Man In The Portrait

haloo! Author balik, tapi bukan bawa ff 143 Mr Byun atau MyMynyaa *peace out* Mymy udah mau kelar  kok part 2nyaa, sekarang lagi mau ngepost ff baru, ini oneshoot, tenang~ jadi utang ff author ga namban wkwk jangan lupa tinggalin jejak pas abis baca, oke? Happy readinggg..

coverff

 

Title  : Man in the portrait

Length :oneshot

Rating : PG 13

Genre :Romance, fantasy, school life

Author :Selvyvii907/@selvyguunawan

Main Cast:-Kim Jongin, Park Eunra(OC)
Support Cast: Yoon Bomi(A-pink), Oh Sehun

“Cinta itu tak masuk akal, bahkan kadang kau tak akan bisa mempercayain kenyataan yang ada”

Seoul International High School. Park Eunra membaca nama gedung dihadapannya dan mengamati gedung kokoh tersebut, yeoja itu menghela napas berat, sekolahnya memang besar seperti apa yang dibilang oleh ayahnya tapi tetap saja ia masih keberatan dengan keputusan ayahnya yang memindahkannya kesini secara mendadak.
“Mau melamun sampai pelajaran pertama dimulai?”Eunra tersentak begitu mendengar suara berat seseorang barusan, yeoja itu menengok ke samping dan mendapati seorang namja bertubuh jangkung yang entah sejak kapan berada disampingnya, “Kau mengagetkanku oppa.”Gerutu Eunra kesal, Chanyeol terkekeh, namja itu mengacak rambut adiknya itu dan merangkulnya, “Kajja, aku antar ke ruang kepala sekolah.”Ujar Chanyeol yang disusuli anggukan dari Eunra.

“Besar kan sekolahnya? Ini bahkan lebih keren dari sekolah lamamu di Busan.”Komentar Chanyeol ketika mereka berdua telah sampai di depan ruangan kepala sekolah.
“Keren isinya atau kau menganggapnya keren karena sedari tadi kau lewat banyak murid yeoja yang memperhatikanmu?”Tanya Eunra sinis, kakaknya ini memang banyak disukai yeoja, ia harus mengakui kalau kakaknya memang tampan, ia juga jenius, tapi sayangnya kadang namja itu bisa bertingkah begitu konyol dan usil, dan itu sukses membuat Eunra kesal.
“Wah, kau juga menyadarinya? Pesonaku memang tak bisa ditutupi ya.”Chanyeol kini tersenyum bangga membuat Eunra memutar bola matanya kesal, ia lalu mengetuk pintu dihadapannya dan melangkah masuk begitu mendengar ijin dari dalam.

**^^**

“Ini kelasmu Eunra-ya.”Eunra mengangguk dan tersenyum kepada Mr.Jang, kepala sekolah barunya yang mengantarkannya ke sebuah ruangan yang sebentar lagi akan menjadi kelas barunya, jujur saja ia sedikit gugup, ia tak menyukai suasana baru, dan ia juga benci harus berbicara didepan banyak orang, oleh sebab itu memperkenalkan diri didepan banyak orang bukanlah suatu hal yang ia bisa lakukan dengan senang hati.
Mr.Jang membuka pintu tersebut dan saat itu juga ia mendapati banyak orang sepantarannya yang tengah  fokus menghadap ke depan, Eunra melangkah ragu, ia memasuki ruangan tersebut dan memberi salam begitu melihat seorang guru yang tengah menatapnya diselingi senyuman di wajahnya.
“Kim seossangnim, ini adalah murid baru yang aku bilang tadi, tolong bimbing dia dengan baik.”Bisik Mr.Jang yang dibalas dengan anggukan dari guru wanita tersebut setelah itu pria paruh  baya itu meninggalkan ruangan kelas.
“Annyeong haseyo, Park Eunra imnida, aku pindahan dari Busan, semoga kita bisa berteman dengan baik.”Eunra memperkenalkan dirinya dan membungkuk singkat, ia menatap beberapa anak di hadapannya yang kini tengah menatapnya ramah, sepertinya permulaan yang bagus.

