Baekhyun’s Mother

20140511-210311.jpg

Title : Baekhyun’s Mother
Author : baeklashift
Length : Oneshoot
Genre : Horror, Mystery
Main Cast : - Byun Baekhyun (EXO)

{ Baekhyun benar-benar nyaris pingsan—sepertinya.}
_
Baekhyun melangkahkan tungkainya tergesa menuruni tangga sekolah, nyaris berlari.

Lelaki bersurai kecoklatan itu tak berhenti meringis seraya memegangi perutnya.

Terang saja, sejak mulai berlatih paduan suara tadi ia selalu berharap tidak seorangpun junior yang duduk disekitarnya mendengar suara aneh nan memalukan yang berasal dari perutnya. Baekhyun kelaparan.

Saking laparnya, dia bahkan telah mengirimi ibunya pesan singkat setengah jam sebelum kelompok paduan suaranya dibubarkan oleh guru pembimbing.

Dan disinilah ia sekarang.

Kelimpungan berkeliling sekolah berusaha menemukan ibunya.

Tapi nihil.

Baekhyun tidak menemukan ibunya disekitar taman bundar dekat gerbang sekolah, tempat biasa beliau menunggu sembari bercengkrama dengan beberapa satpam yang sedang berjaga. Ibunya tidak pernah menunggu di tempat lain, dia tahu.

Dimana?” Baekhyun mendesis pelan sembari mengusap matanya dengan lengan baju. Dia sudah terlalu lelah dan masih mengelilingi sekolah dengan perut keroncongan—berusaha menemukan ibunya.

Baekhyun menghentakkan kakinya kesal seraya mengedarkan pandangan mengelilingi sekolah. Lagi. Dan tahu-tahu saja ia sudah tersenyum cerah dan berlari kecil menuju pekarangan belakang sekolahnya. Ada mobil ibunya disana, dan Baekhyun senang.

Ia segera masuk dan duduk disebelah ibunya, disamping kemudi.

Baekhyun menghusap matanya sekali lagi lalu meracau tidak jelas, “Ibu, mengapa lama sekali? Aku benar-benar akan mati kelaparan jika ibu terlambat sepuluh menit lebih lama—“

“Atau jangan-jangan, ibu sudah melihatku berkeliling tapi tidak memberitahu?”

“Apa ibu tahu seberapa menderitanya perutku?”

“Sejak kapan ibu disini?”

“Ibu, lauknya apa? Astaga aku benar-benar kelaparan!”

Biasanya, ibunya selalu menanggapi kecerewetan Baekhyun dengan berbagai kalimat panjang yang menyudutkan. Biasanya, ibunya akan mengungkit kebiasaan buruk Baekhyun yang seringkali pergi sekolah sebelum sarapan, setelahnya Baekhyun akan mengeluh dan berjanji tidak mengulangi kesalahannya lagi lalu begitu seterusnya tanpa perubahan. Biasanya.

Tapi alih-alih mendapat respon yang sudah seperti rutinitas perbincangan mereka, Baekhyun malah mendapati dirinya hanya berbicara sendiri. Namun, dia hanya mengedikkan bahu saat segala yang dikatakannya tidak tersahuti dengan baik. Mungkin, ibunya sudah terlalu muak memperingatkannya perihal sarapan. Percaya saja.

Oh, ayolah. Tolong diingat sekali lagi bahwa lelaki mungil itu sedang mengalami krisis energi yang mana membuat pikirannya tidak terlalu tanggap seperti biasa. Bahkan saat para satpam yang berjaga di bundaran taman melihat mereka dengan alis mengkerut bingung, dia malah cengengesan sembari menganggukkan kepalanya, mohon pamit.

Baekhyun benar-benar nyaris pingsan—sepertinya.

Tidak kurang dari dua puluh menit kemudian, mobil ibunya telah berhenti di depan pagar rumah mereka.

Baekhyun beranjak turun dengan lebih semangat, mengingat penyiksaan yang tengah terjadi dalam perutnya akan segera berakhir. Dan begitu ia menutup pintu mobil, ibunya langsung melesat cepat tanpa mengatakan sepatah katapun. Baekhyun lagi-lagi hanya mengedikkan bahu, tidak terlalu peduli, mungkin ibu kembali bekerja siang ini.

