MY KISS, MY DESTINY (chapter 4)

❤ Tittle: MY KISS, MY DESTINY (chapter 4)❤

Untitled-3

❤ Author: Dindong L.Kim (@adinda_elements)❤

❤ Starring by SEO SANG AKH (OC) & BYUN BAEKHYUN also GONGCHAN SHIK❤

❤ Another Cast : OH SEHOON, DO HWE JI (Ulzzang), DO KYUNGSOO and Other❤

❤ Genre: Romance, Fluff, Friendships, Marriage live❤

❤ Ratting: PG 16 / Teen❤

❤ Length: Chaptered❤

Disclaimer:

THIS FF IS MADE BY DINDONG L.KIM😀 all cast hanya saya pinjam untuk dijadikan pemeran di FF ini.PLAGIATOR ?? JUST GO AWAY ^_^ AND SILENT READERS ?? IT’S OK, BECAUSE OF YOU,MAYBE I CAN’T CONTINUE TO WRITE THIS FF ^_^ ALUR IS PURE MINE🙂

Dindong Notes :

Sorry for typos ^_^

Warning : Typo bertebaran🙂

❤ Preview Last Chapter❤

“KLIK” Pantulan cahaya Blits sebuah kamerapun terpancar disana dan itu membuat fantasy Sang Akh kembali hilang. Ia menoleh ke samping kanan bersamaan dengan Baekhyun. Dan disana, telah berdiri Byun Ahjumma. Perempuan paruh baya itu tampak senang sekali dengan hasil jepretannya.

“apa yang ibu lakukan ?” Baekhyun bangkit dari posisinya dan ia langsung menghampiri ibunya. Sang Akh mendesis, kenapa moment langka itu harus berlangsung secepat itu ? Ughh~ Tuhan sungguh tak adil.

“lihatlah anakku. Kalian terlihat serasi” Byun Ahjumma memperlihatkan hasil jepretannya kepada Baekhyun. Bukannya marah, Byun Ahjumma malah tersenyum lebar. Sungguh, dia ibu yang berjiwa seperti remaja. Sang Akh yang baru saja berdiripun juga ikut menghampiri Byun Ahjumma.

“Hapus!” Baekhyun memerintah, namun Byun Ahjumma menggeleng lalu menyimpan kameranya di belakang badannya. Sang Akhpun mengiyakan perintah Baekhyun. Gila saja jika foto itu tersebar.

“kenapa harus dihapus anakku ? foto ini lucu. Aku suka” Baekhyun mendesis. Ia benar – benar kewalahan dengan sikap ibunya yang seperti remaja itu.

“berikan kameranya!” Byun Ahjumma menggeleng.

“tidak. Karena foto ini akan menjadi awal dari kisah kalian” Byun Ahjumma tersenyum jahil setelah mengatakan itu.

“awal dari kisah kami ?” Sang Akh bertanya seperti orang Bodoh. Ia bahkan menunjuk Baekhyun ketika mengatakan kata kami. Berbeda dengan Baekhyun yang masih diam. Dia hanya ingin tau kelanjutan perkataan ibunya.

“Yap, benar sekali. Karena kalian berdua akan menikah” mata Sang Akh dan Baekhyun melebar seketika. Jangankan menikah, berpikir untuk menjalin Hubungan dengan Sang Akh saja Baekhyun tak mau. Berbeda dengan gadis itu. ia bahkan merasa sedang berada di dunia fantasynya. Sungguh, ia tak menyangka akan menikah dengan pemuda yang selama ini ia cintai.

| Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 |

~ Chapter 4 ~

“Ahjumma, apa yang Ahjumma katakan ? aku tak mengerti, sungguh” Sang Akh menatap Byun Ahjumma penuh harapan, berbeda dengan Baekhyun. Yang masih saja betah berdiri, menatap ibunya dengan gaya kerennya. Wajahnya bahkan tak mengekspresikan apa – apa.

“kupikir kalian akan menjadi pasangan yang serasi dan kurasa pernikahan kalian akan dilaksanakan dalam waktu dekat” Byun Ahjumma sangat antusias ketika mengatakan itu. mata Sang Akh melebar seketika. Oh Tuhan, jika ini memang mimpi tolong jangan bangunkan Sang Akh. Ia ingin mimpi ini berakhir manis.

“Apa ? Ibu pasti sudah gila” Baekhyun berlalu pergi. Sang Akh terkesiap mendengar ucapan Baekhyun. Menurutnya, ucapan itu sangat keterlaluan untuk diucapkan kepada orang tua. Sungguh pemuda dingin tak berperasaan.

Sepeninggal Baekhyun, Sang Akh langsung menghampiri Byun Ahjumma. Ia mendekap dan memeluk wanita paruh baya itu. “Ahjumma, anggap saja ucapan Baekhyun sebuah guyonan yang tak lucu. Ok ?” Sang Akh tersenyum seraya membentuk huruf O dengan jarinya. Byun Ahjumma tersenyum.

