Take Care, Please!

TC

Author : Charismagirl

Main Cast :

  • Byun Baekhyun
  • Park Minri
  • Ahn Sungyoung
  • Park Chanyeol

Other Cast :

  • Sehun | Jongin | Kyungsoo | Suho | EXO

Rating : Teen, General

Genre : Romance, friendship, lil bit humor.

Length : One-Shoot

Note : This Story is mine. Do not copycat without my permission!

Kemarin Sehun yang cidera jari tangan. Sekarang apa lagi? Chanyeol? Huh! Ada apa dengan kalian?

***

Musik menggema di dalam ruang latihan lantai tiga di gedung sebuah agensi ternama Korea Selatan. Ruangan itu sedang ditempati oleh salah satu grup di agensi itu.

Malam sudah larut. Tapi semangat mereka untuk latihan tidak pernah surut demi sebuah tuntutan untuk menampilkan yang terbaik. Mungkin bagi mereka, mengeluh adalah hal sia-sia. Karena sebenarnya semua yang mereka lakukan demi kebaikan mereka sendiri.

Ada tujuh orang lelaki di dalam ruangan. Enam orang sedang menggerakkan tubuh mereka seirama dengan hentakan musik, sementara satu orang (bisa disebut sebagai pelatih) sedang berdiri di depan.

Mereka berada di sana sejak tiga jam yang lalu. Selama itu pula mereka menjalani latihan –dikurangi beberapa puluh menit waktu istirahat. Wajah lelah mereka tidak bisa disembunyikan, dengan bulir keringat yang jatuh. Bertahun-tahun menjadi trainee menjadikan itu semua bukanlah hal yang patut dipermasalahkan.

Tapi masalahnya adalah ketika …

Bruukk!

“CHANYEOL-AH!!”

Chanyeol terjatuh. Karena kakinya tersandung kaki Jongin. Terguling beberapa puluh sentimeter dari tempat berdirinya semula.

Musik dihentikan. Chanyeol masih belum bangkit dari posisinya yang bertelungkup. Samar-samar terdengar ringisan dari mulutnya. Sementara yang lain memandangi Chanyeol dengan pandangan khawatir.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Suho sembari membantu Chanyeol duduk. Lelaki jangkung itu memegangi lengan kirinya tanpa bicara apa-apa tapi hal itu sudah cukup untuk menjadi jawaban bahwa lelaki itu sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.

Hyung tersandung kakiku?” tanya Jongin sembari jongkok di depan Chanyeol.

“Sepertinya.” Jawab Chanyeol. Wajah Jongin menegang. “Tapi aku tidak apa-apa, Jongin. Kalian teruskan saja latihannya–Hyung, boleh aku pulang duluan?” Chanyeol menghadapkan tubuhnya pada pelatih. Pria itu mengangguk mengizinkan. Memaksakan keadaan akan memperburuk situasi.

“Aku akan pulang bersamamu.” Sahut Baekhyun yang sejak tadi hanya memandangi Chanyeol dengan wajah cemasnya.

“Tidak, Hyung. Aku bisa pulang sendiri.”

“Dengan kondisi lenganmu yang seperti itu? Yang benar saja.”

“Aku tidak–aww!” Belum selesai Chanyeol mengelak, rasa sakit di tangannya terasa menjadi-jadi karena Chanyeol tanpa sengaja melakukan gerakan pada lengannya yang sakit.

Baekhyun memutar bola matanya. Chanyeol memang keras kepala. Tapi dalam situasi seperti ini sifat keras kepalanya itu sama sekali tidak membantu.

“Baik. Cukup. Latihan hari ini cukup sampai disini saja. Kalian semua boleh pulang sekarang.” Pelatih mengambil sebuah kebijakan yang membuat Kyungsoo menghela nafas lega.

“Maafkan aku, Hyung.” Ucap Jongin lantas berdiri. Sementara Chanyeol juga berdiri dibantu oleh Sehun.

“Bukan salahmu, kok.”

“Ya, salahkan kakinya yang terlalu panjang itu.” Baekhyun meninggalkan ruangan itu lebih dulu. Wajahnya tampak mengeras. Mungkin karena terlalu lelah –atau mungkin ada alasan lain, dia tidak bisa lagi bersikap ramah.

***

Suho menekan sakelar lampu membuat ruang tengah dorm mereka seketika terang benderang. Kyungsoo langsung menuju dapur, karena dia merasa kehausan. Baekhyun lebih dulu masuk ke dalam kamarnya. Sementara Sehun dan Jongin terkapar di atas sofa.

Chanyeol berjalan pelan menuju kamarnya. Kakinya tidak apa-apa, mungkin hanya terkilir sedikit. Tapi dia masih bisa berjalan dengan kondisi kakinya yang seperti itu. Insiden di ruang latihan lebih membuat sakit bagian lengan dan punggungnya.

“Baek, aku masuk ya,” ucap Chanyeol saat Ia berada di depan kamarnya.

