My My [Chapter 4]

Hallo, akhirnya bisa ngepost chapter 4 juga hehe happy reading!^^

mymy

Title  : My My

Length :-

Rating : PG 13

Genre :Romance, friendship, school life

Author :Selvyvii907/@selvyguunawan

Main Cast:-Oh Sehun(Exo-K), Jung Eunji Support Cast: Do Kyungsoo (Exo K), Son Naeun

chapter 1 chapter 2 chapter 3

My My

Sehun terdiam sesaat sampai akhirnya mengangguk, “Kau tak berpikir aku benar-benar menyukaimu kan?”Tanya Sehun lagi, Eunji terkesiap, yeoja itu lalu tertawa hambar, “Tentu saja tidak, aku tak pernah menganggapnya serius.”Jawab Eunji cepat, Sehun menganggukan kepalanya, “Baguslah, dan aku harap nilai fisikamu tadi bagus, karena setelah tiga kali kau mendapat nilai diatas 70, aku bisa terbebas.”Ucap Sehun lagi, namja itu menatap Eunji dengan tatapan dingin, Eunji mengerjapkan matanya, ia tak tahu apa yang salah dengannya, tapi entah kenapa seperti ada sesuatu yang menusuknya begitu mendengar ucapan Sehun barusan, apa namja itu benar-benar menganggap tambahan pelajaran itu beban baginya? Dan tatapan dingin Sehun kali ini sukses membuatnya merasakan sakit, Sehun memang sering menatapnya dengan dingin tapi seperti ada yang berbeda dari tatapan namja itu sekarang, dan Eunji membencinya ketika Sehun menatapnya begitu, Eunji menganggukan kepalanya, “Aku juga ingin segera terbebas dari pelajaran tambahan.”Balas yeoja itu tak kalah dingin, Sehun tersenyum sinis, “Kalau begitu kita sama.”Sahut Sehun pelan, kemudian namja itu meninggalkan Eunji yang mematung.
“Aku membencimu Oh Sehun!”Gerutu Eunji tanpa menyadari kalau Sehun mendengar ucapannya barusan, namja itu menghela napas dan kembali melangkah pelan.

Chapter 4

Eunji membereskan peralatan sekolahnya dengan raut wajah datar, gadis itu terlihat sangat tidak bersemangat, Naeun sendiri sampa heran, padahal tadinya yeoja itu senang setengah mati karena Kyungsoo.

“Eunji-ya, pulang denganku ya.”Ajak Naeun, berusaha untuk mencarikan suasana. Eunji menatap Naeun sesaat sampai akhirnya ia mengangguk dan hanya bergumam tidak jelas.

“Kau kenapa sih? Tadi bersemangat sekali, sekarang malah tiba-tiba begitu, lama-lama kau seperti bunglon, berubah-ubah.”Komentar Naeun yang direspon oleh helaan napas berat dari Eunji.

“Aku sedang kesal.”Gerutu Eunji dengan raut wajah yang bertambah masam.

“Kenapa?”

Naeun menatap Eunji bingung, lama-lama sahabatnya itu semakin sulit ditebak jalan pikirannya.

“Sehun menyebalkan! Dia bilang aku harus mendapatkan nilai fisika diatas 70, supaya setelah itu dia bisa terbebas dariku, apa dia begitu menderita  mengajariku? Memang sih aku lemah dalam fisika, tapi setidaknya kan aku sudah berusaha, menyebalkan.”Omel Eunji tanpa sadar, gadis itu tetap menjaga volume suaranya, mengingat bahwa ia tak sendiri di kelas, dan Oh Sehun sebenarnya masih ada dikelas, tapi Eunji tak peduli kalau pria itu mendengar ucapannya barusan.

“Bukannya kau juga keberatan dengan pelajaran tambahan itu? Pertama kali Lee seossangnim memeberitahukan hal itu kau bahkan terlihat sangat kesal.”

Eunji menatap Naeun dan mengerjapkan matanya, gadis itu terdiam, ia sendiri juga tak mengerti kenapa ia begitu kesal sekarang, Naeun benar, ia memang kesal setengah mati saat pertama kali tahu bahwa Sehun akan memberikan tambahan pelajaran padanya, dan seharusnya ia tak perlu tersinggung kalau pria itu ingin segera menyudahi pelajaran tambahan itu.

Eunji!

Panggilan seseorang itu membuat Eunji dan Naeun mengalihkan tatapan mereka, saat itu keduanya mendapati seorang pria berjalan menghampiri mereka.

Jantung Eunji selalu bereaksi lebih cepat ketika melihat senyuman pria itu, pria yang memanggilnya itu adalah Kyungsoo, pria yang mengatakan padanya bahwa ia akan belajar untuk mencintai dirinya, dan kini Kyungsoo tengah berjalan ke arah mereka.

“Hey, kenapa belum pulang?”Tanya Kyungsoo lembut, apa pria itu tak sadar nada lembutnya selalu bisa meluluhkan hati yeoja.

“A-aku akan pulang sekarang, tadi aku dan Naeun masih berbicara sebentar.”Ucap Eunji agak terbata, Kyungsoo melirik Naeun sekilas dan kembali menatap Eunji.

“Mau pulang bersama?”

Kali ini mata Eunji melebar begitu mendengar tawaran Kyungsoo barusan.

“Ah, tapi aku akan pulang dengan Naeun.”Jawab Eunji sambil tersenyum.

Gwaenchana, aku bisa pulang sendiri.”Naeun buru-buru menyela Kyungsoo yang hendak merespon.

“Bagaimana kalau kita bertiga pulang bersama?”

Naeun membuka mulutnya, bersiap untuk menolak tawaran Kyungsoo dan pulang sendiri, tapi Eunji yang gantian menyela-nya.

“Ide bagus! Kita pulang bertiga saja.”Jawab Eunji sambil tersenyum cerah, Kyungsoo mengangguk sedangkan Naeun menatap Eunji heran, padahal ia sengaja membiarkan gadis itu berduaan dengan Kyungsoo.

Tapi begitu melihat isyarat dari gadis itu, Naeun menyetujuinya.

“Tapi sepertinya aku punya ide yang lebih bagus.”Kyungsoo kembali bersuara, pria itu memasang wajah cerah.

“Ide apa?”Tanya Eunji penasaran.

“Bagaimana kalau kita ke taman hiburan? Besok kan hari sabtu, hitung-hitung menghilangkan penat setelah ulangan fisika tadi.”Usul Kyungsoo semangat.

Eunji dan Naeun saling menatap ragu, tapi ide Kyungsoo memang bagus, lagipula Eunji sudah lama tak menghibur dirinya di tempat seperti itu.

