Until Ending [freelance]

Gambar

| Title |

Until Ending

| Author |

Hitogaka Nagaru (@Silver_Wolf86)

| Genre |

School Life, Sad, Angst, Friendship

| Main Cast |

Huang Zi Tao (Tao), Song Gyo Ri (OC), Jung Krystal (Krystal)

| Other cast |

Hyun Jia (OC) and you can find it by your self (:

| Leght |

One shot

| Rating |

Teen

 

Disclaimer : This FF is pure mine from my brains, my hands and my god xD. Need RCL from all reader and please don’t be a silent readers^^ (*Eh sebelumnya, fanfict ini juga pernah aku post diblog pribadiku juga..)

 

IF YOU SILENT READER PLEASE DONT TOUCH THIS FANFICTION *O*

 

Warning ! Typo bergentayangan…

~Hope you like it^^ Happy reading~

 

“Hidup itu penuh hujatan, cobaan dan masih banyak lagi…”

 

Author POV

December 12th, 2012

Pagi yang dingin menyapa Seoul kala itu. Balutan salju bak bedak putih yang menyelimuti penjuru Negara ginseng kini mulai menebal. Hamparan sungai yang mulai membeku menjadi ciri khas musim ini.

Seorang namja berperawakan tinggi berkulit gelap serta bermata panda kini mulai meneteng tas ranselnya. Balutan jaket penghangat serta syal juga turut serta menempel sempurna ditubuhnya. Sebuah senyum tipis terukir diwajahnya membuat kedua mata pandanya menyipit seketika.

“PANDAA!!”

Panggil seseorang dari belakangnya. Namja ini menoleh dan tersenyum simpul. “Kau… Rupanya kau sudah masuk lagi, eoh?! Kukira kau akan betah berlama-lama dirumah sakit”

“Ani… Appaku belakangan ini sangat sibuk! Jadi aku juga harus membantunya!”

“Apa se-ter-ta-rik itu dunia medis bagimu?” Tanya pria ini menekankan kata ‘setertarik’ pada yeoja didepannya.

“Tentu saja! Saat dewasa nanti aku ingin menjadi dokter dan bisa menyembuhkan semua orang” Jawab gadis ini seraya tersenyum simpul.

“Hey… Apa yang terjadi dengan rambutmu?! Bukannya dua hari yang lalu masih panjang?”

“Aku memotongnya… Aku lebih suka style seperti ini… yeah, its my stle”

Tao menaikkan kedua bahunya. Merekapun mulai meneruskan langkahnya kembali. Menyusuri jalan setapak yang akan membawa mereka ke sebuah gedung untuk belajar selama tiga tahun kedepan. Tao namja tinggi bermata panda ini rupanya sedang merasakan kebahagiaan. Terlihat jelas bagaimana namja ini mengembangkan senyumnya menyapa hari.

“Hei tuan panda! Apa kau sedang senang sekarang? Apa yang kau rasakan?! Bagi denganku, eoh!!”

“Gyori-ah aku menyukai seseorang…”

DEG!

Gyori, yeoja ini terdiam sejenak. Wajahnya kusut mendengar perkataan Tao sahabatnya barusan. Ia membulatkan kedua matanya.

“YA! Apa ada yang salah?”

Gyori tersadar. Yeoja ini kemudian menatap Tao tidak percaya. “Ani… Nugu? Apa dia seonbae kita? Atau teman kita?”

“Dia teman kita namanya Jung Krystal kelas 10-1 yeoja yang kutemui beberapa hari lalu. Kau tahu dia sangat cantik, apalagi saat ia mengembangkan senyumnya untukku… Ahh jinjja itu membuat hatiku berdebar kencang”

Gyori membulatkan kedua matanya lagi. Langkah kakinya kembali terhenti. Ia menundukkan kepalanya, ingin rasanya menumpahkan air yang sudah berkumpul disudut matanya.

Tes…

Satu bulir air mata telah jatuh. Yeoja ini menutup kedua matanya dan membiarkan angin musim dingin menusuk tubuhnya. Sementara dengan Tao, namja ini kemudian mendekat dan menangkup kedua pipi Gyori hingga mata merekapun bertemu.

