Diposkan pada Chapter, D.O, Fanfiction, friendship, Romance, SCHOOL LIFE, Se Hun, selvyvii907

My My [Chapter 3]

Chapter 3 keluar nih~ hehe lama ga nunggunyaa? Kkk komat-kamitnya dibawah aja deh, semoga makin banyak yang minat ff ini, happy reading!^^

mymy

 

Title  : My My

Length :-

Rating : PG 13

Genre :Romance, friendship, school life

Author :Selvyvii907/@selvyguunawan

Main Cast:-Oh Sehun(Exo-K), Jung Eunji Support Cast: Do Kyungsoo (Exo K), Son Naeun

chapter 1  chapter 2

My My

Sedangkan Eunji kini juga tak melepaskan pandangannya pada namja dihadapannya itu, ia tak bisa mengelak kalau Sehun terlihat begitu tampan sekarang apalagi kini namja itu tengah menatapnya lekat, dan astaga, kenapa jantungnya jadi berdegup cepat begini? “Kenapa..aku bisa jatuh cinta pada gadis sepertimu?”Eunji mengerjapkan matanya tak percaya begitu kalimat itu terlontar dari bibir Sehun, namja itu mengucapkannya dengan suara pelan, dan kini dada Eunji berdebar hebat, ia yakin ia tak salah dengar tapi sungguh ini terlalu mustahil, “M-mwo?”

**^^**

Eunji mengerjapkan matanya shock, ia masih tak mempercayai ucapan Sehun barusan, semuanya terdengar begitu mustahil, apa  namja itu mabuk? Tapi kan ia hanya makan es krim tadi, apa es krim itu mengandung alcohol? Yang benar saja, itu kemungkinan yang sangat aneh, mungkin sebentar lagi namja itu akan tertawa dan mengatakan bahwa ia hanya bercanda tapi kenyataannya tidak, Sehun masih menatap Eunji lekat, dan itu sanggup membuat jantung Eunji berdetak begitu kencang.

Sehun membuka mulutnya, berniat untuk mengucapkan sesuatu namun ucapannya terhenti begitu mendengar suara seseorang.
“Aku pulang!”Teriakan seorang bocah laki-laki memecahkan keheningan yang terjadi diantara mereka berdua, Eunji menoleh cepat pada Jung Minki, adik lelakinya yang kini tengah berdiri tak jauh dari mereka dan kini entah mengapa anak itu menatap Sehun dan Eunji dengan mata melebar.

“Nuna! Kau mau berciuman?!”Pekik Minki tak percaya, Eunji membulatkan matanya begitu mendengar tuduhan asal adiknya itu, posisi dirinya dan Sehun tadi memang begitu dekat tapi bagaimana mungkin bocah berusia delapan tahun itu menuduh mereka ingin berciuman. “Yak, t-tentu saja tidak!”Bantah Eunji gugup, sedangkah Sehun hanya terdiam, namja itu memutuskan membereskan bukunya dan bangkit berdiri, “Pelajaran hari ini selesai, aku pulang dulu.”Ujar Sehun pelan, lalu tanpa menunggu respon dari Eunji atau memperdulikan tuduhan asal Minki tadi, ia segera meninggalkan kedua bersaudara itu.

Eunji memandangi punggung Sehun yang menjauh, ia ingin mengucapkan sesuatu pada namja itu tapi lidahnya terasa kelu, Eunji menghela napas beratnya begitu Sehun telah benar-benar meninggalkan rumahnya, yeoja itu lalu menoleh cepat pada Minki yang kini menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan, “Akan aku adukan pada eomma!”Seru Minki dengan tatapan penuh kemenangan, Eunji menatap Minki panik, “Yah! Ini tak seperti apa yang kau lihat!”Ujar Eunji sedikit berteriak, yeoja itu segera mengejar Minki yang berlari kecil menaiki anak tangga.

Minki menghentikan langkahnya dan membalikan badannya membuat Eunji hampir saja terjungkal karena hampir menabrak adiknya itu. “Kau mau aku merahasiakan perbuatan melencengmu?”Tanya Mingki dengan wajah seperti tengah merencanakan sesuatu, “Perbuatan melenceng? Dengar ya, aku dan namja itu tadi hanya berbicara sebentar, ini semua tak seperti yang kau lihat! Kau terlalu banyak menonton film dewasa!”Eunji masih bersikeras menuntut kebenaran sedangkan Minki masih menatapnya tak percaya, “Lalu kenapa tadi wajah kalian begitu dekat? Aku yakin kalau aku belum sampai ke rumah kalian pasti sudah melakukan hal aneh-aneh.”Cerocos Minki asal, Eunji menjitak kepala adiknya itu gemas membuat Minki merintih kesakitan, “Sakit nuna!”Protes Minki kesal, “Kenapa kau malah berpikiran negatif pada nuna-mu sendiri?”Tanya Eunji merasa terkhianati oleh adiknya sendiri. Minki menghela napas pelan, “Baiklah, aku akan melupakan apa yang aku lihat tadi dan merahasiakannya dari appa dan eomma, tapi ada syaratnya.” “Syarat apa?”Tanya Eunji curiga, syarat dari adiknya selalu merugikannya. “Belikan aku bubble tea selama tiga kali dalam seminggu.”Ucap Minki sambil menaik-naikan kedua alisnya,

“Apa?! Yah Jung Minki, kau mau membuat nuna bangkrut, eoh?”Protes Eunji tak terima. “Daripada aku adukan pada eomma dan kau akan dimarahi habis-habisan?”Kini Minki mengulas senyum evilnya, senyum yang ia selalu tunjukan setiap Eunji kalah berdebat dengannya, Eunji menggerutu pelan, kedua orang tuanya sangat over-protective dalam urusan seperti ini, dan sialnya mereka selalu percaya dengan mulut manis adiknya itu, Eunji menatap Minki gemas sampai akhirnya yeoja itu menyetujui syarat konyol Minki dengan terpaksa, dan Minki bersorak senang setelahnya.

