My My

Haloo..author balik, tapi bukan bawa ff 143 mr byunnya atau miracle in december hehe buat miracle in decembernya minggu ini author post ya cuma gatau deh masih ada yang inget apa engga._.v ff ini udah lumayan lama ada di laptop, udah dari 2013 kemaren kkk dan author baru keinget dan iseng mau coba ngepost, happy reading!

mymy

Title  : My My

Length :-

Rating : PG 13

Genre :Romance, friendship, school life

Author :Selvyvii907/@selvyguunawan

Main Cast:-Oh Sehun(Exo-K), Jung Eunji
Support Cast: Do Kyungsoo (Exo K), Son Naeun

My My

“Jung Eunji, kali ini nilamu mendapat peningkatan, dapat 40, setelah ulangan kemarin dapat 38.”
Prok Prok Prok.
Spontan tepukan tangan dan sorakan riuh memenuhi ruangan kelas ini begitu Lee seossangnim membacakan nilai ulangan fisikaku yang begitu ‘indah’ itu, grr, sial! Tega sekali sih guru itu, kenapa saat membacakan nilaiku ia harus meninggikan volume suaranya?!
Aku mengerucutkan bibirku sambil menatap kesal ke siswa siswa yang memandangku dengan tatapan ‘kagum’nya itu.
“Keren! Kau mengalami peningkatan Eunji-ya!” Aku menoleh dan menatap setajam mungkin Naeun, sahabatku yang sedang menepuk pundakku dan kini ia tersenyum bangga.
“Yak! Kau juga ikut ikutan meledek ku, huh?”Omelku, Naeun menggeleng polos.
“Anio. Aku kagum denganmu, akhirnya nilaimu mencapai angka 40 juga! Chukkae!” Aku menyipitkan sebelah mataku, berusaha setengah mati menahan rasa maluku karena kini beberapa orang terkikik geli begitu mendengar ucapan polos Naeun barusan, astaga..kepolosannya membuatku dipermalukan.
Aku memaksakan seulas senyum,yang lebih tepat sebagai ungkapan rasa kesal yang disampaikan melalui senyuman ini.
“Ha ha ha. Gomawo, kau memang teman baikku.”Ujarku sambil balas menepuk pundakknya, Naeun mengangguk, benar benar menganggap bahwa aku berterimakasih dengannya.

“Aku heran kenapa ada orang sebodoh itu.” Aku menoleh cepat pada suara tak asing yang barusan berkomentar itu, namja yang duduk tepat di seberangku dan kini ia tengah menggeleng gelengkan kepalanya sambil memandangku dengan tatapan remeh.
Aku menatapnya kesal, mentang mentang dia pintar, seenaknya saja dia meledekku begitu.
“Namanya juga proses, fisika kan memang tak mudah.” Mendadak semburat merah menghiasi pipiku begitu mendengar belaan itu, Do Kyung Soo, namja yang duduk tepat di sebelah namja menyebalkan itu membelaku, Aih! Dia memang pahlawan.
“Tapi masa prosesnya lama sekali?”Sehun kembali berkomentar, ish, bawel sekali sih dia.
Kyung Soo tak menganggapi ucapan Sehun barusan, ia kembali memusatkan perhatiannya pada Lee seossangnim yang masih membacakan nilai nilai siswa lainnya, aku menjulurkan lidahku, meledeknya karena ucapannya tak digubris Kyung Soo, ia memandangku datar sampai akhirnya memilih memandang ke depan.

“Dan hanya satu orang yang mencapai nilai sempurna.” Aku menatap Lee seossangnim yang kini sedang tersenyum senang, ekspresi yang tentunya sangat berbeda ketika ia mengumumkan nilaiku, tapi walaupun begitu pasti aku adalah siswa yang paling berkesan olehnya, karena aku selalu ikut pelajaran tambahan yang pastinya membuatnya harus bertemu denganku lebih sering ketimbang murid lainnya hahaha.
Kini semua mata tertuju pada…ah tentunya bukan padaku, mereka semua memandang kedua insan yang duduk di seberangku, hanya ada dua kemungkinan, yaitu Kyung Soo dan Sehun, sepasang sahabat yang sama sama pintar, kalau otak mereka digabungkan kira kira bagaimana ya?
Coba saja Lee seossangnim bilang nilai terburuk, pasti dengan kompak mereka akan menatap ke arahku, hey, kenapa aku malah menjelek jelekan diriku sendiri?!

“Sehun kau mendapat nilai sempurna 100, Kyung Soo dapat 95.” Kelas kembali menjadi riuh, mereka bertepuk tangan, jelas tepuk tangan yang mengandung arti yang berbeda dari yang tadi, aku juga ikut bertepuk tangan dan tersenyum kagum, tapi tentunya untuk Kyung Soo, bukan namja menyebalkan itu.
“Mereka keren sekali.”Ujar Naeun, aku mengangguk tapi buru buru teringat sesuatu.
“Ani. Bukan mereka, tapi Kyung Soo, yap, Kyung Soo yang keren!”Ralatku.
“Bukannya Sehun yang mendapat nilai 100? Berarti dia dong yang lebih keren?”Tanya Naeun heran.
“Ish, itu hanya kebetulan, biasanya juga Kyung Soo yang lebih tinggi nilainya.”Bela ku.
“Kau aneh, jelas jelas Sehun yang lebih sering dapat nilai lebih unggul.”Naeun kembali menjawab, aku mencibir, keras kepala sekali sahabatku yang satu ini.
“Ya..Tapi tetap saja Kyung Soo yang lebih keren!” Aku tetap ngotot.
“Menurutku Sehun.”Naeun tak mau kalah.
“Kyung Soo!”Jawabku.
“Sehun!”
“Kyung Soo!!!”
“Sehun!”
“Kyung-“
“Berisik!!!” Kami berdua refleks menutup mulut ketika Lee seossangnim membentak kami dengan suaranya yang menggelegar itu, aku mengangkat kepalaku, menunjukan sebuah cengiran  tak berdosa dan membentuk tanda v.

Lee seossangnim menghembuskan napas kesal, aku melirik Kyung Soo yang memandangku heran karena tadi menyebut nyebut namanya.
“Kau Jung Eunji…mulai dari sekarang kau harus ikut pelajaran tambahan.”Ujar Lee seossangnim tajam.
“Bukannya dari dulu aku memang sudah ikut pelajaran tambahan ya seossangnim?”Tanyaku tak mengerti.
“Iya.. Tapi kali ini bukan dengan saya lagi, saya sudah lelah dan bosan bertemu denganmu, jadi saya akan mencari pengganti saya.”Ucap Lee seossangnim tanpa dosa, beberapa murid kembali terkekeh begitu mendengar ucapan  Lee seossangnim itu, aku mencibir, masa dia bosan bertemu dengan yeoja cantik begini?

