Byunie and Illy (Chapter 2)

Byunie & Illy

Author: Mingi Kumiko

Cast:

  • Byun Baek Hyun
  • Ahn Il Yun (OC)
  • Kim Jong In
  • Oh Sehun

Genre: Romance, friendship, school life, family.

Rating: Teen (PG-15)

Chapter 1

***

Bel pulang berbunyi, seluruh siswa berhamburan keluar untuk meninggalkan kelas. Seperti biasa, Ilyun harus pulang dengan diboncengkan oleh Baekhyun.

“Ayo pulang!” ajak Baekhyun. “Sebentar ya, aku bersihkan lokerku dulu.” timpal Ilyun. Setelah itu, mereka pun keluar bersama untuk menuju parkiran motor.

 

Di perjalanan pulang, sebelum Baekhyun melewati pertigaan dekat rumah mereka, ia bertanya, “Kau mau jalan-jalan tidak?”

“Eh? Kemana?” bingung Ilyun.

“Terserah, kau maunya ke mana?”

“Entahlah? Jangan memintaiku pendapat, tidak akan ketemu titik temunya.”

“Dari dulu tetap sama. Hmmm, ini kan sudah sore, bagaimana kalau kita keliling kota, kemudian pergi ke pasar malam.” usul Baekhyun.

“Boleh juga… Okay, let’s go!

 

***

Malam pun tiba. Sesuai rencana, Baekhyun mengajak Ilyun pergi ke pasar malam. Sesampainya di sana, dilihat lah suasana yang ramai dengan cahaya lampu warna-warni yang berpendar menghiasi tempat tersebut.

“Cantik sekali!” Ilyun berseru karena takjub. “Kau suka?” tanya Baekhyun. “Tentu saja!” jawab Ilyun yang kemudian membuat lengkungan senyum di bibir Baekhyun merekah.

 

Mereka pun menyusuri sepanjang jalan pasar malam tersebut dengan berjalan berdampingan. Ilyun sibuk menoleh ke kanan dan kiri, melihat-lihat barang dagangan yang dijajakan. Sayang, ia tak membawa banyak uang hari ini. Jadi, yang bisa ia lakukan hanya menatap dengan ekspresi berharap.

“Mau main tembak-tembakan tidak?” tanya Baekhyun yang sontak membuyarkan lamunan Ilyun pada sebuah kardigan yang sangat sesuai dengan seleranya.

“Hmmm, tidak usah deh, aku nggak jago.” tolak Ilyun.

“Ya sudah, kau lihat aku bermain saja ya?”

“Oke…”

 

Baekhyun pun mulai memegang senapan dan berancang-ancang untuk menembak boneka burung yang bergerak itu.

DORR!

Satu tembakan ia lepaskan. Namun sayang, tak mengenai sasaran. Untung saja kesempatan yang diberikan sebanyak tiga kali. Ia pun bersiap menembak lagi.

DORR!

Tembakan keduanya kembali tak mengenai sasaran. Ia mendengus kesal. “Sayang sekali ya? Ayo, ini yang terakhir. Kau harus bisa!” Ilyun yang ada di sebelahnya memberikan semangat. “Oke, doakan aku berhasil,”

DORR!

Dan, YA! Percobaan ketiga benar-benar tak melesat dan tepat mengenai sasaran. “Huhh!” Baekhyun berseru tertahan untuk meluapkan kelegaannya.

“Hadiah apa yang akan kau pilih, anak muda?” tanya bapak penjaga stan tersebut.

“Aku mau boneka panda itu.” jawab Baekhyun sambil menunjuk boneka panda yang dimaksud. Orang itu pun segera mengambil dan memberikan boneka yang Baekhyun inginkan.

“Terima kasih, pak…” ucap Baekhyun.

“Untuk Baekhee (nama adik perempuan Baekhyun) ya? Wah, kau memang oppa yang baik!” celetuk Ilyun.

“Bukan, ini…, untukmu, kok!” jawabnya sembari menyodorkan boneka panda tersebut pada Ilyun, walaupun kepalanya sedikit ditundukkan karena agak merasa malu. Ia pun terkejut atas keputusan Baekhyun yang memberikan boneka itu padanya.

Jincha?” tanya Ilyun yang dibalas anggukan singkat olehnya. Ia pun menerima boneka itu dengan senang hati, mengingat itu memang sangat lucu dan ia menyukainya.

Gomawo…” ucapnya.

Ayo kita pulang? Nanti orang tua kita khawatir!”

Ne…”

 

Diperjalanan pulang, Ilyun terus saja memegangi boneka panda pemberian Baekhyun. Nampaknya ia benar-benar menyukai boneka itu. Melihat tingkah Ilyun yang menggemaskan dari kaca cembung spionnya, Baekhyun pun berpikir untuk sedikit mengusilinya. Ia buat motor yang tengah ia kendarai itu agak oleng. Ilyun pun spontan menjerit kencang.

