Diposkan pada 123adinda, Baek Hyun, Chapter, Comedy, fluff, friendship, SCHOOL LIFE

MY KISS, MY DESTINY (chapter 5)

♥ Tittle: MY KISS, MY DESTINY (chapter 5) ♥

untitled-3

♥ Author: Dindong L.Kim (@adinda_elements) ♥

Main Cast :

–         SEO SANG AKH (OC)

– BYUN BAEKHYUN

–         OH SEHOON

Support Cast :

        – DO HWE JI (Ulzzang)

        – DO KYUNGSOO

–         Akan bertambah sesuai chapternya

Genre: Romance, Fluff, Friendships, Marriage live (masih belum).

Ratting: PG 16 + / Teen

Length: Chaptered

Disclaimer:

THIS FF IS MADE BY DINDONG L.KIM 😀 all cast hanya saya pinjam untuk dijadikan pemeran di FF ini.PLAGIATOR ?? JUST GO AWAY ^_^ AND SILENT READERS ?? IT’S OK, BECAUSE OF YOU,MAYBE I CAN’T CONTINUE TO WRITE THIS FF ^_^ ALUR IS PURE MINE 🙂

Dindong Notes :

Sorry for typos ^_^

Warning : Typo bertebaran 🙂

Preview last Chapter :

“TOK TOK TOK” Sang Akh menoleh kearah pintu kamar.

“apa kau sudah selesai ? aku lupa memasukkan seragam basahku ke dalam tumpukan kain kotor” Sang Akh mengiyakan dan segera membuka pintu. Tapi, lagi – lagi sebuah hal tak terduga terjadi.

Disaat Sang Akh hendak membuka pintu kamar Baekhyun, sebuah petir besar datang dengan suara yang besar. Sang Akh terperanjat kaget ditambah lampu rumah Baekhyun juga mati di detik selanjutnya. How Perfect Sang Akh life.

‘aku merasa seperti mencium sesuatu yang lembut’ gumam Sang Akh di dalam hatinya. ia benar – benar ingin berteriak sekarang, namun tampaknya bibir Sang Akh sedang berbenturan dengan sesuatu. Sehingga, Sang Akh mengurungkan niatnya untuk bergerak sampai lampu hidup kembali.

KLIK” Akhirnya lampu rumah Baekhyun hidup kembali dan disaat itulah Sang Akh baru mengenali apa yang sedang ia cium. Ia sedang mencium –bibir Baekhyun. Mata Sang Akh membesar dan ia segera melepaskan ciuman tak sengaja itu. Baekhyun yang notabene sebagai korban dalam insiden ini tak bisa berbuat apa – apa. ia masih merasakan sentuhan lembut itu dibibirnya. Sulit baginya untuk marah pada Sang Akh, karena jujur. Ia menikmatinya—

| Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5

-Author Side-

Sang Akh menutup mulutnya, membungkam bahkan kalau ia bisa menyumpalnya ia akan melakukan itu. tapi, kalau dipikir – pikir tindakan itu agak berlebihan. “maaf” tuturnya dengan suara yang teredam. Ia menampakkan raut wajah menyesal karena telah melakukan sebuah tindakan yang fatal. Ya, walaupun tindakan itu terjadi dengan tidak sengaja.

Sumpah demi apapun, jika Sang Akh memiliki kemampuan berteleportasi ia sangat ingin menjauh dari hadapan Baekhyun saat ini. “Baek ?” Sang Akh menatap Baekhyun yang sama sekali tidak memperlihatkan ekspresi terkejut atau semacamnya. Pemuda itu malah berlalu dari hadapan Sang Akh dan memungut baju sekolahnya yang basah. Kemudian ia kembali keluar dari kamarnya.

Heol~ Sang Akh benar – benar seperti berbicara dengan batu sekarang. jangankan berkata tidak apa – apa atau kau jangan merasa bersalah. Mengeluarkan huruf A saja ia tampak enggan. Sang Akh berkacak pinggang. Ia merutuk bahkan mengumpat dengan ekspresi Baekhyun yang tak semestinya. Ia heran, ternyata di dunia ini masih saja ada orang yang wajahnya datar seperti Baekhyun.

Tapi, di dalam hatinya Sang Akh masih merasa bersalah. “Baekhyun mempersulit semuanya” dengan gontai, Sang Akh berjalan mengikuti Baekhyun. Ia bertekad untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini.

~~~

Baekhyun meletakkan bajunya ke dalam mesin cuci, lalu berjalan menuju dapur. Ia mengambil segelas air untuk diminum pastinya. Setelah itu ia bersender pada pentry dapur. Pikirannya melayang kala itu. ia menatap kosong air gelasnya yang tinggal setengah.

Bayangan wajah Sang Akh dan betapa lembutnya bibir gadis itu kembali terlintas di benaknya. Dengan cepat, Baekhyun menggelengkan kepalanya. Ia benar – benar tak habis pikir dengan kinerja otaknya yang tiba – tiba berantakan hanya gara – gara sebuah ciuman. ‘ini gila’ rutuk Baekhyun. Ia langsung menghabiskan air minumnya.

“maaf” baru saja Baekhyun berbalik, ia telah mendapati gadis itu di depannya. Gadis yang beberapa hari ini membuat sebuah perubahan dalam hidupnya. Baekhyun terkejut dan mendorong kepala Sang Akh dengan tangan kanannya.

“aku lelah” Sang Akh kembali melongo. Baekhyun lagi – lagi tak mengindahkan permintaan maafnya. Hei, apa pemuda itu benar – benar hidup ? bahkan sekedar mengatakan ‘sudahlah, jangan dipikirkan’ saja Baekhyun tak ada. Ughh~ dasar kulkas berjalan.

“Baek, sungguh.. yang tadi itu.. aku tak sengaja” Sang Akh yang gerah dengan sikap Baekhyun tak pantang menyerah untuk meminta maaf. Ia mengejar Baekhyun, mengekor di belakang pemuda itu. Baekhyun tak bergeming, ia masih berjalan menuju kamarnya.

“Baek ?” “Dengarkan aku dulu Baek!!!” Sang Akh menarik pergelangan tangan Baekhyun kuat. Membuat Baekhyun berbalik dan “CHU~” bibir Baekhyun berhasil mendarat di pipi Sang Akh. Mata Sang Akh bulat membesar, sama halnya dengan Baekhyun. Keduanya sama – sama terkejut dengan kejadian yang sedang berlangsung. Bukannya buru – buru menjauh, Baekhyun malah merasa tubuhnya menempel pada Sang Akh. Bak magnet yang disatukan.

“HUAAA~” Berhasil. pekikan Sang Akh berhasil membuat Baekhyun menjauh. Gadis itu benar – benar terlihat sangat bodoh sekarang.

“Baek aku—”

“hujan di luar masih deras, aku megizinkanmu menginap di sini, di kamar tamu. Jangan pikirkan hal bodoh lagi, anggap semua yang terjadi hanyalah mimpi” Baekhyun menyudahi perkataannya masih dengan raut wajah datarnya. ‘BRAKK~’ Ia menutup pintu kamarnya dengan cukup kuat sehingga menimbulkan suara yang bergema. Sang Akh mengangguk mengerti, wajahnya masih mengisyaratkan kalau ia sedang berada dalam keadaan jiwa yang terguncang. Sang Akh memegang pipi kanannya.

“ini juga yang pertama” gumamnya.

