Another Love Story : 1 – ‘The Confession’

ALS

Another Love Story : 1 – ‘The Confession’

Fanfic presented By Apreelkwon

For BaekHyun and IU Lovers… This is it…

Cast : BaekHyun and IU
Genre : Romance , School Life
Type : Chaptered

.

.

How your love story?

This is just a common love story But…..

Lets Start.

.

.

The Confession

“Maukah kau menjadi pacarku?”

Satu kalimat yang menyita perhatian dua puluh pasang mata diruang itu. Dua puluh –mungkin dua puluh satu, yang seharusnya mempersiapkan mental mereka karena dalam hitungan 5 menit, mereka akan bergelut dengan soal – soal ulangan kimia. Seharusnya. Tapi perhatian mereka teralihkan oleh satu suara yang terdengar dari bagian barisan belakang ruangan kelas 1-4 Chungwoon High School.

Satu suara milik murid lelaki yang baru genap seminggu dia menjadi penghuni kelas itu. Seorang murid lelaki dengan tinggi kira – kira 178 cm, rambut hitam dan sepasang mata bulat kecilnya. Murid itu bernama Byun BaekHyun.

Dengan suara lantangnya dia merapalkan kalimat itu. Pertama mereka yang berada diruangan itu hanya menatap BaekHyun bingung, karena tidak tahu untuk murid perempuan mana kalimat itu dia ungkapkan. Dan itu terjawab ketika BaekHyun menyelesaikan kalimatnya.

“Lee Jieun,”

Seluruh isi kelas menunjukan ekspresi kagetnya. Apalagi dengan murid yang namanya disebut. Lee Jieun. Seorang murid perempuan yang duduk di kursi barisan kedua dari depan. Murid perempuan dengan kulit putih, rambut coklat lurus sepunggung, terlebih yang dikenal sebagai murid yang paling sulit didekati. Senior sekelas MinSeok yang terkenal dengan kharismanya pun gagal mendapatkan hati Jieun.

Bagaimana nasib BaekHyun? Seorang murid pindahan yang bahkan belum terlihat seperti apa sifatnya.

Pandangan penghuni kelas terbagi menjadi dua. Sekali mereka menatap BaekHyun yang berdiri dari kursinya yang berada diujung kelas. Kemudian beralih pada Jieun yang juga tengah menatap BaekHyun dengan mata bulatnya. Mereka semua menanti sebuah jawaban. Apakah ya atau tidak. Melihat dari masa lalu, mereka yakin Jieun akan menjawab Maaf bla bla bla.

“Tentu,” jawab Jieun terbata sambil sesekali dia mengerjapkan mata jernihnya. Diakhir dia juga terlihat mengangguk kecil yang menggerakan poni – poni rambut yang menghiasi wajah bulatnya.

Tidak ada satu suara pun setelah Jieun menjawab pertanyaan BaekHyun. Mereka terkejut. Dengan pandangan yang masih mengarah pada Jieun, mereka mencoba menjawab tiap kemungkinan dari alasan mengapa Jieun menerima BaekHyun. Mengapa seorang Byun BaekHyun? Itu pertanyaan mereka.

Dan terlepas dari mereka yang menerima atau menolak kenyataan ini, satu pasangan telah lahir dikelas ini. Byun BaekHyun – Lee Jieun.

.

.

Lima belas menit berlalu sejak bel pulang sekolah berbunyi. Semua murid 1-4 telah pergi meninggalkan ruangan kelas yang telah menyita 10 jam mereka hari ini. Tapi BaekHyun masih terduduk dikursinya dengan kepala tertelungkup dalam kedua tangannya di meja.

Berulang kali dia terlihat membuang nafas gelisah. Menatap kosong keluar jendela kemudian kembali mendesah lesu dengan kedua tangan yang mengacak paksa rambut hitamnya.

Bodoh,” suara BaekHyun setelah sekian lama dia hanya terdiam dengan gesture gelisah yang mewakili perasaannya.