“sudah kuduga, kau adalah gadis yang manis. Pantas saja aku merasa, kalau kau sangat cocok dengan anakku yang serba kekurangan itu” Byun Ahjumma melepaskan pelukan Sang Akh lalu menatap senang gadis itu. sementara yang ditatap langsung terkekeh. Dibenaknya telah berlalu lalang sikap konyol dan bodohnya di masa lalu. Dan jujur, Sang Akh senang sekali karena Byun Ahjumma telah mau memujinya. Ya, walaupun pujian itu sangat jauh dengan kenyataan yang ada.

“Aigo~ Ahjumma, aku harus menemui Gongchan. Anak itu pasti sudah me—”

“Oh, Kau sudah datang ?” tepat sebelum Sang Akh menyelesaikan dialognya, Gongchan telah lebih dulu keluar dari kamarnya. Di dalam hatinya, Sang Akh bersyukur karena Gongchan tidak sempat melihat adegan kecelakaan yang terjadi antara dirinya dan Baekhyun. Sang Akh langsung saja tersenyum konyol menyikapi pertanyaan Gongchan.

“Ahjumma pergi, eoh ? Gongchannie, tolong jaga gadis manis ini” Sang Akh malu ketika Byun Ahjumma masih saja memujinya dengan mengatakan kalau ia manis. Gongchan memunculkan jempolnya dan Byun Ahjumma pergi meninggalkan Gongchan bersama Sang Akh.

“Hei, apa yang ingin kau tunjukkan padaku ? awas saja kalau ini tak menarik” Sang Akh memicingkan matanya seraya menunjuk Gongchan. Sementara yang ditunjuk hanya tersenyum. Ughh~ sumpah demi apapun. Gongchan sangat imut sekarang. andai saja Sang Akh tak berada jauh dari pemuda itu, ia pasti sudah mencubit kedua pipi Gongchan. mengingat betapa chubbynya pipi Gongchan.

“Tada~” tiba – tiba saja Gongchan mengeluarkan sebuah DVD dari balik badannya. Sang Akh heran, sejak kapan Gongchan meletakkan tangannya di belakang badan ? sungguh, dia seperti pesulap dan Oh~ itu DVD apa ?

“kau tak tau dengan film ini ? padahal kudengar, ada Boyband terkenal yang menangis ketika menonton film ini” Gongchan mengetuk – ngetukkan jari di dagunya. Berusaha mengingat nama Boyband yang pernah menonton film itu. tapi ya, tetap saja ia tidak bisa menjemput ingatannya tentang nama itu.

“benarkah ? apa film ini sesedih itu ?” Sang Akh mendekati Gongchan lalu mengambil DVD itu. Ia melihatnya dengan teliti seraya membaca sinopsisnya. Alisnya bertaut, melalui sinopsisnya saja film ini tampak konyol.

“kau yakin ini film yang sedih ? aku bahkan tak menemui ada adegan menangisnya di dalam sinopsis ini” Sang Akh memberikan DVD itu pada Gongchan. Hatinya diliputi keraguan akan tingkat kesedihan film yang Gongchan rekomendasikan.

“bagaimana kalau kita tonton saja setengahnya ? kurasa ini film yang menarik” Gongchan tampak sangat antusias. Sulit bagi Sang Akh untuk menolaknya. Tapi, ada sesuatu yang menjanggal di hati Sang Akh.

“kita akan menonton di kamar mu ?” Gongchan mengangguk pasti dan ya, itulah sesuatu yang menjanggal di hati Sang Akh. Menonton berdua ? dan itu dilakukan dalam sebuah kamar ? dan lagi, ini adalah kamar seorang pria. Ugh~ cukup sudah. Sang Akh tak mau masuk ke dalam kamar pria lagi. ia sudah jera dengan kejadian barusan. Tapi, ia juga tak enak hati untuk menolak ajakan Gongchan. Hmmm, bagaimana jika—

“kuajak Byun Ahjumma, eoh ?” Gongchan tersenyum. Syukurlah kalau pemuda itu memperbolehkannya dan sekarang sudah tak ada lagi yang mengganjal di hati Sang Akh.

“kau panggil Ibu dan aku akan mempersiapkan semuanya” Sang Akh mengangguk seraya mengulum senyum manis. Di dalam hatinya, Gongchan merasa senang ketika melihat senyuman Sang Akh. Menurutnya itu manis dan menimbulkan efek ketagihan.

“Mereka salah, bukan ayahnya yang membunuh dan kenapa ia juga harus di cap sebagai orang cabul ? Ughh~ ini sungguh tak adil” itu suara protesan Sang Akh. Ia tak terima dengan pengakuan palsu ayah Yea Sung, padahal jelas – jelas pak tua itu ingin menolong anak kecil yang terjatuh. Tapi apa ? kenapa ia dituduh sebagai orang cabul ? ini sungguh tak adil.

“Channie, ambilkan Ibu tissu” Gongchan langsung saja memberikan apa yang Byun Ahjumma suruh. Perempuan paruh baya itu benar – benar menguras banyak air mata ketika menonton film ini. Bahkan Sang AKh dan Gongchan juga ikut menangis.