“Kedengarannya menyenangkan! Kau mau ikut kan, eun?”Eunji melempar pandangnya pada Naeun.

“Aku—“, “Ayolah, kita harus menyegarkan pikiran kita, ulangan fisika tadi itu benar-benar menguji batin tahu!”Potong Eunji dengan cepat.

“Baiklah..”Naeun akhirnya menyetujui ajakan keduanya itu, Eunji bersorak senang, membayangkan betapa menyenangkannya menaiki wahana-wahana disana.

“Sehun-ah!”

Kyungsoo memanggil Sehun yang ternyata baru akan berjalan meninggalkan kelas, Sehun menghentikan langkahnya tepat di depan pintu, pria itu mengerutkan keningnya.

“Kesini sebentar.”Pinta Kyungsoo.

Sehun berdecak malas, namun akhirnya pria itu tetap berjalan ke arah mereka, Eunji kini melirik Sehun sebal.

“Ada apa?”Tanya Sehun datar, pria itu melirik Eunji yang sepertinya kini menghindari kontak mata dengannya.

“Kau mau ikut ke taman hiburan tidak?”Ajak Kyungsoo.

Sehun mengernyetikan keningnya, “Untuk apa?”

“Belajar fisika,” Kyungsoo menjawab dengan nada datar, “Ya tentu saja bermain.”

Sehun terdiam sesaat, lalu pria itu menggeleng, “Aku tidak bisa.”

“Kenapa?”Tanya Kyungsoo

“Mau bermain play station.”

Kyungsoo mendengus, “Yah, itu kan bisa kau lakukan kapan pun kau mau, ayolah, memangnya kau tak bosan di rumah terus?”

“Memangnya siapa saja yang ikut?”

“Aku, Eunji dan juga Naeun.”

Sehun terdiam, ia sebenarnya malas pergi ke tempat seperti itu, apalagi suasana hatinya sedang tidak enak sekarang ini, tapi membayangkan Kyungsoo dan Eunji pergi kesana bersama –walaupun ada Naeun- tanpa Sehun tahu apa yang akan mereka lakukan nanti, entah kenapa itu membuat Sehun tak rela.

“Baiklah, aku ikut.”Jawab Sehun ragu.

Kyungsoo menunjukan cengiran senang, dan Naeun sendiri tak bisa menutupi senyuman tipis di wajahnya, ia senang pria itu akan bergabung bersama mereka, karena selama Sehun ada didekatnya, itu membawa kesenangan tersendiri baginya.

“Tapi sepertinya ada yang keberatan dengan kehadiranku.”Sehun menyindir Eunji yang kini memasang wajah kusut.

“Apa? Aku tak keberatan.”Kilah Eunji kesal.

“Memangnya yang bilang orang itu kau siapa?”Tanya Sehun.

Eunji terdiam, benar juga, pria itu kan tak menyebut namanya.

“Dasar haraboji menyebalkan.”Umpat Eunji kesal.

“Halmonie cerewet.”Balas Sehun tak mau kalah.

Kyungsoo memijat keningnya, pertempuran mereka sepertinya akan segera dimulai.

“Aish, sudahlah, kalian ini bertengkar terus, kapan kita berangkatnya?”Naeun kini angkat suara, gadis itu berdecak kesal, dan setelah itu Sehun dan Eunji menghentikan perdebatan tak bermutu mereka.

**^^**

 

“Akhirnya sebentar lagi aku bisa menenangkan pikiranku!”Eunji bersorak senang ketika dirinya dan ketiga orang disampingnya kini tengah berjalan menuju parkiran sekolah, Naeun terkekeh pelan melihat tingkah sahabatnya itu.

“Nanti kau harus mencoba semua wahana-nya ya?”Ucap Kyungsoo.

Eunji mengangguk, “Tentu! Kau juga, pokoknya kita semua harus mencoba semuanya!”

Kyungsoo tertawa renyah dan mengangguk, sedangkan Sehun hanya menatap kedua orang itu malas, semoga keputusannya untuk ikut tidak salah dan bukannya malah membuat suasana hatinya makin memburuk.

Brum.

Bunyi motor kencang itu membuat Sehun  menoleh ke belakang, saat itu ia motor yang melaju dengan kecepatan kencang, refleks, Sehun segera menarik Naeun yang berada paling pinggir begitu motor itu melewati mereka berdua, mungkin Naeun  bisa saja terserempet kalau saja Sehun tak menariknya.

“Yah!”Sehun mengomel kesal pada pengendara motor itu, pria yang mengendarai motor itu menghentikan motornya dan melepas helm-nya.

“Ah mianhae Sehun, aku sedang terburu-buru.”Seorang namja dengan dark circles khas dimatanya menatap Sehun dengan tatapan bersalah.

“Harusnya kau tidak mengebut sembarangan di lingkungan sekolah, kau hampir saja menabraknya.”

Sehun melempar pandang pada Naeun yang kini tengah menatapnya.

“Aku ada urusan jadi aku harus buru-buru, maafkan aku ya eun, kau tidak apa-apa kan?”Tanya Tao khawatir, Naeun tersenyum tipis dan menggeleng, “Gwaenchana. Kau tidak salah kok.”

Tao menghembuskan napas lega dan tersenyum bersalah sebelum akhirnya meninggalkan mereka berempat.

Naeun menatap Sehun yang kini diam, Sehun tadi menyelamatkannya dan pria itu bahkan mengomeli Tao, hal itu membuat debaran di jantung Naeun semakin tak menentu, ia ingin mengucapkan terimakasih tapi ia terlalu gugup sekarang.

Eunji sendiri kini menatap Sehun yang terlihat begitu kesal, kenapa pria itu harus sampai memarahi Tao? Ia bahkan terlihat sangat khawatir, Eunji kira Sehun tak peduli dengan orang lain, tapi pria itu ternyata sangat memperdulikan Naeun.

Di sisi lain, Kyung soo kini malah memperhatikan Naeun, ada yang berbeda dari cara gadis itu menatap Sehun, dan sepertinya ia tahu apa arti tatapan itu, dan mungkin ia juga mulai tahu apa alasan Naeun menolak perasaannya.

**^^**

“Yang benar saja, kenapa harus ada wahana seperti itu? Aku mual.”

Sehun memegangi perutnya dan tak berhenti mengumpat, ia bersumpah tak akan menaiki roller coaster itu lagi, sekarang ia merasa isi perutnya sedang dikocok-kocok, dan Sehun membenci itu.

“Aih seru sekali! Bagaimana kalau kita naik lagi?”

Sehun seperti mendengar kutukan penyihir begitu mendengar ucapan Eunji barusan, gadis itu kini terlihat begitu senang dan dia bilang apa tadi? Naik sekali lagi?!

