Love You, Love You Not [Sequel to You’re Crazy and I’m Out of My Mind]

Love You, Love You Not copy

Tittle : Love You, Love You Not (sequel to You’re Crazy and I’m Out of My Mind)

Author : Sehunblackpearl

Main Cast :

–  Oh Sehun [EXO]

–  Kim Joo Young [OC]

Supported Cast :

–  Jung Soo Jung/Krystal [f(x)]

–  Kim Joonmyun (Suho) [EXO]

 Genre : Romance, fluff, marriage life

Rated : PG

Summary : Sehun tidak bahagia. Atau dia beranggapan begitu. Ada hari-hari di mana dia menyesali pernikahannya dengan Joo Young. Tapi bukan saat gadis itu tersenyum begitu polos dan Sehun seakan sedang mengingkari kewarasannya. Mungkin Sehun jatuh cinta. Mungkin juga tidak. Dan mungkin dia bukannya tidak bahagia sama sekali menikah dengan gadis polos ini.

Disclaimer : Plot dan isi cerita milik saya, saya tidak memiliki para cast kecuali Sehun suami saya :$

 A/N: Karena begitu banyak yang minta sequel, jadi saya buat aja. Walaupun kalo aku pribadi sih, udah suka ceritanya dibiarin gitu aja. Lebih perfect gitu menurut aku. Tapi anggap aja ini sebagai hadiah buat para reader yang begitu antusias dan gak terima sama endingnya itu. Dan tenang aja, di ini saya nurutin maunya kalian kok. Gabakal kek kemaren. Yaaah walaupun gausah terlalu berharap banyak sama aku siiih /plak/ Dan ngomong-ngomong padahal aku pikir cerita yang “You’re Crazy and I’m Out of My Mind” itu gabakal ada yang mau baca ._. Ternyata di luar dugaan banyak yang suka😀 Jadi, silahkan dibaca yah sequelnya. Enjoy ^^

Warning : I don’t accept bash and don’t tolerate siders and plagiator. Respect please🙂

*Love You, Love You Not*

Sehun tidak bahagia. Atau dia beranggapan begitu. Ada hari-hari di mana Sehun menyesali pernikahannya dengan Joo Young. Tentu saja, memangnya apa yang kau harapkan dari menikahi seorang gadis idiot? Baiklah dia tidak idiot. Hanya saja otaknya itu setara dengan anak umur lima tahun. Dan ya, menikahi Joo Young tidak ada bedanya dengan menikah dengan anak kecil.

Istirahat makan siang, Sehun sedang duduk di rumah makan yang tidak begitu besar di dekat perusahaan. Di hadapannya, Jung Soo Jung, karyawan perusahaannya yang sangat cantik dan juga begitu ehem seksi.

“Aiiissh aku begitu bingung dengan sengketa tanah yang ada di Busan itu.” Keluh Soo Jung, kemudian menghela nafas. “Masyarakat di sana tidak tau apa-apa. Bisanya hanya menuntut. Rasanya ingin sekali menjerat mereka dengan hukum.”

Sehun hanya menanggapi keluhan Soo Jung dengan senyuman dan mengangguk-angguk mengerti akan perkataan gadis itu. Dan dia tetap melanjutkan makannya dengan tenang.

Minus sifat pengeluhnya, Soo Jung adalah gadis yang sangat memikat dan menarik hati. Dia berpendidikan, menyelesaikan studinya di California. Dia gadis yang cerdas dan intelektual. Begitu cantik dan menawan. Sehun dapat mendiskusikan hampir seluruh masalah perusahaan dengan gadis ini. Berbeda dengan Joo Young, gadis ini tentu saja adalah impian dari setiap lelaki.

Makanya, saat Soo Jung sering dengan sengaja melenggokkan pantatnya setiap berjalan di depan Sehun, atau menatap Sehun begitu seksi dan memainkan matanya nakal, Sehun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyambarnya. Dia langsung mengkrabkan diri dengan gadis yang hanya lebih muda beberapa bulan darinya itu. Meskipun hubungan mereka masih belum terlalu jauh, tapi Sehun positif cepat atau lambat hubungan mereka akan lebih maju lagi.

Ada hari-hari ketika Sehun menyesali pernikahannya dengan Joo Young. Dan hari ini adalah salah satunya. Saat Soo Jung terlihat begitu indah dan membangkitkan segala naluri kelaki-lakian dalam dirinya.

 (._.)/\(>_<)/\(._.)

Sehun tidak bahagia. Atau dia beranggapan begitu. Ada hari-hari di mana Sehun menyesali pernikahannya dengan Joo Young.