~~~

“Sang Akh. Seo Sang Akh..” Baekhyun memanggil atau lebih tepatnya membangunkan Sang Akh. Ia bahkan tak habis pikir, kenapa Sang Akh masih nyaman berada di tempat tidur sementara sekarang adalah saat yang tepat untuk pergi ke sekolah. Hei, apa gadis ini berniat untuk membolos ?

“sebentar lagi ayah, aku masih mengantuk” Sang Akh menarik selimut sampai menutupi kepalanya. Ia benar – benar susah untuk dibangunkan. Ia bahkan mengira bahwa yang membangunkannya adalah ayahnya. Andai saja ia tahu siapa yang membangunkannya, Sang Akh pasti sudah bangun sejak tadi.

“Sang Akh..” Baekhyun kembali memanggil. Ia memang tak melakukan kontak fisik untuk membangunkan Sang Akh karena itu akan berbahaya nantinya.

“20 menit, aku janji.” Sang Akh mengeluarkan tangan kanannya dan membentuk angka dua. Baekhyun menghela napas. Ia benar – benar frustasi jika dihadapkan dengan Sang Akh. Sudah 17 tahun ia hidup, tapi baru kali ini ia bertemu dengan spesies seperti ini.

“Bodoh, ini bukan negeri dongeng” Sang Akh terkejut bukan kepalang. Ia langsung menyingkap selimut dan tampaklah sosok Baekhyun di samping ranjangnya. Sang Akh merutuk di dalam hatinya, ia benar – benar lupa kalau semalam ia menginap di rumah Baekhyun karena derasnya hujan. Ia bahkan merasa malu karena telah menyamakan suara Baekhyun dengan ayahnya sendiri.

“Pagi” Sang Akh menyapa Baekhyun dengan tampang konyolnya seraya menaikkan sebelah tangannya. Baekhyun tak membalas, tatapannya masih sama dengan sebelumnya. Sang Akh menurunkan tangannya, ia merasa seperti sedang berbicara dengan batu. Keadaan hening terjadi. Keduanya masih betah menatap objek di depannya,hingga manik hitam mata Baekhyun bergerak dan berhenti pada jam dinding yang ada di atas pintu.

Sang Akh tersenyum *berusaha tersenyum manis lalu mengikuti arah pandangan Baekhyun. Setelah melihat jam yang menunjukkan pukul 7, Sang AKh kembali melihat Baekhyun. Pikirannya ternyata masih belum normal, liatlah kelakuannya sekarang. ia bahkan kembali tersenyum konyol pada Baekhyun. Hei, apa Sang Akh tidak melihat jarum pendek jam yang telah menunjuk angka tujuh ? astaga, gadis ini benar – benar -_- Baekhyun yang tak bergeming membuat Sang Akh kembali melemparkan tatapannya pada jam dinding.

“ASTAGA, ITU JAM TUJUH ? HUAAAAA~ AKU AKAN TERLAMBAT..”

Akhirnya gadis itu sadar. Ia panik bukan kepalang. Sang Akh turun dari ranjang secepat mungkin, ia lalu menyambar handuk yang terletak tak jauh dari ranjang. Namun, ketika ia hendak masuk ke dalam kamar mandi, Sang Akh kembali teringat kalau ia belum membersihkan tempat tidur. Ia kembali dan baru saja ia ingin memulai membersihkan tempat tidur, ia kembali teringat kalau bukunya belum tersusun. Lagi – lagi ia berlari menuju meja belajar yang ada di kamar itu.

“sebenarnya, apa yang ingin kau lakukan ?” Sang Akh berhenti mengutak – atik buku yang ada di meja belajar itu. ia berbalik dan menatap Baekhyun marah. “Kenapa kau baru membangunkanku ? apa kau tidak tau ? aku akan dimakan hidup – hidup oleh guru Kyu jika datang terlambat” ia bersedekap dada, berlagak seolah –olah ia sedang marah pada Baekhyun.

“jadi ? itu bukan urusanku dan satu lagi. ini rumahku, kau seharusnya pulang, mandi, menyusun bukumu dan berangkat ke sekolah” Sang Akh ternganga. Apa yang Baekhyun katakan memang benar. Heol~ kenapa ia baru menyadari kalau sekarang ia berada di rumah Baekhyun. Pantas saja sedari tadi ia tidak menemukan buku pelajarannya di meja belajar.

“baiklah, aku akan pulang.. tapi, kewajibanku untuk membersihkan tempat tidur ini” Sang Akh berjalan mendekat menuju ranjang yang semalam ia tiduri. Namun, ketika ia hendak membersihkannya. Baekhyun mencegat.

“kau pulanglah. Masih ada waktu” Sang Akh menoleh dan sekarang ia bisa menatap Baekhyun dari jarak yang cukup dekat. Oh Tuhan, andai waktu bisa berhenti, Sang Akh sangat ingin mengabadikan wajah Baekhyun dari jarak sedekat ini.

“tapi—”

“pulanglah~” seakan terhipnotis oleh tatapan Baekhyun, Sang Akh mengangguk dan melepaskan tangannya dari pinggiran tempat tidur itu. setelah Baekhyun melepaskan kontak fisiknya, Sang Akh mundur perlahan.

“maaf telah merepotkanmu Baek” Sang Akh membungkukkan badannya lalu berbalik dan mulai merajut langkah untuk kembali ke rumahnya. Baekhyun yang melihat kepergian Sang Akh hanya menggeleng pelan.

“aku tak menyangka ternyata orang seperti Sang Akh masih bisa bertahan hidup” Baekhyun bergumam pelan lalu mulai membersihkan tempat tidur yang Sang Akh tiduri semalam. Ketika sedang membersihkan tempat tidur, Baekhyun tak sengaja menemukan sebuah anting berwarna perak dengan mainannya yang berbentuk boneka.

“Bodoh” ucap Baekhyun dan memasukkan anting itu ke dalam saku almamater sekolahnya. Ia lalu keluar dari kamar tamu.

~~~

“Sang Akh ? kau ?” Sehun menatap aneh pada Sang Akh. Alisnya terangkat sebelah dan mulut mungilnya juga ikut terangkat ke satu sisi ketika melihat Sang Akh yang datang dengan keadaan yang.. “kau korban badai mana ?” itulah menurut Sehun tampang Sang Akh saat ini.

“kau tau, butuh waktu 10 menit bagiku untuk bersiap – siap pergi ke sekolah hari ini dan untungnya semua sudah kulakukan. Kau tidak akan tau betapa hebatnya sahabatmu ini Oh Sehoon” Sang Akh menyengir. Ia bersyukur karena gurunya *Guru Kyu belum masuk ke dalam kelas. Sementara Sehun, ia hanya menggeleng pelan mendengar pujian sahabatnya yang ditujukan untuk dirinya sendiri.

“tapi semuanya tampak berantakan” Sehun menutup komik yang ia baca beberapa saat lalu. ia lantas meletakkannya di atas meja dan tangannya yang putih itu telah mendarat di kepala Sang Akh di detik berikutnya. Sekedar membersihkan rambut Sang Akh yang berantakan. Sang Akh menatap Sehun dan ikut serta melakukan apa yang Sehun lakukan dengan rambutnya.

“terima kasih, kau memang sahabat terbaik yang kumiliki” Sang Akh tersenyum manis seraya menggenggam tangan Sehun.

“aku baru tau kalau kau penyuka musik rock” Sang Akh menyipitkan matanya. ia benar – benar tak mengerti dengan apa yang Sehun katakan.

“maksudmu ?”

“ya, itu karena kau hanya memasang satu antingmu” Sang Akh terkejut dan buru – buru meraba telinganya.

‘kemana perginya ?’ gumam Sang Akh dengan tangan yang masih memegang ujung telinga kirinya.

