You don’t Have to be Muslim to Care About Gaza

Author : bluehigh17
Main Cast : Chanyeol. OC
Support Cast :
Rating : General
Length : Drabble

Genre : Friendship, life, family, humanity -sorry not romance-

Note : Aku sangat sedih dengan kejadian ini. aku disini ngga bermaksud menggurui, atau apapun. aku hanya ingin kalian mengambil hikmah yang terkandung dari cerita ini. aku tidak bermaksud menyindir siapapun.

Maaf jika kalian tidak suka

#PrayForGaza #PrayForPalestine #PrayForSuriah #PrayForMuslim #PrayForUs:( meskipun tak ada yang bisa kita lakukan..
setidaknya panjatkan do’a untuk saudara-saudara kita setiap kali setelah sholat.

PS: ada note tentang Who Are dibawah sana:)

BsGKdceCMAA3SfO

Chanyeol berjalan menuju halte yang sepi. Dia lalu duduk disebelah seorang gadis yang memakai sebuah kain yang menutup kepalanya. Chanyeol sedikit tertarik dengan gadis itu. Ini nyaris Summer dan gadis itu memakai baju yang menutupi tubuhnya dari atas sampai bawah. Memakai celana yang tidak terlalu ketat biasanya gadis korea memakai celana ketat yang minim, baju yang dirangkap kardigan lengan panjang tipis, lalu memakai kain itu berwarna kuning cerah. Ini sudah mau menjelang jam 9. Dan gadis ini tidak takut sendiri dihalte yang sepi ini.

“Hai” sapa Chanyeol. Dia tersenyum pada gadis itu. Gadis itu balas tersenyum dengan senyumnya yang indah.

“Oh, hai” sapanya kembali.

“Apa yang kamu pakai?” tanya Chanyeol. Gadis itu melirik Chanyeol heran, Cahnyeol hanya menunjuk kepalanya.

“Ini? Ah hijab” balasnya ramah sambil memegang hijabnya.

“Apa itu tidak panas?” tanya Chanyeol. Gadis itu menggeleng menandakan tidak.

“Tentu saja tidak jika kau sudah terbiasa” balas gadis itu.

“Namamu? Aku Park Chanyeol”

“Aku Maryam Choi” balas gadis itu. Chanyeol sedikit asing dengan nama ini.

“Kamu ingin kemana malam malam begini?”

“Aku? Ke Bandara Incheon. Kamu?”

“Aku ingin pulang. Kamu ingin berlibur? Kemana?”

“Mungkin bisa dibilang seperti itu hm, tujuanku ke Indonesia lalu pergi ke Gaza”

“Gaza? Gaza yang dibom 160 bom roket? Kamu tidak takut mati?” Gaza yang baru saja dibom setiap menit oeh Israel tadi malam? Dia mendengar beritanya dari breaking news tadi pagi.

“Iya. Gaza. Tidak, aku tidak takut untuk mati. Jika aku akan mati disana, mungkin itu sudah takdirku bukan?” ucap Maryam mantap. Chanyeol tertegun mendengar jawaban mantap gadis itu. Dengan keteguhan hatinya. Dia bahkan tidak takut mati.

“Kenapa?” tanya Chanyeol ingin tahu.

“Membantu saudara kami. Saudara sesama agama kami, Chanyeol-ssi” ucap gadis itu.

“Tekadmu sangat kuat, coba aku memiliki tekad yang sama besar denganmu” ucap Chanyeol lesu.

“Memangnya kamu kenapa?”

“Aku dipaksa orangtuaku untuk meneruskan perusahaan mereka. Padahal Passionku diseni dan Fotografi” jelas Chanyeol.

“Kamu bisa. Jelaskan baik baik dengan orangtuamu. Mungkin saja mereka akan mengerti. Mungkin sulit untuk diterima. Tapi sebuah kejujuran lebih baik dari pada kebohongan yang terus ditumpuk. Akan ada dimana saatnya kamu lelah dan akan meledak” nasihat Maryam.

“Hm, tidak ada salahnya untuk mencoba. Kamu disana sebagai apa? Aktivis? Dokter?”

“Dokter. Aku juga akan mengirimkan obat bius, rumah sakit disana kehabisan obat bius” balas Maryam.

“Bukankah obat bius yang harus dikirinkan banyak dan mahal?”

“Orangtuaku meninggalkanku setengah saham mereka kepadaku, aku menjual semuanya lalu membelikannya untuk obat bius, perlengkapan dokter yang lain, selimut, makanan dibantu rumah sakit suka relawan di Indonesia. Lagipula yang menyumbang cukup banyak, bukan aku saja. Lalu aku pergi dengan uang tabunganku”

“Orangtuamu?” tanya Chanyeol.