“HAH…” kali ini BaekHyun berdiri dari kursinya sambil berkacak pinggang kesal. “Kenapa? KENAPA? KENAPA malah kalimat itu yang keluar dari mulut ini,, ugh!” dengan segala rasa kesalnya BaekHyun menendangi meja didepannya. Entalah sepertinya BaekHyun sedang kesal sepenuhnya.

“Maukah kau menjai pacarku? HAH,,, apa – apaan itu? eigu… seharusnya ‘YAKH LEE JIEUN, JIKA KAU TIDAK SUKA PADAKU KATAKAN SESUNGGUHNYA, JANGAN MEMPERMAINKANKU SEOLAH KAU ORANG POLOS’ haaah,” sekali lagi BaekHyun membuang nafas gusar.

Dia menurunkan tangannya yang sedari tadi setia dipinggangnya, kemudian menjatuhkan kembali tubuhnya pada kursi kelas. “Seharusnya itu kalimat yang aku ucapkan,” keluh BaekHyun dengan suara putus asa.

Seorang BaekHyun yang awalnya dia ingin mengeluarkan rasa sebalnya pada seorang Lee Jieun, yang sejak hari pertama terus – menerus menyusahkan Baekhyun. Seakan BaekHyun adalah budak JiEun, dia menyuruh ini itu. Dari mulai mengambilkan kotak susu anak kelas untuk makan siang dikantin, membantu guru matematika untuk mengumpulkan buku tugas, mengambilkan kapur, dll. BaekHyun akan terima semua itu andai saja Jieun memintanya dengan sikap kasar atau jahat sehingga berkesan Jieun seorang perempuan jahat yang tidak tahu sopan santun. Tapi ini tidak. Jieun selalu membubuhkan kata ‘tolong’ dan ‘maaf’ disetiap kalimatnya. Meminta dengan suara lembut dan satu senyuman diakhir. BaekHyun tidak suka ini, seakan dia hanya seorang yang bodoh dimatanya.

“Baekhyun..” satu suara terdengar menggelitik telinga BaekHyun. Namun dia abaikan.

“Byun BaekHyun,” kembali suara itu terdengar. Baekhyun membalikan pandangannya dan mendapati Jieun tengah berdiri didepan pintu kelas tengah menatapnya.

“Kenapa?” tanya BaekHyun singkat. Sungguh dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya.

“Ini sudah lewat 30 menit sekolah bubar, kau belum pulang?” tanya Jieun yang masih berdiri didepan pintu.

BaekHyun memutarkan bola matanya pelan. Tapi kemudian dia menyunggingkan senyum manisnya. Ya setidaknya dia harus bersikap baik pada Jieun karena sekarang dia adalah kekasihnya.

“Tentu,” jawab Baekhyun sambil menyambar tas hitamnya dan berjalan keluar kelas.

BaekHyun melangkah mendahului Jieun. Mereka keluar dari gedung sekolah secara beriringan. Jieun dibelakang dengan BaekHyun didepan. Mereka berjalan dalam diam, sampai halte bus didepan sekolah. Baru Baekhyun mengeluarkan suaranya saat bis menuju rumahnya tiba.

“Aku duluan, hati – hati, sampai ketemu besok,” dan BaekHyun memasuki bis meninggalkan Jieun yang masih berdiri dihalte bus sambil melambaikan tangannya.

“Padahal aku juga menggunakan bis itu,” ucap Jieun sambil tersenyum saat bis yang ditumpangi BaekHyun telah menghilang dari pandangannya.

.

.

Tak pernah Baekhyun sangka berita tentang dia yang sekarang ehmehm adalah sebagai kekasih seorang Lee Jieun akan secepat ini tersebar ke seluruh penjuru sekolah. Sebenarnya sejak semalam dia sudah merasakan firasat buruk akan hal ini, semua akun jejaring social milik Baekhyun penuh dengan ucapan selamat dari kebanyakan orang yang tidak dia ketahui. Dan BaekHyun bisa menebak siapa mereka.

