Jealousy Minri

425873_296000447133358_233443953389008_752012_481199891_n

Jealousy Minri

Author : Charismagirl

Cast :

  • Byun Baekhyun
  • Park Minri

Support Cast :

  • Ahn Sungyoung
  • Park Chanyeol

Genre : Romance, fluff

Rating : PG-13, Teen

Length : Ficlet <1500 W

Note :

–          Ini semacam side story dari FF punya Suchi. Makasih bebs, inspirasinya dari kamu❤

–          Disarankan nonton CF EXO Nature Republic dulu.

Related to : Jealousy Sungyoung (ps: bagi yang kemaren buka link ini tapi ga bisa, aku minta maaf karena aku salah kasih link. Tapi sekarang sudah bisa dibuka. Selamat membaca! ^^)

Berjanjilah untuk tetap percaya padaku…

***

Minri mengerutkan keningnya saat dirasa ada suara-suara berisik yang mengganggunya. Dia baru saja tiba dari kegiatan jalan-jalannya bersama Sungyoung. Dan dia langsung memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya di atas kasur setelah sebelumnya hanya mencuci muka. Asal tahu saja, dia baru beberapa menit tertidur.

Dia menutup wajahnya dengan bantal berharap suara itu segera berhenti dan Minri bisa meneruskan tidurnya lagi. Tidak peduli siapapun yang sedang menelpon, baik itu Baekhyun, Sungyoung atau siapapun. Minri butuh istirahat sekarang. Tapi harapannya hanya sekedar harapan. Setelah tiga detik berhenti, ponsel itu kembali berdering.

Gadis itu mengulurkan tangannya ke atas nakas. Mengambil ponsel hitamnya dengan gemas, lalu menekan tombol jawab. Dia meletakkan ponselnya ke telinga tanpa melihat siapa yang menelpon.

“Halo,” ucap Minri dengan malas.

Minri-ya.” Minri menggumam, mengenali suara gadis dibalik telponnya adalah Sungyoung. Gadis yang baru saja jalan-jalan dengannya. Mereka bahkan belum sampai dua jam terpisah. Apa yang membuat gadis itu menghubunginya?

“Ada apa?” Minri belum ingin membuka matanya. Kenyamanan kasur membuatnya ingin segera tidur lagi.

Kau sudah melihat teaser CF Nature Republic EXO yang baru belum?”

“Untuk apa? Melihat ketampanan mereka?” Minri memeluk boneka teddy bear sebesar bayi lebih erat, “Kalau aku bisa melihat wajahnya secara langsung, kenapa harus bersusah payah menonton iklan?”

Bukan itu! Aku bersungguh-sungguh Minri! kau harus melihatnya sekarang!” Sungyoung terdengar gemas diseberang sana. Dan Minri tidak mengerti mengapa temannya yang satu itu harus memberinya kabar yang sama sekali tidak penting. Mengenai iklan. Ya, mungkin sedikit penting karena Minri pasti akan melihatnya nanti. Dia mendukung apapun kegiatan Baekhyun mengenai pekerjaannya. Tapi tidak saat mengganggu waktu istirahatnya.

“Baiklah.” Kali ini Minri duduk menyandar di kepala ranjang. Jika Sungyoung menganggap apa yang dibicarakannya penting, itu berarti benar adanya. “Katakan padaku kenapa aku harus melihat CF itu?”

Pokoknya kau harus lihat.”

Minri mendengar gemersik yang cukup mengganggu dari seberang.

Ya, kau harus melihatnya.”

Minri mengerutkan kening saat mendengar suara yang dia kenali sebagai suara Chanyeol–kekasih Sungyoung–bicara di balik telpon.

“Chanyeol? kau sedang bersama Sungyoung?”

Yap, dan dia hampir membunuhku hanya karena iklan itu.”

“Memangnya apa–” ucapan Minri terputus saat suara Sungyoung kembali menginterupsi. Minri bisa membayangkan bagaimana kedua orang itu sedang berebut ponsel.

Tonton saja dulu. Ku harap kau tidak berniat membunuh Baekhyun, seperti aku yang ingin membunuh Chanyeol.”

“Tidak adil Minri! Kau harus menghukum Baekhyun dengan cara apapun. Sumpah, pukulan Sungyoung membuat tubuhku sakit.”

YAK! Kembalikan ponselku.”

Minri menatap layar ponselnya. Panggilan terputus. Minri menggelengkan kepalanya. Sungyoung dan Chanyeol seperti sedang terlibat dalam peperangan. Mereka memang suka bertengkar, tapi Minri yakin sebenarnya mereka punya cara sendiri untuk mengekspresikan perasaan sayang mereka. Minri senang karena mereka ada dalam kehidupan Minri.

