My Sister Or My Girlfriend ? [2/3]

 

my girl 

 

My Sister Or My Girlfriend ? [2/3]

Author : G24 (Ji )

Maincast : Kim Hwa Mi (You) | Kris Wu

Othercast : –

Genre : Comedy | Romance | Fluff | Family | School Life

Rating : PG 15

Length : Three Shoot

Summary :

‘Apa perasaanmu tidak berubah sedikitpun untuk ku,Oppa?’

 

Hai readers ! Semoga di chapter ke dua ini bisa tambah menghibur kalian yaa.. Happy Reading !😀

***

 

Hwa Mi sudah berada di tempat tidurnya. Dengan mata yang masih sayup-sayup, ia mencoba membuka matanya perlahan. Dilihatnya kedua orangtuanya yang berada tepat disampingnya. Hwa Mi nampak bingung mengapa wajah orangtuanya penuh dengan kecemasan.

 

“Hoaamm. Eomma,Appa, apa yang sedang kalian lakukan disini?. Enghh, aku ngantuk sekali” Ucap Hwa Mi sambil terbangun.

 

“HWA MI ! CEPAT KATAKAN PADA EOMMA ! APA YANG NAPEUN NAMJA ITU LAKUKAN PADAMU ! AKAN KU TELAN DIA SAMPAI HABIS !” Bentak Nyonya Kim Hye Jung.

 

“Cepat Hwa Mi katakan. Akan Appa bawa ia untuk dijadikan sasaran jepretan pakaian dalam wanita !” Timpal Tuan Kim Sooman.

 

“YAK ! APA YANG BARUSAN KAU KATAKAN ! DASAR GENDUT !” Bentak Nyonya Kim Hye Jung.

 

“Huh, maksud kalian ini apa? Aku tidak mengerti. Lalu,siapa yang dimaksud dengan Napeun Namja?” Tanya Hwa Mi polos.

 

Nyonya dan Tuan Kim langsung menunjuk ke arah Kris yang sedang diikat dengan tali di meja dalam posisi berdiri. Hwa Mi terkejut melihat Kris yang sudah bercucuran keringat dan pakaian dalam yang bergelantungan dilehernya.

 

“Heh kurcaci ! Keluarkan aku dari sini. Apa salahku ?” Ucap Kris dengan melas.

 

“Appa, Eomma, apa yang kalian lakukan dengan tiang itu? Memangnya dia salah apa?” Tanya Hwa Mi.

 

“DIA PASTI SUDAH BERBUAT MACAM-MACAM DENGAN MU SEMALAM. IYAKAN?” Bentak Nyonya Kim Hye Jung.

 

“Ya Tuhan. Tidak mungkin aku ingin berbuat hal intim dengan kurcaci itu.. Eh maksudku, aku tidak mungkin mau berbuat hal yang macam-macam kepada putrimu. Sungguh…” Timpal Kris memelas.

 

“Dia benar Eomma. Sungguh, ia tak melakukan apapun padaku. Aku hanya diantar pulang olehnya dan aku tertidur dimotornya” Ucap Hwa Mi.

 

“Kau itu tidak sadar apa yang kau lakukan semalam. Pasti dia telah memberimu obat penghilang ingatan yang sering Appa berikan kepada gadis-gadis di club malam” Ucap Tuan Kim Sooman santai.

 

“DASAR KAU NAPEUN TUA ! KAU ITU SUDAH BAU TANAH ! MASIH SAJA MAIN WANITA ! AKAN KU CEKIK KAU !” Bentak Nyonya Kim Hye Jung sembari bersiap mencekik Tuan Kim Sooman.

 

“Sudahlah Eomma, Appa. Aku dan dia benar-benar tak melakukan apa-apa. Aku berani sumpah. Sekarang lepaskanlah dia. Aku mohon..” Ucap Hwa Mi dengan wajah polosnya.

