2 Wishes, 30 Days (Chapter 1)

Tittle : 2 Wishes, 30 Days (Chapter 1)

Untitled-7

Untitled-8

Author : Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

–          Byun Baekhyun

–          Oh Sehoon

–          Seo Sang Akh (OC)

–          Lee Hyo Sun (OC)

Support Cast :

  • Xi Luhan
  • Kim Jong In
  • Do Kyung Soo

Genre : romance, comedy, school life, fantasy, etc

Ratting : PG 15

Length : Chaptered

Disclaimer :

THIS FF IS MADE BY DINDONG L.KIM😀 all cast hanya saya pinjam untuk dijadikan pemeran di FF ini. PLAGIATOR ?? JUST GO AWAY ^_^ AND SILENT READERS ?? say bye to read my fic ^_^

^_^ ALUR IS PURE MINE ^_^

Dindong Notes :

happy reading ajha ya ^^

Warning : Typo bertebaran (maklum saya juga manusia),, Cerita Gaje,, Alur juga kecepetan ^^

Preview Last Chapter :

“apa kalian yang sering keluar dari lingkaran area kerajaan ?” Tanya ratu serius dan keduanya langsung mengangguk. Ya, walaupun dengan ragu – ragu.

“kurasa memang kalian yang pantas untuk tugas ini” ucap ratu lagi seraya terbang dari tahtanya kearah Sang-ie dan Hyo-ie. Keduanya langsung terbelalak ketika ratu hendak mendekatinya, karena baru kali ini mereka melihat secara langsung seorang ratu yang turun dari tahtanya.

“tu—tugas apa ?” Tanya keduanya serempak.

“jadilah manusia” ucap ratu dan keduanya kembali terbelalak.

“apa ?”

| Teaser |

^^ Chapter 1 ^^

“apa ?” kedua peri itu saling tatap – menatap. Baiklah, mungkin bagi keduanya perintah ratu yang satu ini sudah diluar batas.

“kerajaan kita sedang krisis” alis peri Sang-ie dan Hyo-ie langsung bertaut ketika mendengar tuturan ratu tersebut. Namun, mereka lebih memilih diam dan menyimak apa yang akan ratu ucapkan selanjutnya.

“kita akan kehilangan bubuk peri jika kalian tidak melaksanakan tugas ini” raut wajah ratu tampak sedih ketika mengatakan itu. Peri Sang-ie dan Hyo-ie semakin terkejut.

“ta—tapi kenapa harus kami ratu ? bukankah masih ada peri yang lain ? lagipula status kami di kerajaan ini hanya rakyat jelata. Apa ratu yakin tidak salah memilih peri ? maaf kalau saya sudah berbicara lancang dengan ratu..” peri Sang-ie menengahi dan sebagai bentuk dukungan, peri Hyo-ie mengangguk sebagai pertanda kalau ia setuju dengan asumsi yang disarankan peri Sang-ie.

“apa kalian tau ? portal yang mengarah ke dunia manusia ?” kedua peri yang mengaku sebagai rakyat jelata itupun mengangguk.

“benar, aku tidak salah lagi. Dewan peri juga sering mengawasi kalian di dunia manusia” peri Sang-ie dan Hyo-ie kembali beradu tatapan. ‘kita akan mati’ gumam peri Sang-ie.

“tapi–”

“kumohon, untuk kali ini saja. Kerajaan kita sangat membutuhkan bubuk peri itu” ratu memohon kepada peri Sang-ie dan Hyo-ie seraya menggenggam tangan mereka.

“apa tidak ada cara yang lain ?” ratu menggeleng. Peri Sang-ie menghembuskan sedikit nafasnya supaya kerumitan yang ada di otaknya bisa diluruskan (?)

“bagaimana ? kalian mau ,kan’?”

“kami mau” balas keduanya mantap dibubuhi dengan senyum tipis sebagai penambah rasa yakin atas keputusannya.

“terima kasih ^^ beristirahatlah, kalian akan berangkat besok. Dan misinya akan kalian ketahui juga besok” peri Sang-ie dan Hyo-iepun mengangguk singkat. Setelah memberi penghormatan terhadap ratu, mereka berduapun pergi meninggalkan ruangan ratu yang luas tersebut.

