Posted in Author, Comedy, EXO Planet, EXO-M, Family, Fanfiction, fluff, Genre, Kris, MULTICHAPTER, pingkan1601, Romance, Type

My Sister Or My Girlfriend ? [1/3]

fs

My Sister Or My Girlfriend ? [1/3]

Author : G24 (Ji )

Maincast : Kim Hwa Mi (You) | Kris Wu

Othercast : –

Genre : Comedy | Romance | Fluff | Family

Rating : PG 15

Length : Three Shoot

Summary :

“Dibalik tiang ini, aku merasa nyaman”

Hai readers ! Balik lagi sama gue authornim (G24) yang sebenarnya ga terlalu ngerti sama Korea Korean ._.v . Gue nitip FF ini ke temen gue yang kebetulan author tetap disini.Eh tapi harap maklum ya kalo ceritanya kurang bagus atau gimana gitu, kan masih newbie kita.. hehehe. Okedeh, Selamat membaca ! Jangan lupa komen nya.. Gomawo ^^

 

***

Pagi yang cerah menampakkan keindahaannya. Matahari tersenyum memberikan pancaran sinar. Pelangi mulai muncul setelah hujan semalam. manusia mulai sibuk dengan rutinitasnya. Namun berbanding terbalik dengan apa yang terjadi didalam rumah hunian keluarga Kim. Bagaikan badai hujan semalam masih menghampiri rumah ini. Hidangan pagi hari bagi keluarga Kim yang sungguh membosankan.

 

Kali ini, Nyonya Kim Hye Jung mulai mengeluarkan jurus raungan macannya. Entah seberapa keras suaranya, sehingga membuat para anak tetangga tidak pernah terlambat sekolah karena selalu dibangunkan oleh suara raungan itu. Penyebab raungan kali ini ialah kepala keluarga Kim, Tuan Kim Sooman. Lagi,lagi,dan lagi, ada saja yang membuat darah tinggi Nyonya Kim Hye Jung kambuh. Para tetangga mereka tak heran kalau memang rutinitas pagi hari keluarga ini, seperti dipenuhi bencana alam.

“AAAAKKKKK! DARIMANA SAJA KAU INI SOOMAN GENDUT ! APALAGI YANG KAU PERBUAT PAGI INI DENGAN PAKAIAN KONYOL MU ITU !” Pekik Nyonya Kim Hye Jung sambil berkacak pinggang.

 

“Hei, kelinci gemuk ! Kau tidak lihat ? Aku dan teman-temanku terlalu tampan layaknya boyband, malah kau bilang gendut? Hahahahaha” Gurau Tuan Kim Sooman.

 

“MANA ADA BOYBAND PEYOT SEPERTI KALIAN ! LIHAT SAJA PENAMPILAN KALIAN YANG SEPERTI KELOMPOK SIRKUS !”

 

“Dasar Babo ! Boyband yang sekarang masih muda & tampan, nanti juga akan menjadi tua & peyot seperti kita” Balas Tuan Kim Sooman.

 

“Kita ini adalah gambaran boyband masa yang akan datang” Ucap Tuan Kim Sooman berbarengan dengan kawan-kawannya sambil memarling nakal.

 

“SUDAH SANA ! PERGI DARI HADAPANKU ! AKU INGIN BUNUH DIRI SAJA KALAU MELIHAT KALIAN INI !” Sentak Nyonya Kim Hye Jung sembari melemparkan alat dapur kearah mereka.

 

Lantas, Tuan Kim Sooman dan kawan-kawannya langsung berlarian dan balik menyerang Nyonya Hye Jung dengan pakaian dalam wanita yang sering dicurinya pada malam hari. Perang dunia ke 3 mulai berderuh. Tetangga sekitar hanya terbengong-bengong, melihat kelakuan keluarga yang satu ini. Selama perang berlangsung, tiba-tiba seorang Yeoja Kyeopta berjalan keluar dari kamarnya. Rambutnya yang panjang, berterbangan ditup angin bak seorang putri. Ia berjalan dengan penuh keanggunan dan tak disangka…

 

GUBRAKKK!!!

