai terikat? Lagi lagi Chaesa merutuki dirinya.

“Chanyeol ah!!”

“Omo omo! Itu Chanyeol!”

“Chanyeol ah! Saranghae!!!”

Chaesa membuka kedua matanya. Ia bedecak kesal. Ia hanya butuh waktu sendiri dengan tempat yang sunyi. Kenapa wanita itu sangat mengganggunya?

Sekelompok fans Chanyeol tengah mengerubuninya. Ia menangkap sosok yang tengah terjebak disana, Park Chanyeol. Chaesa tahu Chanyeol tengah melihat kearahnya dan mencoba menemuinya. Namun para wanita itu terus menahan langkahnya.

“Ck!” Chaesa menghentakkan kakinya. Bahkan untuk mendapatkan tempat yang tenang dia tidak bisa. Baekhyun!

Chaesa tidak akan pernah berteriak atau histeris ketika didekat Baekhyun.

***

“Mwo? Hanya itu? Bisa saja dia sedang berpura pura. Bisa saja dia tengah menjerit jerit dalam hatinya”

Tanya suho dengan tatapan tidak percaya. Baekhyun terkekeh kecil. Teman nya ini benar benar sangat khawatir padanya nya.

“Tidak, dia tidak menyukaiku” bela Baekhyun. Suho mendelik sebal.

“Siapa tahu dia tengah berpura pura lalu saat kau lengah dia mengambil kesempatan!”

“Ayolah jadi jangan korban drama!”

Suho menarik nafas dalam dalam. Mencoba sabar pada sahabatnya yang sulit di atur ini.

“Lalu yang kedua?”

***

“Apa? Kau gila? Bahkan aku tidak mengenalmu” ucap Chaesa masih dengan sikap dinginnya. Baekhyun tersenyum miring. Ia berjalan mendekati Chaesa. hanya tinggal satu langkah lagi, maka tubuh mereka benar benar menempel.

Beruntung ini masih sangat pagi. Dan sangat beruntung hanya ada Baekhyun dan Chaesa di tempat ini.

“Aku tau kau mengenalku. Aku tidak menerima penolakan, atau seluruh sekolah akan tau rahasiamu”

Chaesa membulatkan kedua matanya kaget. Bagaimana bisa Baekhyun berkata seperti itu? Sial dia terpojok saat ini. Chaesa memalingkan wajahnya.

Dia bukan wanita bodoh, bahkan dia berada diperingkat kedua setelah Kim Suho-si orang kaya yang memanfaatkan kekuasaan ayahnya-. Jadi Chaesa tahu, ini hanya gertakan, lihat Baekhyun pasti tidak akan berani membocorkan rahasianya. Tidak mungkin.

“Kau pikir aku mudah digertak?”

“Kau pikir ini gertakan?”

Shit! Lihat senyum mengejeknya. Dia berniat menjatuhkan Chaesa. tapi kenapa? Yang punya kesalahan itu Baekhyun, bukan Chaesa. yang memiliki dosa itu Baekhyun bukan Chaesa.

Sosok wanita dengan rambut sebahu berjalan cukup jauh dibelakang Chaesa. Baekhyun tersenyum miring. Seo Ahra. Sial, kenapa harus gadis penggosip ini?

“Ahra ya!” Baekhyun menggerakkan tangannya. Seolah memberikan kode pada Ahra untuk segera mendekati Baekhyun dan Chaesa.

Kedua mata Chaesa membulat kaget. Jangan bilang Baekhyun akan mengatakan rahasia nya pada wanita itu. Jangan bilang jika si wanita penggosip itu akan menyebarkannya keseluruh sekolah. Otak Chaesa mencoba berfikir keras. Sialan! Dia benar benar terpojok!

“Kau tahu hal yang paling rahasia?” Tanya Baekhyun dengan nada menggoda. Dia melirik kearah Chaesa, seolah memberikan detik detik terakhir untuk Chaesa. kedua manik mata Ahra membulat seketika. Seolah olah dia benar benar ingin tau apa yang ada di balik kata ‘rahasia’ itu.

“Kau tau, Chaesa ini…” Baekhyun menggantungkan kalimatnya. Kedua matanya seolah berkata –satu-kesempatan-terakhir-. Chaesa menarik nafasnya, tapi masih terlihat dingin.

“Dia ini..”