“Kau bisa duduk di bangku yang kosong Eunra.”Ujar Kim seossangnim, Eunra mengangguk, yeoja itu lalu memperhatikan sekelilingnya dan berjalan menuju kursi yang kosong, yeoja itu menoleh kesampingnya dan tersenyum begitu mendapati seorang yeoja cantik disampingnya, “Annyeong, namaku bomi.”Yeoja bernama Bomi itu mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah, Eunra membalas uluran tangan yeoja berambut lurus tersebut, “Aku Eunra, kursi ini memang kosong kan?”Tanya Eunra.
“Hhm sebenarnya sih biasanya ada yang duduk disini, tapi dia sedang tidak masuk, tapi tidak apa! Mulai hari ini kau disini saja, biarkan si Sehun duduk di tempat lain, dia itu sangat berisik, aku bisa darah tinggi kalau duduk bersamanya sampai kenaikan kelas.”Celoteh Bomi panjang lebar, Eunra terkekeh pelan, ia lalu mengangguk tanda setuju, “Nanti istirahat denganku saja!”Bomi kembali bersuara, Eunra mengangguk riang, ia rasa yeoja disampingnya ini bisa menjadi sahabat barunya disini.

**^^**

“Ini perpustakaan sekolah kita, koleksi bukunya sangat lengkap, disini juga banyak novel, jadi aku tak perlu memboroskan uang untuk membeli novel. Kau suka membaca novel tidak?”Tanya Bomi begitu dirinya dan Eunra tengah berjalan menyusuri sekolah besar ini, Bomi dengan senang hati menawarkan dirinya untuk mengajak Eunra berkelilng dan memperkenalkan satu persatu ruangan disekolah pada jam istirahat sekarang, yeoja itu memang baik.
“Aku suka, biasanya aku membaca novel fantasi.”Jawab Eunra yang direspon dengan wajah bersinar dari Bomi, merasa senang menemukan teman yang mempunyai hobi yang sama dengan dirinya.

“Kalau aku lebih suka membaca novel misteri, rasanya menantang!”Ujar Bomi bersemangat, setelah itu ia kembali mengajak Eunra berkeliling.
“Kalau diatas ada apa?”Eunra menunjuk sebuah tangga yang terletak di pojok ruangan, Bomi mengikuti arah tunjuk yeoja itu, “Ah itu, diatas sana hanya ada atap sekolah, setauku tak ada yang pernah naik kesana.”
“Kenapa?”Tanya Eunra yang membuat Bomi menatapnya heran, “Memangnya apa yang bisa dilakukan disana? Lagipula menurutku atap sekolah merupakan tempat yang menyeramkan.”Komentar Bomi.

“Bomi-ya!”Bomi dan Eunra sontak menoleh ke arah sumber suara barusan, saat itu juga mereka mendapati seorang namja bermata besar berjalan menghampiri mereka, “Ada apa Kyung?”Tanya Bomi pada namja dengan name tag bertuliskan Kyungsoo disaku bajunya itu. “Kita ada meeting osis, kumpul di ruangan osis sekarang.”Ujar Kyungsoo sambil melirik Eunra sekilas, Bomi yang menjabat sebagai seksi kesenian itu mengangguk, yeoja itu lalu melirik Eunra, “Aku harus pergi sekarang, tak apa?”Tanyanya merasa sedikit tak enak, Eunra mengangguk sambil tersenyum, “Gwaenchana, aku bisa berkeliling sendiri, terimakasih sudah menemaniku Bomi-ya”
Bomi tersenyum dan menepuk pundak Eunra, “Gwaenchana, kita kan teman, jangan sampai terlambat masuk kelas, aku rapat dulu.” Bomi berjalan meninggalkan Eunra sendiri, Eunra menghela napasnya, sungguh, ia benar benar merindukan sekolah lamanya, rasanya sangat asing berada disini meskipun setidaknya ia sudah mendapat teman yang bisa diandalkan seperti Bomi.

Eunra menatap tangga yang tadi sempat membuatnya penasaran, atap sekolah? Ia sering ke atap sekolahnya dulu, biasanya ia kesana untuk menghilangkan penat dan menurutnya tempat itu menyenangkan, Eunra berjalan menaiki tangga tersebut, entah dorongan apa yang membuatnya mendadak ingin kesana, yang pasti seperti ada sesuatu yang memaksanya untuk menaiki tangga itu.
“Luas sekali.”Eunra bergumam pelan begitu kakinya kini sudah menginjakan atap sekolah barunya itu, yeoja itu melihat kesekelilingnya, sepi, hanya ada dirinya disini, Bomi memang benar,siapa juga yang mau menghabiskan waktunya di atap sekolah yang sepi dan tak menarik? Tapi itulah kebiasaan unik Eunra, yeoja itu lalu berjalan menuju dinding pembatas, Eunra melirik pemandangan dibawahnya dan tersenyum kecil, ia selalu suka mengamati segala hal dari atas, setelah puas memandangi pemandangan dibawahnya, yeoja itu lalu melirik arlojinya, ia harus kembali ke kelas sekarang karena lima menit lagi jam istirahat akan berakhir.

