Posted in Chan Yeol, Chapter, Comedy, Family, friendship, leejieun93, Romance, Suho

I lived with crazy Yeoja 2 [Chapter 1]

coba3

Title                  :  I lived with crazy Yeoja 2 [Chapter 1]

Author            : Park hana

Cast                  : Kim Joon Myun, Park Chorong, Park Chanyeol.

Other cast      : Find by your self

Genre              :  Romance,Family, Comedy(little bit)

Length            : Chapter

Rating             : G

Warning         : Typo dimana-dimana!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Summary       :  Perempuan itu datang dengan tiba-tiba, lalu meminta tinggal dirumahku, Apa dia gila tapi entah kenapa perempuan itu malah membuat aku keluar dari Zona amanku selama ini dan juga membuatku melupakan semua beban hidupku.

Beginning

Seorang perempuan bernama Park Chorong kini tengah berlari dengan kencang karena dikejar beberapa orang yang memakai stelan jas.

“Haishh sialan orang-orang itu, kakiku sudah sakit. Aku harus dapatkan tempat bersembunyi!” gumannya saat berlari.

Untuk menghindari orang yang mengejarnya, perempuan itu pun bersembunyi didalam bagasi sebuah mobil yang saat itu sedang terparkir dipinggir jalan.

Setelah mendapati keadaan aman dan orang-orang yang mengejarnya telah pergi, diapun keluar dari mobil tersebut namun masih dengan hati yang was-was.

Perempuan itu melirik kearah kanan dan kirinya memastikan bahwa orang-orang yang mengejarnya benar-benar pergi, namun sial karena ternyata orang-orang tersebut masih didaerah sana.

Tanpa pikir panjang lagi, dia mulai menyebrang jalan dan saat melihat ada seorang pria yang akan naik mobil, perempuan itu langsung ikut memasuki mobil tersebut.

Didalam mobil kini ada dua orang lelaki, yang satu seorang ahjussi dan yang satu lagi seorang lelaki muda yang merupakan  majikan dari ahjusi tersebut yang bernama Kim Joon myun dan merupakan.

Kedua lelaki tersebut kini menatap perempuan bernama Chorong tersebut dengan tatapan bingung seakan bertanya-tanya siapa Chorong dan kenapa dia tiba-tiba masuk mobil tersebut.

Chorong yang menyadari tatapan kedua lelaki yang ada disana pun akhirnya tersenyum canggung seraya menguacapkan kata maaf.

Tiba-tiba ekor mata Chorong menangkap beberapa lelaki yang sedari tadi tengah mengejarnya. Dia langsung berjongkok agar tidak terlihat seraya menyuruh kedua lelaki tersebut tidak memberitahu bahwa dia ada disana dengan cara melipat kedua tangannya seperti memohon.

“Ahjussi ayo jalan” ujar lelaki muda bernama Kim Joon myun tersebut.

Chorong segera menghela napasnya lega. Setelah itu diapun kembali duduk di kursi mobil, Kemudian membuka topi miliknya.

“Ah ini melegakan” ujarnya seraya menatap Joon myun yang ada disebelahnya.

Kini Kedua mata Joon myun membelalak, bahkan kalung yang sedari tadi dia pegang pun terjatuh.

Melihat kalung Joon myun terjatuh, Chorong segera mengambilnya.

‘Eo, kalung mu terjatuh!” ujar Chorong

Dengan segera Joon myun mengambil kalungnya, kemudian menggenggamnya erat.

“Maldo andwae!” Guman Joon myun pelan.

Chorong tersenyum canggung, dan dalam pikiran nya kini dia merasakan sesuatu yang aneh, karena sejak tadi Joon myun menatapnya dengan tatapan yang membuat Chorong tidak nyaman.

‘Kenapa lelaki ini menatapku seperti itu? “ batin Chorong

Tiba-tiba kedua mata Chorong membelakak.

“Atau jangan-jangan lelaki ini. . “

Chorong kini menatap Joon myun yang saat itu sudah tidak menatapnya lagi, dan tengah menatap keluar jendela.

“Lelaki ini. ..”

Terpesona akan kecantikanku!”

“Ahjussi, bisa berhenti disini!” ujar Chorong.

Ahjussi supir langsung menghentikan mobilnya, Joon myun kini sudah menatap Chorong kembali. Chorong lantas berpamitan dan mengucapkan terima kasih karena mereka sudah membantunya.