Sehun diam, tidak tau dan tidak ingin berbuat apa-apa. Dia hanya memandangi gadis yang mereka sebut istrinya. Ingatkan lagi kenapa dia bisa berakhir menikahi gadis idiot ini. Baiklah, dia bukan idiot. Hanya saja, otaknya setara dengan otak anak umur lima tahun.

“Oppa, aku juga mau itu.” Seru Joo Young dengan semangat berlebihan pada Sehun sambil menunjuk-nunjuk botol soju Sehun.

Hhhh… Kenapa dia bisa berakhir di kedai minuman seperti ini dengan Joo Young.

Joo Young tadi telah datang ke kantor, diantar oleh oppanya yang menyebalkan, Joonmyun. Membuat Sehun begitu malu saat ditatapi para karyawan. Karena demi Tuhan, istrinya itu idiot. Baiklah, dia tidak idiot. Hanya sedikit ….. Aaaarrrgghhh, terserah dia itu idiot atau bukan. Tapi dia malu saat Soo Jong tersenyum sinis melihat istrinya itu.

Dan yang lebih parah, Joonmyun menganggap bahwa adalah ide yang sangat bagus untuk meninggalkan Joo Young di kantor, menemani Sehun bekerja. Dengan alasan, “Joo Young sangat bosan di rumah dan katanya dia rindu kau dan ingin melihatmu, maka kubawa dia ke sini.”

Sehun selama sisa hari itu bergelut dengan berkas-berkas yang begitu membingungkan, dia juga harus mengurusi berkas yang biasanya dikerjakan oleh Tuan Kim karena yang bersangkutan sedang di Jepang. Mempelajari begitu banyak data-data perusahaan yang lama karena dia tidak boleh salah mengambil keputusan dan dia juga harus bekerja ekstra karena Joonmyun menambahi satu lagi tugasnya. Mengawasi Joo Young dan memastikan dia tidak berkeliaran begitu jauh hingga Sehun nanti tidak melihatnya.

Dan melakukan begitu banyak pekerjaan sekaligus bukanlah hal yang mudah. Ingin rasanya Sehun memukulkan kepalanya sendiri ke dinding. Sehun memutuskan hari ini adalah hari yang buruk. Begitu banyak pekerjaan dan dia harus mengerjakan itu semua sambil mengawasi Joo Young. Ya Tuhan memangnya apa yang dilakukan Joonmyun meninggalkan adiknya begitu saja di sini dan dia pulang begitu saja? Dia mungkin sedang bersantai di rumah saat ini. Dan di sinilah Sehun bekerja ekstra keras dan masih harus mengawasi adiknya.

Jadi begitu pekerjaannya selesai, Sehun menarik Joo Young langsung ke mobilnya, menghindari bertemu dengan para karyawan terutama Soo Jung, yang hal itu tidak dapat dilakukannya. Dan dia membawanya ke kedai minuman. Maka di sinilah mereka sekarang.

Sehun mabuk, walaupun tidak terlalu mabuk sampai membuatnya berteriak dan mengajak berkelahi setiap orang yang ada di sana. Dia masih sadar. Tapi terlalu mabuk untuk berdiri tegak dan mengendarai mobil.

Jadi setelah membayar minumannya, dia berusaha keras membawa Joo Young keluar dari kedai minuman itu. Meskipun begitu sempoyongan dan tidak terlalu sadar, tapi Sehun berhasil sampai di depan mobilnya, membuka paksa pintunya sekali, tidak bisa, dua kali, tidak bisa juga, dan setelah yang ketiga kali pintu mobil tetap tidak terbuka, dia ingat dengan kunci mobil di sakunya. Memencet tombol unlock dan pintu terbuka, dia memasukkan Joo Young ke kursi penumpang dan dia berjalan (sempoyongan) ke kursi pengemudi di samping Joo Young.

Tapi dia tidak menghidupkan mesinnya. Hanya duduk di sana.

“Oppa…..” ujar Joo Young sedikit ketakutan. Ini pertama kalinya dia melihat Sehun seperti ini.

Sehun diam, lalu membanting setir penuh emosi, membuat Joo Young terlonjak kaget lalu menangis.

“Bagaimana kita akan pulang?” kata Sehun. “Yaaak, jangan menangis.” Bentaknya pada Joo Young. Gadis itu malah semakin menjadi tangisannya. Dia begitu takut dengan Sehun yang seperti ini.

“Aiisshh, kenapa kau begitu menyebalkan sih?” desis Sehun. Tidak perduli untuk mendiamkan gadis yang menangis di sampingnya itu. Dia meraih ponsel di sakunya dan mulai mengetik pesan.

