Devil And Angel [Prologue]

devl angel

Author :

rinaizawa

Cast :

Park Chanyeol

Song Minji

Length :

Chapter

**

Minji adalah siswi teladan dan disiplin serta terkenal dengan keramahannya. Ia juga mendapat predikat siswa terpintar seantreo sekolah. Bahkan ia dijuluki angel karena sifat yang dimilikinya.

Chanyeol siswa yang tidak teladan dan disipin. Bahkan ia sering membully teman – temannya. Namun ia termasuk siswa pintar yang merupakan saingan Song Minji. Kebalikan dari Minji, ia dijuluki devil disekolahnya.

Apa yang akan terjadi jika mereka adalah sepasang kekasih? Yang terkenal dengan sifat mereka yang berbanding terbalik? Dan bagaimana jika keduanya bertemu akan menampilkan sifat yang berbeda?

 

***

 

Seorang gadis melewati koridor kelas yang terlihat begitu sepi. Tidak ada seorangpun yang berjalan disekitarnya. Ini tampak tak seperti suasana yang biasanya selalu dipenuhi keributan. Ia terus berjalan mencari kemana semua orang berkumpul. Biasanya seperti itu jika koridor terlihat sepi. Hingga ia menemukan seseorang yang berjalan tergesa – gesa berlawanan arah darinya.

“Lee Hyeri!”

Siswi tersebut menghentikan langkahnya dan menghampiri sang gadis. Raut wajahnya terlihat panik. Seperti ada sesuatu yang membebaninya.

 

“Kemana semua orang? Dan – kau sendiri? Kenapa terlihat panik?”

“Sunbaenim.”

“Ye?”

“Chanyeol sunbae berkelahi denganChoi Jongseok lagi.”

 

Mata Minji membulat ketika mendengar penjelasan Hyeri. Jadi ini kenapa semua orang menghilang? Tapi, apa yang harus dilihat dari perkelahian seorang Park Chanyeol dengan Choi Jongseok? Hanya perkelahian biasa bukan sesuatu yang mengerikan, pikir Minji.

“Sunbaenim, aku pamit. Aku harus mengambil kotak P3K.” Pinta Hyeri sopan.

“Apa perkelahiannya terlalu mengerikan?” tanya Minji hati – hati. Hyeri mengangguk.

“Jongseok terluka parah.”

**

Kaki yang dibaluti kaus kaki berwarna putih membawa Minji tepat ditempat kejadian perkara. Dan benar saja, tempat yang menjadi lapangan basket indoor ini dipenuhi oleh lautan manusia yang ingin menyaksikan pertikaian antara Chanyeol dan Jongseok. Yang sebenarnya hanya pertikaian anak kecil, menurut Minji.

Dengan susah payah Minji menerobos lautan manusia itu. Sesekali ia terjepit dan hampir kehilangan oksigennya. Hingga akhirnya ia berhasil berada di posisi paling depan. Betapa kagetnya ia melihat Jongseok yang sudah penuh dengan luka darah di wajahnya akibat bola basket yang terus menghantamnya.

 

“PARK CHANYEOL HENTIKAN!”

 

Seketika suasana berubah menjadi hening mendengar teriakan Minji. Gadis itu segera menghampiri Jongseok yang terlihat sudah sangat lemah. Beruntung Minji menghentikannya dengan cepat, jika tidak mungkin Jongseok akan kehilangan nyawanya.

“Jongseok – ah. Kau tidak apa –apa?” Minji terlihat khawatir. “Kenapa kalian hanya menonton saja melihat teman kalian di pukul seperti ini?!” sungut Minji. Ia kesal kenapa mereka tidak menghentikan perbuatan Chanyeol yang begitu kejam.

Beberapa siswa disana saling berbisik satu sama lain. Tidak menjawab pertanyaan Minji. Membuat gadis itu semakin kesal. Sementara Chanyeol, ia terlihat biasa saja. Seperti tidak ada masalah di sekitarnya. Padahal suasana begitu mencekam.

 

“Ya! Park Chanyeol! Apa kau sudah gila?”

 

Chanyeol menoleh menatap gadis itu. Ujung matanya menatap tajam Minji. Ia merasa tak terima Minji mengatakannya seperti itu. Tentu saja ia tidak gila. Ia memiliki beberapa alasan telah membuat pria didekat Minji itu menjadi babak belur. Sengaja ia tidak menjawab pertanyaan gadis itu. Jika ia menjawabnya, itu hanya akan mengundang emosi. Chanyeol tidak bisa mengontrol emosinya.

Hyeri datang dengan membawa kotak P3K. Ia menghampiri Jongseok yang saat ini tengah bersama Minji. Mungkin memberi pengobatan seperti ini tidak bisa menyembuhkan luka sepenuhnya. Namun, ini bisa mengobati luka – luka yang ringan.

“Bawa dia ke ruang kesehatan.” Titah Minji.

**

“Beruntung tidak ada yang parah.”

Begitulah kata Dokter yang bertugas disekolah ini. Minji dan Hyeri bernafas lega. Mereka bersyukur tidak terjadi hal yang serius pada Jongseok. Setelah selesai memeriksa, sang dokter kembali keruangannya. Kini tinggallah Minji, Hyeri, dan Jongseok yang masih terjaga.

“Sunbaenim.” Jongseok memanggil Minji pelan.

“Nde?”

