Diposkan pada Chan Yeol, Chapter, Comedy, Drama, Family, leejieun93, Romance, Suho

I lived with crazy Yeoja 2 [Chapter 2]

coba3

Title                 :  I lived with crazy Yeoja 2 [Chapter 2]

Author   : Park hana

Cast                : Kim Joon Myun, Park Chorong, Park Chanyeol.

Other cast      : Find by your self

Genre             :  Romance,Family, Comedy(little bit)

Length           : Chapter

Rating             : G

Warning         : Typo dimana-dimana!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Summary       :  Perempuan itu datang dengan tiba-tiba, lalu meminta tinggal dirumahku, Apa dia gila tapi entah kenapa perempuan itu malah membuat aku keluar dari Zona amanku selama ini dan juga membuatku melupakan semua beban hidupku.

Chapret 1

I hate you Park Yoora

Dua orang anak kecil tengah duduk berdua seraya berbagi eskrim. Chorong yang melihat pemandangan tersebut lantas tersenyum lebar.

Dia menghentikan langkahnya, kemudian memperhatikan kedua anak tersebut. seketika itu juga sebuah bayangan masa lalu terlintas di ingatannya. Tidak lama dari itu, dia pun berguman didalam hatinya.

“Aku merindukanmu Suho, dimana kau sekarang dan bagaimana kabarmu?!”

“Apa kau tidak pernah mencariku?”

Chorong melanjutkan langkahnya, namun setelah beberapa langkah dia menghentikannya kembali.

Chorong menengadahkan kepalanya lalu menatap langit yang tampak dipenuhi awan hitam yang menandakan sebentar lagi akan turun hujan.

“Baiklah kalau begitu, mulai sekarang aku yang akan mencarimu dan menanyakan kenapa kau tidak mencariku!”.

Tiba-tiba sebuah air menetes di wajah Chorong, membuat Chorong mengukir sebuah senyum. Tetesan-tetesan air dari langit pun mulai berjatuhan. Beberapa orang yang sedari tadi sedang berjalan, kini mulai berlarian begitu juga Chorong yang setelah tersenyum dia pun segera berlari mencari tempat berteduh.

Didalam mobilnya kini, Joon myun tengah duduk dengan pikiran yang melayang entah kemana. Dia terus saja memikirkan gadis yang di temuinya.

Ahjussi supir yang beberapa kali melirik Joon myun dari kaca mobil hanya bisa tersenyum tipis.

Joon myun menghela napasnya panjang membuat ahjussi Supir  mulai membuka mulutnya.

‘Tuan muda, apakah anda sedang memikirkan gadis itu?”

“Aniya!” elak Joon myun.

Tahu bahwa tuan mudanya berbohong, ahjusi supir pun tersenyum.

“saya sudah mengenal baik anda, jadi tidak ada gunanya anda berbohong!”

Kali ini Joon myun mulai mengalihkan pandanganya pada ahjussi supir dan tersenyum.

“Begitukah?” ujar Joon myun.

Mereka pun kini saling tersenyum satu sama lain. mereka tersenyum sampai Joon myun menyenderkan punggungnya, kemudian menatap kembali kearah luar mobil.

“Dia mirip sekali dengan Yerim ahjuma bahkan nama mereka pun sama. apa ini kebetulan ahjussi?”

Ahjussi supir tersenyum tipis kemudian mengatakan bahwa mungkin saja itu sebuah kebetulan.

“Aku rasa ini bukan kebetulan, tapi sebuah peringatan untuk memberikan lagi tempat yang seharusnya tidak aku ambil dari orang itu”

Dipejamkan kini kedua mata Joon myun, kepalanya juga dia senderkan pada Jok mobil dengan lengan yang dia gunakan untuk menutupi matanya yang terpejam.

Mobil Joon myun saat ini tengah berhenti karena lampu merah, dan tanpa disadari kini Chorong juga tengah berdiri di halte bis yang ada didekat sana dan tengah memperhatikan hujan yang turun.

“Kim Cheonsa maafkan semua keegoisanku!”

***

Di sebuah spa chorong kini terdiam, dia duduk sembari menatap layar ponselnya. Di sana tertera 20 panggilan tak terjawab.

