Gang of Hanjin High School (Chapter 3)

Gang of Hanjin High School

Title : Gang of Hanjin High School

Author : Kim Yeonah

Length : Chaptered

Genre : Angst, Fantasy, Romance

Rating : PG-15

Casts : EXO Member, Jenny Choi (OC), Mark (GOT7)

  • Dragon Team : Kris, Baekhyun, Chanyeol, D.O, Chen, Kai
  • Wolf Team : Luhan, Xiumin, Lay, Suho, Tao, Sehun

Plot is mine but the casts belong to God and their family..

Chap 1 | Chap 2

Masih adakah yang nunggu FF ini? Semoga masih ada yaa kekeke. Author bow sedalem-dalemnya karena ngepost ini lama banget, Miann😦 Yaudah langsung dibaca aja deh ya semoga kalian puas sama part ini :) 

Happy Reading! ^^

Author POV

Hanjin High School – D-1 School Camp

Suasana sekolah hari ini terlihat lebih tenteram dari hari sebelumnya. Semua orang mulai sibuk menyiapkan diri sendiri untuk School Camp yang akan dilangsungkan esok hari. Para anggota Dragon team dan Wolf team sendiri sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Anggota Dragon Team Byun Baekhyun yang terlihat sedang berlatih Hapkido di ruang olahraga. Park Chanyeol yang berusaha meluluhkan siswa yeoja dengan permainan gitarnya. Do Kyungsoo yang sedang membaca buku di kelas. Kim Jongdae yang sedang berkutat dengan percobaan barunya. Kai yang menikmati udara di bawah pohon hingga Kris yang sedang bermain basket melawan salah satu anggota Wolf Team Tao di lapangan sekolah. Di kantin sekolah terlihat Suho dan Xiumin sedang menikmati minuman mereka. Sementara Lay sibuk berlatih di ruang dance, Luhan sibuk dengan tidurnya dan Sehun yang sibuk dengan permainan di gadgetnya. Jenny dan Krystal memasuki kelas setelah dari kantin dan duduk di meja mereka. Jenny menyiapkan buku pelajaran berikutnya di atas meja. Kemudian dia melirik kearah Luhan yang tertidur pulas di mejanya namun terhenti begitu handphonenya menerima sebuah pesan singkat

From : <no name>

“Aku disekolahmu saat ini bisa temui aku?”

Jenny mengernyitkan dahinya. Dia bingung siapa pengirim pesan singkat itu, tetapi daripada dia terus penasaran sebaiknya dia turun untuk mencari tau siapa yang akan menemuinya. Dia yang meminta Krystal yang sudah agak malas-malasan untuk menemaninya

“Memangnya siapa sih yang akan kau temui?” ujar Krystal masih dengan wajah tidak senangnya “Aku tidak tau, maka itu aku ingin mencari tau” jawab Jenny sambil masih menarik pergelangan tangan Krystal

“Annyeong Jenny-ssi” ucap Kai yang tiba-tiba muncul di hadapan Jenny membuat Jenny terpaksa menghentikan kegiatannya sementara. Kai mulai menggoda Jenny dengan memanggilnya dengan panggilan honey dan baby. Krystal bergidik mendengar penuturan Kai pada Jenny. Tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka dari lapangan sekolah. Posisi mereka yang berada di dekat kaca membuat orang itu dengan mudah memperhatikan semua yang sedang mereka lakukan. Di atas sana Jenny masih berusaha menghindar dari Kai

“Kim Jongin, aku harus pergi sekarang jangan halangi aku” ucap Jenny sambil sedikit menggeser tubuh Kai. Kemudian mereka kembali jalan menuju lobi sekolah

Seseorang yang sedari tadi memperhatikan Jenny itu tersenyum bangga seakan-akan dia baru saja mendapatkan hadiah mobil “Aku telah berhasil, once again” gumam orang itu

Jenny telah sampai di lobi sekolah bersama Krystal yang masih mengerutkan wajahnya kesal. Jenny menoleh ke kanan dan kiri mencari seseorang yang menyuruhnya untuk kesini

“Siapa sih yang mau kau temui itu sebenarnya” ujar Krystal dengan nada sedikit kesal karena mereka sudah lebih dari 10 menit berdiri disana tanpa melakukan apapun kecuali menoleh ke kanan dan kiri layaknya orang ingin menyeberang

