Who Are You (chapter 1)

Cast: Park Chanyeol. Byun Jinyoung

Support cast: Baekhyun. Sehun. JongIn. Shin Minyoung

Genre: Drama, Fantasy, Romance, Marriage Life maybe a little bit action

Rating: PG 15

Lenght: chapters

Disclaimer: the plot is mine. Cast milik tuhan dan orang tua. OC milik saya. Jika ada kesamaan tokoh atau plot maklumi. But this story already mine.

Author note: Hai… *bow bareng Chanyeol oppa

Ada kabar gembira… kulit manggis kini ada ekstaknya #apaapaan ini# *ngiklan bareng Chanyeol #akurapopo #asalbarengChanchan

oke salah. dari awal

Hai!! *bow lagi bareng Chanyeol oppa

Telah lama dinanti nanti…

Mobil super dari Suzuki #makin ngaawur *ditimpuk batu sama readers  #kembali ngiklan #kebanyakan liat iklan #kebayakan liat meme

oke salah. bairkan lah.

Hai. kembali lagi dengan saya. ini saya bawakan chapter satunya. beuh beda banget sama teasternya yang keren ngga banyak bacotkayak gini-,- biarkanlah #akurapopo

daripada makin ngawur langsung aja kecidoot

request-bluehight17

Cradit poster: Baby @dramafanfictions makasih posternya:)

teaster

Begitu mendengar Opening song sebuah kartun yang cukup berisik, Chanyeol membuka matanya perlahan, dia merasa tempat tidurnya terasa lenggang -lagi-. Dia meraba kasurnya dan tidak menemuan apapun. Oh, dia kembali bangun dengan tidak ada kehadiran istri tercintanya disebelahnya. Dia membuka sedikit matanya dan melihat jam klasik yang tertempel di dinding kamarnya.

06.00am

Dia sepertinya telat bangun dan Oh kartun sialan itu. Mendengar opening songnya saja sudah membuat Chanyeol kesal, bagaimana mungkin istrinya itu meninggalkannya karena sebuah kartun sialan menyebalkan itu? Chanyeol menyibak selimutnya dengan malas dan bangkit dari kasur empuknya dan memaksankan berjalan keluar kamar dengan malas. Chanyeol memanggil istrinya sambil berjalan mencari. Begitu dia menemukan gadis itu sedang duduk disofa sambil menonton sebuah kartun, dia menghampiri gadis itu dan menjatuhkan dirinya dipangkuan Jiyoung. Jiyoung sedikit tersentak kaget namun tetap fokus menonton kartun kesayangannya itu.

“Ya, oppa kamu bau. Mandi sana” balas Jiyoung tak menghiraukan panggilan Chanyeol.

“Morning kiss dulu” ucap Chanyeol manja. Jiyoung tersentak kaget dan melihat kearah Chanyeol dengan tatapan polos. Membuat Chanyeol gemas dan ingin mencubit pipinya >.<.

“Maksud oppa? Ya dasar namja mesum! Sana! Jangan menganggu acara nonton kartun pagiku” balas Jiyoung kesal dan nyaris memukul Chanyeol dengan bantal.

“Kamu tidak bosan menonton spongebob dari kecil? Hey kamu sudah 23 tahun sayang” balas Chanyeol sambil bangkit dan duduk disebelah Jiyoung, lalu menagcak rambut Jiyoung gemas. Jiyoung kesal dan dia bangkit menuju kamar sembari merapihkan rambutnya tanpa mengatakan apapun. Chanyeol hanya mendelik tak tahu dan meneguk habiskan susu coklat sisa istrinya tercinta. Manis. Dia menaruh kembali gelas di meja dan mengambil remote dan mengganti Channel tv menjadi channel sport.

 

Tak lama Jiyoung keluar dari kamar mandi sudah dengan kemeja santainya dan rok rempelnya. Chanyeol menatap Jiyoung yang sedang menguncir rambutnya.

“Kamu mau kerja atau kuliah?” tanya Chanyeol sambil mengancingkan lengan kemejanya. Begitu selesai menguncir rambut dengan kunciran hitam, Jiyoung mengambil jas Chanyeol dari rak dan membantu memakaikannya.

