The Obedience

Bqf9zlJCYAAkpUU

 Author: Mingi Kumiko

Genre: Romance, angst

Rating: PG-15

Recommended song: Tulus – Sepatu

 

Untuk yang kini hatinya sedang terluka,
aku tahu bagaimana perasaan kalian…

***

Mataku tak henti-hentinya terfokus padanya. Hanya dia yang kulihat. Entah bagaimana caranya, tapi rasanya aku tak bisa mengalihkan pandanganku ke satu titik. Gadis berambut panjang itu tengah menghadap cermin seraya sibuk menyempurnakan koreografi yang baru saja ia pelajari.

 

Tanpa sadar, seulas senyum terukir di bibirku, ia benar-benar memikat hatiku. Gadis itu, dia lah belahan jiwaku.

 

Namanya Kim Min Ah. Seperti namanya,  dia adalah gadis yang cantik. Aku mengenalnya sejak lama. Awal pertemuan kami adalah beberapa tahun yang lalu. Saat itu aku tengah mendapatinya menangis di depan gedung perusahaan ini. Aku pun menghampirinya dan menanyai alasannya menangis.

 

Agasshi, kau kenapa?” ia mendongakkan kepalanya untuk menatapku. Kulihat pipinya benar-benar merah, matanya juga sembab.

“Kau…, siapa?” suaranya bergetar. Aku lantas mendudukkan diriku tepat di sebelahnya.

“Aku salah seorang trainee di sini…” jawabku lalu menyunggingkan senyum. Ia langsung mengusap wajahnya yang masih berlinangkan air mata. “Oh, maafkan aku.” Ucapnya.

“Tidak masalah. Dan, kau belum jawab pertanyaanku, kenapa kau menangis? Apa karena kau gagal audisi?” celotehku dan langsung dibalas gelengen kepala olehnya. Kumiringkan kepalaku, “Lalu?”

Sunbae tahu, tidak memiliki teman untuk berbagi kesedihan memang sangat menyakitkan, namun akan lebih menyakitkan ketika kita tak memiliki seorang pun untuk berbagi kebahagiaan. Aku senang sekali karena hari ini aku lolos audisi. Aku menghubungi semua temanku untuk menraktir mereka makan, namun semuanya bilang tak ada waktu. Aku sangat sedih, hiks!” jelasnya.

“Oh, jadi begitu ya? Anyway, selamat ya karena kau lolos audisi. Pelatihan akan dilaksanakan minggu depan, bukan? Berjuanglah! Sekarang, aku adalah temanmu, kaubisa membagi kebahagiaan yang kaumiliki denganku.”

“Terima kasih, sunbae…”

 

***

Kami menjadi lebih dekat sejak saat itu. Waktu istirahat selalu kami manfaatkan untuk bersama. Ia sosok yang hangat dan membuatku nyaman. Apa yang ia lakukan, aku selalu menyukainya. Hingga aku mulai sadar, benih-benih cintaku untuknya telah bermekaran di taman hatiku.

 

Suatu hari, kukumpulkan segenap keberanianku untuk mengutarakan perasaan yang sudah lama terpendam di dalam lubuk hatiku ini.

“Mina-ya…” panggilku lirih, sungguh berbeda dari nada yang biasa kugunakan untuk menyebut namanya. Wajah yang awalnya hanya bisa kutatap dari samping itu pun tertoleh dan tepat berhadapan dengan wajahku. Keberanianku seketika saja habis tak bersisa tatkala kutatap matanya yang bulat itu. Aduh, bagaimana ini?

Ne, oppa?” ia memiringkan kepalanya, lalu mengangkat alis dan mengernyitkan dahinya. Aku gelagapan dibuatnya. Lidahku kelu untuk memulai sebuah ucapan. Kenapa bibirku tak bisa dibuka? Aku tak bisa berkata sepatah kata pun.

 

Entah bisikan iblis mana yang lantas membuatku melakukan hal gila macam itu. Tanpa pikir panjang, aku langsung menangkup kepalanya dan meraup bibir merah mudanya. Aku memagutnya dengan amat rakus untuk melampiaskan rasa frustasiku. Aku yakin, Minah pasti terkejut. Ia berusaha mengendurkan bibirnya dan mendorong agar tubuhku menjauh darinya. Namun itu tak berhasil, nafsuku di atas segalanya.