**^^**

Sehun menatap langit-langit kamarnya sambil mendesah berat, sedari tadi namja itu tak henti-hentinya merutuki kebodohannya sendiri, ia tak habis pikir kenapa ia bisa mengucapkan kalimat bodoh itu tadi pada Eunji secara tidak sadar, rasanya ia ingin memutar waktu dan mencegah mulutnya mengeluarkan kalimat yang sudah lama ia simpan itu.
Sehun memejamkan matanya, kembali teringat reaksi terkejut yeoja itu, Sehun mengerti bahwa Eunji pasti sangat terkejut dengan ucapannya tadi, harusnya Sehun mengatakan kalau ia hanya bercanda tadi, tapi entah kenapa saat itu ia ingin mendengar respon dari yeoja itu, Sehun tak ingin membohonginya perasannya terus-terusan walau mungkin resikonya Eunji akan menjauhinya. Ia dan Kyungsoo sama-sama payah dalam urusan percintaan, tapi setidaknya Kyungsoo lebih berani untuk mengungkapkan perasaannya kepada gadis yang ia sukai, tidak seperti Sehun, memendam perasaannya selama lebih dari 3 tahun, Sehun tersenyum tipis begitu kembali mengingat awal pertemuannya dengan Eunji, gadis yang selama ini mengisi hatinya itu.

Seorang namja dengan tinggi tubuh diatas rata-rata anak seumurannya menatap sekelilingnya dengan kening mengkerut, namja itu sibuk mencari ruangan kelas yang akan menjadi kelas barunya itu, ini adalah hari pertamanya bersekolah disini, ia diharuskan pindah ke Seoul karena urusan pekerjaan ayahnya, padahal ia baru menghabiskan satu semesternya di sekolah lamanya. Sehun sadar kalau sedari tadi banyak murid yang berkeliaran dan sebagian dari mereka menatap Sehun tanpa berkedip, perhatian yang sudah sering ia dapatkan di sekolah lamanya dulu, mungkin Sehun bisa saja menemukan kelasnya dengan cepat kalau ia bertanya pada salah satu murid disini, hanya saja ia lebih suka menemukannya sendiri ketimbang harus bertanya, mungkin Sehun bisa dibilang sebagai orang yang pemalu.

Sehun memutuskan berjalan menyusuri koridor sekolah barunya itu, karena sibuk memperhatikan papan nama setiap kelas secara tak sengaja ia menabrak seseorang, “Aduh.”Sehun menatap seorang yeoja berkuncir kuda itu panik begitu mendengar ringisan tersebut, namja itu lalu meminta maaf dengan raut bersalah, yeoja kecil itu mengangkat wajahnya dan menatap Sehun, ia mengerjapkan matanya lucu sampai akhirnya mengangguk. “Kau anak baru ya? Aku tak pernah melihatmu sebelumnya.”Tanya yeoja itu ramah, Sehun mengangguk kaku, “Kelas berapa?”Gadis itu kembali bertanya tanpa menghilangkan senyuman diwajahnya. “Kelas 7-2.”Jawab Sehun hampir tanpa eskpresi, yeoja itu menganggukan kepalanya, “Namaku Jung Eunji, aku kelas 7-3, kau sudah tahu dimana kelasmu?”Yeoja itu menatap Sehun yang menggelengkan kepalanya. Eunji terkekeh pelan karena dugaannya benar, yeoja itu lalu menawarkan Sehun untuk mengantarkannya ke ruangan kelas dan Sehun tentu saja tidak menolak.

Setelah kejadian itu, entah kenapa Sehun menjadi tertarik pada yeoja yang baru ia temui itu, terkadang Sehun memperhatikannya ketika ia tengah bercanda bersama temannya di kantin, dan Sehun menyukai kedua mata yeoja itu yang melengkung saat ia tersenyum, Sehun juga tak bisa berhenti berdecak kagum saat Eunji bernyanyi untuk mengisi pentas di sekolahnya, menurut Sehun suara Eunji terdengar begitu indah, dan Sehun juga mengagumi sikap ramah dan ceria yeoja itu, Sehun memang tak pernah berbicara dengan Eunji setelah kejadian waktu itu karena mereka tak pernah sekelas, bahkan ia yakin Eunji tak mengetahui namanya, tapi itu tak membuat Sehun berhenti menyukainya.

Kejadian sederhana itulah yang membuat Eunji dan Sehun pertama kali bertemu, Tadinya, ia berpikir kalau ia tak akan pernah bertemu dengan gadis itu lagi setelah kelulusan sekolah, tapi ternyata takdir mempertemukan mereka, tanpa Sehun tahu ataupun ia sengaja ia kembali satu sekolah dengan Eunji, bahkan kini mereka sekelas selama dua tahun berturut-turut, tak ada yang pernah tahu tentang perasaannya, bahkan Kyungsoo sekalipun.