“Suatu hari kalau kita bertemu lagi, aku pasti akan membalas kebaikan ahjussi dan anda. Ok Annyeong!”

Chorong membungkuk pada Ahjussi supir dan Joon myhun lalu dia pun keluar dari mobil. Dia menutup pintu mobil kemudian pergi. Kini dia harus berpikir kembali kemana dia harus pergi. Namun tidak lama dari itu,

Greb

Dia merasakan sebuah tangan menggenggam lengannya yang membuat dadanya berdetak kencang karena mengira kalau itu adalah tangan orang orang yang mengejarnya, namun ketika dia menoleh ternyata itu adalah Joon myun.

Chorong menatap Joon myun dengan tatapan takut karena dia pikir bahwa dugaannya benar kalau Joon myun terpesona oleh kecantikanya.

Chorong langsung melepaskan tangan Joon myun dari lengannya kemudian melipat tangannya didada.

“Tuan, bukankah aku sudah mengatakan terima kasih, lalu apa lagi?”

Joon myun terdiam seraya menatap Chorong dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, sedangkan Chorong semakin yakin kalau Joon myun benar-benar terpesona olehnya.

“Ah lelaki ini tampan juga” batinya,

Beberapa detika kemudian Chorong menggelengkan kepalanya seraya mengatakan kalau dia tidak boleh terpesona hanya karena wajah tampan lelaki didepannya itu.

“Maaf, tapi bisakah aku tahu namamu?” tanya Joon myun.

“Kenapa kau ingin tahu namaku?” tanya Chorong tersenyum dan menunjukan ekspresi malu-malu.

Joon myun tertunduk seraya mengusap tenguknya.

“Karena kau cantik!”  ucap Joon myun yang membuat pipi Chorong bersemu merah.

Chorong memegang kedua pipinya seraya tersenyum malu. Namun, suara Joon myun yang terus terdengar memanggil-manggil dirinya membuat dia tersadar dari lamunannya.

“Agashi agashi agashi. Apa anda baik-baik saja?”

Chorong seketika itu juga langsung terdiam dan kini dia mulai menatap Joon myun yang tengah menatapnya dengan wjah Bingung.

“Wae?” tanya Chorong.

‘Ini, tertinggal di mobilku.‘

Joon myun menyerahkan sebuah Topi, dan saat Chorong perhatikan ternyata topi tersebut adalah miliknya.

Dengan wajah yang dibuat se cool mungkin CHorong pun mengambil topi miliknya seraya mengucapkan terima kasih.

Setelah menyerahkan topi Chorong, Joon myun pun pamit pada Chorong. Chorong langsung menundukan kepalanya karena malu karena apa yang dia lamunkan tadi.

‘Haishh ternyata tadi Cuma khayalan!” gumannya seraya tertawa geli akibat khayalan bebas miliknya. Bahkan dia juga memukul pelan kepalanya.

“Pabo pabo!”

“Nona”

“Ya”

Chorong langsung menoleh ketika Joon myun tiba-tiba memanggilnya lagi.

‘Siapa namamu?” tanya Joon myun dari jarak yang sekitar 3 meter dari Chorong.

Chorong terdiam, karena dia pikir tidak mungkin memberitahukan nama aslinya pada Joon myun.

“Namaku. . .” ucap Chorong sambil berpikir.

“Aku,  Kim . .”

“Kim  ? “ ulang Joon myun dengan dahi mengkerut.

“Yerim, kim yerim Je iremeun Kim yerim imnida” ucap Chorong seraya tersenyum.

Sekali lagi kedua mata Joon myun membelalak, bibirnya juga berguman mengatakan bahwa semuanya ini tidak mungkin.

Chorong berbalik dan hendak pergi, namun baru satu langkah dia malah membalikkan lagi badannya kemudian memanggil Joon myun yang saat itu masih terdiam.

‘Hei tuan, apakah anda bisa membantuku sekali lagi?” tanya Chorong.

***

Dengan lahapnya kini Chorong makan, dia bahkan tidak perduli pada lelaki yang saat ini tengah duduk didepannya dan tengah memperhatikannya makan.

Menyadari tengah diperhatikan, Chorong pun menghentikan kegiatan makannya lalu menatap lelaki yang adalah Joon myun itu dengan mulut yang penuh makanan dan tangan yang tengah memegang  sumpit.