~~~

“Baiklah anak- anak, bapak rasa kalian mengerti dengan tugas yang bapak berikan dan satu lagi, kalian harus ingat kalau ini tugas kelompok. Jika ada yang tidak berpartisipasi dalam pembuatan tugas ini, Bapak tidak akan segan – segan mencantumkan huruf F di laporan tugas kalian. Mengerti ?”

“YA PAK!” Semua siswa kelas F menyerukannya kata Ya dengan kuat. Dan bel pulangpun berbunyi setelah itu. guru Song keluar dari kelas F dan siswa kelas F mulai sibuk dengan kelompok masing – masing. Begitu pula halnya Sang Akh. Ia dikelompokkan dengan tiga gadis cantik di kelasnya, yakni Bae Suzy, Son Naeun dan Kim Soohyun.

“jadi, kapan kita akan mengerjakan tugas ini ?” Sang Akh yang semangat akan tugas yang guru Song berikan. Ia langsung menghampiri anggota kelompoknya. Namun, berbeda dengan Sang Akh. Kelompok belajar Sang Akh tampak enggan dan malas untuk mengerjakan tugas itu.

“Semuanya, aku minta maaf. Sungguh, aku harus menemani ibuku pergi ke rumah sakit hari ini. Kalian mau mengerjakannya dengan namaku sebagai orang yang turut ikut mengerjakannya kan ?” itu permintaan Suzy. Sang Akh dan dua gadis lainnya menatap suzy. “tak apa. kau boleh pergi. semoga ibumu cepat sembuh ya :)” Sang Akh menepuk bahu Suzy pelan. Gadis itu lantas mengeluarkan senyumnya. “terima kasih Sang Akh, kau memang teman yang baik” Sang Akh mengangguk.

“pergilah, mungkin ibumu telah menunggu kepulanganmu” Suzy mengangguk lalu pergi meninggalkan kelompoknya. Di luar kelas, Suzy tersenyum senang dan bersyukur dengan kebodohan Sang Akh yang mau pecaya dengan alasan klasiknya.

Sekarang tinggallah tiga orang di kelompok Sang Akh, namun—

“Sang Akh maaf, hari ini jadwal kursus bahasa jepang ku dimajukan menjadi jam 6 dan kurasa aku tidak bisa membuat tugas ini bersama. Kau mau membantuku, bukan ? aku tidak ingin mendapat nilai F hanya gara – gara tidak mengerjakan tugas ini. Kumohon~” ini permintaan Soohyun. Sang Akh yang sebenarnya merasa keberatanpun tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya mengangguk pelan lalu memperbolehkan Soohyun untuk tidak mengerjakan tugasnya. Dan sekarang tinggallah Naeun dan Sang Akh..

“Naeun-a, kurasa kita bisa membuat tugas ini di—”

“Yeoboseyo ? Oppa ? kau sudah pulang ?” Sang Akh mengernyit. Baru saja ia ingin mengajak Naeun mengerjakan tugas bersama – sama, namun gadis itu tampaknya juga memiliki urusan.

“maaf Sang Akh, kakakku baru pulang dari Belgia dan karena orang tua ku sedang dinas ke luar negeri kurasa hanya aku yang bisa menjemputnya di bandara. Eumhh, apa kau ?” Sang Akh mengangguk dan kembali mengulas senyum.

“pergilah” Naeun senang dan ia langsung pergi meninggalkan Sang Akh. “sendiri tak masalah” Sang Akh memasukkan buku- bukunya ke dalam tas dan ia segera meninggalkan ruang kelas F yang telah menyisakan beberapa murid yang sedang mengerjakan tugas dari guru Kang.

~~~

“astaga, ini apa ?” Sang Akh memaju dan memundurkan buku tugasnya. Ikatan rambutnya yang telah lari kemana – mana mengisyaratkan kalau ia sama sekali tak mengerti dengan angka – angka yang tertulis di lembaran buku itu.

“DRRT DRRT” Handphonenya berbunyi. Dengan cepat, Sang Akh mengangkat telfon itu. berharap yang menelfon adalah..

“Yeoboseyo ?”

“Yeoboseyo, Sang Akh.. kau sudah mengerjakan tugasmu ?” Sang Akh menautkan alisnya. Yang menelfon adalah Sehun dan ia tak tau ingin menjawab apa. jika ia mengatakan belum, semua anggota kelompoknya berada di dalam bahaya. Tapi, jika ia mengatakan sudah.. riwayat kelompoknyalah yang akan tamat.

“Eumhh, Sehun itu—-” Sang Akh memberi jeda ucapannya.

“ya ?”

“apa kau bisa menelfonku sebentar lagi ? kami sedang mengerjakan tugas itu sekarang” Sang Akh berbohong dan jujur, sangat sulit baginya untuk mengeluarkan kata – kata itu dari mulutnya.

“Oh, maaf jika aku mengganggu. Fighting untuk tugasmu, jangan terlalu keras berfikir. Bisa – bisa kau botak keesokan harinya” “kau ada – ada saja, aku tidak akan botak.. terima kasih untuk kata semangatnya ^_^ Annyeong~” Sang Akh buru – buru menutup sambungan telfon Sehun. Setelah itu, ia kembali melihat soal – soal yang tertera di buku tugasnya.

“ABRAKADABRA~” Sang Akh memantrai bukunya dan tetap saja buku itu masih kosong. Sang Akh kesal dan mengeluarkan ekspresi -_-

“ALAKAZAMMM~” Lagi – lagi Sang Akh berbuat bodoh. Ia kembali memantrai bukunya, namun tetap saja buku itu kosong. Sang Akh mengumpat di dalam hatinya, jika ia bisa melempar buku itu jauh – jauh dan mengatakan pada guru Song kalau bukunya hilang ditelan anjing. Ia pasti akan melakukannya.

Tapi, hei!! Ini bukan negeri dongeng dan buku yang di telan seekor anjing ? Haha, Sang Akh pasti akan menjadi bahan lelucon selama sebulan oleh teman – temannya. Belum lagi resiko mendapatkan nilai F untuk tugas ini. Sudah cukup bagi Sang Akh untuk mendapatkan nilai F. ia bahkan memiliki sebuah laci yang penuh akan kertas ulangan yang bernilai seperti itu. sungguh, Sang Akh sangat mendambakan agar suatu saat nilainya yang tertera di kertas bukanlah F melainkan A. Namun tetap saja nilai A hanyalah khayalan semata yang Sang Akh miliki. Jangankan mendapatkan nilai A, nilai C saja sangat sulit Sang Akh dapatkan. Sang Akh mulai menyerah dengan tugasnya. Sang Akh merebahkan kepalanya di atas buku tugasnya.

Pikirannya melayang, andai ia sepintar Baekhyun. Mungkin hidupnya tak akan sesulit ini.

“Baekhyun ? Aha~ kurasa ia bisa membantu” kepala Sang Akh kembali berdiri ketika mengingat Baekhyun. Sungguh, ia baru ingat kalau jarak rumahnya dengan Baekhyun tidak terlalu jauh dan lagi, Baekhyun merupakan siswa paling pintar di sekolah. Mungkin hanya ini satu – satunya jalan yang Sang Akh miliki.

Sang Akh segera membersihkan buku tugasnya dan ketika ia hendak membuka pintu kamarnya, pikiran gadis itu telah lebih dulu melayang. ia membayangkan kejadian malam itu. malam dimana first kissnya terjadi. Sang Akh menarik tangannya agar menjauh dari ganggang pintu. Niatnya untuk bertemu Baekhyun tiba – tiba luntur. Ia tidak ingin terlihat lebih bodoh lagi di depan pangrannya.

‘—Aku tidak ingin mendapatkan nilai F hanya gara – gara tugas ini–’ potongan perkataan Soohyun semakin membuat Sang Akh bersalah jika tidak mengerjakan tugas kelompoknya. Dengan keberanian dan rasa malu yang dikubur dalam – dalam, Sang Akh pergi. pergi menemui Baekhyun.