“Gomawo sudah menolongku.” Minji tersenyum. Membuat hati Jongseok merasa tenang melihat senyuman manis yang terlukis di wajah sunbae nya.

“Tidak masalah. Tapi aku heran kenapa mereka tidak ada yang menolong sama sekali?” Minji berdecak kesal. Apa karena Chanyeol terlalu kejam sehingga tidak ada yang berani menghentikannya?

“Chanyeol sunbae melarang kami untuk menolong Jongseok.” Hyeri berkata pelan. Namun kata – kata itu berhasil membuat emosi Minji naik ke ubun – ubun. Ia tidak menyangka kalau Chanyeol akan bersikap seperti ini. Kekanakkan, kekanakkan, dan kekanakkan. Begitulah julukan yang tepat untuk Chanyeol.

“Tapi sunbaenim.” Jongseok meraih tangan Minji. Menatap manik mata kecokelatan itu seraya memohon. “Jangan katakan pada Chanyeol sunbae kalau aku telah mengatakan hal ini kepadamu.”

Minji terlihat bingung. “Maksudmu?”

 

**

Selesai mengurusi Jongseok, Minji beralih menemui Chanyeol yang sedang duduk di tangga sekolah. Wajah pria itu terlihat kusut. Rambutnya juga basah akibat keringat saat bermain basket. Sesekali ia meneguk air mineral untuk menghilangkan rasa haus yang menyelimuti kerongkongannya.

Chanyeol hendak bangkit dari duduknya. Percuma ia duduk disini. Lebih baik ia segera mengganti bajunya dan kembali ke kelas. Bersiap – siap dipanggil guru konseling akibat perbuatannya tadi. Ia meraih bola basket dan berjalan menuju ruang ganti. Namun langkahnya terhenti sesaat, ketika melihat Minji yang sedang menghampirinya.

Minji memberinya kode agar pria itu mengikutinya. Dengan malas Chanyeol mengikuti gadis itu dari belakang. Jarak mereka terpisah sejauh 1 meter. Kaki Chanyeol terus berjalan mengikuti langkah Minji. Hingga akhirnya mereka terhenti disebuah ruangan yang terletak jauh dari kelas. Ruang musik. Jarang sekali ada siswa yang mau ke ruangan ini karena letaknya yang jauh. Wajar saja ruangan ini selalu kotor dan dipenuhi debu.

Keduanya masuk ke dalam ruangan tersebut. Chanyeol segera mengambil posisi duduk. Ia lelah berjalan. Sedangkan Minji masih saja berdiri. Menatap Chanyeol sengit.

 

“Bisakah kau tidak menatapku seperti itu?”

“Bisakah kau tidak melakukan perbuatan yang gila seperti tadi?”

 

Chanyeol mendengus kesal. Kenapa sejak tadi Minji selalu menyebutnya telah melakukan perbuatan yang gila? Ia bukan orang gila. Tak bisakah gadis itu bertanya baik – baik dan tidak menuduhnya dengan sembarang?

 

“Tidak salah kalau mereka menyebutmu Devil. Julukan itu memang pantas untukmu. Kau tahu? Choi Jongseok bisa saja kehilangan nyawanya jika kau terus berbuat seperti itu. benar – benar gila!”

 

Tak tahan mendengar ocehan Minji, pria itu bangkit dari duduknya. Meletakkan bola basket dan berjalan mendekati Minji. Gadis itu tidak takut sedikit pun. Meskipun di dalam hatinya ia bertanya kenapa Chanyeol bersikap seperti ini. Yang jelas, besar kemungkinan Chanyeol hanya berniat mengerjainya dengan cara seperti ini.

 

“Kau tahu? Sebenarnya julukan devil itu lebih cocok diberikan untukmu.” Kini jarak mereka tertingal dua meter. Minji masih tetap bertahan diposisinya. “Sikapmu yang kau tunjukkan selama ini dihadapan mereka hanya sebuah fake.”

 

Jarak mereka semakin dekat.

 

“Aku tidak menyangka kenapa kau diberikan julukan angel dan aku diberikan julukan devil?”

“Park Chanyeol!”

“Satu hal yang terlintas dalam pikiranku saat ini.”

 

Kini mereka tengah saling berhadapan satu sama lain dengan jarak yang dekat. Ekspresi wajah Minji masih tetap seperti biasa walaupun terlihat sedikit tegang. Chanyeol menempelkan hidungnya tepat dihidung Minji. Ia bisa melihat dengan jelas hazel kecokelatan milik Minji. Kedua nafas mereka saling beradu satu sama lain. Chanyeol tersenyum sinis seraya mengenggam erat jemari Minji.

 

“Mengapa – aku – menyukaimu?”

 

| To be continue |

A/N : Hai, I’m here ^^ Kali ini aku mempost ff chapter yang baru :3 Baru prolognya sih -..- tapi gimana? Aneh atau aburd? ._. 

Jangan lupa tinggalkan jejak komen kalian dibawah ^_^

Insya allah chapter selanjutnya akan di post sesegera mungkin ^^)v

thanks for reads this story ><❤

regards

rinaizawa

129 thoughts on “Devil And Angel [Prologue]

  1. siipp lanjut author..bgus..penasaran sma sifat asli keduanya nie..usul boleh?
    klo boleh…jngan ada psword ya author di chap2 selanjutnya..lamaaaaaaaa..,,bngettt dpt nya..jdi kburu males bca chap selanjutnya
    author..fighttiinggg..

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s