My My [Chapter2]

part duanya keluar nih, lama ga updatenya? engga dong ya #plak, semoga yang minat ff ini masih lumayan dan masih pada inget ya hehe happy reading^^
Part 1
mymy

Title  : My My

Length :-

Rating : PG 13

Genre :Romance, friendship, school life

Author :Selvyvii907/@selvyguunawan

Main Cast:-Oh Sehun(Exo-K), Jung Eunji
Support Cast: Do Kyungsoo (Exo K), Son Naeun

My My

Naeun berjalan menyusuri jalanan kota Seoul dengan tatapan kosong, yeoja itu menghela napas berat, ucapan seseorang itu masih terngiang jelas di kepalanya.
Aku menyukaimu Naeun-ah.” Naeun masih tak percaya dengan apa yang didengarnya tadi sore, seorang Do Kyungsoo menyukainya, apa itu masuk akal? Bukan hanya karena namja itu anak populer tapi kenyataan bahwa ia dan Kyungsoo jarang sekali berbicara membuat itu semua terasa mustahil. Naeun masih ingat betul bagaimana gugupnya Kyungsoo saat namja itu menyatakan perasaannya, setelah itu namja bermata bulat itu buru-buru pergi tanpa menunggu respon dari dirinya.

“Kenapa bukan Sehun saja yang bilang begitu.”Ujar Naeun pelan, ia selalu mengharapkan namja berkulit pucat itu yang mengatakannya tapi rasanya itu tak akan pernah terjadi. Mungkin seharusnya ia senang karena ini merupakan hal yang langka tapi ia tak merasakan perasaan senang apapun, justru baginya ini adalah berita buruk, karena kalau sampai Eunji mengetahuinya, ia bisa menyakiti yeoja itu dua kali.

Naeun menghentikan langkahnya begitu teringat sesuatu, yeoja itu merogoh ponselnya dan mengetik beberapa nomor namun gerakan tangannya terhenti sebelum yeoja itu menekan tombol panggil, Naeun mematikan ponselnya dan mengurungkan niatnya untuk menelpon sahabatnya itu, sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk minta maaf, mungkin lebih baik ia melakukannya besok.

**^^**

“Selesai.”Sehun menutup bukunya begitu merasa cukup memberi pelajaran tambahan untuk yeoja di hadapannya untuk hari ini.
“Selesai? Akhirnya..”Eunji bersorak senang, seolah dirinya baru bebas dari penjara atau sejenisnya, Sehun menatap yeoja itu datar, namja itu melirik arlojinya, Jam 7 lewat 30 menit? Itu artinya ia mengajar yeoja itu selama 2 setengah jam? Sehun berdecak, benar benar menyita waktunya.

Eunji membereskan perlengkapan sekolahnya dan beranjak dari bangkunya, yeoja itu lalu menatap Sehun yang masih diam, “Gomawo untuk pelajaran tambahannya! Yah setidaknya aku lebih mengerti ketimbang dengan Lee seossangnim.”Ujar Eunji sambil tersenyum, membuat kedua mata yeoja itu menyipit sempurna.

Sehun memperhatikan yeoja itu lekat sampai akhirnya ia mengalihkan pandangannya dan mengangguk singkat, “Aku pulang dulu ya harabo–eh Sehun-ah.”Pamit Eunji yang bergegas meninggalkan ruangan kelas, Sehun masih diam sampai akhirnya sesuatu terlintas dipikirannya, namja itu menahan yeoja itu dengan tangannya membuat langkah Eunji terhenti dan yeoja itu menatap Sehun heran.
“Mau pulang bersama?”Tanya Sehun ragu, Eunji memasang wajah heran, “N-ne?”Tanyanya, takut salah dengar, Sehun menghela napas, apa telinga yeoja itu bermasalah?
“Aku tanya..mau pulang denganku tidak?”Ulang Sehun kesal, Eunji terdiam sesaat membuat Sehun merutuki ajakannya barusan namun akhirnya yeoja itu mengangguk singkat, “Boleh!”Jawabnya mantap membuat Sehun menghela napas lega.

Hening. Begitulah yang terjadi sekarang diantara dirinya dan Sehun sedari tadi, Eunji yang sebenarnya paling tidak tahan dengan kondisi seperti ini rasanya ingin mencairkan suasana, masalahnya ia tak tahu harus bicara apa karena mereka jarang sekali berinteraksi, ralat, mereka memang sering berinteraksi satu sama lain tapi rasanya itu lebih pantas disebut adu mulut.
“Fisika itu sebenarnya mudah.”Eunji mendongakan kepalanya begitu mendengar suara berat barusan, ia menatap Sehun, namja yang barusan bicara itu tapi tatapan pria itu masih lurus ke depan.