 

Maklumlah, orangtua mana yang tak khawatir bila anak perempuannya diantar seorang lelaki pada malam hari dan dalam keadaan tertidur. Apalagi Hwa Mi merupakan anak satu-satunya dari pasangan aneh ini. Tak lama kemudian, Nyonya Kim Hye Jung langsung menghampiri Kris dengan sebuah pisau di tangannya.

 

“Kyaaa! Tidak ! Apa yang ingin kau lakukan padaku Nyonya Kim ! Jangan bunuh aku..” Teriak Kris yang sudah kencing celana.

 

Dengan wajah sangarnya, Nyonya Kim Hye Jung mengarahkan kasar pisau itu ke tali yang mengikat Kris agar tali itu terpotong. Setelah tali terlepas dari tubuh Kris, Nyonya Kim Hye Jung mengarahkan pisau itu ke leher Kris.

 

“Kau jangan macam-macam dengan anakku ya? Kalau tidak…. Kreekkkk” Ucap Nyonya Kim Hye Jung sambil berpura-pura memotong lehernya.

 

“Iya ampun Nyonya Kim Hye Jung. Aku harus cepat kembali kerumah untuk mengganti celanaku yang sudah basah kuyup ini, nanti aku terlambat sekolah. Aku pamit… Aaaaaa, lariiiiiii !” Ucap Kris sambil berlari keluar dari rumah Hwa Mi.

 

“Eomma, Appa, kalian ini ada-ada saja. Sudahlah, aku ingin bersiap-siap berangkat sekolah. Nanti aku terlambat juga” Ucap Hwa Mi malas.

 

***

 

Setibanya disekolah, Hwa Mi masih tersengal-sengal karena habis berlarian agar tidak terlambat. Ia terkejut karena Kris sedang dijewer oleh salah satu guru yang paling disiplin digerbang sekolah. Hwa Mi yakin Kris terlambat, begitupun juga dengannya. Dengan langkah yang agak gemetar, Hwa Mi memberanikan diri untuk masuk ke gerbang sekolah.

 

“Annyeonghaseyo Nam Seonsaengnim, maaf aku terlambat” Ucap Hwa Mi.

 

“Ini namanya bukan pagi lagi. Untuk apa kau mengucapkan selamat pagi? Kalian berdua ikut saya.” Tegas Nam Seonsaengnim.

 

“Hahaha. Kalau berbasa-basi yang betul dong kurcaci” Bisik Kris sambil tertawa kecil.

 

“Berisik kau tiang.. weeee” Balas Hwa Mi menjulurkan lidah.

 

Merekapun tiba diperpustakaan. Nam Seonsaengnim langsung menyuruh mereka untuk duduk dimasing-masing kursi.

 

“Sebagai hukumannya, kalian harus menulis Nam Seonsaengnim guru terbaik di Shinwa Senior High School sebanyak 100 lembar kertas. Saya tunggu, paling lambat nanti sore diruangan saya” Ucap Nam Seonsaengnim sembari meninggalkan perpustakaan.

 

Hwa Mi dan Kris sempat terbengong dengan hukuman yang diberi oleh Nam Seonsaengnim. Namun, Hwa Mi langsung mengerjakan hukumannya itu. Ia sempat mencuri-curi pandang ke arah Kris. Hal itu membuat ia senyum-senyum tak jelas.

 

Diperhatikannya wajah Kris yang tampan dan tatapannya yang tajam. Membuat hati gadis polos ini meleleh begitu saja. Sadar sedang diperhatikan, ide jahil terlintas di otak Kris. Ia mulai mengeluarkan kertasnya dan mulai berpura-pura menulis. Kris menatap dalam wajah Hwa Mi seakan tatapannya penuh arti. Hal itu semakin membuat Hwa Mi salah tingkah dan senyum-senyum kearah Kris.

 

Kris mulai meremas kecil kertas menjadi layaknya sebuah bola dengan tatapannya yang masih melekat ke arah Hwa Mi. Dan.. PLUKKK !!

Kertas itu berhasil terkena wajah polos Hwa Mi. Ia langsung tersadar dari salah tingkahnya itu dan melanjutkan menulis kembali dengan perasaan yang masih agak malu.