“Tidak akan!”Sehun menolak dengan cepat, Eunji mencibir dan menatap Naeun dan Kyungsoo yang kini juga memasang wajah enggan.

“Yah Sehun, wajahmu pucat sekali hahaha.”Eunji tak bisa menahan tawanya begitu mendapati wajah Sehun yang memucat, Sehun menatap Eunji datar.

“Ini semua karenamu! Kalau kau tidak memaksaku naik permainan seperti itu, aku tak akan begini.”Omel Sehun.

“Aku kan tidak tahu kalau kau takut.”Eunji membela diri.

“Aku tidak takut, hanya saja tidak suka.”Sehun membantah.

“Tsk, bilang saja takut.”

“Mana mungkin aku takut.”

“Buktinya wajahmu sampai seperti itu, Oh Sehun yang diidolakan banyak orang takut naik roller coaster, daebak.”

“Aku kan sudah bilang kalau aku ti—“

“Kalian mau berdebat sampai kapan?”Kyungsoo memotong pertengkaran kecil keduanya itu, pria itu menghela napas beratnya, ia kadang heran pria seperti Sehun kenapa bisa menjadi begitu kekanakan ketika berhadapan dengan Eunji.

“Sekarang kita kemana?”Naeun berusaha mencairkan suasana.

“Aku lapar, kita makan dulu ya.”Pinta Eunji dengan wajah memelas.

Kyungsoo terkekeh dan mengacak rambut gadis itu pelan. Sehun melebarkan matanya begitu melihat perlakukan sahabatnya itu, Eunji bahkan kini terdiam, entah karena saking terkejutnya atau karena gadis itu terlalu senang.

“Oke, kita makan dulu saja.”Ujar Kyungsoo mantap, seolah tak menyadari reaksi terkejut Eunji.

Sehun mendengus tanpa sadar, namja itu menendang minuman kaleng didepannya untuk melampiaskan rasa kesalnya.

“Aduh!”

Erangan seseorang itu terdengar tak lama setelah Sehun menendang kaleng bekas minuman itu, Sehun membulatkan matanya karena ternyata kaleng minuman itu mengenai kepala seseorang.

“Siapa yang melempar kaleng ini?!” Seorang pria bertubuh besar menatap garang ke sekelilingnya, pria dengan kisaran usia tiga-puluh tahunan itu mengusap kepala gundulnya dan meremas kaleng minuman bekas itu dengan tampang menyeramkan.

“Maafkan aku ahjussi, aku tidak sengaja.”

Eunji, Kyungsoo dan Naeun serempak menoleh pada Sehun, pria yang barusan berbicara itu, Sehun memasang raut wajah merasa bersalah, tapi tetap saja ia masih terlihat tenang.

Pria bertubuh besar itu kini menatap Sehun bengis, dan ketiga teman disampingnya juga ikut melempar pandang dengan tatapan yang hampir sama.
Satu kata yang terlintas dipikiran Sehun begitu melihat penampilan urakan keempat pria itu, preman.  Bagus, sekarang ia tengah berhadapan dengan preman. Dan itu artinya dia tak akan bisa terbebas dengan mudah.

“Kau yang melemparnya? Wah, cari mati ya?”Bentak pria itu, seolah tak memperdulikan orang-orang yang menatap mereka heran.
“Aku tidak sengaja, maaf.”Sehun kembali mengulangi permintaan maafnya.
Ne ahjussi, temanku tidak sengaja.”Kyungsoo kali ini menambahkan.
“Kepalaku terluka sekarang, kau harus membayar untuk biaya berobatku.”Pria itu kini menatap Sehun dengan tatapan mengancam.

“Apa? Membayar? Maaf, tapi aku bahkan tak melihat sedikit pun benjol dikepalamu.”Sehun menolak dengan halus.

“Tsk, kau tak mau membayar? Mau mencari masalah dengan kami?”Kali ini salah satu teman pria berkepala gundul itu yang berbicara.

Sehun menghela napasnya, “Tapi minuman kaleng itu tak mungkin melukai kepala ahjussi, saya kan sudah minta maaf, apa itu kurang cukup?”

Eunji menatap Sehun panik, “Bayar saja, kau mau kita babak belur?”Eunji membisikan beberapa kata pada Sehun.

“Yah, aku tau kau bodoh dalam pelajaran fisika, tapi setidaknya jangan bodoh dalam hal seperti ini, jelas-jelas mereka berusaha memeras kita.”Balas Sehun  kesal. Eunji menatap Sehun bengis, pria itu masih sempat-sempatnya meledek dirinya di saat seperti ini.

“Aku akan mebayarnya, berapa biayanya?”Kyungsoo menengahi kedua pihak itu dan memutuskan memakai cara aman.

Ani, Kyungsoo, kau tak perlu membayar mereka se-peser pun.”Sehun dengan cepat menahan tangan Kyungsoo yang hendak mengambil dompetnya.

“Bocah ini, benar-benar perlu diberi pelajaran.”Pria bertubuh besar itu melempar kaleng bekas ditangannya dengan kasar.

“Hun, sepertinya kita harus mengambil gerakan aman, aku akan menghitung sampai ketiga.”Kyungsoo berbisik pada Sehun.

“Hana..dul..”Kyungsoo mulai menghitung, sedangkan Sehun mulai mengerti maksud ucapan pria itu.

“Set!!”Tepat saat hitungan ketiga, Sehun dengan cepat menarik tangan Eunji dan berlari dari sana, Kyungsoo menatap Sehun heran, namun pria itu dengan cepat menarik Naeun untuk pergi kesana atau tidak mereka bisa tertangkap.

“Yah! Jangan lari!”Pria bertubuh besar itu berteriak dan berlari menyusul mereka.

**^^**

Sehun masih menggenggam erat tangan gadis itu, ia sendiri tak tahu kenapa ia bisa menarik Eunji tadi, itu semua refleks, yang jelas dalam pikirannya ia harus menyelamatkan gadis itu.

Sehun melirik Eunji yang berada sedikit di belakangnya, gadis itu hanya diam sambil tetap berlari, mungkin ia merasa aneh karena Sehun menariknya tiba-tiba tadi.
“Aku lelah.”Sehun menghentikan langkahnya begitu mendengar keluhan Eunji barusan , dan saat itu Eunji juga otomatis berhenti.

“Tapi mereka sedang mengejar kita sekarang.”Sehun melirik ke sekitarnya khawatir.

“Kenapa kau menarikku?”

Sehun menatap Eunji begitu gadis itu menanyakan pertanyaan itu, Eunji memasang raut wajah heran.

