(Part 5) You Don’t Know everything [freelance]

Gambar

Tittle                      : (Part 5) You Don’t Know everything

Author                  : Hwang Eun Hee (@AnggiNindyas)

Main Cast            : Byun Baekhyun, Shim Chaesa, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Oh Sehun, Kim Suho, Xi Luhan

Support cast       : You can find by your self

Gendre                : Romance, drama, school life, comedy

Rating                   : Teen

Poster                   : : leechannie61

Length                  : Sequel

 

 

Waktu menunjukan pukul tujuh malam. Saat nya untuk para siswa beristirahat. Setidaknya mereka bisa makan malam.

Sehun, Chanyeol, Kyungsoo dan Luhan duduk santai dalam markas mereka. Mereka semua terlihat lelah dengan pelajaran hari ini. Terutama si bodoh Chanyeol.

“Sehun ah, bagaimana dengan perjodohan mu, kau sudah bertemu dengan nya?” Tanya Kyungsoo memecah keheningan. Sehun yang tadi menutup kedua matanya sambil menyandarkan pungguhnya pada sofa itu langsung membuka matanya sebal.

“Besok sekolah libur kan? Besok malam aku akan bertemu dengan nya. Si wanita idiot itu”

Kyungsoo terdiam. Idiot? Sehun baru saja mengatai wanita itu idiot? Entah kenapa, Kyungsoo merasa tidak senang. Kyungsoo tahu siapa yang akan dijodohkan dengan Sehun. Maka dari itu dia tidak senang jika seseorang itu dikatai idiot. Menurut Kyungsoo wanita itu tidak idiot sama sekali.

“Dari mana kau tahu dia idiot?” Tanya Chanyeol dengan suara bas nya. Sehun bangkit, dia menegakkan posisi duduk nya lalu menatap tajam Chanyeol yang tidak jauh dari pandangannya.

“Ayolah wanita mana yang mau dijodohkan ditahun 2014. Hanya wanita idiot yang mau saja Chanyeol” Chanyeol mengangguk kecil.

“Lalu bagaimana jika wanita itu sangat cantik?” Tanya Luhan tiba tiba. Sehun terdiam mencoba memikirkan apa yang akan dia jawab.

“Kita lihat saja nanti” ucap Sehun enteng.

***

Kedua mata Chaesa mebulat seketika. Apa Baekhyun bilang bertunangan? Bagaimana bisa, bahkan Baekhyun sendiri tidak pernah bertanya hal seperti itu pada Chaesa. Chaesa menegak saliva nya dengan susdah payah. Ditatapnya kedua orang tua Baekhyun yang sama terkejutnya dengan Chaesa.

“Kau bercanda?” Tanya ayahnya tegas. Chaesa menundukkan kepalanya. Orang tua itu terlihat sangat mengerikan ketika memasang tampang serius. Baekhyun tersenyum kecut.

“Tidak ayah. Bukankah ini bagus, keluarga Byun dan keluarga Shim bertunangan?” lagi lagi Baekhyun memancing ayahnya dengan kata katanya.

“Ini masalah serius Baekhyun. Jika kau bertunangan, itu berarti kau harus menikah dengan nya”

Baekhyun mengeratkan genggaman tangannya pada Chaesa lalu lebih mendekatkan dirinya pada Chaesa. Baekhyun tersenyum sangat lembut.

Chaesa terdiam. Ayah Baekhyun benar. Jika Baekhyun menjalani pertunangan dengan Chaesa itu berarti tidak lama dia akan menikah dengan Baekhyun. Tidak mungkin, Chaesa tidak mau menikah dengan Baekhyun, terlebih bagaimana dengan cita cita nya, bukankah Chaesa ingin pergi ke prancis untuk melanjutkan study nya. Dia akan belajar tentang fashion disana. Dia tidak mungkin pergi kenegerara romantic itu dengan menyandang status sebagai istri Byun Baekhyun.

“Yeobo bukankah itu bagus. Lagi pula aku akan sangat senang jika Chaesa bertunangan dengan Baekhyun” nyonya Byun meraih tangan tuan Byun meyakinkan tuan Byun. Terlihat dari wajahnya, nyonya Byun sangat senang dengan kehadiran Chaesa disana.

“Chaesa dan aku sudah sangat saling mencintai ayah. Tidak bisa kah itu?”

Tanya Baekhyun namun dengan nada sedikit menantang. Baekhyun tahu, perusahaan ayahnya sekarang sangat bergantung pada perusahaan tuan Shim. Apa jadinya jika tuan Byun menolak permintaan pertunangan yang baru saja Baekhyun katakan. Mereka saling mencintai.

