I AM YOUR MAID (Chapter 14)

Tittle: I AM YOUR MAID (Chapter 14)

fullpoket_03

Author: Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

–         XI LUHAN

–         SHIN NAOMI (OC)

– Secret Cast

Support Cast :

– KIM SEOKJIN

– KIM MINRAE (OC)

– PARK CHANYEOL

– BYUN BAEKHYUN

– SEO SANG AKH (OC)

–         Akan bertambah sesuai chapternya

Genre: Romance,Friendships,Angst

Ratting: PG 15

Length: Chaptered

Disclaimer:

THIS FF IS MADE BY DINDONG L.KIM 😀

Dindong Notes :

Sorry for typos ^_^

And Long Update ^_^

Maaf banget kalau ceritanya bener – bener gaje di chapter ini, but hope you like it..

Dan saya juga menerima semua jenis komentar ^^

Jadi, jangan jadi sider lagi please 🙂

Warning : Typo bertebaran 🙂

Preview Last Chapter :

“Moo-Monster~” lirihnya dengan mata berkaca – kaca. Luhan mengernyit dan melepaskan pelukannya. Ia melihat wajah Naomi. bukannya tersenyum, namun wajah Naomi mengisyaratkan kalau ia sedang ketakutan.

“Na-Naomi, Monster ? maksudmu ?” Luhan memegang pundak Naomi.

“k-kau Monster” Naomi menangis. Air matanya telah mengalir. Minrae yang melihat itu langsung mendekat kearah Naomi.

“kumohon Minrae, jauhkan Monster itu dariku” Luhan membeku. Ketakutannya masih berlangsung. Ia menjauh dari pandangan Naomi.

‘aku ? Monster ?’ Luhan menunjuk dirinya sendiri tak percaya

Chapter – Chapter sebelumnya

❤ Chapter 14 ❤

-Author Point Of View-

“Naomi” Lirih Luhan pelan.

“JANGAN PANGGIL NAMAKU, MONSTER!! ENYAHLAH KAU!!” Bentak Naomi dan jujur, itu membuat goresan kecil di hati Luhan menjadi lebih lebar. Sungguh, Luhan tak menyangka Naomi bisa mengucapkan kata – kata itu.

“Lu, sebaiknya kita pergi” Chanyeol yang mengerti keadaan langsung mengajak Luhan pergi. Baekhyunpun mengekor dari belakang. Sementara Sang Akh, ia ikut membantu Minrae menenangkan Naomi. Para pemuda tampan itu keluar.

“kumohon Minrae, jauhkan Monster tadi dariku. kumohon” Naomi semakin mengeratkan pelukannya terhadap Minrae. gadis itu, sepertinya ia mengalami trauma. Namun, Minrae tak tau kronologis kejadian semua ini. Luhan masih belum mau mengatakannya. Dan sekarang apa ? Minrae tak tahu harus berbuat apa. Ia hanya bisa membalas pelukan Naomi. berharap gadis itu tenang.

“kenapa kau menyebutnya Monster ? apa yang terjadi ?” perlahan Sang Akh bertanya. Membuat Naomi mendongak agar dapat menatapnya. Sang Akh terkejut bukan kepalang ketika melihat pupil mata Naomi yang bergetar –ia sedang ketakutan, sangat ketakutan.

“Monster itu. Ia—Ia—Ia pria yang ada di mimpiku dan tujuannya adalah ingin membunuhku. Kumohon, Lindungi aku.. aku—aku takut.” Minrae mengelus puncak kepala Naomi. bukan hanya Luhan, tapi hati Minrae juga sakit melihat keadaan Naomi yang seperti ini. Sungguh, ia terlihat seperti seekor tikus yang sedang di kepung segerombolan kucing.

“Hei” panggil Sang Akh dan iapun sedikit menurunkan badannya agar dapat mensejajarkan posisi dengan Naomi. Minrae melepaskan pelukannya, ia yakin Sang Akh punya cara tersendiri untuk menenangkan Naomi.

