Another Love Story : 2 – ‘Lean On Me’

ALS

Another Love Story : 2 – ‘Lean On Me’

Fanfic presented By Apreelkwon

For BaekHyun and IU Lovers… This is it…

Cast : BaekHyun and IU
Genre : Romance , School Life
Type : Chaptered

.

sebelumnya : 1 .

.

How your love story?

This is just a common love story But…..

Lets Start.

.

.

Lean On Me

Pertemuan dengan panitia penyelenggara kemah. BaekHyun kira hanya akan berupa kumpulan para ketua kelompok, kemudian pembagian tempat kemah, kelompok serta kendaraan yang akan membawa mereka ke tempat kemah. Itu yang ada dalam fikiran BaekHyun saat dia membayangkan akan seperti apa mengantar Jieun ke aula depan kantor sekolah. Dan ternyata. Entah untuk keberapa ratus kalinya Baekhyun menerima candaan tentang statusnya dengan Jieun.

Bahkan, presiden siswa mengucapkan selamat dengan senyuman dan satu tepukan pada pundak BaekHyun. BaekHyun kembali bertanya, sebenarnya apa yang special dari seorang Lee Jieun sampai dia seperti artis mendadak semenjak menyandang status sebagai kekasihnya.

Entahlah, BaekHyun belum mendapatkan jawaban itu.

Sibuk dengan memeriksa beberapa list kelengkapan kemah dan menimpali candaan murid lain, BaekHyun hampir melupakan apa yang sedang Jieun lakukan. ‘inikan tugasnya kenapa malah aku yang repot’ bisik BaekHyun dalam benaknya.

Baekhyun selesai dengan beberapa lembar kertas yang sudah dia cek beberapa kali –list tempat kemah dan kendaraan yang akan membawa murid 1-4. BaekHyun mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru aula untuk mencari sosok Lee Jieun. Entahlah selama hampir 30 menit disana, dia dan Jieun saling memisahkan diri lebih tepatnya mereka mengerjakan apa yang menjadi tugas mereka secepatnya. BaekHyun kembali memutaran pandangannya, ketika dia mendapati sosok Jieun dengan rambut panjangnya yang diikat. Jieun terlihat sedang berusaha membawa sebuah box berwara coklat tua. Dia terlihat sangat berusaha meski setelah tiga kali percobaan box itu tidak kunjung berhasil dia dekap. Sangat berat mungkin.

BaekHyun menghembuskan nafas lesu. Dengan beberapa lembar kertas dalam genggamannya BaekHyun berlari menuju Jieun, tentu sebagai kekasih dia harus memperhatikan perempuannya.

“Biar aku yang bawa,” ucap BaekHyun yang mengalihkan perhatian Jieun.

eoh, kau sudah selesai,” tanya Jieun kikuk, mungkin karena dia sedikit kaget atau mungkin dia lelah karena terus gagal mengangkat box itu. Entahlah.

BaekHyun mengangguk sebagai jawaban untuk pertanyaan Jieun dan mengacungkan lembar – lembar kertas yang dia periksa. “Kau membuatku terlihat seperti lelaki tidak bertanggung jawab,” lanjut BaekHyun sambil menyerahkan lembaran kertas itu pada Jieun.

ehm?

BaekHyun menggerakan kepalanya pada box yang berisi perlengkapan kelompok didepan mereka, “Kau menyuruhku untuk mengecek kelengkapan sedangkan kau harus berkutat dengan barang – barang ini,” BaekHyun menyingsingkan lengan bajunya kemudian dengan mudah dia mengangkat box itu. Memang sedikit berat fikir Baekhyun.

“Ayo,” ucap Baekhyun.

Jieun mengangguk kemudian mengikuti langkah Baekhyun keluar dari aula. Saat mereka berjalan bersama, biasanya akan berpola satu didepan dan satu dibelakang. Selalu seperti itu. Tapi kali ini dengan langkah ringan Jieun berusaha menyamakan langkahnya dengan milik Baekhyun. Mereka berjalan beriringan siang itu.

“Aku fikir dengan membuatmu melakukan cek lembaran ini akan menambah kenalanmu, karena banyak panitia yang bertugas disana, betulkan,” ucap Jieun membuka pembicaraan menjawab pertanyaan Baekhyun saat diaula tadi.

BaekHyun yang sedang berjalan dengan box dalam dekapannya melirikan matanya pada Jieun sekilas sambil tersenyum. “Memang, tapi aku menjadi bahan guyonan mereka dengan status sebagai kekasihmu,” jawab BaekHyun.

hemhm…” hanya itu jawaban Jieun. Sebuah gumaman dengan satu anggukan kecil.