Chorong mengerutkan dahinya, lalu menggerakan sumpitnya kearah Joon myun seakan bertanya pada Joon myun apa dia mau mencicipi makanan yang tengah chorong makan.

Joon myun tersenyum tipis seraya mengatakan bahwa dia tidak ingin dan supaya Chorong memakannya sendiri.

Chorong kembali makan, namun tak lama setelah itu dia malah menghentikan kegiatan makannya.

Chorong kini mentap Joon myun dan hendak mengatakan sesuatu.

“Ada yang ingin kau katakan?” tanya Joon myun.

Chorong langsung mengalihkan wajahnya kearah makanan yang tadi sedang dia makan seraya melanjutkan kegiatan makannya lagi.

“Tidak” jawabnya singkat.

“Kalau begitu, aku harus pergi”

Joon myun berdiri dari tempat duduknya dan hendak pergi dari sana. Chorong mulai khawatir, tanpa pikir panjang dia langsung berteriak sambil memegangi perutnya.

“Arghhh….”

Chorong mengerang kesakitan sampai dia terjatuh, bahkan jjangmyeon yang tengah dimakannya tadi pun ikut terjatuh. Joonmyun yang Khawatir langsung menghampiri chorong kembali.

“Kim Yerim-ssi Gwaenchensemnida?” Tanya Joon myun khawatir.

Beberapa pengunjung yang tengah makan pun kini sudah mulai menatap kearah Joon myun dan Chorong.

Chorong mulai terisak dan masih dengan wajah Khawatir Joon myun pun mulai membantu Chorong berdiri searaya mengajaknya ke dokter.

Bukannya menerima Bantuan Joon myun, Chorong malah menepis tangan Joon myun sambil mendorong Joon myun.

“Pergi kau, teganya kau memperlakukan seperti ini setelah apa yang kau lakukan apdaku!” ucap Chorong dengan mata yang nanar dan membuat beberapa pengunjung mulai berbisik-bisik, sedangkan Joon myun hanya terdiam dengan tatapan tuidak mengerti dengan apa ayng tengah Chorong katakan.

Dua orang ahjuma mendekati mereka berdua. Salah satu ahjuma berjongkok lalu mengusap  kepala Chorong dan memeluknya dan salah satu lagi melipat tangannya didada sambil menatap Joon myun tajam seakan dia adalah seorang ibu yang tengah marah pada anak laki-lakinya yang berbuat suatu kenakalan.

“Sayang kau kenapa?” tanya ahjuma pada Chorong

Ditanya begitu Chorong langsung mengeratkan pelukannya pada sang ahjuma.

“Ahjuma bagaimana ini, hidupku sudah hancur!”

Ahjuma yang tadi menatap Joon myun dengan tatapan menakutkan kini mulai mencengkram kerah baju Joon myun. Joon myun semakin tidka mengerti dengan apa yang sedang terjadi saat ini.

‘Ahjuma ada apa ini, apa salahku?” tanya Joon myun polos.

“Hei kau ini tampan dan tampak seperti anak dari keluarga baik-baik. bagaimana jika kedua orang tuamu tahu apa yang sudah kau perbuat?”

“Kedua orang tuaku sudah meninggal!” jjawab Joon myun masih dengan polosnya.

Chorong menangis  semakin kencang, tiba-tiba ahjussi supir datang dan menanyakan apa yang terjadi.

“Ada apa ini? kenapa aku mendengar keributan disini?”

Saat melihat majikannya tengah dicengkram lehernya, Ahjussi supir langsung berteriakmemanggil nama majikannya itu.

‘Tuan muda! Hei ahjuma apa yang kau lakukan pada tuan muda kami?” pekik ahjussi supir

“Hei ahjussi seharusnya kau tanyakan pada tuan mudamu ini, apa yang sudah dia lakukan pada gadis malang ini!” teriak ahjuma yang tadi sedang memeluk Chorong.

Ahjussi supir tampak kebingungan dengan perkataan sang ahjuma, dia lantas mendekati Joon myun dan langsung menarik tangan ahjuma yangs eang mencengkram kragh baju Joon myun.

Pertengkaran kini terjadi antara ahjuma dan ahjussi supir, mereka saling berteriak. sang ahjuma mengatakan Joon myun lelaki tidak bertanggung jawab sedangkan ahjussi supir membela tuan mudanya dengan mengatakan bahwa ahjuma itu akan menyesal jika tahu tuan mudanya anak siapa.