“lihat aku” Naomi tak menggubris perintah Sang Akh. Pikirannya masih kalud bahkan isi tatapannya kosong. Gadis itu, seperti sedang memikirkan sesuatu.

“kita berteman. Kumohon, lihatlah aku sekali lagi” Sang Akh memegang tangan Naomi lantas mengembangkan senyumnya. Berhasil! Akhirnya Naomi mengalihkan perhatiannya kepada Sang Akh. Namun, raut wajahnya masih menggambarkan kalau ia sedang ketakutan –Oh, ini tak bagus.

“kau mengenal pemuda itu ?” Sang Akh bertanya dengan aksen lembut dan Naomipun mengangguk singkat –sebenarnya gadis itu ragu.

“namanya Luhan, Xi Luhan. Benar ?” Naomi menggeleng. raut wajah ketakutannya memang sudah berkurang sekarang.

“tidak! Aku yakin, dia adalah jelmaan Monster. Mungkin ia werewolf atau sejenisnya” Sang Akh menutup matanya sekilas. Apa yang ia takutkan terjadi pada Naomi. gadis itu sedang trauma. Sang Akh menatap Minrae, ia mengisyaratkan kalau Naomi sedang berada pada posisi yang sangat tak bagus dan sungguh, kejadian ini sangat sulit untuk diperbaiki.

Bukannya Sang Akh sok mengerti, hanya saja…. Ia pernah mengalami yang seperti ini.

“Naomi, kau tak ingat Luhan ? sungguh ?” akhirnya Minrae mengeluarkan suaranya dan Naomipun kembali menjawab dengan gelengan.

“Luhan ? siapa ? apa dia pemuda yang tampan ? apa dia baik ?” Minrae menepuk dahinya pelan sebagai penyalur rasa gemasnya. Dia berfikir, Naomi serius tidak mengenal Luhan ? atau dia sedang mengada – ngada ? agar Luhan menjauhinya dan perjanjiannya bisa terselesaikan.

“kau serius tak mengenal pemuda bernama Luhan ?” Naomi kembali menggeleng. raut wajahnya sudah kembali seperti semula sekarang. tak ada pupil yang bergetar. Yang ada hanya senyum manis yang selalu ia pancarkan kepada setiap manusia yang melihatnya.

“Ini ?” mata Naomi melebar ketika melihat sebuah foto seorang pemuda tampan terpampang di Handphone Minrae. sedetik kemudian ia langsung menjerit histeris dan ya, raut wajah ketakutan itu kembali. Bahkan, kalau Minrae tak segera menjauhkan Handphonenya mungkin benda itu sudah melayang keluar jendela.

“JAUHKAN DIA!! KUMOHON, JAUHKAN!!” Naomi menarik selimutnya dan membenamkan dirinya di dalam gundukan selimut itu. dari luar, gundukan itu terlihat bergetar.

“apa yang kau lakukan ?” Tanya Sang Akh dengan volume skala kecil. Minrae menggendikkan bahunya.

“aku hanya ingin tahu” balasnya polos dan segera memasukkan handphonenya kedalam saku celananya.

“tenangkan Naomi. aku harus memberitahukan ini kepada yang lainnya” Sang Akh keluar dari ruangan Naomi dan Minrae segera melaksanakan perintah Sang Akh.

sebenarnya apa yang terjadi ? kenapa kau begitu takut dengan Luhan ?” Gumam Minrae didalam hati seraya menenangkan Naomi.

❤ ❤ ❤ I AM YOUR MAID ❤ ❤ ❤

“Bagaimana ?” Baekhyun menghampiri Sang Akh yang baru saja keluar dari ruangan Naomi diikuti dua pria lainnya.

Sang Akh menatap Baekhyun sekilas lantas langsung merengkuh pria itu. Baekhyun heran, bahkan seribu pertanyaan telah berkumpul di benaknya. Ada apa dengan gadisnya ?

