You’re My Destiny part 6

You’re My Destiny part 6

youre-my-detiny
Cast :
Oh Sehun
Han Seul Rin
Xi Luhan
Etc.
Genre : School Life, Romance, Sad
Rating : Teen
Annyeong Readers, mian ya Author kalo buat FF selalu pendek dan mungkin gak terlalu suka. Tapi Author berharap semoga reasers~deul suka. Soalnya semakin tinggi kelasnya makin banyak juga tugas yang harus diselesaikan. Mianhae kalo gak suka,

Part Sebelumnya

“Oh Sehun !” seorang namja berlari mendekati namja yang dipanggilnya itu.
Sehun menoleh dan melihat Luhan sedang berlari kearahnya.
“Ada apa Hyung ?” tanya Sehun curiga, Luhan menyentuh saku celananya.
“Maafkan aku”
“Ne ?” Sehun terkaget dengan ucapan Luhan
Luhan mengangguk “Aku tak sengaja mengambil kertas itu, kertas ini jatuh saat kau membuka bukunya tadi”
Sehun menatap Luhan tak percaya, ia kecewa dengan Hyungnya ini.
Luhan menyodorkan kertas yang bergambar Hello Kitty itu, di dalamnya terdapat curahan hati Seul Rin yang dimasukkannya di buku misterius yang bersampul Hello Kitty juga.
“Kurasa ia punya alasan” ujar Luhan tiba-tiba
Sehun menatapnya heran “Maksud hyung ?”
Luhan menunjuk kertas Hello Kitty yang sekarang berada di tangan Sehun. Dengan ragu Sehun membuka kertas tersebut dan membaca isinya

Dear My Love,
Aku tak tahu apa yang harus ku katakan padamu, sejak kita bertemu saat TK. Eumm,, waktu itu aku umur berapa ya ? 5 tahun kan ? Ah, nan molla yang jelas saat aku masuk sekolah pertama kali dan bertemu dengamnu itu sudah membuatku menyukaimu.
Sehun~ah, mianhae aku dulu memutuskanmu. Kau tahu ? Riri Eonni berpesan padaku untuk menjaga namja di dalam mimpinya itu, ternyata namja itu adalah Luhan Oppa. Jujur, aku tak mengetahuinya.
Kau tahu kalau aku sangat menyayangi Riri Eonni kan ? Mianhae Sehun~ah, walaupun aku harus berpisah denganmu saat itu, tapi aku masih menyukaimu mencintaimu.
Sehun~ah, yeoja yang bernama Kim Hyemun itu yeojacingumu kah ? Kau sangat akrab dengannya, bahkan kalian mirip seperti sepasang kekasih. Apa kau berpacaran dengannya karena kau sudah melupakanku, kudengar-dengar dia mencari namja yang ia cari saat bersekolah di China dulu ? Atau karena marah denganku gara-gara aku berpura-pura pacaran dengan Myung Soo Oppa ?
Sehun~ah, Myung Soo Oppa sudah terlalu baik denganku. Ia sudah membantuku dari semua hal yang menyakitkan kecuali rasa sakitku saat melihatmu bersama dengan yeoja lain. Aku egois kan ?
Eumm,, sebenarnya ada 1 rahasia yang kupendam. Tapi jangan marah ne ?
Mungkin waktuku tak lama lagi, kau tahu ? Beberapa waktu yang lalu aku mimisan dan mati rasa, dan ternyata Myung Soo Oppa bilang bahwa aku terkena Kan
Ah, sudahlah. Mungkin itu tidak terlalu penting, Sehun~ah. Saranghae, SweetHun~ah