“apa kau yakin dengan keputusanmu ?” peri Sang-ie bertanya kepada peri Hyo-ie.

“Apa kau tidak lihat wajah ratu ketika memohon kepada kita ? wajahnya sungguh menyedihkan”

“kau benar. Kalau begitu sampai bertemu besok ^^” peri sang-iepun terbang menjauh ketika sudah keluar dari istana. Peri Hyo-ie yang melihat itu hanya tersenyum seraya melambai – lambaikan tangannya kearah peri Sang-ie.

“ini sulit. Apa yang harus kukatakan padanya ?” gusar peri Hyo-ie. Ia mengacak rambutnya kesal. Situasi ini benar – benar situasi yang sangat tidak ia inginkan.

-Dreams Comes True-

“kenapa kau lama sekali ?” peri Hyo-ie yang hendak membuka pintu rumahnyapun terhenti ketika mendengar sebuah suara yang familiar baginya. Iapun berbalik dan mendapati sahabatnya ada disitu.

“Lu-Han” lirihnya seraya terbang kearah peri Luhan.

“kau dari mana saja ? apa kau pergi ke dunia manusia lagi ?” Hyo-ie tidak menjawab. Ia masih betah melihat wajah imut Luhan. Di dalam lubuk hatinya yang terdalam, Hyo-ie sangat sulit untuk meninggalkan Luhan. Orang yang ia anggap sahabat, namun hatinya berkata lain. Hatinya berasumsi kalau Luhan adalah merupakan peri yang Hyo-ie cintai.

“kenapa kau melamun ? YA!! Jawablah pertanyaanku” Luhan mulai geram dengan sikap Hyo-ie yang tidak kunjung menjawab pertanyaannya. Tanpa terasa, bulir – bulir putih sudah memenuhi kedua sudut mata peri Hyo-ie. Luhan yang melihat itu langsung saja panik.

“kenapa kau menangis, eoh ? apa aku salah ? maaf” Luhan berujar seraya menarik peri Hyo-ie kedalam pelukan hangatnya. Bukannya mereda, tangis peri Hyo-ie malah semakin deras. Keadaan ini membuatnya semakin sulit.

“kau tidak salah” Lirih peri Hyo-ie yang masih berada di dalam pelukan Luhan. Peri Hyo-iepun balas memeluk Luhan dengan seerat mungkin. Ia tidak ingin kehilangan Luhan. Luhan yang tidak mengerti dengan sikap Hyo-ie hanya tersenyum senang dan iapun mengelus puncak kepala Hyo-ie.

“menangislah.. jika itu membuatmu menjadi baik” Luhan mengingatkan masih dengan tangan yang mengelus puncak kpala peri Hyo-ie.

‘kau membuatku berada di posisi yang sulit’ gumam peri Hyo-ie didalam hati masih dengan tangan yang melingkar di tubuh Luhan.

-Dreams Comes True-

“aku pulang” Sang-ie menyapa seraya membuka pintu rumahnya. Setelah masuk ke dalam rumah, Sang-iepun terbang mengelilingi rumahnya yang sederhana itu. Dan tepat ketika ia mencapai dapurnya, ia melihat peri laki – laki yang ia sayangi sedang bertengkar dengan panci dan kompor. Sang-ie hanya menggeleng pelan, kemudian ia terbang menuju laki – laki tersebut.

“Oppa” laki – laki yang di panggil Oppapun terkejut. Ia berbalik dan mendapati Sang-ie yang baru saja mengejutkannya. Laki-laki itu langsung saja memukul kepala Sang-ie pelan. Ya, walaupun pelan tapi itu sukses membuat Sang-ie ber-aduh ria.

“kau hampir saja merusak semuanya” laki-laki itu menggerutu dan kembali larut dengan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi. Sang-ie hanya mengerucutkan bibirnya kesal, kemudian ia terbang menuju meja makan yang berada di depan dapur. Peri usil itu langsung menarik sebuah kursi dan kemudian ia mendudukinya.

“Oppa, cepatlah. aku sudah lapar” rengek peri Sang-ie seraya mengehentak – hentakkan kakinya.

“tunggulah sebentar lagi” Sang-ie mendengus pelan.