“Lalu bagaimana dengan keluarga mu, apa keluarga mu akan setuju?” Tanya tuan Byun pada Chaesa. Chesa tersentak kaget. Majayo! Dia belum memberitahukan kepada keluarganya. Sialan, sebenarnya apa yang Baekhyun mau?

“Tidak tuan Byun, Nyonya Byun. Baekhyun tidak akan melakukan itu” ucap Chaesa selembut mungkin. Ya dia harus jujur, dia tidak mungkin bertunangan dengan Baekhyun, tidak akan mungkin.

Keluarga Byun langsung menatap Chaesa dengan tatapan tidak percaya, kaget dan sebagainya. Bagaimana bisa, baru saja Baekhyun mengatakan dengan sangat yakin dan serius, tapi dengan enteng nya Chaesa mengatakan penolakan?

“Ku kira kalian benar benar akan bertunangan”Nyonya menyndarkan punggungnya pada sofa, terlihat dari raut wajahnya, dia benar benar terlihat sangat kecewa. Baekhyun menatap Chaesa dengan tatapan death glare. Kedua mata Baekhyun seolah berkata –lihat-kau-mengecewakan-ibuku-

Chaesa tersentak kaget. Bagaimanapun dia tidak pernah ingin mengecewakan siapapun, termasuk orang tua. Apalagi orang tua Baekhyun.

“Ah nyonya Byun aku hanya bercanda, aku dan Baekhyun benar benar saling mencintai. Bisakah kami cepat bertunangan?”

Chaesa bergelayut manja dilengan Baekhyun. Bersikap seolah olah dirinya dan Baekhyun adalah sepasang kekasih yang sangat harmonis. Nyonya Byun langsung kembali menegakkan tubuhnya. Dia sangat sangat senang. Sampai sampai di beranjak dari sofa dan berlari duduk disamping Chaesa.

“Aku sangat senang, kalau begitu panggil aku eomma dan panggil pria tua itu aboji. Arra?”

***

Kyungsoo pulang tepat waktu kali ini. Ia tersenyum senang. Tumben sekali songsaenim baik sekali hari ini. Rumah terlihat sepi. Sepertinya ayah dan ibunya belum pulang.

Kyungsoo berjalan kearah kamar Kyumi. Sebuah pintu berwarna putih dengan sebuah tulisan kecil disana.

Awas Do Kyungsoo galak

Kyungsoo ingat saat itu Kyumi datang kerumah ini ketika dia berumur lima tahun, dan Kyungsoo berumur enam tahun. Wanita itu datang dengan kedua mata sembab sambil memeluk boneka beruang putih dengan beberapa noda merah disana. Darah.

Kyungsoo ingat, dia sendiri yang mengantar Kyumi masuk kerumah ini. Dan ia ingat kesan pertama yang Kyumi berikan padanya. Tendangan kekuatan penuh yang membuat wajahnya memar. Dan ketika keesokan harinya Kyungsoo melihat ada tulisan itu disana. Kyungsoo terkekeh kecil.

Ia memegang kenop pintu, lalu menekannya. Gelap seperti biasa, namun tidak ada tanda tanda kehidupan. Kyungsoo mengerutkan kening. Bukankah wanita aneh itu sudah pulang beberapa jam yang lalu?

Kyungsoo berjalan kearah sebuah jendela besar, sebuah senyum terlukis dibibir Kyungsoo. Wanita aneh itu tengah duduk ditaman halaman belakang. Tumben sekali.

Dengan langkah pelan Kyungsoo berjalan mendekati Kyumi. Diduduk pada sebuah kursi panjang ditengagh taman dengan sebuah lampu taman disampingnya. Dia memakai sebuah selimut pororo tebal yang menutupi seluruh tubuhnya dan menyisakan kepalanya saja. Dia mendongakkan kepalanya. Ada satu hal yang Kyungsoo sadari, rambut pajang wanita itu sudah digantikan dengan rambut sebahu. Cantik, dan membuatnya semakin terlihat dewasa.

Kyungsoo duduk disamping Kyumi. Terlihat Kyumi tersentak kaget. Namun setelah tahu Kyungsoo yang duduk disampingnya Kyumi hanya menghela nafas pelan lalu kembali menatap langit.

“Kau baik baik saja?” tanya Kyungsoo lembut. Lagi lagi Kyumi menghela nafas pelan lalu mengangguk kecil.

“Lalu sedang apa kau disini? Malam ini dingin sekali”

“Aku kegerahan”

“Kau tidak menyalakan AC?”

“Itu pemborosan”

Kyungsoo terdiam. Baiklah mungkin memang gadis bodoh ini memang tidak ingin diganggu. Kyungsoo mengambil ancang ancang untuk pergi meninggalakan Kyumi sendiri. Namun seketika Kyumi membuka suaranya.