“Chagia” Ahra dan Baekhyun menatap Chaesa seketika. Kedua mata mereka kaget. Dia bilang apa barusan? Chagia? Benarkah? Chagia?

“A-apa ini?” Ahra menuntut penjelasan. Senyum tipis terlukis dibibir Baekhyun. Dia melangkah pelan mendekati Chaesa lalu berdiri disampingnya. Dalam hati Chaesa merutuki bibirnya yang tiba tiba berkata seperti itu.

“Kami berpacaran”

***

Suho mengedipkan kedua matanya beberapa kali. Kaget, tidak percaya, dan apapun itu. Sosok dihadapannya hanya tersenyum kecil sambil mencoba memainkan rubik. Oh ayolah, dia tidak akan pernah bisa mengalahkan permainan Luhan.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” Baekhyun mengangkat kedua alisnya.

“Tidak lanjutkan, yang terakhir apa yang membuatmu menjadikan dia pacarmu?”

“Dia cantik” jawab Baekhyun enteng. Oh ayolah, Baekhyun bukan orang munafik yang mengatakan Chaesa jelek.

Dia cantik, tinggi, meski tetap tidak dapat mengalahkan tinggi Baekhyun. Dan jangan lupa, sikap dingin nya itu membuat Baekhyun tertarik.

Merasa risih diperhatikan oleh Suho, Baekhyun mendelik kesal. Dia seperti baru saja di jatuhkan oleh Suho. Tatapan nya seolah menyindir, bagaimana bisa Baekhyun mendapatkan gadis seperti Chaesa?

“Wae?”

“Sudah ku bilang aku hanya kaget”

“Kaget? Kenapa?”

Suho membenarkan posisi duduknya. Dia menjilat bibirnya  bersiap untuk bercerita pada Baekhyun.

“Shim Chaesa, aku tau sedikit tentang dia. Gadis dingin yang hanya mau berbicara pada Xiumin” Baekhyun mengerutkan kening. Bohong jika dia mengatakan jika cerita Suho barusan tidak menarik. Baekhyun mencari posisi yang enak. Dia menatap kedua mata Suho lekat lekat.

“Dia bahkan sangat pintar. Tapi tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana latar belakang keduanya orang tuanya. Hanya seorang guru yang tau, Im songsaenim. Itulah kenapa aku kaget, kau bahkan bisa berbicara dengan nya”

Baekhyun mengangguk anggukan kepalanya kecil. Otaknya dipaksa berfikir. Sungguh, dia benar benar ingin tau alasan kenapa seorang Shim Chaesa menutupi identitas aslinya. Apa alasan sebenarnya?

“Ah aku punya satu alasan lagi”

“Apa itu?”

“Ayahku pasti tidak akan melarang hubungan ku dengan Chaesa”

***

Luhan menekan bel beberapa kali. Aneh, jarang sekali ia menunggu lama dirumah ini. Biasanya Hyeo ajhuma akan segera berlari kearah pintu jika mendengar suara bel berbunyi.

Luhan berdecak kesal. Ia melirik arloji yang ada ditangan kirinya. Pintu terbuka. Seorang wanita dengan perawakan tubuh yang langsing. Luhan mendongak lalu tersenyum kecil. Namun sosok dihadapannya hanya menatap datar Luhan.

“Kau mencari si anggora itu?” Tanya nya masih tanpa ekspresi. Luhan membelalakkan kedua matanya. Si anggora? Luhan mengerutkan kening. Ah ia tahu, itu pasti Kyungsoo. Baiklah, sekarang dia membuat nama panggilan baru untuk Kyungsoo. Si anggora, lucu sekali.

“Dia sedang belajar dikamar” Wanita itu-Kyumi- memberikan jalan lebih besar kepada Luhan.

“Ah terima kasih banyak”

“eoh”

Luhan melangkahkan kakinya. Dia tidak akan pernah segan datang kerumah Kyungsoo, baginya, rumah Kyungsoo adalah rumah ketiga setelah rumahnya sendiri dan rumah Sehun. Dia bahkan lebih senang ketika dikelilingi oleh keluarga Kyungsoo. Mereka begitu hangat dan perhatian, tidak seperti keluarganya yang selalu memaksakan kehendak.

Atau Luhan suka ketika berada disekitar kakek dan nenek Sehun. Kasih sayang yang mereka berikan sangat besar. Bahkan kadang Luhan merasa jika mereka adalah orang tua, kakek dan neneknya sendiri.