“Kau kenapa? Apa yang terjadi?”

“Anii… Aku… Aku hanya senang saja kini sahabatku sudah memiliki orang yang ia sukai” Ujarnya tegas dihadapan Tao. Ia menunjukkan senyum tipisnya kemudian menghapus sisa air matanya dengan kasar. Gyori meraih tangan Tao yang menempel dipipinya dan melepaskannya.

“Kajja kita segera berangkat sebelum telat”

***

December 25th, 2012

“Marry Chritsmas… Hey panda selamat natal…”

“Eoh… Kau juga selamat natal” Ujar Tao memberikan sebuah kotak berbalut warna biru yang diujungnya ada sebuah mawar merah pada sahabatnya.

Gyori tersenyum ia juga memberikan sebuah kotak sedang berwarna putih kepada Tao. Natal kali ini berjalan seperti natal-natal sebelumnya, yeah mereka hanya merayakannya berdua, Tao dan Gyori selalu bersama saat natal tiba dan mereka tidak pernah merayakan natal bersama keluarga mereka. Kenapa? Alasan pertama adalah Gyori. Yeoja ini adalah anak tunggal dari perkawinan appa dan eommanya 18 tahun silam. Appanya menjadi dokter yang selalu bertugas keluar negeri dan jarang bahkan tidak pernah pulang. Sementara eommanya meninggal lima tahun yang lalu karena kecelakaan. Gyori tinggal di apartemen yang besar nan mewah sendiri. Yeoja ini sudah terbiasa mandiri dari ibundanya meninggal.

Sedangkan dengan Tao, namja ini memiliki keluarga yang tinggal di China. Ia datang ke Korea untuk belajar dari SMP sampai ia kuliah nanti. Tao tinggal bersama kakek dan neneknya disebuah rumah tua yang besar didekat kota. Meskipun begitu Tao tetap merayakan natalnya bersama Gyori, sahabatnya dari ia pindah di Korea.

“Hey natal kali ini kau memberiku panda lagi?!” Ujar Tao tersenyum menggoda setelah namja ini membuka hadiah dari sahabatnya.

“Ne, kau sangat mirip panda Tao” Jawab Gyori seraya menganggukkan kepalanya.

“Gomawo, aku menyukainya” Tao tersenyum dan memeluk panda kecil hadiah dari Gyori.

‘Aku masih bisa merasakan natal tahun ini… Aku berharap juga masih bisa merasakan natal tahun depan dan seterusnya’ Batin Gyori seraya tersenyum lebar.

***

Pebruary 14th, 2013

“Gyori-ah… Gyori-ah… Palli kesini”

“Mwo ada apa?”

“YA! Kau tahu hatiku berdebar kencang sekarang”

“Kenapa? Apa kau sakit?”

“Ani, tapi hari ini aku akan menyatakan perasaanku pada Jung Krystal… Sungguh, aku sekarang sangat gugup…”

Gyori terenyak, wajah khawatirnya kini berubah menjadi kusut seketika. Ia menunduk kemudian mencoba menarik kedua ujung bibirnya hingga membentuk suatu senyum disana. “Geurae… Semoga sukses…” tiga kata yang mampu keluar dari bibir tipis Gyori, suaranyapun mulai bergetar. Ia menepuk pundak Tao dan kemudian pergi.

15 menit berlalu. Kini Gyori sedang berada ditaman sekolah. Lembar demi lembar dari sebuah buku harian mulai menemaninya. yeoja ini mulai menggesekkan tintanya di lembaran kertas yang berwarna warni tersebut. Tiap patah kata yang ia tulis Gyori selalu meneteskan air matanya. Entah apa yang membuat gadis ini menjadi begitu, namun ia masih bisa tersenyum disana walau senyuman itu terpaksa.

“Song Gyo Ri…” Suara berat namja dari belakangnya membuat Gyori tersontak. Punggung tangannyapun bergerak menyapu bersih bekas air mata yang membekas dipipi mulusnya.

“Tao… Ada apa?” Tanya Gyori seraya memutar kepalanya hingga kedua bola mata yeoja ini mendapati sosok namja yang berdiri dibelakangnya.