BaekHyun melirik Jieun yang berada disampingnya sekali lagi. Tapi perempuan itu terlihat serius dengan langkahnya. Menatapi jalanan yang dia langkahi. Dan mereka berdua kembali terdiam.

BaekHyun sebenarnya bukan tipikal yang susah untuk mencari bahan untuk obrolan. Dia sangat ahli untuk hal yang satu ini, tapi saat dengan Jieun dia bingung obrolan apa yang pas. Mengingat BaekHyun dengan Jieun menjadi dekat karena kesalahan besar lidah Baekhyun yang sering salah ucap. Dan kali ini sangat fatal. Ya…

“Box ini akan dibawa kemana?” tanya BaekHyun memecah keheningan.

eoh, aku bawa kerumah,” jawab Jieun.

“Baiklah akan kubantu membawa ini sampai halte bus didepan,” ucap Baekhyun sambil melanjutkan langkahnya. Kali ini BaekHyun melangkah dengan ritme lebih cepat. Kenapa? Bukan untuk menghindari Jieun ataupun agar segera terlepas dari box ini, tapi karena siang itu begitu panas.

Dan pola itu kembali terlihat. Dengan BaekHyun didepan memimpin jalan dan Jieun dibelakang. Mereka kembali berjalan dengan pola itu tidak beriringan.

Baekhyun tiba terlebih dahulu dihalte bus, dia meletakan box coklat itu dan mengibaskan tangannya mencoba menghilangkan rasa gerah. Tidak lama Jieun juga sampai dengan wajahnya yang sudah memerah. Apa seoul semakin panas hari ini?

“Kau naik Bis nomor berapa?” tanya BaekHyun yang kini sudah terduduk dibangku halte.

“90A,” jawab Jieun sambil memandang Baekhyun tersenyum.

BaekHyun menautkan kedua alisnya mendengar jawaban Jieun. “90A? Itu sama dengan bis menuju rumahku,” jawab BaekHyun.

Jieun yang melihat ekspresi BaekHyun hanya bisa tersenyum sambil mengangguk kecil. “Aku sudah tahu itu sejak pertama kali kita pulang bersama, tapi aku tidak memiliki kesempatan untuk mengatakannya dan kau sudah naik terlebih dahulu,”

heol~ kenapa kau tidak katakan saja, aku jadi seperti lelaki jahat kalau seperti ini,” jawab BaekHyun kikuk.

“ahaha, sudahlah..” jawab Jieun.

Dan untuk pertama kalinya dibawah angin musim panas seoul mereka berbagi satu tawa. Untuk kebodohan tidak saling memberi tahu.

“Nah itu bisnya,” ucap Jieun.

Go..” ucap BaekHyun menyemangati dirinya untuk kembali mendekap box coklat itu.

.

.

Jieun sudah tahu semua akan seperti ini. Dia yakin dengan list yang semalam dia cek kembali bahwa teman duduknya ada Jung Eunji. Tapi kenyataannya, sekarang Jieun melihat dengan jelas Eunji tengah menatapnya dengan senyum manis duduk bersebelahan dengan Jongin.

“Ehm, Jongin ini tempat duduku,” ucap Jieun mencoba biasa.

ya ya.. biarkan JongIn duduk denganku, dan kau bisa dengan BaekHyun,” jawab Eunji sambil tertawa lepas bersama JongIn. Bingo! Sesuai tebakan Jieun. Pasti ini tujuan mereka.

“Baiklah, tidak masalah untuku,” ucap Jieun sambil melangkah dari dua temannya yang tengah tertawa puas menuju kursi barisan kelima dari depan. Ya, Jieun sudah tahu jelas dimana tempat duduk BaekHyun. Berterimakasihlah pada lembar kertas yang Baekhyun kerjakan kemarin.

Jieun meletakan tas kecil yang dia bawa. Jam 6 kurang 10 menit. Jieun tidak tahu seperti apa seorang Byun BaekHyun apa dia orang yang tepat waktu atau sering terlambat seperti kebanyakan lelaki. Jieun memilih duduk dan memasang earphonenya sambil menunggu bis berangkat. Memandangi cuaca dipagi hari yang memang saat itu masih lumayan gelap dengan semburat jingga menghiasi langit.