Bicara tentang menangis, diantara ketiga orang yang sedang menonton film sedih ini ada satu orang yang menangis dengan tak layaknya. Ia bahkan sudah mengotori beberapa tissu dengan –maaf ingusnya. Bahkan Sang Akh bisa dicap sebagai gadis dengan mimik wajah teraneh sepanjang masa ketika menangis. Berbeda dengan Gongchan, pemuda itu memang menangis. Tapi tidak seheboh Sang Akh.

“sampai kapan Ibu seperti ini ? sebentar lagi ayah pulang” secara serentak, Gongchan, Sang Akh dan Byun Ahjumma menoleh kearah pintu kamar Gongchan. Disana telah berdiri dengan gagahnya seorang Byun Baekhyun. Bentuk wajah Sang Akh yang awalnya sudah hancur, semakin bertambah hancur ketika mulutnya serasa terjatuh dengan bebas kebawah. Semoga saja Baekhyun tak melihat itu.

“Ah, benarkah ?” Baekhyun mengangguk seraya menunjuk jam dinding Gongchan yang telah menunjukkan angka 6 sore. Oh benar juga apa yang diakatakan Baekhyun. Byun Ahjumma segera membersihkan air matanya yang masih membasahi kedua pipinya dan iapun beringsut pergi. sepeninggal Byun Ahjumma, Baekhyunpun juga ikut pergi.

“Bagaimana ?” Sang Akh buru – buru terbangun dari dunia fantasynya ketika mendengar pertanyaan Gongchan dan ia tau maksud dari pertanyaan itu.

“apa kita bisa melanjutkannya di lain waktu ? ku rasa ayahku akan pulang sebentar lagi” Gongchan tersenyum menerima keputusan Sang Akh. Ya, sebenarnya ia kecewa karena, tentu saja ia ingin menonton film itu sampai habis dengan Sang Akh. Namun di sisi lain ia senang karena Sang Akh sudah mau mengindahkan ajakannya untuk menonton.

“tentu saja” Gongchan membalas senyuman Sang Akh seraya menyodorkan beberapa lembar tissu kepada gadis itu. Sang Akh menerimanya dan langsung membersihkan sisa – sisa air matanya yang menempel di pipi dan ujung matanya.

“Sang Akh” Byun Ahjumma memanggil Sang Akh ketika gadis itu dan Gongchan hendak mencapai pintu depan. Sang Akh berbalik begitu juga dengan Gongchan.

“Aigo~ aku lupa. Aku pamit pulang dulu Ahjumma” Sang Akh membungkukkan sedikit badannya.

“apa kau yakin tidak ingin makan malam disini ?” Sang Akh menggeleng. padahal sebenarnya, ia ingin sekali makan malam disini. Tapi, ia tetap saja tak bisa. Bagaimana jika ayahnya sudah pulang ? tidak mungkin bagi Sang Akh jika harus membiarkan ayahnya makan malam sendirian.

“aku tak ingin merepotkan Ahjumma dan yang lainnya. Lagipula ayah pasti sudah pulang, aku tak ingin membiarkannya sendirian di rumah” Byun Ahjumma mengangguk.

“hati – hati dijalan” Sang Akh mengangguk dan kembali berpamitan pada Gongchan.

Setelah keluar dari kediaman keluarga Byun. Sang Akh merasa hatinya tak enak. Sebenarnya alasan mengapa hatinya tak enak sungguh tak logis. ‘ia belum berpamitan pada Baekhyun’ itulah alasannya. Sungguh tak elit sekali alasan itu. ia mendesah pelan dan kemudian…

“Akhirnya kau pulang juga” Sang Akh menegakkan kepalanya dan sekarang, ia sudah berhadapan dengan Baekhyun. Matanya membesar dua kali lipat. Well, kurasa mereka jodoh. Mengingat pemikiran Sang Akh barusan tentang Baekhyun dan sekarang, ia bertemu dengan wujudnya. Waw~ it was so amazing.

“tentu saja aku pulang. Aku juga punya rumah” Sang Akh melawan ucapan Baekhyun. Ia kesal bercampur senang. Kesal karena Baekhyun bertanya dengan aksen seperti menginginkan Sang Akh untuk segera pergi dari rumahnya dan senang karena, ya tentu saja karena ia bertemu Baekhyun tepat setelah hatinya tak enak. Itu merupakan dua perasaan berbeda yang hanya dilapisi lapisan tipis seperti Alveolus.

“syukurlah kalau kau tau diri dan satu lagi” Sang Akh menajamkan pendengarannya, berharap Baekhyun mengatakan sesuatu yang manis setelah itu.

“kuharap kau tidak menonton melodrama lagi. kau terlihat sangat memalukan ketika menangis” Sang Akh menganga ketika mendengar ucapan Baekhyun barusan. Bukannya mendapat ucapan selamat malam, hati – hati dijalan ataupun selamat tidur. Yang ia dapat hanyalah cemeehan lagi. Sang Akh segera mengusap wajahnya, berusaha menghilangkan jejak tangisnya –yang menurut Baekhyun memalukan.