Eunra membalikan badannya dan saat itu juga ia tersentak, yeoja itu memundurkan langkahnya begitu mendapati seseorang yang kini berada dihadapannya.
“Aish mengagetkan saja.”Gerutu Eunra pelan, ia lalu menatap namja dihadapannya yang hanya diam itu, namja bertubuh tinggi dengan kulitnya yang lebih gelap dari remaja sini pada umumnya, tapi itu justru malah membuat namja itu terlihat err tampan? Dan entah kenapa seperti ada pesona tersendiri dalam diri namja itu yang membuat Eunra tak bisa berhenti menatapnya.
“Maaf telah mengagetkanmu.” Eunra mengerjapkan matanya begitu mendengar suara namja itu barusan, yeoja itu lalu buru-buru mengangguk, “Gwaenchana.”Jawab Eunra kikuk, “Namaku Kim Jongin, kau?”
Lagi-lagi Eunra salah tingkah begitu pria bernama Jongin itu menanyakan namanya, yeoja itu menjawab diselingi dengan senyuman, “Aku Park Eunra, murid baru disini, kalau boleh tahu kau kelas berapa?”
Jongin terlihat memikirkan sesuatu sampai akhirnya namja itu menjawab, “Aku berada di tingkat akhir.”Jawabnya yang membuat Eunra menganggukan kepalanya, berarti namja itu adalah seniornya.

“Sunbae sering kesini?”Tanya Eunra lagi, yah mungkin dia akan terlihat sok kenal dihadapan pria itu tapi entah kenapa ia betah bicara dengan pria dihadapannya itu.
Jongin hanya mengangguk, “Kalau aku kesini lagi, tak apa kan?”Tanya Eunra ragu, Jongin menatap Eunra sekilas sampai akhirnya ia menjawab, “Kau bisa datang kapan saja.”Jawabnya pelan, Eunra tersenyum senang, “Bomi bilang tak ada yang pernah kesini.”Gumam Eunra pelan, yeoja itu lalu menepuk keningnya begitu mengingat sesuatu, ia sudah terlambat masuk kelas.
“Gawat, aku turun dulu ya sunbae, pelajaran sudah dimulai, kau tidak turun?”Tanya Eunra bersiap untuk pergi, Jongin terdiam sesaat, “Nanti.”Jawab namja itu singkat,Eunra mengangguk lalu yeoja itu berjalan menuruni anak tangga sedangkan Jongin memperhatikan punggung Eunra yang semakin menjauh, namja itu memejamkan matanya begitu sesuatu terlintas dipikirannya.

**^^**

“Kau kemarin pergi ke atap sekolah?”Tanya Bomi begitu Eunra menceritakan apa yang terjadi kemarin, Eunra mengangguk, “Apa enaknya disana? Kau tak takut atau bosan apa sendirian disana?”Tanya Bomi heran, “Aku tidak sendiri kok.”Eunra menjawab dengan santai membuat Bomi menatapnya tak mengerti, “Memangnya murid kurang kerjaan lain mana yang pergi kesana?”Tanya Bomi tak habis pikir, “Ada seorang namja juga, dia bilang dia sering disana, dia itu sangat tampan! Dan juga satu tingkat diatas kita.”Eunra bercerita dengan mata berbinar, “Memangnya siapa namanya?”Tanya Bomi penasaran, Eunra menjawab dengan senyuman, “Kim Jongin.”
“Kim..Jongin?”Tanya Bomi ragu, Eunra mengangguk, “Iya Kim Jongin, kenapa? Dia anak populer di sini ya? Wajar sih, dia kan tampan.”Ujar Eunra maklum, Bomi menggelengkan kepalanya, “Aku tak pernah mendengar namanya sebelumnya.”Jawab Bomi.
“Benarkah? Tapi kan murid disini banyak, memangnya kau menghapal semuanya?”Respon Eunra cuek, “Tapi kalau dia memang sangat tampan seperti yang kau bilang, harusnya ia masuk sebagai golongan anak populer, apalagi dia senior, tapi aku tak pernah mendengar namanya, sungguh.”Jawab Bomi merasa aneh, Eunra mengibaskan tangannya, malas menganggap hal itu sebagai hal yang penting, yeoja itu lalu kembali fokus pada buku ditangannya, “Yasudahlah, mungkin dia bukan anak populer, dia juga kelihatannya sangat pendiam.”Komentar Eunra.

