Real Fantasy

my2

Title                 : Real Fantasy

Author           : Park hana

Cast                : Lee Jieun, Do Kyungsoo

Genre             : Fantasy, Romance

Length           : Oneshot

Rating             : G

Warning         : Typo dimana-dimana!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Summary       : Pernahkah kalian merasa seperti kalian pernah mengenal seseorang yang bahkan baru kalian lihat? Itulah yang terjadi pada gadis bernama Lee Jieun.. Bahkan dia mengalami sesuatu yang aneh dengan hal itu. sebuah mimpi yang terasa begitu sangat nyata, mimpi seorang gadis biasa yang terasa seperti suatu keajaiban.

Hai-Hai Annyeong Tadinya lagi ngetik FF yang I lived with crazy yeoja. Eh dengerin lagu IU jadi ajah bikin FF gaje ini.hhe

Yah seperti judul FF nya, ff ini penuh Fantasy, mungkin Fantasy yang sering dikhayalin ma seorang Fangirl.ck ck ckc ck

Daripada aku banyak ngomong, monggo nikmatin *eh????

Real Fantasy

 

Sebuah lagu melantun begitu indah membuatku terdiam sebentar di depan sebuah toko yang memainkan lagu tersebut. Lagu yang terasa begitu familiar namun juga terasa asing di waktu bersamaan.

Aku menatap kearah layar televisi dimana lagu itu diputar. Seorang lelaki yang menyanyikan lagu itu kenapa aku merasa begitu mengenalnya?.

Aku memejamkan kedua mataku dan aku melihat sebuah taman bunga aster putih serta seorang lelaki dengan senyum yang hangat memegang beberapa potong bunga tersebut.

Aku membuka mataku kembali lalu mulai menghela napasku panjang, karena aku pikir itu hanya imajinasiku saja maka aku akan membiarkanya berlalu.

***

Aku duduk di atas tempat tidurku seraya menatap langit malam yang dipenuhi bintang dari jendela kamarku.

“Apakah keajaiban itu benar-benar ada?”

Tiba-tiba sebuah lagu kini terdengar, lagu yang sama seperti tadi aku dengar di depan sebuah toko. Aku beranjak dari dudukku untuk menghampiri sumber suara dari lagu itu.

Aku berjalan mendekati ibuku yang tengah menonton televisi.

Aku terdiam terpaku di sana, badanku seakan tak.bisa digerakan bahkan untuk berkedippun terasa berat.

“Dia siapa?” Tanyaku dengan susah payah.

“Eo dia penyanyi baru, bukankah dia tampan?”

Aku kembali terdiam, sekelebat bayangan tentang taman bunga aster dan lelaki yang tengah tersenyum kembali hadir.

“Dia apakah aku pernah mengenalnya?” Tanyaku pada diriku sendiri.

***

Lelaki itu, aku sangat penasaran padanya. Suaranya, wajahnya, senyumnya juga begitu familiar bagiku. Aku selalu mencari tahu bahkan mengingat sesuatu tentang lagu itu dan juga lelaki itu tapi tidak pernah ada jawaban.

Aku mengambil ponselku dan mulai mencari profil lelaki itu.

‘Do Kyungsoo’

Mulai terlihat berbagai fakta tentang lelaki itu di internet.

Aku mencoba membaca satu persatu fakta tentang dirinya. Entah kenapa ketika aku membaca tentang dirinya yang terlihat adalah diriku sendiri. Apa ini kebetulan atau memang hal seperti ini ada didunia ini. Haruskah aku mengatakan kalau dia begitu mirip denganku.

Do Kyungsoo, nama itulah yang mulai hari itu selalu terngiang di kepalaku. suaranya, senyumnya wajahnya, kenapa begitu membuatku selalu memikirkannya. Ini mungkin gila, namun itulah yang terjadi.

***

Hujan, itulah saat-saat yang aku suka bahkan ketika aku tidak bisa tertidur aku seringkali mendengar suara hujan yang sengaja aku jadikan sebuah mp3.

Tiba-tiba aku teringat pada Kyungsoo lagi. Hujan, dia.juga mengatakan bahwa dia sangat menyukai hujan. Aku mengambil ponselku lalu memutar sebuah lagu. Lagu lama yang bercerita tentang seorang lelaki yang menyukai seorang perempuan dan ingin hidup selamanya dengan perempuan itu.

Aku tersenyum mendengar lagu tersebut. Akankah ada seorang lelaki yang seperti itu yang hanya melihatku dan mengatakan bahwa dia ingin hidup denganku selamanya.