~~~

Sang Akh telah tiba di pintu depan rumah Baekhyun. Ia ragu ingin memanggil Baekhyun. Bagaimana jika Baekhyun sudah tidur ? Heol~ dia pasti akan marah – marah pada Sang Akh dan selanjutnya ia akan kembali mengatai Sang Akh bodoh. Sang Akh menggeleng pelan. Ia harus melakukan ini demi kelompoknya.

‘FIUHH~’ Sang Akh menghembuskan nafas gusarnya dan..

‘TOK TOK TOK’ Ia akhirnya mengetuk pintu rumah Baekhyun. Sang Akh memang tak berniat untuk memanggi Baekhyun. Ia terlalu takut untuk melakukan itu.

‘TOK TOK TOK’ Lagi Sang Akh mengetuk pintu rumah Baekhyun. Sudah 10 menit ia menunggu dan mengetuk rumah Baekhyun. Namun, pemuda itu tak kunjung menampakkan dirinya. Sang Akh kemudian mengintip sela – sela jendela rumah Baekhyun. Gelap. Sepertinya Baekhyun sudah tertidur, pikir Sang Akh.

Dengan hati yang miris, Sang Akh mengurungkan niatnya untuk meminta pertolongan pada Baekhyun. Sang Akh berbalik dan berjalan meninggalkan rumah Baekhyun. Ia sangat takut untuk masuk ke sekolah esok harinya. Itu karena, ia tak ingin dimarahi oleh guru dan teman kelompoknya. Sang Akh berharap ia bisa tertidur dan tidak bangun besok pagi. Namun, sepertinya itu hanya asumsi bodoh yang Sang Akh miliki.

“Seo Sang Akh ?” mata Sang Akh bulat membesar ketika mendengar suara itu. Sang Akh tersenyum dan berbalik. Di pintu itu, ia melihat Baekhyun yang sepertinya baru bangun dari tidurnya. Dalam hatinya Sang Akh merasa bersalah karena telah mengganggu waktu tidur Baekhyun.

“Oh Malaikatku~” Sang Akh berlari kecil menuju Baekhyun. Rasa senang hatinya tidak bisa dipungkiri kali ini. Baekhyun yang sudah terbiasa dengan tingkah konyol Sang AKh hanya menatap gadis itu datar.

“apa yang kau lakukan disini ? ini sudah jam…” Baekhyun melirik jam dinding yang berada di samping pintu rumahnya. “2 pagi” Sang Akh menggaruk tengkuknya. Ia tau ini keterlaluan, tapi.. sebuah keharusan yang mendorong Sang Akh untuk melakukan ini. Jika saja ini tugas individu, dengan senang hati Sang Akh tidak akan membuatnya jika tak mengerti.

“ini” Sang Akh menaikkan buku tugasnya hingga tepat berada di depan wajah Baekhyun.

“bantu aku, kumohon” Sang Akh menangkupkan kedua tangannya. Ia benar – benar berharap dengan kebaikan hati Baekhyun sekarang.

“aku berjanji tidak akan mengganggumu. Kumohon~” Sang Akh mengeluarkan wajah mengibanya. Biasanya trik wajah ini berhasil pada Hwe Ji dan Sehun.

“aku tidak mau” Sang Akh tercengang.

“ ini sudah terlalu larut. Aku tidak ingin waktu tidurku berkurang” Baekhyun menatap Sang Akh datar.

“Baek, kumohon” Sang Akh kembali menangkupkan kedua telapak tangannya. Berharap Baekhyun mau berubah pikiran. Tapi, pemuda itu tetap saja mengatakan tidak.

“aku ingin tidur” Baekhyun menutup pintu rumahnya. Namun, Sang Akh mencegat. Ia menahan pintu rumah Baekhyun supaya tidak tertutup.

“bantu aku Baek. Kumohon~”

“pulang!” Sang Akh menggeleng. ia tak ingin pulang sebelum tugasnya selesai. Sekarang ini keinginan Sang Akh hanya satu, yaitu : ‘tugasnya harus selesai malam ini ’ Acara tarik menarik pintupun tak terelakkan. Baekhyun tak menyangka jika Sang Akh memiliki tenaga yang cukup kuat. Buktinya, gadis itu mampu menyeimbangkan kuatnya tenaga Baekhyun. Tapi tetap saja, dimana – mana pria lebih kuat daripada wanita.

“Kriett (?)” Bekhyun berhasil menutup pintu namun ia tak sengaja menjepit jari tangan Sang Akh yang menghalangi. Dengan berat hati, Baekhyun kembali membuka pintu untuk melihat keadaan jari tangan Sang Akh. Tak tau kenapa, tapi Baekhyun merasa kasihan ketika melihat Sang Akh yang sudah terduduk lemas seraya memegang jari tangan kirinya yang terjepit.

Baekhyun ikut serta mendudukkan dirinya. Ia melihat air mata Sang Akh yang telah merembes keluar. Rasa bersalahpun menggerogoti hatinya. “

maaf” Baekhyun mengambil tangan Sang Akh dan menghembusnya pelan. Sang Akh yang melihat perlakuan manis Baekhyun itu tak tau ingin melakukan apa. ia bahkan lupa dengan tugasnya. Kejadian ini sangat manis bahkan lebih manis dari ciuman pertama.