Beberapa menit berlalu, Sang-ie benar – benar telah bosan sekarang. Iapun berasumsi ingin masuk ke kamarnya, namun indera penciumannya baru saja mengidentifikasi kalau ada bau masakan yang lezat. Sang-iepun mengurungkan niatnya untuk kembali ke kamar.

“Uwahh~ wafel ini terlihat lezat oppa ^^ oppa memang yang terbaik” tanpa basa – basi, Sang-ie langsung saja melahap wafel tersebut dengan lahap. Sementara laki – laki yang ada di depannya hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan ketika melihat adiknya makan.

“kenapa kau pulang terlambat ? bermain ke dunia manusia lagi ?” laki – laki itu bertanya membuat Sang-ie memberhentikan acara makannya.

“hmm, benar. Tadi aku pergi kedunia manusia” Sang-ie membenari kemudian ia kembali melanjutkan acara makannya. Laki – laki yang ada di depan Sang-ie hanya tersenyum dan kemudian ia mengacak rambut Sang-ie pelan.

“D.O oppa” panggil Sang-ie kepada oppanya yang ternyata bernama D.O

D.Opun memberhentikan kegiatan makannya sejenak dan langsung mengalihkan pandangannya kearah Sang-ie. “ada apa ?” tanyanya.

“tadi aku bertemu dengan ratu peri” mata D.O yang sudah bulat itu menjadi semakin bulat ketika mendengar tuturan Sang-ie.

“benarkah ?” Sang-ie mengangguk.

“apa dia cantik ?”

“tentu saja. Diakan ratu” D.O hanya ber-Oh ria.

“oh iya, Oppa. Aku juga di beri tugas oleh ratu” Sang-ie berucap seraya meletakkan piringnya ke wastafel. D.O yang mendengarpun kembali terkejut.

“benarkah ? tugas apa ?”

“aku akan menjadi manusia dan pastinya aku akan tinggal di dunia manusia” balas Sang-ie seraya mencuci piring bekas tempat makan wafelnya tadi.

“bagaimana bisa ?” D.O yang merasa tertarikpun juga ikut membantu Sang-ie untuk membersihkan piring.

“katanya ada krisis bubuk dan satu – satunya cara agar menstabilkannya adalah, ya dengan menjadi manusia”

“jadi, kita semua akan menjadi manusia ?” D.O kembali bertanya

“tidak semuanya. Yang akan menjadi manusia adalah aku dan Hyo-ie” Sang-ie menjelaskan membuat alis D.O bertaut.

“aku juga tidak yakin bisa melaksanakan tugas tersebut” D.O mengernyit. Wajar Sang-ie bersikap seperti ini. Diumur yang masih belia, Sang-ie harus menjalankan tugas yang tingkat kesulitannya sangat parah.

“jangan pesimis seperti itu. Aku akan selalu mensupportmu” D.O menyemangati, membuat tingkat percaya diri Sang-ie menjadi bertambah. Sang-iepun menegakkan kepalanya agar dapat melihat wajah tampan kakaknya.

“Oppa mengizinkanku ?” D.O mengangguk. Seketika itu juga, Sang-ie mengembangkan senyum bahagianya. Dengan cepat, Sang-ie memeluk D.O

“kapan kau berangkat ?” Tanya D.O seraya mengelus puncak kepala Sang-ie yang berada di dalam pelukannya.

“besok”

“pastikan aku disana untuk mengantarmu”

“Arra ^^”

-I Love Byun Baekhyun-

“kalian siap ?” Sang-ie dan Hyo-iepun mengangguk. D.O yang ada di sebelah Sang-ie menggenggam kuat tangan Sang-ie. Ia seperti tidak mau kehilangan adiknya. Sang-ie yang merasa ketegangan D.Opun balas menggenggam tangan D.O

“tapi, apa yang harus kami lakukan disana ratu ?” Hyo-ie bertanya dan ratupun mengangguk.

“kalian akan ditugaskan untuk memperbaiki hidup dua orang manusia” alis Sang-ie dan Hyo-ie bertaut. Memperbaiki ? apa itu berarti mereka akan berinteraksi langsung dengan manusia ?

“peri Sang-ie, kau akan memperbaiki hidup seorang pria bernama Byun Baekhyun dan peri Hyo-ie akan memperbaiki hidup seorang Oh Sehoon” ucap ratu seraya melihat kearah Sang-ie dan Hyo-ie.