“kita harus menemui dokter yang merawat Naomi” Sang Akh melepaskan pelukannya dan tanpa bertanya, Luhan langsung menunjukkan ruangan dokter yang menangani Naomi. Sang Akhpun mengikuti bersama dengan Chanyeol.

Sementara Baekhyun ? Hei, pria itu masih belum mengerti, kenapa Sang Akh tiba – tiba memeluknya. Bahkan kalau Baekhyun tak salah dengar, gadis itu sempat terisak.

❤ ❤ ❤ I AM YOUR MAID ❤ ❤ ❤

“aku tak mengerti,semuanya bahkan terlihat sangat normal” Dokter yang bermarga Park itu asik menelaah hasil ronsen Naomi beberapa hari yang lalu. ia tampak sangat serius.

“tapi, kenapa dia ketakutan ? bahkan sampai mengatakanku Monster ?” Dokter Park menggeleng pelan.

“kalian bisa tanyakan dengan psikolog. Maaf, aku tak bisa membantu”

Psikolog ? apa itu berarti Naomi sudah gila ? Oh, yang benar saja..

❤ ❤ ❤ I AM YOUR MAID ❤ ❤ ❤

Setelah keluar dari ruangan Dokter Park, Luhan memutuskan untuk pergi dari Rumah Sakit. Ia langsung berlari menuju mobilnya dan setelah mesinnya hidup, Luhan melajukan mobil itu dengan kecepatan diatas 150 km/jam.

Di jalan, Luhan meliuk – liukkan mobilnya. Ia benar – benar seperti seseorang yang ingin mati sekarang. Sungguh, bahkan sudah 3 Mobil yang hampir ia tabrak. Untungnya ketiga mobil itu cepat menghindar.

‘DRRT DRRT’ entah untuk ke berapa kalinya ponsel Luhan berbunyi, namun ia tak kunjung mengangkatnya. Pikirannya masih kalud, bahkan untuk berfikir jernih saja ia sudah tak bisa. Sampai sebuah mobil kap terbuka memotong mobil Luhan dan mengharuskan pria tampan itu membelokkannya sedikit. Kecepatannya sudah agak berkurang.

‘DRRT DRRT’ lagi, ponsel Luhan berbunyi dan dengan cepat Luhan mengangkatnya tanpa melihat nama si penelpon.

“Yeoboseyo ?” ucapnya tak sabaran.

“Yeoboseyo, Lu ? kau dimana ?” Mata Luhan membesar. Ia langsung meminggirkan mobilnya. Suara ini, suara gadis yang Luhan rindukan.

“Fany ? apa ini kau ?” Luhan mengatur nada bicaranya. Bukannya karena tenang, malahan pikirannya semakin kalud. Ketika ia sudah mencintai gadis yang lain, kenapa gadis ini kembali datang ? apa Tuhan sudah memutuskan kalau XiMi Couple tak akan pernah bersatu ?

“pulanglah! Aku dirumahmu sekarang, ibumu juga disini” baiklah. Jelaslah semuanya sekarang. Tiffany ? Ibunya ? Oh, mungkin akan terjadi sebuah acara yang tak terduga beberapa saat lagi. Luhan menjawab ya dan kembali menginjak gas mobilnya.

❤ ❤ ❤ I AM YOUR MAID ❤ ❤ ❤

Luhan memarkirkan mobilnya dan ia berjalan cepat masuk ke dalam rumahnya. Ruang tamu sudah ia jelajahi namun gadis yang ingin ia temui tak ada disana dan Luhanpun berasumsi bahwa gadis itu berada di….

“Luhannie” benar dugaan Luhan. Gadis itu berada di halaman belakang. Tanpa menunggu lama, keduanyapun berjalan mendekat. Luhan langsung saja mendekap, memeluknya dan membelai helaian – helaian nan lembut milik gadis itu. ia juga menghirup aroma lemon yang menyeruak dari badan gadis itu.