“Kyungsoo ya, dia, dia pria yang baik kan?” tanya Kyumi dengan suara sedikit bergetar. Kyungsoo yang mendnegar nada bicara Kyumi langsung menatap Kyumi kaget.

Wajahnya sendu dan terlihat banyak sekali masalah yang bernaung dalam otaknya. Begitu menyedihkan. Hati Kyungsoo seketika mencelos, bagaimana pun juga ini kali kedua setelah beberapa tahun yang lalu. Saat kedua orang nya meninggal.

“Jika kau tidak menginginkan nya kenapa kau harus menerimanya. Bukankah eomma dan appa tidak memaksamu?” tanya Kyungsoo. Kyumi menghela nafas pelan. Dia tersenyum kecil.

“Eomma dan appa adalah orang tua kedua ku. Mereka bahkan menganggap jika aku benar benar anak mereka yang keluar dari rahim nya. Mereka tidak pernah memaksakan kehendak mereka. Aku dibiarkan bebas memilih sekolah, cita cita, dan apapun itu. Mereka selalu memberikan apapun yang aku butuh kan tanpa aku meminta. Sekarang sudah saat nya aku membalas budi mereka”

Kyungsoo tercengang kaget mendengar penjelasan Kyumi. Pasalnya ini kali pertama Kyumi berkata dengan serius dan sungguh dia benar benar terlihat menyedihkan saat ini.

“Aku akan menjadi anak yang tidak tahu diri jika menolak perjodohan itu” Kyumi tertawa kecil. Dia menatap Kyungsoo yang tengah menatapnya dengan tatapan tidak percaya.

“Bagaimana pun ini masalah hati Kyumi. Bagaimana hal itu bisa dipaksakan?” tanya Kyungsoo dengan sedikit amarah. Kyumi menundukkan kepala lalu tersenyum kecil.

“Aku akan baik baik saja, asalkan dia tidak akan berlaku kasar padaku. Tak apa jika dia tidak mencintaiku. Tak apa jika suatu saat nanti dia akan bercerai dengan ku, atau dia malah bermain dengan wanita lain. Aku akan baik baik saja. Aku akan berusaha mencintainya meskipun sulit. Aku akan menjadi seorang tunangan yang baik. Asalkan itu membuat eomma dan appa senang. Apapun itu Kyungsoo”

Entah perintah dari mana Kyungsoo langsung menarik Kyumi kedalam pelukan nya. Ini kali pertama Kyungsoo memeluk adik nya dengan rasa penuh sayang. Terdengar suara Kyumi terisak. Apa sesakit itu? Kyungsoo bingung, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Apa dia harus mengatakan pada orang tuanya untuk membatalkan pernikahan Kyumi dan pria itu atau malah tetap membiarkan nya? Satu sisi dia ingin sekali melihat Kyumi bahagia. Namun satu sisi lagi dia tidak mau melihat ayahnya merasakan yang namanya kemiskinan. Jalan satu satu nya untuk membantu perusahaan ayahnya ya Kyumi. Kyumi adalah kunci nya sekarang ini.

“Gumaweo, kau memang kakak yang pengertian. Hanya beritahu aku apa yang pria itu sukai dan dia benci” ucap Kyumi dalam pelukan Kyungsoo. Dengan anggukan kecil Kyungsoo menjawab.

***

Mobil Baekhyun berhenti didepan pintu gerbang rumah Chaesa. Dalam perjalanan tidak ada apapun yang dibicarakan. Baekhyun kembali menjadi sosok dingin, dan tidak peduli. Dia bahkan tidak peduli ketika Chaesa sudah sangat kedingingan namun tetap saja Baekhyun menyalakan AC.

Namun Chaesa juga tidak mau peduli. Dia masih terlampau kesal hanya untuk berbicara dengan Baekhyun. Bagaimana pun juga dia merasakan seperi robot yang dijual di toko. Dengan harga mahal Baekhyun membelinya dan membawa remot control. Pertama dia datang pada Chaesa dan memaksanya untuk jadi kekasihnya. Lalu sekarang dia memperkenalkan Chaesa pada kedua orang tua Baekhyun agar menjadikan mereka sepasang tunangan. Itu menyebalkan. Sungguh Chaesa seperti merasakan telah menjilat air liur nya sendiri.

Chaesa melepaskan selfbelt nya dengan sangat cepat. Dia tidak bisa berlama lama bersama Baekhyun. Bahkan untuk melihat bayangan nya pun Chaesa sudah sangat muak.