 

“Yak! Kenapa semuanya menjadi gelap? Dimana aku? Ahh, Tidak !” Teriak Yeoja Kyeopta itu yang terjatuh dengan sebuah celana dalam wanita dikepalanya.

 

“Siapa gadis cantik itu, gendut?”

“Yak gendut, kenapa kau tidak pernah memberitahu kita?”

“Omona!”

 

Ucap para kawan-kawan Tuan Kim Sooman sambil mengelus-ngelus tengkuknya.

 

“Kyaaa ! Apa-apaan kalian ini !Itu putriku satu-satunya yang paling cantik didunia ini ! Kemarilah nak kepada papamu yang tampan ini..” Ucap Tuan Kim Sooman sambil mengulurkan tangannya.

 

“Yak ! Tidak mungkin itu anakmu, gendut ! Lihat saja wajahmu, seperti gajah sirkus. Dan istrimu itu, besar seperti tembok China ! hahahaha” Ucap salah satu teman Tuan Kim Sooman.

 

Dengan sigap, Tuan dan Nyonya Kim menampilkan gaya seperti ultraman, bertanda siap untuk menyerang teman-teman Tuan Kim Sooman dengan alat-alat dapurnya. Mereka langsung berlari ketakutan seperti dikejar monster.

 

“Appa ! Eoma ! Tidak bisakah kalian membiarkan rumah ini tidak seperti hutan belantara sehari saja ?” Celoteh Yeoja Kyeopta itu sambil berjalan keluar rumah.

 

Tuan dan Nyonya Kim hanya terdiam dan terbaring di sofa. Mereka bertatap-tapan layaknya anjing dan kucing yang sedang bermusuhan.

 

Tiba-tiba seorang lelaki cool yang merupakan salah satu tetangga keluarga Kim, tertawa terbahak-bahak diteras rumahnya. Kelakuan keluarga Kim, memang selalu berhasil membuat geli Namja ini. Sontak, kelakuan Namja ini tertangkap basah oleh Yeoja Kyeopta, anak dari Tuan & Nyonya Kim.

 

“Hei Tiang ! Berhenti menertawakan keluargaku !” Tegas Yeoja Kyeopta itu.

 

“Keluargamu sungguh aneh Hwa Mi. Seharusnya kau dan keluargamu diurus oleh perdamaian dunia ! hahahaha” Goda Namja itu kepada Yeoja Kyeopta yang ternyata bernama Hwa Mi.

 

“Heh Kris ! Memangnya kamu bisa apa ? Kau itu hanya jangkung seperti tiang listrik. Weeeee” Jawab Yeoja Kyeopta sembari menjulurkan lidahnya kepada lelaki cool yang ternyata bernama Kris itu.

 

“Hei, seharusnya kau memanggilku Oppa tampan. Aku kan kakak kelasmu yang paling tampan disekolah” Goda Kris.

 

“Aku tidak sudi punya kaka kelas seperti kau, Kris yang seperti tiang !” Balas Hwa Mi sambil berjalan meninggalkan Kris.

 

Kris tertawa terbahak-bahak dengan tingkah keluarga Kim yang aneh itu. Kemudian dia bersiap-siap untuk berangkat sekolah dengan motor ninjanya. Selama dalam perjalanan, Kris terus menggoda Hwa Mi yang sedang berjalan kaki menuju ke sekolah. Hwa Mi sangat kesal dengan kelakuan kakak kelasnya yang sekaligus tetangganya itu. Setiap hari Kris selalu meledek Hwa Mi dan tidak pernah menawarkan Hwa Mi untuk berangkat sekolah bersama. Entah apa yang ada dipikiran Kris. Baginya, ada kepuasan tersendiri kalau meledek Hwa Mi dan tingkah keluarganya itu.

 

***

Jam demi jam pelajaranpun berganti, tak terasa waktu untuk para murid Shinwa Senior High School untuk kembali ke alam mereka masing-masing. Dan lagi-lagi, tiada hentinya Kris meledek Hwa Mi selama perjalanan pulang. Ada perasaan kesal, namun dalam hati Hwa Mi, tingkah Kris kadang konyol juga sehingga sering membuatnya tertawa kecil.