Aku terus mendengarkan lagu itu, setelah lagu itu selesai kini lagu yang di nyanyikan Kyungsoo mengalun dari ponsel milikku, sebuah lagu yang selalu membuatku merasakan sesuatu hal yang aneh.

***

Aku menatap pada seorang lelaki di hadapanku. Dia tersenyum sangat lebar seraya memegang sebuah bunga aster putih.

Lelaki dengan k kaos polos berwarna putih dengan celana berwarna hitam.

Aku hanya terdiam karena mungkinkah ini mimpi?. Aku mulai.menggerakan tanganku untuk.memegang wajahnya.

Dia kembali tersenyum.

“Kau, ini untukmu!”

Aku menggerakkan tanganku untuk mengambil setangkai bunga aster putih yang tadi dia pegang.

Kedua mataku membelalak ketika dia tiba-tiba.menarik tanganku begitu aku mengambil bunga itu.

Aku tak bertanya apapun padanya karena entah kenapa saat saat seperti sekarang yaitu saat dia memegang tanganku.membuat dentuman jantunganku terdengar jelas.

Kini kami sampai disebuah rumah yang seluruhnya terbuat dari kayu. Dia menoleh kearahku seraya tersenyum.

Tanpa mengatakan apapun lagi dia.mengajakku memasuki.rumah tersebut.

Ketika aku memasuki.rumah itu, aku tertegun saat melihat beberapa foto yang terpajang di dinding. Sebuah foto hitam putih seorang anak perempuan. Aku menatap wajah anak perempuan itu.

“Ah bukankah itu aku” gumanku pelan.

Aku berjalan mendekati foto tersebut. Saat tanganku hendak menyentuh foto tersebut. Tiba-tiba terdengar bunyi tut piano yang di tekan.

Aku menoleh kearah belakangku dan lelaki itu memainkan piano yang ada di ruangan tersebut.

“Ini lagu untukmu!”

Dia bernyanyi, dan harus aku akui suaranya sangat indah.

Kini perhatianku tertuju pada lelaki itu. Aku seakan tersihir dan tak bisa melepas pandanganku darinya. Seraya bernyanyi senyuman tak pernah luntur dari wajahnya.

Kenapa jantungku terus berdetak kencang seperti ini, sihir apa yang di miliki lelaki ini, apa ini karena aku terus memikirkan lelaki dihadapanku ini jadi aku mulai memimpikannya.

Dia kini sudah menyelesaikan lagu yang dia nyanyikan. Dia kembali menatapku dan tersenyum.

“Dangsineun nugunde?” Tanyaku.

Bukannya menjawab pertanyaanku, dia malah mengerutkan dahinya.

Dia menghampiriku kemudian memegang dahiku.

“Suhu tubuhmu normal!” Ujarnya

Aku menepis tangannya di dahiku.

“Dangsineun nugunde?” Tanyaku sekali lagi.

Sekali lagi dia tidak menjawab. Dia lantas pergi meninggalkanku tanpa mengatakan apapun. Aku mencoba mengejar lelaki itu tapi sia-sia karena lelaki itu sudah lenyap.

Aku kini berdiri di balkom rumah, aku melihat kesekeliling. Dan kenapa rasanya disini begitu tidak asing.

Aku menengadahkan kepalaku menatap langit yang begitu cerah hari itu.

“Aku menyukaimu!”

Aku menoleh kearah belakangku tepat pada sumber suara tadi. Lelaki tadi pun kembali muncul. Dia menarik tanganku kembali. Lalu mengajakku ke tengah padang bunga aster.

Dilepasnya kini tanganku.

“Kau selalu mengatakan bahwa kau akan menghilang jadi sebaiknya kita tetap seperti ini!”

Aku terdiam mendengar ucapannya karena aku tak mengerti apa yang dia maksud. Jangankan untuk mengatakan hal tadi padanya, aku sendiri tak tahu aku dimana saat ini.

“Berulang kali aku mengatakan juga bahwa itu tidak apa-apa karena semua manusia juga akan menghilang nantinya. Aku hanya ingin mengatakannya, bahwa aku menyukaimu. Aku tidak peduli dengan apa yang akan terjadi setelah ini. Aku benar benar menyukaimu tidak peduli siapa kau, walaupun kau menghilang nanti tapi aku akan mencarimu karena jika kita sabar menunggu mungkin Tuhan akan tersentuh”

Dia kini mengulurkan tangannya seraya tersenyum. Jujur saja aku selama ini belum pernah mendapat pengakuan cinta sebelumnya.