“Aku..Yah, memangnya aku sempat berpikir siapa yang harus aku tarik? Wae? Kau berharap Kyungsoo yang menarikmu?”Tanya Sehun kesal.
Eunji mecibir, gadis itu lalu menggeleng, “Bukan begitu, sudahlah lupakan saja.”

Sehun berdeham pelan, pria itu lalu mengerjapkan matanya begitu mendapati kelompotan preman itu mendekat, “Mereka sudah dekat!”Ujar Sehun panik, namja itu dengan cepat menarik Eunji dan kembali berlari.
Eunji menoleh ke belakangnya, dan ternyata benar, pria-pria berbadan besar itu kini tengah berlari mengejar mereka, Eunji kini menatap tangan Sehun yang menggengam erat tangannya, ia  tak tahu apa yang salah dengan debaran jantungnya sekarang, namun satu hal yang  Eunji juga tahu bahwa selama Sehun menggenggam tangannya, ia akan baik-baik saja.

**^^**

Kyungsoo menghela napas lega begitu dirinya dan Naeun kini tengah memasuki bianglala yang ada disalah satu taman hiburan ini, mereka tak punya pilihan lain, untungnya keempat pria itu tak melihat mereka menaiki wahana ini.
“Benar-benar melelahkan.”Naeun menyenderkan tubuhnya di senderan kursi dan menghela napas panjang, gadis itu menyeka keringat yang mengalir didahinya, sungguh, sedari tadi ia merasa seperti syuting film action.

“Kau baik-baik saja?”

Naeun menatap Kyungsoo yang menatap dirinya khawatir, Naeun menganggukan kepalanya dan tersenyum tipis, “Aku baik-baik saja, tadi itu benar benar menegangkan.”
“Aku kira kita akan tertangkap nanti, kalau sampai iya, aku lebih baik menyerahkan uang padanya ketimbang berurusan dengan mereka.”Ujar Kyungsoo sambil mengatur napasnya, Naeun tertawa pelan, gadis itu lalu melempar pandang ke luar jendela, apa yang sedang Sehun dan Eunji lakukan sekarang? Apa mereka baik-baik saja? Sejujurnya, ia sedikit terkejut saat Sehun menarik Eunji secara tiba-tiba tadi, tapi Naeun sadar ia tak perlu merasa cemburu karena Eunji menyukai pria dihadapannya sekarang, bukan Sehun.

“Naeun-ah.”

Naeun tersentak dan menatap Kyungsoo yang memanggilnya tadi,”Ne Kyungsoo-ya?”

“Aku telah melakukan apa yang kau minta, belajar untuk mencintai Eunji.”Ujar Kyungsoo pelan, Naeun menatap Kyungsoo dan tersenyum.

Gomawo Kyungsoo-ya, aku tahu kau adalah pria yang baik.”

“Tapi aku butuh waktu untuk menyukainya dan juga—“ Kyungsoo menggantungkan kalimatnya dan menatap Naeun lekat.
“Untuk melupakanmu.”

Naeun mengerjapkan matanya begitu mendengar ucapan Kyungsoo barusan, gadis itu juga menatap Kyungsoo dengan perasaan campur aduk.
“Kau pasti bisa menyukai Eunji, dia gadis yang baik.”Ujar Naeun pelan.
“Dia memang baik, dan menarik, tapi aku butuh waktu.”Kyungsoo kembali bersuara.
“Semuanya butuh proses, aku yakin cepat atau lambat kau bisa melupakan perasaanmu padaku.”Ucap Naeun lagi, gadis itu tersenyum lembut.
Kyungsoo mengangguk kaku, “Apa kau menolaku karena kau telah menyukai pria lain?”
Naeun terperanjat, “A-apa?”

“Sehun, kau menyukai pria itu kan?”

Ada jeda yang cukup panjang ketika  Kyungsoo menanyakan pertanyaan itu, Naeun tak tahu kenapa pria itu bisa menebak demikian, ia tak ingin berbohong, tapi kalau ia jujur, bukankah itu bisa menimbulkan masalah?

“Kenapa kau bilang begitu?”
“Karena tatapan matamu berbeda saat kau menatapnya.”
“Aku..aku memang menyukainya.”

Kyungsoo tersenyum, berusaha menutupi rasa ngilu didadanya, kebetulan macam apa ini? Ia menyukai Naeun tetapi gadis itu menyukai Sehun, dan Eunji menyukai dirinya tapi sampai sekarang hanya Naeun gadis yang mampu mencuri hatinya.

“Sehun beruntung, pria itu tak perlu terjebak dalam kondisi seperti ini, ia bahkan tak menyukai siapapun.”Komentar Kyungsoo pelan.
“Sehun tidak menyukai siapa-siapa?”Tanya Naeun ragu.
Kyungsoo mengangguk, “Setauku begitu, ia tak pernah menceritakan tentang masalah percintaannya.”

Naeun terdiam, entah kenapa ia ragu dengan ucapan Kyungsoo itu, tapi kemungkinannya memang besar kalau orang sendingin Sehun tak menyukai siapapun, itu artinya ia masih punya harapan kan?

“Naeun-ah, kalau kau memang menyukainya, aku akan membantumu, apapun demi kebahagiaanmu.”Ujar Kyungsoo tiba-tiba, pria itu menatap Naeun yang kini terlihat terkejut.

**^^**

Sehun menarik cepat tangan Eunji memasuki sebuah ruangan gelap yang ada didekatnya, Sehun rasa ini rumah hantu, entahlah, Sehun tak benar-benar memperhatikannya, dipikirannya adalah ia harus bisa terbebas dari para preman bengis itu. Untungnya antrian rumah hantu ini sedang sepi, sehingga ia bisa langsung memasuki tempat ini.

“Sehun, ini dimana?”Eunji berbisik begitu menyadari suasana gelap disekelilingnya.
Sehun menatap Eunji dan melepaskan genggaman tangannya seketika, “Nanti kau juga akan tahu.”Jawab Sehun datar.
Eunji menatap ke sekelilingnya, gelap, sepi dan suasanya menyeramkan.
“Jangan bilang ini—“ , “Eomma! Hantunya seram sekali!”Pekikan seorang bocah menjawab kecurigaan Eunji barusan, gadis itu mengerjapkan matanya berkali-kali begitu menyadari dirinya berada di tempat yang paling dihindarinya itu.

“Kyaa! Ini rumah hantu?”Jerit Eunji panik, Sehun mengusap telinganya dan melirik Eunji kesal.

“Kau ini, suaramu bahkan lebih kencang dari anak kecil tadi.”Gerutu Sehun.

“Aih kenapa kau membawaku kesini?! Aku mau keluar!”

“Kau gila? Kita bisa tertangkap!”

“Tapi aku takut..”

“Ada aku.”