Han Seul Rin

Sehun melipat kertas itu lagi, dadanya terasa sakit.
“SweetHun ?” gumam Sehun pelan
“Ada apa Sehun~ah ?” tanya Luhan yang mulai khawatir dengan sikap Sehun yang mulai aneh ini
“SweetHun adalah panggilan kesayangannya untukku, Hyung” jawab Sehun seadanya
“Sehun~ah, aku boleh bercerita tidak ?” tanya Luhan, Sehun mengangguk lemah
“Sebenarnya namja yang dicari Hyemun itu adalah aku” ujar Luhan
Sehun membelakan matanya “MWOO ??”
“Waktu itu..”

~~~~~~
Seorang namja yang berambut pirang sedang berjalan-jalan mengitari toko-toko yang menjual peralatan olahraga.
Matanya terhenti di sebuah stand yang memajang sepatu biru yang –sangat- langka, bisa dibilang sepatu itu satu-satunya sepatu di dunia *Ini cuma khayalan ya ?*
‘Kriing’
Bel toko tersebut berbunyi saat namja itu membuka pintu masuk.
“Ingin mencari apa Tuan ?” tanya pelayan Toko Olahraga tersebut yang umurnya sudah lumayan tua.
Namja itu mendekati sepatu biru yang menarik perhatiannya.
“Aku.. Ingin membeli sepatu itu” ujar namja berambut pirang itu, sedangkan Pak Tua tersebut hanya tersenyum
“Maaf Tuan, kami tidak menjualnya”
Luhan –Namja yang berambut pirang- pun terkaget “Ah, benarkah ? Tapi aku menyukainya, aku benar-benar ingin memilikinya” pintanya
Pak Tua itu tersenyum “Kami memang tak menjualnya, tapi kami akan memberikannya gratis untukmu”
Luhan tergirang “Benarkah ?? Ah,, terima kasih Paman” ucap Luhan sambil membungkukkan tubuhnya dengan sopan.
Pak Tua membungkus sepatu biru itu dan memberikannya kepada Luhan “Jaga sepatu ini baik-baik, ini akan sangat membantumu dalam mencari kekasih”
“Hah ?” mata Luhan membesar, iapun tertawa garing “Hehe,, paman bercandanya tidak lucu -___-“
Pak tua itu mengernyitkan alisnya “Apa aku terlihat sedang bercanda Tuan ?” tanyanya
Luhan menatap mata Pak Tua itu dengan lekat kemudian menggeleng “Percayalah Tuan, anda akan beruntung namun juga akan merasa sedih selama 3 tahun ini. Namun setelah 3 tahun ini berakhir, maka semua akan baik-baik saja dan kau akan bahagia bersama gadis itu”
“Ah,, aku akan menjaganya tenang saja Paman”
“Hmm,, baiklah”
“Kalau begitu aku pergi dulu ne Paman” pamit Luhan, ia membuka pintu masuk toko tesebut namun ia kembali karena tasnya tertinggal di dalam
“Paman aku mau mengam.. Lho Paman yang tadi mana ?” tanya Luhan pada seorang pegawai wanita disana
“Ada yang bisa saya bantu ?” tanya pegawai itu
“Ah, aku hanya ingin mengambil tasku yang tertinggal” ujar Luhan sambil tersenyum, iapun mengambil tasnya kemudian membuka pintu masuk toko tersebut namun ia menoleh ke arah pegawai wanita itu
“Pak Tua itu kemana ?” tanya Luhan dengan lembut
Pegawai wanita itu bingung “Maksud anda ? Saya sedari tadi sendiri bersama teman saya yang menjaga kasih itu. Jangan menakuti kami” jawab pegawai itu
“Ah, kalau begitu aku permisi”
‘Aneh, bukankah Paman itu tadi yang menjaga toko itu’ gumam Luhan dalam hati.
Ia menoleh ke belakang, tepat di depan toko tersebut. Ia membaca tulisan ‘Toko Olahraga Zhang Mei Hui’ namun gambar orangnya bukan gambar seorang wanita namun Paman yang berbicara dengannya tadi.
“Aneh ?” gumam Luhan sambil mengangkat kedua bahunya.