“Bodoh” itulah kata terakhir Baekhyun sebelum masuk ke dalam rumahnya. Sang Akh kesal bukan main kala itu, jika saja Baekhyun bukan pangerannya ia pasti sudah menggunting mulut mungil nan seksi itu. eh ? bahkan dalam keadaan marahpun Sang Akh masih bisa memikirkan hal manis tentang Baekhyun. Sungguh, sepertinya dunia Sang Akh sudah kabur dan kelam tentang cinta. Tentu saja penyebab terbesarnya adalah pemuda dingin bernama Byun Baekhyun.

“Aku Pulang” Sang Akh membuka pintu rumahnya. Gelap. Itulah yang Sang Akh lihat ketika masuk ke dalam rumahnya. Sang Akh mendengus, lalu berjalan menuju kontak lampu. Ia menghidupkannya dan benar saja dugaannya. Ayahnya belum pulang.

Tanpa memikirkan kemana pergi ayahnya, Sang Akh langsung saja masuk ke dalam kamarnya. Sebenarnya mata Sang Akh sendiri masih menyala dengan terang. Tapi—

—–kau terlihat sangat memalukan ketika menangis

Sang Akh menenggenggelamkan kepalanya dengan bantal. Ia benar – benar tak menyangka jika Baekhyun memperhatikan ekspresi menangisnya yang bisa dikatakan ‘sangat tidak elit’. Bahkan seekor kucingpun terlihat lebih manis ketika menangis dibanding Sang Akh.

“Baiklah, awas saja kau Byun Baekhyun. Akan kubuktikan padamu kalau seorang Seo Sang Akh bukanlah gadis cengeng” semangat Sang Akh membara seketika. Mulai dari malam itu, ia bertekad untuk tidak menangis lagi dan dengan begitu, Baekhyun tidak akan malu lagi melihat Sang Akh.

Seo Sang Akh POV

“Pagi ayah” setelah keluar dari kamar, aku langsung menghampiri ayahku. Ia tampak terkejut dengan sapaanku barusan. Eumh, tentu saja ia terkejut. Ya, karena ini masih jam setengah 7 dan biasanya aku masih bergulat dengan mimpikusebelum jam 7. Tapi, pagi ini aku bertekad bangun pagi dan itu karena. Ehem~ aku inginpergi sekolah bersama pangeranku.

“kau demam ?” Ayah meletakkan punggung telapak tangannya di dahiku. Heol~ apa aku semalas itu sampai – sampai bangun pagi saja dikatakan demam. Bagaimana jika aku mendapat nilai 90 dalam ulangan Geografi ? Ughh~ pasti ayah akan mengira kalau aku sudah gila. Mengingat nilai ulangan geografiku tak pernah mencapai angka 6 sekalipun.

“aku baik – baik saja Ayah. Kalau begitu aku pergi dulu, Annyeong” Aku menyalami Ayah lalu segera beranjak keluar rumah. Samar – samar aku mendengar panggilan Ayah. Sepertinya ia memanggil karena. Ya, lagi – lagi aku lupa memakan sarapan pagiku. Hehe~

“itu Pangeranku” pekikku, namun tentu saja pekikkan itu lebih tergolong ke dalam bisikan. Aku menoleh ke belakang, tak ada siapapun. Aku tersenyum lalu—

“pagi” sapaku pada Baekhyun. Ia menoleh sekilas kearahku dan setelah itu ia kembali larut dengan buku yang ia pegang. Ahh~ itu bukan buku, melainkan novel. Sebenarnya aku kecewa jika diacuhkan seperti ini, tapi…. Tak apalah. Baekhyun memang seperti ini dan akan selalu seperti ini. Dingin dan tak berperasaan. Ya, walaupun begitu aku akan tetap mencintainya.

“kau serius sekali membaca novel itu. apa kau tidak bosan ? kulihat novel itu tak ada gambarnya. Dan halaman bukunya juga tak bisa dikatakan sedikit. Kurasa genrenya pasti bukan hal yang berbau romantisme. Benar bukan ?” Baekhyun menghentikan langkahnya dan begitupula denganku. Ia menatapku tepat di kedua bola mataku. Ughh~ pemadam kebakaran, pak polisi, Pak presiden. Pokoknya siapapun, tolong hentikan Baekhyun. Ia terlihat sangat mengagumkan saat ini. Tanda lahirnya yang ada di dahi sebelah kanannya terlihat sangat lucu jika dilihat dari sudut pandang ini.

“kau lucu sekali~” tubuhku bergerak otomatis mencubit kedua pipi Baekhyun. Aku tau ini keterlaluan, ditambah lagi aku melakukannya di depan umum. Aku yakin, sebentar lagi Baekhyun akan menyemburkan api dari mulutnya. Aku berani bertaruh.

“aku tak ingin disukai dan kuharap kau tidak terlalu dekat denganku” perkataan ini menyakitkan. Sungguh. Tanpa diperintah, aku langsung saja melepaskan tanganku dari pipi Baekhyun. Aku merasa Baekhyun sedang berada di mood paling bawah.

“Baek ?”