Hanya satu yang sangat Luhan sayangi. Xi Rulu, adik semata wayangnya itu.

“Kyungsoo ya” Kyungsoo mendongakkan kepalanya. Ia melambaikan tangannya pada Luhan. Luhan tersenyum. Ia berjalan mendekati tempat tidur Kyungsoo lalu menjatuhkan tubuhnya.

“Ada apa?” Tanya Kyungsoo to the point “Masalah dirumahmu? Orang tua mu kembali menekanmu?”

Luhan menghela nafas sebentar. “Jangan bahas tentang keluargaku sekarang, arra?”

Kyungsoo mengangguk kecil. Ia kembali menekuni buku dihadapannya lalu membaca dengan teliti setiap pertanyaan disana. Rumah Kyungsoo adalah pelarian. Biarpun rumah ini tidak semegah rumah Luhan, namun kehangatan keluarga sangat hangat disini. Kyungsoo memahami betapa sulitnya hidup Luhan. Dia tertekan, sama seperti Suho.

Namun bedanya, Suho tertekan karena usianya yang terlalu muda. Tapi Luhan, dia benar benar tidak menginginkannya.

“Kyungsoo ya, aku lelah” Luhan memejamkan kedua matanya. Dia melipat kedua tangannya lalu disimpan dibelakang kepala, digunakan sebagai pengganti bantal.

“Istirahatlah, aku tau kau lelah”

***

Chanyeol berjalan mengitari supermarket. Kedua matanya mencari sebuah benda. Ramyeon. Ah, di musim dingin seperti ini memakan ramyeon hangat sepertinya sangat enak. Sebenarnya ia kesal karena harus datang sendiri kesini. Ia merutuki semua teman temannya yang tidak bisa dihubungi. Ck!

Kedua mata besar Chanyeol meneliti setiap bungkus ramyeon di depannya. Ia harus memberikan empat jempol dengan tambahan dua jempol kaki untuk pemilik supermarket ini, semua ramyeon dengan berbagai produk dan rasa lengkap disini. Sepertinya pemilik ramyeon disini sangat menggilai Ramyeon.

Chanyeol meraih sebuah cup besar ramyeon dengan rasa yang ekstra pedas. Ia benar benar menantang perutnya sekarang. Langkah Chanyeol terhenti. Sosok wanita yang selalu menghantuinya. Siapalagi kalau bukan Shim Chaesa.

Chanyeol melangkah besar besar mendekati Chaesa. sebuah senyum terpancar jelas di bibir Chanyeol. Ia siap menyapa teman baru nya itu.

“Anyyeong, sedang apa kau disini?” Chanyeol menepuk pundak sebelah kanan Chaesa. Chaesa menengok kearah Chanyeol dengan wajah, datar, dingin, dan tidak bersemangat.

Chaesa tidak bergeming. Dia tetap fokus pada beberapa minuman kaleng dan cemilan yang ada dihadapan matanya. Chanyeol mengerucutkan bibirnya kesal. Merasa tidak diperhatikan Chanyeol lagi lagi menepuk bahu Chaesa.

“Kau masih marah padaku? Sungguh aku tidak sengaja maaf kan aku ne?”

Chaesa masih tidak menggubris Chanyeol. Ia melangkah kan kedua kakinya menuju kasir lalu membayar semua belajaan nya. Chanyeol diam ditempat.

“Tembok yang kokoh”

***

Keesokan harinya…

Xiumin melangkah pelan menghampiri Chaesa. Dihadapan Chaesa terdapat banyak sekali buku buku tebal dan sebuah laptop.

Xiumin tersenyum simpul. Dia duduk disamping Chaesa. “Anyyeong” ucap Chaesa singkat tanpa mengalihkan perhatiannya dari buku tebal yang tengah ia baca. Xiumin menghela nafas pelan. Kejadian tempo hari, sesuatu yang membuat Chaesa marah membuatnya takut untuk hanya menatap wajahnya.

“Chaesa ya, kau marah padaku?” Tanya Xiumin hati hati. Chaesa menatap Xiumin dengan kening berkerut. Seolah bertanya dengan menggunakna telepati.

“Tempo hari, aku membuat mu kesal” sesal Xiumin sambil menundukkan kepalanya.

Chaesa mengangguk kecil sambil memikirkan apa yang baru saja Xiumin katakan. Sungguh ia bahkan tidak ingat kejadian tempo hari melainkan kejadian dimana si bodoh Chanyeol menabraknya dan membuat lutut nya masih dibalut dengan kapas. Ck memalukan.