Eunji menghentikan ucapannya begitu mendengar kalimat terakhir  Sehun barusan, pria itu seolah mengatakan kalau ia akan menjaga Eunji dan semuanya akan baik-baik saja. Eunji menggelengkan kepalanya dengan cepat, kenapa harus memikirkan ucapan Sehun itu, pria itu pasti asal mengatakannya.

“Sekarang  cepat jalan, dibelakang kita ada banyak orang.” Sehun berjalan mendahului Eunji yang masih diam, sadar ditinggal, Eunji dengan cepat menjajari langkah pria itu.
Eunji tak bisa berhenti bergidik setiap berjalan melewati ruangan gelap itu, ia benci gelap, apalagi rumah hantu, terakhir ia kesini saat ia masih berusia 7 tahun, dan setelah itu ia menangis selama berjam-jam.

“Duar!”
“Huaa!!”Eunji memekik ketakutan begitu seseorang gadis dengan rambut yang menutupi hampir seluruh wajahnya tiba-tiba saja mengagetkannya, gadis itu memeluk lengan  Sehun refleks dan memejamkan matanya erat.
Sehun hampir saja terjungkal kaget karena Eunji tiba-tiba memeluknya, namun pria itu mengulas senyum tipis dan menatap tangan Eunji yang memegang erat lengannya sekarang.
Gwaenchana, itu hanya orang biasa, sama seperti kita.”Ujar Sehun menenangkan, Eunji mengangkat kepalanya ragu, gadis itu lalu menatap Sehun yang menahan tawanya, Eunji mencibir.

“Jangan menertawaiku.”
“Aku tidak tertawa, baiklah, kita jalan lagi.”

Eunji mengangguk dan kembali berjalan, tapi gadis itu tak melepaskan tangannya dari Sehun, dan itu membuat senyuman tipis terukir diwajah Sehun.

**^^**

“Ini semua gara-garamu! Pokoknya ini terakhir kali aku masuk rumah hantu!”

Sehun mendengus begitu mendengar Eunji yang tak henti-hentinya mengumpat setelah mereka berdua keluar dari rumah hantu, ia bahkan tak tahu sudah berapa kali gadis itu berteriak selama ada disana.

“Kau lebih memilih dibuat babak belur oleh preman preman itu?”

“Tapi tetap saja, kalau kau tidak menendang kaleng bekas itu sembarangan kita tak akan dikerjar begini.”

“Ini semua karenamu.”

“Aku? Memangnya aku kenapa?”

“Kalau bukan karenamu aku tak akan menendang kaleng itu.”

“Apa?”

Sehun mengunci mulutnya begitu sadar ia telah salah bicara, ia tak mungkin mengatakan kalau ia menendang kaleng bekas itu karena cemburu melihat Eunji dan Kyungsoo.

“Lupakanlah.”Sehun mempercepat langkahnya dan meninggalkan Eunji yang masih melongo heran.
Eunji mencibir dan menyusul Sehun, gadis itu memilih untuk tak memperpanjang masalah itu lagi.

Eunji dan Sehun memilih untuk duduk di salah satu kedai makanan sembari menunggu Kyungsoo dan Naeun yang akan menghampiri mereka.
“Bagaimana kalau nanti kita masuk rumah hantu lagi?”Sehun kembali menggoda gadis itu, Eunji menurunkan buku menu yang dipegangnya dengan mata melebar,

Shireo! Aku tak akan pernah mau kesana lagi.”Tolak Eunji cepat.

“Tapi sepertinya bagus kalau kita kesitu lagi.” Sehun kembali berkomentar

“Bagus apanya?”

“Dengan begitu kau bisa selalu memegang tanganku.”

Deg. Eunji menatap Sehun dengan wajah memerah, ia baru ingat tadi ia memang memeluk lengan pria itu, benar-benar memalukan.

“Yah! Jangan meledekku, tadi itu terpaksa.”Eunji memasang wajah cemberut sedangkan Sehun hanya tertawa.

Selang beberapa lama kemudian Naeun dan Kyungsoo datang menghampiri mereka, Sehun yakin kalau ia melihat senyuman lebar diwajah gadis itu saat Kyungsoo menghampirinya, setelah itu mereka berempat menghabiskan acara mereka dengan mengobrol , dan tentunya Sehun harus menahan rasa kesalnya saat Kyungsoo dan Eunji berkali-kali saling bertatapan dan tersenyum.

**^^**

Pelajaran pertama hari ini akan dibuka dengan fisika, seperti biasa Lee seossangnim tak pernah terlambat, pria itu kini tengah berdiri di depan kelas dan memegang setumpuk kertas yang tak lain adalah lembaran ulangan fisika kemarin Jumat.

“Aku telah memeriksa ulangan kalian kemarin.”Lee seossangnim menatap ke murid-muridnya yang kini memasang beraneka ragam ekspresi wajah, ada Baekhyun yang terlihat tegang, Sehun yang terlihat cuek, Kyungsoo yang memasang wajah tenang dan juga Eunji yang memasang wajah pasrah.

“Untuk ulangan kemarin, ada tiga orang yang mencapai nilai sempurna, berikan tepuk tangan pada Sehun, Kyungsoo dan Suho.”

Seisi kelas sontak bertepuk tangan riuh, mereka bertiga memang jenius, ketiga orang itu selalu bersaing ketat dan merupakan bintang kelas.

“Tapi ada kabar yang lebih mengejutkan.”Lee seossangnim menggantung ucapannya dan menatap Eunji yang hanya diam, Eunji mengerjapkan matanya begitu menyadari Lee seossangnim kini tengah menatapnya.
“Jung Eunji, kau mendapat nilai 75, selamat.”Lee seossangnim tersenyum bangga.

“Apa?! Aku lulus? Seossangnim tidak bohong kan?”Eunji bangkit dari bangkunya saking senangnya, gadis itu memekik riang.
Lee seossangnim mengangguk, “Huaa! Akhirnya! Aaa, aku senang sekali!”Eunji memekik senang, tak memperdulikan beberapa anak yang menatapnya heran, Sehun sendiri kini tersenyum melihat gadis itu.
I know you can do it.”Gumam Sehun pelan.

 

Sehun menatap bangku Eunji yang kosong, tadinya ia ingin mengucapkan selamat pada gadis itu pada saat jam istirahat ini, tapi ia kalah cepat dengan Kyungsoo yang mengajaknya terlebih dahulu. Mereka berdua semakin lama semakin bertambah dekat saja, dan Sehun tak menyukainya.
“Sehun!”Sehun melirik seorang pria bertubuh jangkung yang barusan meneriakan namanya itu, Chanyeol kini tengah berjalan menujunya dengan langkah besarnya.