“aku merindukanmu” Luhan mengangguk pelan ketika mendengar ucapan gadis itu. sebenarnya ia tak yakin harus menjawab apa, tapi naluri yang sedang menguasai dirinya sekarang.

“Fany” Luhan melepaskan pelukannya. Ia menatap Tiffany dengan tatapan yang hangat dan jujur, itu membuat Tiffany heran. Gadis itu tau betul sifat Luhan yang dingin bahkan untuk memberikan tatapan hangat seperti ini saja, Luhan jarang sekali. bisa dikatakan tidak pernah. Tapi sekarang apa ? oh, mungkin pemuda tampan itu sedang teramat rindu kepadanya.

“kau banyak berubah” Luhan tak menanggapi balasan Tiffany. Ia hanya bisa menatap Tiffany dengan lembut dan hangat namun tidak dengan pikirannya. Kabut hitam dan asap yang tebal sedang berkumpul di ruangan kerja otaknya.

‘aku tak tau apa yang harus kulakukan’ gumamnya di dalam hati.

❤ ❤ ❤ I AM YOUR MAID ❤ ❤ ❤

“Minrae, kau kembali ? kenapa cepat sekali ?” Naomi terkejut bukan kepalang. Ia langsung saja membekap mulutnya. ‘mati aku’ lirihnya ketika melihat orang yang membuka pintu bukanlah Minrae, melainkan seorang pemuda tampan yang berprawakan tinggi.

“maaf, kukira kau temanku yang kembali dari membeli makanan” Naomi menundukkan sedikit kepalanya. Pemuda itu tertawa kecil dan mulai memasuki ruangan Naomi, oh tak lupa ia juga menutup pintu kamar Naomi. cemas ? tentu saja Naomi cemas. Bayangkan saja jika kalian berdua dengan orang yang tak dikenal di dalam sebuah ruangan yang tertutup. Ughh~ ini bisa saja bukan peristiwa yang bagus.

“Y—YA!! JANGAN MENDEKAT!!! ATAU AKU AKAN MEMANGGIL SUSTER!!” Pemuda itu tak menghiraukan ancaman Naomi. ia terus saja berjalan kea rah ranjang Naomi.

“KUPERINGATKAN KAU TUAN!! ENYAHLAH!!” Naomi benar – benar panik sekarang dan satu hal yang Naomi herankan dari sikap pemuda itu yaitu, jika ia ingin berbuat yang macam – macam dengannya kenapa harus memeriksa cairan infus itu ?? atau jangan – jangan ?

“perkenalkan, namaku Kim Seokjin” Pemuda itu tersenyum ramah sekali. Membuat pemikiran kotor Naomi hilang seketika. Ughh~ sungguh, pemuda ini terlihat sangat tampan dan lebih tampan lagi jika selalu dilihat >.<

“siapa ?” ini modus, Sungguh. Naomi bertanya hanya gara – gara ingin mendengar suara pemuda itu lebih banyak lagi. Pemuda bermarga Kim itu terkekeh pelan dan kembali memperkenalkan dirinya.

“Seokjin, Kim Seokjin. Teman – temanku memanggilku Jin. Aku Dokter baru di rumah sakit ini. Apakah sudah jelas nona ?” Jin mendekatkan wajahnya ke Naomi “Naomi ?” lanjutnya dan kembali memundurkan wajahnya.

‘BLUSH~’ seperti seseorang yang baru saja terkena panas tinggi, wajah Naomi langsung saja berubah warna menjadi merah. Jin yang melihatpun kembali terkekeh.

“ini memalukan” rutuk Naomi seraya menyembunyikan kepalanya. Jin yang melihat itu semakin gemas dan menyingkap selimut Naomi yang baru saja tertutup itu.