“Kalau begitu..siapa yang akan menggantikan seossangnim?”Tanyaku penasaran, Lee seossangnim kini melontarkan pandangannya ke arah lain, tepatnya ke arah dua manusia jenius di seberangku itu, tunggu..jangan jangan Lee seossangnim akan memilih salah satu dari mereka? Aigoo. Aku harap ia memillih Kyung Soo! Tapi bagaimana kalau Sehun yang dipilih? Aaa. Gawat, bisa bisa kupingku panas tiap hari karena harus mendengar omelannya.
“Naeun-ah, semoga saja Kyung Soo yang jadi penggantinya, jangan sampai si-“
“Oh Sehun, tolong bimbing Jung Eunji mulai dari sekarang!”
Ucapan ku terpotong begitu Lee seossangnim mengucapkan satu kalimat yang sukses membuat mataku melebar sempurna
“MWO?!” pekik ku dan Sehun kompak, namja itu pastinya sepertinya juga enggan menjadi pembimbingku, beberapa yeoja kini memandangku shock atau lebih tepatnya iri.
“Kenapa harus aku, seossangnim?!”
“Kenapa harus dia seossangnim?!”
aku melirik Sehun sengit karena lagi lagi timing kita bersamaan, Sehun melirikku sinis, dan aku juga membalasnya dengan tatapan yang sama.
“Ya tentu saja karena nilaimu yang paling tinggi di kelas ini.”Jawab Lee seossangnim santai.
“Tapi kan masih ada murid yang pintar lainnya!”Jawabku cepat, berharap Lee seossangnim akan merubah keputusannya dan menyadari siapa murid pintar lainnya yang aku maksud.
“Kau ini..sudah dibantu, masih saja menawar.”Ucap Lee seossangnim terlihat mulai gerah.
“Seossangnim, kalau kau saja tak bisa merubah nilainya apalagi aku? Dia itu memang sudah ditakdirkan dengan kapasitas otak yang seperti itu.”Ujar Sehun sakrastis, aku melongo mendengar ucapannya barusan, dan menatap Sehun kesal, bisa bisanya dia bicara seperti itu dengan begitu santai tanpa merasa bersalah sedikit pun, argh, Oh Sehun! Tunggu saja pembalasan dari JungEunji!

“Ini adalah tantangan untukkmu, siapa tahu kalau diajari olehmu dia bisa lebih bersemangat.”Jawab Lee seossangnim.
“Cih. Bersemangat apanya!”Gumamku kesal.
“Eunji-ya, kau memang beruntung.”Naeun kini memandangku iri, sama dengan yeoja yeoja yang ada di kelas ini, aku menghela napas, Sehun memang namja idola di sekolah ini, sama dengan Kyung Soo, tapi bagiku mereka berdua sangat berbeda, dan Sehun? Kenapa ia bisa jadi idola? Namja itu dingin, jutek, galak dan sangat menyebalkan, meski dengan sangat teramat berat hati harus ku akui dia memang tampan.
“Seossangnim, ayolah. Aku bisa belajar sendiri kok.”Rayuku sambil memasang wajah memelas, meski aku tahu itu tak akan mempan.
“Iya. Memang bisa belajar sendiri, tapi nanti nilai mu juga bisa paling mengada ada sendiri.”
“Kkkkk.” Lagi lagi mereka terkekeh begitu mendengar ucapan Lee seossangnim barusan, aku berdecak kesal, daripada dipermalukan lagi lebih baik aku diam saja, toh pasti Sehun juga akan protes.

“Seossangnim, kenapa tidak Kyung Soo saja?”
Nah! Itu yang dari tadi aku tunggu, kenapa bukan Kyung Soo saja? Akhirnya Sehun mewakili isi hatiku, untuk pertama kalinya aku setuju dengan ucapannya.
“Kyung Soo sudah cukup sibuk, dia itu ketua osis, kapten team basket, aku tak mungkin membebaninya lagi.”
Tsk. Menyebalkan -__-

“Hais. ” Sehun mengacak rambutnya kesal, sedangkan aku sudah pasrah.

“Pokoknya kalian berdua tidak boleh menolak. Sehun, kalau kau berhasil mengubah nilai nya, kau akan mendapat point plus.”Ujar Lee seossangnim lagi.

“Sampai kapan aku harus mengajar orang itu?”Tanya Sehun, orang itu? Ia seolah enggan menyebut namaku.

“Sampai Eunji mendapat nilai minimal 70 dalam 3 kali ulangan fisika.”Jawab Lee seossangnim, lalu ia tersenyum mantap, Sehun menghela napas berat, sedangkan aku membanting tubuhku ke sandaran kursi dan mendengus.

“Aigo. Beruntung sekali sih Eunji.”

“Aku juga mau diajar Sehun, huaa eomma…lebih baik aku tak usah belajar supaya dapat nilai jelek.”

“Bisa memandangi Sehun tiap hari. Aaaa. Aku iri!”

“Eunji bodoh sekali, bukannya senang malah protes. Ck ck ck”

Ya ya, terserah mereka mau bilang apa, yang pasti bagiku ini sama sekali bukan berita bagus

 

#Eunji Pov end-Author POV

 

Eunji menggerutu kesal sembari memotong sadis roti bakar yang ia pesan dan menusukannya kasar dengan garpu yang ia pegang, Naeun menelan ludah begitu melihat yeoja dihadapannya yang terlihat seperti hewan buas yang sedang kelaparan.
“Kau terlihat menyeramkan.”Komentar Naeun, Eunji menatap Naeun tajam sambil mengunyah roti bakarnya.
” Ini semua karena Lee seossangnim!”Jawab Eunji kesal.
Naeun hanya bisa geleng geleng kepala, lalu ia mengedarkan pandangannya ke sekitar isi kantin yang pada jam istirahat selalu menjadi pusat pelampiasan kepenatan siswa.
Naeun mengerjapkan matanya begitu mendapati dua orang namja yang begitu ia kenal, Naeun terperangah, perhatiannya kini terpusat pada namja itu..namja yang berhasil membuat dadanya kini berdegup kencang.
“Menyebalkan sekali sih..aku tak bisa membayangkan harus selalu bertemu dengannya. Aaa ottokhae!”
“……”Tidak ada jawaban, Naeun masih fokus pada namja itu.
“Ish..Kenapa nasibku sial begini.” Eunji kembali mengeluh
“…..”
“Menurutmu aku harus bagaimana eun?”
“….”