“Lalu bagaimana bisa Hyung berpikir bahwa namja yang dicari Hyemun itu Hyung ?” tanya Sehun dengan nada yang sedikit membentak
“Waktu itu dia yang mengambil salah satu sepatuku it-“
‘Drrt’
“Yeoboseyo ?” ucap Sehun setelah menyambungkan panggilannya
‘Sekarang sedang gawat Oh Sehun’
“Ada apa ?” tanya Sehun yang bingung dengan apa yang diucapkan namja yang memanggilnya itu
‘Han Seul Rin.. Dia koma’
“APAAA ??!!”
Dengan cepat Sehun berlari meninggalkan Luhan yang berdiri terbengong dengan apa yang dilakukan Sehun tiba-tiba.
“Huft, lagi-lagi aku ditinggal” gumam Luhan dengan kesal.
Luhan berjalan mengitari penjuru sekolah dengan malas, ia melihat-lihat suasana yang sangat ramai.
‘Mengapa Hyemun melupakanku ? Mengapa ia malah mendekati Sehun ?’
‘Seul Rin juga, ia sudah memiliki namjacingu sekarang’
‘Riri~ah, bogoshippo’
Ingatan namja itu terputar kembali, 2 tahun yang lalu ia mengalami ‘Love At First Sight’ bersama gadis yang bernama Riri yang ternyata adalah kakak sepupu Seul Rin yang ternyata adalah mantan yeojacingu Sehun. Ia baru tahu saat membaca surat yang tak sengaja ia ambil di bawah kakinya ketika Seul Rin menarik bukunya dari tangan Sehun saat istirahat tadi.
Luhan menghembuskan napasnya dengan berat, ia berbalik dengan wajah yang menunduk namun langkahnya terhenti saat melihat sepatu seseorang –yang sepertinya seorang yeoja-. Ia mendongakkan kepalanya dan melihat wajah yeoja itu
“Hyemun~ah ?” gumam Luhan pelan, gadis itu menghembuskan napasnya dengan pelan ia cukup malu sekaligus kecewa karena telah salah sangka terhadap Sehun
“Sunbae, bisakah kau jelaskan semua ini padaku ?” pinta yeoja itu
Luhan menatap mata yeoja itu, ingin mencari kejujuran “Kau yakin ?”
Hyemun mendesah “Sunbae, aku sedang tak ingin membuang-buang waktuku sekarang. Kumohon jangan membuang waktuku” desaknya
Luhan masih terdiam, ia ragu untuk menceritakannya
“Sunbae, aku juga ingin pulang. Sekarang hari mulai gelap, Eomma pasti akan mencariku” ujar Hyemun lagi, sebenarnya ia berbohong karena ia tinggal bersama Ajjumhanya yang tidak terlalu dekat dengannya. Ajjumhanya itu terlalu cuek dengan kehidupannya yang rumit itu, kalau mau Hyemun ingin kembali ke China secepatnya, dengan namja yang dicarinya tentunya
“Hmm,, baiklah. Kita bisa berbicara bersama diperjalanan” jawab Luhan dan dijawab anggukan oleh Hyemun
~~~~~~
Luhan mengadahkan tangannya, rintikkan air hujan membasahi telapak tangannya.
“Hujan.. Bagaimana bisa pulang ?” gumam Luhan yang sedikit kecewa dengan cuaca hari ini, bukankah tadi saat mereka di depan sekolah masih cerah, bahkan tidak ada awan hitam di langit.
Matanya tengah melihat Hyemun yang asyik membongkar tasnya,
“Mencari apa ?” tanya Luhan dengan sopan
“Payungku, seingatku tadi pagi aku memasukannya. Mana mungkin sekarang tidak ada” jawab yaoja itu tanpa menoleh ke arah Luhan sedikitpun
Luhan tak bertanya lagi, iapun duduk di samping Hyemun dan melihat langit cerah itu walaupun hujan sedang mengguyur kota Seoul
“Ahh,, menyebalkan. Pasti bocah itu yang mengambilnya” desah Hyemun dengan lesunya, wajahnya merengut tiba-tiba dan menutup tasnya secara kasar bahkan ia memasukkan bukunya asal-asalan