“kau lucu sekali” Jin mencubit kedua pipi Naomi. Oh Please, siapapun.. tolong bantu Naomi, ia sudah tak tahan diperlakukan seperti ini oleh orang yang ia sukai *baru beberapa detik yang lalu.

“jangan lakukan itu. kau membuat pipiku turun. Aku tak ingin terlihat seperti seekor Bulldog hanya gara – gara permasalahan pipi yang turun” Naomi menggembungkan pipinya. Marah ? tidak, Ia hanya berpura – pura marah. Mana mungkin ia marah pada pemuda setampan dan sekeren Jin. Dan encamkan, dia juga sorang dokter. A Perfect guy, right ?

“Bagaimana keadaanmu ?” Jin menarik salah satu kursi dan ia duduk diatasnya. Naomi tersenyum lalu mulai memperbaiki posisi duduknya.

“seperti yang kau lihat, Dokter Jin-ssi” balas Naomi dengan bahasa yang formal. Jin menggeleng pelan. Panggilan itu membuatnya terlihat tua.

“panggil saja SeokJin, panggilan sebelumnya membuatku merasa tua -_-” Naomi terkekeh pelan. Dugaannya benar, Seokjin merupakan orang yang menyenangkan. Terbukti dari jawabannya yang santai dan raut wajah kalem.

“Nde, Seokjin” baru saja Naomi selesai mengatakan itu, tiba – tiba pintu ruangan Naomi terbuka dan menampakkan sosok Minrae. “Naomi, aku kem—ba–li” Minrae masuk dengan riang ke dalam ruangan Naomi dengan kantong plastik belanjaan di kedua tangannya. Namun, seketika ia membeku setelah melihat Seokjin, tepatnya Dr. Seokjin

“Aigo, kawaii~” gumam Minrae diluar kendalinya. Naomi terkekeh pelan melihat raut wajah Minrae yang sekarang, tak terkecuali Seok Jin. Sungguh, siapapun yang melihat ekspresi Minrae saat ini pasti akan tertawa.

“Ehem” itu suara dalam milik…..

“Eh ? Yeollie ? sejak kapan kau ada disini ?” Seok Jin menatap Naomi, ia ingin meminta penjelasan tentang siapa pemuda jangkung yang baru datang itu. Naomi yang mengerti arti tatapan Seok Jin memberikan kode kalau Chanyeol adalah kekasih Minrae. Seok Jin mengangguk mengerti, berbeda dengan Minrae yang harus merutuki bibirnya yang secara blak – blakkan memuji pria lain.

“siapa yang kawai, eoh ? kau ingin drama kita benar – benar menjadi kenyataan ?” mata Minrae membulat seketika. Oh, please jangan ingatkan Minrae tentang drama perkelahian itu. bisa – bisa ia mati seketika jika mengingat tindakan yang ia lakukan di luar naskah –Minrae nampar Chanyeol.

“E ?? kau berani mengancamku ?” bukannya meminta maaf, Minrae malah melawan ancaman Chanyeol dan itu membuat keadaan berbalik. Yang tersudutkan sekarang bukan Minrae lagi, melainkan si penggugat –Chanyeol.

Keduanya saling tatap dengan tatapan yang sengit. Kalau di dalam drama – drama, seperti ada petir di tengah – tengah mereka. Oh, efek awan hitam juga jangan dilupakan.

“Jangan bertengkar, pasien yang lain bisa terganggu” Seok Jin menengahi, membuat efek petir yang menyambar – nyambar di tengah Minrae dan Chanyeol berhenti. Minrae langsung saja menatap Seok Jin lembut, berbeda dengan Chanyeol yang menatap Seok Jin berapi – api.

“jangan takut, aku tak akan mengambil kekasihmu” Seok Jin kembali tersenyum. Ughh~ perkataan Seok Jin barusan membuat Chanyeol lega.