To : Joonmyun

Hyung, kami tidak pulang malam ini. Menginap di hotel.

Dan dia kemudian mematikan ponselnya. Tidak ingin tau apa tanggapan Joonmyun akan pesannya.

“Kita tidak akan pulang.” ujar Sehun. Tapi Joo Young seolah tidak mendengarnya, masih menagis seperti tadi. “Yaak, berhentilah menangis.” ujar Sehun frustasi.

Demi Tuhan, kenapa dia dulu menuruti nafsunya saja dan membuat dia berakhir dengan menikahi gadis ini? Dia kehilangan masa muda dan mungkin sisa hidupnya. Dia masih dua puluh lima dan ingin bersenang-senang dengan gadis seperti Soo Jong. Tapi dia harus terjebak dalam pernikahan menyebalkan begini dengan gadis idiot ini. Dia tidak peduli, dia mabuk, dan dia sedang ingin memanggil gadis ini idiot.

“Pulang… Joo Young mau pulang.” isak Joo Young.

“Tidak bisa. Kita akan tidur di mobil malam ini. Suka atau tidak suka.” Sahut Sehun dingin. “Aku lebih memilih menghabiskan malam ini di dalam mobil daripada besok di rumah sakit.”

Joo Young tetap menangis. Sehun mengacak-acak rambutnya frustasi.

“Aiiisshh lihat kita. Begitu menyedihkan. Kau idiot, sedangkan aku mabuk. Siapa yang bisa membawa kita pulang?” katanya. Dan Joo Young tetap menangis.

Ada hari-hari saat Sehun begitu menyesali pernikahannya dengan Joo Young, dan hari ini tentu adalah salah satunya.

(._.)/\(>_<)/\(._.)

Keesokan harinya, Sehun langsung menyetir mobilnya menuju kediaman Kim. Dia sudah tidak mabuk lagi. Dia menggendong Joo Young yang masih teridur ke dalam rumah, menuju kamar mereka lalu meletakkan tubuh gadis itu di atas kasur yang mereka bagi bersama.

Dia kemudian buru-buru mandi, berusaha menghilangkan bau alkohol yang masih tersisa. Dia… sedikit menyesali perbuatannya semalam. Pertama kalinya dia berlaku kasar pada Joo Young. Wajar saja Joo Young menangis begitu semalam. Tapi sisa malam itu, Joo Young begitu tenang. Dia tidak mengeluh sama sekali tidur di dalam mobil. Tapi tetap saja, itu tidak membuatnya menjadi tidak menyebalkan. Sehun tetap tidak bahagia dengan pernikahannya.

Saat Sehun keluar dari kamar mandi, Joo Young sudah duduk di atas tempat tidur. Baru saja bangun. Matanya sedikit sembab bekas menangis semalam. Dan Sehun kembali merasa tidak enak karena perbuatannya semalam.

“Kau sudah bangun.” ujarnya lembut, sambil membuka laci tempat pakaian dalamnya. Joo Young hanya diam. “Yang semalam itu maaf ya.” Katanya lagi sambil memasang celananya. Kemudian dia melepas handuknya dan mulai memilih pakaian yang harus dipakainya untuk bekerja hari ini. “Semalam itu oppa tidak bermaksud membuatmu menangis. Tidak sengaja.” Katanya lagi, tapi Joo Young hanya diam, tidak menanggapi satu pun perkataan Sehun.

Apa dia masih marah karena dibentak semalam? Sehun memasang celana panjangnya. Kemudian dia berbalik untuk melihat Joo Young sambil menarik ristleting celananya dan mengancingnya. “Dengar, semalam itu….” Sehun berhenti berbicara, melihat Joo Young bingung. “Kenapa kau menutup mukamu?” Apa dia menangis?

Joo Young menolak berbicara dan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, masih menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

“Kenapa kau ini?” ujar Sehun, naik ke tempat tidur dan menarik tangan yang menutupi wajah istrinya itu. Joo Young menahan tangannya tapi Sehun lebih kuat dan dia berhasil menarik tangan Joo Young menjauh dari wajahnya.

Sehun tertegun melihat wajah Joo Young yang merah bukan main. Kenapa dia… aaahh senyum nakal terpasang di wajah Sehun. “Apa kau malu?” godanya. “Aigoo kau malu melihatku setengah telanjang begini? Padahal kau sudah melihat semuanya.” Dia mencubit pipi Joo Young. Membuatnya jadi lebih merah.