Sehun bukanlah tipe orang yang bersikap manis terhadap orang yang ia suka, ia malah cenderung meledek dan mencari masalah dengan yeoja itu, karena menurut Sehun cara itu lebih baik ketimbang menunjukan perasaannya secara langsung dan membuat Eunji malah menjauhinya nanti, setidaknya sekarang ia bisa berinteraksi dengan gadis itu walau bukan dalam kondisi akur. Sehun menghela napas berat, apa ia harus mengikuti Kyungsoo? Menyatakan perasaannya dan meminta yeoja itu menjadi kekasihnya? Tapi ia sadar kalau Eunji menyukai Kyungsoo, bukanlah dirinya.

**^^**  

Pagi ini, berbeda dengan biasanya hampir seluruh murid yang berada di ruangan kelas 11-3 terlihat sibuk dengan buku super tebal dimeja mereka, pelajaran pertama akan diisi dengan pelajaran fisika, dan seperti yang Lee seossangnim umumkan kemarin bahwa hari ini akan diadakan ulangan untuk mata pelajaran mematikan tersebut.

Pengumuman singkat Lee soessangnim itu sukses membuat banyak murid kewalahan belajar tak terkecuali yeoja berponi yang kini tengah menatap rumus-rumus dihadapannya frustasi, sedari tadi Eunji tak henti-hentinya meringis karena tak menemukan contoh soal yang menurutnya mudah. Eunji masih sibuk mempelajari soal yang Sehun ajarkan kemarin sampai akhirnya konsentrasinya terganggu begitu mendapati seseorang yang kini berjalan memasuki ruangan kelas.

Eunji memperhatikan Sehun yang berjalan menuju kursinya, namja itu memasang ekspresi datarnya seperti biasa, ucapan Sehun kemarin malam kembali terngiang dipikiran Eunji, bahkan kini detak jantungnya berdebar begitu cepat hanya karena melihat namja yang selalu membuatnya kesal itu. “Aish Eunji, berhenti memikirkannya, sekarang fokus belajar!”Eunji menggelengkan kepalanya dan berbicara pada dirinya sendiri, yeoja itu kembali menfokuskan perhatiannya pada buku di atas mejanya, tak beberapa lama kemudian, seorang yeoja berjalan dan duduk tepat disampingnya.

Eunji menghentikan kegiatannya begitu mengetahui siapa yeoja disampingnya, dan saat itu juga rasa sakit itu kembali muncul, pikiran Eunji kini penuh dengan bayangan Kyungsoo yang memeluk Naeun kemarin, dan hatinya terasa begitu perih mengingatnya. “Kau sudah belajar?”Eunji menoleh begitu mendengar suara Naeun barusan, yeoja itu menatapnya seperti biasa, Eunji menatap Naeun dengan mulutnya yang masih terkunci, saat melihat sahabatnya itu otaknya berkali-kali menolak pikiran bahwa Naeun mengkhianatinya, tapi sayangnya apa yang kemarin ia lihat bukanlah imajinasinya belaka. “Hey! Kenapa melamun?”Naeun menepuk pundak Eunji, membuat lamunan yeoja itu buyar, “Aku sedang ingin konsentrasi belajar.”Jawab Eunji dingin, yeoja itu dengan cepat membaca buku fisikanya, walaupun sejujurnya ia tak bisa berkonsentrasi belajar, sedangkan Naeun kini menatap Eunji heran, apa yang terjadi pada sahabatnya itu?

**^^**

“Kepalaku hampir pecah! Kenapa susah sekali sih.”Eunji menggerutu kesal begitu semua murid termasuk dirinya selesai mengumpulkan kertas ulangan ke meja guru, untungnya setelah ini pelajaran kosong dikarenakan Jang seossangnim tidak bisa hadir, jadi sebagian murid memilih untuk pergi ke kantin dengan harapan asap diotak mereka akan menghilang setelahnya, sedangkan Eunji kini masih terduduk kesal di bangkunya, rambutnya yang tadinya tertata rapi kini menjadi berantakan karena ia acak saat mengerjakan ulangan fisika itu, Eunji telah berusaha semampunya, ia memang menjawab semua soalnya tapi ia tak yakin dengan pekerjaannya, belum lagi pikirannya bercampur aduk dengan persoalan Kyungsoo dan Naeun, ia tak bisa berkonsentrasi penuh karena Naeun duduk disampingnya, setiap mengingat yeoja itu hatinya mendadak panas.

“Soalnya susah ya, kau tadi menjawab semua soalnya tidak?”Ekspresi Eunji sontak berubah begitu mendengar suara seseorang, Naeun kini berdiri tepat disampingnya dan menatapnya dengan wajah bertanya, Eunji menghela napas berat, yeoja itu beranjak dari bangkunya dan bersiap pergi namun Naeun menahannya dengan cepat, “Eunji-ya, kau kenapa sih?”Tanya Naeun heran, Eunji melirik Naeun sekilas lalu yeoja itu menatap lurus  kedepan, “Aku malas berbicara dengan orang munafik.”Ujar Eunji dingin, ia menatap Naeun yang kini memandangnya heran, apa ucapannya pada Naeun tadi keterlaluan? Ia merasa tak enak hati berkata demikian, tapi bukankah sahabatnya itu bahkan lebih menyakitinya? “Kau bicara apa sih?”Tanya Naeun tak mengerti, Eunji tersenyum sinis, “Sejak kapan? Sudah berapa lama kau dan Kyungsoo berpacaran? Sebulan? Dua bulan? Ah, atau dua tahun?”