 

“Hahaha. Kerjakan hukumanmu. Jangan memperhatikanku terus” Ledek Kris.

 

“Huh, percaya diri sekali kau !” Kesal Hwa Mi dengan wajahnya yang memerah.

 

Selama mengerjakan hukuman, Hwa Mi sering mencuri-curi pandang ke arah Kris. Begitupun dengan Kris. Karena merasa diperhatikan, Kris kadang berbalik mencuri pandang ke arah Hwa Mi. Namun jika tertangkap basah oleh Kris, Hwa Mi mengelak tatapannya dengan berpura-pura sedang menulis.

 

Setelah berjam-jam mengerjakan hukumannya, Hwa Mi tersentak melihat Kris yang tiba-tiba berdiri bertanda bahwa ia sudah selesai. Karena tak mungkin menulis sebanyak itu dalam waktu yang bisa dibilang agak cepat. Sedangkan Hwa Mi masih 50 lembar. Ia bergegas menghampiri Kris.

 

“Hei Tiang tunggu.. Cepat sekali kau menulis, sedangkan aku baru 50 lembar” Ucap Hwa Mi melas sembari memegang kertasnya

 

“Bagaimana tidak lama? Kau lihat saja tulisanmu. Kecil sekali sepertimu. Hahahaha” Ledek Kris.

 

“Tulisanku ini termasuk tulisan paling rapi dikelas ya! Coba ku lihat punya mu” Gerutu Hwa Mi.

Kris langsung memberikan kertas nya kepada Hwa Mi. Hwa Mi langsung tersentak melihat kertas Kris, dimana satu kertas hanya berisikan satu kalimat yang berukuran sangat besar.

 

“Kau curang sekali. Mana mungkin bisa seperti ini?” Ucap Hwa Mi.

 

“Nam Seonsaengnim hanya bilang tulis kalimat itu 100 lembar kan? Ya yasudah, aku sudah menurutinya. Kau ini polos sekali kurcaci ! hahahaha” Ledek Kris sambil meninggalkan Hwa Mi.

 

Hwa Mi seketika terdiam dengan wajah polosnya. Lalu Ia mulai menulis 50 lembar lagi dengan cara yang sama seperti Kris. Betapa lugunya gadis ini.

 

 

***

 

Siang hari mulai berganti senja. Waktunya Hwa Mi untuk mengumpulkan kertas hukumannya itu. Ternyata sudah ada Kris diruangan Nam Seonsaengnim. Dilihatnya Nam Seonsaengnim seperti orang yang sedang marah. Lantas, Hwa Mi tetap memberanikan diri untuk memberikan kertas hukumannya itu kepada Nam Seonsaengnim.

 

Dan hasilnya sama saja. Hwa Mipun kecipratan omelan Nam Seonsaengnim, karena mereka berdua mengerjakan hukuman itu tidak sesuai dengan perintah. Namun, Kris selalu punya cara dengan trik yang entah bagaimana dia menciptakannya agar ia bisa lolos dari hukuman guru. Perkataan Kris selalu membuat para guru terbengong-bengong dan meloloskan Kris dari hukuman. Bahkan Guru terdisiplinpun. Tetapi tak hanya Kris kali ini yang lolos dari hukuman. Hwa Mi pun lolos berkat Kris.

 

Setelah keluar dari ruangan Nam Seonsaengnim, Hwa Mi menatap Kris dengan salah tingkah. Kris membalas tatapannya dengan senyum manisnya itu. Ya, semakin membuat hati gadis ini meleleh. Saat sedang berjalan keluar gerbang sekolah, tiba-tiba Kris memanggil Hwa Mi. Hwa Mi langsung membalikkan hadapannya.

 

“Kurcaci kecil, kau mau pulang bersamaku tidak?” Ucap Kris.

 

“Nngg.. tentu saja aku ma….” Ucap Hwa Mi yang tiba-tiba terhenti.