“Kalau Hyung butuh bantuan, panggil saja aku.” Ucap Jongin dari ruang tengah, lelaki itu masih merasa bersalah. Padahal tidak sepenuhnya kesalahan Jongin. Mungkin Baekhyun benar, kaki Chanyeol lah yang terlalu ceroboh untuk mengait kaki Jongin. Bagaimana kalau Jongin yang jatuh? Masalahnya pasti akan semakin kusut.

Chanyeol mengangguk sembari tersenyum lebar pada Jongin. Bagaimanapun kondisinya, Chanyeol tetaplah seorang happy virus. Meskipun pada akhirnya dia harus meringis lagi.

Chanyeol memasuki kamarnya. Sekitar sepuluh menit, Baekhyun baru keluar dari kamar mandi dengan kondisi rambut yang masih basah sehabis keramas. Mereka melakukan kontak mata sesaat sebelum Baekhyun berbalik dan membuka lemari bajunya.

“Kita ada jadwal besok. Bagaimana kau bisa perform dengan kondisimu yang seperti itu.” Baekhyun bicara tanpa menatap Chanyeol. Lelaki yang minggu lalu resmi berumur dua puluh tiga tahun (umur korea) itu tampak marah atau kesal pada Chanyeol. Entahlah. Baekhyun memang mencemaskan penampilan mereka nanti, tapi sebenarnya dia lebih mencemaskan keadaan Chanyeol.

Mereka teman sekamar sejak mereka debut. Hal itu membuat Baekhyun merasa Chanyeol adalah sahabat terbaiknya. Dan jika Chanyeol terluka, maka Baekhyun akan merasa sedih. Begitupun sebaliknya.

“Aku tahu, Hyung. Aku baik-baik saja. Mungkin sedikit waktu istirahat akan mengembalikan semuanya seperti semula.”

Chanyeol menghempaskan tubuhnya di kasur, seperti lupa bahwa dia sedang menderita sakit punggung. Alhasil, dia kembali meringis.

“Baik-baik saja kepalamu!” Baekhyun menyumpah lantas memakai kaos putihnya yang kebesaran.

Baekhyun membaringkan tubuhnya di kasur yang lain –kasur yang letaknya di samping kasur Chanyeol. Sebenarnya ada empat orang yang harusnya menempati kamar itu : Chanyeol, Baekhyun, Tao dan Xiumin. Namun, karena EXO-M sedang mengadakan promosi di China, saat ini kamar itu hanya di tempati oleh dua orang.

“Kenapa kau dari tadi mengomeliku, Hyung? Kau tampak seperti wanita yang sedang mengalami PMS.” Dengan wajah tanpa dosa, Chanyeol tertawa membuat suaranya yang berat itu menggema ke seluruh kamar.

“Diam kau Park Dobi!” Baekhyun membelakangi Chanyeol. Dia sedang memainkan ponselnya. Diam-diam mengirimkan pesan singkat pada seorang gadis –yang Baekhyun kenal sebagai kekasih Chanyeol –mengadukan semua yang terjadi pada lelaki jangkung itu.

***

“Sungyoung-ah! Ponselmu berbunyi.” Minri sedang berbaring di sofa panjang yang terletak di ruang tengah sembari menonton acara tivi kesukaannya ketika bunyi pemberitahuan pesan sedikit mengganggunya. Demi apapun, ini tengah malam. Siapa yang mengirim pesan singkat selarut ini?

“Biarkan saja, Eonni. Aku sedang mengerjakan tugasku. Aku akan membukanya nanti.” Teriak Sungyoung dari arah kamar yang pintunya sedikit terbuka.

Minri baru akan mengabaikan bunyi ponsel itu ketika deringannya kembali terdengar. Dia bangkit dari berbaringnya dan lancang mengintip layar ponsel Sungyoung. Keningnya sedikit berkerut saat melihat nama pengirim pesan yang terpampang di layar ponsel Sungyoung –sebuah nama yang sungguh tidak asing baginya.

Baekhyun…

Minri tinggal di sebuah apartment berukuran sedang bersama temannya yang bernama Sungyoung –gadis yang memiliki perbedaan umur satu tahun dengannya. Mereka memiliki beberapa kesamaan hingga membuat mereka menjadi teman dekat dan tinggal bersama. Salah satunya adalah mereka meniti pendidikan di kampus yang sama di kota besar Seoul –walaupun berbeda jurusan. Dan kesamaan yang lain adalah kekasih mereka berada di agensi yang sama.

Minri beranjak dari sofa lalu mengambil ponsel itu dan membawanya ke kamar Sungyoung. Tidak ada hal yang dia curigai, dia hanya penasaran mengapa orang itu mengirim pesan pada Sungyoung.

“Nih, dari Baekhyun.” Minri menyodorkan ponsel Sungyoung pada pemiliknya.

“Hah? Kenapa Baekhyun mengirim pesan padaku?” tanya Sungyoung heran, namun dia masih tampak sibuk dengan kertas-kertasnya yang berhamburan di meja belajar. “Buka saja, Eonni.