Naeun mengerjapkan matanya begitu mendengar ucapan yeoja dihadapannya barusan, kenapa gadis itu tiba-tiba menanyakan hal seperti itu? “B-Berpacaran?”Naeun masih memasang  raut wajah tak mengerti walau kini Eunji bisa melihat ekspresi terkejut dari gadis berambut panjang itu. “Pelukan di taman kemarin cukup mengejutkanku, tapi aku harus mengakui kalau kalian terlihat serasi.”Sahut Eunji sambil memaksakan seulas senyum, Naeun melebarkan matanya, ia tak menyangka Eunji ternyata melihatnya dan Kyungsoo di taman kemarin. “Kau salah paham, kemarin itu tak seperti yang kau pikirkan.”Ujar Naeun berusaha menjelaskan, Eunji membuka suaranya, bersiap untuk membalas ucapan Naeun barusan namun yeoja itu mengurungkan niatnya begitu mendapati sesosok pria berwajah tampan memasuki ruang kelas, Eunji menatap pria yang memasang wajah tenang itu, pria yang bisa membuat moodnya naik hanya dengan melihat senyumnya.

Do Kyungsoo, pria yang sudah lama Eunji kagumi dan idamakan itu kini tengah berjalan kearah mereka. Eunji melirik sesaat pada Naeun, gadis itu juga menatap Kyungsoo dengan tatapan yang sulit diartikan, Eunji menganggukan kepalanya sendiri, ia yakin Kyungsoo datang kesini untuk menghampiri Naeun, kekasihnya. Eunji menundukan kepalanya begitu Kyungsoo telah sampai dihadapan mereka berdua, ia harus bisa mengontrol perasaannya kalau nanti Kyungsoo bersikap lembut pada Naeun.

“Eunji-ya, kau mau istirihat denganku,tidak?”Eunji mendongakan kepalanya begitu mendengar suara Kyungsoo barusan, yeoja itu mengerjapkan matanya berkali-kali, Kyungsoo tersenyum tipis dan kembali bersuara, “Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu.” Eunji melirik Naeun yang hanya diam, ia lalu kembali menatap Kyungsoo dan mengangguk ragu, Kyungsoo tersenyum lega dan berjalan meninggalkan kelas, namun sebelumnya namja itu melempar pandang pada Naeun.

**^^**

“Yah Jung Eunji! Aku menyukaimu, apa kau mau menjadi kekasihku?”Sehun memasang wajah tanpa ekspresi dan mengucapkan kalimat tersebut dengan nada datar, namja itu meringis dan menatap pantulan dirinya dikaca toilet sekolahnya dengan frustasi, ini sudah kesekian kalinya ia mempraktikan dirinya untuk menyatakan perasaannya pada Eunji tapi ia tetap tak menemukan cara yang tepat.

Sehun menarik napasnya dan menghempaskannya kasar, namja itu lalu kembali membuka suaranya, “Jung Eunji, selama ini aku menyukaimu , apa—“ Cklek. Ucapan Sehun terpotong begitu mendengar pintu kamar mandi terbuka, Sehun menoleh cepat dan mendapati seorang namja bertubuh jangkung yang kini juga tengah menatapnya, “Chanyeol?! Sejak kapan kau disini?”Ujar Sehun panik, Chanyeol menatap Sehun heran, “Sejak 15 menit yang lalu.”Jawab Chanyeol santai, “Kau di toilet selama itu? Apa yang kau lakukan?”Tanya Sehun curiga, “Perutku mulas, dan menurutmu apa yang harus aku lakukan kalau perutku mulas? Kau mau aku menceritakan bagaimana prosesnya?”Tanya Chanyeol mulai ngaur, Sehun berdecak, “Kau tak mendengar ucapanku sedari tadi kan?”Tanya Sehun was-was, Chanyeol menggeleng, “Tenang saja, aku tak mendengar apapun, aku juga tak mendengar kalau kau sedang latihan untuk menembak Eunji kok.”Jawab Chanyeol.

Sehun menganggukan kepalanya namun beberapa saat kemudian namja itu membelalakan matanya kaget, “Kau mendengar semuanya??!”Tanya Sehun panik, Chanyeol tersenyum jahil, namja itu berjalan mendekati Sehun dan menepuk pundak namja itu, “Tenang saja, aku tak akan memberitahu siapapun.” Sehun menatap Chanyeol ragu, ini benar-benar memalukan, ia ketangkap basah menyukai yeoja yang tak pernah akur dengannya dan parahnya lagi Chanyeol  yang mengetahuinya, ia tak yakin si berisik itu bisa disuruh menjaga rahasia. “Kau tahu, tadi itu caramu menyatakan cintamu benar-benar payah.”Sehun melirik sengit Chanyeol begitu pria itu kembali bersuara, “Payah  bagaimana?”Tanya Sehun tak terima, “Dengar ya, tadi nada suaramu itu lebih terlihat seperti menagih hutang ketimbang menyatakan perasaan, adanya Eunji malah menganggapmu mabuk kalau kau menyatakan cintamu dengan nada seperti itu.”Celoteh Chanyeol seolah dirinya adalah pakar percintaan, tapi pada kenyataannya namja itu memang ahli dalam hal seperti itu, Chanyeol sangat pandai dalam urusan merayu wanita.