“jadi, hidup yang bagaimana harus kami perbaiki ratu ?” Sang-iepun bertanya, ratu hanya tersenyum menanggapinya.

“kalian akan diberikan informasi tentang biodata mereka dan kalian akan tau misi kalian setelah bertemu dengan mereka” ratu menjelaskan dengan bijaksana. Membuat Sang-ie yang notabene mempunyai akal yang pendek bisa mudah mengerti.

“oh kalian juga diberikan 3 permintaan untuk mempermudah misi kalian dan deadline misi kalian adalah 30 hari mulai dari sekarang” Sang-ie mengernyit. 30 hari ? bukankah itu waktu yang singkat untuk mengubah hidup seseorang ?

Dengan tatapan yang penuh akan ketakutan, Sang-ie melihat kearah D.O yang ada di sampingnya. “Oppa” lirih Sang-ie, D.O hanya tersenyum.

“aku yakin kau pasti bisa” D.O menyemangati membuat tingkat ketakutan Sang-ie menjadi menurun. Sementara Hyo-ie ? entahlah, ia merasa gelisah sekarang. Ia masih belum mengatakan kepada Luhan tentang ini semua. Sang-ie yang melihat kegelisahan Hyo-iepun menepuk bahu peri cantik itu.

“tenanglah. Kita pasti bisa” Hyo-ie mengangguk ketika mendapatkan semangat dari Sang-ie.

“ratu. Apa aku masih bisa berhubungan dengan kakakku selama berada di dunia manusia ?” ratu menggeleng, membuat Sang-ie terbelalak kaget. What ? selama 30 hari ia tidak akan pernah melihat kakaknya ? sungguh, itu adalah hal tergila yang tak pernah Sang-ie pikirkan.

“tapi, kau bisa menggunakan salah satu permintaanmu” ratu mengingatkan membuat senyum bahagia tercetak di wajah Sang-ie.

“kalau begitu, aku berharap bisa mempunyai sebuah sarana yang dapat membuatku bisa berhubungan dengan kakakku” pinta Sang-ie antusias namun tidak ada yang terjadi. Keadaan masih sama seperti sebelumnya.

“kenapa tidak bisa ?” Sang-ie merengek.

“kau hanya bisa menggunakan ketiga permintaan itu jika Hyo-ie juga menginginkannya” alis Sang-ie bertaut.

“maksud ratu ?”

“ya, jadi 3 permintaan kalian akan menjadi kenyataan jika kalian berdua sama – sama menghendaki permintaan tersebut” Sang-ie dan Hyo-ie mengangguk pelan sebagai pertanda kalau mereka mengerti.

“Hyo-ie, kau maukan menggunakan salah satu permintaan kita dengan permintaanku yang tadi ? kumohon, aku tidak bisa jauh dari kakakku” Sang-ie memohon kepada Hyo-ie. Jujur, sebenarnya Hyo-ie ingin sekali meminta hal yang sama dengan apa yang dimohon / diminta Sang-ie. Hanya saja, orang yang ingin ia hubungi tidak mengetahui tentang misi ini. Kalian tau orangnya ? ya, siapa lagi kalau bukan Luhan. Keraguanpun melanda Hyo-ie.

“jangan ragu, kau pinta saja” sebuah suara yang Hyo-ie kenal datang menyapa telinganya. Hyo-iepun melihat ke sampingnya dan disanalah, Luhan berdiri dengan tegapnya seraya menggenggam tangan Hyo-ie. Hyo-ie heran, perasaan ia belum memberitahukan Luhan tentang misinya. Tapi kenapa bisa ?

“bagaimana bisa ? aku tidak pernah memberitaumu”

“kau lupa ? Mind reader ? kau pikir kekuatanku apa, eoh ?” Hyo-ie menepuk dahinya pelan. Ia lupa kalau Luhan memiliki kekuatan untuk membaca pikiran peri lain. Hyo-iepun tersenyum, kemudian ia kembali menatap Sang-ie.

“aku mau”

“benarkah ? terima kasih Hyo-ie” riang Sang-ie seraya meloncat kegirangan. D.O yang melihat sikap over adiknyapun hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dalam hatinya, D.O merasa malu dengan sikap Sang-ie. Tapi tetap saja, rasa sayangnya jauh lebih besar daripada rasa malu.