Seperti sekarang, saat BaekHyun melangkahkan kakinya menuju ruangan kelas, para murid terus berbisik saat melihatnya. Kemudian mereka tersenyum pada Baekhyun, terkadang ada juga beberapa murid lelaki yang menepuk pundaknya dan mengucapkan selamat.

Setenar inikah seorang Lee Jieun? Sampai – sampai hal dia memiliki pacar menjadi bahan pembicaraan umum.

Dan hal paling mengejutkan adalah ketika BaekHyun masuk ke ruangan kelasnya. Dia disambut dengan teriakan dan tepuk tangan seisi kelas.

wooooooo~

Jieun kekasihmu tiba,

Ooooo~ Gentleman kita, Byun BaekHyun….

apa semalam kau bermimpi indah?

aaaaaaaaa~

Seperti itu lah. BaekHyun hanya membalas guyonan mereka dengan senyuman. Saat BaekHyun telah meraih kursinya yang berada di pojok ruangan, tanpa sadar matanya mencari sosok perempuan berambut panjang itu. Lee Jieun. Dan BaekHyun menemukan sosok itu tengah menahan malu di goda teman sebangkunya. Menyadari BaekHyun terus menatap Jieun, teman sebangkunya –Jiyeon, menyikut lengan Jieun dan memberikan tanda. Jieun berbalik ketika dia menemukan tepat dua manik hitam BaekHyun, setelah memberikan satu senyuman, Jieun kembali larut dengan perbincangan bersama teman – temannya.

Tsh~ apa tadi? Apa dia mulai bersikap sebagai seorang pacar?,” ucap BaekHyun pelan.

Ooo Byun BaekHyun, gentle man kita,” satu tepukan serta satu suara mengalihkan perhatian BaekHyun. Teman sebangkunya Kim JongDae terlihat tersenyum lebar kearahnya. Ya ya melihat senyuman itu BaekHyun merasa siap akan menerima cerita panjang lebar dari teman hyperaktifnya ini.

Baekhyun memang ahli menyembunyikan perasaannya. Meski dia sebal dengan tindakan bodohnya yang membuat suasana menjadi sejauh ini, dia masih bisa mengakali dengan ekspresi wajah seakan dia memang sedang senang.

“aahahah, apa maksudmu,” ucap BaekHyun sambil tertawa kecil.

“Kau tau? Namamu sekarang sudah terkenal diseluruh penjuru sekolah,” lanjut Jongdae dengan semangat menggebu. “Mereka memanggilmu gentleman BaekHyun,”

“Apa itu tidak berlebihan? Memang aku melakukan apa,” jawab BaekHyun.

“Kau belum menyadari? Ya ya ya Chanyeol, KyungSoo, dia belum menyadari betapa keren sikapnya kemarin,” ucap JongDae sambil menendangi dua kursi didepannya yang membuat siempunya berbalik dan ikut berbincang tentang gentleman BaekHyun. Park Chanyeol dan Do KyungSoo.

BaekHyun membuang nafas beratnya perlahan. ‘sepertinya hidupku akan sulit disini,’ batin BaekHyun berbisik risau tapi air mukanya tetap terlihat bahagia.

“Maukah kau menjadi pacarku, Park Chanyeol..” KyungSoo dengan suara beratnya mempraktekan kembali apa yang BaekHyun lakukan kemarin.

“Tentu,” jawab Chanyeol dengan suara dibuat seperti suara perempuan, yang tentu itu mengundang tawa seisi kelas.

“Kau tau? Itu sangat keren. Aku salut padamu, bahkan senior yang mengerjar Jieun dia pasti terbata saat merapalkan kalimat itu, sedangkan kau… ya…” Chanyeol melanjutkan kalimatnya dengan tepuk tangan bangga yang disusul dengan Kyungsoo dan Jongdae yang memberinya dua jempol.