Kurang lebih sudah seminggu Eunra bersekolah disini dan hampir setiap hari Eunra selalu menghabiskan jam istirahat keduanya di atap sekolah barunya, ia mulai menyukai sekolah ini atau mungkin kehadiran Jongin berpengaruh besar terhadap alasannya betah disini? Jongin memang bukan tipe orang yang hangat dan gampang berbicara, ia bahkan cenderung dingin dan misterius, tapi entah kenapa Eunra malah tertarik dan merasa nyaman berada di dekat namja itu, seperti yang Jongin katakan, ia memang selalu ada disana bahkan mungkin setiap hari, seingat Eunra ia tak melihat Jongin di atap saat Bomi ikut naik ke atas bersamanya.

Eunra berjalan menaiki tangga dengan senyuman diwajahnya, senyuman yeoja itu melebar begitu mendapati punggung seseorang disana, “Jongin-ah!”Eunra meneriakan nama Jongin, pria itu yang memintanya untuk tidak memanggilnya dengan embel-embel sunbae dan menyuruhnya memanggil namanya.
Jongin menoleh, namja itu lalu tersenyum kecil, dan senyuman itu cukup membuat jantung Eunra bereaksi lebih cepat dari biasanya.
“Kau sudah daritadi disini?”Tanya Eunra sambil menyenderkan badannya didinding, Jongin ikut menyenderkan tubuhnya dan mengangguk, “Maaf datang terlambat, tadi aku habis mengikuti ulangan matematika, susah sekali!”Ujar Eunra walaupun ia tahu sebenarnya ia tak perlu meminta maaf karena Jongin juga mungkin tak menunggunya.

“Kenapa kau baru kesini akhir-akhir ini?”Tanya Jongin sambil menatap Eunra lekat, “Aku anak baru, hari pertama aku bersekolah disini aku langsung kesini.”Jawab Eunra sambil tersenyum, “Aku suka senyummu.” Eunra mengerjapkan matanya begitu mendengar ucapan Jongin barusan, ia tak salah dengar kan? Pendengarannya masih cukup bagus untuk menangkap kata-kata Jongin barusan kan?
“Ah g-gomawo.”Ucap Eunra salah tingkah, Jongin tersenyum, “Kalau aku memintamu untuk datang kesini setiap hari, apa kau keberatan?”Tanya Jongin pelan, Eunra menggelengkan kepalanya, “Tentu tidak, setiap jam istirahat kedua aku akan kesini.”Ujar Eunra mantap dan saat itu keduanya saling menatap dan tersenyum.

**^^**

Eunra tak pernah menemukan Jongin ditempat lain selain di atap sekolah, ia tak pernah terlihat di perpustakaan, koridor sekolah, kantin ataupun tempat lainnya, apa Jongin tipe orang yang lebih suka menghabiskan waktunya dikelas  dan atap sekolah? Namja itu tak sedingin seperti saat pertama mereka bertemu dulu, tapi tetap saja ia masih irit bicara dah Bomi malah menganggap bahwa Eunra membohongi dirinya tentang Jongin, karena anehnya setiap Eunra mengajak Bomi keatap sekolah Jongin tak pernah muncul.

“Apa yang kau lamunkan?”Eunra tersentak begitu mendapati suara tak asing barusan, saat ia menoleh kebelakang ternyata Jongin berada persis dibelakangnya hingga kini jarak mereka begitu dekat, Eunra buru buru memundurkan langkahnya tapi saat itu Jongin menahan tubuhnya, nama itu merangkul pinggang Eunra dan menatap yeoja itu lekat, Eunra mengerjapkan matanya tak percaya, jantungnya berdebar begitu cepat sekarang dan ia yakin Jongin bisa mendengarnya, Jongin memperhatikan setiap lekuk wajah Eunra dengan seksama sampai akhirnya namja itu lalu melepas rangkulannya, “Maaf.”Ujar Jongin pelan, Eunra mengangguk, ia benar-benar gugup sekarang.