“Serius? Ini kan privasi.”

“Memangnya apa yang bisa aku rahasiakan dengan Baekhyun dari Eonni?” Sungyoung mendongakkan kepalanya sesaat, tersenyum pendek, lalu kembali mengerjakan tugas kuliahnya.

“Baiklah kalau begitu.”

Minri menyapukan jarinya di layar ponsel Sungyoung membuat kunci terbuka dan menampilkan wallpaper foto Sungyoung bersama kekasihnya yang setinggi tiang –menurut versi Minri. Mereka tampak serasi dan manis dengan memakai topi yang sama.

Dia menurunkan layar itu dan membuka pesan dari Baekhyun. Lantas membacanya.

Sungyoung-ssi, kau harus tahu hal ini. Chanyeol baru saja mengalami cidera. Lengan dan punggungnya tampak mengkhawatirkan. Kuharap kau menjenguknya besok.

Minri mengerutkan keningnya. Wajahnya berubah serius.

“Sungyoung-ah, kau harus menjenguk Chanyeol besok. Sesuatu yang buruk telah terjadi padanya.” Minri beserta wajahnya yang tanpa senyum sangat mendukung untuk membacakan berita buruk semacam itu. Tapi Sungyoung tidak ingin tertipu.

Eonni, jangan bercanda! Tidak lucu sama sekali.”

“Ya! Siapa yang bercanda. Baekhyun bilang Chanyeol mengalami cidera saat latihan. Lengan dan punggungnya tampak mengkhawatirkan. “

“Apa?!” Sungyoung melepaskan pulpennya dan menatap Minri dengan pandangan tidak percaya.

Minri mengendikkan bahu sembari menyodorkan ponsel itu kepada pemiliknya.

“Baekhyun memang tipikal orang yang jahil dan suka bercanda. Tapi aku tahu, dia tidak akan menjadikan hal ini lelucon.”

Sungyoung menyambut ponsel itu lantas membacanya sendiri. Lalu dia menatap Minri dengan pandangan cemas.

“Chanyeol sungguh cidera. Aish! Bagaimana ini?”

“Seperti apa yang dikatakan Baekhyun, kau harus menjenguknya, Honey.” Minri menepuk pelan bahu Sungyoung yang tampak menegang.

“Tapi, aku tidak bisa menjenguknya besok. Jadwal kuliahku padat sampai sore. Apa aku boleh minta bantuan Eonni untuk melihat keadaan Chanyeol? Aku ingin sekali melihat keadaannya tapi–

“Tidak.”

Sungyoung berubah murung.

“Ya! Bukan aku tidak ingin membantumu.” Minri menghela nafas. “Yang benar saja Sungyoung! Chanyeol itu membutuhkanmu. Bukan aku.”

Sungyoung menatap layar ponselnya. Ada satu pesan lagi yang belum dibuka. Dia membuka pesan itu, seketika wajahnya berubah sedikit lebih cerah.

Jangan lupa ajak Minri. Aku merindukannya. ^^

“Baekhyun juga menginginkan Eonni untuk datang, kok.” Sungyoung menunjukkan layar ponselnya pada Minri.

Minri membaca pesan itu lalu mengerutkan kening, kemudian menggelengkan kepalanya. Dasar Baekhyun. Minri rasa, Baekhyun tidak perlu mengirimkan pesan itu pada Sungyoung bersamaan dengan berita buruk tentang Chanyeol. Dia bisa mengirimkan pesan itu langsung kepada Minri. Dan Minri juga merindukan Baekhyun ya, ngomong-ngomong.

Minri merebut ponsel Sungyoung –menghapus pesan Baekhyun yang terakhir. Lalu dia melangkahkan kakinya ke luar kamar.

“Baik, aku akan kesana.” Minri membalikkan badannya. “Tapi bersamamu. Aku serius!”

“Tapi, Eonni–”

“Tidak ada tapi, nona Ahn.”

***

Pagi kembali menyambut.

Suasana dorm EXO tampak seperti biasa. Kyungsoo akan berada di dapur, menyiapkan makanan untuk semua member. Suho bangun setelah Kyungsoo lalu membantu lelaki bermata besar itu sedikit. Jongin masih tidur nyenyak dalam kamarnya, begitupula dengan Sehun.

Baekhyun baru saja bangun dari tidurnya. Dia membalikkan badannya ke kanan dan menemukan Chanyeol masih setia bergelung dalam selimutnya. Mata besarnya tertutup rapat. Dapat dipastikan bahwa lelaki tinggi itu masih berada di alam mimpinya.

Baekhyun menjulurkan tangannya ke nakas di samping tempat tidur untuk menggapai ponselnya. Ada satu pesan yang belum terbaca. Melihat nama pengirimnya membuat Baekhyun tidak bisa menyembunyikan senyumannya.