“Hati-hati, dong!” omelnya. “Hahaha, habisnya…, kau asyik sendiri dengan boneka panda itu sih!” balas Baekhyun. “Terus, aku harus bagaimana lagi? Ah, tapi boneka ini memang sangat lucu! Tidak kalah dengan hello kitty. Aku suka!”

“Syukurlah kalau kau menyukainya. Anggap saja ini hadiah dariku setelah kau menyelamatkan aku dari BK tadi siang.” ucap Baekhyun.

 

Mereka berdua akhirnya sampai di rumah Ilyun. Segera lah Ilyun turun dari jok motor dan berdiri di hadapan Baekhyun.

“Terima kasih ya, sampai jumpa besok! Hmmm… Aku masuk dulu ya?” ucapnya sambil melambai-lambaikan tangan pada Baekhyun.

“Illy!” panggilan Baekhyun refleks membuat Ilyun membalikkan badannya. “Ada apa?” tanya Ilyun pelan. Baekhyun pun berdiri untuk menjagrak motornya, kemudian berjalan menghampiri Ilyun.

 

MUACH!

Tiba-tiba ia mengecup singkat bibir Ilyun. Ciuman sekilas itu berhasil membuatnya terbelalak dan seakan tersengat listrik.

“Sampai jumpa besok, Illy…” ucap Baekhyun balas melambaikan tangannya pada Ilyun yang masih menatapnya keheranan.

“O…, oke…, aku masuk dulu!” balas Ilyun kemudian berbalik dan langsung berlari tunggang langgang. Tingkah kocak Ilyun itu benar-benar membuat Baekhyun terkekeh dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

.

.

Walaupun sudah selesai mandi dan berganti baju menjadi piyama, Ilyun masih saja belum bisa melupakan ciuman sekilas dari Baekhyun tadi. Ia tak habis pikir, kenapa Baekhyun bisa senekat itu? Entahlah, apa maksudnya…

 

Tiba-tiba saja ponselnya bergetar, pertanda ada panggilan masuk. Ia lihat dari siapa, ternyata itu dari Baekhyun.

Yoboseyo?

“Illy, kau sudah tidur apa belum?”

“Belum, memangnya kenapa?”

 “Kalau begitu, apa kau bisa keluar dari kamar dan lihat ke luar?”

 

Tanpa pikir panjang, Ilyun pun segera membuka pintu kamarnya dan ia dapati Baekhyun yang sudah ada di sebrang dengan tangan yang menggenggam ponsel pula. Ia melambaikan tangan pada Ilyun sambil tersenyum.

“Aku boleh bernyanyi, tidak?” tanya Baekhyun ragu.

“Boleh…”

“Dengarkan ya? Eqhemb
naege cheossarangirangeol //
ijeya neol
/ chatgedoen geol //
baby wajullae~
//
jigeumbuteo urin
/
yeah yeah yeah yeah yeah
//

(kamu cinta pertamaku
aku telah menemukanmu
sayang, akankah kamu datang padaku?
mulai sekarang, kita
yeah yeah yeah yeah yeah)”

Say U Say Me by VIXX

 

Ilyun sebagai pendengar pun mencoba mencerna kata per kata dari lagu yang Baekhyun lantunkan barusan.

“Suaramu bagus, kok…” kata Ilyun asal saja.

“Illy-ya! Bukan itu maksudku, tapi…, itu lah lagu yang paling tepat untuk menggambarkan perasaanku selama ini.”

“Maksudnya?”

“Ah, sudahlah! Mungkin kau terlalu ngantuk, jadi kurang bisa paham apa yang kumaksudkan. Ya sudah, hmmm… Selamat malam, Illy!”

 

***

Seperti biasa, Baekhyun selalu mampir ke rumah Ilyun setiap pagi untuk menjemputnya. Setelah itu, mereka pun berangkat ke sekolah bersama.

 

Sesampainya di sekolah, Ilyun pun segera turun dari jok dan menunggu Baekhyun memarkirkan motornya.

“Kemarin tidurmu nyenyak?” tanya Baekhyun seraya menjagrak motor dan mengunci steer.

“Nyenyak lah!” jawab Ilyun singkat.

 

Mereka pun berjalan berdampingan setelah Baekhyun selesai memarkirkan motor. Perlahan-lahan tangan Baekhyun menggeladik, dengan penuh keraguan, ia coba meraih tangan Ilyun dan menggenggamnya.

 

Ilyun pun terkesiap dan sontak menoleh ke arah Baekhyun dengan tatapan bingung. Ige mwoya? pertanyaan itu seakan tersirat dari sorot matanya. Ia hanya membalas dengan senyuman sendu dan membuat Ilyun luluh. Akhirnya ia biarkan saja Baekhyun tetap menggandeng tangannya.