“Kemarin try outmu baru saja selesai ya?”Eunra berusaha mengontrol suaranya dan menatap Jongin sekilas, Jongin terlihat bingung, namun namja itu mengubah ekspresinya dengan cepat dan mengangguk, “Susah tidak?”Tanya Eunra lagi, “Sedikit.”Jawab Jongin ragu, Eunra lalu menganggukkan kepalanya, “Aku tak sabar melihat nilaimu besok.”Gumam Eunra yang membuat Jongin menatapnya terkejut, “Besok?”Tanya Jongin.
“Iya besok, katanya besok nilainya akan dipajang di papan pemberitahuan, memangnya kau tidak tahu?”Tanya Eunra heran, Jongin berdeham pelan, namja itu lalu mengangguk, “Aku  lupa.”Jawabnya setelah itu namja itu terdiam terlihat tengah memikirkan suatu hal, Eunra menatap Jongin lekat, ia telah mengenal Jongin selama sebulan, dan sudah banyak hal yang ia ceritakan pada namja itu, tapi ia tak mengetahui apa-apa tentang Jongin, kapan ulang tahunnya, apa kegiatannya, hobi ataupun alamat rumahnya, Jongin terlihat menutup diri padanya, dan entah kenapa Eunra yakin ada hal yang pria itu sembunyikan darinya.
“Jongin-ah.”Panggil Eunra pelan, Jongin menoleh dan menatap Eunra, menunggu ucapan dari yeoja itu, Eunra lalu kembali membuka suaranya, “Aku ingin lebih mengenalmu, maksudku, aku ingin tahu apa hobimu, ekskul apa yang kau ambil, kapan ulang tahunmu, makanan kesukaanmu, aku ingin tahu lebih tentangmu.”Eunra berbicara dengan hati-hati, ia menatap Jongin lekat, namja itu terdiam, entah memikirkan apa, Eunra tak pernah tahu apa yang dipikirkan pria itu, ia hanya tahu tentang perasaannya sendiri kalau ia menyukai pria bernama Kim Jongin itu.

“Ada suatu hal yang tak akan pernah kau mengerti didunia ini, yang kedengarannya tak masuk akal dan sulit dipercaya, saat kau mengenalku lebih dekat, saat itu juga kau tak akan mempercayai kenyataan yang ada.”Papar Jongin tanpa menjawab pertanyaan Eunra barusan, Eunra menatap Jongin tak mengerti, namja itu kini memandang Eunra lekat dengan tatapannya yang meneduh, “Bisakah aku meminta satu hal darimu?”Tanya Jongin serius, Eunra mengangguk, “Jangan jatuh cinta padaku.”Ujar Jongin yang membuat Eunra menatapnya tak percaya, apa Jongin kini tengah menolaknya secara halus? Apa ia secara tak langsung berkata bahwa ia tak akan pernah menyukai Eunra.
“Wae? Kenapa aku tak boleh menyukaimu?”Tanya Eunra dengan suara gemetar, “Karena kita tak akan bisa bersama.”Jawab Jongin yang sukses meremukkan hati Eunra, ia tak tahu kenapa ia bisa merasa sesakit ini hanya karena ucapan Kim Jongin, namja yang belum lama ia kenal tapi berhasil membuatnya jatuh hati.

“Dan mulai sekarang, kau tak perlu kesini.”Jongin meneruskan kalimatnya karena Eunra masih diam, Eunra menahan air matanya yang hampir jatuh, yeoja itu memberanikan diri menatap Jongin yang kini tengah menatapnya, “Kenapa? Apa  selama ini aku meganggumu? Apa kehadiranku benar-benar membuatmu terusik?”Tanya Eunra dengan nada gemetar, Jongin terdiam, namja itu memegang kedua pipi Eunra, ia mendekatkan wajahnya pada gadis itu, Eunra melebarkan matanya begitu bibir dingin Jongin menyapu bibir mungil Eunra, ciuman itu tak lama tapi sanggup membuat jutaan kupu-kupu terbang diperutnya.
“Aku senang bertemu denganmu.”Ucap Jongin begitu namja itu melepaskan ciumannya, ia tersenyum dan meninggalkan Eunra yang masih shock, Eunra menoleh ke samping namun Jongin telah menghilang, Eunra memegangi dadanya yang berdegup kencang, kenapa Jongin menciumnya kalau ia melarang dirinya untuk jatuh cinta pada namja itu? Dan kini, untuk pertama kalinya, Jongin meninggalkannya terlebih dahulu.