“Mudah apanya.”Gumam Eunji pelan, kalau ia diberi lima permintaan mungkin salah satunya akan ia gunakan untuk menghapus mata pelajaran itu dari sekolahnya.
“Kau hanya harus menggunakan logikamu, nilai Biologimu sangat bagus tapi kenapa nilai Fisikamu sangat berbanding terbalik?”Tanya Sehun, namja itu menghentikan langkahnya yang membuat Eunji juga berhenti. “Aku benci Fisika.”Jawab Eunji ketus, Sehun mengangkat alisnya, “Kalau Biologi?”
“Aku menyukainya, pelajarannya menyenangkan.”Jawab Eunji lagi, Sehun menganggukan kepalanya paham lalu kembali berjalan dan lagi-lagi Eunji mengikutinya, “Padahal menurutku Biologi lebih sulit.”Ucap Sehun, ia kurang menyukai pelajaran itu, tapi walaupun begitu tetap saja nilainya masih terbilang bagus.

“Bagaimana kalau aku mengajarkanmu pelajaran itu?”Usul Eunji tiba tiba dengan wajah berseri-seri, Sehun mengerutkan keningnya, namja itu lalu buru-buru menggeleng, “Nilaiku sudah cukup bagus.”Jawab Sehun dengan nada gengsi sedangkan Eunji mencibir.

“Tentang surat tadi siang.”Tubuh Eunji membeku begitu Sehun mendadak menyinggung tentang insiden memalukan itu, padahal Eunji tak mengingat soal kejadian itu sedari tadi.
“Apa kau memang-“Ucapan Sehun terpotong karena Eunji dengan cepat menyelanya, “Anio, bukan aku, aku sama sekali tak menulisnya.”Elak Eunji dengan cepat.
“Lalu kenapa bisa begitu isinya?”Tanya Sehun masih ragu, Eunji terdiam, apa ia harus bilang yang sebenarnya? Tapi ia tak mungkin tega dengan yeoja itu, bagaimana pun juga Naeun adalah sahabatnya.
“Kata Jongdae kertas itu diambil dari laci meja temanmu, Son Naeun.”Ujar Sehun lagi karena yeoja disampingnya itu hanya diam, Eunji menggerutu pelan, ia benar benar benci situasi seperti ini.
“Yang jelas bukan aku yang menulisnya.”Jawab Eunji cepat, yeoja itu lalu berjalan terburu-buru meninggalkan Sehun yang sedang terlihat memikirkan sesuatu.

Sehun mempercepat langkahnya, langkah kakinya yang besar membuatnya dengan mudah menyamai posisi yeoja itu, “Apa Naeun yang menulisnya?”Tanya Sehun lagi, dan kali ini ekspresi Eunji menjadi bertambah tak karuan. “Molla, aku tak tahu.”Kilah yeoja itu namun Sehun sepertinya terlalu pintar untuk membaca raut wajah seseorang atau mungkin wajah Eunji memang tak pandai untuk berbohong.
“Jadi selama ini surat-surat itu berasal darinya.”Gumam Sehun, ia sama sekali tak menyangka semua surat yang ia terima di loker sekolahnya berasal dari yeoja pendiam itu.
“Surat? Surat apa?”Eunji yang sebenarnya berniat untuk mengunci mulutnya sampai pulang ke rumah akhirnya membuka suaranya, ucapan Sehun barusan cukup membuatnya penasaran.

“Ra-ha-sia.”Jawab Sehun dengan nada meledek membuat Eunji ingin sekali menimpuk namja itu dengan batu, “Ucapkan terimakasihku padanya atas surat-surat itu.”Sehun kembali bersuara sedangkan Eunji sama sekali tak mengerti maksud perkataan pria itu, “Surat apa?”Tanya Eunji heran, “Pokoknya sampaikan saja.”Sahut namja tampan itu tanpa menjawab pertanyaan Eunji barusan, Eunji hanya memutar bola matanya dan memilih untuk  menanyakannya pada Naeun besok.

“Rumahmu sudah dekat?”Tanya Sehun, rasanya mereka sudah jalan sedari tadi tapi tak sampai-sampai.
“Itu rumahku.”Eunji menunjuk rumah berukuran besar yang  terletak tak jauh dari mereka sekarang, Sehun memperhatikan rumah itu sesaat sampai akhirnya kembali menatap yeoja dihadapannya, “Mulai besok kita tambahan pelajaran di rumahmu saja.”Ujar Sehun.
“Rumahku?”Tanya Eunji kaget sedangkan Sehun mengangguk santai. “Waeyo? Ada yang salah? Sekolah kita menjadi sangat horror ketika malam.”Ucap Sehun dengan eskpresi seram dan itu cukup sukses membuat Eunji bergidik, “Jinjja?! Sekolah kita banyak hantunya?”Tanya Eunji takut, sedangkan Sehun mengangguk dengan ekspresi meyakinkan. “Arraseo, mulai besok belajar dirumahku saja.”Jawab Eunji cepat membuat Sehun harus menahan tawanya.
“Kalau begitu kita harus pulang sekolah bersama.”Ujar Sehun lagi yang membuat Eunji mengerjapkan matanya, dia bilang apa tadi? Pulang bersama? Setiap hari mereka akan pulang berdua? Eunji hanya bisa berharap mereka berdua tak akan beradu mulut selama perjalanan pulang.
“Baiklah.”Eunji menyetujui tawaran tak langsung Sehun itu dengan ragu sedangkan Sehun membalasnya dengan anggukan kecil.