 

“HWA MI ! CEPAT PULANG ! JANGAN KAU TUNGGANGI TIANG LISTRIK ITU !” Pekik Nyonya Kim Hye Jung yang tiba-tiba lewat dengan mobil jeepnya.

 

‘Huh, beruang gemuk ini lagi. Oh Tuhan, darimana dia berasal?’ Gumam Hwa Mi.

 

“Aku hanya bercanda kok Hwa Mi mengajakmu pulang bersama.. hahaha” Timpal Kris dengan ketawa palsunya.

 

Seketika Nyonya Kim Hye Jung langsung menghilang begitu saja. Hwa Mi dan Kris yang masih terdiam di posisi awalnya, hanya terbisu dengan saling menatap bingung.

 

“Hei kurcaci, jadi tidak pulang bersamaku?” Ucap Kris pelan.

 

Tanpa fikir panjang dan meng-iyakan ajakan Kris, Hwa Mi langsung menaiki motor Kris dengan percaya dirinya. Kris hanya tertawa kecil melihar kelakuan gadis ini.

 

KRUUKK

Suara cacing diperut Hwa Mi mulai terdengar.

 

“Kau lapar? Aku tau tempat makan yang enak” Tawar Kris.

 

Hwa Mi hanya mengangguk polos dengan hati yang sangat berbunga-bunga. Entah perasaan hanya sekedar nyaman berada disekitar Kris atau ia benar-benar menyukai Kris. Ia masih bimbang dengan perasaannya itu, tapi yang pasti dia selalu merasa bahagia jika bersama Kris.

 

Sesampainya di restoran, Kris dan Hwa Mi langsung menduduki meja yang tepat mengarah ke jalan raya. Kris memesan makanan yang sering dipesannya di restoran itu. Hwa Mi tak berhenti menatap sang pujaan hatinya itu layaknya orang yang sedang terhipnotis. Setelah beberapa menit, makanan sudah terhidang dimeja mereka.

 

“Heh kurcaci, makanannya sudah siap. Ayo makan. Jangan sungkan, aku yang traktir” Ucap Kris.

 

“Kenapa kau memesankan ku makanan yang penuh sayuran dan segelas susu? Aku kan tidak suka” Manja Hwa Mi.

 

“Kau harus banyak makan sayur dan minum susu agar tubuh mu tidak seperti kurcaci.. hahahaha” Ledek Kris sambil menyuapi Hwa Mi,.

 

Hwa Mi hanya bergerutu kesal dengan hati yang teramat senang. Tak pernah terpikirkan olehnya ia akan sedekat ini dengan pujaannya itu. Hari-hari yang tak pernah terbayangkan olehnya akan sebahagia ini.

 

Setelah kenyang makan dan tertawa bersama. Merekapun pulang bersama. Namun saat diperjalanan, tiba-tiba hujan deras mengguyur sepasang manusia itu.

 

 

“Kita harus berteduh. Nanti kau kehujanan” Ucap Kris sambil mengerem motornya.

 

“Aku suka hujan. Ayolah tiang, kita hadapi hujan ini” Jawab Hwa Mi polos dengan gaya sok pahlawan.

 

“Kalau kau sakit, aku bisa digantung oleh ibumu yang seperti ketua gangster itu. Bisa bisa aku kencing dicelana lagi” Ucap Kris.

 

“Sudahlah tiang. Aku tidak akan sakit jika mengarungi hujan bersamamu..” Ucap Hwa Mi sambil tersenyum-senyum sendiri. “Eh..ehh..ma..maksudku.. aku tidak akan sakit karena aku kuat” lanjut Hwa Mi.

 

“Kuat apanya? Kau saja tidak suka makan sayur, tidak suka minum susu, Huh. Dasar kurcaci” Gerutu Kris.