“baiklah, aku akan membantumu” Sang Akh menegakkan kepalanya. Ia tersenyum melihat wajah Baekhyun yang emotnya masih sama seperti sebelumnya.

“terima kasih” timpal Sang Akh.

“tapi, kita harus memerban ini dulu” Sang Akh mengangguk dan Baekhyun mempersilahkan Sang Akh masuk ke dalam rumahnya. Setibanya di dalam rumah, Baekhyun mendudukkan Sang Akh di salah satu kursi ruang tamunya. Kemudian pemuda itu pergi dan kembali lagi dengan kotak P3K di tangannya. Ia duduk di bawah Sang Akh dan kembali memegang tangan gadis itu.

“Argh~” Sang Akh merintih kesakitan ketika obat merah yang Baekhyun tetesi sampai di jari tangannya yang memar gara – gara terhimpit pintu tadi. Tapi untungnya, lagi – lagi Baekhyun menghembus tangannya pelan. Sang Akh merasa rasa sakitnya jauh lebih berkurang dan itu karena Sang Akh terlalu asik menatap objek yang berada di depannya.

“Bagaimana ?” Sang Akh terkejut ketika Baekhyun menegakkan kepalanya. Ia tertangkap kering sedang memperhatikan Baekhyun.

“Hmm ? terima kasih Baek~” Sang Akh tersenyum melihat jarinya yang diperban. Bukannya ia gila karena senang dengan tangan yang di perban. Tapi, Sang Akh senang bisa melihat hal manis lainnya dari Baekhyun. “tunggu sebentar” Baekhyun berlalu pergi. Sang Akh meyakini kalau Baekhyun pasti pergi ke kamarnya untuk mengambil buku dan alat tulisnya.

~~~

Baekhyun kembali dengan beberapa alat tulis di tangannya. Sang Akh yang melihat itu langsung turun dari kursi yang ia duduki dan gadis itu segera membuka buku tugasnya.

“ini, apa kau bisa mengajarkannya kepadaku ? angka – angkanya terlalu memusingkan” Sang Akh memberikan buku tugasnya pada Baekhyun. Pemuda itu membaca buku Sang Akh sekilas dan ketika ia tau dengan soal yang Sang Akh berikan, Baekhyun memutar bola matanya bosan.

“bodoh, kau benar – benar tidak mengerti dengan soal ini ?” Baekhyun mengembalikan buku Sang Akh dan gadis itu membalas dengan sebuah anggukan polos. Baekhyun mengerang frustasi di dalam hatinya. ia benar – benar tak menyangka jika Sang Akh, masih belum bisa mengerjakan soal yang anak sekolah dasarpun bisa mengerjakannya.

“kau mau mengajarkan ku ?” ingin sekali Baekhyun mengatakan tidak. Tapi apa daya, ia harus membayar rasa bersalahnya atas kejadian terhimpitnya tangan Sang Akh. Lagi, dengan berat hati Baekhyun mengangguk. Membuat Sang Akh bersorak. Proses belajarpun dimulai. Baekhyun mengajari dan menerangkan materi yang berkaitan dengan tugas Sang Akh terlebih dahulu. Gadis itu mendengarkan dan memperhatikan apa yang Baekhyun katakan. Namun, setiap kata dan materi yang Baekhyun berikan sama sekali tak masuk ke dalam otaknya. Seperti halnya kereta api yang hendak masuk ke dalam stasiun, namun di pertengahan jalan kereta itu teah lebih dulu meluncur ke dalam jurang. Sungguh miris -_-

“kau mengerti ?” Baekhyun menatap Sang Akh dan gadis itu menggeleng pelan dengan mimik wajah polos. Baekhyun menepuk dahinya, harapannya yang ingin segera melanjutkan tidurpun pupus sudah.

“kau masih mau mengajarkanku, bukan ?” Sang Akh bertanya diikuti dengan lambaian tangannya yang sedang di perban. Baekhyun menggerutu dan ia kembali menjelaskan materi tugas Sang Akh dengan pelan. Lebih pelan dari sebelumnya. Sang Akh kembali memperhatikan dan kali ini ia lebih serius. Ia berharap, semoga materi yang Baekhyun berikan bisa termakan oleh otaknya.

~~~

“jika ini limit tak hingga, jadi angka 6 tinggal dipindahkan dan Walaaa~ inikah hasilnya ?” Sang Akh menyodorkan bukunya pada Baekhyun. Namun, Baekhyun telah lebih dulu terdampar di alam mimpi. Sang Akh kembali menarik bukunya. Tugasnya sudah selesai semua dan yang mengerjakannya adalah dirinya sendiri. Sang Akh bangga dengan hasil tugasnya dan ia sangat berterima kasih pada Baekhyun. Merasa kasihan dengan Baekhyun yang kedinginan, Sang Akh membuka jaketnya dan menyampirkannya di punggung Baekhyun. Sang Akh melirik jam dinding.

“setengah 5 pagi” gumam Sang Akh.

“ia pasti lelah” Sang Akh menatap prihatin pada Baekhyun. Ia lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah Baekhyun yang sedang tertidur.

“terima kasih Baek. Kau memang pantas ku sebut Pangeran” Sang Akh tersenyum dan mencubit hidung mungil Baekhyun pelan. Ia bahkan sama sekali tak berniat untuk pulang. Sang Akh ingin memberikan hadiah kecil untuk Baekhyun dan ia akan melakukannya besok pagi. Sembari menunggu matahari terbit, Sang Akh senantiasa memperhatikan wajah tidur Baekhyun yang terlihat damai.

~~~

Sinar mentari yang berwarna netral masuk ke dalam rumah melalui celah – celah jendela membuat sang pemilik rumah harus membuka matanya dengan paksa. Baekhyun terbangun dan ia meletakkan jaket yang tersampir di bahunya ke atas kursi. Ia melihat keseliling, ‘ia masih disini’ Baekhyun bergumam ketika melihat buku tugas Sang Akh masih berada di meja semalam. Baekhyun tak mau ambil pusing dengan kehadiran Sang Akh. Ia bangkit dan pergi ke dapur.

“Pagi~” Sang Akh menyapa dengan wajah cerianya dan Baekhyun hanya membalas dengan sebuah tatapan. Pemuda itu kembali berjalan mendekat ke dapur.

“Baek, terima kasih yang tadi malam. ini” Sang Akh menyodorkan secangkir kopi pada Baekhyun. Pemuda itu menerimanya. Ia menyeruput kopi itu pelan, berharap tidak ada racun atau hal aneh lainnya di dalam.

“Bagaimana ? ayahku mengatakan kalau kopi buatanku enak” Baekhyun mengangguk pelan, membuat Sang Akh senang bukan kepalang. Pemuda itu lalu mengambil tempat duduk. Ia ingin menikmati kopi Sang Akh yang sulit dipungkiri kalau kopi itu memang enak.

“Aku tidak tau harus berbuat apa, jadi.. hanya kopi itu yang bisa kuberikan” Baekhyun tak menjawab. Ia terlalu asik dengan kopinya. Walaupun tak dihiraukan, Sang Akh senang karena Baekhyun mau meminum kopinya dan terlebih lagi Baekhyun mengatakan kalau kopinya enak secara tidak langsung.

“Baek, terima kasih” Sang Akh bangkit dan membungkuk sedikit pada Baekhyun. Gadis itu tersenyum manis dan di dalam hatinya Baekhyun merasa senang melihat senyum itu. tapi, yang pemuda itu ekspresikan hanya wajah datarnya. Sang Akh berlalu pergi, sepertinya ia akan pulang. Baekhyun hanya melirik kepergian Sang Akh. Ia sebenarnya tak tau harus berbuat apa.