“Haishh anak ini benar-benar menyebalkan. Bahkan dia mengirimi pesan suara!”

Chorong hendak mematikan ponselnya, namun ponselanya malah berbunyi. ‘fairy chan’ itulah nama yang tertera dilayar Chorong dan tengah meneleponnya.

‘Haishhh anak ini!”

“Ne yoboseyo!” jawab Chorong

“Noona kau dimana sekarang? apa kau tak tahu appa sangat khawatir padamu!”

Chorong menjauhkan ponsel dari telinganya karena dia yakin kalau dari jarak dekat teriakan pria berperawakan tinggi atau bernama lengkap Park Chanyeol itu bisa merusak gendang telinga miliknya.

Chorong terus menyumpahi Chanyeol yang notabennya adalah dongsaenganya tersebut.

“Haishhh anak sialan dia teriak begitu keras!” oceh Chorong kesal.

karena kesal dan tak sanggup mendengar omelan Chanyeol akhirnya Chorong pun memutuskan sambungan telepon tersebut, dan langsung membuka batere ponsel miliknya.

“Bukankah begini jauh lebih aman dan tenang!” ujar Chorong tersenyum bangga.

Dia pun mulai berbaring di sana dengan tatapan lurus kearah langit-langit tempat spa tesebut.

“Dia benar-beanr tega sekali, bukankah wajahku memang mirip dengan wanita yang ada di kalungnya itu. tapi kenapa dia tidak mau menolongku?”

“Apa karena dia tidak mengenalku?”

“Ah tapi bagaimana kalau ternyata lelaki itu adalah sesaeng fans ku, karena didunia ini tidak akan ada dua orang benar-benar mirip, ya kecuali kembar”

“eh tapi tunggu, bukankah Yoona dan Krystal mirip, Kai dan Taemin juga mirip. Ah siapa lagi ya yang mirip?”

“Rain dan Junhoi 2Pm juga sangat mirip!”

“Ah benar-benar”

Chorong tersadar karena bukankah dari tadi dia berbicara sendiri, tapi kenapa barusan ada seseorang yang mengatakan sesuatu.

Chorong menoleh, dan kini seorang wanita paruh baya tengah duduk di dekatnya.

“Hei kau, kenapa kau berbicara sendiri, apa kau tahu jika ada lelaki yang meliahtanya. Maka kau tidak akan mendapat pacar karena pasti mereka mengira kau gila! “ oceh wanita paruh baya tersebut.

Chorong kemudian bangun, kemudian tersenyum canggung dan pergi menjauhi wanita paruh baya tersebut.

“Haishh kenapa kebiasaanku muncul harusnya kau bisa mengontrol diriku!” omel Chroong pada dirinya sendiri.

***

Dikamarnya yang gelap saat ini Joon myun tengah duduk  seraya menatap foto seorang wanita yang ada di kalung miliknya.

“Ahjuma, apa kau bisa mengerti? Maafkan aku. tapi aku berjanji suatu hari aku akan mengembalikan posisi ini pada anakmu!”

Joon myun menggenggam kalung tersebut dengan erat saat ini.

“Kim Cheonsa dimana kau sekarang? apa kau bahagia? apa kau tumbuh dengan baik dan menjadi lelaki yang tampan?”

Sementara Joon myun tengah terdiam sendiri dikamarnya, saat ini Chorong tengah terbaring seraya menatap sebuah foto di ponselnya. Sebuah foto lama yang tampakanya sebuah foto yang di foto ulang oleh ponsel tersebut.

Foto dua orang anak kecil yang kira-kira berumur 9 tahun, salah satunya tersenyum kearah kamera sedangkan satu lagi menunjukan wajah datar. Dua orang anak yang tampak seperti anak laki-laki, namun sebenarnya salah satunya adalah seorang anak perempuan dengan rambut pendek.

Flashback

Seorang anak kecil yang kira-kira berumur 9  tahun kini tengah berlari mengejar sebuah mobil yang tengah melaju pergi.

Anak itu terus berlari sampai sebuah gerbang tempat tersebut. Dengan napas terengah-engah diapun melambaikan sebelah tangannya.

“Sampai jalan lagi Suho-ya!” Ujarnya pelan.