“Orangtuaku sudah disana. Mereka sudah disana sejak 1 tahun yang lalu. Jadi, kamu beruntung orangtuamu masih ada disisimu dan membimbingmu” Chanyeol tertegun. Dia mengira bahwa dirinyalah orang termalang didunia. Orangtuanya selalu tidak ada dirumah untuk bekerja, padahal mereka bekerja untuknya, agar kehidupannya lebih tercukupi. Memaksanya untuk menjadi penerus perusahaan, padahal mereka hanya ingin Chanyeol hidup lebih makmur karena penghasilannya lebih pasti daripada menjadi penyanyi yang penghasilannya tidak jelas.

“Ya, aku adalah orang yang beruntung. Tapi bukankah Israel mengisolasi Palestina?”

“Aku tidak perduli Chanyeol-ssi. aku kesana untuk menolong saudaraku. Aku akan mengorbankan apapun asal bantuanku tercapai dan dapat menolong saudara saudaraku. Walau taruhannya nyawaku. Bahkan jika kamu adalah Israel dan menodongku dengan pistol dan menyuruhku membatalkan pengiriman, aku lebih baik kamu tembak mati” ucap gadis didepannya tegas. Tekad bajanya terlihat bersinar dari matanya yang bersinar terang. Dan Chanyeol sangat kagum dengan gadis itu, taatnya dia kepada agamanya. Sikap pedulinya dia dengan saudara sesama agamanya. Keteguhan sikapnya, tekad bajanya, lembutnya dia saat berbicara. Chanyeol kagum dengan gadis yang baru ditemuinya 10 menit yang lalu.

“Aku akan membantumu. Tapi aku bukan islam bagaimana?”

“You don’t have to be Muslim to care about Gaza. This is not a matter of religion, it’s a matter about Humanity. Tetika kamu menolong orang dan menjadi orang baik, oranglain tidak akan menanyakan agamamu. Seperti Mahatma Gandi yang membela muslim mati matian. Nabi Muhammad yang membela yahudi buta“

“Goodluck Maryam-ssi. tunggu bantuan dariku” ucap Chanyeol mantap. Maryam merogoh saku kardigannya dan menyerahkan sebuah kertas kepada Chanyeol.

“Kamu bisa mengirimkannya kesini. Terima kasih Chanyeol. Bisku sudah datang Annyeong” ucap Maryam lalu berdiri dan menunggu bis yang akan datang.

“Kenapa kamu ke Gaza?” tanya Chanyeol bagai menahan gadis itu.

“Karena aku ingin menjaga Masjid Suci Al-Aqsha, menjaga tanah Waqaf umat Muslim. Menjaga warisan Umat. seperti apa yang dilakukan para Saudaraku yang disana” ucap Maryam. Selesai dia mengatakan bis sampai didepannya dia masuk kedalam bis, sebelum pintu tertutup dia menengok kearah Chanyeol dan tersenyum.

“Annyeong Chanyeol. Semoga kita bisa bertemu kembali”

“Annyeong. Kita pasti bertemu kembali” balas Chanyeol mantap. Dan pintu bispun tertutup. Chanyeol tersenyum.

“Terima kasih atas pelajaran yang kamu berikan secara tidak langsung. Maryam-ssi” gumam Chanyeol.

-END-

Maaf ya:( RCL please. dan Who Are You akan aku protect beberapa chapter:( maaf:(

kalian bisa minta pass nya jika sudah dipost nanti di Chanyeolesson.gmail.com bluehigh92@yahoo.com atau ask.fm aku here kalian juga bisa tanya aku diask.fm aku:)

134 thoughts on “You don’t Have to be Muslim to Care About Gaza

  1. Subhanallah… it’s the first time I come to this page and I have big interst to read this story! bagus thor ceritanya, ad pesan kehidupan trutama utk kepedulian sesama…baik sesama agama, sesama ummat, sesama negara, maupun sesama manusia! GREAT!!🙂

  2. ffnya keren bgt ngangkat cerita kemanusiaan jarang jarang ada ff kaya gini ini aja baru pertama kalo baca ff yg kaya gini authornya keren deh

  3. Subhanallah🙂 ff yg menyentuh sekali. Bagus thor :’) terharu bacanya. Baru kali ini nemu ff menyangkut Gaza. Im soooo proud to read ur story. Ur so daebakkk!!! LAFFLAFF❤

  4. Keren thor ff nya, saya sedih bgt ngeliat palestina di bom habis-habisan sama israel..
    Kapan ya gaza bisa merdeka dari semua ini??
    Israel bejat bgt…
    Daebak thor hikmahnya bisa diambil lewat ff ini
    #PrayForGaza
    #PrayForPalestine

  5. Keren thor! Q Jd merasa ad hntaman besar menerjang hati Q(lebeh)! V sunggUH! Entahlah Q jd mrasa mnjd mNusia yg tdak pndai brSyukur ataz nikmat’a, aplgy ini blan puasa! MksiH 5 auThor’a yg dh mw ngIngetin lwat FF ini! Pray for PALestina! Keep writing thor!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s