Hi Jenny” ujar seseorang secara tiba-tiba membuat Jenny sontak membalikkan tubuhnya dan mendapati namja yang sangat familiar di matanya itu berdiri di hadapannya “Mark! Don’t do that again” bentak Jenny membuat Mark menertawakannya. Jenny merasa ada yang janggal dari diri Mark karena senyumnya tak setulus biasanya. Kali ini senyumnya tak secerah biasanya, dia seperti mengeluarkan senyum secara paksa “Mark, apa kau ada masalah?” Mark langsung celingukan dan menggelengkan kepalanya “Aku tidak ada masalah” Jenny memperhatikan mata Mark dalam-dalam berusaha menemukan sebuah hal yang dia sembunyikan di dalamnya. Buru-buru Mark mengalihkan pandangan dan mengubah topik “Jen, tolong antarkan aku ke ruang guru”

“Ah? Okay then follow me..” Jenny pun menyuruh Krystal kembali ke kelas duluan karena dia menjadi ikut kesal melihat wajah Krystal yang seperti itu. Tinggalah Mark berdua dengan Jenny disana. Tiba-tiba Mark menarik Jenny secara kasar dan membawanya ke sebuah lorong sepi. Mark mendorong Jenny kasar ke dinding kemudian mencekiknya. Jenny kesulitan bernafas dan juga takut ketika ia melihat mata Mark. Kristal bening mulai menetes dari sudut matanya. Namun tiba-tiba ada angin yang cukup kencang yang menghempaskan Mark ke lantai disusul dengan munculnya sosok berambut pirang di samping Jenny

Oh Sehun.

Begitulah nama yang sempat dibaca Jenny di nametag orang itu. Sehun menghampiri Mark kemudian menarik kemejanya. Begitu melihat mata Mark, Sehun terbelalak lalu melepaskan Mark dan menarik Jenny menjauh dari sana

*********

“Aku butuh kalian sekarang. Ada yang harus aku bicarakan saat ini juga” Begitulah isi pesan singkat yang baru saja dia terima dari Sehun. Berhubung di pelajaran pertama hari ini guru-guru melakukan rapat semua anggota Wolf Team keluar dari kelas menuju markas mereka yang tersembunyi di sekolah ini. Xiumin melakukan scan kalung berbentuk frostnya di depan pintu dan pintu markas pun terbuka. Di dalam terdapat Sehun bersama seorang yeoja yang sedang menutupi wajahnya

“Ya! Sehun-ah apa yang kau lakukan pada yeoja ini?” ujar Xiumin pada Sehun

“Tanya saja pada murid baru di sekolah kita” Tepat pada saat itu, Jenny mengintip sedikit dari jaket Sehun yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya

“Jenny?!” pekik Xiumin begitu melihat wajah yeoja itu. Akhirnya Jenny pun membuka jaket yang menutupi wajahnya. Pipinya penuh dengan air mata membuat Luhan sebuah sapu tangan pada Jenny “Thanks..” Luhan mengangguk

“Ceritakan ada apa ini” ucap Xiumin pada Sehun dan Jenny

“Ini semua karena anak baru berambut merah itu. Dia tiba-tiba mencekik Jenny tadi hingga membuatnya sulit bernafas dan matanya pun berubah menjadi merah seperti..” ucapan Sehun langsung dihentikan oleh Luhan dengan tangannya yang menghalangi mulut Sehun

“Jangan sebut seperti siapa”

“Sehun-ah, siapa anak baru yang kau maksud?” Sehun mengangkat bahunya tanda tidak tau tapi tiba-tiba Jenny membuka mulut “Mark” Luhan terkejut tapi yang lain malah terlihat bingung “Nuguya? Luhan kau kenal dia?” tanya Suho. Luhan pun mengangguk “Aku harus mencarinya” Xiumin berdiri “Aku ikut” Namun ternyata para guru telah selesai rapat dan akan segera mengajar. Mereka semua terpaksa kembali ke kelas mereka masing-masing. Dalam perjalanan ke kelas, Suho tidak sengaja ditabrak seseorang dari belakang dan dia hampir kehilangan keseimbangannya “Orang itu kuat sekali seperti Kyungsoo” gumamnya. Namun melihat postur tubuh orang itu yang kurus membuatnya sulit untuk percaya. Sesampai di kelas Suho pun duduk di kursinya yang berada tak jauh dari tempat duduk Kris sang ketua Dragon Team tepat saat Han saem memasuki kelas. Kali ini Han saem tak sendirian, dia bersama seorang namja di belakangnya dengan rambut merah dan tubuh tinggi kurus. Suho ingat dia adalah namja yang tadi baru menabraknya. Semua siswi di kelas itu tampaknya terpsona akan namja baru itu bahkan ketika Han saem menyuruh namja yang ternyata bernama Mark itu memperkenalkan diri semua siswi benar-benar memperhatikannya tanpa berkedip