“Apa?”Tanya Sehun saat pria itu telah duduk disampingnya.

“Kau harus menguatkan hatimu dulu sebelum mendengarnya.”

“Mendengarkan apa?”

“Pokoknya kuatkan hatimu dulu! Janji padaku kau tak akan sedih mendengarnya.”

Sehun memutar matanya dan mengangguk malas.

“Eunji dan Kyungsoo pergi ke kantin berdua! Mereka makan berduaan!”Ujar Chanyeol heboh

Sehun mengerutkan keningnya, “Lalu?”

Chanyeol menatap Sehun kaget, “Oke, biar kuulangi, mereka makan berdua, hanya berdua.”

Sehun kembali menganggukan kepalanya, “Lalu kenapa?”

Chanyeol mendesah frustasi, “Astaga! Ini artinya bahaya!”

“Bahaya kenapa?”

“Kau ini terlalu bodoh apa bagaimana? Kau tak cemburu melihat orang yang kau suka berduaan dengan pria lain?”Tanya Chanyeol mulai kesal.

“Bukankah mereka cocok?”Tanya Sehun

“Cocok apanya? Kau ini bagaimana sih? Kenapa kau selalu kalah cepat?”

“Eunji menyukainya yeol, lalu aku harus bagaimana?”

Chanyeol terdiam, pria itu menatap Sehun bingung, “Bukankah ia mengirimkan surat cinta padamu?”

Sehun tersenyum kecut, surat cinta itu lagi, surat yang pernah membuatnya berpikir bahwa Eunji selama ini membalas perasaannya tapi ternyata surat itu bukan dari gadis itu.

“Itu bukan darinya.”Jawab Sehun pelan

“Lalu dari siapa?”Chanyeol semakin tak mengerti

“Entahlah, yang jelas itu bukan darinya.”Sehun mengangkat bahunya.

Chanyeol menepuk pundak Sehun dan memasang wajah iba, Sehun menyipitkan matanya geli melihat ekspresi Chanyeol itu.

“Aku tahu bagaimana perasaanmu, tapi tenang aku selalu mendukungmu, aku ini Hunji shipper!”

“Hunji shipper?”

“Iya, Sehun dan Eunji! Keren kan gabungannya?”

Sehun melongo, sejak kapan Chanyeol membuat nama seperti itu?

“Dengar ya, aku tidak akan membayarmu walau kau telah mendukungku.”Peringat Sehun.

Chanyeol mencibir, “Siapa juga yang meminta bayaran? Aku ikhlas, kalian itu cocok.”

“Cocok bagaimana?”Sehun semakin tak bisa memahami pikiran temannya itu.

“Eunji itu cerewet dan periang sedangkan kau dingin, kaku, dan seperti tak punya semangat hidup. Jadi kau butuh gadis seperti dia supaya hidupmu lebih berwarna.”Komentar Chanyeol.

Sehun menatap Chanyeol kesal, lama kelamaan pria itu semakin sering mengejeknya secara tak langsung.

“Sepertinya aku akan menyerah saja.”Ujar Sehun pelan.

“Menyerah? Ck, kau payah sekali sih, kenapa begitu pesimis?”Chanyeol kini mulai terlihat gerah.

“Kau sendiri bagaimana? Sampai sekarang kau bahkan belum punya pacar.”Balas Sehun tak mau kalah

“Itu karena aku sedang memilh yang pas.”Jawab Chanyeol bangga, Sehun hanya mencibir.

“Pokoknya kalau kau butuh bantuanku bilang saja, aku siap membantu!”Ujar Chanyeol sambil menunjukan cengiran lebar, Sehun terkekeh dan mengangguk.

**^^**

Seperti biasanya, setiap pulang sekolah Sehun selalu memberikan pelajaran tambahan pada Eunji, kali ini mereka tidak hanya berdua, Minki ada dirumah, anak laki-laki itu kini tengah menimbrung Eunji dan Sehun karena pelajaran tambahannya sudah selesai.

“Hyung, jangan pulang dulu ya, temani aku.”Pinta Minki pada Sehun saat pria itu tengah membereskan bukunya, Sehun menatap Minki ragu, tapi sebenarnya ia juga bosan di rumah.

“Kau kan bisa bermain dengan nuna-mu?”Tanya Sehun sambil mengedikan dagunya pada Eunji yang kini tengah memainkan ponselnya.

“Nuna tidak asik, dia membosankan.”Ujar Minki.

Eunjji menurunkan ponselnya dari wajahnya dan menatap Minki sengit.

“Kau bilang apa? Nuna membosankan?!”Eunji berkacak pinggang.

“Iya, nuna tidak asik.”Jawab Minki cuek

“Yah! Selama ini aku menemanimu bermain walau selalu kalah! Aku bahkan rela tidur malam demi menemanimu, dan kau bilang nuna membosankan?”Tanya Eunji tak percaya, gadis itu memasang wajah terkhianati. Sehun menggelengkan kepalanya, gadis itu sepertinya selalu berdebat dimana-mana, bahkan dengan anak berusia delapan tahun sekalipun.

“Nuna tidak pernah menang melawanku! Benar-benar payah.”Balas Minki lagi.

“Itu karena aku mengalah tau.”Jawab Eunji tak mau kalah

“Bilang saja memang kalah, coba sekarang nuna tanding dengan Sehun hyung.”Minki menunjuk Sehun yang sedari tadi diam, Sehun mengerutkan keningnya, kenapa ia jadi dibawa-bawa?

“Dia itu hanya pintar di pelajaran, aku pasti bisa menang.”Ujar Eunji yakin, Sehun menatap Eunji kesal, “Kau meremehkanku?”

Eunji mengangkat bahunya, “Aku hanya tidak yakin kau bisa menang.”

“Kalau begitu kita buktikan.”Ujar Sehun tak terima, Eunji mengangguk.

“Baiklan, tapi aku yang memilih permainannya!”Ujar Eunji cepat, dan Sehun hanya mengangguk malas.

“Bagaimana kalau kita buat perjanjian?”Minki tiba-tiba bersuara, Sehun dan Eunji menatap anak laki-laki itu.

“Yang kalah harus mengabulkan permintaan yang menang.”Ujar Minki lagi, Sehun dan Eunji saling pandang sesaat.

“Ide bagus.”Sehun menyetujui ide Minki barusan.

“Baiklah, aku setuju, kau dipihak siapa Minki? Aku kan?”Tanya Eunji sambil memandang adik satu-satunya itu.

“Tentu saja aku mendukung Sehun hyung!”Minki melirik Sehun dan menunjukan cengiran bangga.

“Apa? Kau mendukungnya? Aku ini nunamu, hei!”Eunji kembali protes.