“YA! JUNG KRYSTAL MENERIMA PERNYATAANKU…”

Tao berteriak senang disana, sementara dengan Gyori yeoja ini mulai merasakan sesak dihatinya. Ia membulatkan kedua matanya dan berujar. “C… Chukkhae”

Gyori tersenyum. Matanya mulai berair seiring dengan hembusan angin yang melalui kedua manusia itu, air mata yeoja tinggi berambut kecokelatan kini mulai menetes.

“YA! Gyori-ah gwenchana?”

Gyori mengangguk. “Kau tak perlu menghawatirkan aku, saat aku menangis itu tandanya aku senang melihatmu juga bahagia… Hingga suatu saat aku tak bisa menangis maka dihari itu aku sudah lelah”

Tao mendekat. Ia kemudian mengacak rambut gadis didepannya. Sesaat setelah tangannya memegang rambut Gyori, Tao membulatkan kedua matanya melihat beberapa helai rambut cokelat Gyori menempel ditangan Tao.

“YA! Ada apa dengan rambutmu? Kau baik-baik saja kan?”

“Nan gwenchana… Aku hanya salah makan saja hingga membuat rambutku rontok” Akhir kata Gyori tersenyum hingga membuat bulan sabit dikedua matanya.

“YA! Karena sekarang aku sedang senang, sepulang sekolah nanti aku akan menraktirmu makan ddukbukki, seondae, jajjangmyeon dan masih banyak lagi. Eotthe?”

Gyori mengangguk antusias. Ia kemudian segera kembali kekelas bersama Tao.

Bel pulang sekolah kini mulai terdengar. Seluruh siswa Seoul Senior High School (SSHS) berhamburan keluar sekolah layaknya mafia yang kabur dari tahanan.

Sesuai dengan janji Tao tadi ia akan mengajak Gyori kerumah makan dan menraktirnya. Kini Tao berjalan bersama Gyori menuju rumah makan yang dekat dari sekolah. Mereka duduk dibangku paling belakang dan memesan banyak menu makanan hingga memenuhi meja kecil dihadapannya.

“Tao… Pelan-pelan kalau makan… Kau nanti bisa tersedak…”

“Huang Zi Tao… Kau dengar aku kan?” Gyori membentak Tao yang makan dengan rakus. Ia kemudian menatap Tao tajam dan sesaat Tao tersenyum kuda. Namja ini kemudian menaruh sendoknya dan menelan makanan yang masih menumpuk dimulutnya

Sejenak Tao memegangi dadanya. Terasa sangat sesak disana ia kemudian meraih gelas yang berisi air putih dan meneguknya tanpa ampun. Sesaat Tao mulai terbatuk-batuk kemudian tak sadarkan diri.

“YA! HUANG ZI TAO… KAU MENDENGARKU? KAU KENAPA YA!! TTAAOOO”

Gyori berteriak. Segerombol karyawan yang bekerja disanapun segera menggotong Tao, mobil ambulan juga mulai datang dalam hitungan detik. Kini Tao sudah berada dirumah sakit.

***

March 2nd, 2013

Gyori POV

Dua minggu ini Tao masih tak sadarkan diri. Ia terbaring lemas diranjang rumah sakit. Wajahnya memucat dan bibirnyapun juga mengering. Aku hanya bisa menangis melihat kondisinya sekarang.

“Gwenchana, ia pasti akan sadarkan diri Gyori-ah”

Hyun Jia, sahabatku selain Tao kini mulai meraih bahuku. Ia mengelusnya pelan dan memelukku. Selama dua minggu pula Hyun Jia menemaniku disini menjaga Tao setiap pulang sekolah. Aku masih sibuk dengan pikiranku, Tao punya yeojachingu kan? Tapi kenapa yeojachingunya tak pernah menengok Tao? Sehari atau sejam saja…

‘Hey Jung Krystal namjachingumu sedang sakit sekarang! Kau dimana? Bukannya kau harus menjenguknya?!’

Tak lama suara pintu kamar ICU terbuka. Aku dan Jia menoleh kearah pintu itu. Terlihatlah sosok tinggi berbaju putih yang menggantungkan stethoscope dilehernya.

“Apa ada keluarga Huang disini?!”