Eunji menatap sahabatnya heran, ia baru menyadari sedari tadi Naeun tak mendengarkannya, yeoja itu malah bengong.
“Naeunnn!!” Eunji menggoyangkan kedua tangannya di depan wajah Naeun dan berhasil membuat yeoja itu terkesiap, Naeun meringis lalu tersenyum bersalah.
“Ah ne? Mianhae, kau tadi bicara apa Eunji-ya? Hehe.”Tanya Naeun.
Eunji mendengus,ia menyeruput orange juicenya.
“Tentang si namja menyebalkan yang tak lain dan tak bukan bernama Sehun dan bermarga Oh itu!”Jawab Eunji penuh penekanan.
“Kau kenapa sih sangat membenci dia? Padahal menurutku Sehun baik kok dan dia juga.. keren.”Ujar Naeun jujur.
“Tapi dia itu menyebalkan, dia selalu bilang aku bodoh, otak udang, kau masih ingat tidak saat aku menaruh cokelat di atas meja Kyung Soo dan malah dia yang memakannya? Lalu saat aku mau mencontek ulangan sejarah dan dia malah mengadukannya ke Jong seossangnim akibatnya aku harus dihukum lari keliling lapangan 10 kali! Belum lagi saat ia menduduki hasil karya ku, dia juga pelit lalu—“
“Eung..Eunji..” Naeun memotong ucapan yeoja itu begitu menyadari siapa yang orang yang kini sedang berdiri di balik punggung Eunji, ia menelan ludahnya.
“Apa? Aku belum selesai bicara, tadi sampai mana? Ah iya,  dia juga selalu mengusik ku ketika bicara dengan Kyung Soo, suka memarahiku kalau aku berteriak terlalu kencang, intinya dia itu sangaat menyebalkan!”Celoteh Eunji panjang lebar.
“Jinjja? Se-menyebalkan itu kah namja itu?”
Eunji mengangguk mantap.
“Ne! Benar benar me-“ Eunji menghentikan ucapannya begitu sadar bahwa yang barusan bertanya itu adalah suara berat khas namja bukan suara lembut milik Naeun, Eunji menelan ludahnya dan menatap Naeun yang juga terlihat kikuk.
“Sehun dibelakangmu.” Begitulah kira kira yang Eunji tangkap dari gerakan mulut Naeun yang tak mengeluarkan suara sedikit pun, Eunji menoleh perlahan ke belakang dan tersentak begitu mendapai seorang namja dengan kulit putihnya yang sedang berdiri dan menatap Eunji sambil mengangkat kedua alisnya.

“Pantas saja dari tadi kupingku terasa panas, ternyata ada ahjumma yang sedang bergosip toh.” Sehun mengangguk anggukan kepalanya paham, sedangkan Eunji masih shock dengan penampakan tiba tiba Sehun itu.
“Ka..Kau sejak kapan disini?!”Tanya Eunji akhirnya.
“Sejak kau bilang aku ini menyebalkan, mengambil cokelat yang kau berikan untuk Kyung Soo, dan juga pelit.”Jawab Sehun sambil menatap Eunji tajam.
Eunji tercengang, namun yeoja itu buru buru mengubur rasa takutnya, untuk apa takut pada Oh Sehun?
“Ooh.” Hanya itu yang keluar dari mulut Eunji, yeoja itu lalu kembali menghadap ke depan dan melahap makanannya, Sehun membelalakan matanya, tak percaya dengan reaksi singkat yeoja itu.

“Kyung Soo tidak suka pada yeoja bodoh dan tukang gosip.”Sindir Sehun yang sukses membuat Eunji berhenti memasukan roti bakar ke dalam mulutnya.
“MWO? Maksudmu itu aku? Ya!”Teriak Eunji karena Sehun telah berjalan menjauh.
“Aargh. Dasar menyebalkan!!”Gerutu Eunji sambil mengetuk keras meja kantin membuat orang orang menatapnya heran, namun beberapa saat kemudian yeoja itu terdiam begitu menyadari sesuatu.
“Tapi tunggu..kenapa Sehun bisa tahu kalau aku menyukai Kyung Soo?! Padahal selama ini tak ada yang mengetahuinya kecuali kau.”Ujar Eunji pelan pada Naeun.
Naeun mengangkat bahu, “Bukankah tadi kau yang bilang sendiri kalau kau yang memberikan cokelat pada Kyung Soo waktu itu?”Tanya Naeun yang sukses membuat Eunji menepuk keningnya sendiri.

**^^**

“Naeun-ah, lihat, dia tampan sekali kalau sedang tertidur begitu!!”

Eunji menggeser kertas yang barusan ditulisnya kepada Naeun, walau sahabatnya itu duduk tepat disampingnya tapi tetap saja Eunji tak bisa mengajaknya bicara karena sekarang adalah pelajaran Jang seossangnim, pelajaran si guru killer yang pendengarannya sangat tajam seperti layaknya kelelawar, bicara pelan saja bisa terdengar olehnya.
Eunji melirik Kyung Soo yang kini sedang tertidur, nekat sekali dia tidur pada saat jam pelajaran Jang seossangnim, beruntung saja di depannya ada Jong Guk, namja bertubuh besar yang otomatis menutupi badan Kyung Soo, tapi pada saat tertidur pun bagi Eunji namja itu tetap terlihat mempesona.
Posisi Kyung Soo yang bersebelahan dengan Sehun, membuat Eunji otomatis melihat Sehun juga, namja itu juga sama, ia sedang tertidur pulas layaknya Kyung Soo sekarang, kompak sekali.

“Siapa? Sehun?”
Eunji melirik Naeun datar begitu membaca balasan konyol Naeun.
“Bukanlah! Tentu saja Kyung Soo!”Ujar Eunji kesal, ia langsung menutup mulutnya dan melirik cepat Jang seossangnim yang syukurnya kali ini tak mendengar ucapannya barusan, ia masih sibuk menulis rumus kimia yang bejibun di depan papan tulis dan selalu sukses membuat Eunji mual.
Eunji kembali menulis beberapa kata di kertas putih itu.
“Kau gila ya -_-, tentu saja Kyung Soo! Lama lama aku bisa meleleh Naeun-ah, ottokhae!! ><.” Eunji kembali menggeser surat itu sambil tersenyum senyum sendiri.
Naeun membaca surat itu sambil menyipitkan sebelah matanya, dan memandang sahabatnya yang kini terlihat begitu berlebihan menurutnya.
“Aduh, kalau kau begitu menyukainya, kenapa tidak bilang saja sih?”
Eunji membulatkan matanya begitu membaca balasan Naeun yang kali ini menurutnya gila.
“Aih. Mana mungkin!! Aku juga masih punya harga diri Naeun-ah!”’ Eunji kembali menyodorkan surat itu ke Naeun.