“aku tak tau apa motifmu mendekati keluargaku dan aku juga tak tau apa ambisimu” Baekhyun semakin intens menatapku. Jujur, yang kurasakan saat ini bukan rasa senang atau bahagia. Perasaanku lebih berat kearah sedih.

“Baek ?”

“Kau, jangan ganggu aku lagi” Mataku melebar seketika. Baekhyun mengatakan itu bukan dalam konteks berteriak atau memarahi. Ia malah langsung membisikkannya tepat di telingaku dan setelah itu ia melanjutkan jalannya.

“Jangan menangis Sang Akh. Jangan menangis. Ingat janjimu semalam” aku berusaha mensupport diriku sendiri untuk tidak menangis. Jujur saja, perkataan Baekhyun barusan benar – benar membuat hatiku hancur. Andai saja aku tak berjanji tadi malam, pasti pipiku akan kembali basah dengan butiran – butiran bening itu.

Aku tak ingin disukai—” Bagaimana caranya agar aku berhenti untuk menyukaimu ? perasaan senang dan sedih ini telah bercampur di dalam darahku. Apa yang harus kulakukan Baek ? aku tak tau lagi ingin menyukai siapa. Kau sudah terlanjur memenuhi semua ruang kosong yang ada.

—-kuharap kau tidak terlalu dekat denganku” butuh keberanian lebih bagiku untuk berbincang denganmu. Berhadapan denganmu saja telah membuat jantungku berdetak tak karuan. Apa kau merasakan apa yang kurasakan ?

aku tak tau apa motifmu—-” kau tak perlu tau apa motifku. Mencintai dan menyayangimu dengan tulus, itulah yang kumiliki. Apa kau yakin dua hal itu termasuk ke dalam sebuah motif kejahatan atau sejenisnya ?

—- aku juga tak tau ambisimu” Ambisiku adalah ingin terlihat sebagai seorang gadis didepanmu. Bukan hanya seseorang yang cerewet ataupun suka mengganggu.

Aku menatap bosan kearah Jung Seongsaenim. Ia tampaknya sangat antusias dengan mata pelajaran yang ia ajarkan. Bahasa Inggris, itulah mata pelajaran yang sedang ia ajarkan. Aku mendengus pelan mendengar ucapannya yang hanya berputar dengan kata – kata alphabet.

Sesekali guru berkaca mata tebal itu bertanya pada salah seorang siswa di kelasku, namun tetap saja tak ada yang menjawab. Karena, belajar bahasa inggris sama saja dengan belajar bahasa alien bagi kami siswa kelas F.

—jangan ganggu aku lagi” astaga, kata itu kembali berputar di otakku. Sungguh, andai aku memliki obat penghilang ingatan aku pasti akan meminumnya. Tapi kurasa itu merupakan hal bodoh yang tak akan pernah terwujud. Aku tersenyum sinis dan tanpa sengaja mataku melihat wujud pemuda itu.

“aku tau ini salah. Tapi kumohon, biarkan aku melihatmu dari kejauhan” aku bergumam ketika melihat Baekhyun sedang bermain basket dengan siswa kelas A lainnya. Ia tampak bahagia. Aku bahkan tak tau kalau pemuda tampan nan dingin seperti Byun Baekhyun bisa tertawa selepas itu. aku juga tersenyum melihat senyumannya itu. bahkan suara Jung Seongsaenim tidak terdengar olehku lagi karena terlalu menikmati pemandangan langka ini.

“apa yang kau lihat ?”

“Pangeranku~” tanpa memikirkan siapa yang melontarkan pertanyaan itu, aku malah menjawabnya ngasal. Haha~ sepertinya otakkku memang sudah bergeser sedikit hanya gara – gara Baekhyun.

“Bagaimana pangeranmu ?” lagi – lagi suara itu.

“Dia tampan. Tidak banyak bicara dan ia membenci gadis yang suka membuang air matanya” aku semakin terhanyut dengan pemandangan ini, tatkala melihat Baekhyun menghapus keringatnya dengan ujung baju. Ughh~ andai ia mengangkat sedikit lagi bajunya aku pasti bisa melihat Abs nya. Ya, itupun kalau ia punya.

“Kurasa kita bisa berlari mengelilingi lapangan sebanyak 3 kali” Heh ? apa suara itu gila ? berkeliling lapangan sebanyak 3 kali ? Ughhh~ aku harus mencari tau asal suara itu.

‘JENG JENG’ Tepat setelah kubalikkan badanku, aku melihat guru itu disana. Bahkan teman sekelasku juga menatapku. Hei~ berarti perbincangan tadi bukanlah privacy ku ? Oh astaga, matilah aku.

“Oh Saem” aku tersenyum konyol pada Jung Seongsaenim. Kuharap ia tak bersungguh – sungguh dengan lari keliling lapangan. Bisa – bisa aku pingsan pada putaran pertama, mengingat matahari sedang asiknya memancarkan cahaya yang terang benderang. Nyaliku menciut tatkala melihat mata besar Jung Seongsaenim.

“Sekarang Sang Akh” Arghhh~ matilah aku sekarang. well, sepertinya tak ada lagi alasan untuk mundur.