“Aku… Aku keluarganya… Ada apa uisa? Apa ada yang salah dengan Tao?” Aku bertanya antusias dan mendekat kearah dokter yang berdiri gagah di depan pintu tersebut.

“Apa kau benar keluarganya? Aku harus memberi tahu keluarganya mengenai kondisi pasien”

“Ne, aku keluarganya… Ada apa dengan Tao?”

Pria paruh baya yang kerap dipanggil Uisa ini menghembuskan nafas beratnya, ia kemudian mengencangkan kacamata yang menggantung diantara hidungnya. Pria ini kemudian menatapku. “Tao mengalami kerusakan ginjal yang parah. Entah sejak kapan ia punya penyakit ini, namun ia harus segera mendapatkan transplantasi ginjal secepatnya bila ia ingin hidup lebih lama”

Aku terlonjak. Mataku membulat sempurna begitupun dengan mulutku mendengar pernyataan Uisa. Hatiku rasanya teriris dadaku sesak. Bahkan kakikupun mulai melemas, Hyun Jia segera memelukku dan menguatkanku untuk kembali berdiri.

“Aku akan menyumbangkan ginjalku untuk Tao!!” Entah kenapa aku bisa mengatakan hal seperti ini. Namun aku memang benar-benar ingin Tao bisa hidup lebih lama dariku…

Dokter ini membulatkan kedua matannya. Dan kemudian menatapku tidak percaya. “Kau yakin? Kalau begitu nanti ikuti aku, aku harus melihat tingkat kecocokannya dulu”

Aku mengangguk dan menatap dokter ini penuh harap. Kini pria paruh baya berbaju serba putih tersebut mulai pergi meninggalkan ruang ini.

“SONG GYO RI! APA KAU GILA HAH? KAU AKAN MENYUMBANGKAN SATU GINJALMU UNTUK TAO? HEY YANG BENAR SAJA” Amuk Jia padaku. Ia menatapku tak percaya. Terlihat kilatan marah dimatanya saat aku berkata akan menyumbangkan ginjalku untuk Tao.

Aku tersenyum dan meraih kedua bahunya. “Hyun Jia… Bila ada dua bunga yang membutuhkan air sementara kau hanya memiliki satu air, bagaimana tindakanmu? Kau akan membagi air itu menjadi 2? Begitukah, lantas bagaimana selanjutnya? Kedua bunga itu akan layu secara bersama… Tapi jika kau memberikan satu airmu itu pada satu bunga maka yang terjadi adalah satu bunga itu akan tetap hidup! Bukan begitu? Sementara yang lainnya telah layu!! Biarlah hanya satu yang hidup dan menghiasi kota dari pada tidak sama sekali!!” Aku tersenyum padanya. ia kemudian memelukku dan menangis dibahuku.

“Apa kau mencintai Tao?”

Aku membalas pelukannya dan berbisik pelan tepat ditelinganya. “Iya. aku mencintai Tao, sangat mencintai namja ini, bahkan sejak ia pindah ke Korea aku sudah mencintainya duluan. Biarlah cintaku ini tumbuh kemudian hilang dengan sendirinya… Hey bukannya kau sendiri yang bilang padaku cinta itu butuh pengrobanan eoh?!”

***

April 9th, 2013

Author POV

Tepat satu minggu setelah Gyori menyumbangkan satu ginjalnya untuk Tao kini Tao sudah bisa membuka matanya lagi. Bayangan pertama yang Tao lihat adalah wajah gadis putih berambut pendek bermarga Song. Tao mencoba tersenyum dan bertanya padanya. “Dimana Krystalku?”

Gyori tertegun senyumnya hilang saat Tao bertanya hal itu padanya. Gyori membuka mulutnya kemudian menjawab pertanyaan Tao. “Dia sedang keluar sementara, tunggulah beberapa menit” Jawab Gyori meyakinkan Tao.

“Apa dia yang menjagaku?”

“Tentu saja… Selama kau sakit Krystal selalu menjagamu… Dan tadi pagi ia menghubungiku untuk menjagamu sebentar. Ia bilang ia harus keluar dulu mencari udara… Harusnya wajah yang pertama kali kau lihat duluan adalah Jung Krystal kan?!”