“Apa kau tahu, aku menyukai.laut karena mu jadi disetiap aku melihat laut aku ingat padamu. Kau bagaikan laut untukku”

“Bunga aster, kau pernah bilang sangat menyukai warna putih di kelopak bunga aster. Dan bukankah ini adalah dirimu. Putih, itulah yang mereka katakan tentangmu. Dan itu membuatmu susah dijangkau”.

Lelaki itu mulai mendekatiku. Lalu memelukku. Rasanya sangat hangat berada dalam pelukannya seperti ini.

” Mereka mengatakan bahwa kau berbahaya dan takut padamu. Tapi aku tidak. Bukankah kau tahu itu?”

Dia melepaskan pelukannya, kedua tangannya kini memegang kedua pipiku. Orang ini, kenapa dia begitu membuatku nyaman.

Siapa dia sebenarnya dan siapa aku sebenarnya? Apakah ini mimpi dan jika benar ini mimpi maka biarkanlah aku berada disini untuk beberapa lama lagi.

Selama ini aku selalu merasa sendirian tapi sekarang, saat dia berada didepanku aku merasa seakan mempunyai seseorang untuk bersandar.

Ini gila, tapi bisakah ini adalah kenyataan.

“Suatu hari ketika kita bertemu lagi, maka ketika kau melihatku atau aku melihatmu maka kita akan langsung saling mengenal”

Dia memelukku lagi kali ini

“suatu hari jika memang kita bertemu lagi aku harap kita sama, hanya menjadi manusia biasa. Karena perbedaan itu yang membuat aku tak bisa menjangkaumu!”

“Aku memyukaimu sungguh menyukaimu. Maafkan karena aku yang membuatmu susah seperti ini”.

Kini aku mendengar suara isakkan. Lelaki ini menangis, kenapa dia menangis, apa yang membuat dia menangis.

Aku melepaskan pelukan kami, lalu memegang kedua pipinya. Aku menatap kearah kedua matanya. Sebenarnya ini dimana dan kenapa dia seperti ini.

Siapa lelaki ini dan siapa aku. kami kini saling menatap, dan entah kenapa wajah lelaki itu mulai mendekatiku lalu aku pun repleks menutup kedua mataku.

***

Aku membuka mataku karena sinar matahari yang menerpa wajahku.

“Jieun-ah”

Seseorang memanggil namaku. Dan aku sangat mengenal suara itu.

Aku beranjak dari tempat tidurku dan hendak menghampiri ibuku yang terus memanggik namaku.

langkahku berhenti ketika aku melewati cermin.

Aku menatap pantulan diriku dicermin. Entah kenapa aku jadi teringat pada lelaki itu.

Bunga aster dan laut aku tidak akan melupakannya. Walaupun itu hanya mimpi tapi bukankah itu sebuah mimpi yang indah.

“Jieun-ah”

Panggil ummaku lagi.

“Ye”

Aku segera melangkah kembali untuk menghampiri ibuku yang sedari tadi terus memanggil namaku tanpa henti.

“wae geurae umma?” tanyaku setelah sampai ddekatnya.

‘Lihatlah, itu Kyungsoo yang kau sukai”

Aku menatap kearah layar televise, tiba-tiba saja ingatanku tentang mimpi indah itu muncul dan membuatku menyunggingkan senyumku.

“Do Kyung soo, kau benar. Perbedaan inilah yang membuatku tidak bisa mengapaimu!” gumanku pelan.

“Aku sangat menyukai laut karena laut sangat tenang”

Aku kembali tersenyum mendengar ucapannya. Benar, itu semua mungkin hanya mimpiku saja. Orang itu, mungkin karena aku mulai menyukainya, seseorang yang tidak mungkin aku gapai. Do Kyungsoo.

 

End

Hai-hai gajekan FF nya.hhe^^

Biasakan aku ini emang kadang gaje, hhe. Pokoknya makasih buat yang mau baca deh^^

 

 

 

 

26 thoughts on “Real Fantasy

  1. cerita ini cukup mewakili perasaan para fans, karena terlalu suka sama bias smpe kebawa mimpi dan ngerasa udah kenal deket..
    keren keren, ditunggu next ffnya🙂

  2. Ceritanya daebak….
    Mungkin karena rasa suka yg mendalam bisa nyampe ke.mimpi ya….hehehe…
    Cerita nya dapet thor…
    Ngalir..bacanya enak ^_^
    Gomawoyo…

  3. wah ini memang yg d rasakan fangirl banget…. aku biasny kyungsoo…. aku jg pernah mimpi ketemu kyungsoo…. dia lgi nangis..aku tny kenapa nangis eh dia malah senyum langung meluk aku…. dlm mimpi ku kyunngsoo imut banget kyk anak kecil gtu….
    aduh pengen mimpi kyungsoo lagi,,,

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s