“terima kasih dan oh, perkenalkan namaku Chanyeol, Park Chanyeol dan ini…” baru saja Chanyeol hendak memperkenalkan Minrae, namun gadis itu buru – buru menyalami tangan kanan Seok Jin.

“aku Minrae, Kim Minrae. kuharap kita bisa berteman baik” Minrae tersenyum sangat lebar, untungnya Seok Jin membalas senyuman manis itu. membuat tingkat ke ilfeel_an Chanyeol bertambah. Dengan gemas, Chanyeol menarik Minrae agar menjauh dari Seok Jin. “kau anggap apa, aku disini ?” Chanyeol menggembungkan pipinya kesal. Minrae terkekeh.

“maaf Yeollie. Aku hanya ingin menguji kadar cintamu padaku dan ternyata it works, right ? kau cemburu” Minrae tersenyum gemas seraya mencubit kedua pipi Chanyeol. Well, sebenarnya apa yang dikatakan Minrae memang benar. Jujur, Seok Jin memang tampan tapi Chanyeol jauhhhh lebih tampan dan menggemaskan di bandingkan Seok Jin. Itu pendapat Minrae.

“kau bawa apa ?” Minrae berhenti mencubit pipi Chanyeol, lalu berjalan mendekat kearah Naomi. ia mulai mengeluarkan satu per satu makanan yang baru saja dibelinya bersama Chanyeol.

“Dr. Seok Jin, apa kau ingin ini ??” Naomi menyodorkan sepotong kue pada Seok Jin. Pemuda itu tersenyum dan menerimanya dengan senang hati. Minrae yang hobynya memang makan juga ikut ambil bagian dalam menghabiskan makanan – makanan itu, bahkan terkadang ia juga menyuapi Chanyeol. Ughh~ sungguh romantis.

Mereka berempat makan, bahkan di sela – sela acara makannya mereka menyempatkan untuk sekedar berbincang maupun bergurau. Sungguh situasi yang hangat.

❤ ❤ ❤ I AM YOUR MAID ❤ ❤ ❤

“YAAA!!! XI LUHAN, KAU INGIN TIDUR SAMPAI KAPAN, EOH ?? SUDAH WAKTUNYA KAU BANGUN!! YAA!! XI LUHAN!!!” Luhan langsung saja mendudukkan badannya. Betapa terkejutnya Luhan ketika mendapati Naomi sudah berkacak pinggang di samping ranjangnya. Ia mengusap matanya berkali – kali untuk memastikan benar atau tidaknya sosok Naomi yang sekarang ini.

“Naomi ? apa ini kau ?” Luhan bangkit dari tempat tidurnya. Ia mendekatkan badannya pada Naomi. sungguh, jikalau ini mimpi jangan bangunkan ia dari mimpi ini.

“kau pikir aku ilusi ?” Naomi menatap Luhan kesal. Bukannya balik memaki Naomi, Luhan malah memeluk badan tirus Naomi. ia memeluk Naomi bagaikan seorang anak yang tak ingin kehilangan ibunya. Ia benar – benar mengurung Naomi hingga gadis itu tak bisa bergerak.

“maaf, aku tak akan mengulangi perbuatan bodoh yang lalu. jangan pergi, kumohon” Naomi melepas pelukan Luhan. Rasa kecewa terbesit di hatinya. Dengan sekali gerakan, Naomi berbalik dan berjalan meninggalkan Luhan.

“NAOMI!! KEMBALI, KEMBALI!! KUMOHON” Bukannya Luhan tak ingin mengejar, tapi kedua kakinya terasa berat untuk di gerakkan. air matanyapun menetes. “Kembali, kumohon”

***

“NAOMI” Luhan membuka matanya. ‘mimpi’ gumamnya.

Luhan duduk di tepi ranjangnya. Ia menatap jauh kearah dinding dan disana, ia seperti melihat sosok Naomi sedang berkacak pinggang *itu gaya khas Naomi ketika membangunkan Luhan. Pemuda itu tersenyum dan tak berapa lama kemudian sosok Naomi yang ia bayangkan menghilang terhembus angin.