“Rumahmu dimana? Tadi kau bilang arah rumah kita searah.”Tanya Eunji.
“Rumahku tak jauh dari sini, masuklah.”Sehun mengangkat sebelah tangannya, bermaksud mengucapkan perpisahan pada yeoja itu, Eunji mengangguk lalu ia tersenyum, “Terimakasih telah mengantarku, hati-hati di jalan!”Ujar Eunji tulus, Sehun mengangguk singkat, namja itu lalu memperhatikan Eunji yang kini berjalan menuju rumahnya, ia membalikan badannya ketika yeoja itu benar benar sudah masuk ke rumah.
Sehun memasukan kedua tangannya ke kantong celananya dan berjalan pulang, sebenarnya ia bisa sampai ke rumah daritadi karena jarak rumahnya dan sekolahnya begitu dekat, tapi ia hanya ingin memastikan yeoja itu sampai ke rumah dengan selamat, kalau sampai Kyungsoo tau ia begitu membela-belakan diri seperti ini pasti namja itu akan menertawainya, memangnya sejak kapan Oh Sehun menjadi begitu peduli terhadap orang lain?

**^^**

“Aku pulang.”Sehun memasuki rumahnya, namja itu mengedarkan pandangannya dan saat itu ia mendapati eommanya yang tengah duduk di ruang tamu, namun eommanya tidak sendiri, disampingnya ada seorang namja yang tengah duduk manis yang kini menatapnya dengan mata besarnya, “Kyungsoo? Sedang apa kau disini?”Tanya Sehun heran, Oh ajumma bangkit berdiri dan menepuk pundak Kyungsoo, “Aku akan meninggalkan kalian berdua, Sehun-ah, dia sudah menunggumu daritadi, kenapa kau pulang selarut ini? Ponselmu juga tidak bisa dihubungi.”Tanya Oh ahjumma sambil menatap anak tunggalnya itu. “Ah, ponselku mati eomma.”Jawab Sehun, baru teringat batre ponselnya habis. Oh ahjumma hanya menggeleng, lalu wanita itu berjalan menaiki anak tangga.

“Yah, tumbenan sekali kau kemari.”Sehun duduk disamping Kyungsoo dan melirik namja itu sekilas, biasanya Kyungsoo memang sering kerumahnya untuk bermain playstation bersama tapi biasanya pada siang hari.
“Aku ingin minta pendapatmu.”Ujar Kyungsoo dengan wajah serius, “Kalau kau ingin meminta pendapat tentang percintaan, sayang sekali Do Kyungsoo, kau salah orang.”Jawab Sehun datar.
“Aku yakin aku datang ke orang yang tepat, kau tahu kan yeoja yang aku sukai selama ini?”Kyungsoo menatap Sehun, menunggu jawaban dari namja itu, Sehun terlihat berpikir sebentar sampai akhirnya ia mengangguk, “Tadi sore aku menyatakan perasaanku padanya.”Ujar Kyungsoo yang membuat mata Sehun melebar, “A-Apa? Maksudmu pada Naeun?”Tanya Sehun kaget, Kyungso terkekeh mendapati ekspresi namja itu lalu ia mengangguk, “Aku tak mau terus terusan menahan perasaanku padanya.”Jawab Kyungsoo.

“Lalu reaksi yeoja itu bagaimana?”Tanya Sehun, mendadak nama Eunji terlintas dipikirannya.
“Entahlah, saat aku menyatakan perasaanku aku langsung pergi tanpa menunggu jawabannya.”Ujar Kyungsoo terlihat sedikit menyesali perbuatannya tadi, tapi ia memang tak bisa menahan rasa gugupnya tadi.
Sehun terdiam, ia kembali mengingat surat yang dibacakan Chanyeol tadi siang di depan kelas, apa surat itu memang dari Naeun? Mungkin kedengaran tak masuk akal mengingat yeoja sependiam itu ternyata selama ini mengidolakan dirinya tapi akan jauh lebih mustahil kalau sampai Eunji yang mengirimnya.
“Yah Sehun-ah, kau melamun?”Suara Kyungsoo barusan mengejutkan Sehun dan membuat lamunannya buyar seketika, “Eh? Ani, jadi bagaimana?”Sehun menatap Kyungsoo yang memperhatikannya dengan tatapan heran.
“Mungkin besok aku akan menyatakan perasaanku lagi dan memintanya untuk menjadi kekasihku.”Jawab Kyungsoo mantap, Sehun mengerjapkan matanya, apa namja itu serius? Kyungsoo memang populer dan diidolakan tetapi ia benar-benar payah dalam urusan wanita, namja itu terlalu pemalu, yah mungkin  sama payahnya dengan Sehun.