“Perkenalkan, namaku Mark Yien Tuan kalian bisa memanggilku Mark. Aku murid pindahan dari California. Mohon bantuannya” Mark pun duduk di sebelah Suho berhubung memang kursi itu lah yang kosong karena kepindahan teman sebangkunya ke sekolah lain akibat tak tahan dengan bully-an yang dilakukan Kris. Mata Kris mengarah benar-benar tajam ke arah Mark. Suho dapat merasakannya hanya dengan sekali melirik Kris. Tampaknya sang ketua Dragon Team tak menyukai kehadiran namja baru itu di kelas ini

*********

Mark POV

Ketika sekolah usai, seorang yeoja langsung menghampiri mejaku dan tiba-tiba mengatakan “Aku tau kau pasti..” Dia membisikkan sebuah nama. Aku membelalakan mata, bingung juga tak menyangka. Otakku ingin menunjukkan raut bingung namun perlakuanku tak sejalan dengan pikiranku. Aku telah dikendalikan. Aku tak dapat berkutik bahkan aku benar-benar masih tak menyangka telah melakukan hal sekejam itu pada saudaraku sendiri dan dengan tanganku sendiri

Sebuah kalimat yang tak kuinginkan terucap pun meluncur dari mulutku “Jacqueline? Itu kau?” Otakku masih berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi namun aku tak bisa. Aku benar-benar muak seperti ini. Secara tiba-tiba aku ingin pergi menjauh dari semua orang dan aku pun tiba di taman sekolah yang benar-benar sepi saat itu tak ada orang satu pun

Kini aku dapat mengendalikan tubuhku seperti normal. Namun mata itu menatapku dengan penuh amarah bersiap untuk menghancurkan pertahanan tubuhku dengan membuatku pingsan sama seperti di malam itu

Flashback

“Aku tidak mau membantumu!” ucap Mark dengan lantang membuat sosok itu murka kemudian mendorong tubuh Mark ke dinding di belakangnya dengan keras membuat Mark mengerang kesakitan “Cukup katakan ‘iya’ sebagai jawabannya” Mark tetap bersikeras menggelengkan kepalanya. Tanpa ampun sedikit pun sosok itu mencekik Mark sekencang mungkin hingga Mark kesulitan bernafas dan pingsan. Dia memanfaatkan keadaan lemah Mark sebaik mungkin.

“I’m succeed..” ucapnya setelah berhasil masuk ke dalam tubuh Mark dan mengendalikannya untuk memenuhi tujuan utamanya yaitu ‘menyingkirkan Choi Jenny’ dia tersenyum penuh kemenangan

“Of course, no one can beat me”

Flashback end

“Mark, kau tidak ingin luka di tubuhmu itu bertambah bukan? Jadi kau harus bekerja sama denganku”

“Kau menyakiti Jenny!” teriakku tak peduli jika ada yang mengatai aku murid baru gila karena berteriak tanpa sebab tapi aku tau sebab atas teriakanku sendiri aku tak peduli pemikiran orang lain saat ini. Aku berusaha melawan mahluk yang menyerupai vampir hanya saja dia tak terlalu gila dengan darah. Wujud asli vampir ini tak buruk hanya saja mata dan tubuhnya  terlihat berbeda dengan orang normal sehingga orang-orang pasti tau kalau dia bukan manusia. Itu sebabnya dia menggunakan tubuhku untuk menjalankan rencananya.

Aku melawan mahluk ini dan berakhir mendapatkan sebuah goresan dalam di lenganku. Aku meringis kesakitan. Darahku mengalir keluar dengan deras. Tanpa kusangka seorang berdiri disampingku dan membawaku entah kemana. Disana terdapat 12 orang yang sedang berkumpul dan salah satunya adalah Jenny

“Mark..” gumam Jenny dengan raut wajah ketakutan. Seorang namja langsung menghalangiku mendekatinya “Jenny, kau tidak mengerti”

“Bagian mana yang tidak kumengerti hah?! Sudah jelas kau hampir membunuhku dengan tanganmu ituu!!” bentak Jenny dengan mata yang berkaca-kaca

“Kai untuk apa kau membawanya kesini?” tanya seorang namja dengan tubuh tinggi masih dengan nada cool “Kita harus mendapat penjelasan darinya” tiba-tiba Jenny berdiri perlahan menghampiriku dan menyentuh tanganku yang terluka “Lay bisa tolong sembuhkan dia? Dia berhutang penjelasan padaku jadi aku tak mau dia mati kehabisan darah” namja yang disebut Lay itu mengangguk kemudian mengarahkan tangannya ke atas tanganku. Keluarlah sebuah cahaya kecil yang membuat semua luka itu lenyap

Author POV

“Sekarang jelaskan pada kami, Yien Tuan” ucap Jenny

“Aku..” Zapp.. Mark tiba-tiba menghilang bersamaan dengan angin yang berhembus kencang dan munculnya sebuah bayangan berwarna hitam yang kemudian hilang begitu saja “Apa itu?” tanya Jenny bingung “Lu, ini tidak mungkin” ucap Xiumin sambil mengambil sebuah buku di laci meja yang ada di sebelahnya. Xiumin membuka halaman yang menjelaskan tentang mahluk yang baru saja muncul beberapa menit yang lalu. Semua anggota Dragon dan Wolf Team berkumpul menjadi satu termasuk juga Jenny