BaekHyun hanya menimpali candaan teman barunya ini dengan tawa, tapi fikirannya jauh terbang kemana. BaekHyun memalingkan pandangannya kedepan kelas mencoba mencari pencerahan, saat dia mendapati Jieun sedang menatapnya. Saat manik mereka bertemu untuk kedua kalinya hari itu, Jieun kembali melemparkan senyuman kikuk dan memalingkan pandangannya.

Sedangkan BaekHyun hanya mengerjapkan matanya beberapa kali. Dia bingung dengan apa yang terjadi saat ini.

.

.

Penyesalan seorang Byun BaekHyun sudah mencapai level maksimum. Terbersit dalam benaknya, haruskah dia pura – pura membuat masalah kemudian putus dengan jieun?. Baekhyun sepertinya akan lebih tenang bila dikenal sebagai lelaki jahat dari pada mendapat predikat gentleman atas ketidak sengajaan.

Dan hari ini BaekHyun kembali menyesali perbuatannya.

“Ingat, jam 6 pagi kalian harus sudah berkumpul didepan gerbang sekolah. Aku ingin kelas ini kembali meraih sebagai kelompok terbaik seperti senior kalian sebelumnya,” Mr.Jung tengah menjelaskan tentang acara yang akan siswa kelas 1 lakukan. Yaitu kompetisi kemah sekolah.

“Jieun, selepas ini kau bisa berkumpul dengan ketua kelompok lain dilapangan sekolah untuk mendapatkan list kendaraan dan tempat berkemah,’ lanjut Mr. Jung mengingatkan.

“Siap pak,” jawab Jieun bersemgat.

Tentu bersemangat. Jieun terpilih menjadi ketua untuk kelompok kelas 1-4 dan ini sangat membuatnya bersemangat.

“Ehm,, BaekHyun,” ucap Mr.Jung sambil menatap kearah BaekHyun.

“Ya..” jawab BaekHyun.

“Kau bisa membantu kekasihmu mempersiapkan perlengkapan kelas, kau tidak akan membairkannya kesusahan sendiri bukan?” lanjut Mr.Jung dengan senyum menggodanya. Yang tentu hal ini kembali menarik perhatian anak kelas yang mereka sambut dengan sorak sorai menggoda.

BaekHyun merasakan mukanya memanas. Oh Bukan, bukan karena dia tersipu malu tapi karena dia menahan luapan amarah atas tindakan bodohnya.

Mr. Jung melangkah meninggalkan ruangan kelas, meninggalkan muridnya yang masih riuh menggoda pasangan baru dikelas mereka. Terutama Jongdae, Chanyeol dan KyungSoo yang kembali menggodai BaekHyun. Yang menjadi tersangka hanya bisa menggerakan tangannya mengelak sambil sesekali tertawa kecil.

Ya… inilah Byun BaekHyun sekarang.

“BaekHyun, kalau kau sibuk biar aku saja yang melakukannya,” satu suara menghentikan aksi BaekHyun di goda oleh tiga teman Hyperaktifnya. Jieun berdiri tepat didepan kurs BaekHyun. Mengajaknya bicara.

BaekHyun menaikan satu alisnya.

hey mengapa dia mengatakan kalimat itu, seolah aku lelaki tidak bertanggung jawab,’ batin BaekHyun.

“Tidak, aku akan membantumu. Lagi pula Mr. Jung sudah menugaskannya padaku,” jawab baekhyun lancar.

Jieun hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya pelan. “Baiklah, pulang sekolah kita temuai panitia acara,’

“Tentu,” jawab Baekhyun singkat.

Jieun kembali melangkah menuju kursinya dengan langkah ringan. Sedangkan BaeHyun, kembali berfikir.

kenapa aku berlagak seperti seorang kekasihnya?

.

.

Bersambung….

3vPYwAT8

117 thoughts on “Another Love Story : 1 – ‘The Confession’

  1. Halo kak, reader baru, salam kenal.
    Jadi ceritanya baekhyunnya nggak suka sama jieun, kalo nggak suka kenapa nembak jieun?
    Kayaknya aku commentnya terlambat ya, masalahnya udah ada chapter terakhirnya.
    Izin baca lanjutannya…

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s