 

Hingga aku yang brengsek ini pun akhirnya kehabisan napas. Dengan cepat aku menjauhkan wajahku darinya. Napasku tersengal, detak jantungku berdentam tidak karuan.

Oppa, kenapa kau melakukan ini padaku?!” ia mengomel protes. Dan parahnya, aku masih tak sanggup membuka mulutku untuk menjawab pertanyaannya.

“Ma, maafkan aku…” hanya itu yang bisa kulontarkan.

Oppa, jawab aku!”

“Aku mencintaimu!”  kalimat itu spontan keluar dari bibirku. Bodoh, harusnya aku mengucapkannnya dengan lembut dan begitu manis. Tapi pada kenyataannya, aku benar-benar menjijikkan. Aku pun mengacak rambutku frustasi.

“Maafkan aku, Mina-ya…, aku juga tidak ingin mengungkapkannya dengan cara seburuk ini. Tapi semua sudah terjadi. Aku akan tetap mengatakannya, aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Apa…, kau juga mencintaiku?” ungkapku dalam upaya memperbaiki segala kecerobohan yang baru saja kulakukan.

 

Ia tak mengatakan apapun, namun kulihat seulas senyum  yang meneduhkan terulas dari bibirnya. Mina lantas meraih tanganku dan menggenggamnya. “Aku juga mencintai oppa…” tukasnya.

 

Sejak hari itu, perjalanan cinta kami pun dimulai. Aku selalu mengingat dengan baik waktu yang kulewati bersamanya. Semuanya, asal bersama dia, hari-hariku akan terasa menyenangkan. Dia gadis yang bisa menerimaku apa adanya. Walaupun ada kalanya ia menuntut sesuatu dariku, pastilah itu adalah sebuah permintaan yang tak seberapa sukar untuk kuwujudkan. Misalnya, dia ingin aku menjadi seseorang yang tak suka meremehkan orang lain. Ya, terkadang perangai buruk itu muncul dalam diriku di masa pelatihanku.

“Gara-gara bocah payah itu, aku jadi ikut dihukum, sial!” ocehku seraya meneguk sebotol air mineral yang baru saja Mina berikan padaku.

“Jangan suka meremehkan orang lain, oppa…” Mina berusaha menenangkanku.

“Tapi dia memang benar-benar payah, masa menyanyikan lagu yang tingkat kesulitannya tak berbeda jauh dari lagu kemarin saja tidak bisa. Benar-benar tidak pantas menjadi idola!” cercaku lagi.

Oppa, hentikan! Aku tidak suka dengan sifat sok pintarmu itu! Hargai lah orang lain, walaupun begitu, kuyakin dia punya keinginan untuk bisa. Tapi, semua orang dibekali tingkat kecerdasan masing-masing oleh Tuhan, ‘kan? Ingat, suatu hari, yang terburuk bisa menjadi yang terbaik.” Ia mengomel bak seorang ibu yang mendapati anaknya tengah berguling-guling di atas lumpur hingga bajunya kotor. Aku pun langsung tertunduk mendengar penuturannya. Kutelaah kembali. Ya, dia memang benar.

 

***

Mina menjadi murid pelatihan yang paling bahagia ketika aku telah berhasil memulai debut. Namun kami berdua sama-sama tahu kalau tak lagi memungkinkan untuk menjalani hubungan ini. Golden rules di atas segalanya. Jika itu dilanggar, maka akan menjadi masalah besar.

“Aku sudah tahu ini akan terjadi, oppa… Mungkin cinta adalah sakit hati yang tertunda, tapi tak ada kebahagiaan tanpa cinta. Bisa bersamamu walaupun hanya sebentar, aku sudah merasa bahagia.” Ucapnya sambil terisak. Aku pun tak sanggup membendung air mataku. Perpisahan ini, sungguh meyakitkan.

“Kau harus percaya, apapun yang terjadi, kau selalu ada di hatiku. Aku tak akan pernah melupakanmu, sungguh.” Kuciumi punggung tangannya dengan berderai air mata. Saat kulepaskan genggamanku pada tangannya, ia pun langsung mendekapku dengan erat.