“Cheonsa-ya” panggil seorang wanita paruh baya.

Tidak mau menghiraukan seseorang yang memanggilnya, anak kecil itu hanya tetap terdiam  menatap kearah depan

“Chenosa-ya!” panggil wanita paruh baya ersebut sekali lagi, namun tetap anak kecil bernama Cheonsa itu tidak mau menoleh.

Wanita paruh baya itu lantas berdiri didepan Gadis kecil bernama Cheonsa itu, lalu berjongkok.

Kedua tangan perempuan paruh baya yang merupakan kepala panti asuhan itu kini digerakan kearah kedua pipi Gadis kecil itu. Dihapusnya air mata yang membasahi wajah Cheonsa.

“Ayo kembali kesana, sebentar lagi akan hujan!”

Di genggamnya tangan kecil milik Chenosa, kemudian diajaknya pergi dari sana.

“Jangan bersedih Kim Cheonsa. Dia sudah berjanji akan kembali jadi jangan bersedih” ucap anak kecil bernama Cheonsa itu dalam hati nya.

Flashback End

***

Dirumah keluarga Park pagi itu terasa sangat tenang, keluarga Park yang terdiri dari Tuan Park, anak perempuan tertua Park Yoora dan Putra bungsu Park Chanyeol tengah sarapan saat ini.

“Chanyeol-ah apa kau sudah bisa menghubungi noonamu?” tanya tuan Park.

“Belum abeoji, semalam aku berhasil menghubungi noona, namun dia malah memutuskan sambungan telepon..”

Bruk!!

Yoora menaruh Sumpit miliknya dengan kasar kemudian menyudahi kegiatan makannya  lalu beranjak dari duduknya.

Tuan Park yang merasa tabiat putri sulungnya kembali pun mulai memanggil Yoora. Begitu namanya dipanggil oleh ayahnya, Yoora pun menghentikan langkahnya.

“Duduk kembali Park Yoora!” ucap Tuan Park pelan namun terkesan tegas.

Yoora menghela napasnya panjang.

“Abeoji, bukankah anda tahu sebagai seorang direktur, aku tidak boleh terlambat karena aku harus menunjukan apa yang namanya rasa tanggung jawab!” ujar Yoora tanpa sedikitpun menatap kearah ayahnya ketika mengatakan hal barusan.

“Duduklah, berlakukah layaknya seorang anak dan juga seorang anak yang punya rasa hormat pada orang tuamu!”

Dengan tubuh bergetar dan mata yang diliputi kesedihan serta amarah Yoora pun menjawab ucapan ayahnya barusan.

“Rasa hormatku pada abeoji tidak akan pernah hilang seperti rasa kecewaku pada abeoji!”

Setelah mengatakan hal tadi, Yoorapun segera melanjutkan langkahnya dan pergi dari sana.

Setelah sampai didepan mobilnya, Yoora bergegas masuk. Dia duduk didalam mobilnya, kemudian menagis. Dadanya terasa sesak saat ini, sehingga dia memukul-mukulnya pelan.

“Tetap saja ini terasa sakit. Maafkan aku abeoji” ucap Yoora dalam tangisannya.

***

Sambil memakan eskrim, Chorong berjalan-jalan dijalanan Hongdae. Dia memasuki toko accesoris dan melihat lihat kemudian keluar kembali setelah puas. Ponselnya berdering, Chorong melihat layar ponsel dan ternyata itu dari Chanyeol. Merasa malas berbicara dengan adiknya itu, Chorong pun berpikir untuk mematikan ponselnya.

Saat akan mencopotkan batre ponsel, tiba-tiba seseorang berdiri didepannya.

Chorong yang menyadari hal tersebut, kemudian mengalihkan pandangannya pada orang didepannya tersebut.

Dengan tatapan tajam kearah Chorong dan tangan dilipat di dada kini Yoora berada didepan Chorong dengan raut wajah yang tidak menyenangkan.

Chorong mengerutkan dahinya, kemudian membalas tatapan Yoora.

” Ayo pulang!!!”

” Sirheo!”

Chorong akan pergi, namun Yoora memegangi lengan Chorong.

“Jangan keras kepala Park Chorong, Ayo pulang!”