“Disini dijelaskan jika mahluk tadi atau yang disebut roh jahat muncul ke dunia, itu karena kesalahan kita. Kita adalah kunci yang menguncinya di alam berbeda agar tak merusak keseimbangan bumi. Karena kita bertengkar seperti ini, kunci terbuka dan roh jahat itu dapat keluar”

“Lalu apa hubungannya dengan mengincar Jenny?” tanya Tao yang penasaran “Karena dia yang akan mempersatukan kita seperti saat ini, jadi mereka ingin menghancurkan Jenny terlebih dahulu lalu menguasai dunia”

“Kenapa dia menggunakan Mark?” Kali ini Baekhyun mengeluarkan suaranya dan Luhan menjawab “Kupikir itu karena Mark adalah saudara Jenny, kita akan sulit untuk mengalahkannya yang berada di tubuh Mark karena Jenny pasti tidak ingin kita melukai Mark apapun yang terjadi” Yang lain ikut mengangguk mengerti “Jadi kita harus bersatu untuk melindungi Jenny?” Suho mengangguk menjawab pertanyaan Kyungsoo “Okay..” ucap Dragon Team sambil menumpukkan tangan mereka satu sama lain kemudian menunggu anggota Wolf Team ikut serta. Tangan Luhan, Suho, Lay, Tao dan Xiumin telah ikut serta tapi tidak dengan Sehun. Dia masih tetap pada egonya untuk tetap membenci Kai. Luhan menarik tangan Sehun dengan paksa lalu mereka menyemangati diri mereka sendiri. Sehun pergi keluar dari markas Wolf Team entah kemana. Kai membuntuti Sehun diam-diam

What do you want?” ucap Sehun begitu ujung matanya menangkap sosok Kai

You don’t want to work together with me? Why? Still because of her?” Tatapan mata Sehun berubah menjadi sangat kesal. Dia mencengkram seragam Kai dan menabrakkan punggungnya ke tembok “You think it’s an easy thing for me huh? To forget her?” Sehun hendak memukul pipi Kai jika saja sebuah tangan tak menghalanginya “Keumanhae, Oh Sehun” ucapan lembut darinya membuat Sehun melepaskan Kai dan membiarkannya pergi

*********

D-day School Camp

“Anak-anak akan saya absen dulu semua murid yang ada di bus ini. Tunjuk tangan jika nama kalian terpanggil. Tak ada pengulangan jadi pasang telinga kalian baik-baik” ucap Choi saem. Murid culun bernama Kim Namjoon yang duduk di bagian sebelahku memegang telinganya seakan dia benar-benar bodoh. Aku tertawa melihatnya “Is it funny?” Aku menoleh kearah bangku yang ada di serong belakang. Disana Byun Baekhyun yang duduk bersama Park Chanyeol tersenyum kearahku. Ugh senyumnya membuat hatiku berdebar-debar “Aniya, biasa saja” balasku yang membuat senyumnya semakin lebar. Oh God kenapa dia harus memiliki senyum angel itu. Tiba-tiba sebuah pukulan kecil entah darimana mendarat di puncak kepalaku “Siapa yang memukulku?” tanya Jenny sambil menoleh ke daerah kursi belakang. Jenny kaget ketika wajah seseorang muncul persis di depan wajahnya hanya berjarak sekitar 1 cm “Kim Jongin, What are you doing?!

Ehm! Ms. Jenny and Mr. Jongin what are you doing there? Listen to me first” Choi saem pun langsung memulai absen ketika kami kembali ke posisi duduk semula. Dia menyebutkan semua nama siswa yang berada di dalam bus ini dan ternyata seluruh anggota Dragon Team dan Wolf Team berada di bus ini. Luhan duduk dengan Sehun, Baekhyun dengan Chanyeol, Suho dengan Lay, Kyungsoo dengan Kai, Xiumin dengan Tao, Chen dengan Kris.