“Kau tidak perlu mengatakan soal pertunagan kita pada keluarga mu. Kedua orang tuaku yang akan menceritakan nya besok” ucap Baekhyun dingin. Sama sekali tidak menatap Chaesa. Kedua tangan nya memegang erat stir kemudi.

Chaesa menghela nafas pelan. Dia keluar dari mobil Baekhyun lalu kembali menutupnya dengan kasar. Dia bahkan tidak mengucapkan ‘selamat malam’ atau sekedar mengatakan ‘terima kasih’

Baekhyun tidak terlalu memperdulikan nya. Dia meraih ponselnya. Sebenarnya ada satu hal yang membuatnya sangat marah. Sebelum dia mengantar Chaesa dia menerima sebuah pesan gambar. Sebuah foto yang membuat Baekhyun ingin sekali memukul mobil sport nya ini menggunakan pemukul baseball.

Ada seseorang yang mengirimi foto Jung Hyemi tengah berciuman dengan Kris. Sialan, Baekhyun merutuki dirinya sendiri. Kenapa dia harus merasa sangat kesal. Seharusnya dia biasa saja. Baekhyun memukul mukulkan kepalanya pada stir kemudi. Dia menarik nafas pelan lalu menghembuskan nya kasar. Tidak bisa terus seperti ini. Dia harus bertemu Kyungsoo. Dia pasti tahu apa yang harus Baekhyun lakukan.

***

Waktu telah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Rumah Kyungsoo terlihat sangat sepi. Kabar mengatakan kedua orang tuanya sedang ada urusan bisnis yang sangat penting, yang entah apa itu Baekhyun tidak tahu dan tidak mau tahu.

Baekhyun menjatuhkan tubuhnya dikasur bigsize milik Kyungsoo. Kyungsoo yang melihat itu hanya menghela nafas pelan. Mungkin dia tidak harus melanjutkan perusahaan milik ayah nya dan menjadi seorang psikolog. Setiap teman teman nya mendapat masalah mereka pasti akan datang kerumah Kyungsoo, jika tidak menginap mereka akan bermain game hingga pagi hari. Namun jika Kyungsoo mendapat masalah dia akan menguburnya baik baik dan akan menyelesaikan nya sendiri. Melihat kelakuan Kyungsoo Sehun malah dengan lancar mengatakan “Kyungsoo ya buat lah masalah. Selama ini kau yang selalu menjadi yang paling damai hidupnya”

“Baiklah katakan apa yang tengah terjadi. Hyemi atau Chaesa?” tanya Kyungsoo to the point. Baekhyun yang mendengar itu langsung mendudukkan dirinya. Dia menatap Kyungsoo lesu.

“Aku tidak mengerti dengan diriku” ucap Baekhyun gusar. Kyungsoo yang mendengar itu mendelik sebal.

“Aku pun” jawab Kyungsoo ala kadarnya.

Baekhyun mendesal pelan. Dia mulai menceritakan pada Kyungsoo tentang yang terjadi pada dirinya. Tentang bagaimana Hyemi menantangnya. Mengakan jika dia tidak dapat melupakan Hyemi. Memang betul faktanya seperti itu, namun dia mengatakan nya dengan nada mengejek. Seolah Baekhyun akan selalu terikat pada Hyemi. Lalu entah kebetulan atau bagaimana ada sosok Hyemi disana. Bagaimanapun alasan yang diberikan Baekhyun pada Suho waktu itu, alasan kenapa dia memilih Chaesa itu memang benar adanya.

Tapi dia masih bingung. Sebenarnya dia itu membenci Hyemi. Tapi demi tuhan dia ingin membunuh pria manapun yang mendekatinya. Tapi dia juga merasa sangat kesal ketika Chanyeol dekat dengan Chaesa. Itulah mungkin penyebab Baekhyun meminta pada kedua orang tuanya agar mereka segera bertunangan, agar teman teman nya tahu, dan agar Chanyeol tahu bahwa Chaesa itu miliknya.

Kedua mata Kyungsoo membulat seketika mendengar penuturan Baekhyun “Jadi selama ini kau tidak pernah mencintai Chaesa dan menjadikannya alat untu pelampiasan?”

Mendengar itu Baekhyun mengerutkan kening “Benarkah begitu?” tanya Baekhyun dengan bodohnya.

“Hei tentu saja. Kau bodoh atau bagaimana? Lalu bagaimana apa Chaesa mencintaimu?” Baekhyun bangkit dari posisi tidur nya. Dimenatap Kyungsoo sebentar.

“Aku rasa tidak”

“ Hei bagaimana bisa kau mengatakan seperti itu. Bagaimana jika dia benar benar mencintaimu? Lalu bagaimana dengan gadis kecil mu, kau akan melupakan nya begitu saja?”