Kedua nya terdiam. Chaesa begitu larut dengan buku yang tengah ia baca. Sedangkan Xiumin sangat bingung memikirkan kata yang tepat untuk berbicara dengan Chaesa. Dia memang sudah berteman lama dengan Chaesa. Chaesa tidak pernah mengatakan apapun, baik itu masalah cinta atau keluarganya.

“Chaesa ya” ucap Xiumin gugup. Chaesa kembali memalingkan wajahnya menatap Xiumin. Kedua mata Chaesa melembut, seolah bertanya.

“Kau mau menceritkan padaku apa yang terjadi?” Tanya Xiumin hati hati. Chaesa menyipitkan matanya. Tidak mengerti dengan pertanyaan Xiumin. Sebenarnya apa yang dia katakan? Atau jangan jangan Baekhyun sudah menyebarkan rahasianya? Omo!

“A-apa yang perlu aku ceritakan padamu?” Tanya Chaesa dengan suara yang cukup gemetar. Baekhyun sialan! Lihat saja apa yang akan dia lakukan padanya.

***

Chaesa melangkah kan kedua kakinya menuju halaman belakang sekolah. Menurutnya tempat itu yang paling tenang. Apalagi setelah tragedy bunuh diri Yeo Shin Ah yang menggantungkan dirinya dipohon. Tempat itu sangat sepi dan tidak berpenghuni. Hampir seluruh orang percaya jika tempat itu berhantu. Tapi tidak dengan Chaesa, menurutnya hantu itu ilusi.

Perpustakaan bukan lagi tempat yang nyaman dan Tenang. Banyak sekali yang menggosipi dirinya dengan Baekhyun. Ternyata berita itu sangat cepat. Bahkan sampai kabar kabar yang negative pun Chaesa dengan.

“Seluruh sekolah sedang panas panasnya membicarakan dirimu. Dia mengataimu wanita penggoda karena bisa menjadi yeojachingu Baekhyun. Aku tidak terima mereka mengataimu seperti itu. Kau tau, kau bukan orang seperti itu…..kan?”

Chaesa berjalan sambil memegang sebuah buku tebal ditangannya. Seluruh mata menatap tajam kearah Chaesa ketika dia berjalan. Ia tidak peduli. Biarkan itu, asal tidak merugikan Chaesa bukan? Biarkan mereka mengatakan apapun, mencaci maki Chaesa, asal itu tidak membuat Chaesa rugi kan?

“Lihat itu siwanita penjilat!”

“Aku pensaran, apa yang telah dia perbuat hingga bisa jadi yeoja chingu Baekhyun”

“Gadis murahan”

“Aku yakin wanita jalang itu mengancam nya”

Oh ayolah, Chaesa tidak pernah memaksa ataupun mengancam kepada siapapun. Yang mengancam itu Baekhyun. Bodoh!

“Tidak mungkin. Ini pasti kesalahan”

“Untunglah bukan Sehun yang menjadi yeojachingunya”

Seorang wanita dengan mengikat rambutnya menjadi dua menghadang jalan Chaesa. Ia melihat Chaesa dari ujung kaki hingga ujung rambut. Sebuah senyum meremehkan terlihat jelas disana.

Wanita itu mendorong Chaesa kuat hingga membuat Chaesa terjatuh. Sialan, wanita itu benar benar perlu mendapatkan pelajaran dari Chaesa.

“Menjauh dari Baekhyun, atau akan kujadikan sekolah ini neraka bagimu”

Wanita itu menginjak perut Chaesa kuat. Terlihat dari raut wajahnya, dia benar benar benci, marah, dan iri. Chaesa menarik ujung bibir kanan.

Ia bangit lalu menepuk nepukkan bagian yang kotor bekas injakan sepatu milik wanita didepannya. Koridor sekolah tiba tiba mendadak berubah suasana menjadi tegang. Wanita itu terus menatap Chaesa dengan tatapan seolah ingin membunuh.

“Bahkan aku tidak perlu melakukan apapun Baekhyun sudah mendekatiku. Tapi kau? Kau perlu menggunakan cara yang menjijikkan terlebih dahulu”

Skat mat!! Seluruh siswa kaget mendengar ucapan sarkatis yang dilontarkan Chaesa. apalagi dengan wanita didepannya. Dengan emosi yang memuncak wanita didepannya menampar Chaesa kuat kuat. Keadaan semakin tegang.