“Kerja oppa. Aku kan sudah 23 tahun” gerutu Jiyoung. Dia mengambil sebuah dasi hitam dan memakaikannya, membuat sebuah simpul yang sudah dihapalnya diluar kepala.

“Dengan pakaian sesantai ini?”

“Toh presdir tidak marah. Daripada oppa berpakaian formil terus. Nanti terlihat seperti om om lama kelamaan loh” balas Jiyoung polos. Chanyeol menggerutu kesal.

“Kemarin aku ada vampire dikantorku” Jiyoung berkata memotong gerutuan Chanyeol, dia mengambil blazer coklatnya dan memakainya.

“Maksudmu?” tanya Chanyeol khawatir.

“Kemarin ada 4 vampire yang hendak menyerangku dilobby saat menunggu oppa. Lalu Sehun datang dan mereka semua mati” jawab Jiyoung. Chanyeol menghela nafas lega. Mereka berjalan meninggalkan kamar mereka setelah membawa tas masing masing.

“Kamu pulang jam berapa sayang?” tanya Chanyeol sambil menautkan tangan mereka. Menyelipkan tangan mungil Jiyoung ketangannya yang lebar.

“jam 4. Oppa?” tanya Jiyoung sambil mengayunkan tautan mereka. –just like a child- membuat Chanyeol gemas. Ini sama seperti saat dia menuntun keponakannya yang berumur 5 tahun –si Baron menyebalkan itu- namun dalam bentuk gadis bertinggi 170 cm dan dia adalah istrinya.

“Mudah. Nanti oppa jemput ne?”

“Iya. Tapi kita kekedai eskrim dulu ya oppa” mohon Jiyoung sambil beragyeo mengangguk lucu. Chanyeol mencubit pipi gadisnya itu gemas. Chanyeol menekan tombol turun lift mereka. Begitu masuk, dia segera menekan tombol B1. Dan liftpun mulai berjalan turun.

Jiyoung menunggu Chanyeol dilobby, dia sebenarnya ingin keluar, namun dia merasakan banyak keberadaan vampire berada diluar kantornya dan sedang mengintainya. Dia sangat takut. Sangat takut, dia takut vampire itu masuk kedalam kantornya. Walaupun kantornya masih cukup ramai, entah mengapa lobby sangat sepi. Dia melirik takut ke sekitarnya.

Jiyoung mulai bergumam tidak jelas meminta Chanyel cepat sampai. Dan benar saja ketakutan Jiyoung terjadi, dia sadar 4 orang vampire masuk kelobby dan melihatnya ah mengincarnya sedari tadi. Aliran darahnya menjadi cepat, dadanya berdentum sangat keras, kakinya terasa sangat dingin dan lemas. Jiyoung tak tahu harus berbuat apa. Dia kalang kabut, entah dia harus berubah atau diam saja dan mati habis darah. Oh pilihan pertama terdengar lebih baik, sepertinya.

Dia meremas tas backpack owlnya dengan cemas. Dia mulai berharapa bahwa Oh Sehun dan Kim Jongin datang dan kembali menjadi malaikat penyelamatnya. Dan semua terasa cepat. Aliran darahnya bagai berhenti, dentuman keras didadanya ikut berhenti. Didepannya tiba-tiba ada seseorang yang melebarkan sayap perlindungannya untuknya. Dengan sayap putih bersih layaknya sayap malaikat. Dan seketika dia tersadar, itu dia. Itu Park Chanyeol. Chanyeol bertanya bagaimana keadaan Jiyoung dan hanya dibalas dengan Jiyoung yang langsung bersembunyi dibelakangnya. Chanyeol mengibaskan sayapnya dan vampire didepan mereka hangus menjadi abu. Chanyeol berbalik dan memeluk gadisnya.

“Gwanchana aku disini” ucap Chanyeol sambil menepuk punggung gadisnya dan malah membuat Jiyoung memperbesar tangisannya.