Wait Mark, Where is Mark?” Semua mata pun menjelajah seluruh bagian bus namun tak menemukan sosok berambut merah seperti yang dicari Choi saem. Tiba-tiba Mark masuk ke dalam bus dan memilih duduk di samping anak culun Namjoon itu. Dia meminta duduk di dekat jendela kemudian menyenderkan satu sisi tubuhnya. Setelah Mark duduk bus pun berjalan. Begitu Jenny melihat Mark, wajahnya terlihat pucat dan tampak seperti menahan sakit. Tangannya terus berada di bagian perutnya. Namjoon yang terlihat polos itu langsung berkata “darah!” Mark mencoba membungkam mulut anak itu dengan tangan satunya tapi dia terlambat. Kini beberapa murid yang penasaran mendekati kursi itu begitu juga Choi saem “Mana darah Namjoonie?” ucap Choi saem baik-baik. Namjoon pun menunjuk kaos putih Mark yang terdapat warna merah seperti darah

Choi saem memindahkan tangan Mark dan Mark pun tak menolak perbuatan Choi saem dia hanya diam saja. Choi saem terkejut begitu mendapati luka cukup parah di perut Mark

“Kamu kuat bertahan sampai disana? Perjalanannya tidak cukup lama”

“Saya kuat sosaengnim. Gwaenchana” Setelah Choi saem pergi, Jenny meminta bertukar tempat duduk dengan Namjoon. Jenny duduk di samping Mark, memeluk pundaknya “Kenapa ini harus terjadi padamu Mark. Aku tidak tega melihatmu terluka terus” Tangan lemah Mark mengelus puncak kepala Jenny dan mengarahkan kepala Jenny untuk bersandar di pundaknya. Mark melihat sorot mata tajam dari Luhan juga Sehun yang diarahkan padanya.

“Aku harap dia tak datang untuk menggunakan tubuhku. Dia telah berjanji membebaskanku selama camp” gumam Mark. Dirinya tertekan dengan semua ini, dia ingin melindungi saudara tersayangnya bukan melukainya

Luhan menengok ke arah mereka lagi. Mereka tertidur bersama. Posisi Jenny masih memeluk Mark. Luhan terus memperhatikan mereka, takut kalau saja Mark tiba-tiba melukai Jenny “Kita sampai..” ujar Choi saem yang membuat Jenny terbangun. Dia melihat Mark masih memejamkan matanya “Jujur saja aku takut harus melihatmu tak membuka mata lagi untuk selamanya. Kau adalah saudara terbaikku Mark” ujar Jenny kembali mendekap Mark membuat Mark sedikit terkejut dan bangun “Jenny-ah, wae?” ucap Mark dengan suara berat khasnya begitu melihat Jenny menangis sambil memeluknya erat sekali “Jenny ayo kita turun, sudah sampai” ucap Krystal sambil menepuk pelan pundak Jenny

Jenny pun bangkit dari duduknya lalu membantu Mark turun dari bus. Choi saem langsung membawa Mark ke tenda para guru

“Sebaiknya kau tetap menjaga jarak dengannya, Jen” ucap Xiumin yang tiba-tiba berjalan di samping Jenny “Tapi aku sudah lama tidak bersamanya Xiu. Aku merindukannya” Xiumin mengangguk mengerti “Aku hanya menyarankan demi keamananmu”

Para murid berkumpul, Choi saem pun menyebutkan nama-nama siswa berikut dimana tenda mereka. Sehun, Tao, Kai dan Kyungsoo ditempatkan di satu tenda begitupun dengan Chanyeol, Baekhyun, Suho dan Lay juga Luhan, Xiumin, Kris dan Chen. Kini mereka semua berada di tenda masing-masing. Sehun menatap tajam kearah Kai yang juga dibalas sinis tanda tak terima olehnya “Ya! kita sekarang di tenda yang sama tak bisakah kalian berbaikan selama camp ini?” Semua mata tertuju pada Tao “Aniyo!” jawab Sehun dan Kai serempak. Kyungsoo hanya tertawa kecil dibelakang mereka “Arra arra, mianhae” jawab Tao dengan logat yang aneh. Kyungsoo menepuk pundak Tao pelan dan mengisyaratkan untuk keluar tenda sebentar. Kini tinggal Kai dan Sehun yang berada di dalam tenda

“Aish! Kenapa aku harus satu tenda denganmu? Aku bahkan muak melihat wajahmu!”

“YA! Oh Sehun! Ini yang membuat Hana noona tak menyukaimu paham? Kau itu egois! Tak pernah memikirkan perasaannya” Tangan Sehun langsung bergerak mencengkeram kerah baju Kai “Kau pikir dia menyukaimu dengan tingkahmu yang sembrono hah?!” Sehun hendak mengangkat sebelah tangannya untuk memukul wajah Kai

Ya..ya stop it! Both of you should grown up, think first before act” Kyungsoo yang tiba-tiba merangsek masuk langsung melerai mereka membuat cengkeraman di kerah baju Kai mengendur dan sosok pencengkeram itu langsung pergi meninggalkan mereka