Chaesa menyinggungkan senyum meremehkan. “Tanpa kau lakukan apapun, sekolah ini sudah neraka bagiku”

Chaesa beranjak pergi meninggalkan orang orang yang sedang memandangnya rendah. Meninggalkan wanita yang telah menamparnya diam terpaku menahan setiap emosi yang terus bertambah setiap detiknya.

***

‘BRRUUUKKK!!!’

Pintu terbanting dengan keras, Baekhyun, Suho dan Kyungsoo yang ada didalam sana terlonjak kaget. Suho yang tengah tiduran di sofa langsung terjatuh begitu saja.

“Ya! Apa kau mau mengganti jika pintu itu rusak eoh?!” bentak Suho berapi api. Dia mengusap pantatnya yang malang.

Krystal memutar bola matanya kesal. Bahkan markas mereka dibuat dengan pintu yang cantik, biarpun Chaesa menendang nya berpuluh puluh kali pun pintu ini akan baik baik saja.

“Ya! Baekhyun ah! Kau berulah lagi?! Kau tau? Kau jadi perbincangan untuk seluruh siswa!”

Baekhyun menatap melongo menatap Krystal. Jadi karena itu dia sampai membanting kasar pintu markas mereka?

Kyungsoo terdiam dia memasang ekspresi bingung tidak lupa dengan wajah O_O khas nya.

“krystal ku sayang, bicaralah dengan baik baik” Baekhyun tersenyum. Ia menepuk nepuk tempat kosong disamping nya. Krystal menyentakkan kakinya lalu berjalan kesal mendekati Baekhyun. Wajahnya benar benar ditekuk.

Kedua matanya seolah menuntut penjelasan pada Baekhyun. Baekhyun tahu, dia pasti ingin tau tentang hubungan nya dengan Chaesa. bahkan berita itu sudah membuat telinga Baekhyun panas karena terus mendengar hal hal yang tidak masuk diakal.

Bibir Baekhyun kesal, Kyungsoo, Luhan, Sehun terus menuntut penjelasan kepada Baekhyun. Sekarang Krystal, Chanyeol belum menuntut apapun, baiklah mungkin setelah ini Baekhyun akan memijatkan bibir nya.

“Katakan, apa yang terjadi?” Krystal menjatuhkan dirinya disofa sebelah Suho, tepat berhadapan dengan duduk Baekhyun.

“Aku tau kau masih belum bisa melupakan Hyemi. Hal apa yang ada dibalik kata pacaran itu?” Krystal menatap tajam. Ia menekan kata kata pacaran pada Baekhyun, dan melipat kedua tangannya didepan dada.

“Untuk apa aku terus menyimpan wanita busuk itu dalam hatiku?”

“Bohong, kemarin aku dengar dari Sehun kau mengintip Hyemi dan Kris! Jangan berbohong Byun Baekhyun?”

Baekhyun menegakkan posisi duduknya. Malu, kaget, dan entah apapun itu yang jelas sekarang harga dirinya sudah jatuh. Oh Sehun! Lihat kau nanti.

“Jadi katakan!” tuntuk Krystal. Baekhyun memutar bola matanya kesal. “Aku mencintainya”

Krystal memutar bola matanya kesal. “Lalu apa dia mencintaimu?”

“Tentu saja, siapa yang tidak mencintaiku?” ucap Baekhyun dengan bangga diri.

“Aku” ucap Krystal dengan wajah dingin.

“Hyemi?” Suho mengerutkan kening.

“Do Kyumi” ucap Kyungsoo. Baekhyun menghempaskan punggungnya kesofa.

“Baiklah aku kalah”

***

Chanyeol dan Sehun berjalan mengitari setiap rak diperpustakaan. Kedua mata mereka meneliti setiap buku yang berjejer rapi disana.

“Chanyeol ah buku apa yang kau cari?” Tanya Sehun seketika. Chanyeol terdiam sejenak “Sejarah Korea”

“Lalu kau?” lanjut Chanyeol. Sehun menggendikkan bahu.

“Entahlah, aku hanya ingin ketenangan”

Kedua nya kembali terdiam. Buku buku sejarah di simpan dirak paling belakang. Jarang sekali ada yang menjamah rak ujung ini. Selain dikatakan menyimpan banyak hal hal berbau mistis bagian belakang ini juga dipenuhi dengan debu debu tebal dan sarang laba laba.