“Aigoo aigoo… Apa yang sedang ada dalam pikiranmu hah?” katanya lagi, kali ini sambil mentoel-toel (?) pipi Joo Young iseng. “Apa kau sedang memikirkan sesuatu yang mesum?” Sehun tersenyum menggoda Joo Young. Gadis itu hanya menundukkan kepalanya lalu menggeleng-geleng. Dan wajahnya begitu merah. Saat seperti ini, dia tidak terlihat seperti anak umur lima tahun sama sekali. Dia seperti gadis normal pada umumnya. Mungkin.. inilah yang membuat Sehun pada awalnya mulai menyentuh anak ini.

“Apa aku membolos kerja saja ya?” Sehun masih tersenyum nakal pada istrinya yang begitu malu untuk mengangkat wajahnya. Sehun melirik jam, dia harus berangkat sekitar satu jam lagi ke kantor. “Aah, terlambat sedikit tidak masalah.”

Ada hari saat Sehun menyesali pernikahannya denga Joo Young. Tapi saat Joo Young terlihat begitu menggoda (walaupun baru bangun tidur) di bawah tubuhnya seperti sekarang ini, Aaahh… mungkin Sehun bukannya setidak bahagia itu menikahi Joo Young.

(._.)/\(>_<)/\(._.)

“Kenapa tadi pagi oppa terlambat ke kantor?” tanya Soo Jung saat mereka sedang makan siang.

“Ada sedikit urusan yang perlu diselesaikan di rumah.” Jawab Sehun, berusaha konsentrasi pada makanannya dan tidak mengingat tubuh Joo Young yang entah kenapa dilihatnya lebih seksi dari biasanya tadi pagi.

“Dengan istrimu?” Soo Jung tersenyum mengejek.

Walaupun senyum mengejek Soo Jong tidak dilihat Sehun, tapi Sehun tidak melewatkan nada sarkasme dalam suaru Soo Jong. “Ya.”

“Apa kau tidak berniat untuk menceraikannya secepatnya?” ujar Soo Jung lagi sinis.

“Kenapa aku harus melakukannya?” Sehun mengangkat kepalanya, mempertemukan matanya dengan Soo Jong.

“Tentu saja karna dia itu idiot.”

“Dia tidak idiot.” Desis Sehun cepat. Dan dia menatap Soo Jong tajam, membuat gadis itu sempat bergidik.

“A.. apa-apan…”

“Jangan pernah sekalipun menyebut istriku idiot.” Ujar Sehun lagi, kali ini dengan kasar. “Aku tidak akan memaafkan siapapun yang memanggilnya atau memperlakukannya seperti orang idiot.”

Soo Jung begitu terkejut dengan reaksi Sehun. Dia ternganga, tiba-tiba kehilangan kemampuan bicaranya. Dia pikir Sehun juga tertarik padanya dan tidak peduli sama sekali dengan istri idotnya itu. Dia tidak menyangka sama sekali kalau Sehun akan bereaksi seperti ini. Dia… tidak bisa mengatakan apa-apa. Apakah mungkin Sehun sebenarnya mencintai istrinya itu?

Sehun tidak bahagia. Atau dia beranggapan begitu. Karena dia selalu menjadi begitu mudah terpancing emosinya dan marah kepada orang-orang yang berani memanggil Joo Young idiot dan meremehkannya. Meskipun orang itu adalah perempuan yang sangat cantik seperti Soo Jong ini. Padahal dia berpikir dia mungkin bisa suka Soo Jung karena gadis ini begitu mempesona. Tapi tetap saja Sehun seolah tidak bisa mengendalikan hati dan pikirannya. Entah kenapa dia begitu pemarah kalau sudah menyangkut Joo Young.

Ada hari dimana Sehun begitu menyesali pernikahannya dengan Joo Young. Saat ini adalah salah satunya. Dia memarahi gadis cantik seperti Soo Jung hanya karna mengatai istrinya itu idiot.

(._.)/\(>_<)/\(._.)

Joo Young sedang asik berbincang dengan oppanya di ruang tegah malam itu. Dan Sehun duduk tidak begitu jauh dari mereka, supaya dia bisa mendengar pembicaraan mereka. Dia ingin memastikan Joo Young tidak menceritakan kehidupan pribadi mereka kepada Joonmyun. Terakhir kali Joo Young melakukannya, Sehun dipaksa untuk menikahi Joo Young.

“Joo Young-ah, menurutmu lebih baik siapa? Oppa atau Sehun oppa?” Sehun memutar bola matanya mendengar pertanyaan kekanak-kanakan Joonmyun. Tentu saja Joo Young berpikir lebih baik Sehun.

“Oppa.” Jawab Joo Young cepat. Sehun menurunkan bahunya kecewa mendengar jawaban Joo Young yang begitu cepat. Joonmyun tersenyum senang.