Oppa…” ucapnya dengan suara yang bergetar. Kutempelkan daguku di atas kepalanya seraya merasakan tekstur halus rambutnya dengan telapak tanganku untuk menyalurkan seluruh kehangatan yang kumiliki untuknya.

 

Kita adalah sepasang sepatu, selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa, bergerak karena kaki manusia

 

***

 

Aku sang sepatu kanan, kamu sang sepatu kiri
Kusenang bila diajak berlari kencang, tapi aku takut kamu kelelahan
Aku tak masalah bila terkena hujan, tapi aku takut kamu kedinginan

 

Kami tetap menjalin hubungan dengan baik walaupun tak ada seorang pun yang tahu. Dia orang yang pandai menjaga rahasia dan mengendalikan suasana. Di keramaian, ia cukup berlagak seperti tak pernah mengenalku. Tapi ketika kami tak sengaja berpapasan saat suasana tengah lengang, ia menyapaku dan menyunggingkan senyum termanisnya.

 

Aku rindu saat-saat bisa bersenda gurau dengannya, di kala aku bisa merasakan kehangatan sentuhannya. Semua yang ada pada dirinya. Aku merindukannya.

 

Kami sama-sama ingin bersatu kembali. Tapi apa yang bisa dilakukan? Saat ini, hidup kami benar-benar di atur oleh perusahaan. Bagai boneka tak berjiwa yang bergerak karena kehendak manusia.

 

Berkali-kali aku meyakinkannya agar tak perlu mengkhawatirkanku. Aku akan selalu baik-baik saja. Yang justru perlu dikhawatirkan adalah Minah. Aku takut dia tertekan dan lelah. Ia selalu mengatakan kalau dia gadis yang kuat dan sanggup menghadapi semua ini, tapi…, perasaan gusar itu terus menyelimutiku. Aku tak masalah dengan semua tekanan ini, yang aku khawatirkan hanya Minah. Aku takut kalau dia sakit hati.

 

Kita sadar ingin bersama, tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua, terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu, kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya

 

***

Taeyeon noona, dia bagaikan punggung yang selalu menjadi panutanku. Aku benar-benar mengaguminya. Dia cantik, bersuara emas, berperangai baik, dan yang jelas…, dia sempurna.

 

Aku tak pernah menyangka akan sampai sejauh ini. Ketika perusahaan mengutus kami untuk pura-pura berkencan agar semua perhatian para netizen terfokus pada kami dan melalaikan grup idola lain yang tengah mempromosikan karya terbaru mereka.

 

Aku tetaplah sepatu yang bergerak karena kaki manusia, begitu juga dengan Taeyeon noona. Tak ada yang bisa kulakuakan selain menurut. Hidupku adalah milik perusahaan. Aku tak memiliki kuasa apapun.

 

Beberapa hari setelah kabar itu dirilis, dengan nekat Minah menemuiku. Ia menatapku sendu dengan matanya yang berkaca-kaca.

Oppa…, benar kah demikian seperti apa yang kubaca di internet?” tanyanya.

 

Aku tak dapat berkutik. Tapi aku tetap tak boleh membuka mulutku. Minah tak ada hubungannya dengan semua ini. Apa yang kutakutkan akhirnya terjadi. Aku menyakiti hatinya.

“Maafkan aku, Mina-ya…” aku menutupnya dengan ujaran yang ambigu. Hanya maaf yang bisa terlontar dari mulutku tanpa penjelasan yang lebih lebar lagi. Dengan berat, aku berbalik dan meninggalkannya. Membiarkan gadis yang tengah rapuh itu menatap punggungku dengan air matanya yang berlinang deras.

Suatu hari, hal yang sebenarnya akan terkuak. Minah, aku janji…, saat waktunya telah tiba, aku akan memperbaiki semuanya. Kita akan bersatu dan merenda kasih kembali. Tunggulah sampai waktu itu tiba, tidak akan lama lagi. Aku menjamin itu.

 

– END –

Aku sama sekali nggak punya niatan untuk menjatuhkan pihak mana pun. Buat aku pribadi, FF ini cuma sepenggal pelampiasan rasa shock ku karena berita mendadak yang diungkapkan dispatch beberapa hari yang lalu.

