[Drabble] Goodbye

aku

“Goodbye”

Author: Pingkan

Main Cast: Oh Sehun | Yoo Yunmi (You/OC)

Genre: Fluff | Teen | Little bit Romance

Rating: G | Lenght: [Drabble]

Summary:

Kalimat terakhir yang ku dengar darimu, adalah ucapan Selamat Tinggal.

.

.

.

***

            Sehun melangkahkan kakinya dengan cepat menuju sebuah restaurant didaerah Myeongdong. Kaki jenjangnya begitu cepat menapak dijalanan Myeongdong yang habis terguyur hujan. Lelaki itu tidak peduli pada sepatu converse putihnya yang kotor ataupun pada cipratan noda diujung celananya.

Baginya, yang terpenting adalah bagaimana caranya ia cepat sampai menuju restaurant itu.

Sehun merapatkan jaket hoodienya, membenarkan letak topi dikepalanya.

Drrtt…. Drrttt…

Ponsel yang berada disaku celananya mulai bergetar, menandakan masuknya sebuah pesan singkat diponselnya. Dengan cepat, Sehun merogoh kantung celananya mengambil ponsel kesayangannya.

From: Hayoung

To: Sehun

Oppa, belikan aku bulgogi Jebal. Aku sangat lapar sekarang.

Sehun sedikit terkejut setelah membaca isi pesan itu, yang tak lain dari adik kesayangannya, Oh Hayoung. Hayoung adalah gadis yang manja. Dia sangat suka membuat Sehun kesal, namun meski begitu dia sangat menyayangi kakak tercintanya.

From: Sehun

To: Hayoung

Iya pasti Oppa belikan. Sabarlah sedikit, Oppa sedang dijalan menuju restaurant.

Sehun pun memencet tombol send dilayar ponselnya. Ia tersenyum mengingat tingkah manja adik satu-satunya itu. Meski sudah besar, sikap Hayoung masih setara seperti anak tk membuat Sehun gemas bila mengingatnya.

BRUUKKK

Karena Sehun tidak memperhatikan langkahnya, Ia pun menubruk seseorang. sehun melihat kearah orang tersebut. Betapa terkejutnya ia mengetahui siapa yang baru saja ditubruknya.

Neomu Yeoppo.’ Batin Sehun.

Sehun terus memperhatikan wajah orang tersebut, begitu terpana akan kecantikan seseorang yang ditubruknya yang tak lain seorang Yeoja.

Gadis itu bangun dari posisi jatuhnya dan menatap lembut kearah Sehun.

“Maaf saya tidak sengaja, Aghassi.” Ujar gadis itu sembari membungkuk sopan.

“Aniya, seharusnya aku yang meminta maaf. Aku yang tidak memperhatikan jalan. Sekali lagi, maafkan aku Nona.” Sehun pun balas membungkuk sopan.

Gadis itu menggelengkan kepalanya pelan.

“Bukan anda Tuan, tapi saya yang salah.”

“Tidak, aku yang salah Nona.” Kekeh Sehun.

“Aku yang salah.” Balas gadis itu.

Sehun tertawa kecil menatap gadis dihadapannya. Kenapa gadis itu begitu lucu, menurutnya. Sikapnya begitu polos membuat Sehun gemas melihatnya.

“Kenapa anda tertawa, Tuan?” Tanya gadis itu bingung.

“Ah tidak.. tidak apa.” Ucap Sehun yang langsung menghentikan tawanya. “Mian Nona, maukah anda ikut makan siang bersamaku di restaurant sebrang sana. Anggap saja, sebagai permintaan maafku karena telah menubruk Nona.” Tutur Sehun sambil menunjuk kesebuah restaurant yang berada di sebrang jalan.

“Maafkan aku Tuan, tapi itu sungguh merepotkan anda. Lebih baik tidak usah.” Tolak gadis itu halus dengan senyum manis diwajahnya.

“Aniya, aku sama sekali tidak kerepotan. Justru aku senang, setidaknya dengan cara itulah aku meminta maaf padamu. Iyakan?” ujar Sehun.

Dan satu lagi, dengan cara itu pula aku bisa mengetahui namamu…’ -Sehun.

Gadis itu hanya diam, tampak bingung dengan keputusannya. Menerima atau justru menolak tawaran Namja asing dihadapannya.