Naeun  baru saja akan membalasnya kalau suara Jang seossangnim tak mengejutkannya dan membuatnya otomatis menghentikan gerakanya tangannya.
“Ya! Kalian berdua! Apa yang sedang kalian lakukan?”Bentak Jang seossangnim yang rupanya baru saja selesai menulis di papan dan kini ia menatap Naeun dan Eunji tajam.
Glek. Eunji menelan ludahnya susah payah, siswa lainnya juga ikut tercengang, walau bukan mereka tersangkanya tapi tetap saja ini pasti akan berimbas pada mereka, suara keras Jang seossangnim itu membuat Kyung Soo terbangun dari tidurnya, ia mengucek matanya dan menatap ke arah Jang seossangnim yang kini sedang melototi yeoja bernama Jung Eunji itu, Kyung Soo lalu tersenyum tipis, yeoja itu selalu saja membuat masalah, tapi bagi Kyung Soo itu yang membuat Eunji terlihat lucu.

“Aduh. Lihat saja sih dia.” Eunji meringis.
Naeun mendengus lalu melirik Eunji dengan tatapan seolah menyalahkan Eunji karena yeoja itu mengajaknya surat suratan.
Jang seossangnim berjalan mendekat membuat kedua yeoja itu saling melempar pandang panik, Naeun buru buru memasukan kertas itu ke dalam laci mejanya.
“S-seossangnim, jangan diambil.”Ujar Eunji panik saat melihat Jang seossangnim memeriksa laci meja Naeun dan mengambil secarik kertas disana.

“Masih jaman ya surat suratan begini? Kenapa tak sekalian membuat telepon kaleng saja?”Ledek Jang seossangnim, lalu pria paruh baya itu mulai membaca surat yang dipegangnya itu, Eunji menelan ludahnya terlebih lagi saat melihat reaksi Jang seossangnim yang geleng geleng kepala saat membaca isi surat tersebut.

“Apa ada yang mau tahu isi surat ini?”Tanya Jang seossangnim begitu ia selesai membaca tulisan di atas kertas putih itu.

“Mau seossangnim!!!”Teriak seisi kelas kompak.

“Ani!! Jangan seossangnim!” Eunji menggoyangkan kedua tangannya panik, ia lalu melirik ke arah Kyung Soo yang ternyata sudah bangun dan kini namja itu tengah menatapnya dengan wajah imutnya, Eunji meringis, bisa gawat kalau sampai dibacakan.

“Kalau begitu aku ingin meminta—ah Chanyeol, tolong bacakan surat ini untuk teman temanmu.”Pinta Jang seossangnim pada Chanyeol, salah satu namja paling berisik di kelas, Eunji bergidik ngeri, ia tak bisa membayangkan bagaimana reaksi namja itu begitu membaca kertas miliknya.
“Siap seossangnim! Dengan senang hati.”Sahut Chanyeol semangat, Eunji mengacak rambutnya kesal lalu melirik Naeun yang langsung mengangkat bahu, yeoja itu sama sama panik seperti dirinya.

“Ah~ kalau disuruh begini aku semangat.”Ujar Chanyeol sambil mengambil kertas yang ada di genggaman Jang seossangnim dan kini ia berjalan ke depan kelas.
Chanyeol menyusuri isi surat itu terlebih dahulu sebelum membacakannya di depan kelas.

“Huahahahha.”Chanyeol tertawa lepas begitu selesai membaca isi surat itu, membuat semua orang menatapnya heran, kecuali Naeun dan Eunji yang kikuk setengah mati.

“Ais. Apanya yang lucu sih.”Batin Eunji kesal, Eunji melototkan matanya begitu melihat Chanyeol yang tengah menatapnya sekarang dengan tatapan meledek.

“Baiklah yeorubun, selamat siang, saya Park Chanyeol akan membacakan isi surat ini, tolong kalian dengarkan dengan seksama.”Ucap Chanyeol sambil memasang wajah layaknya petinggi negara yang akan membacakan pidato.
“Pasti kalian akan kaget saat mendengar isi surat ini, siapa sangka seorang JungEunji ternyata selama ini menyukai-“ Chanyeol menggantungkan kalimatnya lalu menatap Eunji yang kini sedang menggigit bibirnya, berusaha mengurangi kegugupannya sekarang.

“Oh Sehun.”
Deg. Oh..Sehun? Eunji melototkan matanya, dia bilang apa tadi? Sehun? Kenapa bisa?
Eunji melirik Naeun yang kini tengah menunduk, rambut panjang yeoja itu mentupi wajahnya hingga Eunji tak bisa melihat bagaimana ekspresi Naeun sekarang.
Eunji kini menatap Kyung Soo yang juga tengah menatapnya, entah apa maksud tatapan namja itu, tapi sepertinya ia terlihat.. shock, sama seperti anak anak lainnya.
“Yak, Chanyeol! Ini tidak lucu!” Eunji  berusaha menghiraukan seisi kelas yang tengah menatapnya dengan berjuta tanda tanya di wajah mereka.
“Whoaa~ Eunji-ya..jadi selama ini kau suka pada Sehun?!” Kai menatap Eunji sambil memasang wajah terkejut.

“Waaaa!!” Sontak seisi kelas berteriak heboh, merasa ini moment yang begitu langka.

Sementara itu Sehun terbangun dari tidurnya karena seseorang menepuk kencang tubuhnya, ia melirik sinis ke belakang dan mendapati Tao-si pelaku- yang sedang tersenyum penuh makna.

“Mwoya?”Tanya Sehun kesal karena tidurnya terganggu.

“Itu..Eunji menulis surat cintaa untukmu!”Seru Tao penuh semangat.

“Surat..cinta?” Sehun mengerutkan keningnya tak mengerti, ia lalu menoleh ke sekelilingnya yang ternyata juga sedang menatapnya dengan tatapan yang kurang lebih sama seperti Tao.