Chanyeol mendengus sebal. Ia merutuki pengawas perpustakaan dan orang orang pembersih sekolah. Bagaimana bisa mereka melupakan tempat ini?

Sehun mencolek rak kayu yang sudah dipenuhi oelh debu. Ia mengedipkan matanya beberapa kali. Cukup tebal, batinnya.

Tiba tiba sosok yang menarik perhatiannya baru saja melintas dihadapannya. Shim Chaesa, siapa lagi? Tidak biasa, ia mengikat rambutnya kebelakang ikat kuda. Wajahnya jadi semakin terlihat. Cantik. Untuk beberapa saat Chanyeol terpaku, wanita itu benar benar menarik.

“Sehun ah aku kesana sebentar” Sehun mendongakkan kepalanya lalu mengangguk kecil. Chanyeol berjalan mendekati Chaesa, tidak lupa dengan senyum lebar khas miliknya.

Tiba tiba mata sehun menangkap sesuatu sebuah buku kecil berwarna pink. Pink? Aneh sekali, hamper semua buku disini berwarna gelap, tapi ini pink? Mungkin ini adalah cerita cinta raja joseon, mungkin.

Sehun meraih buku itu, kedua matanya membulat sempura. Judul nya benar benar tidak bisa masuk kedalam kategori rak ‘Sejarah’

‘Cara mudah mendapatkan orang yang dicintai’

Chanyeol duduk dihadapan Chaesa, ia menopang wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Sosok yang tengah diperhatikan sepertinya tidak menyadari hal itu. Chanyeol tersenyum kecil. Melihatnya dari jarak dekat benar benar mampu membuatnya bahagia. Kenapa? Entah mungkin ini hanyalah perasaan Chanyeol saja.

Chaesa mendongakkan kepalanya, kaget karena sudah ada sosok pria yang cukup sering mengganggunya. Chaesa memutar matanya kesal. Kedua matanya menatap tajam, dan seolah berkata –Wae?-

Chanyeol terkekeh kecil. Ia menghela nafas pelan. Mengerti maksud Chaesa.

“Apa kau masih marah? Sudah ku bilang aku tidak sengaja”

Chaesa memutar matanya kesal. “Sudah ku bilang, itu bukan masalah, lihat, bahkan sudah tidak ada bekas lukanya. Tidak usah bersikap seolah kau mengenalku. Jangan dekati aku karena aku sudah memaafkan mu”

Chanyeol melirik kea rah lutut Chaesa lalu tersenyum kecil. Baiklah dia sangat lega sekarang. Chaesa mendorong kursingnya kebelakang. Ia berdiri lalu membawa beberapa buku tebal ditangannya.

“Gumaweo, mau ku bantu?”

Chanyeol tidak mengindahkannya, dia tetap jalan. Chanyeol terkekeh kecil. Ini menarik. Kedua ujung bibirnya. Baiklah, wanita dihadapannya benar benar mampu membuatnya tersenyum senang.

***

Hong songsaenim masuk kedalam kelas. Sebenarnya dia salah satu guru yang asik, malah dia satu satunya guru yang mampu membawa suasana santai ke pada murid muridnya.

“Baiklah, buka halaman 135, pelajari dan setelah itu kerjakan soal dihalaman setelah materi itu selesai.” Ucap Hong songsaenim dengan senyum merekah dibibirnya.

“Ne” jawab seluruh kelas malas. Bayangkan. Ketika mereka membuka halaman 138. Mereka semua langsung menghempaskan punggung mereka pada sandaran kursi. Ada 250 soal. Bayangakan, 250 soal?!

Sehun mengacak acak kan rambutnya frustasi. Baiklah dia memang salah satu murid yang rajin, tapi saat ini dia benar benar malas, bahkan melihat soalnya pun dia malas. Luhan yang duduk di belakangnya terlihat asik dengan tulisan didepannya. Wajahnya begitu serius, dia sedang menikmati makanan nya.

Chanyeol yang duduk dibelakang Luhan bahkan hanya menatap keluar jendela sambil mengemut ujung pensilnya. Syukurlah, jendela dari samping kirinya menunjukan langsung pada halaman belakang sekolah. Tempat favoritnya.