 

Setibanya dirumah, Hwa Mi melempar asal tasnya. Ia membaringkan tubuhnya yang masih berbalut seragam sekolah ke sofa sambil menyalakan televisi. Dan tiba-tiba suara raungan macan itu terdengar lagi. Ya, siapa lagi kalau bukan Nyonya Kim Hye Jung, induknya Hwa Mi.

 

“Yak Hwa Mi ! Bagus sekali kau ini ! Melempar tas sembarangan dan langsung menonton TV ! Kau ini @#$%?!@#%%?.!!!” Celoteh Nyonya Kim Hye Jung dengan tas yang tersangkut dilehernya.

 

“Akkk ! Beruang sedang ngamuk ! Lariiiiii….” Histeris Hwa Mi.

 

Ia langsung berlari terbirit-birit menuju kamarnya dan langsung menutup pintu, karena takut ibunya itu mengeluarkan jurus yang lain.

 

“Bla…Bla…Bla… Fyuhhh” Gumam Hwa Mi yang masih mendengarkan ibunya itu berceloteh dibalik pintu kamarnya.

 

Hwa Mi sudah terbiasa dengan keadaan keluarganya yang seperti ini. Ayahnya yang senang berfoya-foya bersama teman-temannya dan ibunya yang super galak dengan berbagai jurusnya yang mengalahkan gangster sekalipun. Tetapi dengan keadaan keluarganya yang seperti itu, tidak membuat Yeoja Kyeopta ini kehilangan sifat manjanya.

 

Kadang, ia suka menggoda ibunya yang sedang marah-marah dengan tingkah polosnya dan kadang ia juga sering menggoda ayahnya untuk minta dibelikan sesuatu. Ya, begitulah Yeoja Kyeopta ini. Ia mulai mendengarkan musik dengan ipodnya dan menyentuh buku tugasnya itu. Dia langsung tercengang melihat soal-soal yang tertera pada buku tugasnya. Betapa susahnya pelajaran yang sangat ia benci itu, Fisika. Langsung terlintas dipikirannya untuk minta bantuan oleh Kris, dimana ia merupakan siswa terpintar dalam pelajaran Fisika disekolahnya.

 

“Ahh, tapi tidak mungkin dia mau mengajariku. Dia kan jahil,usil,menyebalkan!.. Tapi… aku rayu saja dia agar dia mau membantuku. hihihi” Gumam Hwa Mi sembari tertawa kecil.

 

Hwa Mi langsung membawa perlengkapan perangnya untuk menaklukan pelajaran yang dibencinya itu dan bersiap menuju kandang singa, rumah Kris.

 

CEKLEK

 

“Mau kemana kau?” Ucap Nyonya Kim Hye Jung yang tiba-tiba berada dibelakang Hwa Mi.

 

“Eoma, aku ingin mengerjakan tugas fisika ku dirumah tetangga sebelah. Boleh ya Eoma ku yang cantik dan kurus? “ Rayu Hwa Mi.

 

“Pergilah sana. Karena hanya kau yang memuji ku selama hidupku.” Jawab Nyonya Kim Hye Jung.

 

“Padahal dia gemuk sekali seperti beruang” Gumam Hwa Mi sembari berlajan keluar rumah.

 

Hanya beberapa langkah berjalan, ia sudah melihat penampakan Kris yang sedang duduk diterasnya sambil bermain gitar. Hwa Mi, tercengang melihat tiang itu sangat indah memainkan musiknya. Jari-jarinya yang sangat lihai memetik senar dibarengi oleh alunan musik yang merdu. Hwa Mi terbengong-bengong sambil berkhayal kalau Kris sedang bermain gitar untuknya. Dan tiba-tiba Kris menghampiri Hwa Mi yang masih saja terbengong-bengong seperti orang yang kurang waras.

 

“Heh sedang apa kau disini kurcaci ?” Ledek Kris.