.

.

Pulangnya, hujan mendadak turun. Dan sialnya, Baekhyun lupa membawa mantel untuk melindungi tubuhnya dari ribuan bulir air hujan. Alhasil, yang bisa mereka lakukan hanya menunggu hujan mendadak berhenti di bawah halte yang beratap.

“Aduh, hujannya masih lama nih sepertinya!” Baekhyun menggerutu. “Ya sudahlah, tunggu saja hingga reda.” balas Ilyun yang duduk di bangku halte sambil melipat tangan pada Baekhyun yang terus saja berdiri dengan meletakkan tangan di saku celananya. Baekhyun pun akhirnya menuruti Ilyun dan ikut duduk di sebelah Ilyun.

 

Saat Ilyun bosan menunggu dengan memainkan handphone, ia pun coba mengerlingkan mata, kemudian menoleh ke kanan dan kiri. Pandangannya pun langsung terkunci tatkala menatap lekat-lekat wajah Baekhyun dari samping. Wajah sendu Baekhyun ketika menunggu hujan mendadak untuk berhenti dapat dengan jelas ia lihat.

 

Ia terpaku dan sama sekali tak berkedip. Terus ia pandangi wajah itu hingga Baekhyun pun tersadar akan tatapan intens Ilyun.

Apa mungkin, semenjak dulu… aku memang telah menyukainya? Ilyun menggumam dengan suara yang kelewat lirih.

 

“Apa lihat-lihat? Aku tampan, ya?” tanya Baekhyun dengan percaya dirinya.

“Apa’an sih? Aku tidak sedang melihatimu, kok!” Ilyun mengelak. “Terserah kau saja, lah…”

Tiba-tiba saja Ilyun menguap dengan lebar dan mengucek-ngucek matanya, ia mengantuk. Ia pun menundukkan kepalanya dan mencoba memejamkan mata.

“Illy… kau mengantuk ya?” tanya Baekhyun. “Yosh,” jawab Ilyun lesu. Baekhyun pun menyentuh lembut rambut Ilyun dan mendorong pelan kepalanya agar bersandar di pundaknya. Setidaknya, daripada harus tidur dengan keadaan menunduk dan membuat lehernya sakit, lebih baik Ilyun tidur di pundaknya.

 

Tanpa ia duga sebelumnya, Ilyun yang tengah tertidur itu mendadak saja melingkarkan tangannya pada lengan Baekhyun. Melihat tingkah aneh Ilyun ketika tidur, Baekhyun hanya bisa terkekeh dan mengelus kepala Ilyun dengan lembut.

 

“Byunie… kau ke mana saja? Ayo kita pergi bermain!” terdengar suara Ilyun yang mengigau di sela tidurnya yang nyenyak. Baekhyun pun dibuatnya terkejut.

“Jadi itu ya yang kamu inginkan? Kenapa tidak bilang dari kemarin-kemarin?” balas Baekhyun dengan berbisik sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

TBC…

well, banyak yang bilang di sini alurnya berbelit, Ilyunnya labil, dsb. Tapi aku mau jelasin di sini perasaan Ilyun yang sebenarnya. Dia itu selalu suka sama Baekhyun dan nunggu dia buat kembali. Tapi rasa benci itu muncul seiring berjalannya waktu. Karena Baekhyun yang gak kunjung kembali. Tapi ketika dia mendapati orang yang ditunggu sudah ada di depan matanya, dia bingung bagaimana harus bersikap. Jadinya dia dingin ke Baekhyun.

semoga ini bisa memperjelas dan gak bikin kalian bingung ya?

Maaf juga kalo updatenya kelamaan. Saya masih dirundung galau paska hengkangnya Yifan, huhuhu~

 

56 thoughts on “Byunie and Illy (Chapter 2)

  1. sikap illy brubh dgn cpet ya…
    emg trkesan kya labil ch…
    Sehun sma Kai gmn kbrnya tuh ???
    hehe blum kluar lg…

    o ia, kya nya chap ini pendek ya ?
    ojeh dc, q lnjt bca ya..

  2. Thor, Pas Si Cabe Nyayi kok si lILLY gatau thor? Padahalkan bahasanya Korea ya thor
    Aku aja orang IND tau
    Oya aku Lupa author kan nulis terjemahannya :v *sebenarnya gue kagak lupa thor
    Keep writing thor

  3. Ping-balik: Byunie and Illy (Chapter 3) | EXO Fanfiction World

  4. kyaaaa cooo cweetttt..
    tapi kependekan thorrrr…hehhehe
    ouwhh ya pihak ke 3 nya kai kahh???
    tapi charakternya kai belom kelihatan thorr??
    next thorrr 😀
    udah penasaran sma crita.na 🙂
    fighting!!!!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s