“Aku memang payah dalam urusan seperti itu.”Jawab Sehun jujur, Chanyeol mengangguk-anggukan kepalanya, “Tuhan itu adil ya.”Gumam Chanyeol pelan, “Maksudmu?”Tanya Sehun sangsi, “Kau tampan dan jenius dalam pelajaran tapi sangat bodoh dalam masalah percintaan.”Celutuk Chanyeol yang membuat Sehun mendelik. “Jadi kapan kau akan menyatakan cintamu? Perlu bantuanku?”Chanyeol kembali bersuara karena Sehun tak menanggapi ucapannya barusan, “Hari ini, dan kau tak perlu repot-repot membantuku.”Tolak Sehun dengan cepat, Chanyeol menatap Sehun dengan ceria, “Hari ini? Whoa, kalau kalian sampai berpacaran aku yakin berita ini akan sangat heboh!”Goda Chanyeol sambil tersenyum penuh arti, Sehun menatap Chanyeol datar, “Jangan beri tahu siapa-siapa, oke?”, Chanyeol mengangguk dan mengancungkan jempolnya, “Kau bisa mengandalkanku.”Sahut Chanyeol mantap, Sehun mengangguk, semoga Chanyeol memang bisa menjaga omongannya. Dan sekarang, Sehun akan menyatakan perasaannya pada Eunji, semoga ini memang pilihan yang terbaik.

**^^**

Eunji hanya bisa mengunci mulutnya ketika dirinya dan Kyungsoo kini tengah duduk berhadapan disalah satu bangku kantin sekolah, ia tak tahu harus berkata apa bahkan ia juga tidak tahu apa tujuan Kyungsoo memintanya untuk beristirahat bersama, apa jangan-jangan namja itu ingin memarahinya atas perlakuannya pada Naeun tadi? Kalau sampai benar maka dirinya akan terlihat sebagai tokoh antagonis dalam persoalan ini dan itu benar-benar konyol.
“Eum, Eunji-ya.”Eunji mengangkat kepalanya begitu mendengar suara pelan Kyungsoo barusan, namja itu menatap Eunji lekat membuat Eunji salah tingkah, “N-ne Kyungsoo-ya?”Sahut Eunji gugup, Kyungsoo menatap Eunji lekat, “Tadi aku tak sengaja mendengar pembicaraanmu dengan Naeun, maaf.”Ujar Kyungsoo hati-hati,  Eunji masih menutup mulutnya, Kyungsoo pasti akan menceramahinya sebentar lagi. “Sebenarnya, semua yang kau lihat kemarin itu salah paham.”Kyungsoo kembali bersuara, sadar bahwa Eunji tak berniat membalas ucapannya.

Eunji kini menatapnya tak mengerti, kening yeoja itu mengkerut, “Salah paham?” Kyungsoo mengangguk, “Kami tak seperti yang kau pikirkan, aku dan Naeun tidak perpacaran.”Jelas Kyungsoo sambil tersenyum tipis, “Tapi bukankah kemarin kalian berpelukan?”Tanya Eunji semakin tak mengerti, Kyungsoo kembali menganggukan kepalanya, “Kami  memang berpelukan tetapi itu karena alasan lain.”Kyungsoo kembali menjawab pertanyaan Eunji dengan tenang sedangkan kini rasa penasaran Eunji makin meninggi, “Alasan apa?”Tanya Eunji ragu, Kyungsoo menghela napasnya sebelum menjawab pertanyaan Eunji, “Aku memintanya memelukku karena Naeun menolak perasaanku.”Kali ini Kyungsoo memelankan suaranya, namja itu tersenyum pahit menggambarkan bahwa perasaannya tidak sedang baik-baik saja.

Eunji mengerjapkan matanya, ia tak bisa menutupi rasa keterkejutannya, Naeun menolak Kyungsoo? Berarti ia telah salah menuduh gadis itu? Dan Kyungsoo selama ini menyukai Naeun? Eunji yakin isi kepalanya kini sudah dipenuhi oleh kedua nama, ia tak tahu mana yang lebih mengejutkan, kenyataan bahwa selama ini incarannya malah menyukai sahabatnya sendiri atau Naeun yang ternyata memilih menolak Kyungsoo, namja yang begitu diidamkan hampir satu sekolah. “Kenapa dia menolakmu?”Tanya Eunji hati-hati, ia bisa melihat kalau kini wajah Kyungsoo berubah murung, namun namja itu segera menggantikannya dengan senyuman tipis, “Karena ia tak menyukaiku, dan aku rasa aku tak akan bisa memaksakan lagi kalau memang itu alasannya, dan pelukan yang kemarin itu karena aku, aku meminta memelukku karena setidaknya aku ingin merasakan rasanya memeluk gadis yang tak akan bisa aku miliki.”Tutur Kyungsoo panjang lebar, dada Eunji kini terasa begitu sesak, ia tak pernah menyangka Kyungsoo begitu menyukai sahabatnya itu, mereka berdua jarang sekali berinteraksi dan Naeun bahkan tak tertarik pada Kyungsoo, kenapa harus Naeun? Kenapa namja itu tak pernah sadar kalau selama ini Eunji ada? Selama ini Eunji menunggunya, menunggu namja itu untuk menyadari dan membalas perasaannya.

