My Lovely Brother

My Lovely Brother

 Gambar

Cast: Park Yoora and Park Chanyeol | Genre: Family, Fluff |Durate: Ficlet |

Length: 700+ w |PG: General

 

Summary:

 “Park Chanyeol, pria paling menyebalkan di muka bumi. Dia adikku. Dan akan selalu begitu”

 

-ooo-

 

Noona!!” teriak bocah pendek nan berisik itu sudah pasti milik Chanyeol –yang sialnya adik kandungku-. Anak laki-laki berkacamata bulat itu kini menghampiriku, masih dengan seragam sekolahnya yang terlihat sedikit lusuh dan sebuah buku yang digenggam erat pada tangan kanannya sambil terus meneriakan namaku.

wae?!!”

noona.. noona lihat buku raporku! Nilainya warna hitam semua” teriak Chanyeol terdengar sangat bahagia. Aku merebut buku berwarna biru itu dari tangannya dan mulai membuka beberapa halaman. Aku menganggukan kepalaku. Ia tidak bohong.

“Kau benar. Nilaimu tidak terlalu buruk juga Yeol-ah” adikku ini memang bertampang bodoh, berisik, ceroboh, manja, tak tahu malu, tak sabaran dan menyebalkan. Tapi harus kuakui otaknya pintar, walau baru berumur enam tahun, ia sudah masuk sekolah dasar. Dan hebatnya dia dapat peringkat pertama di kelasnya. Aku masih ingat ketika ia terus merengek pada ayah karena ingin cepat sekolah. Katanya ingin selalu bersama denganku.

 

noona janji membelikanku ice cream kalo nilai raporku hitam semua. Noona ingat kan?” setelah membaca rapornya aku menoleh singkat padanya.

“iya.. noona ingat”

 “asyiikk.. Chanyeol mau rasa pisang” teriak Chanyeol makin histeris

“baiklah.. ayo” Chanyeol berlari mendahuluiku sementara aku menutup buku dan memasukannya ke dalam tas biru kesukaanku. Larinya cukup cepat, aku saja tak bisa menyusulnya. Baru beberapa langkah, Chanyeol sudah jatuh tersungkur. Kudengar ia merintih kecil.

 

Rintihan itu semakin hebat, aku selalu tak tega mendengar tangisan Chanyeol. Aku berlari menghampiri, kemudian memegang pundaknya.

“Chanyeol gak apa-apa?” dia tak menjawab pertanyaanku. Malah tangisannya semakin kencang saja.

yak! Udah.. udah.. jangan nangis. Kamu itu anak laki-laki. Masa nangis?!” ia masih tak menjawab, malah mengucek mata dibalik kacamata besarnya. Aku menarik lengannya untuk berhenti melakukan kebiasaan buruk itu. Matanya bisa tambah rusak.

 

“ayo.. naik punggung noona!” Chanyeol menatapku dengan matanya yang berair.

“kakimu sakit kan? Kamu masih ingin ice cream pisang gak?” pertanyaanku kali ini sukses membuatnya berdiri dan menaikan tubuh gemuknya pada punggung kurusku.

 

Park Chanyeol. Adikku yang manja, kapan kau akan berhenti menyusahkanku?

 

-ooo-

 

Seoul, 2013

Sesosok pria tinggi di atas rata-rata berbalut toga beserta topi yang menghiasi kepalanya menghampiriku dengan senyum idiotnya. Senyumnya semakin lebar hingga gigi-gigi besarnya nampak ketika aku merentangkan tangan, bersiap untuk memeluk jagoan kecilku.

 

noona, lihat… lihat… aku lulus dengan nilai terbaik” ucap pria itu dengan suara beratnya.

“aku tahu itu. Baru saja menjadi sarjana kau mulai sombong huh?” kataku sambil menaikkan sebelah halis mencoba menggodanya.

“bukan begitu noona” elaknya, ia menggoyangkan kedua lenganku diiringi suara tawa kami.

 

noona” panggilnya lagi. Aku menaikan daguku tanpa mengalihkan pandangan dari sertifikat miliknya.

noona.. harus traktir aku ice cream” sontak aku menoleh. Matanya berbinar setiap kali ia menanyakan ini.

mwoya? Kau seperti anak kecil saja”

“ayolah noona~” ia kembali mengoyangkan lenganku lebih kencang dari sebelumnya hingga tubuhku terbawa guncangannya.

“baiklah.. baiklah” ucapku akhirnya.

jinjja? Wa.. noonaku memang baik. Aku mau rasa pisang!” dia terlihat meloncat kecil. Bocah ini benar-benar tak malu melakukan aegyo di tempat umum seakan tak ingat ia baru saja meraih gelar sarjana.

“aku tahu. Aku selalu tahu” dia menarik tanganku dengan penuh semangat. Anak ini, walaupun usianya sudah menginjak 22 tahun. Tapi sifatnya tak berbeda dengan anak berusia 7 tahun.

 

Kami berlari terlalu cepat, nyaris saja aku terjatuh karena sepatu hak tinggi yang aku kenakan patah akibat lantai yang berlubang. Untung saja Chanyeol masih memegang erat tubuhku hingga lututku tak menyentuh lantai. Aku bertaruh ia pasti mempelajari hal ini dari drama. Tapi, aku cukup berterimakasih padamu Yeol-ah.

“dasar ceroboh! Lagian kenapa tumben sekali noona pakai sepatu tinggi?!” tegur Chanyeol. Huh dasar bocah tengil. Baru saja aku hendak memujimu, kau sudah bersikap menyebalkan.

“ayo naik!” Chanyeol berjongkok tepat dihadapanku. Memperlihatkan pungggung kurusnya yang tegap. Aku tersenyum tipis sebelum mengacak pelan rambut coklatnya.

“kau sudah besar rupanya, adik kecil”

 

Masih pada posisinya, Chanyeol menoleh. Menampakan senyumnya yang menawan, yang bisa meluluhkan hati setiap gadis yang melihatnya.

 

Park Chanyeol. Bocah kecil yang selalu mengikuti kemanapun aku pergi. Bocah yang selalu merengek padaku untuk dibelikan ice cream. Bocah itu kini sudah dewasa, dia tumbuh menjadi anak kebanggaan keluarga kami.  Tapi sifatnya sama sekali tak berubah. Adikku yang bodoh, aku menyayangimu. 

 

-The End-

 

Wuahahaha.. aneh ya? jelek ya? kurang ya? huhuhu.. aku tau L

Fanfiction ini terinspirasi dari foto cover, dan dari interview Chanyeol di The Star. Disitu dia bilang kalau dia itu ‘Noona Baboda’ alias suka banget ngikutin kakak perempuannya. Hahaha… dan aku lagi suka banget sama Yoora eonni. Dan yah, lahirlah fanfic gaje ini.

Seperti biasa, kritik, saran diterima.. Ppyong~~ ^^

 

 

 

 

17 thoughts on “My Lovely Brother

  1. bukan hanya noona dan keluarga nya yang sayang sama cahnyeol…
    tapi para fans nya juga, soalnya dia emang baik🙂
    hehehe…ceritanya seru,,,
    gomawoyo🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s