“Aku serius, baiklah akan aku bacakan isinya.” Ujar Chanyeol, ia lalu berdeham, dan kini seisi kelas-tak terkecuali Kyung Soo dan Sehun- memfokuskan perhatiannya pada Chanyeol.
“Oh Sehun, dua kata yang mampu membuat dadaku ini berdegup kencang hanya karena seseorang menyebut nama itu, wajahnya nyaris sempurna membuat kedua mataku tak bisa lepas dari sana, saat ia tersenyum aku tahu berjuta kupu kupu tengah terbang dalam perutku, selama ini aku bersikap seolah tak mempunyai perasaan apapun padamu, karena aku ragu apa kau juga punya perasaan yang sama padaku? Tapi..semakin lama rasa ini semakin besar, dan karena mu aku selalu bersemangat untuk berangkat ke sekolah, semua yang membuatku semangat adalah kau Sehun-ah,meski kau tak pernah menyadarinya, saranghae..” Chanyeol mengucapkan kata demi kata dengan penuh pengkhayatan didukung oleh suasana kelas yang  hening, semuanya  fokus mendengarkan, kini mereka semua memandang Chanyeol tak percaya, beberapa dari mereka melirik Sehun dan Eunji.

Eunji membulatkan matanya, merasa sangat aneh dengan apa yang baru saja diucapkan namja itu, kenapa tiba tiba isi suratnya berubah begitu?!

“Ahh Eunji-ya, selama ini kau selalu mengejek Sehun, tapi nyatanya kau malah sangat menyukainya! Huh!” Bomi akhirnya mengeluarkan suaranya.
“Mwo? Anio! Ya! Chanyeol! Jangan berdusta!” Ujar Eunji sedikit berteriak, ia mengepalkan tinjunya di udara dan menatap Chanyeol sesangar yang ia bisa.

“Siapa juga yang berdusta? Aku hanya membacakan apa yang tertera disini!”Ujar Chanyeol tak kalah ngotot.
“Jelas jelas bukan itu isinya!”Jawab Eunji tak mau kalah, merasa sangat yakin kalau Chanyeol pasti mengubah isi suratnya.
“Tsk! Enak saja menuduhku sembarangan, arraseo, kalau begitu-“ Chanyeol meggantungkan ucapannya dan berjalan mendekati Sehun yang sedari tadi tengah memperhatikannya.
“Coba kau baca.”Lanjut Chanyeol sambil menyodorkan kertas yang dibacanya tadi, Sehun menatap Chanyeol ragu namun ia menerima kertas itu.
Sehun menggelengkan kepalanya dan menghela napas, pasti ini cuma candaan tak jelas Chanyeol saja.
Sehun mulai membaca kertas itu , matanya menyusuri kata demi kata yang ada disana, ia lalu tercengang dan menatap Chanyeol yang kini seakan memasang wajah ‘benar kan yang aku bilang?’

Eunji mengerutkan kedua alisnya begitu mendapati raut wajah Sehun yang membuat perasaannya tak enak.
“Apa ada yang masih tidak percaya? Lihat sendiri nih.” Chanyeol menggoyangkan kertas yang dipegangnya di depan wajahnya, tanpa menunggu aba aba hampir setengah kelas langsung mengerubungi Chanyeol.
“Eh iya benar! Sama persis kok seperti yang Chanyeol bacakan!”
“Wah aku tak menyangka si Eunji bisa juga buat kata kata romantis seperti ini.”
“Huh dasar munafik, waktu itu dia bilang dia sangat kesal pada Sehun, tapi tahunya! Ck.”
Eunji semakin menganga begitu mendengar lontaran dari teman temannya di depan sana, ia menoleh ke arah Sehun begitu sudut matanya menangkap namja itu kini tengah menatapnya, dan memang benar, Sehun kini tengah menatapnya heran, dan Eunji rasa yang Chanyeol bacakan tadi memang benar.
“Naeun-ah, ayo lihat isi surat itu, kalau sampai si Chanyeol bohong awas saja, nanti akan ku rebus.” Eunji mencolek lengan Naeun yang sedari tadi hanya diam, Naeun menoleh dan menatap Eunj, ia terdiam beberapa saat sampai akhirnya menggeleng.
“Mianhae, perutku sedang sakit Eunji-ya, kau saja yang ke depan.”Ujar Naeun sambil memegangi perutnya.
“Sakit perut? Mau ku antar ke UKS?” Eunji mengubah topik pembicaraannya, ia menatap Naeun khawatir.
“Tidak perlu, nanti juga sembuh kok.”Jawab Naeun sambil tersenyum, menandakan ia akan segera baik baik saja, Eunji terdiam beberapa saat sampai pada akhirnya ia mengangguk dan kini menatap ke depan, Eunji menggigit bibir bawahnya, perasaanya benar benar tak enak, dengan berat ia memaksakan kakinya melangkah ke depan di iringi dengan tatapan dari anak sekelas seolah olah ia adalah miss universe atau apa.
“Sini aku mau lihat.”Ujar Eunji sambil mengulurkan tangannya,Chanyeol memberikan kertas itu sambil mencibir, kesal karena dituduh berbohong.
Eunji membaca surat tersebut dengan matanya yang semakin membulat, ia mengerjapkan matanya berkali kali, siapa tahu ia sedang kelilipan sehingga bisa salah baca, tapi nyatanya isi surat itu memang sama persis dengan apa yang Chanyeol bacakan tadi.
“Nah, aku tak bohong kan nona Eunji?”Ledek Chanyeol setelah melihat air muka Eunji yang berubah, Eunji menatap Chanyeol sengit, bagaimana bisa isinya 180 derajat berubah begini, jelas jelas ia tak pernah membuat surat romantis seperti ini, bahkan untuk Kyung Soo sekali pun, karena pada dasarnya ia memang tak pandai membuat kata kata romantis.