“kami harap, walaupun kami berada di dunia manusia. Berikanlah kami kemudahan agar dapat berkomunikasi dengan peri yang kami sayang” pinta keduanya dan tiba – tiba saja sebuah asap berwarna oranye yang disertai dengan kerlap – kerlip disekelilingnyapun datang entah darimana.

“apa ini ? bunga matahari ?” heran Sang-ie ketika mendapati ada dua bunga matahari ditangannya.

“kau tidak lihat ? tekan ini dan kita bisa terhubung secara langsung dengan mereka yang memegang bunga lainnya” jelas Hyo-ie dan Sang-ie hanya ber-Oh ria.

“ini. Oppa pegang. Jangan sampai hilang, eoh ?” Sang-ie memberikan bunga matahari berwarna biru pada D.O dan tentu saja D.O menerimanya. “aku tidak akan menghilangkannya” balas D.O seraya mengacak rambut Sang-ie pelan.

“kau ?” Hyo-ie tampak ragu memberikan bunga matahari itu kepada Luhan.

“berikan padaku. Kau lambat sekali” ejek Luhan seraya mengambil bunga matahari yang berwarna oranye dari tangan Hyo-ie. “pastikan kau sering – sering menghubungiku” lanjut Luhan lagi dan Hyo-iepun mengangguk lemah.

“baiklah, sekarang kalian hanya memiliki 2 permintaan” ratu memperingati dan tiba – tiba saja sebuah portal datang dan portal tersebut berada tepat di sebelah ratu.

“Oh, portalnya sudah datang” ratu sedikit terkejut ketika melihat portal yang datang secara tiba – tiba dan dari dalam portal, keluarlah seorang laki – laki yang memiliki wajah yang tampan.

“salam hangat, ratu” hormatnya kepada ratu seraya membungkukkan sedikit badannya.

“dan apa kalian Sang-ie dan Hyo-ie ?” Tanya laki – laki itu. Hyo-ie dan Sang-iepun mengangguk.

“selama di dunia manusia namamu bukan Sang-ie lagi tapi Seo Sang Akh dan kau, namamu di dunia manusia adalah Lee Hyo Sun. Arra ?” Sang-ie dan Hyo-iepun mengangguk mengerti.

“perkenalkan, ini pengawas kalian selama di dunia manusia. Namanya Kim Jong In. panggil saja dia dengan sebutan Jong In” ratu menjelaskan. Sang-ie dan Hyo-iepun kembali mengangguk mengerti.

“baiklah, sudah waktunya” ucap laki- laki bernama Jong In tersebut.

“Oppa” lirih Sang-ie seraya menatap D.O. D.O yang mengerti arti tatapan Sang-ie, hanya membalas dengan beberapa tepukan ringan diatas kepala Sang-ie.

“fighting” ucapnya dan langsung menyeret Sang-ie ke dalam pelukannya.

“terima kasih. Kau memang kakak terbaik” Sang-ie balas memeluk D.O

“jadi, bagaimana sekarang ?” Hyo-ie menatap Luhan dengan tatapan tak ingin pisahnya.

“apa ? selesaikan misimu ^^ aku akan menunggu” Luhan tersenyum seraya mengacak rambut Hyo-ie pelan.

Setelah acara perpisahan dilakukan, Hyo-ie dan Sang-iepun berjalan menuju Jong In yang sudah terlebih dahulu berada di ujung portal.

“pegang tanganku dan jangan coba – coba untuk melepasnya” Jong In memperingati dan kedua peri yang hendak menjalankan misinya itupun menggenggam tangan Jong In.

“aku mencintaimu” goda Jong In kepada ratu peri sebelum berjalan masuk ke dalam portal. Sang-ie dan Hyo-ie yang mendengar itu hanya bisa terkejut. Sungguh, betapa lancangnya seorang Jong In atau Jong In menyatakan cinta kepada ratu peri.

-I Love You, Oh Sehoon-

“kita sampai” ucap Jong In seraya melepaskan genggaman tangan Sang-ie dan Hyo-ie. Keduanyapun membuka mata masing – masing.