~~~

Sang Akh menatap pantulan dirinya di depan cermin. Ia menyisir rambut dan ketika ia mengikat rambutnya, Sang Akh heran. Sejak kapan anting sebelah kirinya sudah terpasang di telinganya ? bukankah kemarin hilang ? Sang Akh menggeleng pelan, mungkin antingnya memang disana sejak kemarin. Setelah merasa semuanya rapi, Sang Akh mengambil tasnya dan ia segera memakai sepatunya.

“aku pergi” Sang Akh pamit dan menutup pintu rumahnya. Ia berjalan dengan santai karena jam rumahnya masih menunjukkan pukul 7 kurang 15 menit.

Sembari berjalan, Sang Akh menatap tangan kirinya yang masih di perban. Ia tersenyum manis karena gara – gara tangannya terjepitlah Baekhyun mau membantunya untuk menyelesaikan tugasnya.

“Pagi Baek~” Sang Akh menyapa Baekhyun yang baru keluar dari rumahnya. Gadis itu berlari kecil mendekati Baekhyun.

“PUK~” Baru saja Sang Akh mendekati Baekhyun, pemuda itu telah lebih dulu memukul kepala Sang Akh dengan sebuah buku. Sang Akh menggerutu.

“Bodoh, kau meninggalkan bukumu” Sang Akh terkejut. Ia baru teringat kalau sewaktu pulang dari rumah Baekhyun, ia tidak membawa buku tugasnya. Heol~ bisa sia – sia perjuangan Sang Akh jika buku itu tertinggal.

“terima kasih” Sang Akh mengambil bukunya. Baekhyun tak menjawab, ia berlalu pergi meninggalkan Sang Akh. Tapi, gadis itu malah mengekor di belakangnya.

“Baek, apa orang tuamu sudah pulang ?” dari belakang Sang Akh bertanya. Ia tak mau mensejajarkan jarak berjalannya dengan Baekhyun. Bisa – bisa akan terjadi gossip yang tidak – tidak di sekolah nantinya.

“kontrak ayah diperpanjang 2 minggu lagi” Sang Akh mengangguk mengerti. Ia tersenyum senang karena Baekhyun mau membalas pertanyaannya.

“eumhh, Bagaimana dengan Gongchan ?” Sang Akh kembali bertanya.

“aku tidak tau” Baekhyun ketus ketika mengatakan itu. pemuda itu bahkan mempercepat langkahnya. ia tak tau, kenapa hatinya tiba – tiba nyeri ketika Sang Akh bertanya akan keadaan Gongchan. Apa mungkin seorang Baekhyun cemburu ? tapi kenapa ? ia bahkan tak memiliki perasaan yang berarti untuk Sang Akh.

“dia kenapa ?” Sang Akh merasa ada hal yang mengganjal pada Baekhyun ketika ditanya tentang keberadaan Gongchan. Hei, apa gadis ini salah mengatakan keberadaan temannya ? Sang Akh menggendikkan bahunya dan ia kembali berjalan mengekor Baekhyun. Namun sekarang, tidak ada lagi pertanyaan.

~~~

“Baiklah semuanya. Tugas kalian sudah bapak periksa dan untuk hasilnya. Sungguh mencengangkan” seluruh siswa kelas F saling tatap kelompoknya. Mereka khawatir kalau – kalau tugas mereka tidak ada yang benar atau mungkin mereka semua mendapatkan nilai F.

“selamat untuk kelompok Bae Suzy. Kalian mendapat nilai sempurna” semua warga kelas F kembali dikejutkan. Sang Akh yang awalnya tak mau tau dengan topic pembicaraan guru Kangpun langsung terkejut. Ia tak mengira kalau tugas yang ia kerjakan sendiri akhirnya bisa mendapatkan nilai sempurna. Gadis itu bahkan tak kuasa menahan air matanya.

“Kita berhasil, kita berhasil” kelompok Sang Akh bersorak. Mereka benar – benar senang.

“tapi, Bapak tidak yakin kalau kalian memang mengerjakan ini secara bersama” keadaan langsung hening seketika. Suzy, Naeun dan Soohyun menatap Sang Akh.

“maaf pak, tapi kami mengerjakannya bersama – sama” Sang AKh menyanggah praduga guru Kang. Ia tak ingin kelompoknya mendapatkan nilai F hanya gara – gara tidak ikut mengerjakan tugas. Padahal mereka punya alasan tersendiri untuk tidak membuat tugas itu. Guru Kang memicingkan matanya. ia lalu berjalan mendekat menuju kelompok Sang Akh.

“Oh ya ? kalau begitu, buktikan!” guru Kang membagikan sebuah kertas kecil pada semua kelompok Sang Akh. Mereka berempat tidak tau harus berbuat apa. Guru Kang belum memberikan penjelasan akan kegunaan kertas itu.

“kalian berempat. Tulislah nama orang yang tidak berpartisipasi dalam pembuatan tugas ini. Dengan ini kita akan mengetahui. Siapa yang curang” guru Kang tersenyum bak penyihir kepada Sang Akh. Tak tau kenapa, tapi sepertinya guru Kang sangat ingin Sang Akh mendapatkan nilai F.

Guru Kang kembali ke tempatnya semula dan kelompok Sang Akh mulai mengisi kertas itu. Sang Akh melihat semua anggota kelompoknya yang menulis diatas kertas itu. sementara ia, ia hanya melihat kertasnya. Gadis itu tidak tau apa yang harus ia tuliskan di kertas kecil pemberian guru Kang. Sementara Sang Akh masih berada di alam ketida tauannya, semua anggota kelompoknya telah lebih dulu mengumpulkan kertas itu. Sang Akh penasaran dengan apa yang teman kelompoknya tulis di dalam kertas itu. akhirnya, Sang Akh menulis ‘tidak ada’ dan ia menggulung kertas itu.

Guru Kang membuka satu persatu kertas yang kelompok Sang Akh kembalikan, ia bahkan membaca isinya.

“Seo Sang Akh” guru Kang tersenyum membaca gulungan kertas yang pertama. Sang Akh yang mendengar namanya dipanggil terkejut bukan kepalang.

“Seo Sang Akh” mata Sang Akh membulat ketika kembali mendengar namanya dipanggil. Ia menatap seluruh anggota kelompoknya tak percaya.

“berikutnya, Seo Sang Akh lagi” kali ini Sang Akh benar – benar merasa dihianati. Ia tak percaya, kenapa semua anggota kelompoknya menuliskan nama Sang Akh di dalam kertas itu. hei, bukankah yang mengerjakan semuanya adalah Sang Akh ?

“dan yang terakhir, tidak ada. Aku yakin ini punya Sang Akh” guru Kang meremas kertas yang bertuliskan tidak ada. Baru kali ini Sang Akh merasa sedih setelah putusnya hubungan kedua orang tuanya.

“Bae Suzy, Son Naeun dan Kim Soohyun. Kalian berhak atas nilai sempurna dan untukmu Seo Sang Akh. Kau memang pantas dengan huruf F” guru Kang mengumumkan hasil akhir nilai kelompok Sang Akh. Sang Akh menghela nafasnya pelan.

“terima kasih atas nilainya” Sang Akh bangkit dan membungkuk pada guru Kang.

“terima kasih atas pengakuannya” Sang Akh berbalik dan kembali membungkuk pada anggota kelompoknya. Kemudian, Sang Akhpun permisi keluar kelas. Ia tak kuasa lagi untuk menahan air matanya. Sehun yang melihat kepergian Sang Akh juga ikut permisi. Ia tau Sang Akh memang gadis bodoh, tapi ia bukanlah tipikal gadis yang mau lepas tangan dengan tugas yang orang lain berikan. Ia gadis yang bertanggung jawab.