Baek, aku akan ke dorm kalian hari ini bersama Sungyoung. Kau tidak bercanda dengan pesanmu tentang keadaan Chanyeol ‘kan? Karena kalau sampai itu terjadi. Aku akan mencubitmu sampai membiru. /bercanda/

Aku juga merindukanmu /serius/ tapi kau tidak harus mengirimkan pesan ini pada Sungyoung dan mengatakan bahwa kau merindukanku. Salah situasi, Baek-_-.

Well, wait me. And, have a nice day! ^^

Baekhyun menutup kembali ponselnya setelah dia mengirimkan sebuah pesan balasan. Dia bangkit dari tempat tidur lalu berjalan menuju kamar mandi.

Chanyeol menggeliat di tempat tidurnya. Dia merasakan punggung dan lengannya seperti habis di pukul dengan tongkat baseball. Dia tidak bisa bangkit dari tempat tidur. Dengan keadaan setengah sadar, Chanyeol memijat ringan lengannya.

Tak lama setelah itu, Baekhyun keluar dari kamar mandi. Wajahnya tampak segar sehabis cuci muka.

“Eh? Kau sudah bangun? Selamat pagi Yeolli!”

Chanyeol mengerutkan keningnya. Kalau Chanyeol tidak salah, kemarin Baekhyun hanya memasang wajah dingin padanya seperti orang yang kehilangan kotak ketawa. Tapi pagi ini, Baekhyun tersenyum cerah seperti baru dapat tiket gratis berlibur ke Disneyland.

“Selamat pagi, Hyung.”

“Bagaimana keadaanmu?” Baekhyun duduk di tepi ranjang Chanyeol dan iseng meninju pelan lengan Chanyeol yang sedikit berotot itu.

“Aaaw! Hyung!”

Sorry.” Baekhyun mengangkat kedua tangannya sembari menunjukkan v sign-gesture untuk berdamai. Sungguh, dia tidak bermaksud menyakiti Chanyeol.

“Apa kau perlu ke dokter?” tanya Baekhyun.

“Tidak. Aku hanya butuh istirahat sehari penuh. Mungkin pijatan dan obat gosok bisa membuatku lebih baik.”

“Baiklah, aku akan menanyakan pada Suho Hyung apakah dia punya obat gosok.”

“Sekalian tanyakan pada member yang lain siapa yang punya bakat terpendam sebagai tukang pijit.”

Baekhyun seketika meledakkan tawanya. Chanyeol kurang ajar! Masih sempat-sempatnya bercanda disaat keadaannya yang masih seperti itu.

***

Eonni percaya tidak, kalau hari ini semua mata kuliahku diliburkan?”

Sungyoung baru saja duduk di bangku kemudi dalam Audi silver milik Minri. Meskipun mereka berdua hanya tinggal dalam apartment sederhana. Tapi Minri mendapatkan fasilitas yang memadai dari orang tuanya. Mungkin karena dia anak satu-satunya.

“Percaya kok. Aku juga begitu,” ucap Minri dengan santai, lalu menyalakan mesin mobilnya dan melesai di jalanan.

“Hah?! Masa? Memangnya hari ini hari apa sih? Kenapa aku tidak tahu info ini.”

“Aku lupa memberitahumu. Hari ini ada seminar besar dari fakultas. Jadi semua mata kuliah diliburkan. Seluruh mahasiswa dan mahasiswi disarankan mengikuti kegiatan itu.”

“Dan kita tidak mengikutinya.” Sungyoung tertawa pelan sembari menatap jalan raya yang tampak ramai.

“Masa bodoh ah!” Minri terseyum singkat, lalu menginjak pedal gas lebih dalam membuat kecepatan mobil itu meningkat. Sungyoung melirik Minri, kedua tangannya berpengangan erat pada sabuk pengaman. Demi apapun Sungyoung tidak ingin mati secepat ini!

Sepertinya Sungyoung tahu apa yang membuat Minri ingin cepat-cepat sampai ke tempat tujuan mereka. Seseorang yang pantas dijadikan sebuah alasan karena mereka tidak bertemu selama seminggu. Rasanya pasti menyiksa.

 

“Chanyeol sudah menghubungimu?” tanya Minri saat mereka berdua baru saja tiba di tempat parkir di sebuah apartment mewah di daerah itu.

“Belum. Dan dia sama sekali tidak membalas pesanku. Ugh si idiot itu, awas saja! Aku akan memukulnya.”

Hey! Kau akan menjenguk orang sakit. Bukan ingin membuatnya tambah sakit.” Minri turun dari mobilnya. Diikuti Sungyoung. Kemudian mereka berdua berjalan beriringan menuju sebuah dorm yang suda tidak asing bagi mereka berdua.

Arraseo, Eonni. Maaf aku terbawa suasana. Chanyeol itu menyebalkan tau tidak. Harusnya dia menghubungiku. Walaupun aku tahu dia tidak akan mengeluh padaku tentang sakitnya itu.”