‘Memangnya dia anak siapa? Lee Soo man pemilik SM? Anak yang Hyung suk pemilik Yg atau dia keponakan JYP? Aku tidak perduli yang aku perdulikan itu adalah gadis malang ini!” teriak sang ahjuma.

“Dia itu anak. . . !”

Perkataan ahjussi supir terhenti saat Joon myun memegang tangan ahjussi supir seraya menggelengkan keplanya seakan menyuruh ahjussi supir untuk diam.

Joon myun lantas menghampiri Chorong lalu menatapnya.

“Ayo keluar” ajak Joon myun seraya mengulurkan tangannya.

Semula Chorong ragu, namun tiba-tiba dia menggapai tangan Joon myun. Hal itu membuat kedua ahjuma tersenyum.

Kini di tepuknya bahu Joon myun.

‘Anak muda itulah yang harusnya kau lakukan!”

“hei jangan pegang tuan muda kami dengan tangan mu” bentak ahjussi supir memperingatkan sag ahjuma yang langsung mendapatkan death glare dari kedua ahjuma tersebut.

***

Chorong tertunduk malu karena saat ini Joon myun tengah berdiri didepannya dengan tangan dilipat.

“Kenapa kau melakukan hal tadi?” tanya Joon myun.

Chorong kebingungan apa yang harus dia katakan pada Joon myun.

“Kau sengaja kan? Semula aku tidak mengerti kenapa ahjuma itu marah tapi aku pun tersadar”

“Siapa kau sebenarnya?”

Chorong mengangkat wajahnya lalu menatap Joon myun dengan ragu-ragu.

“Aku. . .” ucap Chorong terpotong.

Merasa sudah tidak perduli dengan apapun yang akan chorong katakan, Joon myun pun berbalik untuk menuju mobilnya.

Chorong mengejar Joon myun, dia memegangi lengan Joon myun yang membuat Joon myun menolehh.

“Ijinkan aku tinggal di rumahmu!”

Joon myun tersenyum, dia benar-benar tidak menyangka kalau dia bisa bertemu dengan gadis seperti Chorong.

“Nona, kita tidak saling kenal. jadi jangan melakukan hal ini!”

Joon myun melepaskan genggaman tangan Chorong dari lengannya kemudian melanjutkan langkahnya, namun Chorong seakan tidak bisa menerima itu. dia kembali mengejar Joon myun.

“Wanita itu! bukankah wajahku mirip dengannya!”

Joon myun langsung menoleh kearah Chorong dengan tatapan tak percaya.

“Apa yang kau mau?” tanya Joon myun.

“Ijinkan aku tinggal di rumahmu, Kalau kau mengijinkanku tinggal dirumahmu maka aku bersedia menjadi pembantumu!”.

“Aku tak ada alasan untuk memenuhi keinginanmu!”

Joon myun akan pergi kembali, namun.

Greb!!

Chorong menarik tangannya dan mengajaknya berlari, dengan wajah Bingung Joon myun hanya bisa berlari.

“Ada apa ini?” tanya Joon myun.

‘Orang-ornag itu, mereka menemukanku lagi!”

Joon myun menoleh kearah belakangnya dan benar saja saat ini beberapa orang memakai stelan jas sedang mengejar mereka.

“Haissh sialan mereka menemukanku!” Kesal Chorong.

Mereka terus berlari, sampaiChorong melihat sebuah mobil box, Chorong kemudian mengajak Joon myun menaiki mobil box yang tengah terparkir di depan toko tersebut.

Walaupun masih kebingungan, namun Joon myun tetap menuruti Chorong bahakn saat Chorong menyuruh Joon myununtuk tidak mengeluarkan suara dan hanya bersembunyi.

Jarak mereka sangat dekat, dan hal itu membuat sedikit rasa canggung pada Joon myun, namun tidak dengan Chorong yang saat ini sedang berharap agar mereka tidak ketahuan.

‘Hei kena. . ?”

Chorong langsung membungkam mulut Joon myun menggunakan salah satu tangannya dan satu tanganya lagi dia tempelkan di bibirnya seakan memberi kode agar Joon myun tidak berbicara.

Perasaan Canggung itu semakin memenuhi perasaan joon myun, dia lantas menundukan kepalanya seraya berdoa agar semuanya cepat selesai dan dia bisa pulang.