“Kau yakin?”Tanya Sehun sangsi, Kyungsoo mengangguk, “Yang penting aku lega dan tahu perasaannya padaku selama ini.”Jawab namja itu lagi, Sehun hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya, kalau sampai benar surat yang selama ini ia terima di lokernya adalah pemberian Naeun itu berarti perasaan Kyungsoo selama ini tidak terbalas pada yeoja itu.
“Bagaimana rasanya dapat penggemar baru?”Sehun menoleh pada Kyungsoo begitu namja itu melontarkan pertanyaan padanya.
“Aku tak menyangka kalau selama ini Eunji menyukaimu.”Ujar Kyungsoo lagi, “Itu bukan darinya.”Jawab Sehun singkat, Kyungsoo mengerutkan keningnya, “Kenapa kau yakin sekali?”Tanyanya, Sehun menghela napas, “Yeoja bawel seperti itu menyukaiku? Benar benar mustahil.”Jawab Sehun yang dibalas oleh anggukan dari Kyungsoo, “Benar juga sih, tadi dia juga bilang padaku kalau surat itu bukan darinya.”
“Kapan dia bilang begitu?”Tanya Sehun penasaran, “Tadi, saat jam istirahat, dan aku bilang bagus kalau memang bukan dia yang menulis suratnya.”Jawab Kyungsoo enteng, “Bagus kenapa?”Tanya Sehun tak mengerti, “Karena kalau sampai ia menyukaimu pasti dia akan patah hati karena kau tak mungkin menyukainya, kalian kan selalu bertengkar.”Jelas Kyungsoo yakin, ‘Tapi sekarang kau yang akan membuatnya patah hati, bodoh’Umpat Sehun dalam hati.

**^^**
“Penggemar rahasia Sehun datang~” Eunji menghentikan langkahnya didepan pintu tepat begitu mendengar suara seorang namja barusan, yeoja itu menatap sengit seorang namja berwajah imut yang kini tengah meledeknya, Byun Baekhyun, namja yang dulunya sempat memiliki hubungan khusus dengannya tapi sekarang mereka menjadi teman baik.
“Yah! Aku kan sudah bilang surat itu bukan dariku.”Tukas Eunji kesal, yeoja itu menyeret langkahnya menuju bangkunya dan meletakan tasnya ke atas meja sedangkan Baekhyun mengekornya dari belakang.
“Kalau begitu dari siapa?”Tanya Baekhyun dengan nada penasaran, Eunji menaikan kedua alisnya, “Secret.”Jawab Eunji singkat membuat raut kecewa timbul diwajah Baekhyun namun namja itu merubah ekspresinya begitu seorang yeoja berambut keikalan datang menghampiri mereka berdua.
Annyeong Naeun-ah!”Eunji hampir saja terjengkal begitu mendengar suara kencang Baekhyun barusan, yeoja itu menggerutu kesal, kapan sih namja itu bisa diam sedikit?
Naeun tersenyum tipis dan membalas sapaan Baekhyun lembut, “Annyeong Baekhyun.”
Annyeong Eunji.”Naeun kembali bersuara, yeoja itu menyapa Eunji yang memilih untuk memandang ke depan, Eunji berusaha mengabaikan sapaan Naeun barusan walaupun jujur rasanya benar benar sulit.

“Eunji-ya.”Panggil Naeun dengan nada polosnya, Eunji menggerutu pelan, bahkan yeoja seperti dirinya saja tak bisa mengabaikan panggilan memohon Naeun seperti itu. Eunji membuang napas kesal sampai akhirnya yeoja itu memutuskan menoleh kesamping, “Mwoya?”Tanyanya sedikit ketus, “Mianhae, aku salah, maafkan aku yaa?”Naeun memasang wajah penuh penyesalan membuat Baekhyun menatapnya iba, “Yah Eunji! Masa kau tega marah dengan Naeun? Aigoo, tenang saja eun, ada aku disini.”Ujar Baekhyun sok pahlawan, namja itu menepuk pundak Naeun sambil tersenyum menenangkan yang sukses membuat Eunji mual, “Ini bukan urusanmu Bacon.”Jawab Eunji ketus, yeoja itu lalu memberikan signal yang menandakan meminta namja bawel itu meninggalkan mereka berdua, Baekhyun mencibir namun akhirnya namja itu meninggalkan sepasang sahabat itu.

“Ayolah jangan marah seperti ini, kau tahu kemarin aku tidak bisa tidur nyenyak semalam, aku juga jadi tak napsu makan.”Ujar Naeun sambil memasang wajah semelas mungkin, Eunji mengangkat alisnya ragu, “Benarkah?”Tanyanya sangsi, “Ehm, tidak juga sih.”Jawab Naeun yang membuat Eunji mencibir, “Tapi sungguh perasaanku jadi tidak enak.”Kali ini Naeun berbicara jujur, Eunji menghela napas, ia juga tak betah terus terusan seperti ini dengan Naeun, “Arraseo, aku akan memaafkanmu, asalkan kau menjawab pertanyaanku.”