Minri tertawa pelan. Dia tahu Sungyoung akan mengomeli lelaki itu. Lihat saja.

***

Ting Tong!

Bunyi bel sedikit mengejutkan Kyungsoo yang sedang membaca majalah masakan di ruang tengah. Lelaki bermata besar itu beranjak dari sofa lalu berjalan menuju pintu. Sambil menebak-nebak siapa yang datang di pagi hari seperti ini, dia mengintip lewat lubang kecil. Setelah memastikan bahwa dia mengenali dua orang gadis yang sedang berdiri di depan pintu apartment yang dia tinggali bersama para member, lantas Kyungsoo membuka pintu.

“Selamat pagi Minri, Sungyoung, ada apa kemari?” Sapa Kyungsoo sembari tersenyum. Dia membuka pintu lebih lebar agar kedua gadis itu bisa masuk.

“Selamat pagi, Kyung.” Ucap Minri dan Sungyoung hampir bersamaan.

“Chanyeol….” Sungyoung menggantungkan kalimatnya karena terlalu banyak yang ingin ditanyakannya.

Chanyeol ada di dorm?

Dia sakit sungguhan?

Kenapa dia bisa cidera?

Bagaimana keadaannya sekarang?

Chanyeol… Chanyeol…

Hyung! Hentikan! Sakit tahu!” Suara berat Chanyeol terdengar sampai ruang tengah. Hal itu membuat Kyungsoo mengendikkan bahunya sembari tersenyum. Pertanyaan Sungyoung perlahan akan terjawab.

“Masuk saja ke kamarnya.” Ucap Kyungsoo sebelum dia kembali duduk di sofa dan membuka majalahnya. Lalu Sehun dan Jongin tiba dari arah dapur. Mereka berdua membawa bungkusan makanan ringan.

Hai girls! Chanyeol sedang di ‘operasi’ kalau kalian mau melihat.” Ucap Sehun, lalu memasukkan keripik kentang ke dalam mulutnya. Minri menurunkan pandangannya ke tangan Sehun. Sudah tidak ada perban. Sepertinya sudah membaik.

Minri mendengar kabar bahwa beberapa waktu lalu Sehun mendapatkan cidera di jari tangannya, bahkan ada yang mengatakannya jari Sehun patah. Ugh, mengerikan. Tapi untungnya Sehun tidak separah itu.

Dan tadi malam, bersamaan dengan berita cideranya Chanyeol. Jongin juga diberitakan sedang sakit lengan. Minri selalu membaca timeline sosial medianya jika dia punya kesempatan. Astaga! Mengapa mereka bisa sakit dalam waktu hampir bersamaan begini?

Sungyoung mengerutkan keningnya. Bukan karena Sehun memanggil Hyung-nya tampa embel-embel Hyung. Tapi mendengar kata operasi membuat dirinya bertanya-tanya dengan apa yang terjadi dalam kamar Chanyeol.

Hng! Aku yakin sebentar lagi Chanyeol Hyung akan sembuh.” Sahut Jongin sembari mengulurkan tangannya ke dalam bungkusan keripik Sehun. Lalu kedua maknae itu perang kecil-kecilan perihal Sehun baru saja kecurian keripik kentang miliknya. Dan pencurinya adalah Jongin. Dasar kekanak-kanakan.

Sepertinya keadaan kedua maknae itu tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Masuklah,” ucap Minri. “Perasaanku tidak enak saat Sehun mengatakan ada ‘operasi’. Aku menunggu di luar saja.” Sambungnya.

Dia memilih duduk di sofa single. Tidak peduli Sehun dan Jongin yang masih berebut, apalagi penasaran dengan majalah masakan Kyung –sama sekali tidak.

Sungyoung menangguk, lalu mendekati kamar yang ditempati Chanyeol. Dia mengetuk pelan pintu itu. Suara Chanyeol yang ribut semakin terdengar jelas.

“Baek, lepaskan aku! Dan Suho Hyung, sudah cukup. Aku sudah sembuh, oke.”

“Chanyeol-ah….” Panggil Sungyoung, membuat keadaan kamar Chanyeol mendadak sepi.

Ceklek!

Baekhyun membuka pintu kamar. Seketika dia tersenyum. Sembari mengedarkan pandangan ke arah ruang tengah.

“Hai Sungyoung–” Baekhyun menyapa gadis di depannya sesaat sebelum dia berlari kecil menuju ruang tengah. Dia mendapati seorang yang benar-benar dirindukannya disana. “Park Minri~!!”

Beralih dari Baekhyun yang sedang merecoki Minri dengan segala kebawelannya –bertanya ini-itu, apa saja yang Minri lakukan selama seminggu saat tidak bertemu dengannya. –sekang mari kita lihat keadaan kamar Chanyeol.

Chanyeol sedang tengkurap di kasurnya, sementara Suho tampak memegangi lengan Chanyeol dan menahan tubuh Chanyeol dengan kakinya. Seperti sedang terjadi pergulatan disini.