” kenapa kau menyuruhku pulang? Bukankah ini yang selalu kau inginkan. Aku pergi dari rumah itu!”

Wajah Yoora mulai mengeras.

” Ya aku memang ingin kau pergi dari sana, tapi bukan atas keinginanmu.melainkan kau pergi dari sana karena abeoji yang mengusirmu!”

Chorong sangat terkejut mendengar ucapan kakak nya itu dan tanpa disangka dia mulai tersenyum. Bukan senyuman bahagia melainkan sebuah senyuman yang penuh kesakitan.

“Ya memang itulah yang kau inginkan selama ini. Bahkan itulah yang kau inginkan ketika ummaku membawaku kerumah itu!”

Tanpa di sangka saat ini Joon myun  sedang menyetir disekitar tempat Chorong berada. Kalung miliknya kini tergantung di didepan kaca mobilnya.

Saat ekor matanya menangkap sosok Chorong, Joonmyun mencoba untuk tidak memperdulikannya, namun ternyata otak dan tubuhnya tidak sinkron karena sekarang dia malah ke pinggir jalan dan berhenti disana. Arah pandangan Joonmyun terus saja terfokus pada Chorong yang saat ini tengah berbicara dengan seorang wanita yang Joon myun sendiri tidak tahu apa hubungan mereka berdua.

Joon myun hanya memperhatikan Chorong dan Yoora tanpa tahu apa alasan dia melakukan itu.

Dia melirik sekilas foto yang terdapat di bandul kalung miliknya.

” ayo pulang!”

Sekali lagi Yoora memegang lengan Chorong dan sekarang ditambah dia juga menarik Chorong. Melihat itu, tubuh joon myun tiba-tiba bergerak seperti hendak keluar dari mobil. Namun dia kemudian tersadar dan malah mengurungkan niatnya tadi.

” Kenapa aku? Bahkan aku tidak.mengenal perempuan itu, tapi kenapa aku. .!”

Sementara Joon myun masih berrkutat dengan kebingungannya, saat ini sebuah tamparan sudah melayang di pipi Chorong dan itu berasal dari Yoora.

Kedua mata Joonmyun membelalak melihat pemandangan didepannya bahkan bukan dia saja yang tengah menatap Kearah Chorobg dan Yoora melainkan orang orang yang ada disekitar sana kini tengan berfokus pada Chorong dan Yoora.

“BERHENTI MENGATAKAN HAL SEPERTI ITU!”

Yoora meninggikan suaranya, tatapan matanya pun ini menatap Chorong tajam seakan dia ingin menelan Chorong hidup-hidup saat itu juga.

Chorong memegangi pipinya, sebuah senyuman terukir kembali di bibirnya.

“Jangan pernah mengatakan apapun tentang ibuku, aku dan ibuku berbeda, kami tidak perduli dengan harta abeoji!”

Setelah mengatakan hal barusan, Yoorapun pergi meninggalkan Chorong yang terdiam dengan wajah yang terlihat kesal.

Yoora memasuki mobilnya, dan mulai menghidupkannya. Sebelum pergi dia melihat sebentar kearah Chorong terlebih dulu. tiba-tiba air mata menetes dari ujung matanya.

Sementara itu saat ini Chorong tengah menunduk dan terisak menangis. Dia benar-benar marah, tapi bukan apda Yoora yang sudah menamparkan melainkan pada dirinya sendiri karena kenapa dia harus menjadi seperti sekarang.

Chorong terus terisak tanpa memperdulikan sedari tadi orang-orang terus saja menatap kearahnya.

‘Dasar gadis menyebalkan, dia bilang tidak pernah takut kalau sebagian hartanya akan jatuh ke tanganku tapi kenapa dia begitu membenciku seakan aku akan mengambil semua miliknya!”

Chorong menghapus air mata di pipinya menggunakan punggung tangannya, tapi itu sia-sia karena air matanya terus keluar.

“Haish kenapa air mata ini tidak mau berhenti keluar juga?”

Begitu melihat  Chorong menangis muncul niat Joon myun untukmenghampirinya, namun lagi-lagi dia mengurungkan niatnya karena sekali lagi dia berpikir kalau tidak ada alasan Joon myun untuk menghampiri Chorong.