Tao tersenyum mendengar penyataan Gyori, namun lain halnya dengan gadis ini. Dadanya sesak saat harus menjawab pertanyaan Tao. Ia harus bisa menjaga perasaan sahabatnya dengan membohonginya tentang Krystal. Bahkan Krystal yang notabenenya adalah sebagai yeojachingu Tao belum sekalipun menampakkan ujung hidungnya diruangan ini, walau hanya untuk menjenguk namjachingunya yang tergeletak lemas diruang ICU.

Gyori segera melangkah keluar kamar Tao. Yeoja ini mulai meraih phonecell-nya dan menekan beberapa digit angka kemudian menekan tombol berwarna hijau. Ia mendekatkan phonecell-nya ditelinga sedang yeoja ini.

“Yeoboseyo… Jung Krystal, kau bisa kerumah sakit Gangnam sekarang? Aku akan menjelaskannya nanti kumohon cepat kemari”

Gyori menutup telephonenya. Ia kemudian menunggu kedatangan yeoja yang bernama Jung Krystal tepat didepan gerbang rumah sakit. Tak meunggu lama yeoja yang ditunggunya kini mulai menampakkan batang hidungnya. Krystal menghampiri Gyori dan bertanya pada gadis yang berpenampilan tomboy ini.

“Ada apa memanggilku?” Tanya Kriystal to the point.

“Krystal-ssi kau yeojachingu Tao kan?”

“Ne, aku yeojachingunya wae?”

“Tao mengalami kerusakan ginjal dan ia tak sadarkan diri selama 3 minggu. Aku tadi sempat berbohong padanya kalau kau selalu menjaganya! Kuharap kau bisa membantuku… Tolong sembunyikan ini dari Tao”

“Arraseo” Jawab Krystal singkat. Ia kemudian melangkah menuju ruangan Tao bersama Gyori.

***

June 21th, 2013

Musim panas yang akan berlangsung lama. Terik matahari seolah menyiksa penduduknya beberapa bulan kedepan. Seorang yeoja tinggi berambut kecokelatan terlihat sedang berjalan santai dengan menggantungkan headset putihnya.

“Song Gyo Ri…” Yeoja yang bernama Gyori ini menoleh, ia menatap kedua pasang mata dengan lingkaran hitam dibawahnya.

“Mwo?”

“YA! Rambutmu kenapa semakin pendek, eoh? Lihatlah kini hanya sebahu…”

Gyori tersenyum. Yeoja ini kemudian berujar “Tao… Apa kau seorang lelaki? Apa kau bisa menahan air matamu?”

“Tentu saja, aku seorang lelaki… Dan tentu, aku bisa menahan air mataku…”

“Song Gyori… Ya! Song Gyo Ri… Kau masih bisa memanggilku kan?… Bagaimana kalau kau memanggil Song Gyori namun tidak ada jawaban?”

“Bersembunyi maksudmu? Kalau begitu aku harus mencarimu sampai kau menjawab panggilanku” Jawab Tao asal kemudian mengalihkan pandangannya menuju jalanan.

Lagi-lagi Gyori tersenyum, yeoja ini kemudian menarik nafas panjangnya dan berkata pada Tao. “Tolong jaga mereka yang menyayangimu…”

Tao menoleh, ia menatap Gyori dalam kemudian mengangguk.

***

August 8th, 2013

Tao mengotak-atik phonecell-nya berkali-kali namja ini menekan tombol hijau yang terpampang disana. Ia mengacak rambutnya frustasi seraya berdecak kesal.

“Ck… Kemana anak ini? Sudah tiga hari ia tak masuk sekolah! Apa ia tak tahu kalau jumlah absennya sudah sangat banyak?!”

Tao beranjak. Namja ini kemudian kembali menggelitiki phonecell-nya. Selang beberapa menit ia menekan tobol send pada layar phonecell-nya.

Drrttt… ddrrrttt… drrtt…

Tiga menit berlalu kini phonecell-nya mulai bergetar. Sebuah pesan masuk menyambar smartphone milik namja bermata panda ini. Ia segera membuka pesan tersebut dan membacanya.