“Tapi Sehun hyung lebih meyakinkan.”Eunji mencibir, gadis itu melipat tangannya kesal, “Kalau aku menang kalian berdua harus mentraktirku novel!”

“Baiklah, tapi kalau kita berdua yang menang, kau harus mentaktir kami—“ Sehun menggantungkan ucapannya dan melirik Minki, keduanya saling tersenyum penuh arti lalu keduanya menjawab kompak, “Bubble tea!”  “

Eunji melongo, oh baiklah, sekarang ia tengah terjebak diantara kedua maniak bubble tea.

**^^**

“Argh aku tidak sengaja mengenainya, sungguh!”Eunji mengerang begitu jari telunjuknya tanpa sengaja mengenai salah satu bom yang terpampang dilayar iPadnya, Eunji mengacak rambutnya frustasi sedangkan Sehun dan Minki bersorak girang, Eunji menggerutu kesal, harusnya ia tak memilih permainan fruit ninja tadi, tapi masalahnya permainan itu yang paling sering ia mainkan.

“Ulang sekali lagi ya?”Eunji menatap kedua orang itu dengan tatapan memelas, Sehun dan Minki sama-sama menggeleng kompak.

“Belikan kami bubble tea!”Pinta Minki semangat.

“Iya, aku sudah haus, yehet! Bubble tea gratis!”Sehun kini tersenyum cerah.

Eunji meringis pelan, gadis itu beranjak dari tempat duduknya dan mengambil dompetnya kasar, “Cepat atau aku tak akan mentraktir kalian.”Ujar Eunji kesal, gadis itu lalu berjalan meninggalkan kedua orang itu.

Sehun dan Minki saling pandang sesaat sampai akhirnya keduanya buru-buru mengikuti Eunji dengan bersemangat.

 

“Aku mau bubble tea yang ukuran besar.”Pinta Minki ketika kini mereka berdua tengah sampai di depan sebuah kedai yang menjual minuman tersebut.

“Itu harganya mahal, belum lagi aku harus membeli dua, yang kecil saja ya?”Eunji menolak dengan halus.

“Masa yang kecil? Itu terlalu sedikit.”Kali ini Sehun yang gantian berbicara.

“Yah! Kau ini, kalau mau banyak ya beli sendiri.”Jawab Eunji mulai kesal.

“Bagaimana kalau yang ukuran sedang? Ayolah nuna..”Minki kini memasang wajah memelas, Eunji menyipitkan matanya, anak ini sedang berusaha melakukan aegyo atau apa?

“Iya, ukuran sedang saja, bagaimana? Yang sedang yaa..”Kali ini Sehun yang gantian memasang wajah memohon, Eunji bahkan tak percaya kalau pria dihadapannya itu adalah Sehun yang ia kenal.

Eunji menghela napas berat, “Arraseo, akan aku belikan yang sedang.”Eunji akhirnya menuruti permintaan kedua orang itu.

“Belikan aku rasa taro ya!”Ujar Minki senang.

“Dan rasa coklat untukku.”Sehun menunjukan cengirannya.

Eunji memutar matanya dan memasuki kedai tersebut, sekarang ia benar-benar seperti mempunyai dua adik kecil.

**^^**

Sehun dan Minki menyeruput bubble teanya dengan senyuman yang mengembang diwajah mereka, sepertinya bubble tea punya efek tersendiri bagi kedua orang itu.

“Kau tidak minum juga?”Tanya Sehun sambil melirik Eunji sekilas.
Eunji menggeleng, “Tidak, air mineral sudah cukup.”Ujar gadis itu datar, ia bisa bangkrut kalau membeli tiga sekaligus.

Drrt drrt

Eunji merogoh kantongnya begitu merasakan ponselnya bergetar, Eunji tersenyum begitu nama Kyungsoo terpapar disana, “Yeoboseyo Kyung?”
Sehun menoleh begitu mendengar nama yang Eunji sebut barusan, pria itu mengerutkan keningnya begitu mendapati Eunji yang tak hentinya tersenyum saat berbicara dengan Kyungsoo, gadis itu lalu menutup ponselnya dan menatap Sehun senang, “Aku ada janji dengan Kyungsoo, aku pergi dulu ya? Minki, kau bisa pulang sendiri kan?”

Minki mengangguk singkat, “Aku juga mau main dengan temanku.”Jawab Minki santai, Eunji mengangguk dan menatap Sehun, “Aku pergi duluan ya.”Ujarnya.

“Kemana?”Tanya Sehun penasaran.

“Aku ada janji dengan Kyungsoo, sudahlah aku takut terlambat, annyeong!”Eunji melambaikan tangannya dan berjalan meninggalkan Sehun yang terdiam, Sehun menghela napas berat, selalu Kyungsoo yang diutamakan.

“Hyung, aku pergi dulu ya, aku mau main dengan temanku.”Kini Minki gantian yang berpamitan.

“Kau mau meninggalkanku juga?”Tanya Sehun refleks.

Minki mengerutkan keningnya, “Maksud hyung apa?”Tanya Minki heran.

Sehun berdeham, “Ani, hati-hati di jalan, lihat sekelilingmu dengan baik.”Peringat Sehun.

Minki mengangguk dan melambaikan tangannya sebelum benar-benar meninggalkan Sehun, dan sekarang Sehun tinggal sendiri, pria itu berjalan memutuskan pulang ke rumah.Pikiran Sehun sekarang dipenuhi dengan pertanyaan apa yang akan dilakukan Eunji dan Kyungsoo, kenapa pria itu meminta Eunji menemuinya? Sehun benci memikirkan kemungkinan mereka akan bermesraan berdua tapi hal itu terus menghantui pikirannya.

Langkah Sehun terhenti begitu pria itu mendapati sesosok gadis yang ia kenal, Sehun berjalan menghampiri gadis itu begitu yakin bahwa ia mengenalnya, “Naeun-ah!”

**^^**

Naeun berjalan menyusuri jalanan kota Seoul yang cukup ramai sore ini, ia tadi disuruh mengantarkan pakaian ke laundry langganan orang tuanya,dan sekarang gadis itu tak punya tujuan lain selain pulang ke rumah.

“Naeun-ah!”

Naeun menghentikan langkahnya begitu mendengar seseorang memanggilnya, gadis itu mengedarkan matanya dan saat itu juga mata gadis itu melebar begitu melihat Sehun yang kini tengah menyebrangi jalan, pria itu berjalan menujunya, dan kini jantung Naeun berdegup kencang tanpa alasan yang jelas.

“Kau habis darimana?”Tanya Sehun ketika ia kini berdiri tepat dihadapan gadis itu, pria tampan itu mengulas senyuman tipis.