Joon myun menghidupkan mesin mobilnya, kemudian pergi tanpa menoleh kearah Chorong lagi.

***

Dirumahnya, kini Joon myun tengah berdiri  dibalkom kamarnya. pikiranya begitu kusut dan tidak bisa focus sama sekali.

“Joon myun-ah kau sedang apa?”

Seorang lelaki tua menghampirinya dan berdiri di pinggirnya. Joon myun tersenyum pada lelaki tua itu yang adalah kakeknya.

“Aku hanya sedang menatap langit malam Seoul haraboji!”

“Apa kau merindukan kedua orang tuamu?”

Joon myun menoleh kearah kakeknya itu kemudian tersenyum.

“Aku, tidak tahu karena bahkan wajah merekapun aku tak ingat. Tapi ada seseorang yang aku rindukan, seseroang yang tidak pernah aku bisa lupakan!”

“Kenapa kau tidak menemuinya?”

“Aku selalu berpikir untuk menemiunya, namun tiba-tiba muncul ketakutanku jika bertemu dengannya. Aku takut dia tidak akan memaafkanku kemudian membenciku!”

“Apa yang kau perbuat sehingga dia harus membencimu? Eo cham apa dia adalah temanmu dip anti itu. jika iya maka seharusnya itu tidak terjadi karena seharusnya dia bahagia karena kau kembali pada keluargamu!”

Kakeknya lalu mengusap punggung Joon myun pelan, dan tersenyum kearahnya.

‘Haraboji maafkan aku!” ucap Joon myun dalam hatinya.

“Dulu Ketika aku menjadi perdana mentri, aku  brpikir bahwa pasti banyak yang akan membenciku karena itu, namun dibanding memikirkan bahwa mereka membenciku lebih baik aku bersikap sebaik mungkin pada tanggung jawabku pada Negara agar aku bisa memberikan yang terbaik pada rakyat dan juga ketika aku tidak menjadi perdana mentri lagi seperti saat ini aku bisa mengatakan pada diriku sendiri kalau aku sudah melakukan semua yang terbaik yang aku bisa. dan  aku bisa dengan senang hati menyerahkan jabatanku pada perdana mentri selanjutnya tanpa penyeslan”

“Menyerahkan tanpa penyesalan!” ucap Joon myun dalam hatinya lagi.

“Bisakah aku melakukan itu? dan bisakah semua orang tidak membenciku setelah semuanya tahu”

“Tidurlah, ini sudah malam!”

Kakek Joon myun kemudian pergi dari kamar Joon myun, sedangkan Joon myun masih saja tidak beranjak dari tempatnya saat itu.

Sementara itu kini disebuah tenda pinggir jalan, Chorong tengah duduk dengan sebotol Soju di depannya.

Dia menuangkan Soju kedalam botol minumannya kemudian meminumnya!”

“Park Yoora sialan Kau, aku sangat membencimu!” teriak Chorong yang saat itu sudah mabuk.

Chorong menuangkan kembali Soju digelasnya, namun Soju tidak kunjung keluar. Dan akhirnya dia berteriak-teriak pada ahjuma pemilik tenda.

‘Hei ahjuma Soju lagi!” pinta CHorong

Bukan ahjuma pemilik Soju yang datang, namun dua orang lelaki yang terlihat memiliki niat buruk pada Chorong.

“Nona tampaknya anda dicampakkan oleh pacar anda” ujar salah satu dari lelaki itu.

‘Mwo? Dicampakkan? “

“Tidak mungkin seorang Park Chorong yang adalah anak keluarga PR entertainment dicampakkan’

“hei ahjussi kau tahu PR entertaimen kan? Itu agency para artis, actor dan idol jadi aku ini anak orang kaya dan tidak ada dalam kamus anak ornag kaya dicampakkan”

Kedua lelaki mesum itu, kemudian saling pandang memberikan kode satu sam lain. salah satu dari mereka kini mendekati Chorong dan memegang lengannya, namun Chorong langsung menepisnya.

‘hyak kau, lepaskan aku. dasar sialan apa kau mau mati hah?”

Karena tidak kunjung di lepaskan, akhirnya Chorong memukul wajah  lelaki yang saat ini memegangi lengannya.