“Sungyoung, kau datang?” Suho melepaskan tangannya dari Chanyeol. Dia rasa pengobatannya sudah cukup.

Chanyeol yang mendengar nama gadisnya disebut segera menoleh ke arah pintu. Dia belum bisa bangkit dari kasurnya paska mendapatkan pengobatan dari Suho. Dan Baekhyun berperan dalam hal menahan tubuhnya. Mereka berdua bersekongkol.

“Ahn Sungyoung….” Chanyeol menyengir. Dia sama sekali tidak membalas pesan dari Sungyoung ataupun mengangkat telponnya. Satu-satunya alasan yang Chanyeol punya adalah karena dia tidak ingin gadis itu khawatir. Dan sebenarnya Chanyeol bingung darimana gadis itu tahu kalau Chanyeol sedang cidera.

Idiot!” Sungyoung menghampiri Chanyeol, lantas mendudukkan dirinya di kasur Chanyeol membuat kasur itu bergerak.

“Ada apa kemari?” tanya Chanyeol sembari memutar tubuhnya. Sekarang dia telentang, dan dia mencoba duduk. Keadaan tubuhnya sudah lebih baik. Terimakasih pada Suho dan Baekhyun yang berperan banyak dalam kesembuhannya.

“Ada apa kau bilang?!” Sungyoung menerjang Chanyeol dengan pelukannya. Sementara lelaki itu menahan rasa sakitnya. Oh ayolah, dia belum sembuh sepenuhnya.

“Kau jatuh di ruang latihan. Kau cidera lengan dan punggung. Sebenarnya apa yang kau dan kaki panjangmu itu perbuat hingga kau terjatuh sampai begini parahnya? Kau benar-benar buruk ya dalam hal keseimbangan tubuh? Kau membuatku khawatir tahu….”

Suho yang mengerti dengan keadaan itu segera mundur teratur keluar kamar. Bergabung bersama yang lain di ruang tengah. Menggoda Baekhyun dan Minri yang sedang melepas rindu sepertinya menyenangkan.

“Maaf tidak memberi kabar padamu kemarin. Aku benar-benar sibuk.” Chanyeol melingkarkan lengannya ke tubuh mungil Sungyoung, sembari menghirup aroma apel dari sampo yang menguar di rambut Sungyoung.

“Kau-membuatku-khawatir-setengah-mati!” Entah gemas atau kenapa, Sungyoung memukul punggung Chanyeol membuat lelaki itu menggigit bibirnya.

Oh tidak, jangan dibagian itu.

“Terimakasih sudah mengkhawatirkanku.” Chanyeol mengelus punggung Sungyoung berharap gadis itu tenang.

“Jangan jatuh lagi, Yeol. Jaga dirimu. Kau akan sibuk akhir-akhir ini.” Sungyoung masih tidak ingin melepaskan pelukannya. Sementara Chanyeol bersyukur karena gadis itu tidak lagi memukulnya.

“Kau tidak kuliah hari ini?”

“Tidak.”

“Yeah! Jadi kau bisa menemaniku seharian ini.” Chanyeol melepaskan pelukannya lalu mencium pipi Sungyoung secepat kilat membuat wajah gadis itu memanas.

“Bisa sih. Kalau Minri Eonni tidak ingin pulang cepat.”

Chanyeol melongokkan kepalanya ke ruang tengah. Kemudian tertawa.

“Sepertinya Baekhyun tidak akan membiarkannya pulang secepat itu. Tenang saja.”

“Ayo kita hampiri mereka.” Sungyoung berdiri, namun Chanyeol menarik tangannya lagi hingga gadis itu terduduk.

“Disini saja.”

“Tapi kau belum mandi, Park Chanyeol!”

“Dan kau mau saja memelukku.”

“Oh baiklah. Aku kalah.”

Chaneyol mencubit pipi Sungyoung dengan gemas. “Aku butuh waktu hanya berdua denganmu. Kita bisa membicarakan banyak hal. Dan… demi apapun Ahn Sungyoung, aku merindukanmu!”

“Apalagi aku!”

***

“Sebenarnya apa yang terjadi sampai-sampai Chanyeol jatuh begitu?” tanya Minri pada siapapun yang mau menjawabnya.

Ada Jongin, Sehun, Kyungsoo, Suho dan jangan lupakan Baekhyun yang sejak tadi duduk berdempetan dengannya seolah mereka baru saja direkatkan dengan lem super mahal.

“Kakinya tidak sengaja mengait kaki Jongin, lalu akhirnya dia jatuh. Sudah biasa seperti itu kok.” Kyungsoo membantu menjawab.

“Kemarin Sehun yang cidera jari tangan. Sekarang apa lagi? Chanyeol? Huh! Ada apa dengan kalian?”

“Kami juga tidak ingin hal ini terjadi, tapi mau bagaimana lagi. Semua pekerjaan ada resikonya. Dan resiko penyanyi sambil menari ya seperti ini.”