Chorong melihat kearah Luar, pandangannya dia edarkan kesegala arah untuk melihat apakan orang-orang itu masih ada. Dan betapa leganya dia ketika tidak melihat orang-orang berstelan itu mengejarnya.

Chorong langsung menatap Joon myun yang ebuat Joon myun mengedip-ngedipkan matanya.

‘hei kau hubungi supirmu, kita harus segera pulang kerumahmu agar kau aman!”

Joon myun hanya termenung karena baru kali ini dia bertemu gadis seperti Chorong. Karena masih terdiam, Chorong pun kesal dan meminta Ponsel Joon myun.

“Mana Ponselmu!” pinta Chorong.

Tak tahu apa yang harus dia perbuat, Joon myun pun memberikan ponselnyapada Chorong.

‘Siapa nama kontak ahjussi itu?” tanya Chorong.

“Eungh. . “

Chorong menatap kembali Joon myun lalu menghela napas panjang karena tanggapan dari Joon myun yang membuatnya frustasi.

***

“Ahjussi bagaimana? Apa kalian sudah menemukan noona?” tanya seorang pria berperawakan tinggi dengan suara bassnya.

“Kenapa kau begitu perduli padanya? Bukankah itu artinya kalau dia sudah tidak mau tinggal disini lagi?”

Seornag wanita cantik dengan potongan rambut pendek mulai memasuki rumah besar tersebut seraya menghampiri pria tinggi bernama lengkap Park Chanyeol tersebut. jugsa membuat beberapa orang berstelan itu membungkuk padanya.

‘Noona kau sudah pulang?” tanya Chanyeol dengan senyum manis.

Wanita itu membalas senyuman Chanyeol lalu menepuk bahunya pelan.

“Aku ingin istirahat. Kau juga tidur dan jangan terus mencari dia lagi, kalau uangnya habis, pasti dia pulang. Karena itu yang membuat dia disini!”

“Park Yoora jaga ucapanmu!”

Seorang lelaki paruh baya yang memakai kursi roda datang menghampiri mereka dan membuat wanita tadi mengalihkan wajahnya kearah lain, lalu melangkah untuk pergi dari sana.

“Bagaimanapun juga dia tetap adikmu!” ujar lelaki paruh baya itu dengan wajah tegas.

Ahra seakan tak ingin menghiraukan ucapan lelaki paruh baya yang nota bennya adalah ayahnya itu.

‘Dia hanya anak dari wanita selingkuhanmu!” guman Yoora pelan, namun hal itu masih bisa didengar oleh ayahnya serta Chanyeol.

Chanyeol langsung memegangi pegangan kursi roda ayahnya lalu mengajaknya jalan-jalan diluar untuk menghirup udara segar.

“Abeoji ayo kita jalan-jalan!” ajak Chanyeol yang seakan ingin menjadi penengah antara ayahnya dengan noonanya.

TBC

Hai hai aku datang bawa FF Surong >,< ayolah sejenak lupakan galau Baekyeon para Baekji Shipper. ^^

Mau apapun Shippernya yang penting Onew cepet sembuh T.T *Galau onew gak datang SWC!!! *Garuk tanah+gelindingin diri.

Ya ampun makin ngelantur aja aku ngomong inih, huft pasti banyak yang lempar botol deh.

Ya udah lah dari pada banyak ngomong mendingan bilang terima kasih aja buat semua reader yang udah support aku. ah makasih kalian udah ketik SMtown_Onew ke XXXX.

Ah ini salah focus banget yah, Pokoknya moga FF aku ini bisa ngehibur kalian semua dan semoga Dio tambah tinggi *peluk D.O semoga Kai agak putihan dan ???

Pokoknya gomawo reader *hug* ^^ Part 2 nya diusahain gak lama sama yang What should I do with this girl nya aku usahain juga.^^ Gomawo *bow*

 

Iklan

Penulis:

kpop jjang!!!!!

63 thoughts on “I lived with crazy Yeoja 2 [Chapter 1]

  1. hahaha,, suka suka suka min,, sifat chorong yg kyak gitu ikin ngakak.. 😀 fighting terus dahh
    berharap leader onew cepet sembuh juga min,,
    jngan ingatkan dgn baekyeon min.. aku baekji shipper.. hahahha

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s