“Pertanyaan apa?”Tanya Naeun sediki gugup, “Selama ini kau yang mengirimkan surat cinta pada Sehun?”Tanya Eunji hati-hati dan saat itu raut wajah Naeun sontak berubah.
“Kita kan sahabat, kenapa kau tak mau mengatakan yang sejujurnya sih.”Ucap Eunji lagi dengan nada kecewa, Naeun menatap Eunji lekat, yeoja lalu membuka suaranya, “Semua surat itu memang dariku.”Jawab Naeun pelan, Eunji mengerjapkan matanya, “Jadi benar? Kenapa kau harus melakukan cara seperti itu?”Tanya Eunji tak habis pikir, ia tak menyangka yeoja seperti Naeun akan melakukan hal yang biasa dilakukan orang di film-film, ia saja tak pernah kepikiran untuk menulis surat cinta pada Kyungsoo, lagipula dirinya memang payah dalam urusan membuat kata-kata romantis.
“Karena cara itu lebih baik ketimbang mengatakan kepada Sehun secara langsung.”Jawab Naeun  lagi, Eunji terdiam, yeoja itu tak mengerti apa yang membuat sahabatnya itu tertarik pada Sehun, namja dingin yang kerjaannya hanya meremehkan orang, ck, membayangkan wajah  namja itu saja sudah membuatnya kesal.
“Jadi kau sudah memaafkanku kan?”Pertanyaan Naeun barusan membuat lamunan Eunji buyar, yeoja itu menatap Naeun sesaat sampai akhirnya ia mengangguk, Naeun tersenyum lebar dan memeluk Eunji erat, “Gomawo Eunji-ya! Aku sangat takut kita tak bisa bersahabat seperti dulu lagi karena kesalahan bodohku.”Sesal Naeun sambil mengeratkan pelukannya pada sahabat baiknya itu, Eunji tersenyum tipis, “Memangnya sejak kapan aku bisa marah lebih dari sehari kepadamu?”Tanya Eunji yang membuat keduanya tertawa pelan.

**^^**

Tringg.

Bunyi bel panjang yang menandakan jam pulang berbunyi berdenting, saat itu juga semua anak kelas termasuk Eunji dan Naeun langsung memasukan barang mereka ke tas  tanpa memperdulikan ocehan Park seossangnim di depan kelas.
Park seossanngim hanya geleng-geleng kepala, sudah terlalu hapal dengan kebiasaan para murid disini, lalu pria berkacamata itu berjalan meinggalkan ruangan kelas setelah menyelesaikan kalimatnya.
“Eunji-ya, aku pulang duluan ya, ada urusan.”Naeun menoel  Eunji yang masih sibuk merapikan barangnya, Eunji mengangguk dan melambaikan tangannya, “Hati-hati ya.”Ujar Eunji yang dibalas dengan anggukan kecil dari Naeun lalu yeoja itu berjalan meninggalkan Eunji sendiri.
Setelah selesai merapikan barangnya, Eunji memakai tasnya dan bersiap pulang,namun tatapan yeoja itu terhenti begitu mendapati seorang namja bertubuh jangkung yang kini tengah berjalan menujunya.
Oh Sehun, namja dengan kulit yang menyerupai vampire itu kini berdiri dihadapannya, Eunji mengerutkan keningnya, “Kau tidak pulang?”Tanya Eunji heran, “Kau lupa mulai sekarang kita akan pulang bersama?”Tanya Sehun balik yang langsung membuat Eunji menepuk keningnya, “Oh iya, pelajaran tambahan.”Gumam  Eunji dengan nada begitu tak bersemangat.

“Kau kira aku senang memberi pelajaran tambahan padamu? Kau menyita waktuku.”Ujar Sehun kesal, Eunji menatap Sehun sengit, yeoja itu lalu berjalan meninggalkan Sehun terlebih dahulu.
Sehun mengikuti yeoja itu tak terima, ia sudah menunggunya dan kini yeoja itu malah meninggalkannya, “Nanti mampir ke taman sekolah dulu ya.”Pinta Eunji begitu mereka hampir sampai ke depan gerbang sekolah, “Untuk apa?”Tanya Sehun tak berminat, “Disana ada kedai es krim kesukaanku, selain enak harganya juga murah! Kau suka es krim tidak?”Tanya Eunji bersemangat, Sehun mengangguk ragu, “Tapi aku lebih suka bubble tea.”Ujar Sehun.
“Kalau tidak salah disitu juga ada yang menjual bubble tea, hari ini aku akan mentraktirmu.”Ucap Eunji yang membuat Sehun mengerutkan keningnya, namja itu meletakan telapak tangannya di dahi Eunji membuat yeoja itu menatapnya heran, “Kau tak sedang sakit kan? Kenapa tiba-tiba jadi baik begini?”Tanya Sehun tak percaya, Eunji berdecak, yeoja itu lalu menepis tangan Sehun, “Yasudah kalau tidak mau, aku menarik ucapanku!”Ujar Eunji kesal lalu yeoja itu mempercepat langkahnya, Sehun tertawa pelan, namja itu berjalan menyusul Eunji sambil sedikit berteriak, “Yah! Dilarang menarik ucapan seenaknya!”