Maaf ya kalau alurnya nggak jelas, kecepetan, atau mungkin kalian mendapatkan nothing pas baca. Dan aku juga nggak bermaksud sotoy, tapi apa yang aku tulis itu cuma harapan-harapanku. Ya, aku berharap kalau ini cuma strategi promosinya SM. Bukannya aku nggak suka sama couple itu, tapi sekali lagi, menurutku ini terlalu mendadak.

Oh iya, jangan anggap Minah adalah karakter individual ya. Aku buat karakter Minah itu maksudnya mewakilkan perasaan fans, semoga kalian nggak bingung ya?

Mohon banget saran dari kalian… ^^

91 thoughts on “The Obedience

  1. Aku fans Baekhyun. Fans berat malahan.
    Pas denger Baekhyun Oppa sama Taeyeon Eonni dating, sempet kaget sih, tapi aku ga sampe ngebenci Baekhyun Oppa ataupun Taeyeon Eonni. Yah, ini keputusan mereka, mereka saling suka, saling mencintai. Ini hak mereka sebagai ‘manusia’. Walaupun mereka idol, Baekhyun dan Taeyeon juga manusia biasa seperti kita. Dan mereka berhak merasakan apa itu ‘cinta’. Tanpa orang lain harus ikut campur. Itu urusan mereka. Sebagai fans, kita seharusnya tidak ikut campur atas apa yang mereka lakukan. Seharusnya, kita mendukung mereka. Apapun yang mereka lakukan, selama yang dilakukan para idol kita itu adalah hal yang positif. Tugas fans adalah mendukung, menyemangati, menyayangi dan mencintai idol. Namun mencintai masih dalam batas yang ada. Tugas fans hanya itu. Seorang fans hanya memiliki tugas itu. Tidak lebih dan tidak kurang. Fans tidak berhak mengatur idol. Apa yang akan idol itu lakukan atau dengan siapa idol itu berkencan atau berpacaran. Bukan idol kita yang memilih, tapi hatinya. Hatinya yang memilih siapa yang akan mereka cintai. Begitu pun dengan Baekhyun dan Taeyeon. Hati mereka telah memilih siapa yang patut untuk dicintai dan disayangi. Jangan membenci Baekhyun dan Taeyeon. Tetap bersama mereka dan tersenyum untuk mereka. Ini adalah jalan yang mereka pilih. Dan ini adalah yang terbaik untuk mereka juga untuk kita.

    Nice FF! Keep writing ya! Fighthing!

    • tapi kan hati dan jalan pikiran tiap orang berbeda2, kita gak bisa memandang dari 1 sisi saja. meski kamu bilang “itu hak mereka”, “mereka juga berhak merasakan cinta”, tapi di sini kita sbg fans punya perasaan yang ga bisa dijelaskan. Misal ada idol aku dating dgn cewe yg ga sreg di hati aku, dlm hati aku pengen ikhlas & menerima, tapi pda substitusi kehidupan aku gk bisa dan aku gk tau kenapa. Sekali lagi, hati fans itu susah dipahami. Kalau yg bisa berpikir dewasa ya alhamdulillah, tapi kan ga segelintir fans saja yg merasa idola mereka itu miliknya & mereka merasa sakit kalau mereka dikabarkan dating. Kamu pasti ngerti lah apa yg aku maksud, atau mungkin ngga krn bahasanya ribet? Hm entahlah, maaf:/
      thanks ya sudah sempetin komen🙂 mampir lagi di FF lain kalau bisa ^^