“Oppa, aku takut” gumam Jiyoung. Chanyeol melepas pelukannya dan menghapus air mata dengan ibu jarinya dengan halus. Chanyeol tersenyum dan berkata “aku ada disini” ucapnya. Setelah Jiyong percaya dan menghentikan tangisnya akhirnya mereka keluar kantor dan menuju mobil Chanyeol. Chanyeol membukakan pintu untuk Jiyoung dan menutupnya dengan halus dan berlari menuju kemudi. Chanyeol menjalankan mobilnya dan keluar dari kantor Jiyoung.

Chanyeol mengemudi dengan kecepatan sedang. Mobil Chanyeol melaju dijalan yang membelah kota Seoul. Jalan tampak cukup padat, namun masih bisa berjalan tanpa hambatan. Jiyoung menatap Chanyeol yang sedang fokus menyetir, tak lama dia mengalihkan pandangannya kembali menuju jalanan luar.

“Jadi tidak ke kedai eskrimnya?” tanya Chanyeol mencarirkan suasana. Karena, memang sudah dasarnya dia tidak tahan berlama lama dalam keheningan bersama Jiyoung. Jiyoung menggeleng lemas dan membuat kening Chanyeol mengkerut.

“Hey? Kamu tidak sakitkan? Sepertinya kamu benar benar butuh eskrim” canda Chanyeol. Jiyoung melirik Chanyeol dan memukul pelan tangan Chanyeol.

“Jangan bercanda oppa~” ucap Jiyoung sedikit manja. Chanyeol yang mendengar itu langsung mengusap kepala Jiyoung lembut.

“Bagaimana harimu?” tanya Chanyeol. Dan Jiyoung mulai menceritakan harinya layaknya dia anak limatahun yang bercerita pada ayahnya bagaimana harinya di TK.

“Oppa, besok Sabtu jadikan? Aku menjadi pengiring pengantin loh”

“Jadi. Benarkah? Kamu pakai baju apa?”

“Suah disiapkan oleh Minyoung kok”

“Ya, princess ayo turun sudah sampai” ucap Chanyeol begitu dia selesai memarkirkan mobilnya dibasement apartement tengah kota mereka. Mereka keluar secara bersamaan dan segera menuju apartemen mereka. Begitu membukanya dengan password Jiyoung segera menghempaskan diri disofa.

“Mandi dulu sana” ucap Chanyeol sambil menuangkan air dan meneguknya habis. Dan hanya dibalas deheman Jinyoung yang menyalakan tv.

“Ya, jangan nonton tv dulu. Mandi dulu Park Jiyoung, atau…” ancam Chanyeol.

“Atau apa oppa?” tanya Jiyoung tidak takut. Dia mengganti ganti channel tv mencari film kartun atau anime.

“Aku akan memandikanmu” lanjut Chanyeol sambil tersenyum mesum. Jiyoung reflek menengok kearah Chanyeol dan membulatkan matanya tidak percaya. Dia bergidik ngeri melihat senyum mesum Chanyeol.

“Ya Chan oppa mesum!” teriak Jinyoung takut sambil berlari menuju kamar mandi.

“Ya tunggu oppa” balas Chanyeol teriak menggoda Jinyoung. Dan dia malah tertawa sendiri mendengar reaksi gadisnya.

“Ya oppa!” teriak Jinyoung dari dalam kamar mandi. Chanyeol semakin memperbesar tawanya.

“Oppa!” teriak Jinyoung memanggil Chanyeol untuk makan.

“Ya tunggu sebentar sayang” balas Chanyeol. Tak lama Chanyeol keluar kamar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dia menghampiri Jinyoung yang sedang merapihkan meja.

“Kamu masak apa?” ucap Chanyeol sambil duduk dikursi dan mengambil mangkuknya.

“Gyoza, Miso sup. Ayo makan oppa. Sudah jam 7” ucap Jinyoung sambil duduk didepan Chanyeol. Dia mengambilkan nasi dan mengambilkan lauk untuk Chanyeol. Chanyeol langusng memakannya dengan lahap begitu Jiyoung memberikan mangkuknya.

—-

Jinyoung POV

Aku memakan makananku dengan tidak lahap. Sendari kemarin, aku merasa selalu ada yang memperhatikanku. Aku merasakan hawanya, namun aku tidak tahu makhluk apa dia sebenarnya. Aku menatap Chanyeol oppa yang makan dengan lahap. Semoga dia tidak sadar akan semua kekhawatiranku.