“kuhitung mundur. 32   1!” itu aba – aba yang diberikan Jung Seongsaenim dan akupun berlari dengan sekuat tenaga. Baiklah, sebaiknya aku cepat menyelesaikan ini.

-Author POV-

Sang Akh berlari dengan cepat, secepat yang ia bisa. Satu , Dua telah ia lewati dan sekarang adalah putaran yang terakhir. Sang Akh tersenyum tatkala merasa berhasil telah melewati hukuman yang Jung Seongsaenim berikan. Tapi, ada halangan yang terjadi pada putaran ketiga.

“BUGH~” Sang Akh jatuh tersungkur diatas tanah. Ia langsung memegang kepalanya yang baru saja ditumbuk oleh –Bola Basket. Sang Akh merutuk bukan main, ia bahkan tanpa sengaja menyebut beberapa nama hewan kaki empat. Sungguh kotor mulut Sang Akh.

“kau tak apa ?” Sang Akh tak mengindahkan pertanyaan orang itu. ia masih saja terlarut dengan rutukannya. Ia berdiri lalu mulai membersihkan seragamnya. Suara ini, pasti dalang dibalik ini semua. Sang Akh yakin itu. ia lantas menegakkan kepalanya dan

“Oi~” lagi – lagi entah untuk yang ke berapa kalinya, Sang Akh mengeluarkan ekspresi konyol ketika melihat Baekhyun sudah berada di depannya. Ughh~ jujur saja, andai yang berada di depannya bukan Baekhyun, Sang Akh pasti sudah menjampi – jampinya.

“Heol~ kukira siapa” tanpa berkata lebih banyak lagi, Baekhyun langsung saja mengambil bola basket yang berada tak jauh dari Sang Akh. Setelah mengambil bolanya, Baekhyun berlalu pergi. namun, Sang Akh mencegatnya.

“Baek, kau masih marah padaku ?” Sang Akh bodoh. Kenapa ia harus menanyakan itu ? bagaimana jika Baekhyun sedang berada dalam mood yang jelek. Bukankah ia akan kena marah lagi ? sungguh, gadis itu benar – benar polos.

Baekhyun berbalik dan hanya menatap Sang Akh datar. Gadis itu langsung saja menegang ditempatnya. Ia benar – benar takut sekarang dan juga, ia baru menyadari titik kebodohan dari ucapannya sendiri.

“Jadi ?” Baekhyun mengangkat sebelah alisnya. Sebenarnya ia juga tak tau dengan perasaannya sendiri. Kalau dikatakan marah sebenarnya tidak juga, tapi Baekhyun merasa agak risih dengan kehadiran Sang Akh dimanapun ia berada. Gadis itu seperti stalkernya saja dan jujur, Baekhyun sangat benci bermain petak umpet. *If You Know What I Mean

“aku minta maaf. Aku berjanji, tidak akan mengganggumu lagi” Sang Akh tersenyum seraya mengacungkan jari kelingkingnya. Baekhyun masih diam menyikapinya. Ia hanya masih belum tau apa yang harus ia lakukan.

“Apa yang kau lakukan disini ?” Baekhyun langsung saja mengubah topik pembicaraan. Sepertinya pemuda itu tak ingin memperdalam masalahnya yang tadi pagi.

“itu—aku….” Sang Akh mengetuk – ngetukkan kedua jari telunjuknya secara bersamaan. ia ragu ingin menjawab apa. Tak mungkin jika Sang Akh secara terang – terangan mengatakan kepada Baekhyun bahwasanya ia dihukum untuk berlari mengelilingi lapangan hanya gara – gara asik memperhatikan Baekhyun. Ughh~ bisa – bisa Sang Akh semakin terlihat bodoh di mata Baekhyun.

“aku sedang——-”

“YA! SEO SANG AKH! KAU MASIH BERHUTANG SATU KELILING LAGI DENGANKU” itu suara Jung Seongsaenim dan tanpa berpamitan pada Baekhyun, Sang Akh kembali melanjutkan hukumannya. Sepeninggal Sang Akh, Baekhyun hanya menatap punggung gadis itu dan satu hal menarik terjadi disini. Baekhyun tersenyum melihat tingkah kocak Sang Akh. Andai Sang Akh melihat senyuman Baekhyun, ia pasti bisa melakukan hukumannya 4 kali lebih cepat.

“Arghh~ badanku serasa remuk semua” rutuk Sang Akh seraya mendudukkan dirinya pada salah satu bangku kantin yang kosong. Sehun yang kebetulan berada disampingnya hanya bisa melihat ngeri kearah gadis itu. Sungguh, posisi duduk Sang Akh sangat take lit sekarang.

“pantas saja Baekhyun tak suka melihatmu”

“maksudmu ?” Sang Akh memperbaiki posisi duduknya.

“ya lihat saja gayamu, kau bahkan tampak lebih gagah daripadaku” Sang Akh memukul kepala Sehun. Pemuda ini benar – benar terlalu jujur. Bukannya meminta maaf, Sehun malah tertawa. Sikapnya sama saja dengan Sang Akh. Aneh dan tak jelas.