Senyuman Luhan memang masih tercantum diwajahnya, namun tidak pada matanya. Air mata kesedihan turun dari sana. Entah kenapa, tapi Luhan kembali teringat akan perkataan Naomi semalam.

“…………Jauhkan Monster itu dariku”

Begitu gusar hati pemuda berwajah tampan itu sekarang, sampai – sampai ia mengerang seperti orang kesakitan. Ia benar – benar tak habis pikir, kenapa Naomi begitu takut kepadanya ? apa sikapnya terlalu berlebihan ? ditambah lagi………

“DRRT DRRT” Luhan mengambil handphonenya yang kebetulan berada di bawah bantal, lantas membaca isi pesan yang baru masuk.

From   : Fany

Morning Lu ^^

Mau pergi bersama ? aku tunggu di tempat biasa 1 jam lagi 🙂

Oke ?

Annyeong my prince..

Luhan tersenyum miring melihat isi pesan Tiffany. Tidak seperti biasanya, Luhan hanya menganggap pesan Tiffany ini sama seperti pesan temannya kebanyakan. Tapi apa yang ia harus perbuat ? memutuskan Tiffany dan membawa Naomi ke psikolog ? Oh, jangan bodoh. Itu akan menjadi pilihan terakhir Luhan.

❤ ❤ ❤ I AM YOUR MAID ❤ ❤ ❤

Luhan telah selesai berbenah. Tak butuh waktu setengah jam baginya untuk melakukan ritual pagi yang biasanya memakai waktu 2 jam untuk seorang wanita. Kemeja abu – abu yang membalut badannya dan celana panjang hitam pekat benar – benar membuat kadar ketampanan pemuda itu bertampah dua kali lipat.

Luhan keluar dari kamarnya. Ia berjalan pelan menuju tangga, namun langkah kakinya terhenti secara otomatis di depan pintu kamar Naomi. ada sedikit niat terbesit di hatinya untuk memasuki kamar Naomi. tanpa berpikir dua kali, Luhan masuk ke dalam kamar Naomi.

Ketika ia masuk, memang tak ada aroma yang menonjol di kamar itu. ya, tentu saja. Naomi bukanlah tipikal gadis yang suka dengan jenis wangi – wangian. Luhan menutup pintu kamar Naomi. ia berjalan mengelilingi kamar Naomi, hingga akhirnya tatapan pemuda itu terkunci pada sebuah boneka teddy bear. “Xi Mi ?” pemuda itu langsung saja mendekati boneka yang berada di atas tempat tidur Naomi.

Ia mengambil boneka itu dan mendekapnya. Entah mengapa, tapi jujur. Luhan merasa seperti sedang memeluk Naomi sekarang. ketika mendekap boneka itu, Luhan tanpa sengaja mengambil secarik kertas yang tersemat di kalung bagian belakang boneka itu. karena penasaran, Luhan membukanya.

            Aku tau ini salah..

            Aku tau ini tak pantas..

            Aku bahkan sudah tau bahwa perasaan ini pasti bohong..

            Tapi, setiap melihatnya tertawa. sulit sekali bagiku untuk memungkiri keindahannya. Ia bahkan sudah mengambil kesucian bibirku dan jujur, entah kenapa aku tidak marah. Bodoh ? ya, aku memang bodoh karena telah mendustai kodratku.

Ximi ?aku selalu tertawa jika mengingatnya. secara lantang aku menamaimu dengan nama itu. ia maksudku pemuda itu, pasti mengetahui arti terselubung yang aku sematkan padamu.

Andai waktu bisa diputar kembali. Aku ingin kembali pada masa, dimana kami baru bertemu. Aku janji, jika saja Tuhan mengabulkannya aku pasti tidak akan membuat kenangan yang buruk bersamanya. Tapi semua telah terlambat, nasi sudah menjadi bubur.