*********

Hari sudah memasuki malam. Para siswa berkumpul di sekitar api unggun untuk melakukan aktifitas umum dalam camp yaitu melakukan cerita seram dan memanggang beberapa daging juga marshmallow untuk dimakan bersama. Jenny duduk disamping teman-teman barunya juga Krystal. Dia tersenyum kearah Mark yang duduk tak jauh dari penjagaan mata Xiumin. Anggota Wolf Team dan Dragon Team tetap berhati-hati jika saja sewaktu-waktu roh jahat itu menggunakan tubuh Mark lagi untuk menyerang Jenny. Luhan yang sedang memanggang setusuk marshmallow tak sadar kalau dirinya diperhatikan oleh Jenny hingga Xiumin menyenggol pelan lengannya dengan sengaja. Seakan sadar apa yang diinginkan Xiumin dia mulai membuka mulutnya

“Ya!  Choi Jenny kau mau marshmallow?” tawar Luhan dengan nada kaku yang mengundang tawa Xiumin sementara murid yeoja lainnya iri pada Jenny yang ditawari marshmallow oleh Luhan, ingat Luhan itu bukan ‘hanya murid biasa’ dia mirip seorang idola yang sangat diidamkan semua yeoja. Jenny yang melihat siswi lain terus menatap kearahnya dengan tatapan jangan-terima-itu-atau-kau-akan-menjadi-perkedel “Aniya, untukmu saja aku bisa memanggangnya sendiri” ujar Jenny dengan tenang “tsk..” Luhan yang menjadi malu karena ditolak mentah-mentah di depan temannya pun terus mengumpat dalam hati. Jenny sadar ternyata salah satu anggota Wolf tidak lengkap, ya benar dimana laki-laki berambut pirang itu. Jenny bangkit dari duduknya dan berjalan menuju daerah tenda-tenda berada. Luhan yang menyadari itu langsung berjalan perlahan mengikuti Jenny takut terjadi sesuatu pada gadis itu meskipun dia telah membuat dirinya malu setengah mati. Jenny berjalan berbelok menuju dimana danau berada “Apa dia sudah gila? Mau apa dia kesana sendirian” ucap Luhan pada dirinya sendiri. Namun semakin lama mengikuti Jenny dia sadar apa yang gadis itu cari, Oh Sehun. Namja berambut pirang yang kini duduk sendirian di tepi danau

“Sehun-ah.. Bolehkah aku duduk disini?”

“. . . . .” Tidak ada jawaban dari Sehun yang terdengar hanya seperti suara isakan halus

“Sehun-ah, neo wae irae?” Suara isakan itu menghilang. Kepala Sehun yang tadinya tertunduk pun menjadi naik menghadap lurus kearah danau. Dia mengusap pelan kedua matanya “I’m alright” Jenny bertolak pinggang “Do you think i’m a ‘pabo’?” Sehun mengangguk perlahan “Ya! Aku tidak bodoh” Sehun menoleh dengan wajah tenang “Tapi kau selalu menunjukkan kalau kau memiliki otak seperti burung”

“Aniya! Dasar namja cengeng” teriak Jenny kesal lalu spontan dia menutup mulutnya berharap Sehun belum mendengarnya namun terlambat suaranya sudah masuk ke gendang telinga lelaki itu “Aku..aku tidak bermaksud mengataimu” jelas Jenny gugup begitu melihat mata tajam Sehun “Aku bukan namja cengeng seperti yang kau katakan aku menangis karena aku punya alasan” Jenny terdiam sejenak “Alasan apa?”

Sehun menatap kedua mata Jenny lekat-lekat “Kau tau? Aku menyukai kakakmu..” Jenny kembali terdiam sejenak “Aku rasa aku tau, tapi bagaimana awal kejadian kau bisa mengenalnya?”

“Dulu kita semua masih duduk di bangku sekolah dasar kelas akhir dimana kita semua baru mendapat kekuatan itu…”

Flashback

Hari itu suasana sangat cerah. Seorang yeoja memasuki sebuah cafe lalu memilih duduk di samping jendela luar dimana dia bisa melihat orang berlalu lalang. Dia membuka buku tebal yang sengaja dia bawa dari rumah untuk dia baca disini karena hanya disini lah tempat dimana orang tak akan peduli apa yang dia baca. Di buku tersebut terlihat berbagai simbol yang berhubungan dengan ability yang orang itu miliki. Hanya orang-orang terpilih lah yang memiliki ability itu termasuk dirinya yang sudah terpilih untuk menjadi penyatu dari pemilik ability itu. Hari ini, orang yang terpilih akan mendapatkan ability mereka. Buku milik Choi Hana telah menunjukkan bahwa hari ini hari yang diramalkan dimana para penjaga bumi akan datang namun setiap penjaga datang pasti ada kejahatan yang juga lahir. Langit mendadak berubah menjadi gelap. Hana membalik bukunya ke halaman tentang ability dan disana ada kriteria sang pemilik ability yang akan memudahkan Hana untuk mencarinya.