Eunji tercengang begitu menyadari suatu hal, ia sepertinya mengenal tulisan itu, Eunji lalu kembali menatap tulisan tulisan yang terukir di sana, ya ia tahu ini tulisan siapa! Tulisan mungil dan dempet ini adalah milik Son Naeun, sahabatnya sendiri.
Eunji menoleh cepat pada Naeun yang juga tengah menatapnya, Naeun yang terkejut karena Eunji tiba tiba menatapnya langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain, apa mungkin Naeun yang menulisnya?
“Eunji-ya, kau ini diam diam ternyata secret admirernya Sehun ya.”Seru Hayoung yang langsung disusul oleh seruan tak jelas anak anak lainnya.
“Yak, ini jelas jelas bukan tulisanku!”Eunji menatap teman temannya yang masih saja tersenyum penuh arti.
“Ah masa? Sudahlah jangan bohong, kalau begitu ini tulisan siapa?”Tanya Chorong sambil tersenyum mengejek, Eunji kembali memandang Naeun yang kini memasang ekspresi panik.
“Itu tulisan..”Eunji menggantungkan ucapannya, bingung harus berkata yang sejujurnya atau tidak.
“Molla..tapi yang pasti itu bukan tulisanku!”Jawab Eunji penuh penekanan.
“Jangan mengelak terus pabo, kalau memang kau itu fansku mengaku saja.” Suara itu membuat semua orang refleks menatap ke arah sumber si pemilik suara tak terkecuali Eunji.
Sehun..orang yang barusan bicara itu kini tengah menatap Eunji sambil menarik sedikit uJung bibirnya, membuatnya senyuman sinis terukir di wajah tampannya.
“Mwo?! Aku? Fans mu? Cih! Jangan bermimpi!”Ujar Eunji sinis, ia lalu bergidik ngeri membuat Sehun mencibir.
“Sudah tertangkap basah masih tak mau mengaku, dasar ahjumma tukang gosip.”Sindir Sehun.
“Ya! Aku memang bukan fansmu ahjussi tukang marah!” Eunji berkacak pinggang sambil menatap Sehun penuh emosi, murid lainnya langsung geleng geleng kepala karena lagi-lagi mereka bertengkar.
“Ahjussi kau bilang? Tidak lihat muka ku yang masih imut begini?”Sehun berdiri dari tempat duduknya sambil menatap Eunji tajam.
“Imut? Yang ada mukamu itu boros!!”jawab Eunji tak mau kalah, Sehun membuang napas kesal.
“Dasar ahjumma tukang gosip.”Umpat Sehun yang membuat mata Eunji melebar.
“Daripada kau ahjussi tukang marah, ah ani, bukan ahjussi tapi haraboji!”
“Kalau begitu kau adalah halmonie bawel dengan kapasitas otak dibawah rata rata.”
Eunji membulatkan matanya, lagi lagi namja itu menyinggung soal otaknya.
“YAH OH SEHUN!!! Jangan menghina kelemahan seseorang!”Protes Eunji dengan suara meninggi.
“Yah kalian berdua!.” Eunji dan Sehun langsung menghentikan aksi debat tak bermutu mereka begitu Jang seossangnim yang sedari tadi diam kini membentak mereka berdua karena sudah kehilangan kesabarannya.
“Apa kalian pikir ini arena tanding suara ternyaring hah?”Bentak Jang seossangnim yang membuat Eunji dan Sehun menundukan kepala mereka.

*~~^^~~*

“Naeun-ah.” Eunji menahan Naeun ketika yeoja itu terlihat ingin meninggalkan ruangan kelas begitu bel tanda istirahat berbunyi, Naeun menoleh dan terlihat memaksakan seulas senyum pada Eunji yang kini tengah menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.
“Apa kau tahu siapa yang kira kira menulis surat itu?”Tanya Eunji to-the-point walau sebenarnya ia sudah tahu siapa yang menulisnya.
“Eh..Aku.tidak tahu.”Jawab Naeun gelagapan, Eunji mengangkat alisnya.
“Jinjjayo? Tapi..sepertinya aku tahu siapa yang menulisnya.”Jawab Eunji sambil memasang mimik serius.
Naeun terlihat terkejut namun secepat mungkin ia merubah ekspresinya itu.
“Benarkah?”Tanya Naeun pelan, sangat pelan.
Eunji mengangguk cepat.
“Emm. Dan aku yakin kau juga tahu.”Ujar Eunji, Naeun menatap Eunji dengan perasaan bersalah, pasti yeoja itu sudah tahu semuanya.
“Kenapa kau tak pernah bilang kalau kau suka pada ahjussi menye-eh maksudku Sehun?”Tanya Eunji hati hati
“Mianhae Eunji-ya..karena ku kau jadi dituduh begitu.”Sesal Naeun tak menjawab pertanyaan Eunji barusan.
“Kalau begitu ayo kita katakan yang sebenarnya.”Ujar Eunji mantap, ia baru akan melangkahkan kakinya kalau Naeun tak menahannya.
“Jangan.” Naeun menahan tangan Naeun cepat, ia menggelengkan kepalanya sambil memasang wajah memelas.
“Tolong jangan bilang kalau itu tulisanku Eunji-ya, aku takut kalau nantinya Sehun akan benci denganku.”Ucap Naeun memohon.
“Bagaimana denganku? Apa kau pikir Sehun tak akan benci padaku? Ah bukan, tepatnya tambah membenciku? Sebenarnya aku tak peduli mau dia membenciku atau apa, tapi semua anak di kelas ini akan menganggapku munafik..terutama..Kyung Soo, dan mungkin berita ini akan tersebar satu sekolah mengingat fans Sehun tersebar dimana mana, apa menurutmu ini tak akan merugikanku?”Ucap Eunji panjang lebar, ia menatap Naeun yang tengah menunduk.
“Mianhae..Tapi, aku masih belum siap kalau Sehun tahu semuanya.” Naeun mendongakan kepalanya dan menatap Eunji dengan wajah polosnya itu, Eunji menghela napasnya yang terasa begitu berat.
“Aku mau pergi dulu.” Eunji berjalan pergi meninggalkan Naeun yang mematung, Naeun lalu terduduk lemas di bangkunya, ia harus siap kalau Eunji akan memberitahu semua orang tentang perasaannya pada Sehun.

 

**^^**

“Aaaa menyebalkan!!” Eunji mengacak rambutnya frustasi sambil menyenderkan tubuhnya di tembok yang ada di rooftop sekolahnya.
Sebenarnya yang membuatnya kesal bukanlah karena kenyataan bahwa Naeun yang menulis suratnya, tapi melainkan ia kecewa dengan sahabatnya yang ternyata menyembunyikan perasaanya pada Sehun, selama ini Eunji selalu menceritakan segalanya pada Naeun, walau ia tahu mungkin Naeun terkadang sampai bosan mendengarkannya, tapi bukankah itu jauh lebih baik ketimbang merahasiakannya dari sahabatmu sendiri? Eunji percaya pada Naeun, itu sebabnya ia selalu menceritakan semuanya pada yeoja itu, baik tentang Kyung Soo, kekesalannya pada Sehun, masalah pelajaran bahkan sampai masalah keluarganya, tapi kini Eunji seakan baru sadar bahwa selama ini ia tak benar benar mengetahui Naeun, ia hanya sekedar tahu hobby yeoja itu, makanan minuman kesukaannya, prestasinya di bidang dance, hanya mengenai info umum yang mungkin semua orang bisa mudah mengetahuinya, ia tak pernah tahu apa Naeun pernah berpacaran sebelumnya, siapa orang yang sedang ia sukai, apa masalahnya, tidak pernah. Naeun seolah menutup diri darinya, setiap Eunji meminta Naeun yang bercerita yeoja itu akan menggelengkan kepalanya sambil berkata “tak ada hal yang menarik dariku”, ia juga selalu bilang tak ada orang yang ia sukai, katanya ia malas memikirkan namja, education is number one,tapi buktinya? Tsk. Yeoja itu malahan ternyata menyukai seseorang bahkan begitu menyukainya dan yang lebih membuatnya terkejut lagi, orang itu adalah Oh Sehun, namja paling menyebalkan di antara semua makhluk yang ada di semua planet di dunia ini, apa selama ini Naeun tak pernah menganggapnya sebagai seorang sahabat?