Diluar sana masih berkumpul puluhan siswa tingkat satu yang akan melakukan kemah. Kebanyakan dari mereka akan menunggu diluar bis sambil mengabadikan moment itu. Diantar kumpulan siswa itu Jieun mendapati seorang lelaki dengan kaus putih dengan jaket abu yang tidak terkancing, celana hitam dan sebuah topi hitam. Byun BaekHyun tengah berlari diantara kumpulan siswa diluar sana.

Jieun yang melihatnya hanya bisa tertawa. Entah BaekHyun tidak pernah kemah atau memang itu style dia, Jieun merasa pakaian BaekHyun seperti dia akan melakukan perjalanaan biasa. Berbeda dengan Jieun yang siap dengan celana training, sepatu kets, kaus lengan panang plus beani hat pelangi. Ini sangat kontras.

“Dia fikir kita akan ke taman bermain,” ucap Jieun sambil tertawa saat melihat BaekHyun mendekat bis mereka.

Baekhyun terlihat masuk kedalam bis kelas 1-4 saat melangkah kedalam dia kaget saat melihat teman duduknya JongIn berada dibarisan depan dengan seorang Jung Eunji.

Jieun melihat ekspresi kaget BaekHyun dari kursi belakang. BaekHyun terlihat adu argumen dengan JongIn sampai akhirnya Baekhyun melanjutkan langkahnya menuju kursi belakang dan mendapati Jieun disana.

“Ulah mereka,” ucap Jieun saat BaekHyun menatapnya dengan pandangan ‘why’.

“Aku tahu pasti akan seperti ini,” jawab BaekHyun. Melupakan kenyataan dia kembali dikerjai temannya Baekhyun meletakan ransel miliknya dan kemudian mengambil duduk disamping Jieun.

Jieun kembali memandangi BaekHyun yang dalam benak Jieun masih terlihat aneh dengan pakaiannya ini. “Kenapa?” tanya BaekHyun.

“Kau tahu kita akan kemana?” tanya Jieun.

“Kemah,” jawab Baekhyun singkat, tapi dahinya terlihat bertaut seperti sedang berfikir.

“Aku fikir kau lupa kita mau kemana,” lanjut Jieun sambil tersenyum.

“Memang kenapa?”

“Tidak, hanya melakukan pengecekan saja,” jawab Jieun lagi sambil tertawa kecil.

.

.

Bis sudah melaju dari pukul 06.20 pagi ini. Semua siswa menikmati perjalanan yang sudah menempuh setengah jarak lokasi yang mereka tempuh. Suasana bis kelas 1-4 bisa dibilang paling ramai. Mereka menghabiskan waktu dengan bernyanyi, tertawa dan tidak lupa guyonan tentang gentleman BaekHyun juga sekali – sekali terdengar melintas. Nampaknya ini mulai menjadi obrolan biasa kelas 1-4.

Chanyeol yang membawa gitar kesayangannya mulai memainkan tiap senar – senarnya mengeluarkan melodi lembut dengan KyungSoo, BaekHyun dan JongDae menyumbangkan suara mereka. Siapa sangka ternyata seorang Byun BaekHyun memiliki suara indah. Semua murid perempuan histeris saat mendegar BaekHyun melantunkan lagu ‘Iam Yours’. Beberapa dari mereka mulai memaksa Jieun untuk ikut bergabung berdiri dibagian tengah bis. Dan sekali lagi, mereka menerima guyonan sebaga sepasang kekasih baru.

Masih dengan Chanyeol dengan gitar accousticnya, tapi kali ini berganti suara bas milik Mr. Jung yang menggema di bis itu. ya, wali kelas 1-4 ini memang pandai bernyanyi.

“Satu fakta ternyata kau pandai menyanyi,” ucap Jieun sambil memberikan air mineral cup pada BaekHyun saat dia sudah kembali duduk di kursinya.

BaekHyun meraih air yang Jieun berikan, menegaknya mencoba menghilangkan haus ditenggorokannya. “Hanya hobi saja,” jawab BaekHyun sambil tersenyum.

“Tapi suaramu indah,” kali ini dengan Jieun sambil mengacungkan kedua jempolnya.

“ahahaha, sudah banyak yang mengatakan itu padaku,” jawab BaekHyun lagi dengan tawa kecilnya.

Sekali lagi mereka berbagi sebuah tawa untuk saling memuji satu sama lain. Mengenyampingkan suasana bis yang mulai kacau dengan murid yang menggila dengan guru pendamping mereka, Jieun dan BaekHyun larut dalam perbincangan kecil yang membuat mereka kembali tertawa.