Lightning : pintar mendekati jenius, bersikap cuek, memiliki warna mata hitam, memiliki tattoo di leher kanan

tumblr_mizgkxvjgT1rp3in7o5_1280

Earth : kuat, memiliki mata bulat dan berwarna hitam, memiliki tattoo di leher kiri

tumblr_mizgssEBd91rp3in7o2_1280

Water :  angel look-alike, sabar, jiwa pemimpin, mata sedikit sipit berwarna hazel, memiliki tattoo di telapak tangan kanan

tumblr_mizgssEBd91rp3in7o5_1280

Frost : sedikit pendiam, memiliki senyuman ramah, mata sedikit bulat berwarna kecoklatan, memiliki tattoo di telapak tangan kiri

tumblr_mizgkxvjgT1rp3in7o6_1280

Wind : cuek, poker face, mata berwarna hazel, kulit seputih susu, memiliki tattoo di pergelangan tangan kanan

tumblr_mizgssEBd91rp3in7o4_1280

Time Control : mata seperti panda, tatapan mata tajam, memiliki tattoo di pergelangan tangan kiri

tumblr_mizgkxvjgT1rp3in7o4_1280

Light : ramah, banyak bicara, mata sipit, memiliki tattoo di pundak kanan

tumblr_mizgssEBd91rp3in7o1_1280

Healing : penolong, ramah, memiliki lesung pipi, memiliki tattoo di pundak kiri

tumblr_mizgkxvjgT1rp3in7o3_1280

Flame : gemar bercanda, bermain-main, memiliki mata yang cukup bulat, memiliki tattoo di punggung tangan kanan

tumblr_mizgssEBd91rp3in7o6_1280

Flight : pendiam, cuek, sangat tinggi, memiliki tattoo di punggung tangan kiri

tumblr_mizgkxvjgT1rp3in7o2_1280

Teleportation : lincah, cukup nakal, kulit yang sedikit lebih kecoklatan, memiliki tattoo di lengan atas kanan

tumblr_mizgssEBd91rp3in7o3_1280

Telekinesis : flower boy untuk seusianya, cuek, bekas luka di pundak dekat leher, memiliki tattoo di lengan atas kiri

tumblr_mizgkxvjgT1rp3in7o1_1280

Hana menutup bukunya setelah semua informasi dia dapat. Kini dia mulai mencari dimana keberadaan anak-anak itu. Tiba-tiba seorang anak yang sedang berlari menabrak tubuhnya. Hana mulai memeriksa anak ini karena dia merasakan sebuah perasaan yang berbeda “Jamkkan..” Anak itu pun terdiam. Hana mencoba mengingat dia mirip dengan kriteria yang mana

“Boleh aku tau siapa namamu?”tanya Hana mencoba ramah sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan anak ini

“Kim Joonmyeon..” tangan Joonmyeon terangkat dan Hana melihat tattoo di telapak tangannya “Dia sang penguasa air” Hana tersenyum begitu menemukan satu anak itu

Singkat cerita..

Kim Joonmyeon merupakan anak pengusaha besar di Korea. Ayah Minseok adalah sekretaris Ayah Joonmyeon sehingga Joonmyeon mengenal Minseok dengan baik karena ayah mereka sering bertemu. Di sekolah, Minseok memiliki teman yang senasib dengannya, Xi Luhan. Kehidupan keluarga mereka kurang berjalan dengan baik, Ibu Minseok bercerai dengan ayahnya sebaliknya Ayah Luhan menceraikan Ibu Luhan dan meninggalkan mereka berdua hidup sendirian untung saja Ibu Luhan merupakan pengelola restoran besar sehingga dapat hidup dengan normal. Begitu Hana mengenal Luhan dia juga langsung bertemu teman satu kompleks Luhan, Zhang Yixing yang juga pemilik ability

Di waktu lain, Hana bertemu Jongin di depan sebuah gedung megah yang merupakan gedung agency para artis besar. Jongin yang pada saat itu sudah menjadi trainee di agency tersebut mengenalkan Hana pada Sehun, putra pemilik agency ini yang ternyata juga orang yang terpilih. Menjadi hal mudah bagi Hana, ketika menemukan dua anak di taman kompleksnya yang memiliki tattoo di leher kanan dan kiri, Jongdae dan Kyungsoo yang sedang bermain bersama. Hana berusaha mendekatkan mereka semua selagi dia mencari sisanya.