“ini dimana ?” Tanya Hyo-ie seraya melepas genggaman tangannya dari Jong In.

“ini tempat kita dan tempat ini hanya kita bertiga yang tau. Manusia biasa tidak akan bisa melihatnya karena tempat ini telah dikelilingi mantera” jelas Jong In dan dua peri yang baru menjadi manusia hanya mengangguk – anggukkan kepalanya mengerti.

“baju ini bagus” puji Sang-ie seraya memperhatikan baju yang ia paJong In yaitu sebuah dress yang memiliki lengan ¾ dan panjangnya yang mencapai lutut berwarna hijau daun.

“Oh ? kemana sayap kami ?” Jong In terkekeh mendengar pertanyaan polos Hyo-ie. Hyo-ie yang melihat Jong In terkekeh langsung saja memanyunkan bibirnya.

“kau lupa ? mana ada manusia yang memiliki sayap”

“hehe, maaf”

‘kau memalukan’ Hyo-ie merutuki kebodohannya sendiri di dalam hatinya.

“baiklah anak – anak. Kita akan susun rencananya sekarang” peri Sang-ie dan Hyo-ie langsung mendekat kearah peri pembimbing mereka, Jong In. Jong In memberikan sebuah kertas dengan foto beserta identitas seorang pria didalamnya. Sang-ie mengintip kertas yang di berikan pada Hyo-ie. Alis peri cerewet itu bertaut ketika mendapati foto yang ada di kertasnya berbeda dengan yang ada di kertas Hyo-ie.

“apa kami akan berpisah ?” Jong In mengiyakan pertanyaan Sang-ie. Peri itu lalu menatap Hyo-ie, Partner tugasnya. Tapi tampaknya yang dilihat hanya terlalu sibuk menelaah targetnya.

“tenanglah, ada portal yang bisa kalian gunakan untuk bertemu dan ingat, jika target kalian curiga atau mengetahui identitas kalian. Maka tugas ini akan gagal dan kerajaan peri juga akan punah” Sang-ie dan Hyo-ie tercengang seketika. Kerajaan peri punah ? hei, apa Jong In bercanda ?

“jadi, kapan kami bisa menemui target kami ?” tanya Hyo-ie.

“sekarang dan portal kalian akan datang—” belum juga Jong In selesai berbicara, namun dua buah portal telah muncul di depan peri Sang-ie dan Hyo-ie.

“masuklah! Kuharap kalian bisa menyelesaikannya. Aku akan mengawasi” Hyo-ie dan Sang-ie mengangguk. Mereka lalu masuk ke dalam portal masing – masing. Beberapa saat kemudian portal itu lenyap.

~ 2 Wishes 30 Days ~

“OMO” Sang-ie atau Sang Akh terkejut ketika dirinya tiba – tiba muncul di atas sebuah gedung. Angin yang berhembus pelan, membuat Sang Akh merasa nyaman. Ia benar – benar suka dengan udara yang ada di dunia manusia. Peri yang telah berubah menjadi seorang gadis itu lalu menutup matanya.

“terjunlah, aku akan menjadi saksi kematianmu” Sang Akh membuka mata kanannya. Ia mendengar suara seorang pria. Well, sepertinya bukan hanya Sang Akh yang ada di sini. Gadis itu lalu menelusuri setiap inci gedung itu dan ya, ia menemukan seorang pria sedang bersandar pada pagar pembatas dengan seorang wanita yang berdiri dip agar tersebut.

“KAU BRENGSEK BYUN BAEKHYUN! SEHARUSNYA KAU BERTANGGUNG JAWAB” Gadis itu berteriak, membuat Sang Akh terperanjat. Air mata yang telah jatuh berserakan di kulit mulusnya menjelaskan bahwa keadaan gadis itu sedang tida baik. Yang paling Sang Akh herankan adalah, ketika gadis itu sudah berdiri di ujung pagar kenapa pria yang bersandar itu hanya diam ? ia malah tersenyum. Heol, apa mungkin dia sudah gila ?

“hei ayolah, aku bahkan memiliki jadwal yang padat hari ini. Kau ingin terjun atau hanya menggertak, eoh ?” pria itu kembali berucap membuat gadis yang berdiri di pagar itu kembali memanjat, dan kini hanya tinggal pembatas yang setara dengan tumitnya. Gadis itu merentangkan tangannya. Sepertinya ia akan terjun bebas.