Minri berhenti tersenyum saat dia teringat akan tujuan Sungyoung mengganggu tidurnya dan menelponnya dengan segala omelannya. Lalu ditambah dengan kehadiran Chanyeol yang tiba-tiba membuat penasarannya menjadi-jadi.

Gadis itu meraih tab 7 inch dalam tasnya. Kalau sedang berselancar di dunia maya, dia memilih menggunakan benda elektronik yang satu itu. Layarnya lebih luas, membuat Minri bisa melihat dengan jelas daripada dari ponsel. Sungyoung pasti sudah menontonnya lewat TV. Minri terlalu malas menggapai remote. Dan lagipula iklan itu tidak mungkin langsung ditampilkan setelah Minri menyalakan TV. Maka dari itu dia akan menontonnya via youtube sekarang juga.

Dia mengetikkan beberapa kata kunci di layar tab-nya, lalu muncullah CF yang dia maksud dan beberapa konten yang berkaitan. Minri meng-klik salah satu video itu. Durasinya hanya beberapa belas detik. Baru berjalan beberapa detik, Minri tersenyum, benar kan? Mereka tampan. Jadi apa yang ingin ditunjukkan–

–SUNGYOUNG DENGAN IKLAN KURANG AJAR INI!

Setelah Sehun, Kyungsoo, Suho dan Jongin maka ketika tiba giliran Baekhyun… Minri kembali mengulang video itu dari awal. Dia memutuskan untuk men-downlodnya. Tidak sampai satu menit video itu berhasil di-download.

Ting Tong!

Bel apartment Minri berbunyi. Gadis itu segera beranjak dari kasur, membawa serta tab di tangannya. Entah mengapa dia berharap orang yang berkunjung sekarang adalah Baekhyun agar dia bisa segera menumpahkan kekesalannya–sebelum dia lupa.

Dengan pakaian seadanya. Kaos longgar putih kebesaran dan celana pendek hitam, Minri berjalan menuju pintu dengan langkah cepat, lantas membukakan pintu itu.

Senyum kotak khas mempesona milik lelaki tampan yang berstatus sebagai kekasihnya langsung menyambutnya. Benar, seperti apa yang diharapkannya, Baekhyun datang. Minri hanya mengerjap, lalu memundurkan tubuhnya. Tanpa sapaan, tanpa senyuman.

Baekhyun melangkahkan kakinya mendekat, tapi Minri menunjukkan telapak tangannya untuk menahan Baekhyun.

“Berhenti disana Byun Baekhyun!”

“Hey, kau tidak merindukanku, ya? Aku sudah meluangkan waktu untuk berkunjung ke apartment kekasihku yang cantik tapi aku malah diberi sambutan macam ini.”

“Diam kau! Dan jangan mencoba merayuku. Aku punya urusan yang lebih penting dari sekedar melepas rasa rindu.”

“Apa yang kau bicarakan? Aku tidak mengerti.”

Kali ini Minri yang mendekat pada Baekhyun sembari memainkan teaser video yang berdurasi singkat itu. Dia menekan tombol ‘pause’ saat tiba giliran Baekhyun. Minri mengarahkan tangan kanannya ke wajah Baekhyun. Lalu tanpa belas kasihan mengapit hidung Baekhyun dengan jempol dan telunjuknya.

“Rasakan ini! Kau suka melakukan ini kan?”

“Minri lepaskan hidungku. Sakit tahu!” Baekhyun mencoba menepis tangan Minri. Dia perlu membuka mulutnya karena saluran pernapasannya telah ditutup.

“Kau lihat ini?” Minri menunjukkan layar tab-nya, lalu Minri melepaskan tangannya dari Hidung Baekhyun. Hidung mungil lelaki itu tampak memerah. Mungkin Minri terlalu keras melakukannya. Minri mengatur napasnya. “Kenapa kau harus mendapatkan scene seperti itu? Dan senyum manismu itu Baek! Kau bilang senyum itu hanya untukku!”

Baekhyun mengusap hidungnya. Dia merebut tab itu dari tangan Minri.

“Kau ingin aku melakukan hal ini padamu juga?” tanya Baekhyun.

“Tidak, terimakasih.” Minri membuang pandangannya ke arah lain sembari melipat kedua tangannya di depan dada.

Baekhyun meletakkan tab Minri di atas meja. Lalu mengambil langkah di depan Minri. Gadis itu tidak tahu bahwa Baekhyun sudah ada di hadapannya.