**^^**

“Whoaa, Suho oppa mendapat peringkat pertama.”
“Dia memang sangat jenius, nilainya tak ada yang dibawah sembilan.”
“Lihat! Jongdae oppa diperingkat kedua!”
Eunra dan Bomi berusaha menyeruak kerumunan dihadapannya, setelah berhasil berada didepan kedua yeoja itu dengan cepat menfokuskan perhatiannya pada kertas hasil try out yang barusan dipajang pagi ini, jari telunjuk Bomi kini sibuk mencari nama seseorang yang sedaritadi di pikirannya, “Zhang Yixing..Zhang Yixing, aish mana sih namanya?”Gerutu Bomi karena belum berhasil menemukan nama kekasihnya itu, kalau sampa pria itu mendapat urutan dibawah ia bisa malu setengah mati, mata Bomi melebar begitu mendapati nama pria berkulit putih itu diurutan kedua puluh, “Not bad, ranking 20 dari 70 orang!”Gumam Bomi senang, sedangkan Eunra masih sibuk mencari nama Jongin, ia mengerutkan keningnya karena nama tersebut tak bisa ia temukan, padahal ia sudah membacanya sampai kebawah, Eunra kembali membaca ulang dari atas dan hasilnya nihil, nama Jongin tidak ada.

“Kok tidak ada ya.”Ujar Eunra pelan tapi Bomi bisa mendengarnya, “Siapa?”Tanya Bomi sambil menatap layar ponselnya, ia sekarang tengah mengirimkan pesan ucapan selamat pada Yixing.
“Jongin.”Jawab Eunra singkat, Bomi menghela napasnya, “Kau yakin itu bukan namja khayalanmu?”Tanya Bomi, masih meragukan keberadaan Kim Jongin itu, selama dua tahun bersekolah disini, ia tak pernah mendengar nama Jongin sekali pun.
“Kau kira aku gila? Jongin itu murid disini.”Jawab Eunra kesal, “Tapi kenapa namanya tidak ada?”Tanya Bomi heran, Eunra mengangkat bahunya, “Aku juga tidak tahu.”Ujar Eunra bingung.

**^^**

Seminggu, sudah seminggu lebih Eunra tak bertemu dengan Jongin, Eunra selalu pergi keatap sekolahnya, namun Jongin tak pernah muncul bahkan hingga jam istirahat kedua berakhir, apa namja itu sakit? Atau ia memang ingin menghindar darinya?
“Bagaimana bisa kau pergi seenaknya setelah mencuri ciuman pertamaku.”Gerutu Eunra pelan, ia masih ingat betapa hebat ciuman singkat itu berefek pada dirinya, ia merasa senang namun disisi lain juga merutuki dirinya sendiri karena dengan mudahnya menerima ciuman namja itu.

“Yah Park Eunra, jangan melamun terus!”Eunra terkesiap begitu Bomi menggoyangkan badannya dan kini yeoja itu duduk disampingnya dan menatapnya tak habis pikir, “Kau memikiran apa sih?”Tanya Bomi kesal, tak tahan melihat Eunra yang akhir-akhir ini murung, Eunra menghela napasnya, “Jongin.”Jawab Eunra jujur, “Jongin lagi? Astaga, apa kau tak merasa aneh dengannya?”Tanya Bomi yang membuat Eunra menatapnya tak mengerti, “Aneh apanya?”
Bomi menatap Eunra serius, “Nama dia tidak ada kan di papan kemarin? Aku juga pernah bertanya pada senior kita, dan tak ada yang mengenal namja dengan nama Kim Jongin.”Jelas Bomi.
Eunra terdiam, sejujurnya ia juga merasa ada yang aneh dengan Jongin, tapi kalau memang namja itu bukanlah murid disekolah ini kenapa ia selalu berada di atap sekolah? Dan kenapa namja itu juga mengenakan seragam sekolah? Yah walaupun seragamnya terlihat begitu lusuh.