“Harusnya kau tak boleh menyerah, mungkin suatu saat Naeun akan luluh.”Ucap Eunji susah payah, rasanya susah sekali mengucapkan kalimat tersebut, Kyungsoo menggeleng lemah, “Aku rasa aku memang harus melupakannya, lagipula aku harus belajar untuk melihat gadis lain.” Eunji mengangkat alisnya begitu mendengar ucapan Kyungsoo barusan, Kyungsoo mengulas senyum tipis, namja itu memegang salah satu telapak tangan Eunji yang ada diatas meja, Eunji tersentak begitu mendapati perlakuan  Kyungsoo sekarang ini, Kyungsoo menatap Eunji lekat, namja itu kembali bersuara, “Maaf karena aku terlalu bodoh untuk menyadari perasaanmu kepadaku, dan maaf kalau aku telah menyakiti hatimu, tapi bisakah aku meminta satu hal darimu?” Eunji yakin debaran jantungnya kini semakin tak menentu, tatapan Kyungsoo dan juga perkataannya barusan sanggup membuat jutaan kupu-kupu berterbangan diperutnya, Eunji mengangguk ragu dan Kyungsoo kembali melanjutkan ucapannya, “Ijinkan aku belajar mencintaimu.”

**^^**

“Ijinkan aku belajar mencintaimu.”
Sehun termangu ditempatnya begitu menyaksikan pemandangan dihadapannya sekarang, namja itu tersenyum getir begitu menyaksikan sahabatnya dan gadis yang ia sukai kini tengah saling menatap, dan Sehun tahu arti tatapan itu, Kyungsoo bilang apa tadi? Belajar mencintai? Sehun meringis, selama ini yang ia tahu adalah belajar tentang pelajaran sekolah bukan tentang cinta, karena menurutnya kalau kau memang mencintai orang itu kau tak perlu mempelajarinya karena rasa itu akan datang sendirinya, sama seperti perasaannya kepada Eunji yang datang tanpa bisa ia cegah.

Semua rencana Sehun untuk menghampiri Eunji buyar, bahkan Sehun lupa bagaimana cara mengusir sesak didadanya, harusnya ia senang karena kenyataannya Kyungsoo tak berpacaran dengan Naeun karena itu artinya Eunji tak akan tersakiti tapi kenapa kini hatinya terasa perih? Ayolah, ini bukan dirinya, Oh Sehun bukan namja yang lemah karena urusan percintaan dan ini pertama kalinya ia merasakan perasaannya benar-benar kacau. Sehun masih menyaksikan kedua orang itu dalam diam, mungkin menunggu reaksi Eunji selanjutnya atau entahlah, ia juga tak tahu apa yang membuatnya memilih berdiam disini dan menahan rasa sakitnya, yang jelas kakinya tak ingin melangkah kemana pun.

“Kau…tidak sedang mabuk?” Rasanya rahang Sehun akan jatuh dari tempatnya begitu mendengar pertanyaan bodoh Eunji barusan, disaat seperti ini  yeoja itu malah menanyakan pertanyaan begitu, Sehun bisa melihat bahwa Kyungsoo kini menatapnya kaget sambil menahan senyum diwajahnya. Sekarang Sehun malah tak bisa membayangkan jawaban konyol apa yang akan Eunji berikan saat kalau sampai Sehun menembaknya.

**^^**

“Aku tidak mabuk, ini kan masih dilingkungan sekolah, mana mungkin aku mabuk? Jadi..jawabanmu apa?”Kyungsoo berusaha menahan tawanya dan mencoba membuat suasana kembali menjadi seperti semula, orang itu benar, Eunji memang gadis yang menarik.
Eunji menggigit bibirnya, hal yang biasanya ia lakukan ketika ia kebingungan, “Kau sungguh-sungguh ini belajar mencintaiku? Lagipula kau tahu darimana kalau aku menyukaimu?”Tanya Eunji, sebenarnya ia sedikit heran dan malu kenapa Kyungsoo akhirnya sadar akan perasaannya, tetapi ucapan Kyungsoo tentang ‘belajar mencintai dirinya’ membuat Eunji melupakan rasa malunya.

“Tahu darimana-nya itu rahasia, yang jelas aku serius dengan ucapanku, dan aku akan mencobanya mulai sekarang, karena itu ijinkan aku lebih dekat denganmu ya?”Pinta Kyungsoo sungguh-sungguh, Eunji menatap Kyungsoo lekat, namja yang ia sukai selama ini akhirnya menyadari perasaannya, Kyungsoo bahkan ingin belajar untuk mencintai dirinya, dan jujur ia memang senang sekarang, tetapi seperti ada yang mengganjal perasaannya walau ia tak tahu apa.
Eunji melempar pandang kearah lain, berusaha mengusir kegugupannya, dan tepat saat itu ia mendapati seorang namja yang sangat familiar yang kini tengah menatap kearahnya, Eunji mengerjapkan matanya begitu menyadari Sehun ada disana, disaat yang bersamaan jantung Eunji bergemuruh cepat, ucapan Sehun kemarin malam kembali mengiang dipikirannya.

