Diposkan pada Fanfiction, HoneyLulu

A Cup Of Coffee

2e4de49fc9def4986d10cbf0534d94e7

A Cup Of Coffee by HoneyLulu // PG-13 // Ficlet // Kim Jongin, Do Kyungsoo, and a Girl // A-randomclassicromance, and Comedy?

{Inspired by: Mang Saswi – Kopi Dapet Minta ._.

LOL, okay, enjoy it~}

Karena sesungguhnya kenikmatan dunia bagi Jongin adalah…

Musikku keras

Smells Like Teen Spirit milik Nirvana melantun keras dalam ruangan remang-remang yang ramai bahkan ketika tengah hari telah lewat dua jam lalu. Suara Kurt Cobain yang beradu dengan tabuhan drum brutal oleh Dave Grohl serta permainan bass dari Krist Novoselic yang mampu membuatmu gila saat mendengarnya seolah membakar segala sesuatu di dalam ruangan tersebut, menciptakan hawa panas penuh adrenalin melalui jeritan irama rock mereka yang terhebat sepanjang masa.

Sepatu Converse itu mengetuk lantai seiring sesuatu dalam rongga dada sang empunya berdentum kencang, mungkin Dave Grohl sedang memukul-mukul drumnya di dalam sana—well, entahlah.

Jongin cinta musik rock sebagaimana ia mencintai gadis dengan rambut bercat merah membara di seberang sana; duduk, tampak tenang, dan menikmati. Ada suatu kali di mana sepasang mata tajam itu bertemu dengan miliknya, lantas Jongin merasa ia tengah tersengar listrik di sekujur tubuhnya.

Kopiku kental

Dia tersenyum. Yeah, gadis itu tersenyum tipis—dan, oh, ada ribuan misteri yang tak Jongin tahu di balik senyumnya yang menjadikan pemuda tersebut jatuh hati lebih dalam lagi padanya—saat mata mereka tertumbuk untuk kali ketiga, pada akhirnya. Tangan Jongin terulur, menyentuh tangkai cangkir yang dingin lalu mengangkatnya tepat di depan bibirnya.

Lelaki itu menyeringai; menarik satu sudut bibirnya puas dari balik cangkir berisi cairan hitam pekat yang kental di dalamnya; kopi ketiganya malam ini.

Jongin pikir dia menang, sang gadis tertarik pula pada pesonanya.

Nikmat sungguh nikmat

Kopi itu mengalir perlahan dari mulutnya, turun ke kerongkongan, menciptakan sensasi yang menjadi favorit Jongin seumur hidupnya. Entah mengapa rasa kopi tersebut berkali-kali lipat jauh lebih nikmat dibanding biasanya. Ataukah ini karena adanya eksistensi gadis berambut mirip kobaran api—yang seakan-akan memanggil-manggil dirinya tuk mendekat—itu?

Tatapan mereka masih terkunci satu sama lain.

Jongin berbisik, “Kemarilah.”

Tidak ada siapa pun yang mampu mendengar suaranya oleh karena lagu rock yang menyulut nyalinya itu masih menggema keras. Sang gadis tak bisa mendengarnya, tentu saja. Tetapi Jongin tahu hanya dengan melihat gerak bibir, sang pujaan hati pasti bisa mengetahuinya.

Dan yeah, dia berdiri. Kaki jenjang di balik jeans di atas lutut serta sneakers sewarna rambutnya yang membalut kedua telapak kaki gadis itu melangkah ke arah Jongin. Perempuan dengan kaus putih yang menyembunyikan tubuh bagian atasnya tersebut terlihat semakin dekat dan dekat dan Jongin nyaris dibuat gila karenanya. Bahkan Jongin bisa mencium aroma apel yang menguar dari lekuk tubuh indahnya.

Aku menang banyak, pikir Jongin seraya mengangkat kembali cangkir kopinya, malam ini aku akan bersenang-senang.

Pemuda tersebut menyeruput kopi hitamnya kembali, meresapi detik-detik sebelum ia harus berhenti menikmati kopinya dan membiarkan sisa minuman favoritnya tersebut mendingin begitu saja sementara ia beralih untuk menikmati saat-saat bersama dengan wanita cantik itu, yeah.

Oh, Tuhan, inikah yang kausebut dengan—

“Demi Tuhan, Kim Jongin!”

—nikmat dunia?

Jongin tersedak kopinya sewaktu mendengar teriakan dari seseorang berpakaian serba hitam di hadapannya yang tengah berkacak pinggang. Ia sempat melirik dari balik badan orang tersebut jikalau ternyata si gadis rambut merah telah berlalu menuju ke toilet, bukan kepadanya.

“KAU BAHKAN BELUM MEMBAYAR HUTANGMU DI SINI SEJAK TIGA BULAN YANG LALU! AKU KAN SUDAH BILANG KALAU KAMI TIDAK MAU MENERIMA TUNGGAKAN, HAH?!” serunya lantang. Lagu milik Nirvana sudah berhenti mengalun tak tahu kapan; pasti ada yang berhenti memutarnya.