“Kamu kenapa?” tanya Chanyeol oppa. Aku tersenyum dan menggelengkan kepalaku pelan.

“Bagaimana kantor oppa?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“Baik. Sebentar lagi kami akan mengeluarkan produk musim panas kami. Dan hm, jinyoung kamu mau membantu oppa?” jelas Chanyeol oppa. Aku mengangguk mengiyakan.

“Iya boleh. Memang oppa ingin aku membantu apa?”

“Kami kekurangn model dan kamu mau menjadi model pengganti?” tanya Chanyeol oppa. Aku membayangkan produk musim panas yang dikerjakan Chanyeol oppa. aku membayangkan aku menggunakan dress berwarna cerah yang lucu. Perkataan Chanyeol oppa membuat khayalanku tercerai berai.

“Kamu mau tidak?” tanyanya kembali. Aku hanya mengangguk senang. Dan tak lama keheningan melanda kami. Aku memutar otakku keras untuk mencari topik yang akan kubicarakan kepadanya. Namun, aku tak punya topik. Yang ada di otakku hanyalah keberadaaan seeorang yang selalu menguntitku. Dia hanya melihatku dari jauh. Dia seperti sadar bahwa aku menyadari kehadirannya namun dia tak beranjak pergi, ingin membuat sosoknya seolah olah misterius. Dia ingin menunjukkan bahwa dirinya selalu mengikutiku namun dia tak ingin menunjukkan dirinya. Begitu melihat Chanyoel oppa selesai dengan makanannya, aku mulai membereskan meja. Aku menaruh piring kotor dibak cuci piring dan mulai mencucinya.

aku berusaha untuk fokus mencuci piring. Beberapa hari belakangan ini konsentrasiku buyar karena masalah ini. Aku merasakan ada sesuatu hangat melingkar dipinggangku. Aku sedikit terlonjak kaget.

“Kamu kenapa?” tanya Chanyeol oppa serius. Aku menarik nafas. Bimbang antara mengatakan sejujurnya atau tidak.

“Gwanchana oppa. minggirlah, aku harus menyelesaikan cuci piring” ucapku sedikit tegas.

“Jangan menyembunyikan sesuatu dariku. Dari nada bicaramu aku tahu ada sesuatu yang tidak beres” ucapnya bersikeras.

“Tidak ada oppa, sungguh. Mungkin aku hanya kelelahan” ucapku berbohong meyakinkannya. Dia hanya mengangguk mengerti dan melepaskan pelukannya.

“Ya, istirahatlah sehabis ini. Ya, mungkin hanya perasaanku saja” ucap Chanyeol oppa setengah tidak percaya, terdengar sekali dari intonasinya. Lalu dia memilih pergi meninggalkanku sendiri berkutat dengan piring piring kotor. Maafkan oppa. namun belum saatnya kamu tahu. Begitu selesai mencuci piring, aku melepaskan sarung tangan karet dan celemek, menaruhnya ditempat semula, dan menuju kamar. Aku tidak menemukan Chanyeol oppa dimanapun. Aku membuka pintu kamar pelan dan menemukan Chanyeol oppa sedang memainkan gitar.

 

Don’t be sorry,

that makes me more pitiful.

With your pretty red lips

please hurry, kill me and go.

I’m all right.

Look at me one last time

Smile like nothing’s wrong,

so when I miss you I can remember.

So I can draw your face in my mind.

 

My selfishness that couldn’t let you go

turned into an obsession that imprisoned you.

Were you hurt because of me?

You sit silently.

Why am I a fool, why can’t I forget you.

You’re already gone.

 

Your eyes, nose, lips

Your touch that used to touch me,

to the ends of your fingertips.

I can still feel you

(Taeyang- eye nose lips)

 

Apa maksud Chanyeol oppa menyanyikan lagu ini?

“Kenapa kamu berdiri didepan sana?” tanya Chanyeol oppa membuyarkan lamunanku. Aku hanya menggeleng dan menghampirinya. dia menaruh gitarnya, aku merebahkan diri dikasur dan menarik selimut, Chanyeol oppa ikut melakukan hal yang sama.