“Aku penasaran kalau ada gempa apakah kau masih tetap melamun seperti itu.”
Suara itu membuat Eunji kembali ke alam sadarnya, ia tersentak dan langsung menoleh cepat ke arah suara itu.
Deg. Eunji rasa jantungnya akan segera copot dari tempatnya begitu matanya bertemu dengan namja yang sudah sangat tak asing baginya yang kini sedang menatapnya sambil menyenderkan sebelah bahunya di dinding, namja itu kini hanya berjarak beberapa centi darinya .
“K..Kyung Soo?”Ujar Eunji gugup.
Kyung Soo tersenyum membuat jantung Eunji bereaksi lebih dari biasanya, kalau Eunji adalah ice cream sudah bisa dipastikan ia sudah meleleh.
“Akhirnya ada juga yang bisa menemukan tempat persembunyianku.”Ujar Kyung Soo diselingi cengirannya yang selalu sukses membuat jantung Eunji melompat lompat, Oh God… kenapa bisa ada namja sesempurna ini?
“Eh? Ah..mian.”Eunji menggaruk lehernya yang sama sekali tidak gatal.
Kyung Soo mengerutkan kening, “ Kenapa minta maaf?”
“Karena aku telah mengganggumu.”Ujar Eunji ragu, Kyung Soo terkekeh mendengar perkataan polos Eunji sedangkan Eunji kini terperangah untuk yang entah ke berapa kalinya, namja itu benar benar tampan kalau tertawa begitu, ini pertama kalinya ia bicara sedekat ini dengan Kyung Soo.
“Bahkan tadi kau tak mengeluarkan suara sedikit pun, bagaimana bisa kau megangguku, Eunji-ya?”
Mungkin rasanya berlebihan kalau Eunji kini merasa begitu senang karena Kyung Soo memanggil namanya barusan, tapi percayalah bagi Eunji rasanya memang jauh lebih menyenangkan ketimbang saat Lee seossangnim tak hadir di kelas dan membuat jam pelajaran fisika menjadi jam kosong.
“Surat yang tadi-“

Deg. Eunji menelan ludahnya begitu Kyung Soo menyinggung tentang surat itu, pasti namja itu salah paham.
“Apa benar kau yang menulisnya?”Tanya Kyung Soo dengan mimiknya yang tetap santai.
Eunji menggigit bibir bawahnya, kenapa ia jadi gugup begini? Tinggal katakan kalau itu bukan perbuatannya dan Kyung Soo mungkin akan percaya padanya.
“Anio. Mana mungkin aku menulis surat untuk haraboji galak itu.”Jawab Eunji sambil menggembungkan pipinya, kembali merasa kesal karena wajah menyebalkan Sehun kembali terbayang.
“Kau itu lucu sekali.”
Eunji  mengerjapkan matanya begitu empat kata itu terlontar dari mulut Kyung Soo.
‘Lucu? Dia bilang aku lucu? Ahh eommaaa..sepertinya anakmu ini butuh parasut, rasanya seperti ada di atas langit ke tujuh!’Batin Eunji girang.
Eunji yakin pipinya sudah bersemu merah sekarang.
“Jadi bukan kau yang  menulisnya?”Tanya Kyung Soo lagi, Eunji baru sadar kalau sedari tadi Kyung Soo lah yang lebih banyak bicara ketimbang dirinya.
Eunji menggeleng mantap.
“Tentu saja bukan, dan tak akan pernah.”Ujar Eunji penuh keyakinan.

Kyung Soo menganggukan kepalanya paham.
“Baguslah kalau begitu.” Kyung Soo tersenyum, ia lalu melirik arlojinya.
“Sudah mau bel, lebih baik kau turun sekarang, jangan melamun lagi, arrachi?” Eunji tak menyanggupi ucapan Kyung Soo karena ia masih tak percaya dengan apa yang diucapakan Kyung Soo tadi, baguslah kalau begitu? Apa maksudnya?
“Haih, kembali melamun? Kalau begitu aku turun duluan, sampai bertemu di kelas nona pelamun.”Kyung Soo melambaikan sebelah tangannya lalu berjalan menuruni anak tangga.
“Apa maksudnya bagus? Apa jangan jangan…Aih mana mungkin, tapi kenapa dia bilang begitu?! Omo, jantungku kenapa jadi berdegup sangat cepat begini?!”

**^^**

Eunji bersenandung ria sembari memasukan peralatan sekolahnya ke dalam tas-nya, beberapa anak menatapnya heran, tadi saat pelajaran Jang seossangnim ia terlihat begitu kesal tapi sekarang malah berbanding terbalik.
Bum.
Eunji menghentikan senandungannya begitu suara cukup keras itu terdengar, ia mengelus dadanya kaget, lalu matanya menangkap tumpukan buku yang tiba tiba saja ada di atas mejanya, dengan cepat Eunji menaikan titik fokusnya dan mendapati si pelaku yang barusan meletakan kasar tumpukan buku buku itu.
“Yak,  mengagetkan ku saja!”Omel Eunji sambil menatap Oh Sehun, namja yang tepat berada di depannya dan kini tengah menatapnya datar.
“Duduk.”Perintah Sehun tanpa basa basi, Eunji mengerutkan kening tak mengerti.
“Untuk apa?”Tanya Eunji, Sehun mendengus.
“Jangan pura pura lupa, tentu saja mengikuti pelajaran tambahan.”Jawab Sehun kesal, Eunji mencibir, namja itu sepertinya punya penyakit darah tinggi.
“Sekarang? Astaga, aku lapar.”Eunji meringis sembari mengelus perutnya.
Sehun melirik arlojinya, lalu  kembali menatap Eunji masih dengan ekspresi yang sama.
“5 menit, ku beri waktu 5 menit untuk membeli makanan di kantin, kalau lebih berarti waktu belajarnya aku tambah 1 jam. ”Tegas Sehun sambil membalik kursi yang ada di depan Eunji dan duduk disana.
Eunji mengerjapkan matanya, apa ia sedang berada dalam pelatihan militer sekarang?
“Apa apaan? Kau pikir aku ini-“
“Time is running.”Ujar Sehun santai tanpa mengindahkan ucapan Eunji yang terpotong barusan, dan malah pura pura tertarik dengan buku fisika yang dipegangnya, walau begitu Sehun dapat menangkap dari sudut matanya bahwa kini yeoja itu telah menatapnya geram.
“Lupakan! Aku tidak jadi lapar.”Jawab Eunji ketus membuat senyum tipis terukir di wajah namja tampan itu