 

“Cih ! Enak saja aku kurcaci ! Aku ini mungil bukan pendek !” Balas Hwa Mi yang seketika tersentak.

 

“Ah, dasar pendek ! Kau mau apa kesini? “ Ledek Kris sambil menjitak Hwa Mi.

 

“Aww ! Dasar Tiang listrik ! Aku kesini untuk meminta bantuanmu. Boleh ya? Ya? Ya?” Mohon Hwa Mi dengan tampang memelas.

 

“Aku bisa membantumu. Memangnya bantuan apa?” Jawab Kris serius.

 

“Hmm. Mudah juga menggoda tiang listrik ini” Gumam Hwa Mi. “Aku ada tugas fisika, tetapi soal-soal itu membuatku pusing. Mau kan kau membantuku?” Lanjut Hwa Mi.

 

Dilihatnya Hwa Mi yang benar-benar ingin meminta bantuannya, ide jahil Kris mulai terlintas.

 

“Aku akan membantumu, tetapi ada satu syarat”

“Huh,syarat apa lagi?”

“Kau harus berjoget-joget seperti bebek sambil memanyunkan bibir di depan ku”

“Apa ? Tidak mau ! Enak saja !”

“Ya, yasudah kalau tidak mau”

“Eh eh tunggu… Iya iya ! Aku mau !” Kesal Hwa Mi sambil mempoutkan bibirnya.

 

Hwa Mi kemudian memutar hadapannya dan terdiam sejenak. Kris sempat bingung, apa yang akan dilakukan gadis itu. Dan Jeng Jeng ! Hwa Mi langsung menghadap ke arah Kris sambil memasang wajah konyolnya dan berjoget-joget ala bebek.

 

Ia berjoget kesana kemari sambil memanyunkan bibirnya. Tarian Hwa Mi berhasil membuat Kris terpingkal-pingkal. Kris tak tahan dengan kelakuan gadis itu. Walau Hwa Mi tahu bahwa Kris menertawakannya, tapi tetap saja ia menarikan tariannya itu. Urat nadinya sudah putus karena kepolosannya.

 

“Aku sudah berjoget seperti yang kau mau. Ayo, sekarang ajarkan tugas fisika ku ini” Ucap Hwa Mi sambil membanting pelan buku tugasnya.

 

“Iya kurcaci cerewet” Ledek Kris.

 

“Ha? Apa ini? Tekanan sama dengan gaya? Ah aku tidak mengerti! ” Gerutu Hwa Mi.

 

“Jadi, kalau hidupmu terlalu banyak tekanan, berarti kau terlalu banyak gaya. Hahahaha” Ledek Kris.

 

Selama Kris mengajarkan Hwa Mi, mereka selalu tertawa dan bercanda. Entah Kris yang usil, atau tingkah Hwa Mi yang konyol sehingga membuat mereka berdua tertawa terbahak-bahak.

 

“Gomawo Oppa !, aku pulang dulu ya. Bye !” Ucap Hwa Mi dengan manis.

 

“Tumben kau memanggilku Oppa. Hahaha. Dasar kurcaci !” Jawab Kris.

 

“Aku barusan keceplosan !” Gerutu Hwa Mi sambil berjalan menuju rumahnya.

 

Hari ini hati Hwa Mi sangat berbunga-bunga. Di sepanjang jalan pulangnya, ia tersenyum-senyum sendiri. Entah apa yang membuat gadis polos isi selalu memikirkan lelaki usil itu. Setibanya dirumah, Hwa Mi langsung terbengong-bengong melihat kelakuan kedua orangtuanya. Bagaimana tidak? Tuan Kim Sooman sedang ditunggang oleh Nyonya Kim Hye Jung layaknya bermain kuda-kudaan. Tingkah aneh lagi dan lagi yang diperbuat oleh mereka.

 

“Apa yang sedang kalian lakukan, Eoma, Appa?” Tanya Hwa Mi.

 

“Ini hukuman untuk si gendut karena ia baru pulang sore ini !” Jawab Nyonya Kim Hye Jung dengan wajah sangarnya.