“Benar juga sih. Tapi kan kalian bisa meminimalisir terjadinya hal itu.” Minri menelengkan kepalanya pada Baekhyun yang dengan berani-beraninya melingkarkan lengan ke pinggangnya. Kalau hanya mereka berdua sih tidak apa-apa, tapi ini banyak orang. Ugh, Minri malu.

Baekhyun tersenyum tanpa dosa seperti tidak terjadi apa-apa.

“Aku ke dapur dulu. Haus.” Minri berdiri tiba-tiba membuat rangkulan di pinggangnya terlepas. Gadis itu segera melenggang ke dapur –tidak tahu menahu bahwa Baekhyun mengekorinya –lalu membuka kulkas. Angin sejuk dari dalam lemari pendingin itu menerpa wajahnya. Dia mengambil sekaleng cola yang belum dibuka. Sebenarnya Minri berharap ada susu coklat kemasan kotak.

Setelah mengambil minumannya, Minri menutup pintu kulkas. Terkesiap saat Baekhyun bersandar di samping lemari pendingin dengan kedua tangan yang berlipat di depan dada.

“Huh, membuatku kaget saja.” Minri membuka kaleng minumannya lalu meneguknya sedikit. Minri akan meminum minumannya lagi, tapi Baekhyun keburu merebut kaleng itu dari tangannya dan meletakkannya di atas meja terdekat.

“Baek!” Protes Minri.

Baekhyun menarik lengan Minri lalu mendorongnya pelan ke tembok. Memojokkan gadis itu dan menguncinya dengan kedua lengannya di samping wajah Minri.

“Jangan macam-macam,” ucap Minri dengan nada peringatan yang serius.

“Kau merindukanku tidak sih?” tanya Baekhyun di depan wajah gadis itu. Minri mengerjap pelan. Jaraknya yang sedekat ini membuat jantungnya lagi-lagi berulah.

Minri menyingkirkan tangan Baekhyun yang mengurungnya. Lalu mendorong pelan tubuh lelaki itu. Dia melingkarkan lengannya dipinggang Baekhyun, menyandarkan kepalanya di bahu lelaki itu.

“Tentu saja, Baek.”

Baekhyun membalas pelukan itu, sembari menggerakkan tubuhnya pelan. Tidak ada yang bersuara membuat suasana di dapur itu tampak sepi. Hanya samar-samar terdengar perbincangan dari ruang tengah. Dan sepertinya Chanyeol dan Sungyoung juga sudah bergabung disana.

“Setelah Sehun, Chanyeol dan Jongin, kuharap tidak ada lagi yang sakit atau cidera. Termasuk kau, Baekhyun.”

“Aku janji, aku akan menjaga kesehatan dan makan yang teratur. Kau juga, ya.”

Minri mengangguk dalam pelukan Baekhyun. Lalu Baekhyun melepaskan pelukannya. Mereka bertatapan beberapa saat, lalu saling melempar senyum. Baekhyun mendekatkan wajahnya, sementara Minri mulai memejamkan matanya.

“Biar aku saja yang mengambilkannya untuk Hyung–Uh-Oh!”

Minri langsung membuka matanya saat mendengar sebuah suara yang dia kenali sebagai suara Jongin. Dengan segera Minri mendorong tubuh Baekhyun. Lalu menunduk dalam. Ugh wajahnya terasa panas. Tiba-tiba dia ingin mengecil, mengecil, dan mengecil lalu masuk ke dalam kulkas. Demi apapun dia malu!

“Maaf,” ucap Jongin sembari menggaruk tengkuknya. Dia melangkahkan kakinya lebih dalam dan menghampiri lemari pendingin. Dia memegang dua kaleng cola di tangannya. Lalu melangkah keluar.

Baekhyun dan Minri masih membatu seperti patung pajangan.

“Kalian boleh meneruskan yang tadi.” Jongin tersenyum tanpa dosa lalu berlalu dari sana.

Minri mencubit lengan Baekhyun saat lelaki itu kembali mendekatkan wajahnya.

“Ayo bergabung bersama yang lain.”

“Minri-ya, sekali saja~!”

Minri menghela nafas sesaat, lalu melayangkan kecupan kilat di bibir Baekhyun. Membuat lelaki itu menyengir lebar. Kemudian menautkan tangannya di tangan gadis itu. Lantas berjalan beriringan menuju ruang tengah bergabung bersama yang lain.

Minri baru memanjatkan doa dalam hati semoga mulut Jongin berbak hati untuk tidak menceritakan hal memalukan tadi kepada yang lain. Tapi tatapan aneh dan menyebalkan dari teman-teman Baekhyun beserta Sungyoung membuat Minri menyimpulkan bahwa Jongin sudah membeberkan semuanya.

Ah sudahlah.

*END*

#GetWellSoonChanyeol

#GetWellSoonKai

#GetWellSoonSehun

Oh please! Jangan timpuk aku. Aku-tau-ini-jelek. Aku cuma mau ngucapin moga Chanyeol, Sehun dan Jongin cepet sembuh.