All My Love Is For You, Lu Honey ^^                   

Surat singkat yang tak terlalu berarti itu berhasil membuat Luhan menumpahkan air matanya. Ia benar – benar pantas dikatakan bejat ataupun pecundang karena telah mempermainkan perasaan seorang gadis yang secara tulus mencintainya.

‘Aku harus menemuinya, apapun konesekuensi yang akan kuterima’ gumam Luhan. Ia melipat kertas yang baru saja dibacanya dan menyimpannya ke dalam saku celana. Ia menggenggam erat boneka bernama XiMi itu.

❤ ❤ ❤ I AM YOUR MAID ❤ ❤ ❤

Naomi membuka matanya dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat pemandangan indah yang terbentang luas di hadapannya. Padang rumput indah dengan sebuah pohon yang tertanam di tengah – tengahnya. Gadis itu tersenyum lebar, lantas berlari menuju pohon tersebut. Ketika berlari, Naomi merasa ada sesuatu yang mengikutinya. Ia berhenti sejenak dan mulai mencari – cari sosok itu. hingga akhirnya ia letih dan memilih beristirahat di bawah lindungan rimbunnya daun pohon tunggal itu.

“Naomi” merasa namanya terpanggil, Naomi mendongakkan kepalanya dan ia harus merelakan matanya untuk berubah bentuk menjadi sebuah garis karena, betapa silaunya objek yang ia lihat sekarang ini.

“siapa ?” Naomi meletakkan telapak tangan di dahinya. Berusaha untuk mengurangi kadar kesilauan yang ia alami.

“ini” Naomi mengernyit ketika mendapati sosok di depannya memberikan sebuah boneka.

“boneka ? untuk apa ?” Naomi hendak berdiri, namun ia di tahan oleh sosok itu untuk tetap duduk.

“aku menunggumu” sosok itu berbalik. Meninggalkan Naomi dengan berbagai pertanyaan yang harus ia simpan di pikirannya. Ini sungguh memusingkan bagi Naomi, mengingat ia baru sadar dari tidur panjangnya.

“YA!! Tunggu, YA!!” Naomi mengejar sosok itu. tapi, ia merasa tubuhnya tak bergerak sama sekali. Jauh, semakin jauh. Sosok itu akhirnya hilang.

***

“Mimpi ?” gumam Naomi ketika ia baru tersadar.

“kau akhirnya bangun” Naomi terkejut dan langsung menoleh ke samping. Ia mendapati….

“KAU ???”

-To Be Continued-

Semangat buat yang mau UKK ^^

Saya juga, besok mau UKK 😀

Saya harap, nilai kita sama – sama memuaskan ya 😀

Dan untuk MKMD Chapter 5 nya, saya harap kalian mau bersabar dulu..

Soalnya, saya mau nyelesai_in UKK dulu baru ngelanjutin itu ff..

Jadi, saya mohon dengan sangat pada kalian untuk tidak menagih itu dalam minggu ini..

Ya, itu karna saya gak bisa punya pikiran bercabang >.<

Ntar, di UAS saya malah bikin isi dengan nama Baekhyun ato Sang Akh lagi >.<

Kkkk~ oke ?

Dan makasih untuk semuanya yang rela berkomentar di ff ini ^_^

Saya sangat bangga dengan kalian *two thumbs up for all of you 😀

See ya 😀

96 thoughts on “I AM YOUR MAID (Chapter 14)

  1. seokjin? aaaaa~~~ ngapain jin ada disiniii. jangan bilang kalo jin mau ngambil naomi dari luhan!! aku ga relaaaa. jin buat aku ajaaaa :3

  2. ITU pasti Luhan yg dateng dalem mimpinya,,, duhhh,,, Ximi,,, namanya mengingatkanku pada ayam bantet berwarna kuning //ekhem itu Simsimi//

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s