 

Akhirnya mereka berdua dibasahi oleh tetesan hujan yang cukup deras selama perjalanan pulang. Sebenarnya ini hanya akal-akalan Hwa Mi saja agar bisa memeluk Kris seperti kemarin. Namun sejak dari tadi dijalan, Kris tidak mengaitkan tangan Hwa Mi ke tubuhnya seperti yang dilakukannya sebelumnya. Hwa Mi mulai berkomat-kamit tak jelas di motor. Ia menunggu Kris untuk melakukan hal yang sama, namun tak kunjung jua terwujudkan.

 

“Kau kenapa ? Dingin? “ Tanya Kris sembari melihat spion.

 

“Brrr…brr..nggg… tidak. Malah ini hangat sekali”

 

“Hangat apanya babo ? inikan sedang hujan” Balas Kris sambil mengaitkan tangan Hwa Mi ketubuhnya.

 

Hwa Mi mulai salah tingkah dan ia sangat senang karena rencananya itu berhasil. Tapi sayang sekali, Kris yang jahil itu memang sangat menyebalkan. Saat ia melakukan hal yang dinanti Hwa Mi itu, mereka sudah sampai didepan rumah Hwa Mi.

 

“Turun kau kurcaci. Jangan berpura-pura tidur lagi seperti kemarin. Nanti pasukanmu menyerangku lagi” Ledek Kris.

 

 

‘Ha? Bagaimana ia bisa tau kalau sebenarnya kemarin aku berpura-pura tidur? Huh. Dasar Hwa Mi Babo !’ Batin Hwa Mi

 

“Heh tiang ! Aku tidak berpura-pura tidur kok. Aku benar-benar tertidur pulas. Sungguh !” Ucap Hwa Mi memelas.

 

“Sudah sana masuk kerumahmu. Nanti kau tambah basah kuyup seperti kucing got” Ledek Kris.

 

“Iya iya ! Gomawo tiang sudah membuatku sangat kenyang. Lihat saja nanti, aku akan lebih tinggi darimu. Weeee” Ledek Hwa Mi sembari menjulurkan lidah.

 

Kris hanya tertawa melihat tingkah Yeoja Kyeopta yang cerewet itu. Kemudian ia menuju rumahnya yang tepat disamping rumah Hwa Mi.

Tiba-tiba ada secarik kertas didepan pintu rumah Hwa Mi. Hwa Mi mulai membaca tulisan yang ada dikertas itu.

 

Hwa Mi, Eomma sedang dirumah tantemu yang tak kalah gemuk dengan ku! Eomma lupa bilang padamu kalau Eomma pulang agak larut malam ! Kunci ada dibalik pot ! Kau jangan macam-macam dirumah ! Jangan menyalakan televisi kalau hujan ! Jangan mengotori ruang tamu ! Jangan bla…..bla…..bla……dan bla….

 

“Aku tak habis fikir dengan Eomma, mengapa dia begitu cerewet sekali?” Gumam Hwa Mi.

 

Hwa Mi bergegas mengambil kunci dan membuka pintu rumahnya. Dilihatnya rumahnya yang nampak begitu sepi. Ya, Tuan Kim Sooman memang jarang berada dirumah. Namun, itu hal yang biasa bagi Hwa Mi.

Baru beberapa menit ia menutup pintu, terdengar suara ketukan pintu.

Ia langsung membuka pintu dan lagi-lagi ia mendapat hadiah special yang tiada henti-hentinya.

 

Tampak seorang lelaki yang tak lain dan tak bukan adalah Kris yang masih kuyup. Hwa Mi merasa heran sekaligus sangat senang dengan keberadaan pujaannya itu.

 

“Hei pendek, aku boleh pinjam handukmu tidak? Rumahku terkunci. Ayah & Ibuku belum pulang. Anggap saja sebagai tanda terimakasih mu padaku karena aku telah mentraktirmu” Ucap Kris.

 

Hwa Mi hanya terpaku dan senyum-senyum seperti orang yang kurang waras. Kris nampak bingung dengannya. Karena agak kesal tiada respon dari Hwa Mi, Kris menepuk-nepuk pelan pipi Hwa Mi.