Hari ini Sang Akh pulang lebih awal dan itu karena jadwal sekolah sore maupun lesnya sedang kosong. Ia menghabiskan waktu senggangnya dengan bermalas – malasan. Bantal, cemilan dan tv sudah lebih dari cukup untuk mengisi waktu senggangnya.

‘Hoho~ ini dia yang kutunggu’

Sang Akh memperbaiki duduknya. Film yang berjudul ‘Marsha & The Bear’ merupakan film yang sedang di tayangkan. Sang Akh memakan cemilannya selagi menonto film itu. bahkan tawanya juga lepas dengan leluasa.

“TOK TOK TOK” Sang Akh mengecilkan volume tvnya. Ia merasa ada yang mengetuk pintu. Sang Akh segera berlari menuju pintu depannya.

“Ahjumma ?”

“ini” Byun Ahjumma memberikan sebuah kuni pada Sang Akh. Sepertinya itu kunci rumah. Tapi untuk apa ? jujur, Sang Akh masih belum bisa mengartikan maksud dari pemberian kunci itu.

“berikan kunci ini pada Baekhyun. Ahjumma dan Ahjussi ada urusan sebentar di luar kota, mungkin besok malam baru pulang dan Gongchan juga sedang pergi ke rumah neneknya” Byun Ahjumma tersenyum setelah mengatakan itu. sulit bagi Sang Akh untuk menolaknya.

“tapi—” Sang Akh hendak membalikkan kunci itu, namun Byun Ahjumma menolak.

“hanya kau yang kupercayai” Sang Akh menatap ragu pada Byun Ahjumma, namun yang ditatap malah memunculkan Aegyo yang luar biasa.

“ba–baiklah” akhirnya Sang Akh mau dan Byun Ahjumma segera berpamitan.

Sepeninggal Byun Ahjumma, Sang Akh menatap kunci rumah itu. ia berharap semoga ada hal baik yang terselip dari kejadian ini.

‘BRRRR~’ Sang Akh mengigil kedinginan. Hujan yang lebat bercampur petir membuat Sang Akh lebih memilih memeluk bantal gulingnya daripada harus memegang buku. Ini memang kebiasaan Sang Akh ketika hujan, bahkan ia bisa menambah jam tidurnya menjadi 9 Jam. Sudah seperti kerbau saja.

“Drrt Drrt” Sang Akh mengeluarkan kepalanya dari dalam gundukan selimut. Ia menatap marah pada Handphonenya. Kenapa benda itu harus berbunyi ketika Sang Akh ingin tidur ? dengan mata masih setengah terbuka, Sang Akh mendekati Handphonenya.

“Hallo ?”

“Sang Akh, ini ayah” Sang Akh mendengus pelan. Ia tau apa yang akan ayahnya katakan selanjutnya.

“ayah akan pulang terlambat mala mini. Kau jaga rumah baik- baik ya” Sang Akh mengangguk.

“pasti. Jaga diri ayah, jangan pulang saat hujan. Oke ?”

“Oke. Ayah tutup ya. Dah~” Sang Akh tersenyum sesaat sebelum ayahnya memutuskan hubungan telfon itu. lagi – lagi malamnya hanya terisi dengan kesunyian. Semenjak Ayah dan Ibunya pisah rumah, Sang Akh sudah jarang sekali berkumpul dengan ayahnya maupun ibunya di kala malam. Jangankan berkumpul, untuk bertemu saja dia susah.

Sang Akh meletakkan Handphonenya di meja rias dan ia kembali berniat untuk tidur. Namun, sudut matanya tak sengaja melihat sebuah kunci yang tergantung di dindingnya.Sang Akh bertanya – Tanya tentang kegunaan kunci itu, hingga akhirnya ia menyadari kalau itu adalah kunci rumah Baekhyun yang Byun Ahjumma tinggalkan beberapa saat lalu.

Mata Sang Akh melebar. Ia langsung menoleh kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 9 malam. Itu membuat Sang Akh panik bukan kepalang. Ia langsung menyambar jaketnya dan tak lupa mengambil kunci rumah Baekhyun.

“matilah aku!”

‘Baekhyun ?’ Sang Akh semakin mempercepat langkahnya ketika melihat Baekhyun. Pemuda itu menggigil. Sang Akh yakin, ia pasti sudah menunggu lama. Arghh~ dan bodohnya lagi, kenapa Sang Akh harus lupa mengantarkan kunci rumah Baekhyun ?

Sang Akh tak ingin berdebat dengan pikirannya dulu, ia berlari menuju Baekhyun. Jaket, celana dan kaosnya sudah basah karena hujan. Sang Akh memang memakai payung tadinya tapi karena angin yang berhembus sangat kencang, Sang Akh harus merelakan payungnya terbang dibawa angin.

“Sang Akh ?” Baekhyun terkejut ketika mendapati Sang Akh berlari kearahnya. Ia tak yakin dengan apa yang gadis lakukan kerumahnya.