“Kim Jongin?”Eunra dan Bomi serempak menoleh pada suara seorang namja barusan, Oh Sehun, namja yang tiba-tiba menimbrung pembicaraan mereka itu kini menatap kedua yeoja itu dengan tatapan kaget, “Wae? Kenapa wajahmu begitu?”Tanya Bomi heran, “Dia siapa?”Tanya Sehun lagi, “Namja khayalan Eunra.”Jawab Bomi, Eunra mencibir, “Dia itu nyata!”Balas Eunra tak terima, “Nyata bagaimana? Aku bahkan tak pernah melihatnya sekalipun.”Jawab Bomi tak mau kalah, Eunra terdiam, ia malas meladeni Bomi, apa temannya itu menganggapnya gila? Mana mungkin Jongin hanya khayalannya.
“Aku tak pernah mendengar ada murid yang namanya Jongin, tapi aku tak asing dengan nama itu.”Ucapan Sehun barusan membuat Bomi dan Eunra menatapnya penasaran, “Tak asing? Kau mengenalnya?”Tanya Eunra mulai tertarik dengan omongan Sehun, namja berkulit putih itu terlihat ragu, “Bukan mengenal sih, tapi..kalau kau ingin tahu, ikuti aku.”Ujar Sehun, namja itu berjalan meninggalkan kelas dan Eunra mengikutinya, Bomi terlihat ragu oleh ucapan namja itu, ucapannya kan sulit di percaya, namun sebenarnya ia juga penasaran dan karena Eunra juga mengikuti namja itu akhirnya Bomi memilih mengikuti mereka.

“Ruang kesenian?”Bomi menatap Sehun tak mengerti, untuk apa namja itu membawa mereka kemari? Ruangan ini sebenarnya lama tak terpakai karena sekarang mereka memiliki ruangan baru, Bomi saja lupa kapan terakhir mereka kesini, ketiga orang itu memasuki ruangan berukuran sedang itu, ruangan gelap itu menjadi terang begitu Sehun menekan tombol saklar, ia berjalan menuju pojok ruangan dengan Eunra dan Bomi yang setia membuntutinya.
Sehun berhenti di depan sebuah lukisan, namja itu mengamati lukisan itu lama, “Yah Sehun! Kenapa kau malah mengamati lukisan itu?”Tanya Bomi kesal, ia lalu menoleh pada Eunra, yeoja itu malah diam dan mengamati lukisan tersebut tanpa berkedip, Bomi menatap lukisan itu dan memperhatikannya, lukisan itu bergambar seorang namja tampan yang mengenakan seragam sekolah yang sama seperti sekolahnya,Bomi sering melihat lukisan itu dan mungkin itu hanya lukisan hasil karya salah satu murid disini.
“Lukisan ini berumur sepuluh tahun, tanteku yang membuatnya.”Terang Sehun dengan wajah yang sulit ditebak.
Eunra memandangi lukisan itu tak percaya, yeoja itu menatap lukisan itu dengan baik-baik, ia kenal dengan sosok disana, sangat mengenalnya, dia Kim Jongin. Pria dalam lukisan itu adalah Jongin yang biasa ia temui di atap sekolah dan berhasil membuatnya jatuh hati.
“Lalu apa hubungannya dengan Jongin?”Tanya Bomi masih tak mengerti maksud pembicaraan Sehun.
“Kalau kau perhatikan dengan jelas, dipojok lukisan bertuliskan nama pria itu, Kim Jongin, lucu kan, ia bahkan memberi nama pria itu. Tanteku suka melukis, dia menggunakan imajinasinya ketika melukis, kata appa, saat itu ia tengah membayangkan seperti apa namja idamannya dan begitulah rupa namja itu, tanteku benar-benar berharap dia nyata, aneh mungkin, tapi ia jatuh cinta pada pria yang ia lukis sendiri, padahal pria itu tak pernah ada, tapi tanteku bilang pria itu nyata dan berasal dari lukisan itu. Sampai akhirnya delapan tahun yang lalu tanteku meninggal karena kecelakaan dan ia meminta appa untuk memasang lukisan ini di sekolah.”Papar Sehun, namja itu menoleh dan menatap kedua orang dihadapannya, ayah Sehun adalah pemilik yayasan sekolah ini, itu sebabnya ia memiliki kendali penuh pada sekolah bergengsi ini.