From : Song Gyori yeoja yang suka memendekkan rambutnya :p

‘YA! Sudah kukatakan berapa kali padamu? Kalau aku ini sibuk! Jangan menelponku berkali-kali! Ini membuat konsentrasiku pecah!! Arra?’ -_-

Tao menyerngitkan alisnya. Ia kemudian mendesah kesal mendapat balasan seperti itu. Namja ini kemudian membuang phonecell-nya kebangku mejanya.

***

January 20th, 2014

Malam yang dingin mengiringi Seoul kala itu. Namja yang kini tengah berada ditaman sedang termenung. Matanya memandangi setiap orang yang berlalu lalang disana.

DEG!

Kedua bola mata namja ini membesar seketika. Dilihatnya bayangan yeoja yang familiar baginya sedang berjalan bersama pria lain. Tao, namja ini mulai berjalan mendekat dan memanggil yeoja yang dikenalnya.

“Jung Krystal… Ya! Apa yang kau lakukan dengan Seungri hyung? Mengapa kau bersamanya sekarang?”

“Hmm ya begitulah… Seungri kakakku kenapa?” Jawab Krystal enteng sembari mengangkat kedua bahunya.

“Sejak kapan kau berganti marga menjadi Lee? Bukannya Seungri hyung bernama Lee Seung Hyun?! Sedangkan margamu adalah ‘Jung’! Itu tidak masuk akal!!”

“Baiklah aku mengaku… Aku sekarang keluar dengan Seungri oppa… wae?”

“Apa yang kau maksud oppa? Krystal-ah kenapa kau begini? Apa kau tidak mencintaiku?! Kenapa kau cepat sekali berubah? Ada apa denganmu? YA! Bahkan dirimu mulai berubah setelah kau menyumbangkan ginjalmu untukku!”

Krystal terdiam. Yeoja ini kemudian menarik nafasnya dan menatap Tao. “Hahh… Kau bahkan percaya kalau aku yang menyumbangkan ginjalku untukmu”

Tao terlonjak. Namja ini membulatkan kedua matanya mendengar pengakuan Krystal barusan. Otaknya mulai dihujani pertanyaan-pertanyaan yang melayang-layang bebas. “Mwo? Apa yang kau katakan barusan? Apa… kau bukan orang yang menyumbang ginjal untukku?”

Krystal menggelengkan kepalanya. Yeoja ini juga menatap Tao datar.

“Siapa yang mendonorkan ginjalnya untukku?” Tao kembali bertanya. Namja ini memegang kedua bahu Krystal dan mengguncangnya pelan.

“Orang yang tergeletak lemas dirumah sakit! Tao-ah sebenarnya aku tidak mencintaimu! Maaf bila aku sudah membuatmu menyukaiku… Sesungguhnya aku sudah memiliki orang yang kucintai. Dan itu bukan kau! Melainkan Seungri oppa! Mian selama ini aku membohongimu! Selamat tinggal” Krystal melepas tangan Tao yang mencengkram bahunya. Yeoja ini kemudian segera berlalu dari hadapan namja bermata panda tersebut.

Tao terlonjak kaget. Seolah tertembak peluru yang menusuk hatinya, lelaki ini terjatuh, bahkan kakinyapun tak bisa menopang badannya. Ia kemudian meneteskan air matanya. Salju mulai turun menghiasi kota ini, sementara dengan Tao ia masih meruntuki dirinya sendiri.

‘Orang yang tergeletak lemas dirumah sakit’ Yeah, kata-kata itu masih berputar dikepala Tao. Namja ini mulai berpikir keras hingga ia mulai menyadari sesuatu.

“Jangan jangan…”

Tao segera beranjak pergi. Ia mulai berlari menerobos kerumunan orang yang sedang berkumpul ditaman kota itu. Tak memperdulikan air matanya mengelucur deras serta tatapan aneh dari setiap orang yang melihatnya, pria ini tetap berlari melawan salju hingga kakinya terhenti disebuah gedung rumah sakit.

Tao kembali berlari menuju ruang ICU dan sekejap saja ia sudah berada dikamar yang ia tuju. Ia membuka pintu tersebut dengan kasar, matanya menyapu pemandangan sekeliling kemudian pria ini segera mendekat kearah ranjang yang berada dekat jendela tersebut.