“Aku habis pergi ke toko laundry langgananku.”Jawab Naeun sambil balas tersenyum

Sehun mengangguk, “Kau mau pulang sekarang?”Tanya Sehun lagi, Naeun mengangguk.

“Mau pulang bersamaku?”Sehun kembali bertanya.

“E-eh? Pulang bersama? Memangnya rumah kita searah?”

“Tidak tahu sih, kalau tidak aku akan mengantarmu terlebih dahulu, aku sedang bosan.”

Naeun terdiam, ia merasa begitu senang sekarang, ia tak pernah berpikir bisa pulang bersama dengan pria yang ia sukai itu.

“Jadi bagaimana? Kau tak mau pulang bersamaku ya?”Tanya Sehun ragu.
Naeun mengibaskan tangannya dan buru-buru menggeleng cepat, “Bukan begitu, aku mau.”Jawab Naeun.

Sehun terkekeh, keduanya lalu berjalan bersama, Naeun sesekali melirik Sehun yang berada disampingnya, ia merasa begitu nyaman ketika pria itu berada di dekatnya, dan Sehun benar-benar tampan, Eunji beruntung karena bisa mengikuti tambahan belajar dengan pria itu.

“Kau sejak kapan latihan dance?”Sehun membuka suaranya, memutuskan untuk mengakhiri keheningan yang tengah terjadi diantara mereka.

“Sejak tiga tahun yang lalu.”Jawab Naeun gugup.

“Ah~ Pantas saja kau sangat pandai menari.”Jawab Sehun maklum, Naeun menatap Sehun heran, ia tak mengira pria itu tahu soal kemampuan menarinya.

“Aku sering melihatmu latihan menari di ruangan dance.”Sehun kembali bersuara, seolah menjawab pertanyaan Naeun.

“Kau sendiri, sudah memiliki otak jenius itu sejak kapan?”Tanya Naeun polos, Sehun tertawa pelan.

“Tadinya nilai-nilaiku sangat buruk, tapi aku berusaha untuk megubahnya dan belajar tekun, saat kecil aku benar-benar pemalas.”Terang Sehun sambil mengingat betapa malasnya ia dulu.

Naeun menganggukan kepalanya, “Aku kira kau sudah pintar dari bayi.”Gumam Naeun pelan.

Sehun kembali terkekeh, “Yang benar saja, emm..ngomong-ngomong, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu.”

Sehun menghentikan langkahnya, dan saat itu Naeun juga ikut berhenti, Naeun menaikan alisnya, menunggu pria itu menanyakan pertanyaannya.

“Maaf kalau pertanyaan ini menyinggungmu, aku hanya ingin tahu, apa selama ini surat cinta yang aku terima dilokerku..berasal darimu?”Tanya Sehun hati-hati, Naeun tersentak, yeoja itu mengedipkan matanya berkali-kali. Bagaimana bisa Sehun tau semuanya?

“A-apa?”Naeun terbata, gadis itu benar-benar gugup sekarang.

“Aku pernah melihatmu berdiri di dekat lokerku, tadinya aku tak berpikir bahwa kau yang mengirimnya, tapi setelah kejadian salah paham Eunji itu aku jadi berubah pikiran.”Jelas Sehun.

Naeun terdiam, tubuh gadis itu membeku, ia tak tahu harus bagaimana sekarang.

“Maaf..” Hanya itu yang keluar dari bibir mungil gadis itu, Naeun tak tahu harus berkata apa.

“Tak apa, aku justru ingin mengatakan terima kasih, surat itu membuatku penasaran, dan aku meyukai isinya, terimakasih.”Ujar Sehun tulus, Naeun hanya menunduk.

“Tapi eun, akan lebih baik kau melupakan perasaanmu padaku, aku bukan pria yang baik untukmu.”Sehun kembali bersuara, dan kali ini Naeun menatapnya shock. Apa pria itu menolaknya secara halus?

“Aku menyukaimu, tapi sebagai teman, dan gadis sepertimu terlalu baik untukku.”Sehun masih meneruskan ucapannya.

“Aku bukan Kyungsoo yang bisa belajar mencintai seseorang, aku tak mau membuatmu terluka nantinya, oleh sebab itu kau harus melupakan perasaanmu dan mencari pria yang jauh lebih baik ketimbangku,arra?”Sehun menatap Naeun dengan tatapan melembut, Naeun menggigit bibir bawahnya, ia tak boleh menangis.

“Apa..kau menyukai gadis lain?”Tanya Naeun dengan suara gemetar.

Sehun terdiam, pria itu memasang wajah ragu, namun akhirnya ia mengangguk, “Meskipun gadis itu tak menyadari dan membalas perasaanku tapi aku akan selalu menunggunya.”Jawab Sehun pelan.

Naeun tersenyum pahit, gadis itu menundukan wajahnya begitu airmatanya akhirnya jatuh, bodoh, ia tak boleh menangis.

“Eun, gwaenchana?”Tanya Sehun khawatir, Naeun mengusap airmatanya dengan cepat dan tersenyum,.

“Aku baik-baik saja, ah, ini sudah hampir malam, eomma pasti mencariku, aku harus pulang sekarang, aku pergi dulu Sehun-ah..annyeong.”Ujar Naundengan suara gemetar, Sehun berusaha menahan gadis itu tapi Naeun kini tengah berjalan menjauh, Sehun menatap punggung mungil itu dengan perasaan bersalah, ia tahu ia keterlaluan, hanya saja ia tak ingin membuat gadis itu menunggu hal yang tidak pasti.

-TBC-

akhirnyaa chapter 4nya kelar~~ hehe gimana gimana? kkk semoga pada puas yaa,sorry kalo msih ada typo, itu yang terakhir sehunnie ga jahat kan yah sama naeun?._. haha abis baca part ini masih tetep ga nih pasangan favoritnya? hehe:p ohiya scene kesukaan kalian yang manaa? apa ga ada? #akurapopo wkwk aku bakalan nambah cast baru di next chap nih hehe ada yang mau nama koreanya dipake gaa? Nanti aku pilih satu kkk perannya masih rahasia, yang jelas berhubungan sama ff ini*iyalah maksudnya sama sehun lol kalo mau kasih tau aja di komentar kalian ya hehe ohiya ngomong-ngomong kalian bisa panggil aku selvy aja biar lebih akrab hehe aku line 97, yang lebih muda bisa panggil eon atau apa terserah kkk jangan lupa komennya yaaa, semakin banyak komennya semakin cepet lanjutnya, makasih juga yang udah komen dari awal ataupun dipart sebelumnya, love youu readers kkk see you in the next chapter^^

 

 

 

 

 

237 thoughts on “My My [Chapter 4]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s