“Tenanglah, aku bukan lelaki jahat kau tidak perlu takut. Aku hanya ingin meminta maaf saja.” Ucap Sehun yang seolah dapat membaca pikiran gadis dihadapannya.

Dengan malu, gadis itupun mengangguk menerima ajakan Sehun. Mereka pun berjalan bersama-sama menuju restaurant yang ditunjuk oleh Sehun tadi.

***

            Sehun dan gadis asing itu memilih duduk didekat jendela. Alasannya sangat sederhana, Sehun begitu menyukai pemandangan di luar restaurant. Itulah sebabnya mengapa ia sengaja memilih kursi didekat jendela.

“Kau mau pesan apa, Nona?” Tanya Sehun, yang sedang membuka buku menu.

“Orange Juice saja.” balas gadis itu.

“Hanya itu? kau tidak ingin pesan makanan?”

“Aniya, aku sudah kenyang Tuan.”

“Baiklah kalau begitu.”

Sehun memanggil seorang pelayan dan memberitahukan pesanannya kepada seorang pelayan disana.

Sehun dan gadis asing itu saling menatap, namun kedua nya sungkan untuk memulai percakapan. sehun melirik sekilas gadis dihadapannya. Gadis yang begitu cantik, anggun, polos, dan menawan bagi Sehun. Ya, meski baru pertamakalinya Sehun bertemu dengan gadis ini, Ia merasa ada suatu ketertarikan antara dirinya dengan gadis cantik itu.

Apakah ini yang dinamakan Love at the first sight?

“Hi, sekali lagi maafkan aku ya.” Ucap Sehun membuka suara.

“Ne Tuan, aku juga minta maaf karena telah menubrukmu.” Balas gadis itu.

Sehun tersenyum lebar, memperlihatkan eye smilenya. “Jangan memanggilku Tuan, apa aku sudah cukup tua hingga kau memanggilku dengan sebutan itu?”

Gadis itu tersenyum malu dan menggeleng pelan.

“Belum sih, maafkan aku Aghassi.” Gadis itu tertawa renyah.

Untuk kedua kalinya, Sehun terpana melihat senyum dan tawa gadis dihadapannya. Meski gadis itu hanya tertawa renyah, namun senyuman gadis itu mampu memikat hati Sehun. Membuat Jantungnya berdegup kencang dan seperti ada ribuan kupu-kupu hinggap diperutnya.

“Jangan memanggilku, Aghassi. Cukup panggil aku, Sehun. Siapa namamu?” Tanya Sehun.

“Oh begitu, baiklah Sehun-ssi. Namaku Yunmi, Yoo Yunmi Imnida.” Ucap gadis itu sambil memperlihatkan eye smilenya yang indah.

Oh Tuhan! Ku mohon hentikan waktu sebentar saja agar aku bisa leluasa memandang wajahnya yang cantik itu. Dan berhentilah membuat jantungku berdetak kencang seperti ini, Yunmi-ssi.’

Sehun masih terdiam memperhatikan raut wajah Yunmi. Senyum lelaki itu mengembang sempurna diwajah tirusnya. Untuk kesekian kalinya, Yunmi berhasil membuatnya tak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis cantik itu.

“Maaf Tuan, Nona, ini pesanan anda.” Ucap salah seorang pelayan.

Sehun mulai tersadar dari sikapnya, ia menggaruk tengkuknya pelan, semburat merahpun tak ayal muncul dikedua pipi Sehun. Yoo Yunmi, gadis asing yang berhasil membuat perasaan Sehun jungkir balik tak menentu.

Yunmi dan Sehunpun mulai menyantap hidangan yang mereka pesan. Keduanya terlibat percakapan singkat. Mereka saling melempar senyum satu sama lain. Entah mengapa, hal ini semakin membuat Sehun yakin bahwa dirinya benar-benar menyukai sosok gadis cantik dihadapannya.

“Jadi, kau mahasiswa jurusan designer di Kyunghee University, eoh?” ujar Sehun.

Yunmi mengangguk mantap sembari menyeruput orange juice pesanannya.

“Kenapa kau memilih jurusan designer?” Tanya Sehun.

“Karena aku sangat suka menciptakan hal-hal yang baru. Aku sangat menggemari fashion oleh sebab itu aku ingin menciptakan fashion dengan hasil-hasil karyaku.” Ucap Yunmi sambil tertawa pelan.