Baekhyun terdiam, sial kenapa dia membahas masa lalu yang malah akan membuat masalah Baekhyun bertambah. Dia kembali ingat. Sosok gadis kecil berusia tujuh tahun. Dulu Baekhyun dan gadis itu berada dalam satu sekolah dasar. Dia ingat betapa berani nya gadis itu, betapa cantik dan manis wajahnya. Hanya satu hal yang dia takutkan yaitu serangga. Dia hanya lemah pada hal itu.

Penyesalan kembali memenuhi hati Baekhyun. Bagaimana pun juga dia adalah seseorang yang telah membuat gadis itu pindah sekolah. Baekhyun ingin sekali tahu bagaimana keadaan nya saat ini. apa dia masih hidup atau malah sudah tiada. Apa dia ingat Baekhyun atau tidak. Baekhyun ingin sekali tahu akan hal itu. Dia benar benar merindukan gadis nya.

“Kenapa kau jadi seperti ini? jangan pernah menyakiti perasaan wanita. Mereka benar benar sensitif” ucap Kyungsoo melembut. Baekhyun terdiam, mencoba mencerna setiap ucapan Kyungsoo. “Jika kau tidak benar benar mencintainya menjauhlah, jangan sampai rasa cinta itu tumbuh. Namun jika kau memang mencintainya, buatlah dia bahagia Baekhyun. Aku tahu kau bukan pemain wanita, ya kan?”

Ucapan Kyungsoo baru saja memenuhi kepala Baekhyun. Lalu apa yang harus Baekhyun lakukan. Haruskan dia mencintai Chaesa? Baekhyun mengacak rambutnya frustasi. Dia menjatuhkan dirinya diatas kasur dan menutup kedua matanya.

“Aku menginap ya”

“Aku sudah tahu jika akan jadi begini akhirnya”

***

Chaesa menatap setiap tetes hujan yang turun. Wajahnya begitu sulit diartikan, dia marah, kesal, sedih namun ada segaris rasa bahagia disana.

Dia terus ingat tentang bagaimana Baekhyun merayu kedua orang tuanya agar segera bertunangan. Ini memang gila. Baru beberapa hari Chaesa dekat dengan Baekhyun pria itu sudah lancang memaksa kedua orang tuanya agar segera menjadikan Chaesa tunangan Baekhyun. Sebenarnya apa yang Baekhyun inginkan. Dia ingin balas dendam karena masa lalu?

Jika begitu adanya harusnya kan dia, Chaesa yang melakukan itu bukan Baekhyun. Tiba tiba kepala Chaesa begitu pusing. Seperti memutar film. Bagain bagian masa lalu kembali terlihat. Chaesa jatuh. Dia mencengkram kepalanya dengan kedua tangan nya kuat kuat.

Pintu kamar Chaesa terbuka. Sosok wanita dengan perut yang sedikit buncit, dengan cepat dia berhambur kearah Chaesa. Wajah nya sangat cemas.

“Chaesa ya, wae geurae?” Chaerin mengusap lembut rambut Chaesa. Namun tidak ada jawaban dari Chaesa. Terlihat Chaesa merasakan sesak pada dadanya. Dengan gerakan cepat Chaesa berhambur kepelukan Chaerin.

“Eonni Baekhyun, eonni Baekhyun” ucap Chaesa terisak. Chaerin tidak mengerti.

“Ada apa dengan nya? Apa dia menyakitimu?” tanya Chaerin. Dengan gerakan cepat Chaesa melepaskan pelukan nya. Dia menggeleng cepat. Air matanya membanjiri wajah cantiknya. Chaerin merasa sakit. Bagaimana bisa adiknya bisa sekacau ini?

“Eonni, biarkan aku bertunangan dengan Baekhyun”

***

Keesokan harinya

20:24 KTS

Sehun duduk dengan tidak nyaman di kursinya. Nyonya Oh yang ada disampingnya terkekeh kecil. Betapa lucu anaknya ketika gugup seperti itu. Sebenarnya dia tidak gugup, sebenarnya dia tengah memikirkan bagaimana caranya agar dia dapat kabur dari acara konyol ini.

“Kau gugup sayang?” tanya nyonya Oh. Sehun yang mendengar itu hanya mendelik sebal. Sebelumnya dia sudah menelfon Chanyeol agar membawanya pergi. Namun sepertinya  kedua orang tuanya mengetahui rencana itu sampai akhirnya ponsel Sehun disita. Dan terjebaklah dia disini.

Sehun terus menundukkan wajah nya. Hatinya sudah terlalu malas bahkan hanya untuk sekedar bernafas. Tiba tiba Sehun dikejutkan dengan ucapan ibunya itu.