“Bocah ? Siapa ?” tanya Luhan yang sebenarnya tak peduli dengan keluarga gadis itu
Hyemun menatap Luhan dengan tatapan yang sangat tajam “Jangan bertanya apapun tentang bocah itu dan keluarganya, aku benci”
Luhan terkaget dengan jawaban yeoja manis itu, iapun mengangkat kedua bahunya ‘Memangnya aku tertarik dengan keluargamu eoh ?’
Keadaan mulai hening, Hyemun mengayun-ayunkan kakinya dan menatap sepatunya yang mulai basah. Ia melirik tangan kiri Luhan untuk melihat waktu sekarang
‘Degg’
Jantung yeoja itu seperti hampir berhenti berdetak, ia melihat pergelangan tangan Luhan yang dihiasi gelang manis yang berwarna Pink-Kuning.
Ah, bukan karena warna gelang itu yang cenderung kearah yeoja. Itu gelangnya dulu, gelang yang diambil oleh namja berambut pirang saat 4 tahun yang lalu. Sontak yeoja itu menarik tangan kiri Luhan dengan tiba-tiba dan membuat sang pemilik tangan terkaget dengan aksi yeoja itu.
“YA !! Apa yang kau lakukan hah ?!!” tanya Luhan dengan nada yang sedikit keras
“…” Hyemun tak menjawabnya, ia masih terdiam dan ingatannya kembali pada saat ia mendengar percakapan Sehun dan Luhan tadi
‘Sebenarnya namja yang dicari Hyemun itu adalah aku’
‘Waktu itu dia yang mengambil salah satu sepatuku it-‘
‘Tak salah lagi, pasti maksudnya adalah sepatu birunya itu’ gumam Hyemun dalam hati, ingatannya kembali saat 4 tahun yang lalu
‘Hei ! Minggir kau !’
‘Itu edisi spesial, keluaran dari Amerika dan hanya ada satu di dunia. Aku membelinya terlebih dahulu, tapi mereka ingin mengambilnya’
‘Namamu Kim Hyemun, pasti kau orang Korea’
“Sunbae” panggil Hyemun, Luhan melihatnya. Namja itu terkaget karena mata Hyemun mulai mengeluarkan kristal bening di sudut matanya.
“Hyemun~ssi, uljima” ujar Luhan yang mulai merasa kasihan pada yeoja itu
“Mianhae, mianhae. Jeongmal mianhae” ujar Hyemun yang tangisnya mulai pecah
“Gwenchana, sekarang.. Kau mau mendengar ceritaku kan ?” tanya Luhan, Hyemun mengangguk.
Luhan menghembuskan napasnya berat kemudian
‘Drrtt’
Luhan menghembuskan napasnya berat “Siapa sih yang mengangguku terus ?” kesal Luhan dalam hati
“HYUUNGG !!!”
“YA, Oh Sehun !! Jangan suka berteriak-teriak, arra ?” kesal Luhan sambil mengusap telinganya yang berdengung. Well, sepertinya ia harus periksa ke dokter THT sekarang
“Hyung !! Seul Rin koma, ia tadi kecelakaan” ucap Sehun dengan nada yang terlihat tergesa-gesa
“Lalu ?” tanya Luhan yang sedikit bingung dengan sikap adiknya ini
“Ada yang ganjal Hyung” ucap Sehun sok misterius
“Aishh, kau ini jangan sok misterius Hun~ah. Kau tak cocok seperti itu” jawab Luhan yang sebenarnya mulai merinding
“Aishh,, mana mungkin aku berbohong hyung”
“Bisa saja kan ?”
“Ah, terserahlah. Tadi aku menemukan lukisan Riri Noona”
‘Degg’
Jantung Luhan serasa berhenti sejenak
“Tapi lukisan itu bergambarkan foto Hyung”
-TBC-
Gimana-gimana ? Jelek ya ? Mianhae deh, Author udah mencoba sebisa mungkin untuk membuat FF ini menjadi bagus, Untung aja nie otak bisa dibuat untuk bekerja sama untuk membuat FF ini. Mohon kritik dan sarannya ?

44 thoughts on “You’re My Destiny part 6

  1. Ping-balik: [Last Part] You’re My Destiny part 10 | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s