Kedua mata Chanyeol melebar. Sosok wanita itu tengah berlari kearah sebuah kursi dibawah pohon maple. Wajahnya terlihat sangat kelelahan. Dia mendongakkan kepalanya, peluh mengalir deras dari sana, terutama dia mengikat rambutnya dengan ikat kuda. Memperlihatkan leher nya, ugh! Itu sexy!

Chanyeol mengangkat satu tangannya keatas.

“Songsaenim, boleh aku ke kamar mandi?”

Hong songsaenim tersenyum kecil lalu mengangguk “Tentu saja”

***

Chaesa mencoba mengatur nafasnya. Dia memang suka untuk berolah raga, tapi lari lima keliling dengan lapangan sebesar lapangan sepak bola?! Woah, dia butuh oxygen sekarang.

Chaesa mendongakkan kepalanya. Keringat itu mengalir deras ke lehernya. Tiba tiba ia merasakan sesuatu yang dingin di pipi sebelah kirinya. Chaesa membuka matanya kaget.

Pria gila ini lagi.

“Ini minumlah, kau terlihat begitu lelah” Chanyeol menyodorkan sebuah minuman kaleng dengan senyum mengembang di bibirnya.

Chaesa butuh itu, ia haus, tapi haruskan?

“Aku tidak memasukkan apapun kedalam minuman ini, lihat? Masih tertutup rapat!” Chanyeol menggoyang goyangkan minuman ditangannya.

Chaesa masih diam, ia mengacuhkan Chanyeol lagi. Chanyeol berdecak sebal. Ia menarik lagi minuman yang tadi ada disodorkannya. Chaesa menelan ludahnya yang sangat sedikit. Ia menyesal, baiklah kesempatan tidak akan datang dua kali.

“Kenapa sulit sekali hanya untuk jadi teman mu” Chanyeol menundukkan kepalanya. Dia menggoyang goyangkan kedua kakinya kedepan dan kebelakang secara bergantian.

“Apa jika aku menjadi teman mu kau tidak akan menggangguku lagi?” Chanyeol mendongakkan kepalanya. Ia mengerutkan kening tidak mengerti. Tapi Chaesa masih memasang wajah biasa, datar dan dingin. Ugh! Wanita ini.

“Apa aku selalu menganggumu?” Chaesa mendelik sebal kearah Chanyeol. Ia mengangguk kecil.

“Apa berada didekatmu itu berarti aku menganggumu?” lanjut Chanyeol. Lagi lagi Chaesa mengangguk mantap.

Chaesa beranjak berdiri. Ia mengelap peluhnya dengan menggunakan punggung tangannya. Melihat Chaesa yang akan pergi, Chanyeol segera meraih tangan Chaesa, menariknya lalu membiarkan Chaesa duduk disampingnya seperti tadi.

“Setidaknya terima minuman dariku. Karena ini aku berbohong pada Hong songsaenim” Chanyeol menggerutu sebal.

“Aku tidak menyuruh mu”

Chanyeol berdiri. Ia meraih tangan Chaesa lalu memerikan minuman kaleng pada Chaesa. Chanyeol beranjak pergi. Dalam hati Chaesa tersenyum. Terutama tenggorokannya.

***

Luhan baralih dari bukunya sejenak. Ia melihat kearah jendela sebelah kirinya. Kedua matanya menyipit, dahinya berkerut. ‘Chanyeol?’

Luhan ingin tidak percaya, namun bagaimana bisa dia melupakan sosok sahabatnya yang tinggi itu. Dia dengan wanita, Chaesa? Bukankah Chaesa pacar Baekhyun?

“Sehun ah, kapan terakhir kali kau melihat Chanyeol dekat dengan wanita?” ucap Luhan setengah berbisik. Sehun terdiam berfikir.

“Chanyeol? Dia selalu dikelilingi banyak wanita” ucap Sehun masih berfikir. Luhan berdecak sebal.

“Maksud ku, Chanyeol yang mendekati wanita, dalam artian, yak au tahu maksud mu”

Sehun menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. “Aku rasa ketika dia duduk di bangku sekolah menengah pertama, cinta pertamanya, Song shin Hye. Wae?”

Sehun menoleh kepundak sebelah kirinya. Tidak berani menatap wajah Luhan dengan jelas. Takut Hong songsaenim akan meminta tugas yang satupun belum dia kerjakan.