“Yeobo, lihat itu mereka!” ucap Nyonya Oh yang berhasil membuat Sehun mendongakkan kepalanya.

Sungguh kedua matanya terlihat sepeti akan melompat dari kelopak matanya. Dia benar benar kaget melihat sosok wanita dihadapannya. Bukan karena kecantikan nya atau apa, namun  karena dia kenal betul siapa wanita yang ada dihadapannya.

Tidak seperti Sehun yang kaget melihat wanita itu, wanita itu malah bersikap biasa seolah dia sudah tahu dengan siapa dia akan dijodohkan.

“Ya tuhan Oh Sehun? Jadi ini anak kalian. Omo!” ucap Nyonya Do kegirangan. Nyonya Oh yang mendengar itu sempat kaget.

“Jadi kau sudah kenal dengan anakku?”

“Tentu saja. Dia sering bermain dengan Kyungsoo wah Kyumi ah kau pasti senang karena kau kenal dengan calon suami mu ya kan?”

Kyumi yang sedari tadi menunduk hanya mampu mendongakkan kepalanya lalu tersenyum kecil “Annyeong haseyo, naneun, Do Kyumi imnida”

Kedua orang tua Sehun menyuruh Kyumi duduk dihadapan Sehun dan tepat berada disamping ibu Sehun. Kelihatannya ibu Sehun benar benar senang. Buktinya dari tadi bibir nyonya Oh tidak henti hentinya mengulas senyum.

Sehun yang masih terlampau shock hanya mampu menatap Kyumi dengan sesekali berkedip.  Sebenarnya permainan apa yang tengah mereka main kan?

“Kyumi ah aku sudah mendengar semua hal tentang mu, tentang bagaimana kau dan Kyungsoo masih terus bertengkar, atau tentang bagaimana sikap mu yang unik itu. Kau tahu, sepertinya Sehun benar benar tertarik dengan mu buktinya dari tadi dia terus menatapmu” nyonya Oh menggoda Sehun. Kyumi menatap Sehun lalu tersenyum kecil.

Kedua mata sipit Sehun membulat sempurna. Sungguh demi apa, sudah bertahun tahun dia bermain kerumah Kyungsoo namun sungguh ini kali pertama Sehun melihat Kyumi tersenyum semanis itu. Biasanya dia melihat Kyumi tersenyum meremehkan atau senyum mengejek, atau senyum paksaan. Tapi sungguh ketika dia tersenyum dalam balutan mini dress itu dia sangat cantik.

Sehun berdiri dari kursinya, membuat semua orang menatapnya aneh. “Aku ingin mengajak Kyumi jalan jalan”

***

Entah apa penyebab yang telah membuat Chaesa berjalan keluar rumah sendiri malam malam begini. Sebenarnya ada satu hal, tapi Chaesa tidak yakin tentang itu. Chaesa ingin satu hal, Chaesa sangat ingin ada seseorang yang menghiburnya.

Tapi sungguh, Chaesa baru saja sadar. Dia tinggal di sebuah perumahan elit yang pasti orang orang sekarang ini kebih senang berada didalam rumah, bergelut dalam selimutnya dari pada bermain main diluar.

Kepala Chaesa benar benar terasa berat akhir akhir ini. terlebih karena seorang pria bernama Byun Baekhyun. Seorang pria yang sudah lancang mengacak acak hari nya, dan kehidupannya. Alasan kenapa Baekhyun melakukan itu pun Chaesa sendiri tidak tahu. 

Tanpa Chaesa sadar kini dia telah berada pada sebuah taman bermain. Tempat ini sedikit asing bagi Chaesa, tentu saja Chaesa ini merupakan orang yang tidak suka bermain. Dia berangkat pagi kesekolah, dan ketika jam pulang dia akan pulang, ketika masa liburan pun Chaesa tidak pernah pergi kemanapun. Dia lebih senang dirumah.

Sepertinya tempat ini sudah berada diluar kawasan Gangnam. Chaesa melihat sebuah ayunan. Bibirnya mengulas sebuah senyum kecil. Dia berjalan panjang panjang mendekati tempat itu. Dengan cepat dia duduk di ayunan berantai besi lalu mengayunkannya pelan.