“jalja oppa” ucapku lirih.

“Nado jalja Ji” balasnya, aku hanya menutup mataku dan pergi kealam mimpi.

Aku menaiki lift dengan terburu-buru. Huft untung tidak telat, aku menekan tombol lantai 3. Aku memandang jam tanganku. 07.55. begitu sampai, aku segera menuju mejaku dan menghempaskan pantatku kasar. Untung aku tidak telat dan terkena omelan si Manager galak itu. Minyoung menjatuhkan kasar kertas tepat didepanku. Membuat aku sedikit terlonjak kaget.

“Apa ini” tanyaku. Hey aku baru saja datang dan dia sudah memberikan ku beban?

“Kamu harus memilih 2 jurnal dari semua jurnal ini dan mengeditnya. Temanya adalah Fashion. Dikumpulkan sore nanti” jelasnya. Aku mulai membaca jurnal itu secara cepat. Huft, rata rata cara penulisannnya standarnya. aku mulai membaca baca jurnal, memisahkannya dengan yang menurutku yang harus ditimbangkan dan tidak masuk kriteria sama sekali. Mejaku sudah tampak seperti dibom kertas. Bertebaran kertas acak acakan dimana mana. Aku mengecek jam tanganku. 11.25 masih ada 35 menit sampai istirahat makan siang. Aku merasakan ada yang memperhatikanku sejak tadi, sama seperti kemarin. Namun aku berusaha menghiraukannya. Aku menegok kearah samping kanan dan kiri dan tidak menemuka apapun. Aku terdiam dan mengusap pelan leherku. Dan akhirnya aku kembali berkutat dengan kertas sialan ini.

“Istirahat yuk” ucap Minyoung membuyarkan konsentrasiku. Aku mengangguk dan berdiri merapihkan pakaianku. Dan kami berjalan menuju restoran bersama didean kantor.

“Sudah selesai?” tanya Minyoung.

“Hampir selesai” balasku. Aku menengok kearah kanan, aku kembali merasakan hawanya. Dan sekarang aku melihat bayangan sekelebat yang sedang berlari. Hebat.

“Kenapa?” tanya Minyoung. Aku menggengam tangannya erat. Aku merasakan akan ada hal buruk yang terjadi.

“Kenapa? Akan ada hal buruk?” tanya Minyoung tenang. Aku mengangguk mengiyakan.

“Tenang saja ada aku” lanjutnya lagi. Dan dugaanku terjadi. Waktu berhenti. Dan hanya aku, Minyoung dan laki laki diujung sana yang bergerak. Laki laki itu memakai hoodie hitam dengan tudung yang tetap dipakainya lalu dia memakai topi merangkap tudung hoodienya. Aku terdiam. Minyoung sudah menunjukkan kewaspadaannya. Dia sepertinya sadar akan siapa namja didepan sana. Dan aku mulai sadar dengan namja didepanku. Dia memiliki aura yang kelam. Aku mendadak mundur. Namja itu tersenyum sinis dan terus berjalan maju.

Dan entah mengapa, sayapku mulai keluar tanpa diminta, melebar dan menjanjikan sebuah perlindungan. Dan Minyoung juga sudah mengeluarkan sayapnya dan melebarkannya. Namja didepanku tersenyum remeh.

“Angel payah” ucapnya dengan suara yang sangat berat, bodoh. Dia tidak tahu melawan siapa dan asal membuat kesimpulan atas lawannya. Aku mulai menunduk takut dan berharap bahwa Chanyeol oppa akan datang.

TBC

Hai….

Huaaaa pendek banget. Aku udah ngga ada ide hehe. Siapa Minyoung? Siapa namja itu? Makhluk apa Chanyeol, Sehun, Minyoung dan namja itu? Semua akan terkuak hahaha.

Pantengin terus ya….

Semua masih misteris.namun semuanya akan terkuak dan terlihat rantainya satu demi satu. Jangan siders yaa

RCL juseyeo^^

-btw aku 00 line.

86 thoughts on “Who Are You (chapter 1)

  1. Ping-balik: First Meeting (Who Are You) | EXO Fanfiction World

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s