  2. Aku fans Baekhyun. Fans berat malahan.
    Pas denger Baekhyun Oppa sama Taeyeon Eonni dating, sempet kaget sih, tapi aku ga sampe ngebenci Baekhyun Oppa ataupun Taeyeon Eonni. Yah, ini keputusan mereka, mereka saling suka, saling mencintai. Ini hak mereka sebagai ‘manusia’. Walaupun mereka idol, Baekhyun dan Taeyeon juga manusia biasa seperti kita. Dan mereka berhak merasakan apa itu ‘cinta’. Tanpa orang lain harus ikut campur. Itu urusan mereka. Sebagai fans, kita seharusnya tidak ikut campur atas apa yang mereka lakukan. Seharusnya, kita mendukung mereka. Apapun yang mereka lakukan, selama yang dilakukan para idol kita itu adalah hal yang positif. Tugas fans adalah mendukung, menyemangati, menyayangi dan mencintai idol. Namun mencintai masih dalam batas yang ada. Tugas fans hanya itu. Seorang fans hanya memiliki tugas itu. Tidak lebih dan tidak kurang. Fans tidak berhak mengatur idol. Apa yang akan idol itu lakukan atau dengan siapa idol itu berkencan atau berpacaran. Bukan idol kita yang memilih, tapi hatinya. Hatinya yang memilih siapa yang akan mereka cintai. Begitu pun dengan Baekhyun dan Taeyeon. Hati mereka telah memilih siapa yang patut untuk dicintai dan disayangi. Jangan membenci Baekhyun dan Taeyeon. Tetap bersama mereka dan tersenyum untuk mereka. Ini adalah jalan yang mereka pilih. Dan ini adalah yang terbaik untuk mereka juga untuk kita.🙂😀 😉
    Nice FF! Keep writing ya! Fighthing!

  3. Aku fans Baekhyun. Fans berat malahan.
    Pas denger Baekhyun Oppa sama Taeyeon Eonni dating, sempet kaget sih, tapi aku ga sampe ngebenci Baekhyun Oppa ataupun Taeyeon Eonni. Yah, ini keputusan mereka, mereka saling suka, saling mencintai. Ini hak mereka sebagai ‘manusia’. Walaupun mereka idol, Baekhyun dan Taeyeon juga manusia biasa seperti kita. Dan mereka berhak merasakan apa itu ‘cinta’. Tanpa orang lain harus ikut campur. Itu urusan mereka. Sebagai fans, kita seharusnya tidak ikut campur atas apa yang mereka lakukan. Seharusnya, kita mendukung mereka. Apapun yang mereka lakukan, selama yang dilakukan para idol kita itu adalah hal yang positif. Tugas fans adalah mendukung, menyemangati, menyayangi dan mencintai idol. Namun mencintai masih dalam batas yang ada. Tugas fans hanya itu. Seorang fans hanya memiliki tugas itu. Tidak lebih dan tidak kurang. Fans tidak berhak mengatur idol. Apa yang akan idol itu lakukan atau dengan siapa idol itu berkencan atau berpacaran. Bukan idol kita yang memilih, tapi hatinya. Hatinya yang memilih siapa yang akan mereka cintai. Begitu pun dengan Baekhyun dan Taeyeon. Hati mereka telah memilih siapa yang patut untuk dicintai dan disayangi.

    Nice FF! Keep writing ya! Fighthing!

  4. Bagus thor ffnya :’). Memang shock denger berita baek dating sm taeyeon. Dan waktu itu juga hati rasanya tersayat-sayat, kemudian benci sama baekhyun seketika. Gak nyangka!
    Cast Minah memang cocok bngt melampiaskan perasaan hati para fans. Tertutama aku, gomawo thor fanfiction-nya ^^

    • yah, jgn benci sama baekhyun, ya sih kita fans berhak sakit hati, tapi kalau sampai benci…, Baekhyun nggak salah apa2. Mereka saling cinta, mereka pacaran, hukum alam sih🙂

  5. Mungkin sama kayak kebanyakan yg komen di atas, ak bukan fans baekhyun tp aku msh ga trima aja kalo emg baekhyun dating sama taeyeon. Kenapa exo masalah aja rasanya?
    Dan ff ini membuat aku sedikit lebih tenang. LOL
    Iya ini ff aku tau tapi seenggaknya masuk akal juga sih sm yg dialamin baek.
    Emang kalo udh jadi idol apalagi kayak exo udh gabisa sembarangan mau pacaran. Ya kan?

    Semoga aja ff ini sm kyk realita aslinya (bukan minah nya, tapi lebih ke alasan baek sm taeyeon ngedatenya)

    Daebak!

    • wah komen kamu panjang sekali ~~ :3
      ah sudahlah, harapanny tipis kalo mau mereka pacaranny diam2
      kayanya sih itu real,
      belajar ikhlas, harus support dia apapun keadaanny
      toh, baek juga gk mungkin pacaran sama aku fuhfuhfuh!
      makasih ya udah sempetin komen🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s