“Maaf membuatmu menunggu Baek. ini” Sang Akh memberikan kunci rumah Baekhyun.

“bagaimana bisa ?”

“Ibu dan ayahmu sedang pergi ke luar kota dan mereka menitipkan kunci itu padaku. Seharusnya kunci itu telah kuberikan semenjak kau pulang. Tapi, aku tertidur. maaf” Sang Akh membungkukkan badannya berkali – kali. Ia merasa sangat bersalah karena membuat Baekhyun harus menunggu.

“kalau begitu aku pulang dulu” Sang Akh segera meninggalkan Baekhyun. Ia benar – benar tak kuat jika berlama – lama disana. Bisa – bisa Baekhyun memarahinya lantaran insiden pengantaran kunci yang lama.

“Kau basah” Sang Akh tersentak kaget ketika Baekhyun menarik tangannya. Ia merasa sedang berada di dunia khayalnya. Pemuda itu menggenggam lembut pergelangan tangan Sang Akh. Setibanya di dalam rumah, Baekhyun segera menutup pintu rumahnya sehingga suara hujan yang deras tak terdengar lagi kedalam.

“ini” Baekhyun melemparkan handuk dan untung saja Sang Akh bisa menangkapnya.

“Makasih” Sang Akh mulai mengeringkan rambutnya yang basah. Sementara Baekhyun, pemuda itu telah pergi ke kamarnya. Ia bahkan tak memberi tahu Sang Akh, sehingga gadis itu sempat mencari – cari Baekhyun setelah merasa rambutnya lebih kering.

“bajumu basah, kau akan mudah masuk angin” entah sejak kapan, Baekhyun kembali menghampiri Sang Akh. Ia menyodorkan setelan baju tidur pria pada Sang Akh. Sang Akh mengangguk dan menerima baju pemberian Baekhyun. Di dalam hatinya ia merasa senang dan tanpa menunggu lama, Sang Akh langsung pergi ke kamar Baekhyun untuk menukar bajunya. Ya, tentu saja Baekhyun berada di luar kamar kala Sang Akh sedang menukar bajunya. Akan menjadi hal yang tidak – tidak jika Baekhyun berada di dalam.

“ini bau badan Baekhyun”Sang Akh menciumi baju tidur pemberian Baekhyun. Bajunya memang agak kebesaran bagi Sang Akh, maklum namanya juga baju pria. Mana mungkin akan pas di badan wanita. ia memuji – muji baju itu. padahal baju itu terlihat sama dengan baju tidur pria lainnya, namun bagi Sang Akh baju ini terlihat lebih spesial.

“TOK TOK TOK” Sang Akh menoleh kearah pintu kamar.

“apa kau sudah selesai ? aku lupa memasukkan seragam basahku ke dalam tumpukan kain kotor” Sang Akh mengiyakan dan segera membuka pintu. Tapi, lagi – lagi sebuah hal tak terduga terjadi. Disaat Sang Akh hendak membuka pintu kamar Baekhyun, sebuah petir besar datang dengan suara yang besar. Sang Akh terperanjat kaget ditambah lampu rumah Baekhyun juga mati di detik selanjutnya. How Perfect Sang Akh life.

‘aku merasa seperti mencium sesuatu yang lembut’ gumam Sang Akh di dalam hatinya. ia benar – benar ingin berteriak sekarang, namun tampaknya bibir Sang Akh sedang berbenturan dengan sesuatu. Sehingga, Sang Akh mengurungkan niatnya untuk bergerak sampai lampu hidup kembali.

KLIK” Akhirnya lampu rumah Baekhyun hidup kembali dan disaat itulah Sang Akh baru mengenali apa yang sedang ia cium. Ia sedang mencium –bibir Baekhyun. Mata Sang Akh membesar dan ia segera melepaskan ciuman tak sengaja itu. Baekhyun yang notabene sebagai korban dalam insiden ini tak bisa berbuat apa – apa. ia masih merasakan sentuhan lembut itu dibibirnya. Sulit baginya untuk marah pada Sang Akh, karena jujur. Ia menikmatinya—

-To Be Continued ^^-

Heol, seru gak ? atau makin gaje ?

Kkk~ makasih buat semuanya yang udah mau berkomentar di chapter sebelumnya dan jujur, saya jadi semangat buat nulis ini ff ^^

maaf kalau komentar kalian belum dibalas.. entar deh kalau ada waktu kosong saya balesin *sok sibuk

Dan jikalau ini ff banyak peminatnya, saya bakalan usahain untuk update tiap minggu..

Oke ?

Annyeong😀

 

135 thoughts on “MY KISS, MY DESTINY (chapter 4)

  1. ya ampun perfevt banget hidupnya sang akh… bisa ketemu baekhyun di rumahnya. ceritanya lucu banget apalagi pas menceritakan tingkah laku konyol si sang akh… lagi seru-seru nya malah tbc… next…

  2. Wah lg seru nih, malah bersmbung hhhahahaha
    Baek nyaa keren nih hehehehe
    Sang akh jg kocak hehehee
    Cepet publish chapter2 selanjutnya ya thor :p

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s