Lelaki itu kesakitan dan akan memukul Chorong, keributan mulai terjadi di tenda tersebut sehingga ahjuma pemilik tendapun memanggil polisi.

***

Joon myun keluar mobilnya dengan tergesa-gesa dan segera memasuki kantor polisi. Begitu masuk, Joon myun langsung melihat sesosok wanita yang dia kenali adalah Chorong.

“Eo Chagiya!” panggil Chorong dan langsung memeluk Joon myun.

Kedua mata Joon myun membelalak saat Chorong tiba-tiba berlari kearahnya dan memeluknya.

“Oppa mereka mencoba menggodaku”

Chorong menunjuk pada dua orang lelaki yang mendekatinya saat di tenda tadi.

Joon myun bingung bagaimana dia harus menanggapi situasi ini. ini benar-benar membuat otaknya tidak bisa berpikir jernih.

“Tuan apa benar kau kekasih perempuan ini?” tanya sang polisi.

“Eungh . . “

Joon myun mengalihkan pandanganya pada Chorong begitu ditanya hal tadi oleh polisi, dan terlihat raut wajah memohon di muka Chorong saat ini.

Joon myun mengangguk lalu mengiyakan kalau dia adalah pacar Chorong, dan sebuah senyum terukir di bibir Chorong sekarang.

***

“Terima kasih” ucap Chorong

Joon myun tak menanggapi dan hanya terdiam  fokus pada jalanan didepannya. karena tidak di tanggapi Joon myun, Chorongpun mengalihkan wajahnya pada jendela mobil lalu menatap kearah luar mobil.

Lama mereka saling terdiam, namun beberapa kali Joon myun melirik diam-diam kearah Chorong.

“Dimana rumahmu?” tanya Joon myun,

“Eobsoyo! Dan itulah alsan aku memberitahu polisi plat mobilmu karena aku tidak tahu harus menghubungi siapa. Aku tidak punya siapa-siapa”

“Maafkan aku, karena kau banyak mengalami kekusahan karenaku”

“Apa kau ingin pergi kesuatu tempat?” tanya Joon myun lagi.

“Tidak ada” jawab Chorong

Joon myun tidak mengatakan apapun lagi, dia hanya terus menyetir menuju suatu tempat.

***

“PARK YOORA SIALAN KAU DASAR GADIS JAHAT!”

Chorong terus berriak mengatakan hal yang sama berulang-ulang sampai membuat Joon myun yang saat ini tengah duduk di depan mobilnya sraya melipat tangan dada pun tersenyum melihat tingkah Chorong.

“HEI PARK YOORA APA KAU PIKIR KAU SEMPURNA HAH? DASAR GADIS JAHAT!”

Chorong tertawa keras dan mendelati Joon myun lalu duduk di sebelahnya.

“seharusnya kau mengajakku kepantai bukan ke sungai Han. Karena kau tahu jika orang-orang melihatku seperti ini mereka akan berpikir aku gila!”

Chorong terus mengoceh, sedangkan Joon myun hanya terdiam seraya menatapnya dengan ekspresi datar.

‘Haisshh apa aku tadi berteriak dengan anggun? Ah aku pasti terlihat tidak cantik. Ah untung ini malam jadi tidak aka nada orang lain yang melihat”

Karena bosan, akhirnya Joon myun beranjak dari duduknya untuk kemabli kedalam mobil tanpa mengatakan apapun pada Chorong dan hanya membiarkan Chorong terus mengoceh.

“Hyak hyak kau tidak sopan sekali. Hyak aku sedang berbicara denganmu”

Chorong pun beranjak dan ikut masuk kedalam mobil.

Didalam mobil Chorong terus mengomeli Joon myun yang mengacuhkannya bahkan meninggalkannya ketika dia sedang berbicara.

Chorong menatap tajam Joon myun dengan tangan dilipat didada. Joon myun yang menyadari tatapan mata Joon myun hanya bisa menunjukan wajah datarnya.

“Waeyo?” tanya Joon myun.

Chorong menghela napasnya, kemudian mengalihkan pandangannya kearah lain.

“Tidak ada!”

Terdiam kembali, itulah yang terjadi saat ini, Chorong dan Joon myun kini keduanya terhanyut dala pikiran masing-masing. Chorong beberapa kali menguap yang menandakan dia sudah mengantuk.