Sehun yang menyadari bahwa dirinya tertangkap basah buru-buru meninggalkan kantin, Eunji menatap punggung Sehun yang menjauh sampai akhirnya menghilang, ada yang aneh didirinya saat melihat pria berkulit pucat itu, tapi Eunji tak tahu apa. “Eunji-ya.”Eunji terkesiap begitu mendengar suara Kyungsoo barusan, ia bahkan lupa kalau ia belum menjawab pertanyaan Kyungsoo, “I-iya?”Tanya Eunji, walau gadis itu tahu Kyungsoo tengah menunggu jawabannya, Kyungsoo kembali tersenyum, Eunji bahkan tak ingat berapa kali namja itu tersenyum hari ini, yang jelas pria itu suka sekali tersenyum, berbanding terbalik dengan sahabatnya, Oh Sehun. “Kau belum menjawab pertanyaanku tadi.”Jawab Kyungsoo sabar.
Eunji meringis, yeoja itu lalu berusaha menutupi wajah tegangnya, dua sampai tiga detik kemudian Eunji mengangguk, “Aku senang kalau memang kau mau belajar mencintaiku.”Jawab Eunji mantap, dan saat itu juga senyuman Kyungsoo merekah, mereka berdua saling menatap dan tersenyum.

**^^**

“Naeun-ah!”Son Naeun menolehkan kepalanya kebelakang begitu mendengar suara nyaring  barusan, yeoja itu melebarkan matanya begitu mendapati seorang yeoja berkuncir satu yang kini tengah berjalan cepat kearahnya, Eunji kini tengah berjalan menujunya dengan ekspresi yang berbeda dengan tadi.

Eunji memeluk Naeun erat begitu dirinya kini telah berada didekat yeoja itu, Naeun tak membalas pelukan itu karena masih kebingungan, tadi gadis itu marah-marah padanya tapi sekarang ia malah memeluknya sampai ia hampir kehabisan napas begini. “Maafkan aku ya, aku menuduhmu yang tidak-tidak, mianhae, aku salah, aku memang sahabat yang buruk, maafkan aku Naeunnie.”Ucap Eunji penuh penyesalan, Naeun menepuk pundak sahabatnya itu dan tersenyum lega walau ia belum tahu persis apa yang membuat Eunji percaya padanya. Eunji melepaskan pelukannya dan memegangi kedua pundak Naeun sambil tersenyum cerah, “Kau mau memaafkanku kan?”Tanya Eunji, yeoja itu memasang wajah memelas yang membuat Naeun terkekeh, Naeun menganggukan kepalanya tanpa berpikir panjang, “Memangnya sejak kapan aku bisa marah padamu?”Tanya Naeun sambil balas tersenyum.

Eunji menatap Naeun terharu sekaligus lega, walau sebenarnya ia masih merasa bersalah. “Omong-omong, siapa yang membuatmu jadi percaya padaku?”Tanya Naeun penasaran, Eunji kini tersenyum penuh arti, “Kyungsoo.”Jawabnya riang, Naeun mengernyitkan dahinya heran, “Dia sudah menjelaskan semuanya, tentang kau yang menolak perasaannya, apa kau menolaknya karena kau tidak menyukainya? Bukan karena tak enak kepadaku?” Naeun tersenyum, “Aku memang tidak menyukainya, kau tahu kan siapa yang aku sukai?”Naeun kini balik bertanya, Eunji menganggukan kepalanya, dan kini ia kembali teringat pada Sehun, mendadak gadis itu merasa tak enak pada Naeun kalau sampai apa yang Sehun ucapkan kepadanya kemarin malam itu benar.

“Kau tahu tidak, eun? Kyungsoo bahkan bilang bahwa ia akan belajar mencintaiku! Aku heran dia tahu darimana tentang perasaanku, tapi yang jelas aku senang sekali!”Ujar Eunji dengan mata berseri-seri, Naeun terdiam mendengar ucapan Eunji barusan, ia kembali mengingat ucapannya kepada Kyungsoo kemarin.

“Sebenarnya ada gadis lain yang menyukaimu, dia menyukaimu sejak lama Kyung, dan aku rasa dia lebih pantas untukmu, Kau pasti tahu Eunji kan? Sahabat  baikku menyukaimu, dan aku tak ingin menyakiti perasaannya, bolehkah aku meminta tolong padamu? Belajarlah untuk mencintainya, aku yakin suatu saat kau akan mencintainya karena ia gadis yang baik dan menarik.”

Naeun tersenyum samar, Kyungsoo memang pria yang baik, dan Naeun yakin ia bisa menjaga sahabat karibnya itu dengan baik. “Aku senang melihatmu gembira seperti ini.”Ucap Naeun tulus, Eunji menatap Naeun riang dan kembali  memeluk gadis itu, “Aku juga berharap kau bisa bahagia dengan—“Eunji memberi jeda dikalimatnya ketika perasaan aneh itu muncul, “Dengan Oh Sehun.”Lanjut Eunji, saat itu ada yang mengganjal didirinya begitu ia mengatakan hal itu pada Naeun, tapi ia memutuskan mengabaikan perasaannya itu.

**^^**

Jam istirahat kedua ini, Eunji putuskan untuk meminjam salah satu novel di perpustakannnya, ia tak ingin menyia-nyiakan fasilitas lengkap perpustakaannya dan malah membuang-buang uang untuk memuaskan hobinya itu. Saat berjalan melewati koridor Eunji menghentikan langkahnya begitu mendapati Sehun tengah berjalan menuju arahnya, tubuh Eunji seketika menegang, ia bahkan heran kenapa ia bisa gugup hanya karena berhadapan dengan seorang Oh Sehun, padahal biasanya ia malas setengah mati dan selalu merasa kesal, sepertinya ucapan Sehun benar-benar berefek pada dirinya.