“Sepertinya mereka berdua semakin lengket saja,” bisik KyungSoo pada JongDae yang melihat BaekHyun dengan Jieun tengah asik bertukar tawa.

Suasana bis yang beberapa watu lalu sangat ribut kini berubah menjadi begitu sepi. Ya, perjalanan yang jauh membuat mereka kelelahan dan memutuskan untuk jatuh tertidur. Kebanyakan dari mereka memang larut dalam alam mimpi, tapi ada juga beberapa yang masih terjaga dan menyibukan diri dengan handphone ditangan mereka.

Jieun?

Dia mencoba untuk memejamkan matanya, karena jujur dia juga merasa lelah setelah semalaman tidak bisa tidur karena terlalu senang untuk menyambut besok. Tapi, rasa kantuknya mendadak hilang saat dia merasakan beban pada pundak sebelah kirinya.

Jieun melirikan matanya sebentar, saat dia mendapati BaekHyun tertidur dengan kepalanya bersandar pada bahu Jieun. BaekHyun tertidur begitu pulas, saat Jieun mencoba memperhatikan wajahnya.

“BaekHyun,, BaekHyun..” ucap Jieun pelan mencoba membangunkan. Kebanyakan pasangan mungkin akan membiarkan pemandangan ini bertahan. Tapi Jieun merasa tidak nyaman dengan hal ini makanya dia memutuskan membangunkan BaekHyun dari alam mimpinya.

“Byun BaekHyun…” sambung Jieun yang kali ini sambil menepuk tangan BaekHyun.

Kali in terdengar oleh BaekHyun. Dia membuka matanya dan terperanjat kaget saat dia mendapati tengah terlelap dibahu Jieun. Secara cepat dia bangun dan mengerjapkan matanya beberapa kali.

ah maaf maaf, ” ucap Baekhyun sambil membetulkan posisinya topinya –kikuk.

“Tidak apa – apa, aku seharusnya yang meminta maaf karena membangunkanmu, aku hanya merasa tidak enak dengan mereka yang terus memandangi kita,” lanjut Jieun sambil menggeraan matanya kearah murid lain yang kali ini telah memalingkan pandangannya.

ahahaha aku tahu aku tahu,” jawab BaekHyun sambil tertawa kecil.

Jieun hanya tertawa menimpali perkataan BaekHyun. Tidak berselang lama, BaekHyun sudah kembali larut dalam alam mimpinya dan Jieun hanya tertawa melihat pemandangan itu. Jieun yang sudah kehilangan rasa kantuknya hanya bisa memandangi keluar kaca dengan headset yang menempel ditelingnya.

Jieun kembali merasakan beban di bahu. Byun BaekHyun yang sudah terbang kealam mimpi kembali menjatuhkan kepalanya dibahu Jieun. Merasa tidak enak dan kasihan untuk kembali membangunkannya, Jieun hanya tertawa kecil dan membiarkan BaekHyun tertidur.

“Baiklah, sebaiknya aku juga tidur,” jawab Jieun. Da mengambil topi BaekHyun yang sedikit menghalangi lehernya. Menggunakan topi itu untuk menutupi wajahnya, Jieun ikut terlelap kedalam alam mimpi.

.

.

Bersambung….

3vPYwAT8

125 thoughts on “Another Love Story : 2 – ‘Lean On Me’

  1. Aaahhh…..ga tau kenapa aku suka banget scene yg waktu baek tidur d bahunya ji eun…kayaknya manis aja…
    Dan aku kira baek bakal bersikap kasar sama ji eun karena dia salah ngomong waktu itu…tapi ternyata engga…ngalir gitu aja…

    .<

  2. Uhuhu aku lupa aku belum selesai baca ini.. Dulu baca chapter 1 tadinya mau lanjut tapi ditunda krna nyelesain dulu baca yg lain dan kesibukan lain juga.. Dan yeahh akhirnya ada kesempatan lanjutin..
    Entah kenapa aku mulai suka sama couple ini.. Tapi gak enak sekarang kalo ngeship baekhyun sama cewek lain😦

    Oh aku ninggalin jejak dulu ddisini.. Mau baca next chapter.. Seeyou

  3. Baekhyun lucu deh, harusnya jieun yg lean dipundak baek, eh malah sebaliknya. Tp gpp deh. Tetep kren nih ff. Berasa kak feelnya🙂

  4. Ping-balik: Another Love Story : 7 – ‘Let’s Start With This’ | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s