Jongin, masih dengan terbatuk-batuk dan raut kecewa, langsung beralih melihat wajah orang di depannya.

Oh, oke, dia adalah Do Kyungsoo—pemilik tempat ini.

“Ta-tapi—”

“KAU SEENAKNYA SENDIRI DUDUK DI SINI, MENGGODA SEMUA GADIS DI SEKITARMU, BERSENANG-SENANG, MINUM BERCANGKIR-CANGKIR KOPI SEBANYAK YANG KAU MAU, DAN TIDAK PERNAH MEMBAYARNYA! AKU TIDAK MAU TAHU, KIM JONGIN, SEKARANG KAU HARUS MEMBAYAR SEMUANYA—ATAU KALAU TIDAK, KAU TAK AKAN PERNAH BOLEH MASUK KEMBALI KE SINI UNTUK SELAMA-LAMANYA!”

Sial, sial, sial, sial, sial, sial, Jongin mengumpat tanpa henti dalam hati, kenapa harus sekarang, demi Tuhan?

Dan kalau sudah begini, yang bisa Jongin lakukan hanyalah berlutut dan memohon belas kasihan pada Kyungsoo, “Ma-maafkan aku, Kyung. Maksudku—baiklah, aku selalu mengatakan hal yang sama setiap saat tapi—kumohon. Aku belum punya uang, Kyungsoo. Lain kali, ah tidak, secepatnya pasti akan kubayar padamu, Kyungsoo. Kumohon, kasihanilah aku. Tolonglah aku, Kyungsoo. Tolong. Kumohon.” pinta Jongin memelas, tidak peduli betapa jatuhnya kesan dari gadis yang semenjak tadi ia damba-dambakan ketika melihat tingkahnya.

Well, yah, Jongin, sesungguhnya nikmat duniawi hanyalah kesemuan semata dan sifatnya benar-benar sementara, kau harus tahu akan hal itu, Kim Jongin.

Termasuk…

…kopi dapet minta

end.

WAHAHAH jangan ekstrak aku kayak kulit manggis, kumohon XD

Duh, such a long time no see dan aku dateng-dateng bawa fic absurd begini huhu maafkan aku. Tolong salahkan sesuatu di dunia ini yang bernama: writer’s block syndrome ;A;

Dan, yap, ini terinspirasi dari lagunya Mang Saswi, itu loh yang di acara tv ‘Ini Talk Show’ (tapi sekarang ‘Ini Sahur’ sih ._.). Lalu setelah fic ini kelar aku baru nyadar kalo liriknya ada yang kebalik ya lol harusnya ‘kopiku kental’ dulu baru ‘musikku keras’ ((kenapa malah bahas itu sih han)). Yaudin gimana lagi kan ya jadi biarin aja :3

Mudah-mudahan bisa buat hiburan lah ya, hehe ._.v

Terima kasih sudah baca~ 😀 xoxo

Iklan

Penulis:

To quote Hamlet act III, scene iii, line 92, "No".

73 tanggapan untuk “A Cup Of Coffee

  1. Gagagaga… ngakak aku ketawa. Pemakaian kalimatnya aku suka. Keliatan dr tulisannya kayanya orangnya jg unik ya XD
    Suka deh sm ff nya :*

  2. kyaaa!! aku suka ceritanya.. aku juga sering nonton tayangan itu mah :3
    oya, salam kenal! aku readers baru yang mencari ff rame akhir” ini. hhehehe :3 aku suka bhasanya.. mudah dipahami. semangat buat selanjutnya 😀

    1. Kyaaaa! Aku juga suka sama komentarmu :3 /azig. WKWK kita sehati dongs :3
      Salam kenal, ya! Selamat datang di EXO Fanfiction World! HoneyLulu a.k.a Hani di sini! Hehehe :3
      Ughhh thank you sooo muuuch (^v^”)>
      Terima kasih sudah baca dan komentar juga yaa xoxo ❤

    1. Wahh makasih padahal kukira bakalan garing huhu ;A;
      Castnya cocok WAKAKAK kamyu bisa ajha emang Jongin tampang-tampang anak warteg gitu ya? wkwk :3
      Terima kasih sudah suka. Terima kasih sudah baca dan komentar juga yaa~ XD

  3. ASTAGA JONG!!!
    .udah enak kebawa crta awal eh tiba” si kyungsoo nagih utang
    .parah bgt abang Jongin, masa bayar kopi aja ngutang?? makanya kerja dong!! *wkwkwk
    .biarpun gtu tetep ku kasih beribu jempol deh..
    *keep writing yaa buat author! Fighting!!

    1. WAKAKAKAK jangan keburu ketipu dulu sih kalo sama Jongin mah hahay ._.
      Ho oh bayangin Kyungsoo nagih utang apa nggak pengen cubit coba gemeshh :3 #hah
      Hehe terima kasih sudah baca dan komentar yaa~ ❤

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s