**^^**

Naeun menopang dagunya sambil membolak balik lembar demi  lembar buku tanpa ia baca sedikit pun, ia masih merasa tidak enak pada Eunji, karena dirinya yeoja itu jadi dituduh menyukai Sehun, padahal jelas jelas Eunji menganggap namja itu adalah rival terbesarnya.
“Aku menganggu tidak?” Naeun tersentak dan mendongak cepat begitu sebuah suara mengejutkannya, ia menatap Kyung Soo, namja yang kini tengah tersenyum dan sedang berdiri di hadapannya, namja itu membawa beberapa tumpukan buku yang Naeun yakini selama ini menjadi kunci dari segala pengetahuan yang dimiliki Kyung Soo, namja yang begitu pintar dan juga idola sahabatnya.
“Duduk saja.”Jawab Naeun sambil tersenyum, Kyung Soo balas tersenyum ia lalu duduk dihadapan Naeun membuat beberapa mata memandang mereka iri, Naeun sendiri juga heran, dari sekian banyak tempat yang masih kosong, kenapa namja itu memilih duduk disini?
“Kau sering kesini?”Tanya Kyung Soo membuka pembicaraan, namja itu melirik Naeun sekilas lalu kembali menfokuskan perhatiannya kepada buku di tangannya.
“Eh? Tidak juga.”Jawab Naeun sedikit gugup, ini adalah pertama kalinya ia berbicara secara empat mata dengan idola sekolah itu.

“Pantas aku jarang melihatmu.”Jawab Kyung Soo sambil mengangguk maklum, Naeun terdiam, yeoja itu kini memikirkan topik apalagi yang harus mereka bicarakan, ia memang tak begitu pandai dalam membuat topik, berbeda dengan Eunji yang sangat bawel.
Keheningan sempat terjadi diantara mereka berdua, sampai akhirnya Kyung Soo memutuskan membuka suaranya, “Naeun-ah, apakah kau..sudah memiliki pacar?”Naeun mengangkat kepalanya dan menatap Kyung Soo kaget begitu pertanyaan itu meluncur dari bibir namja itu  sedangkan Kyung Soo kini menatap yeoja itu lekat

**^^**

“Benar delapan nomor.”Sehun mengembalikan buku bersampul cokelat itu kepada Eunji begitu ia selesai mengoreksi pekerjaan yeoja itu, “Jinjja? Wah daebak.”Ujar Eunji bangga, takjub akan pekerjannya sendiri.
“Yah..kau itu benar delapan nomor dari tigapuluh nomor.”Ulang Sehun penuh penekanan, Eunji menganggukan kepalanya, “Iya aku tahu, hebat kan? Biasanya hanya lima”Jawab Eunji sambil tersenyum senang, Sehun menatap yeoja di hadapannya tak habis pikir. Ia lalu menghela napas beratnya, kali ini ia sudah malas untuk meledek yeoja itu. Namja itu menatap ke sekelilingnya, kelas sudah kosong, hanya menyisakan dirinya dan yeoja yang menambah beban hidupnya sekarang ini, harusnya Sehun bisa pulang cepat dan menggunakan waktunya untuk beristirahat.

“Harusnya namja itu saja yang mengajarimu.”Gumam Sehun pelan, namun Eunji masih bisa mendengarnya, Eunji mendongak, “Siapa maksudmu?”Tanya Eunji tak mengerti, Sehun menghela napasnya, namja itu lalu mendekatkan wajahnya pada Eunji sehingga membuat yeoja itu memundurkan tubuhnya, “Namja yang kau sukai.”Jawab Sehun santai, Eunji melebarkan matanya namun yeoja itu buru-buru merubah ekspresinya, “Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan.”Kilah yeoja itu cepat, ia lalu berpura-pura membaca buku di genggamannya.
“Apa kau benar-benar menyukai Kyung Soo?”Tanya Sehun yang membuat yeoja itu menatapnya, “Dia baik, tampan, pintar dan  juga bisa menghargai perempuan.”Jawab Eunji dengan memberi penekanan di akhir kalimatnya membuat Sehun menatapnya sengit.
“Kalau seandainya dia menyukai yeoja lain bagaimana?”Tanya Sehun lagi, Eunji mengerutkan keningnya, sejak kapan seorang Oh Sehun jadi banyak tanya seperti ini?
“Memangnya ada yang sedang ia sukai?”Tanya Eunji mulai penasaran, Sehun terdiam, namja itu lalu berpura-pura membaca buku di tangannya membuat Eunji menatapnya penasaran.
Sedangkan Sehun diam-diam menatap Eunji yang kembali fokus pada bukunya, namja itu menghela napas pelan, kenapa harus Kyungsoo?

-TBC-

Sebenernya pengen oneshoot tapi kayaknya gabakalan bisa trus takutnya malah ntar jadi kecepetan alurnya, ff ini ga panjang rencananya, cuma dua atau tiga chap, kalau ada yg minat sama ff ini author lanjut hehe, gatau kenapa pengen buat ff yang castnya exo apink, gatau deh pada minat apa engga wkwk jangan lupa komennya ya kalo mau ff ini lanjut, annyeong readers~

205 thoughts on “My My

  1. Hai author! aku reader baru di ff ini, salam kenal ya ^^

    Ff ini lucu, aku suka. Kok kalo menurut feeling aku kayaknya Sehu suka sm Eunji ya? tapi aku bingung sm Kyungsoo nya niih, dia suka sm Eunji atau Naeun?
    Aku juga rada kesel sm Naeun td, gara² Naeun anak² di sekolahnya jd salah paham sm Eunji.. tapi, gapapa deh biar mereka jd deket >o< ganyambung

  2. astgaaaaa si shun jga kyanya munafik dehh tuu hahahah 😀 jahahahh dia yg suka sma eunji bknnya eunji 😀 haaahhh koplak ahhh ff nya 😀 jdi pnasaran sma klnjutannya 🙂 ..
    keep fighting ne eonnie author 🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s