**^^**

Naeun menatap ke sekelilingnya begitu dirinya telah sampai di taman umum dekat sekolahnya, tempat dimana ia dan Kyungsoo berjanji untuk bertemu.
Mata hitam itu masih sibuk menjelajahi sekelilingnya sampai akhirnya ia mendapati seorang namja yang ia kenal tengah duduk disalah satu bangku taman, Naeun melangkahkan kakinya menuju namja itu, ia berhenti tepat didepan namja yang menundukan kepalanya itu dan menatap orang yang tak lain adalah Kyungsoo itu ragu.

Kyungsoo mendongakan kepalanya begitu merasakan seseorang berada didekatnya, senyuman kecil tergambar diwajah tampan namja itu begitu ia mendapati Naeun kini berada dihadapannya, Kyungsoo bangkit berdiri tanpa mengubah senyumannya sedangkan Naeun membalasnya dengan senyuman canggung, pasti ia masih terkejut dengan pernyataan cinta Kyungsoo yang tiba-tiba itu.
“Kau sudah lama disini?”Tanya Naeun,untuk pertama kalinya ia membuka pembicaraan terlebih dahulu, Kyungsoo menggeleng, “Baru sebentar, maaf karena merepotkanmu untuk kesini.”Ujar Kyungsoo.
Gwaenchana, lagipula kan searah dengan rumahku.”Jawab Naeun sambil tersenyum, Kyungsoo menatap yeoja itu tanpa berkedip, yeoja itu benar-benar cantik, sejak awal masuk sekolah ia sudah terpikat oleh Naeun meskipun banyak yeoja cantik disekolahnya namun entah kenapa perhatiannya tertuju pada yeoja itu.

“Sebenarnya aku memintamu kesini karena aku ingin membicarakan sesuatu padamu.”Kyungsoo menatap Naeun ragu, sedangkan yeoja itu hanya diam, menunggu Kyungsoo untuk melanjutkan ucapannya.
“Kau masih ingat kan tentang ucapanku kemarin? Kali ini aku akan menyatakannya dengan jelas.”Ujar Kyungsoo setelah mengumpulkan keberaniannya, Naeun mengerjapkan matanya, apa Kyungsoo akan memintanya untuk menjadi kekasih namja itu? Jantung yeoja itu berdegup begitu kencang sekarang, ia bahkan yakin wajahnya kini tengah memerah.
“Aku menyukaimu Son Naeun, aku jatuh hati padamu saat pertama kali kita masuk sekolah, saat pertama aku melihatmu kau membuatku tertarik, kita memang jarang mengobrol, dan ini salahku karena aku terlalu malu untuk mengajakmu bicara, tapi sekarang aku ingin kau mengetahui isi hatiku, would you be my miracle,eun?” Kyungsoo menatap Naeun yang membeku dengan perasaan gugup yang luar biasa, rasanya jantung namja itu hampir jatuh dari tempatnya, ia pernah menyatakan perasaan kepada seorang yeoja tapi ia tak pernah segugup ini, Kyungsoo masih menunggu jawaban dari yeoja dihadapannya itu, sedangkan bibir mungil Naeun masih mengatup sempurna, yeoja itu masih terdiam.

**^^**

“Kau tidak jadi mentraktirku es krim?”Entah sudah keberapa kalinya Sehun mengulangi pertanyaannya barusan dan Eunji masih enggan menjawab pertanyaan namja tampan itu tapi itu tak membuat Sehun menyerah untuk menggodanya.
“Yah nona Jung, tak baik mengabaikan ucapan seseorang.”Sindir Sehun sambil tetap berjalan beriringan dengan Eunji.
Eunji menggerutu kesal, yeoja itu lalu menghentikan langkahnya yang otoamtis membuat Sehun berhenti, “Aku berubah pikiran.”Jawab Eunji akhirnya, ia sudah gerah mendengar suara menyebalkan Sehun, “Dasar pelit, anggap saja itu sebagai balasan aku mengajarkan tambahan padamu, yah walaupun tak sebanding sih.”Balas Sehun yang membuat Eunji mencibir, “Wah kau perhitungan sekali ya Oh Sehun, arraseo, aku akan mentraktirmu.”Eunji akhirnya menyerah, lagipula sepertinya tak ada salahnya mentraktir namja itu sesekali, karena ia juga telah merepotkan Sehun.

Sehun tersenyum puas mendengar jawaba Eunji barusan, keduanya kini memasuki taman yang mereka tuju, “Dimana kedainya?”Tanya Sehun tak sabar, “Disana, kajja!” Eunji berjalan mendahului Sehun, yeoja itu ingin segera memakan es krim kesukaannya itu, Eunji berjalan dengan semangat menyusuri taman yang cukup ramai itu namun langkahnya terhenti begitu matanya menangkap kedua orang yang dikenalnya, Eunji mengerjapkan matanya berkali-kali, berharap bahwa pengelihatannya itu salah, tapi kedua orang itu tak berubah, mereka adalah Naeun dan Kyungsoo, kedua orang yang begitu ia kenal itu kini tengah bersama dan mereka kini tengah berpelukan, Do Kyungsoo idolanya kini tengah memeluk Son Naeun sahabatnya.