 

TIIITT…

 

Suara alat pendeteksi detak jantung tersebut mulai memenuhi gendang telinga namja bermata panda ini. Tao berlari menuju sosok yang terbaring lemah disana.

 

TIITT…

 

Hyun Jia, yeoja yang sedari beberapa hari lalu tidak pulang ini membelalakkan kedua matanya. Ia mendapati sosok namja tinggi yang berlari mendekat kearahnya.

 

TIITTT…

 

“Hyun Jia… Aku ingin bertanya padamu! Apa orang yang menyumbangkan ginjalnya untukku adalah…” Tao menelan ludahnya. Ia kemudian mengalihkan pandangannya kearah gadis yang sedang memejamkan matanya.

 

 

TTIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIiiIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIITTTT…

 

 

Tao membulatkan kedua matanya. Cairan putih nan encer yang berada diujung matanya mulai menetes deras. Ia mengguncang-ngguncang tubuh gadisnya yang terbaring lemas diranjang itu. Tak henti-hentinya air mata namja bermata panda ini mengalir kencang. Sesekali ia terisak dan kemudian memeluk gadis yang sudah tak bernyawa tersebut.

“SONG GYO RI… SONG GYO RI… HEY SONG GYO RI… BANGUNN… GYORI-AH BUKA MATAMU… AKU MOHON… KAU MASIH BISA MENDENGARKAN SUARAKU KAN?? SONG GYYOOOO RRIIII!! YA! SONG GYO RI…”

Hyun Jia segera beranjak, yeoja ini berlari keluar kamar ICU Gyori kemudian memanggil dokter. Tak lama yeoja tinggi berkulit putih ini masuk bersama dokter namja yang selalu menangani Gyori.

Pria paruh baya ini mulai memegang pergelangan tangan Gyori. Ia kemudian menghembuskan nafas beratnya dan melepaskan selang yang menggantung dihidung gadis yang terbaring lemas tersebut.

“Tujuh hari dari dari tiga hari yang lalu. Harusnya kau masih punya waktu empat hari untuk bisa melihat dunia ini nak… Semoga Tuhan menjagamu… Mimpi indah… Selamat bertemu kembali” Pria ini tersenyum memandangi gadis didepannya kemudian beranjak keluar.

“Aniyyaaa… Gyori-ahh… Palli ireona… Kau bukannya sudah berjanji padaku untuk terus bersama? Kau sudah berjanji padaku akan selalu tersenyum dan mengerjakan tugas bersama kan? Gyori-ah kumohon bangunlah… Ya! Apakah secepat ini kau pergi?!” Hyun Jia terisak. Ia mendapati sahabatnya sudah terbaring tak berdaya. Tangis yeoja tinggi bermarga Hyun ini mulai pecah dan menggema disetiap ruangan. Ia tak perduli keadaan sekelilingnya.

“Kemotrapymu rupanya tak menghasilkan apapun Song Gyo Ri melainkan hanya merontokkan seluruh rambut panjang kecokelatan milikmu… hiks… hiks… hiks…
…Tao-ah, aku ingin memberi sesuatu padamu, ini sepucuk surat yang sempat Gyori tulis beberapa hari yang lalu, tepatnya saat dokter telah memvonis umurnya. Ia ingin kau tidak menangis saat membaca surat ini. Sebenarnya Gyori sudah mengetahui batas usianya, maka dari itu ia menulis surat ini dan menitipkannya padaku untuk kau baca. Aku harap kau mengerti perasaannya padamu! Aku harap kau tidak menyesal setelah ini” Hyun Jia menyerahkan sebuah kertas berwarna pink soft dengan bunga disetiap sisinya pada Tao. Yeoja ini menelan ludahnya kemudian meneteskan kembali air matanya menatap sahabat yang ia sayangi kini sudah meninggalkannya. Benar-benar meninggalkannya.

Perlahan Tao membuka kertas itu. Matanya mulai bergerak kekanan dan kekiri membaca setiap patah kata yang tertulis rapi disana. Lagi-lagi pria ini menitihkan air matanya.