 

“Hwa Mi, tolong panggilkan pemburu hantu. Entah hantu apa yang merasuki ibumu yang gemuk ini” Ucap Tuan Kim Sooman memelas.

 

“Diam kau gendut ! Ayo cepat jalan !” Bentak Nyonya Kim Hye Jung.

 

“Kalian berdua itu orangtua macam apa? Lama-lama aku bisa mati berdiri melihat kelakuan kalian berdua. Huh” Keluh Hwa Mi sambil menuju kamarnya.

 

Dan lagi-lagi Hwa Mi senyum-senyum sendiri dikamarnya. Ia membantingkan tubuhnya kegirangan ke tempat tidurnya. Ia menari-nari tak jelas dikamarnya dan terdiam seketika ketika ia melihat Kris yang sedari tadi melihatnya dari jendela kamar Kris. Jendela kamar Hwa Mi dan jendela kamar Kris memang berhadapan.

 

Kris mulai tertawa lagi melihat tingkah Hwa Mi. Dengan wajah yang mulai memerah karena malu, Hwa Mi bergegas menutup gorden jendela kamarnya. Suara tertawaan Kris masih terdengar samara-samar oleh Hwa Mi. Hal itu membuat Hwa Mi agak sedikit malu, namun membuatnya senyum-senyum sendiri sampai waktu tidurnya.

 

***

Pagi di hari Minggu, membuat Yeoja Kyeopta ini bermalas-malasan untuk bangun dari mimpi indahnya. Ya, saking senangnya, sampai-sampai ia memimpikan lelaki usil itu, Kris. Ia mencoba tidur kembali dan berharap akan memimpikan Kris lagi. Benar saja, ia bermimpi bahwa Kris sedang berjalan menghampirinya dan mendekati wajahnya. Saat ia sudah percaya diri Kris akan menciumnya, tiba-tiba wajah Kris berubah menjadi wajah ibunya yang sangar itu dibarengi oleh teriakan ibunya.

 

“Hwa Mi ! Ayo bangun ! sudah jam berapa ini ! kau ini anak perempuan malah bermalas-malasan !” Bentak Nyonya Kim Hye Jung.

 

Hwa Mi langsung terbangun dari mimpinya yang indah itu. Ia membuka matanya malas.

 

“Ini kan hari Minggu Eoma ! Waktunya aku hibernasi. Hoaaam” Jawab Hwa Mi sembari menutup kembali selimutnya.

 

“Aku kan yang beruang, jadi aku yang akan berhibernasi. Sudah sana, kau siram tanaman diluar!” Ucap Nyonya Kim Hye Jung.

 

Hwa Mipun bangun dengan malas dari tempat tidurnya. Ia langsung menuju teras rumahnya dengan lesu. Disiramnya tanaman-tanaman dengan asal. Hwa Mi yang tadinya bermalas-malasan, tiba-tiba langsung bersemangat ketika ia melihat Kris sedang mencuci motornya.

 

Karena merasa ada yang memperhatikannya, Kris langsung melihat ke arah Hwa Mi. Ide jahil terlintas dan ia langsung menyemprotkan air selang ke arah Hwa Mi. Dan Ya ! Semprotan itu tepat sasaran. Hwa Mi basah kuyup karena serangan dari Kris.

 

“Yak ! Baiklah kalau ini maumu ! Akan ku balas ! Kyaaaaaaaa !” Ucap Hwa Mi sambil menyemprot balik ke arah Kris.

 

“Hahaha. Dasar kurcaci pendek ! Terima ini !” Balas Kris menyerang balik Hwa Mi.

 

Saat kedua makhluk aneh ini sedang asyik perang air, tiba-tiba semprotan air dari Hwa Mi mengenai Nyonya Wu, ibunya Kris. Seketika mereka terdiam. Jantung Hwa Mi hampir mau copot. Dia tak tahu kalau Nyonya Wu sedang berjalan menuju Kris. Tetapi apa yang terjadi? Nyonya Wu hanya tertawa terbahak-bahak. Kris dan Hwa Mi saling bertatapan bingung. Lama kelamaan, Hwa Mi pun ikut tertawa disusuli oleh Kris.