Hanya sepenggal kalimat sederhana itulah yang dapat disimpulkannya saat ini. Mereka hanya tinggal berdua sehingga banyak rutinitas kebiasaan yang hampir terekam dengan baik antara satu sama lain. Termasuk saat ini, biasanya beliau akan kembali bekerja setelah menjemput Baekhyun dari sekolah pada hari-hari tertentu, tergantung jadwal kerja.

Dengan cekatan, Baekhyun membuka garasi rumahnya dan menghambur masuk. Namun, tiba-tiba tungkainya sudah terhenti seolah rekat pada lantai dan udara di sekitarnya mendadak panas.
Ada mobil ibunya di garasi rumah mereka.

Mobil yang beberapa menit lalu melaju meninggalkannya, sekarang terparkir manis di garasi rumah mereka. Dengan tangan yang mendadak berkeringat, Baekhyun kembali menarik tungkainya berjalan menilik mobil tersebut lebih dekat lagi. Dia menyentuh kap mobil perlahan dengan tangannya yang bergetar hebat.

Dingin.

Ibunya tidak menggunakan mobil tersebut dalam jangka waktu dekat.

Baekhyun hampir menangis saat mendengar suara televisi dari dalam rumahnya.

Sekali lagi, dia hanya tinggal berdua dengan ibunya.

Dan ibunya sudah kembali bekerja beberapa menit lalu.

Itu asumsi Baekhyun kalau ibunya kembali bekerja.

Dengan tubuh bergetar seolah diguyur air es, ia membuka sebuah pintu cokelat yang terhubung langsung menuju ruang tengah rumahnya. Melangkah takut, mencari tahu sumber suara.

Baekhyun terhenyak begitu mendapati ibunya tengah melahap muffin cokelat sembari mengeringkan rambut, membelakanginya. Fokus menonton televisi yang entah menayangkan siaran apa.

Ibu..

Bagus.

Suara lirih Baekhyun mampu mengalihkan perhatian ibunya dari muffin-muffin lezat, televisi, serta handuk kecil yang dipakai mengeringkan rambut pendeknya. Beliau berbalik dengan mata membulat, “Eoh? Baekhyunnie, ibu baru saja akan menjemputmu setelah muffin-muffin ini habis,”

“Ibu tahu belum waktunya kau pulang saat mengirimi pesan tadi.”

“Makanlah, baek. Ibu sudah memasak ddabbokie kesukaanmu karena ibu tahu kau pasti tidak sarapan lagi hari ini!”

“Oh, ya. Ibu free hari ini.”

Apa?

Entahlah.

Baekhyun juga tidak tahu.

Setelah mendengar rentetan panjang ibunya, ia merasa kilasan-kilasan paduan suara, kelaparan, taman bundar, koridor, kantin, mobil, garasi semuanya berputar di benaknya. Membentuk suatu putaran acak yang membuatnya pusing dan—

“BAEKHYUN-AH!!”

—tahu-tahu saja ibunya sudah menjerit seraya melompat dari sofa demi memegangi tubuh Baekhyun yang hampir berkenalan dengan kerasnya lantai.

Kau tahu rasanya kelaparan setelah full menjalani segala aktivitas keseharianmu, lelah, penat, mata berkunang—tidak jelas, lalu tiba-tiba saja suatu kejadian aneh menimpamu diantara penyiksaan itu.

Baekhyun tahu.

Dia mengalaminya.

'Bahkan saat para satpam yang berjaga di bundaran taman melihat mereka dengan alis mengkerut bingung, dia malah cengengesan sembari menganggukkan kepalanya, mohon pamit.'

'Pasalnya, belum ada mobil yang memasuki pekarangan sekolah sejak kegiatan ekstrakulikuler berlangsung.'

END

45 thoughts on “Baekhyun’s Mother

  1. Jadi…..yg di makan baekkie itu siapa yg bikin? Makanan dr mana? Terus dia plg sekolah naik mobil siapa kalo bukan ibunya? Yg jmpt siapa? Doooohhhhhh sian amat baekkie kuu~

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s