 

“Heh kurcaci…kurcaci…kurcaci !”

 

“Nngg.. iya.. iya.. aku ada handuk didalam. Lebih baik kau masuk saja di rumahku. Orangtua ku juga belum pulang. Ma..ma..ri.. masuk” Jawab Hwa Mi gugup.

 

‘Dasar kurcaci gagap’ Batin Kris.

 

Sementara Hwa Mi mengambil handuk untuk Kris, Kris duduk disofa sembari melihat foto-foto Hwa Mi bersama keluarganya. Seperti ada sesuatu dibalik foto-foto itu. Tampak keceriaan dan kekeluargaan yang bahagia di foto itu. Wajah Hwa Mi yang menggemaskan, membuat Kris senyum-senyum sendiri melihatnya.

 

“Ini handuk untukmu” Ucap Hwa Mi melemparkan handuk. “Kenapa? Aku sangat lucu ya difoto itu. Ya memang, aku itu memang menggemaskan.. hihihi” lanjut Hwa Mi.

 

“Percaya diri sekali kau. Kau memang lucu, Karena kau itu kecil seperti kurcaci” Ledek Kris.

 

“Jangan panggil aku kurcaci terus ! Kau saja yang terlalu tinggi seperti tiang!” Gerutu Hwa Mi mempoutkan bibirnya.

 

Kris hanya tertawa melihat Hwa Mi cemberut seperti itu. Hwa Mi beranjak ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk Kris. Ya, berhubung makhluk ini sangat mungil, sampai-sampai ia tak bisa meraih gelas yang berada di buffet dapurnya itu.

 

 

Tiba-tiba, Kris berdiri dibelakangnya sambil mengambilkan gelas yang berada dirak paling atas. Hwa Mi langsung berhadapan dengan Kris dengan posisi yang hampir tak berjarak. Sepasang makhluk ini hanya terpaku dengan tatapan lekatnya masing-masing.

 

Tatapan Kris yang seakan ingin melahap bibir mungil Hwa Mi, membuat Hwa Mi gugup dan sangat percaya diri bahwa Kris memang akan melakukan hal itu.

 

‘Semoga ia benar-benar menciumku. Aku rela.. Aku rela… Aku rela first kissku itu bersamanya.. Aku rela’ Batin Hwa Mi.

 

Tatapannya semakin lekat dan membuat kaki Hwa Mi bergemetar serta detak jantungnya yang serasa mau copot. Kris yang sudah memajukan wajahnya sehingga jarak antara wajah mereka sangatlah dekat.

 

Namun, apa yang terjadi? Kris langsung menjitak pelan kepala Hwa Mi.

 

“Dasar Kurcaci, mengambil gelas saja tidak bisa ! hahahaha” Ledek Kris.

 

“Kau menyebalkan ! Sungguh ! Menyebalkan ! Aku…aku…. Aku… Uhhh! Umm…tidak jadilah.. Sudah sana tunggu diruang tamu” Gerutu Hwa Mi.

 

Setelah teh yang dibuatnya sudah siap, ia langsung menuju keruang tamu dan menghidangkannya dimeja.

 

“Ini minum agar tubuhmu hangat” Ucap Hwa Mi menyodorkan teh.

 

Krispun meminum teh panas itu sambil meniup-niup kecil permukaan teh.

“Kau ini berlebihan sekali pakai di tiup-tiup segala. Aku membuatnya tidak terlalu panas ko” Ucap Hwa Mi yang langsung meminum tehnya.

 

“HUAAAAAAA!!!! PANAS SEKALI!!!” Pekik Hwa Mi berjingkrak-jingkrak.

 

“Hahahaha..Teh mu itu sungguh panas sekali. Makanya aku tiup-tiup. Kau pakai air yang baru mendidih ya?” Ucap Kris sembari terpingkal.

 

Tak disangka, karena saking kepanasannya Hwa Mi tersandung dan terjatuh kepelukan Kris. Kris dengan sigap memeluk Hwa Mi agar ia tidak terjatuh.