“Hei, apa kita akan bermalam disini?” tanya Chorong memecah keheningan diantara mereka”

“Kemana aku harus mengantarmu pulang?” bukannya menjawab pertanyaan Chorong, Joon myun malah bertanya pada Chorong.

“Bukankh aku sudah bilang, aku tidak punya rumah!”

“Jadi?” tanya Joon myun singkat

“Bawa aku kerumahmu saja, bilang saja pada keluargamu kalau aku temanmu atau apalah. Terserah kau”

“Maaf tapi kenapa anda berbicara tdak formal padaku?”

Chorong menatap Joon myun dengan wajah datarnya.

“memangnya kenapa? Apa kau lebih tua dariku? Oh ya Berapa umurmu?”

Joon myun hanya bisa menghela napasnya panjag mendengar Ocehan Chorong, dia benar-benar tidak menyangka akan bertemu gadis seperti Chorong.

Kini mulai dinyalakan mesin mobil Joon myun, yang membuta Chorong mengerutkan dahinya.

‘Kita mau kemana?” tanya Chorong.

‘kau tidak akan membawaku kekantor polisi kan?”

“Ah atau jangan-jangan kau akan membawaku ke rumah sakit jiwa? Ah… aku tidak gila jadi tidak mungkin!”

“Jadi kita akan kemana?”

Semua pertanyaan beruntun Chorong membuat Joon myun hanya bisa terdiam karena hampir tak ada celah untuk Joon myun menjawab pertanyaan tersebut.

Diam, itulah yang dilakukan Joon myun sementara itu Chorong sendiri tengah menunggu Joon myun menjawab pertanyaan beruntun miliknya.

“Hei, kenapa kau diam?” tanya Chorong lagi.

“Aku? . . “

“Ya, lalu sipa lagi yanga da di mobil ini selain kau dan aku!”

“Eo. .bukankah dari tadi aku memang diamkan?”

Chorong seperti tersentak dengan perkataan Joon myun barusan, karena maemang benar semenjak tadi Joon myun hanya diam karena dia sendiri yang terus mengoceh. Karena malu, akhirnya Chorng mengalihkan padandangannya kearah lain, lalu mengatai dirinya sendiri pabo dengan pelan.

“Bukankah kau tidka punya rumah, jadi kita akan ketempatku!”

Mendnegar perkataan Joon myun, Chorong langsung mengalihkan wajahnya lalu tersenyum lebar.  Sedangkan Joon myun saat ini tengah berbicara dalam hatinya.

“Aku benar-benar bingung pada perempuan didepanku ini. bagaimana bisa ada perempuan yang meminta tinggal di rumah laki-laki yang tidak dia kenal? tapi justru karena itulah muncul keinginanku menolongnya karena dia perempuan yang polos!”

TBC

 

Hai-hai yang udah nunggu part 2 nya mana hayo???? Gimana nih cerita di part 2 nya? Apa ngeboseninkah??? Maa ya kalau gak seabsurd cerita yang baek-ji. Abis wajah Chorong ma si Joon myun gak ngedukung buat absurd kaya si abaek-ji.ckckckckc

di  ini sih aku lebih pengen nonjolin konflik keluarganya dibanding keabsurdtannya^^

Tapi moga aja ffaku ini bisa ngehibur deh temen ngabuburit di bulan puasa ^^

Pokoknya I love you readerku *muah

Dan makasih yang udah mau baca sama comment di part 1 dan part ini *bow

Iklan

Penulis:

kpop jjang!!!!!

71 tanggapan untuk “I lived with crazy Yeoja 2 [Chapter 2]

  1. Kyaa aku balik lagi lanjutin komen di chapter ini~
    Feelnya dapet bgt (y)
    Kasihan sih ngeliat park yooranya kyk merasa bersalah juga ke chorongnya T^T

    Okedeh next chap thor..
    I’m waiting you for post another ff;)

  2. Tenang eonn,aku tetap jdi reader stiamu . Aku bkal tunggu nih ff n what should i do with this girl chap 13 . Update soon eonn *dah sebulan lho . Fighting 🙂 n keep writing .

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s