“Aish kenapa kau berhenti mendadak.”Sehun menggerutu kesal karena Eunji menghentikan langkahnya tiba-tiba sehingga membuatnya hampir saja menabrak yeoja mungil itu, namja itu menatap Eunji yang terdiam, Sehun mengerutkan keningnya heran sampai akhirnya ia mengikuti arah pandang Eunji, mata Sehun melebar sempurna begitu kini ia dan Eunji tengah menatap objek yang sama, kedua orang itu berpelukan? Apa maksudnya?
Sehun kembali melirik Eunji, yeoja itu terlihat begitu terkejut dan Sehun bisa melihat bahwa mata yeoja itu berkaca-kaca, “Eunji?”Panggil Sehun pelan, namun Eunji masih bergeming, dan ini pertama kalinya Sehun melihat kesedihan diwajah yeoja itu.
“Eunji-ya.”Sehun  kembali memanggil yeoja itu, kali ini Eunji menatapnya sekilas, yeoja itu lalu menunduk, “Aku salah lihat kan? Mereka bukan Naeun dan Kyungsoo kan?”Tanya Eunji lirih, Sehun menatap Eunji iba, entah kenapa ia benci ketika melihat Eunji seperti ini, dan sialnya lagi sahabatnya lah yang membuat yeoja itu begini.
“Kita pulang saja.”Ujar Eunji lagi, yeoja itu berjalan meninggalkan Sehun dengan tatapan kosong, Sehun menghela napas beratnya, ia lalu mengacak rambutnya kesal, ia bahkan tak tahu harus berbuat apa.

‘Naeun-ah, menurutmu Kyungsoo tampan tidak?’
‘Biasa saja’
‘Masa kau tak tertarik dengan namja sesempurna dia?’
‘Tidak, aku tak pernah sekalipun berpikir dia pria yang menarik.’

“Kau bilang Kyungsoo tidak menarik..”Eunji meringis begitu mengingat pandangan Naeun pada Kyungsoo sewaktu ia menanyakannya dulu, ia benar-benar berharap kalau tadi ia salah lihat atau ia hanya sekedar berhalusinasi saja, tapi kenyataannya apa yang ia lihat tadi itu nyata, Naeun, sahabat yang begitu ia percayai mengkhianatinya, bukankah yeoja itu menyukai Sehun? Tapi kenapa sekarang Kyungsoo? Orang yang ia sukai dan ia incar sejak lama.
“Aaa, kenapa nasibku begini.”Eunji berteriak kencang, tak peduli dengan beberapa orang yang kini tengah menatapnya heran, sejak kapan mereka menjalin hubungan? Apa jangan-jangan sudah lama? Eunji benar-benar tak menyangka Naeun begitu pandai dalam berbohong, padahal menurutnya Naeun ada diurutan kedua orang yang ia kenal sebagai yeoja paling polos setelah Na Ra, adik sepupunya yang masih berusia lima tahun.

“Yah halmonie bawel!”Eunji menghentikan langkahnya begitu mendengar teriakan seseorang, sepertinya ia tak asing dengan suara dan panggilan menyebalkan itu, Eunji menoleh ke belakang dan mendapati Sehun yang kini tengah berjalan ke arahnya dengan napas tersengal-sengal, Eunji baru ingat kalau ia meninggalkan Sehun tadi, Eunji menatap benda yang ada dikedua tangan Sehun, dua es krim rasa vanila, rasa kesukannya.
“Seenaknya saja meninggalkanku.”Omel Sehun kesal sedangkan Eunji hanya diam, namja itu lalu menyodorkan salah satu eskrim ditangannya dengan muka datar, “Ini apa?”Tanya Eunji, Sehun mendengus, “Ini es krim, kau tak tahu bentuk es krim?”Tanya Sehun tak habis pikir, “Maksudku untuk apa kau memberikannya padaku?”
“Kau bilang kau mau es krim, aku harus mencari kedai itu terlebih dahulu dan berjalan terburu-buru kesini karena takut kau telah berjalan jauh.”Gerutu Sehun.
“Aku kan tidak memintanya, untukmu saja.”Tolak Eunji yang membuat mata Sehun melebar, “Aku susah payah membelikannya dan kau menolaknya? Aku tak bisa menghabiskan dua, cepat, es krimnya hampir meleleh.”Paksa Sehun.
Eunji menggerutu pelan, yeoja itu dengan terpaksa mengambil es krim di tangan Sehun lalu melahapnya, “Gomawo.”Ujar Eunji pelan, “Kau kenapa bisa tahu rasa favoritku?”Tanya Eunji, “Aku hanya memilih rasa kesukaanku.”Jawab Sehun cuek, Eunji mengangguk lalu keduanya berjalan dalam diam.