“Jeongmal? Kalau begitu, kalau Joo Young disuruh memilih oppa atau Sehun oppa?” Sekali lagi Sehun memutar bola matanya malas. Seriously? Joonmyun kekanak-kanakan sekali. Dia begitu ingin menunjukkan kalau Joo Young lebih suka Joonmyun daripada Sehun.

“Aku pilih Sehun oppa.” Jawab Joo Young lagi dengan cepat.

Kali ini Sehun tersenyum puas di balik bukunya dan Joonmyun yang menurunkan bahunya lemas.

“Joo Young-ah, apa kau punya cita-cita? Sesuatu yang ingin kau lakukan di masa depan.” Joonmyun memberikan pertanyaan lain, kecewa dengan jawaban Joo Young tadi.

“Aku mau jadi sekretaris.” Jawab Joo Young.

“Sekretaris? Kenapa?” Kali ini Sehun yang bertanya, meletakkan bukunya. Dari mana Joo Young tau tentang pekerjaan sebagai sekretaris? Otaknya tidak cukup tua untuk mengetahui profesi seperti itu.

“Aku… mau jadi sekretaris Sehun oppa.”

“Kenapa?” tanya dua pria di ruangan itu lagi, serempak.

“Supaya aku bisa terus dengan Sehun oppa.”

Sehun berdiri dari posisinya semula, mendekat pada Joo Young dan memeluknya. “Aigoo… kenapa kau mau terus bersamaku?”

“Karna Joo Young paling sayang oppa.”

“Jangan bilang begitu. Nanti oppa mu sedih.” Kata Sehun, tapi dia memandang Joonmyun dan tersenyum penuh kemenangan.

“Y.. ya. Joo Young-ah, kau kan bisa bersama oppa. Dan memangnya kau tidak sayang oppa juga?” Joonmyun beringsut mendekati Sehun dan JooYoung. Tapi Sehun dengan sengaja duduk di tengah-tengah, menghalangi Joonmyun mendekati Joo Young.

“Maaf, Hyung. Sepertinya istriku lebih senang menghabiskan waktu denganku.” Sehun tersenyum lebar. Lalu dia mendudukkan Joo Young di pangkuannya dan memeluknya dari belakang.

Joonmyun merasa seperti rahangnya jatuh ke tanah. Dia tidak bisa menutup mulutnya saking shocknya dia. Adiknya…..

“Kurasa sudah waktunya kau juga mencari istrimu sendiri Hyung. Tidak mungkin kan terus-terusan fokus pada Joo Young. Kalau dia, kan sudah ada aku yang akan menjaganya.” Sehun, sekali lagi tersenyum lebar. Memandang joonmyun penuh kemenangan. Sedangkan Joonmyun hanya bisa menyandarkan tubuhnya lemas di sofa. Aaah, dia seharusnya tidak secepat itu menyuruh Sehun menikahi Joo Young.

Mungkin Sehun jatuh cinta. Mungkin juga tidak. Tapi dia bukannya tidak bahagia sama sekali menikah dengan gadis polos ini. Setiap hari hatinya seolah dipenuhi bunga. Begitu banyak kupu-kupu juga bintang-bintang, dan ada malaikat beterbangan di sekitar kepalanya. Mungkin Cupid kali ini sudah membidik hatinya dengan tepat dan menembaknya tepat di sasaran. Waktu rasanya seakan melambat tiap kali gadis ini di pelukan. Seolah seluruh dunia menjadi blur. Dan semua hanya karena seorang gadis.

Ada hari saat Sehun begitu menyesali pernikahannya dengan Joo Young. Dan hari ini jelas sekali bukan salah satunya. Saat dia merasakan jantungnya seakan mau meledak ketika Joo Young duduk di pangkuannya.

*Love You, Love You Not*

 A/N : Gimana reader? Mian yah kalo kurang memuaskan soalnya sequel ini dibuat buru-buru begitu juga posternya. Mulai dari jam sebelas sampe jam satu siang ini. Jadi, kalo emang kurang memuaskan, maklumin aja yah ._. Sory for typos, errors, dll. Tetap tinggalkan jejakmu kalau sudah membaca sampe akhir🙂 I appreciate it so much if you respect me^^

367 thoughts on “Love You, Love You Not [Sequel to You’re Crazy and I’m Out of My Mind]

  1. Ini sequelnya mana aja yah ? Aku kudet bgt baru main ke blog sini😥
    Keren ih ceritanya gak mainstream , konfliknya juga gak berat dan asik bgt lucu juga . Ahh sempurna , sukaaaa :*

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s