Dan kau berhasil menciptakan perasaan aneh yang tak ku mengerti, dihatiku.’ –Sehun.

“Kenapa kau sangat suka menari, Sehun-ssi?” Tanya Yunmi.

“Karena dengan menari, kau bebas mengekspresikan perasaanmu. Dikala kau sedang gundah, kesal, ataupun bahagia kau bisa mengungkapkan semua itu lewat tarian. Haha… itu sih hanya asumsiku saja.” ujar Sehun.

“Ya, aku juga suka menari. Tapi, aku belum cukup lihai menggerakan tubuhku yang kaku ini. Hahaha…” canda Yunmi.

“Tenanglah, aku pasti akan mengajarimu suatu saat nanti.” Canda Sehun.

“Hahaa.. kau sangat lucu, Sehun-ssi.”

“Kau juga, begitu menggemaskan dan lugu. Kau juga cantik.” Puji Sehun.

“Tsk, gombal.” Ucap Yunmi sambil tertawa kecil.

Drtt… Drrtt..

Yunmi merasakan ponselnya bergetar. Ia pun dengan cepat membuka ponselnya dan mulai membaca pesan singkat yang masuk kedalam inboxnya.

From: Hyunji Eonni

To: Me

Kau dimana Yunmi-ah? Cepat pulang, Eomma sudah menunggumu. Dan hati-hati dijalan, Eonni menyayangimu ^^

Yunmi tersenyum kecil membaca isi pesan singkat dari Eonni nya.

“Sehun-ssi, mianhe aku tidak bisa menemanimu lebih lama lagi. Aku harus segera pulang, Eommaku sudah menungguku dirumah. Kau tidak apakan bila kutinggal sendiri disini?” ujar Yunmi.

Sehun menggeleng pelan, menandakan ia baik-baik saja.

“Kalau begitu, aku pulang dulu ne? annyeong.” Ucap Yunmi.

“Tunggu!” cegah Sehun. “Apa perlu ku antar pulang, Yunmi-ssi?” tawar Sehun.

Yunmi menggeleng cepat. “Tidak usah, aku sudah merepotkanmu dengan mentraktirku makan siang disini. Aku bisa pulang sendiri.” Tolak Yunmi halus.

“Baiklah kalau begitu, hati-hati dijalan.” Ucap Sehun, sambil mengusap puncak kepala Yunmi.

Yunmi memperhatikan tangan Sehun yang masih bertengger dikepalanya. Sehun yang sadar akan tingkahnya dengan cepat, menarik tangannya dari puncak kepala Yunmi. Ia mulai gugup lantaran salah tingkah.

“Maafkan aku, bukan maksudku tidak sopan.” Ujar Sehun sembari tertunduk malu.

“Hahaha.. tidak apa Sehun-ssi. Sudah dulu ya, aku harus cepat-cepat sampai rumah. Selamat tinggal.” Yunmi pun berjalan keluar restaurant, sebelumnya ia sempat melambaikan tangannya kearah Sehun sejenak.

Sehun memandang punggung Yunmi yang berjalan menjauh. Ada perasaan kecewa dalam hatinya, lantaran pertemuannya dengan gadis cantik itu harus sesingkat ini. Namun, ada perasaan bahagia dalam hatinya karena berhasil berkenalan dengan gadis cantik yang sudah berhasil menyita perhatiannya.

Drtt… Drrttt…

Ponsel Sehun kembali bergetar, ia membuka inbox diponselnya dan mulai membacanya.

From: Hayoung

To: Sehun

            Yak! Oppa kenapa lama sekali! Duh, perutku sudah kelaparan sejak tadi. Kau sengaja ya, membuat adikmu yang paling cantik ini mati kelaparan? Cepat pulang dan bawakan aku makanan.

Sehun menepuk keningnya pelan, bagaimana mungkin ia bisa lupa akan hal ini. Ya, ini semua karena Yunmi. Karena gadis itu, semua pikiran Sehun tersita olehnya.

Hanya karena dirimu, semua perhatianku tersita untukmu.’ Batin Sehun sambil tersenyum.

 

END

Oke, gimana ff drabblenya? Semoga menghibur ya >.<

Sekali lagi, tinggalkan komentar setelah membaca FF ini. Gomapta~

31 thoughts on “[Drabble] Goodbye

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s