Hari itu, ketika Hana hendak mengantar Kyungsoo les piano dia menemukan Byun Baekhyun, anak pemilik tattoo di pundak kanan yang cukup terlihat jelas dengan baju tanpa lengannya. Di tempat yang sama, Hana menemukan anak dengan tattoo phoenix sedang memainkan drum begitu melewati salah satu ruangan. Mendadak ia merasakan waktu terhenti, disana hanya pemilik ability dan dirinya yang tidak terpengaruh. Pemilik time control pasti di dekat sini. Benar saja dia menemukan seorang anak yang sedang bingung diluar tempat les. Tattoo di pergelangan tangan kiri membuatnya tambah yakin kalau dia adalah Time Controler. Anak dengan seragam bername tag Huang Zitao masih tampak bingung karena terpisah dari orang tuanya. Hana membantu anak itu dengan membawanya ke polisi namun di perjalanan dia bertemu dengan anak yang berseragam sama seperti Tao hanya saja terlihat sangat tinggi untuk seumurannya. Hana menengok kearah tangan kiri anak itu dan disana ada tattoo naga. Dia berusaha berkenalan dengan anak itu dan mengajaknya ngobrol lalu mengurus Tao hingga akhirnya dia bertemu orang tuanya

*********

Sejak Hana menemukan semua anak-anak itu, mereka semua sering bermain ke rumah Hana

Modern-House-Exterior-16

Mereka berkumpul bersama-sama dan sering bermain bersama layaknya saudara. Bahkan Hana memberikan nama panggilan untuk beberapa anak. Ini lah kekuatan alami Hana, dapat membuat mereka yang tadinya egois saling membentak satu sama lain menjadi satu keluarga yang saling menjaga satu sama lain. Namun Sehun tampaknya belum bisa berbaur dengan yang lainnya dia terlihat cuek. Hana menghampiri Sehun

“Sehun-ah, bermain lah dengan temanmu jangan terus berdiam diri”

Sehun yang merasa senang diperhatikan oleh Hana menjadi menyukai Hana masih dalam konteks kakaknya. Namun seiring waktu berjalan, ketika duduk di bangku sekolah menengah pertama Sehun mulai mengenal apa itu rasa suka atau cinta terhadap lawan jenis begitu juga dengan yang lainnya. Sehun dan Kai yang sejak dulu dapat banyak perhatian dari Hana membuat mereka menjadi mencintai Hana. Sehun dan Kai sering memperebutkan perhatian Hana. Sehingga suatu saat ketika mereka lagi-lagi bertengkar karena Hana di tepi sungai Han

“Kau terlalu egois Oh Sehun! Kau tak pantas untuknya, kau selalu berpikir dapat menguasai semuanya tapi tidak kali ini aku akan mendapatkan hati Hana noona!”

Anggota lainnya sibuk bersepeda masing-masing hingga tak menyadari kalau Sehun dan Kai tengah bertengkar.. lagi

“Dia juga tak menyukaimu jika kelakuanmu seperti ini! Kau dapat melukai orang lain dengan tingkahmu!”

Hana yang melihat Sehun dan Kai berusaha melerai mereka namun mereka tak henti-hentinya mendorong satu sama lain hingga secara tidak sengaja Kai mendorong Hana jatuh bergelinding menuju sungai setelah sebelumnya kepalanya menabrak batu. Sehun sontak berteriak begitu sadar Hana jatuh ke sungai “Noonaaa!!” Sehun mendorong Kai hingga jatuh di jalan “Ini semua karenamu Kim Jongin! Aku membencimu!!”

Sejak kejadian itu Sehun sangat membenci Jongin. Dia sama sekali tak mau dekat atau bahkan hanya melihat wajahnya terlebih ketika mereka semua mendengar kalau Hana sudah tiada dan jiwa sang penyatu telah lahir pada diri orang terpilih yang lain

Flashback end

“Itulah kenapa aku membenci Kai sampai saat ini..”

“Aku bahkan hanya tau Hana eonnie meninggal namun aku tidak mengerti dengan jelas apa penyebabnya. Aku adik yang buruk” Sehun menatap Jenny dengan tatapan lembut “Kau tidak salah Jenny-ya kita semua masih cukup kecil saat itu” Sehun menepuk pelan pundak Jenny berusaha membuatnya sedikit tenang. Jenny pun tersenyum

To Be Continued

How do you think guys? bosenin kah? kurang menarik kah? bagus kah? semoga bagus yaa aminn😀 Author minta maaf lagi nih *maaf mulu* *gapapa bagus kok(?)* kalau ada typo atau kesalahan penulisan atau alur yang mulai ga jelas(?) ini ide ngebut soalnya jadi author sendiri asal tulis apa yang ada diotak mohon maaf kalo makin lama ga nyambung dan buat part 4nya *sigh* doain semoga author bisa cepet post ya.. banyak kegiatan banget buat sekolah beberapa bulan ini soalnya *jadicurhatkan* Udahan ah..

See You in Next Chapter Readers. Comment kalian ditunggu🙂

98 thoughts on “Gang of Hanjin High School (Chapter 3)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s