Chaesa seperti mengalammi flash back. Ketika dia sekolah dasar dulu, tentu nya sebelum dia mengalami masa sulit dulu dia senang sekali pergi ketempat ini lalu bermain ayunan. Ah, seperti nya sekarang dia mulai ingat. Dulu dia adalah sosok anak pemberani yang ceria. Semua orang dikawasan gangnam bahkan mengenalnya. Dia salah satu anak yang ulet dan suka bermain. Dia ingat bagaimana dia menghabiskan hari nya ditempat ini. Chaesa ingat dulu dia sangat senang menggambar diatas tanah. Ada satu hal yang Chaesa senang gambar. Bukan gambar hewan ataupun gambar pemandangan, tidak juga gambar manusia. Yang Chaesa sering gambar adalah sebuah kalender. Ya Chaesa selalu menggambar kalender. Chaesa bilang dia ingin menjadi kalender, agar dia mampu mengingatkan semua orang tentang hari penting apa sekarang ini.

Chaesa tersenyum kecil. Dia membungkukkan tubuhnya. Dia menggambar sebuah kalender, sama seperti dulu dia kecil.

Chaesa mendongakkan kepalanya. Didapatnya sosok pria yang lucu tengah memandangi gambarnya serius. Chaesa membulatkan kedua matanya kaget. Buru buru Chaesa menghapus gambarnya dengan menggunakan telapak tangannya. Sosok bocah laki laki dihadapan Chaesa mengerutkan kening. Dia seperti nya tidak suka dengan apa yang baru saja Chaesa lakukan.

“Kenapa kau menghapusnya?” tanya bocah laki laki itu. Chaesa mengedipkan kedua matanya berkali kali. Aneh, tapi biasa nya dia akan menjelaskan panjang lebar tentang kenapa dia menggambar sebuah kalender.

“Itu gambar yang aneh” Chaesa bangkit dari posisi jongkoknya. Bocah laki laki itu ikut berdiri dan memandang Chaesa aneh.

“Tidak menurutku itu bagus. Aku suka gambar mu. Lain kali ajari aku gambar yang seperti itu!”

Senyum Chaesa memudar seketika. Apa baru saja dia telah memikirkan anak laki laki itu. Entah kenapa setiap kali dia memikirkan bocah itu, dia menjadi sosok yang lemah. Air matanya tiba tiba turun. Sungguh Chaesa merindukan pria itu. Kemana dia?

Kedua bahu Chaesa bergetar hebat. Dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Menahan agar isak tangis nya tidak terdengar oleh siapapun.

Pria bermata bulat itu tahu siapa yang tengah berjongkok sambil menangis disana. Dia ingin sekali menghampiri nya dan setidak nya mengihiburnya. Tapi hey! Dia tidak berhak melakuakan itu. Pria itu tahu, pasti Chaesa akan segera pergi tanpa menghiraukannya.

***

Sehun dan Kyumi berjalan berdua diatas sebuah jembatan yang tak jauh dari lestoran tadi. Selama perjalanan Sehun dan Kyumi sama sama saling bungkam. Jujur, Sehun sangat kaget, kenapa biasa seperti ini. bagaimana bisa dia akan bertunangan dengan adik dari Do Kyungsoo, sahabatnya sendiri?

Sehun menghentikan langkahnya pada sebuah pegangan jembatan. Melihat itu Kyumi ikut berhenti dan ikut menyandarkan dirinya pada pegangan jembatan yang terbuat dari kayu.

“Kyungsoo tidak ikut?” tanya Sehun akhirnya. Kyumi tersenyum kecut lalu menggelengkan kepalanya pelan. Entah kenapa Sehun merasakan sakit, tidak biasa nya Kyumi seperti ini. wanita ini biasanya akan membalas setiap ucapan orang lain dengan kata kata dingin dan menyebalkan. Tapi sekarang  wanita itu hanya tersenyum kecil dan membalas seadanya.

“Kenapa kau menerima perjodohan ini. apa kau menyukaiku?” tanya Sehun akhirnya.  Sungguh, pertanyaan yang dari tadi ada dikepalanya hanya lah satu. Kenapa seorang Do Kyumi menerima perjodohan konyol ini.

Kyumi menghela nafas pelan “Kau tahu kan, aku bukan anak kandung dari keluarga Do. Mereka telah merawatku, menjaga ku dan membimbingku seperti anak mereka sendiri. Bahkan rasa sayang mereka pada Kyungsoo sama seperti padaku”

Sehun menatap Kyumi sambil mengerutkan kening. Mungkinkah arah pembicaraan nya adalah, balas budi?

“Mm, kau benar, aku membalas budi pada mereka. Aku tahu ini konyol dan sangar merugikan mu, tapi sungguh hanya ini yang dapat aku lakukan pada mereka” suara Kyumi terdengar makin menyedihkan. Sehun menelan ludahnya. Dari cerita cerita yang dia dengar dari Kyungsoo, Kyumi ini benar benar sosok yang sangat menyedihkan. Tapi dia benar benar tahu bagaimana dia mampu menyembunyikannya.