Beberapa waktu lalu aku udah sedih gegara jari Sehun cidera. Ini apa lagi? arh! Mereka sudah bekerja terlalu keras. Aku terharu. Hiks.

Dan seketika aku <//3 nangis dengan berita Kris. T^T Maaf ya yang komennya blm terbalas. Aku lagi mikirin Kris…😦

Aku ngetik ini kemarin tanpa mikir bobot ceritanya kayak gimana. Ya intinya gitu deh. /\

Makasih sudah mau baca.

Kotak komentar selalu terbuka untuk kalian.

Love ya❤

© Charismaagirl, 2014

115 thoughts on “Take Care, Please!

  1. Baek oppa nih nyari kesempatan dalam kesempitan nih,,, Chan Oppa kasiannya dirimuu,,
    hahhahahha ceritanya seru,gokil, pokoknya 4 thumb for Author
    di tunggu yah FF nextnya heheheh =D
    Fightingg ~~

  2. HAAYY KAK RIMA!

    Duh, maafin aku kak. Komentar aku selalu telat T_T Habisnya…ya gitu, tugas sekolah seabrek, ulangan harian ngantri(?), dan awal bulan Juni nanti aku harus ujian kenaikan kelas ;A; /kokcurhat/.

    Dan…ya ampun kak! Kenapa sih kamu suka banget bikin orang terbang? ;A; Aku cinta gimana cara kamu menyampaikan perasaan Chanyeol yang nggak mau buat Sungyoung khawatir, kak. Rasanya pengen pelukin Chanyeol gitu /lah /modus. Terus entah kenapa aku malah jadi inget Ridiculous Love xD Chanyeol-Sungyoung tuh couple termanis (setelah Baekhyun-Minri, tentunya)! Yeay! xD

    Soal Baek-Minri…
    Mereka tuh heboh banget ya ampun~ Terus bikin envy juga ASFDHKHKFGD xD Apalagi scene mereka di akhir………AAAAAAAAAAAAAAA tolong aku meleleh tolong TvT Kenapa sih Jongin pake nyelonong segala, gangguin aja /dor.

    Pokoknya Chanyeol-Sungyoung, Baekhyun-Minri, dan fanfic ini: Terlampau manis. Yeay! xD (walaupun endingnya bikin aku pengen karungin Jongin terus buang dia ke laut, aku tetep suka!)

    Good job, Kak Rima. Keep writing ya, kak. Fighting!😀

    P.S: Ngomong-ngomong soal Kris…ya sudahlah. Ini udah hampir seminggu kan, kalo nggak salah? Yah, walaupun masih ada jejak-jejak kegalauan, seenggaknya udah nggak separah waktu awal-awal tahu berita itu huhu :’) Apapun yang terbaik buat Duizhang. Buat sebelas member EXO lainnya. Buat EXOfans. Buat kita semua. We are ONE :’)

    /lalu pergi naik ojek bareng Sehun/ /hah/

    • HAY HONEEEEY!!
      it’s oke, since your comment is moodboosting! /hugs/

      waah~ semangat Honey.
      yang rajin belajarnya, jgn baca FF mulu. hihii

      aku bikin orang terbang?😮 mungkin aku punya bubuk peri/?
      yaps, chanyeol manis, peluk gih, izin dulu sama sungyoung tapi yahaha
      ridiculous love adalah pertama kalinya aku dapet feel buat ff mereka. walopun ff chan-young yg pertama adalah marriage proposal, aku rasa RL lebih ngena ke yeoll (kepanjangan argumen-_-)
      yeaaah~! mereka kopel manis {}

      salahin baekkie dong ya, dia itu yg ngerecoki minri, org baru dateng juga ‘-‘)
      scene akhir?😀 maafin jongin atuh, dia masih polos (?) gasengaja liat. dan anehnya jongin masih nerusin tujuannya (mestinya dia kabur aja ya) pwahaha

      makasih banyak Honey :” kamu juga manis, kamu kan madu :3
      jangan dikarungin-_- ntar kalo dibuang kelaut trus nyasar kerumahku, trus aku jatuh cinta sama jongin gimana /gak.

      yap, keep writing juga buat kamu.
      aku nunggu ff manis series kamu itu.
      maunya pas baekhyun pairingnya minri sih😄 /modus/abaikan/

      kris.. yeah. aku udah bisa bangkit dr keterpurukan ini. aku yakin mereka semua sudah berada ditangan yang tepat. semua yang terjadi ini pasti ada hikmahnya.
      dan kita exofans harus tetap semangat. kalo kita ga semangat, gmn mereka bisa bangkit lagi.
      pokonya gitu deh. :3 doa selalu menyertai mereka.

      naik ojek bareng sehun-_- elaaah kasian paman ojeknya nyesek tempat duduknya sisa dikit *apasih-_-*

      THANK YOU SO MUCH HONEY!
      LOVE YAA❤

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s