 

“Hahaha. Kalian ini seperti anak kecil saja. Sudah sana kalian ganti pakaian kalian” Ucap Nyonya Wu.

 

Tiba-tiba Tuan Kim Sooman datang dan berusaha memasuki suasana itu. Ia bergegas mengambil selang air dan menyemprotkannya ke arah Kris.

 

“Apa yang kalian lakukan pada putri ku? Rasakan pembalasanku ! Aaaaaa !” Ucap Tuan Kim.

 

Hwa Mi hanya terbengong polos melihat tingkah ayahnya yang aneh itu. Kris mulai membalas semprotan dari Tuan Kim Sooman. Mereka mengadakan perang air besar-besaran. Setelah usai mengacaukan teras mereka masing-masing, merekapun kembali masuk kerumahnya masing-masing.

 

“Aku pemenangnya Tuan Kim.. hahaha !” Ucap Kris sembari terkekeh.

 

“Aku hanya mengalah untukmu anak muda” Balas Tuan Kim Sooman.

 

“Dasar Tiang ! weeee” Timpal Hwa Mi.

 

***

 

 

Untuk ke sekian kalinya, Hwa Mi mulai senyum-senyum sendiri di kamarnya. Dia mulai memikirkan Kris dan membayangkan wajah Kris. Saat sedang asyik memikirkan Kris, tiba-tiba…..

 

“Hwa Mi ! Tolong ambilkan pesanan roti ibu di toko ‘Sinsa-dong’ !” Teriak Nyonya Kim Hye Jung.

 

Ya apa boleh buat, semalas-malasnya Hwa Mi, ia selalu menuruti apa kata ibunya yang galak itu. Hwa Mi hanya takut darah tinggi ibunya kambuh. Dengan lagak yang malas, Hwa Mi berjalan keluar rumahnya. Masih terdengar celoteh ibunya yang sedang menceramahinya.

 

“Hati-hati dijalan Hwa Mi. Banyak lelaki kurang ajar diluar sana. Jangan macam-macam kau ya. Ingat ! Jika lampu masih hijau kau jangan menyebrang. Tetapi kalau lampu sudah menandakan menyebrang, menyebranglah kau dengan hati-hati…@#$%%?!!!”

 

“Bla…bla..bla.. cerewet sekali Eoma”

 

Hwa Mi memang senang berpergian dengan berjalan kaki. Selama ia berjalan, pikirannya tak luput dari Kris. Wajahnya yang tampan, tingkahnya yang jahil, siswa fisika terpintar, membuat gadis ini selalu membayangkannya.

 

“Oh Tuhan.. Pasti sangat menyenangkan apabila aku bisa diboncengi oleh Kris” Batin Hwa Mi.

 

“Hei Kurcaci !”

 

Tiba-tiba suara samar-samar terdengar dari belakang. Hwa Mi tahu betul itu suara Kris. Karena siapa lagi yang memanggilnya kurcaci kalau bukan Kris. Tapi Hwa Mi masih menganggap itu hanya perasaan saja karena ia terlalu sering memikirkan Kris. Sampai ada yang menepuk bahunya, Hwa Mi tercengang dan langsung membalikkan tubuhnya. Ia seakan tak percaya bahwa lelaki itu adalah Kris. Ia terpaku seketika melihat kehadiran si tiang.

 

“Mau kemana kau kurcaci ? Kau tidak takut berjalan kaki sendirian ? hari sudah mau gelap” Ucap Kris.

 

Hwa Mi masih terbengong tak percaya dengan wajah polosnya. Kris langsung menjitak kecil Hwa Mi. Tapi tetap saja Hwa Mi tidak menunjukkan reaksi sama sekali.

 

“Kau mau kemana ? mari aku antar. Kasihan kurcaci kalau di malam hari tidak kelihatan. Nanti orangtuamu sulit mencarimu..hahahaha” Ledek Kris.

 

“A…a…aku ingin.. ke..ke… Sekolah ! Eh..maksudku.. ke Toko Sinsa-dong ! Iya ! Ke Sinsa-dong. Aku ingin mengambil selang. Eh, maksudku mengambil roti !” Gugup Hwa Mi.