Terdiam dan saling menatap.

 

Kejadian itu terulang kembali. Kris yang menatap lekat Hwa Mi, membuat hati Hwa Mi tak karuan. Ia berharap kali ini, first kiss itu benar-benar terwujud.

 

Dengan smirk di wajah mereka masing-masing, membuat suasana semakin memanas. Hanya tinggal beberapa centi, bibir seksi Kris akan menempel di bibir mungil Hwa Mi.

 

BRAKKK !

 

Tiba-tiba seorang beruang kutub, yang tak lain dan tak bukan Nyonya Kim Hye Jung, ibu Hwa Mi, datang dan terdiam dengan wajah sangarnya. Tatapannya seperti ingin mencabik-cabik mangsanya. Wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Rambutnya berdiri seperti tersengat listrik.

 

“NAPEUN NAMJA ! APA YANG KAU LAKUKAN PADA ANAKKU ! RASAKAN INI ! CIAATTTT !” Bentak Nyonya Kim Hye Jung sembari mengeluarkan jurus naganya.

 

Dengan tubuh yang besar, wajah yang sangar seperti gangster, rambut yang berdiri layaknya preman, jurusnya yang sudah membuat merinding, Nyonya Kim Hye Jung memukul pelan Kris dengan beribu alat dapurnya.

 

“Aww.. Nyonya Kim.. Ampun ! Aku tak berbuat apa-apa dengannya ! Sungguh ! “ Rintih Kris.

 

Nyonya Kim Hye Jung tak menghiraukan ucapan Kris. Hwa Mi berusaha melerai ibunya itu, tapi tetap saja Nyonya Kim Hye Jung memukul-mukul Kris dengan alat dapurnya.

 

Dalam situasi itu, tiba-tiba Tuan Kim Sooman datang dengan kostum ala supermannya itu dari balik pintu.

 

“KYAAA!!! Rasakan ini anak muda ! Kau tidak akan bisa mengambil putriku yang manis ini!” Ucap Tuan Kim Sooman sembari memukul pelan Kris.

 

Nyonya Kim Hye Jung dan Hwa Mi seketika terbengong melihat Tuan Kim Sooman yang entah darimana asalnya. Namun, Tuan Kim Sooman tak menghiraukan mereka. Ia tetap saja memukul-mukul Kris.

 

“Heh kelinci gemuk, apa yang kau lihat? Bantu aku untuk membasmi makhluk ini !” Bentak Tuan Kim Sooman.

 

“Aku berani bersumpah ! Aku tidak berbuat hal yang macam-macam kepada Kurcaci. Eh, maksudku pada Hwa Mi. Sungguh” Ucap Kris memelas.

 

“Sssttt cukup Kris. Katakan padaku sekarang, apa kau sudah berpacaran dengan anakku atau belum?” Ucap Tuan Kim Sooman sembari menaru jari telunjuknya didepan bibir Kris.

 

Hwa Mi dan Kris langsung saling menatap bingung. Entah apa yang terpikirkan oleh Hwa Mi, namun pertanyaan ayahnya membuat Hwa Mi juga penasaran sekaligus salah tingkah.

 

“Tidak Tuan. Aku… aku… tidak berpacaran dengannya..” Jawab Kris.

 

“TAPI, APA KAU MENYAYANGINYA?” Timpal Nyonya Kim Hye Jung dengan wajah sangarnya.

 

“Iya, aku…aku menyayanginya..” Ucap Kris yang seketika terdiam.

 

Hal itu membuat Hwa Mi tak percaya. Bagaimana mungkin pujaan hatinya itu menyayanginya secepat itu. Hwa Mi mulai menepuk-nepuk pipinya untuk menyadarkan kalau itu memang bukan mimpi. Ia mulai salah tingkah dan hatinya berdegup kencang.

 

“Aku memang menyayanginya… Aku menyayanginya seperti aku menyayangi adikku sendiri” Lanjut Kris menatap Hwa Mi.