Sehun menghentikan langkahnya tepat didepan gadis itu, namja itu berdeham pelan, “Hari ini tak usah ada pelajaran tambahan.”Ujar Sehun seperti biasa, seolah tak terjadi apa-apa, “Eh? Kenapa?”Tanya Eunji refleks, “Besok kan hari sabtu, aku juga butuh istirahat.”Tukas Sehun ketus, Eunji menganggukan kepalanya, oke sekarang ia benar-benar tak tahu harus bagaimana. “Soal ucapanku kemarin malam,” Deg, jantung Eunji kembali bereaksi cepat begitu Sehun menyinggung soal perkataannya kemarin, ia menatap Sehun ragu yang kini seolah menghindari kontak mata dengannya, “Jangan dipikirkan, aku hanya bercanda.”Lanjut Sehun dingin, Eunji mengerjapkan matanya, dia bilang apa? Bercanda? Namja itu hanya bercanda? Tapi..kenapa Eunji merasa ada yang lain dari tatapan pria itu kemarin malam? “B-bercanda?”Tanya Eunji, tak bisa menutupi keterkejutannya.

Sehun terdiam sesaat sampai akhirnya mengangguk, “Kau tak berpikir aku benar-benar menyukaimu kan?”Tanya Sehun lagi, Eunji terkesiap, yeoja itu lalu tertawa hambar, “Tentu saja tidak, aku tak pernah menganggapnya serius.”Jawab Eunji cepat, Sehun menganggukan kepalanya, “Baguslah, dan aku harap nilai fisikamu tadi bagus, karena setelah tiga kali kau mendapat nilai diatas 70, aku bisa terbebas.”Ucap Sehun lagi, namja itu menatap Eunji dengan tatapan dingin, Eunji mengerjapkan matanya, ia tak tahu apa yang salah dengannya, tapi entah kenapa seperti ada sesuatu yang menusuknya begitu mendengar ucapan Sehun barusan, apa namja itu benar-benar menganggap tambahan pelajaran itu beban baginya? Dan tatapan dingin Sehun kali ini sukses membuatnya merasakan sakit, Sehun memang sering menatapnya dengan dingin tapi seperti ada yang berbeda dari tatapan namja itu sekarang, dan Eunji membencinya ketika Sehun menatapnya begitu, Eunji menganggukan kepalanya, “Aku juga ingin segera terbebas dari pelajaran tambahan.”Balas yeoja itu tak kalah dingin, Sehun tersenyum sinis, “Kalau begitu kita sama.”Sahut Sehun pelan, kemudian namja itu meninggalkan Eunji yang mematung.
“Aku membencimu Oh Sehun!”Gerutu Eunji tanpa menyadari kalau Sehun mendengar ucapannya barusan, namja itu menghela napas dan kembali melangkah pelan.

-TBC-

Ini chapter tiga-nya hehe cepet ga? cepet kan? cepe dong ya #maksa #plak, ini biasa author kalo update itu lama loh, gatau kenapa lagi pengen ngepost cepet hehe #sadarjugaluthor, gimana chapter 3nyaa? udah memuaskan belum? maaf ya kalau belum bikin puas hehe semoga di chapter ini silent readersnya makin berkurang, author semangat ngepost ini berkat komen kalian loh hehe komen kalian bikin author semangat nulis apalagi yang panjang2(?) makasih yaa yang udah ngikutin apalagi komen dari chapter satu, makin banyak yang nunggu ff ini author makin semangat ngetiknya, setelah baca part ini gimana nih? Pada tetep dukung hunji atau mulai ke Kyungji? Hayo pada lebih suka yang mana~ kkk  buat yang pengen kenal/temenan bisa follow twitter author ya @selvyguunawan, minta folback aja pasti difollowback #promosibentar wkwk, jangan lupa komennya dan makasih udah baca, sampai ketemu di chapter berikutnyaa! *bow bareng sehun*

Iklan

Penulis:

writing is my hobby! i'm hottest, love all 2pm members especially @khunnie0624 and @0430yes ! support another korean idol too ^^

218 tanggapan untuk “My My [Chapter 3]

  1. huhuhhu,aku maunya eunji sama sehun,terus naeun sama kyungsoo.tapi naeun jadi kasian,dua cowok itu suka sama eunji sekarang….huhhhuhu.sehun juga kasian,huhuhu
    fighting thor…

  2. HUNJI! HUNJI! HUNJI capslockjebol pokoknya endingnya harus HunJi. Chap ini menyakitkan, thor, apalagi buat Sehun T_T kasiaaaann huhu author jahat >o< . hehe. Aku ngerasa disini Naeu ada sisi baik dan buruknya, baiknya, dia ngomong soal perasaan Eunji ke Kyungsoo dengan maksud nyenengin Eunji, tapi buruknya ini malah bikin Sehun sakit, dan makin susah lg buat HunJi bareng. Terus jd makin rumit deh kisah cinta mereka…

    Oke, aku penasaran sm chap selanjutnya, aju ijin baca ya bow ^^

  3. yahhhh ampunn dahhh ah ah knpa mkin rumit gni sihh?? haahh eunji-ya sbnrnya dia itu suka sma sehun dehh kyanya, tpi dia blm sadar ..
    haaahhh mkin daebak daebak daebak!! 🙂 ..
    lanjut kaka 🙂 😉

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s