 

“Haha dasar kurcaci gagap. Ayo cepat naik” Ucap Kris.

 

Hwa Mi bergegas menaiki motor Kris dengan masih terbengong-bengong. Selama perjalanan, ia terus menepuk-nepuk pipinya. Ia masih menganggap itu sebuah mimpi. Ya, mimpi paling indah. Namun ini bukan lagi mimpi, ini kenyataan.

 

Kris yang sempat mencuri-curi pandang dikaca spionnya, ia tertawa kecil melihat wajah polos Hwa Mi yang masih terbengong.

 

Setibanya di toko Sinsa-dong, Hwa Mi langsung bergegas masuk dan mengambil roti pesanan ibunya itu. Saat ia keluar, ia masih tak percaya bahwa Kris masih berada didepan toko itu sambil menjilat sebatang es krim.

 

“Apa kau lihat-lihat? Mau ya? Ayo sini kurcaci kecil kemari…” Goda Kris.

 

“Heh ! Jangan memanggilku dengan sebutan kurcaci ditempat umum seperti ini tiang ! “ Bentak Hwa Mi.

 

Karena gemas melihat Hwa Mi yang cerewet itu, Kris langsung mencolek hidung Hwa Mi dengan es Krimnya. Hwa Mi hanya mempoutkan bibirnya, namun dalam hati ia sangat senang hari ini.

 

“Ini aku belikan satu untukmu. Ayo cepat naik. Sudah malam, nanti orangtua anehmu itu mencarimu.” Ucap Kris.

 

Hwa Mi langsung menaiki motor Kris sembari memakan es krim dari Kris dengan lahap. Cara makannyapun seperti anak kecil, es krimnya berceceran dimana-mana. Mungkin karena sudah larut malam, Hwa Mi agak sedikit terkantuk-kantuk. Kris mulai menyadari Hwa Mi yang sudah terlihat mengantuk.

 

Ia mengaitkan tangan Hwa Mi ke tubuhnya, karena ia tak tega melihat wajah polos Hwa Mi yang mengantuk itu. Hwa Mi menyadari kalau tangannya itu sudah berada diposisi yang lain. Namun, ia berpura-pura memejamkan mata agar Kris tahu kalau memang ia telah terlelap. Kris tersenyum melihat Yeoja Kyeopta itu tertidur pulas dari spionnya.

 

‘Dibalik tiang ini, aku merasa nyaman’Batin Hwa Mi.

 

Setelah sampai didepan rumah Hwa Mi, Kris dengan perlahan menepuk pipi Hwa Mi.

 

“Heh, kurcaci bangun kau” Ucap Kris sembari menepuk-nepuk pipi Hwa Mi.

 

“Enghh.” Hwa Mi melenguh pelan.

 

“Kris Oppa, kau tampan sekali. Aku sangat menyukaimu. Enghh” Hwa Mi mengiggau dari tidurnya.

 

Spontan gadis lugu itu menarik kerah kemeja Kris, membuat jarak diantara mereka hanya tinggal beberapa centi. Kris bisa merasakan hembusan nafas Hwa Mi. Wajah Kris mulai merah padam, rasa gugup menghantuinya.

 

“Hwa..Hwa…Hwa Mi.. Hwa Mi-ah, Irreona!” gugup Kris.

 

‘Wajah kurcaci ini imut sekali.hihihi’ batin Kris.

 

TBC

 

 

Iklan

Penulis:

Hello, my name's Pingkan 98L || Krystal, A.R.M.Y, Exo Stan, Baby, Sone, Etc|| http://pingkanyeonra.wordpress.com/

24 thoughts on “My Sister Or My Girlfriend ? [1/3]

  1. Wah… Ffnya daebak thor!
    Apa lagi klo nyonya kim and tuan kim lagi perang. Hehe…
    Pas terakhirnya lucu kris gagap gitu bangunin hwa mi.
    Keep writing!!! Fighting!!! ^_^)9

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s