 

Hati Hwa Mi hancur begitu saja setelah mendengar pernyataan Kris. Selama ini, ia selalu berharap lebih. Dengan perlakuan Kris yang membuatnya selalu nyaman dan setiap tatapan Kris yang memberi arti, seakan dia masih tak percaya dengan ucapan Kris yang menyisakan goresan dihatinya.

 

Namun, Hwa Mi tetap berpura-pura tegar dan menutupi kesedihannya dengan tingkah polosnya.

 

“Eomma, Appa, sudahlah. Aku benar-benar tidak berbuat apa-apa dengan tiang listrik itu… hihihi. Hei tiang, sepertinya orangtuamu sudah sampai. Cepat kembali kerumahmu dan ganti baju kuyupmu itu” Ucap Hwa Mi sambil tersenyum.

 

“Tuan dan Nyonya Kim, aku pamit pulang ya. Kurcaci aku pulang dulu. Permisi” Ucap Kris yang masih gemetar.

 

Krispun berjalan keluar rumah Hwa Mi dan kembali kerumahnya. Hwa Mi berjalan menuju kamarnya. Namun tidak dengan Nyonya dan Tuan Kim. Mereka memang sudah seperti kucing dan anjing. Mereka masih kejar-kejaran diruang tamu. Nyonya Kim Hye Jung melemparinya dengan alat dapur dan Tuan Kim Sooman menaiki sofa sembari meragakan gaya ala superman. Orangtua yang aneh.

 

Sementara itu, Hwa Mi masih terdiam ditempat tidurnya. Ia masih memikirkan perkataan yang barusan Kris ucapkan. Ia tak menyangka bahwa Kris mendekatinya hanya sekedar seperti layaknya seorang kakak dan adik. Hwa Mi mulai melamun dan memikirkan Kris di jendela kamarnya. Tiba-tiba muncul Kris dari jendela kamarnya.

 

Mereka saling memandang dari jendela kamarnya masing-masing. Lalu, Kris menulis sesuatu disebuah kertas yang membuat Hwa Mi kebingungan.

Kris memampangkan kertas yang ditulisnya itu.

 

Kertas itu bertuliskan ‘Selamat malam adikku yang cerewet. Dasar Kurcaci ><’

Hwa Mi membalas ucapan dari Kris dengan menuliskan sesuatu ke sebuah kertas. Lalu, memampangkan kertas itu ke arah Kris.

‘Selamat malam juga Oppa. Aku juga menyayangi mu kok. Hihihi ><”

 

Kris tersenyum senang sedangkan Hwa Mi membalas senyum Kris dengan hati yang sebenarnya sangat kecewa. Namun apa boleh buat. Dia langsung menutup gorden kamarnya dan mulai senyum-senyum sendiri. Ucapan itu membuat Hwa Mi salah tingkah.

 

Kemudian Hwa Mi langsung membaringkan tubuhnya ke tempat tidurnya. Ia membalut tubuhnya dengan selimut dan perlahan mulai menutup matanya.

 

‘Apa perasaanmu tidak berubah sedikitpun untuk ku,Oppa?’

Batin Hwa Mi beranjak terlelap.

 

TBC

 

17 thoughts on “My Sister Or My Girlfriend ? [2/3]

  1. Makin kepo banget sama kelanjutannyaa!! Uuuuuu krissy my laxy cool bgt!! Kece abisssss……lanjut thooorrr!! Syemunguuutt!!

  2. Next chapternya ya thor. Aha lucu banget lihat tingkah eomma dan appa hwa mi kasihan kan si krisnya digituin ..
    huh kasihan hwa mi sakit hati gara-gara kris apa benar ia tak menyuaki hwa mi atau ia gengsi saja mengakuinya.
    next chapternya jangan lama-lama ya thor

  3. Hwa mi dikasih perhatian, tpi cuma dianggap adek. Pasti Nesek tuh….
    Apa kris emang cuma nganggap hwa mi adek? Ato mungkin lebih?
    Wah… Kelanjutannya ditunggu!!!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s