~~~

“jangan menangis Sang Akh. Kau ingat ucapan pangeranmu, bukan ? wajahmu terlihat jelek jika menangis” Sang Akh kembali mencuci wajahnya. Ia benar – benar terpukul sekarang. bahkan untuk berhenti menangis saja ia susah. Ia tak habis pikir, kenapa harus nilai F ? ia tau, ia sering mendapatkan huruf itu. tapi kali ini berbeda. Huruf F yang sekarang terasa sangat menyakitkan dari huruf F sebelumnya.

“Sang Akh ? apa kau baik – baik saja ?” Sang Akh menoleh kearah pintu toilet. itu suara Sehun. Sang Akh kembali menatap pantulan dirinya di cermin, ia ingin memastikan kalau bukti tangisnya sudah tak ada lagi. ia tak ingin Sehun tahu kalau Sang Akh adalah gadis cengeng.

“Fighting!” Sang Akh menyemangati dirinya sendiri. Ia lalu mencetak senyum di wajahnya. Merasa agak baikan, Sang Akh berjalan keluar dari toilet.

“Sehun ? apa yang kau lakukan disini ?” Sang Akh pura – pura baru mengetahui keberadaan Sehun.

“kau tak apa ?” Sang Akh menggeleng pelan seraya mengulas senyum.

“aku tak apa, hanya saja. Perutku ini sangat sulit diajak kompromi” Sang Akh memegangi perutnya. Ia berharap Sehun tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya.

“benarkah ? kukira kau sakit hati gara – gara mendapat nilai F” Sang Akh tertawa mendengar tuturan Sehun dengan mimik wajah polosnya. Sebenarnya memang itulah yang terjadi, tapi Sang Akh tak ingin Sehun mengetahuinya.

“kau bercanda ? aku bahkan sudah dijuluki sebagai ratu F. jadi, kenapa aku harus sedih ?” Sang Akh merangkul bahu Sehun. Bahkan sekarang ia malah membuat sebuah lelucon. Tingginya yang hanya sebahu Sehun, membuat gadis itu harus berjinjit untuk sekedar merangkul bahu Sehun. Pemuda itu terkekeh pelan.

“sudahlah, ayo kembali ke kelas” Sehun merangkul tangan Sang Akh dan gadis itu menyambutnya. Mereka kembali berjalan menuju kelas dan Sang Akh berhasil mengelabui Sehun.

~~~

“Ting Nong~” Jam pelajaran guru Kang usai sudah. Pria paruh baya itu pamit undur diri dan keadaan kelas langsung berubah menjadi heboh. Sang Akh yang memang masih terpuruk akan kejadian beberapa saat yang lalu tak mampun untuk ikut serta dalam membuat keributan. Padahal biasanya, ia merupakan ketua dari proses meribut tersebut.

“Sang Akh, maaf” Sang Akh mendongak dan mendapati ketiga anggota kelompoknya sudah berada di hadapannya. Sang Akh sebenarnya ingin marah pada mereka bertiga, tapi.. ya sudahlah, toh Sang Akh masih mendapatkan nilai. Setidaknya itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

“Kalian!!!” Sang Akh bangkit dan menggebrak mejanya kuat. Seluruh perhatian kelas tertuju padanya sekarang. Suzy, Naeun dan Soohyun terkejut dengan suara Sang Akh. Mereka merasa kalau Sang Akh akan segera memarahi atau mengatai mereka.

“aku sudah memaafkan kalian” Sang Akh tersenyum manis setelah kejadian penggebrakan meja itu. semua siswa kelas F pun kembali ribut.

“kau memang yang terbaik” Sang Akh mendapatkan pelukan hangat dari ketiga temannya. Ia sebenarnya merasa sakit di dalam, tapi apa daya. Sang Akh bukanlah tipikal gadis yang suka mengumbar ataupun mencari sensasi.

Dari kejauhan, Sehun melihat adegan pelukan Sang Akh dan anggota kelompoknya. Pemuda itu mengacungkan jempolnya dan Sang Akh membalas dengan sebuah senyuman. ‘ini sungguh menyakitkan’

~~~

‘TOK TOK TOK’ Sang Akh mengetuk pintu rumah Baekhyun. Sembari menunggu Baekhyun keluar, Sang Akh menatap kue yang baru saja ia beli. Ia berniat memberikannya pada Baekhyun sebagai ucapan terima kasih. Ya, walaupun akhirnya Sang Akh hanya mendapat nilai F.

“kau ?” Baekhyun akhirnya membuka pintu. Ya, walaupun Sang Akh harus menunggu cukup lama. Tapi setidaknya Baekhyun mau keluar untukmenyambutnya.

“ini” Sang Akh memberikan kue itu.

“terima kasih atas bantuanmu yang tadi malam” Sang Akh membungkukkan sedikit badannya dan senyuman manispun turut ia berikan.

“sebaiknya kau makan kue ini sendiri. Aku tidak ingin menerimanya dan satu lagi. aku membenci senyummu” Sang Akh terhenyak dengan perkataan Baekhyun. Ia benar – benar tak menyangka jika Baekhyun mengatakan itu. hei, sekarang apalagi yang salah ?

“Baek ?”

“kau pembohong” Sang Akh merasa hatinya baru saja di tabrak truk bermuatan air galon. Ari matanya merembes keluar. Ia tau kalau menangis bukanlah jalan keluarnya. Tapi apa lagi ? sudah cukup bagi Sang Akh untuk memendam semua kekecewaannya.

“mereka mengkhianatiku dan guru Kang semakin tidak mempercayaiku sekarang. aku bahkan membohongi Sehun, sahabatku sendiri. Dan sekarang ? apa aku salah jika tersenyum di depanmu ? aku sudah menahan ini sejak jam guru Kang berlangsung, tapi kau ? kau menghancurkan semuanya” tangis Sang Akh pecah. Senyum manis telah berubah menjadi kerucut.