“Aku tahu, kau pasti sangat tidak suka dengan keputusan ku. Tapi kenapa kita tidak mencoba untuk saling memahami satu sama lain. Setidaknya, jika kita gagal kita sudah pernah mencoba nya, dan jika kita berhasil aku benar benar sangat senang”

Sehun membulatkan kedua matanya tidak percaya. Apa dia bilang? Dia baru saja mengatakan untuk memulainya bersama Sehun?  Kyumi menatap Sehun lalu tersenyum manis. Sangat manis yang membuat kedua lutut Sehun lemas. Kenapa wanita aneh ini menjadi begitu manis disaat yang salah.

“Mulai sekarang, Oh Sehun dan Do Kyumi adalah sepasang kekasih”

***

Baekhyun menatap mendongakkan kepalanya. Langit gelap bertabur bintang. Sungguh dia benar benar bingung dengan dirinya sendiri. Sebenarnya kenapa dengan dirinya ini?

Jung Hyemi, adalah mantan pacar nya. Sungguh dia benar benar mencintai Jung Hyemi, namun setelah beberapa bercaran dia putus dengan alasan Hyemi hanya ingin menjadikan Baekhyun sebagai salah satu daftar pria yang akan menjadi mantan kekasih nya.

Apa Baekhyun masih menyukai Hyemi sampai sekarang? Sungguh, Baekhyun sangat ingin mengatakan jika dia TIDAK mencintai Jung Hyemi. Namun entah kenapa jika Hyemi begitu dekat dengan laki laki lain Baekhyun sangat ingin memukul laki laki itu dengan tangan nya sendiri.

Baekhyun menghela nafas pelan, ada seorang wanita lagi yang membuat Baekhyun tidak dapat tenang. Shim Chaesa. Entah keberanian dari mana Baekhyun langsung memaksanya untuk bertunangan. Tapi sungguh, Baekhyun sangat benci ketika melihat Chanyeol dekat dengan Chaesa. Entah ini obsesi atau apa tapi Baekhyun ingin Chaesa menjadi miliknya..

_TBC_

 

30 thoughts on “(Part 5) You Don’t Know everything [freelance]

  1. apa laki2 kecil itu Baekhyun ya? trus gadis kecil yg disukai Baekhyun itu Chaesa? wah itu jodoh..semoga mereka jadi tunangan dan tahu kalau mereka temen masa kecilnya. kyungsoo kelihatannya suka ama kyumi, next chap thor..jadi penasaran , authornya daebak!!

  2. Annyeong..!!! ^^
    Aku reader baru di sini.. Salam kenal ^^
    Aku udah baca dari part 1 sih sebelumnya tapi aku baru ninngalin comment aku di part ini doang sih.. Nanti aku bakal comment di part2 selanjutnya ^^
    Ff nya keren dan nge buat penasaran yang jelas._.
    Next part nya jangan lama2 ya thor ^^
    Semangat!
    #sekian

  3. ah Baek egois nc, ksian Chaesa donk klo gthu…
    tp sbnernya Baek spertinya suka sma Chaesa, hnya z dia blum sdar…aplgi lw nnti dia inget bhwa Chaesa adlh yeoja kcil d msa lalu yg slalu diingt nya…
    q tnggu lnjtnnya ya thor, klo bsa jgn lma2 ya, hwaiting !🙂

  4. Teman masa kecilx Baekhyun itu Chaesa kan?? Wah bakalan tambah seru ni.
    Apalagi ktambahan couple Sehun-Kyumi.
    Next chap jgn lama” y thor n klu bisa lebih panjang ceritax..hwaiting!

  5. Sebelumnya maaf, thor, dri kmren2 aku udh minta pw yg chap 13nya tpi blm di jwb2😦 jwb please.. Pgn cpt baca xD aku juga udh ngomong gini di wp author lhoo.. Di yg chap 12 nya juga aku udh ngomong *ngesok* sebelumnya klo author lupa aku siapa, aku chojihyun21 yg suka baca ff author di saykoreanfanfiction #gaadaygpeduli xD. Okey2, aku minta maaf klo nntut author, cuma ga sabar baca chap 13nya ;D

  6. bagaimana kalau mereka berdua tau bahwa mereka telah saling mengenal sejak berjumpa di taman bermain.
    mudah-mudahan hubungan baekhyun dan cheonsa benar-benar serius tanpa ada gangguan dan menyakiti perasaan masing-masing.
    fighting buat pasangan sehun-kyuminya mudah-mudahan langgeng ya.’
    aku berharap bahwa baekhyun dan cheonsa bisa terikat oleh suatu ikatan yang tak dapat memisahkan mereka.
    next chapternya cepatan ya thor..
    penasaran ni thor.
    keep writing!!!!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s