“Tapi tentu saja ini tidak ada hubungannya dengan Kim Jongin yang dimaksud oleh Eunra, benar kan Eun—Astaga, mukamu kenapa pucat begitu Eunra?!“Bomi menatap Eunra panik begitu mendapati wajah Eunra yang memucat, Eunra menutup mulutnya tak percaya, tubuhnya terasa begitu lemas, sepuluh tahun yang lalu? Lukisan? Apa itu maksudnya Jongin tak pernah nyata? Jongin yang selama ini ia temui berasal dari lukisan itu?
“Eunra-ya, apa mereka orang yang sama?”Tanya Sehun hati-hati, Eunra menatap Sehun lemah sampai akhirnya ia mengangguk lemah, Bomi mengerjapkan matanya tak percaya, sedangkan Sehun sama terkejutnya tapi ia berusaha mengontrol dirinya, “Awalnya aku kaget saat pertama kali bertemu denganmu karena wajahmu juga mirip sekali dengan tanteku ketika dia masih muda.”Sehun membuka suaranya, namja itu lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan dompetnya, ia lalu menganbil selembar foto dari dompetnya dan menyerahkannya pada Eunra.
Eunra meraih foto tersebut dengan tangan gemetar, saat itu juga ia mendapati seorang wanita berambut lurus tengah tersenyum sambil memangku seorang anak kecil yang Eunra yakini adalah Sehun, yeoja di foto itu benar benar mirip dengan dirinya, hanya bedanya rambutnya lurus tak seperti rambut Eunra yang bergelombang, apa ini alasan Jongin menampakkan dirinya dihadapan Eunra? Perlahan, beningan kristal itu jatuh membasahi pipi Eunra, sekarang ia mengerti apa maksud Jongin bahwa ia tak bisa mengenal pria itu lebih dalam karena ia tak akan bisa menerima kenyataan yang ada.

‘Terimakasih karena telah datang ke kehidupanku Park Eunra.’ Eunra mengerjapkan matanya begitu mendengar bisikan seseorang, ia kenal suara itu, suara yang amat dirindukannya, Eunra menoleh perlahan kebelakang, ia tersentak begitu mendapati Jongin kini tengah menatapnya lewat jendela, namja itu tersenyum tipis sampai akhirnya menghilang.
“Jongin-ah…”

“Ada suatu hal yang tak akan pernah kau mengerti didunia ini, yang kedengarannya tak masuk akal dan sulit dipercaya, saat kau mengenalku lebih dekat, saat itu juga kau tak akan mempercayai kenyataan yang ada.”

 

-FIN-

Selesaii! ff oneshot pertama nih lol biasanya ujung ujungnya psti chapter-__- maaf ya kalo ada typo, author ga sempet ngecheck ulang udah ngantuk soalnya, dan gatau kenapa ide absurd ini munculll, sayang kalo ga ditulis yah maaf kalau absurd dan kurang memuaskan, ini bukan horror kan? lol  jangan lupa tinggalin komen yaa, kasih pendapat kalian tentang ff ini hehe apapun komennya author seneng bacanya asalkan bukan bash hehe sampai ketemu di ff lainnya, annyeong!^^

86 thoughts on “Man In The Portrait

  1. Kalo diliat dr judul dan jalan cerita awal sih udh ktebak kalo jongin itu dr lukisan…apalagi ini genre fantasi jadinya makin ngeyakinin kalo jongin itu sbuah lukisan…tp cerita ini tetep bikin penasaran dan endingnya bagus…sweet juga ceritanya….keep writting authornim🙂

  2. wahhh…
    udah tau ff ini dari lama tapi baru sempet kebaca…
    hiks,,,sedih akhirnya,,,
    absurd memang tapi suka,,,abisnya jongin jadi mahluk jadi-jadi an,,,hahaha..alasan aneh…
    ga ding thor,,cerita nya bagus,,,alurnya jelas kok dan bacanya enak,,ngalir…🙂
    keep writing ya…
    gomawoyo…

  3. aq merinding baca ny hehe🙂 aq kira jongin itu hantu ternyata dia berasal dr lukisan tante ny si sehun.. kesian eunra ny ga jd sama siapa2😦 my bias baru keluar di akhir cerita😦 Sehun sarange😄

  4. agak merinding thor sebenernyaa kkk~ tapi bagusss bangeet jadinya, dan udeh ngeduga juga kalo ternyata kai jadi hantu hehe xD

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s