“Hari ini perasaanku sedang tidak enak, kita tak usah ada pelajaran tambahan ya?”Pinta Eunji begitu mereka berdua kini telah sampai dirumah yeoja itu.
Sehun menggeleng tanpa berpikir panjang, “Tidak bisa, besok itu ujian fisika,dan itu kesempatan pertamamu mendapat nilai diatas 70.”Ucap Sehun tegas, Eunji meringis, “Ayolah, aku tak akan bisa berkonsentrasi belajar.”Eunji kini memohon, Sehun kembali menggeleng, “Apa hanya karena patah hati kau jadi begini? Nilaimu itu lebih penting, kau mau terus terusan diledek karena mendapat nilai rendah?”Tanya Sehun dengan wajah menyeramkan, Eunji menelan ludahnya,sepertinya namja itu mulai kesal, dan ucapan Sehun ada benarnya, ia memang berniat untuk merubah nilainya dan ia harus mencoba

melupakan masalah hatinya sejenak.
“Iya iya, ayo belajar.”Ujar Eunji menyerah, keduanya lalu memasuki rumah Eunji.

“Rumahmu sepi sekali.”Komentar Sehun ketika mereka berdua berada di ruang tamu kediaman keluarga Jung, rumah Eunji cukup besar dan rapi namun seperti yang Sehun katakan rumah itu sangat sepi.
“Kedua orangtua ku masih bekerja jam segini, dan adikku mungkin sedang bermain bola dengan temannya.”Terang Eunji, yeoja itu lalu duduk disebuah sofa dan Sehun ikut duduk disampingnya, “Jadi hanya kita berdua di rumah ini?”Tanya Sehun dengan nada mencurigakan, Eunji menatap Sehun sangar dan mengepal tinjunya di udara, “Jangan macam-macam!”Peringat yeoja itu galak,Sehun mencibir, “Aku juga tidak tertarik denganmu.”Ujar Sehun kesal.

Keduanya kini memulai kegiatan mereka, Sehun mengajarkan Eunji terlebih dahulu sebelum akhirnya memberikan soal pada yeoja itu, namja itu harus beberapa kali menegur Eunji ketika yeoja itu malah melamun, dan Sehun tahu apa yang sedang dilamunkan yeoja itu.
“Aku tak mengerti soal yang ini.”Eunji menggeser bukunya, meminta namja disampingnya itu untuk menjelaskannya, Sehun meletakan buku yang dibacanya dan mengamati soal itu, “Aku bahkan bisa menyelesaikannya dalam waktu kurang dari lima menit.”Ujar Sehun tak habis pikir, Eunji mencibir pelan, ia tak tahu namja itu memang bicara jujur apa berniat menyombongkan diri.
Eunji memperhatikan Sehun yang kini tengah menerangkan soal tersebut, posisi duduk mereka yang begitu dekat membuat jarak kepala mereka juga begitu dekat, wangi maskulin parfum Sehun bahkan sangat melekat dihidungnya sedari tadi.
“Mengerti tidak?”Tanya Sehun saat ia selesai menerangkan, namja itu menoleh ke arah Eunji dan saat itu juga Eunji menolehkan kepalanya ke arah Sehun sehingga kini keduanya saling berhadapan dengan jarak yang begitu dekat. Sehun memperhatikan wajah Eunji yang kini hanya berjarak beberapa inci darinya, yeoja itu cantik, dan Sehun telah menyadarinya sejak lama, jarak mereka yang begitu dekat ini membuat Sehun leluasa menatap yeoja itu lekat, Sehun harus mengakui kalau dirinya begitu gugup sekarang, dan satu satunya yeoja yang bisa membuat seorang Oh Sehun menjadi seperti ini adalah yeoja dihadapannya, yeoja bawel dengan nilai pas-pasan yang tak pernah akur denganya.

Sedangkan Eunji kini juga tak melepaskan pandangannya pada namja dihadapannya itu, ia tak bisa mengelak kalau Sehun terlihat begitu tampan sekarang apalagi kini namja itu tengah menatapnya lekat, dan astaga, kenapa jantungnya jadi berdegup cepat begini?
“Kenapa..aku bisa jatuh cinta pada gadis sepertimu?”Eunji mengerjapkan matanya tak percaya begitu kalimat itu terlontar dari bibir Sehun, namja itu mengucapkannya dengan suara pelan, dan kini dada Eunji berdebar hebat, ia yakin ia tak salah dengar tapi sungguh ini terlalu mustahil, “M-mwo?”

 -TBC-

Gimana part duanyaaa? udah panjang? Apa kependekan? kkk sorry ya kalo ada typo, author ga ngecheck ulang soalnya hehe jangan lupa ya tinggalin komen kalian kalo mau ff ini lanjut, ehiya author mau nanya, pada lebih setujunya Eunji sama Sehun apa Kyungsoo nihh? Apa sehun sama author aja /plak wkwk kayaknya chapternya bakalan lebih panjang dari yg aku bilang deh, tapi ga yakin juga sih, liat kedepannya aja deh, jangan lupa komennya ya^^ annyeong readers!

221 thoughts on “My My [Chapter2]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s