“kau tidak akan tau betapa sakitnya hatiku sekarang. aku memaklumi nilai F ku. Tapi, penghianatan ? aku tak tau kalau di dunia ini masih banyak orang yang seperti itu. bukannya aku ingin sok suci atau apa, tapi orang yang paling kubenci adalah penghianat” Sang Akh terisak.

“aku tak tau lagi harus mengadu pada si—” Sang Akh terkejut ketika Baekhyun mendekapnya. Membawa gadis itu masuk ke dalam sebuah pelukan hangat. Bahkan pelukan ini terasa lebih hangat daripada pelukan orang tuanya sendiri. “

Bodoh jika kau menyimpan semuanya” Baekhyun tak tau apa yang sedang ia perbuat. Ia hanya mengikuti nalurinya sendiri. Tangannya bahkan sudah mulai mengusap puncak kepala Sang Akh.

“Baek ? HUAAAA~” Sang Akh menangis dengan kencang di pelukan Baekhyun. Ia melepaskan semuanya sekarang. benar apa yang Baekhyun katakan. Hanya orang bodoh yang menyimpan semua permasalahannya. Sang Akh mengeratkan pelukannya. Ia benar – benar butuh tempat bersandar sekarang. Baekhyun memejamkan mata lalu menopang dagunya di puncak kepala Sang Akh. Tangannya yang semula mengeuls puncak kepala Sang Akh telah berpindah tempat ke punggung Sang Akh. Entah engapa, tapi Baekhyun jugaikut merasa sesak ketika mendengar tangisan Sang Akh.

-To Be Continued-

❤ Unpublished Story part 2 (Baekhyun Side) ❤

“Terima kasih Baek, kau memang pantas ku sebut Pangeran” Baekhyun mendengar ucapan Sang Akh itu. sebenarnya ia tidak tidur. Ia hanya terlalu letih untuk menegakkan kepalanya. Ia bahkan ingin sekali membalas perlakuan Sang Akh yang mencubit hidungnya dengan sengaja. 30 menit berlalu dan Baekhyun sudah tak mendengar suara Sang Akh lagi.

pemuda itu lantas membuka sedikit matanya dan ternyata Sang Akh sudah tertidur di depannya. Baekhyun menegakkan kepalanya lalu menatap wajah Sang Akh. Ketika melihat wajah Sang Akh, Baekhyun kembali teringat dengan anting Sang Akh yang tertinggal. Dengan cepat, pemuda itu mengambil anting Sang Akh.

Baekhyun memasangkan anting Sang Akh dengan pelan. Ia tak mau gadis itu terbangun. Setelah terpasang, Baekhyun kembali terpaku dengan keadaan wajah damai Sang Akh. Kali ini, Baekhyun tersenyum melihat Sang Akh dan entah kenapa, lama kelamaan wajah Baekhyun semakin dekat dengan Sang Akh. Ia mendekat dan mendekat, hingga akhirnya bibir mungilnya berhasil mendarat diatas bibir Sang Akh.

Sebuah kecupan manis yang Baekhyun mulai. Kecupan itu terjadi cukup lama. Baekhyun bahkan sempat merasakan betapa manisnya bibir Sang Akh.

“Eunghh~” Sang Akh melenguh membuat Baekhyun dengan cepat melepaskan tautan mereka. Setelah ciuman itu terlepas, Baekhyun lagi – lagi memperhatikan wajah Sang Akh. Ini sebuah keajaiban, baru kali ini Baekhyun senang melihat wajah seorang gadis. Ya, walaupun gadis itu menyebalkan.

Baekhyun menopang dagunya dengan tangan kanannya dan lagi, ia melakukan sebuah hal manis pada Sang Akh. Ia mengelus puncak rambut Sang Akh lembut. Ia bahkan tak tau jika rambut gadis itu sungguh lembut dan hal manis terakhir yang Baekhyun lakukan adalah’ia mengecup puncak kepala Sang Akh’ dan setelah itu, Baekhyun kembali merebahkan kepalanya. Walaupun sebentar, ia ingin menetralkan pikirannya dulu setelah melakukan beberapa hal manis pada Sang Akh.

“kasih sayang hanya bisa diungkapkan dengan tingkah laku, bukan dengan kata – kata” Bakhyun tersenyum sekilas ketika mengatakan itu. sebelum benar – benar terdampar dalam alam mimpinya, Baekhyun melihat wajah Sang Akh sekilas.

Akhirnya Baekhyun tertidur dan tak berapa lama setelah Baekhyun tertidur Sang Akh terbangun dari tidurnya.

“AH~ tidak seharusnya aku tertidur. Sebaiknya aku mempersiapkan semuanya sekarang” Sang Akh bangkit dari duduknya dan ia berlalu pergi menuju dapur untuk membuat kopi.

Sejujurnya, Sang Akh benar – benar tak mengetahui perlakuan manis Baekhyun padanya.

-Unpublished Story Part 2 (Baekhyun Side)-

Hai ^_^

Annyeong semuanya 😀

Gimana chapter ini ? amburadul kan ?

hahaha 😀 maaf ya 😀

Oea, disini juga ada bonus yaitu Unpublished story ^_^

Sedikit penjelasan aja ya, Unpublished story ini merupakan sebuah kejadian singkat yang Baekhyun lakukan dan Sang Akh sama sekali tak mengetahuinya ^_^ Unpublished story yang saya berikan di Chapter ini merupakan part 2 nya.. Nah lhoh, kalo part 1 nya ada dimana ? hehehe~ saya blon sempert buat dan nanti rencananya bakalan saya publish di WP pribadi saya dengan password tentunya..

But, don’t worry be happy.. kalian bisa meminta passwordnya via twitter ato Facebook ^_^ entar kalo udah saya share pasti bakalan diumumin kok ^_^

Dan satu lagi, Saengil Chukkae for Seo Sang Akh or me ^_^ *tiup lilin

Happy Sweet 17 Sang Akh, semoga menjadi pribadi yang lebih baik di umur yang baru ini 😀 *ngerayain ultah sendirian

Sebenarnya ini ff mau di share kemarin, tapi apa daya.. Allah gak ngijinin dan akhirnya saya post ini ff sekarang ^_^ padahal kemarin itu ultah saya -_- *ettdah, diomongin lagi ultahnya..

Kkkk~ Ya sudah.. Segitu dulu sapaan saya dan untuk yang berkomentar di chapter sebelumnya..

GHAMSAHAMNIDA, JEONGMAL GHAMSAHAMNIDA ^_^

TANPA KALIAN, MUNGKIN FF INI GAK BAKALAN LANJUT ^_^

Terus tingkatkan jumah komentar kalian, biar Sang Akh dan Baekhyun bisa bersatu..

Hahahaha 😀 *ditimpuk Shiner

Oke, Bye yeorobun~

Iklan

Penulis:

A Girl who love her Mother and Father ^^ A Girl who claim Byun Baekhyun to be her Husband

167 tanggapan untuk “MY KISS, MY DESTINY (chapter 5)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s