Luhan melipat kedua tangannya didepan dada, dia menyandarkan punggungnya kesandaran kursi. “Baiklah, cepat atau lambat, sesuatu yang buruk akan terjadi”

***

Baekhyun melirik jam tangan yang melekat pada pergelangan tangan kirinya. Jam sudah menunjukan pukul 11:45 KTS. Baiklah, ini gara gara dia sudah menginjak bangku kelas 3 yang berarti sebentar lagi akan menghadapi ujian masuk keperguruan tinggi.

Hanya mengingat itu saja membuat Baekhyun bergidig. Ia selalu ingat ketika ayahnya memaksanya untuk masuk kejurusan bisnis. Namun sampai sekarang Baekhyun masih ragu. Walaupun sudah beberapa rapat dan acara besar Baekhyun ikuti namun dia masih belum siap.

Baekhyun menyandarkan punggungnya di dinding kelas 3-1, kelas itu benar benar sepi, tapi seluruh penghuninya masih ada ditempat, sibuk dengan buku dan pulpen mereka. Baekhyun mendengus sebal. ‘Kelas orang pintar’ batin Baekhyun.

Terdengar suara gaduh didalam, Baekhyun melirik sedikit. Mereka sudah bersiap untuk pulang. Satu persatu siswa keluar kelas. Baekhyun menegakkan posisi berdirinya. Ia tersenyum kecil ketika melihat Chaesa keluar dari kelas.

“Annyeong, kau lama sekali” ucap Baekhyun dengan wajah dibuat kesal dengan ekspresi imut.

Chaesa tidak mengindahkan ucapan Baekhyun. Ia berjalan lurus seolah olah tidak melihat atau mendengar Baekhyun, pandangannya lurus, dingin, dan kejam. Baekhyun mendelik sebal. Ia berjalan mengikuti Chaesa, mencoba menyamakan langkahnya dengan langkah Chaesa.

“Ck, kau mengabaikan namjachingu mu eoh?!” Chaesa masih diam, seolah olah Baekhyun ini seonggok hantu yang kasat mata.

Baekhyun meraih pundak Chaesa lalu merapatkan tubuhnya dan tubuh Chaesa, menghilangkan jeda diantara keduanya. Chaesa sempat memberontak, namun dengan segera Baekhyun mengatakan sebuah mantar sihir.

“Kau ingin aku mengatakan pada orang orang?” Chaesa yang mengerti ucapan Baekhyun lalu diam. Ia mendengus kesal. Kenapa bisa dia kalah hanya karena ancaman seperti itu?

Senyum senyum kemenangan mengembang dibibir Baekhyun. “Chagia, kau lelah, aku antar pulang ne?”

“Terserah”

Baekhyun menyalakan penghangat mobil. Musim dingin memanng baru datang, tapi suhu yang diberikan tuan musim dingin benar benar sudah menusuk tulang rusuk setiap orang.

Baekhyun mengemudi mobilnya tidak begitu cepat. Suasana hening menyelimuti Baekhyun dan Chaesa. keduanya bahkan tidak ada niat untuk bertanya hal hal ringan. Chaesa terus menatap jendela disebelah nya. Ia malas, bahkan untuk melihat wajah Baekhyun, sangat malas.

“Dimana rumahmu?”

Dengar, suaranya kini sudah berubah dingin, dan menyebalkan. Chaesa merogoh saku rok nya, ia meraih kartu namanya lalu memberikan pada Baekhyun tanpa menatap wajahnya.

Melihat itu Baekhyun tersenyum kecut. Ia meraih kartu nama itu, melihat alamatnya lalu melesatkan mobilnya secepat mungkin.

***

Chaesa menghempaskan tubuhnya keatas kasur dengan kasar. Ia memukul mukul kepalanya kesal. Bagaimana bisa dia berhubungan dengan orang yang selama ini dia benci? Ia merutuki orang yang telah memberitahu rahasianya yang telah baik baik ia kubur selama beberapa tahun dan memberitahukan nya pada Baekhyun.

Chaesa menatap langit langit kamarnya. Ia termenung, bagaimana pun hal itu sudah terjadi beberapa tahun lalu, lalu kenapa sampai sekarang Chaesa masih membencinya? Sangat?

-tbc-

17 thoughts on “(Part 2) You Don’t Know everything

  1. makin suka sm ff nya…
    Tp itu emg ada apa dgn msa lalu Chaesa ? kq mpe sgtu dirahasiain nya ???
    Chanyeol ska sm Chaesa, tp ky nya Chaesa skany sma Baek…#soktau
    q lnjt bca ya…

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s