Dear : Huang Zi Tao

Kau membaca ini Tao?…
Itu artinya saat kau membaca tulisan ini aku sudah pergi…
Aku menyayangimu Tao…
Benar benar menyayangimu…
Tapi sayangnya aku tak tahu bagaimana aku mendiskripsikannya…
Terimakasih telah setia menemaniku selama ini…
Terimakasih kau mau bersamaku sampai akhir…
Terimakasih sudah menjadikanku sahabatmu…
Terimakasih juga telah membiarkanku menyukaimu…
Maaf aku selalu membuatmu khawatir…
Maaf aku sudah menyusahkanmu selama aku hidup…
Aku harap setelah ini kau bisa bahagia lagi tanpaku…
Aku harap juga kau bisa menemukan gadis lain yang mampu membuatmu tersenyum…
Ahh aku ingat, kau memiliki  Jung Krystal kan?
Tolong jaga dia Tao, bila kau menyayanginya…
Aku ingin kau memperlakukannya dengan baik… 

Tao-ah tanggal 20-01-2014 nanti adalah ulang tahunku…
Kau tahu usiaku akan genap 18 tahun…
Kau akan memberikanku hadiah apa?

Hey tuan panda…
Jangan menangis, arra?
Aku masih tinggal disini bersamamu…
Aku masih bisa menghirup dunia melalui dirimu…
Aku masih bisa merasakan apa yang kau rasakan…
Aku masih hidup dihatimu…
Aku menyayangimu bahkan mencintaimu Huang Zi Tao…
Selamanya akan menyayangimu…
Selamat tinggal pangeran pandaku… 

-Song Gyo Ri-

Tao kembali terisak. Air matanya mengelucur deras seketika diwajah tampannya. Ia merutuki dirinya sendiri yang tak bisa menjaga sahabatnya dengan baik. Ia menyesal selama ini dirinya kurang peka terhadap sahabatnya itu. Bahkan saat sahabatnya mengidap kanker darah stadium tigapun ia tak menyadarinya. Anehnya sahabat tersayangnya masih bisa tersenyum dihadapannya. Ingin rasanya kembali dihari saat dirinya masih bisa tersenyum bersama sahabatnya. Namun apa daya sekarang? Menyesalinya? Oh ayolah kau sudah telat untuk menyesali tindakanmu tuan Huang! Penyesalan memang selalu datang di akhir cerita. Dan inilah ceritamu. Harus berakhir dengan menghilangnya sahabat tercintamu. -Song Gyo Ri, 20 Januari 2014, 18:00-

 

– END –

 

Akhirnya kelar juga nih FF… RCL nya ya~ cobalah jujur menghargai FF orang lain! Jangan hanya jadi parasit, okey?! Thanks to all reader yang sudah mau men-RCL fanfict abal bin absturd ini :3 And big thanks to admin too will post this FF^^… Saranghaeyoo~ {()}

 

ONCE AGAIN PLEASE DON’T BE A SILENT READERS^^

 

Yosh, sekian persembahan/? Ff ini aku mau balik lagi ke EXO planet sama Tao/? Sayonara~

 

37 thoughts on “Until Ending [freelance]

  1. Huaaaa😥 aku kira walaupun sad ending mereka masih ada kesempatan buat bersatu, walaupun cuma sehari gitu😥😥

  2. Daebak thor!
    Sukses bikin gw nangis ㅠㅠ
    Bener2 rasa ny kehilangan itu sakkiitttt banget😦
    Gw bsa ngrasain apa yg Tao rasain😥
    Author daebak, daebak, daebak

    • Apa lagi kehilangan sahabat yang perhatian😀 who pasti rasanya udah kayak dicambik-cambik *Lebay

      Itu salahnya si Tao juga ga peka ama sahabatnnya… Ga pernah mau bener-bener nanya kenapa rambut Gyori makin menipis juga😀 tau tau dapat kabar kalo Gyori kena leokimia stadium 3 -_-

      Btw, thanks for commet ya🙂

  3. uh, sedihnyaa..😦
    besar banget pengorbanan gyori buat tao.. :”( sampe ga sadar, padahal dia sendiri juga sakit … Hiksss..
    4 jempol lah buat fanfict ini !!! (y)
    terus berkarya.. author-nim🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s