“Aku tidak tahu kenapa harus aku yang mendapatkan scene seperti itu,” ucap Baekhyun. Minri menoleh ke depan, mendapati Baekhyun telah berada dalam jarak dekat. “Aku minta maaf, jika itu membuat hatimu tidak enak.”

Minri hanya diam, membiarkan Baekhyun meneruskan kalimatnya.

“Aku tidak akan melakukan hal itu padamu, karena aku punya cara sendiri.” Baekhyun memegang belakang kepala Minri, lalu mendekatkan wajahnya, membuat ujung hidung mereka bersentuhan.

“Baek,” ucap Minri dengan nafas tercekat.

“Aku melakukannya murni untuk pekerjaan. Dan tentang senyuman yang aku tunjukkan saat itu, aku hanya ingin sutradara puas lalu mengakhiri semuanya dengan segera. Kau mengerti maksudku?” Baekhyun menggerakka hidungnya dengan gemas, sembari tersenyum. Kalau sudah begini, Minri tidak bisa apa-apa lagi.

Minri mengerti, semuanya demi pekerjaan.

“Maafkan aku, Baek.”

Baekhyun menggeleng, lalu menjauhkan wajahnya. “Terimakasih sudah cemburu padaku.”

Minri memukul pelan lengan Baekhyun sembari tersenyum. Sedikit merasa malu karena dia sudah cemburu pada Baekhyun hanya karena adegan tidak penting semacam itu. Menyentuh hidung wanita yang diiklan, bagian mana yang romantis? Ah, apapun kalau Baekhyun yang melakukan skinship, Minri patut merasa cemburu karena Baekhyun adalah kekasihnya.

”Kau sudah melihat bagian Chanyeol?”

Minri baru sadar bahwa sejak tadi dia hanya berhenti sampai bagian Baekhyun. Dia sama sekali belum tahu bagaimana scene yang Chanyeol dapatkan sehingga Sungyoung memukuli Chanyeol habis-habisan sampai berniat membunuhnya.

“Mari kita lihat! Aku yakin kau tidak akan marah lagi padaku setelah melihat part Chanyeol.”

“Aku memang sudah tidak marah, kok.” Minri mengerjap polos membuat Baekhyun gemas, lalu mengacak rambutnya pelan. Dia meraih tab Minri yang ada di meja. Dia menekan tombol ‘play’ meneruskan video itu sampai selesai.

Minri menarik nafas pendek.

“Jadi… jadi… Chanyeol mencium wanita itu?!” Minri memekik tertahan. “Pantas saja Sungyoung marah besar.”

“Tentu saja tidak,” jawab Baekhyun dengan santai. “Semua itu hanya trik. Chanyeol tidak mungkin melakukannya. Lagi pula videonya di cut tepat ketika Chanyeol mendekatkan wajahnya ‘kan?”

Minri mengangguk mengerti.

“Nah sekarang lupakan iklan itu.” Baekhyun meletakkan tab Minri. Dia berdiri di depan gadis itu, lantas merengkuh ke dalam pelukannya. “Aku merindukanmu.”

“Aku juga, Baek.” Minri melingkarkan kedua tangannya di pinggang Baekhyun, membiarkan dirinya terhanyut dalam momen yang membuat hatinya sejuk. Aroma tubuh khas lelaki itu menguar memenuhi indera penciumannya. Dia betah jika berlama-lama dengan posisi seperti ini.

“Minri,” Baekhyun melepaskan pelukannya. Dia menatap jauh ke dalam mata gadis itu. “Berjanjilah untuk tetap percaya padaku jika aku harus melakukan adegan lebih dari iklan itu. Karena kau tahu, hatiku hanya untukmu. Aku… mencintaimu.”

“Ya, Baek, aku percaya padamu dan… juga mencintaimu.”

Mereka berdua saling melemparkan senyum, sebelum bibir menyatu dalam ciuman hangat.

***END***

Huh hah! Diketik dalam waktu singkat. Ah sudahlah, terimakasih sudah baca ^^ Anggap ini FF intermezzo saja.

Aku ga ngerti kenapa akhirnya jadi se-cheesy itu /\

PS : FF ini udah aku post beberapa jam yang lalu di wp pribadi.

© Charismagirl, 2014.

192 thoughts on “Jealousy Minri

  1. Huwa….ditahan2 baca ff ini krn nunggu ibadah nya libur dulu…hehehehehe….
    Sooo cheesy sbtulnya..tp sukaaa….hahahaha…
    Cf itu emang bkin cemburu banget…untung wajah cwenya ga diliatin.klo diliatin bs ga tenang tuh idupnya…wkwkwkwk..
    So lovely this two comeback again🙂
    Gomawoyo…

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s