“aku menyesal pernah mencintaimu Byun Baek—”

“JANGAN!!!” Sang Akh memekik, ia lalu berlari mendekat kearah pria dan wanita itu.

“kau gila ? kau pikir hidupmu akan selesai jika putus asa disini ? ingatlah, masih ada dunia yang lebih menyeramkan yang akan menyambutmu jika berhenti disini” dengan beraninya Sang Akh berspekulasi. Ya, setidaknya apa yang ia katakan memang benar. Pasalnya Sang Akh pernah menyaksikan sendiri bagaimana tersiksanya para manusia yang mati dengan tidak wajar.

“kau siapa ? kau tidak dibutuhkan disini” Sang Akh mengernyit ketika pria di depannya mengatakan itu. Oh ayolah, apa sikap seperti yang akan Sang Akh ubah dalam 30 hari ? astaga, lebih baik ia menghitung jumlah biji wijen daripada melaksanakan tugas ini. Tapi, kehilangan kerajaan peri benar – benar resiko yang luar biasa.

“turunlah, jangan sia – siakan hidupmu” Sang Akh tidak menghiraukan apa yang pria tadi sebutkan. Ia hanya terlalu fokus untuk membuat gadis di depannya sadar dan segera menyudahi kegiatan bodohnya itu.

Sang Akh memajukan tangannya perlahan, ia ingin gadis itu menyambutnya dan semuanya selesai. Tapi tidak begitu yang terjadi, gadis itu malah menggeleng dan wajahnya tampak takut untuk menyambut tangan Sang Akh. “KAU TIDAK TAU BETAPA BRENGSEKNYA PRIA INI” Gadis itu menunjuk target Sang Akh marah.

“kau masih memiliki orang tua dan keluarga, bukan ? apa kau tidak memikirkan betapa sedihnya mereka ketika kau pergi ?” Gadis itu memikirkan perkataan Sang Akh sejenak. Apa yang ia katakan memang benar. Dengan perlahan, gadis itu menggapai tangan Sang Akh. Senyumanpun Sang Akh berikan tatkala melihat tangan gadis itu mulai mendekat.

Dekat

Dekat

“YA!!!” Target Sang Akh dengan sengaja mendorong kaki gadis itu. membuatnya terjatuh dan untungnya Sang Akh lebih dulu menggenggam tangan gadis itu. ia lalu menatap marah kearah targetnya.

“Kau Gila ?” Sang Akh membentak membuat pria itu hanya tersenyum miring.

“ah~ aku ingin tidur siang dulu. Banyak pekerjaan malam ini” Target Sang Akh dengan santainya melangkah pergi, namun bukan Sang Akh namanya jika membiarkan orang lain lepas tangan dengan tanggung jawabnya. Gadis itu langsung menahan pergerakan targetnya dengan menginjak kakinya. Membuat pria itu memekik kesakitan. Kemudian ia balas menatap marah pada Sang Akh.

“apa ? bantu aku”

“untuk apa ? biarkan saja dia mati” Baekhyun menjawab sakartis. Sang Akh semakin marah dan ia menginjak kaki Baekhyun lebih kuat.

“baik baik, akan kubantu” akhirnya Baekhyun menurut. Ia mulai menggapai tangan gadis yang sudah berada di awang – awang. Mereka menghitung bersama – sama dan mulai mengangkat tubuh gadis itu. perlahan namun pasti tubuh gadis itu mulai naik dan akhirnya ia terselamatkan. Tapi, karena kekuatan yang Sang Akh berikan cukup besar, ia malah menjadi lelah dan jatuh kala itu juga. Kakinya seperti mati rasa dan ia juga tak tau sejak kapan ada air di dahinya.

“gadis baik, kau kenapa ?” Sang Akh menegakkan kepalanya dan ia melihat gadis yang baru saja ia selamatkan berkata dengan wajah mengejek. Alis Sang Akh bertaut. Ia tak tau kenapa gadis itu menampakkan wajah seperti itu. padahal, ia baru saja menyelamatkannya dari kematian. Baekhyun yang berada tepat di belakang Sang Akh hanya bisa diam. Gadis yang seharusnya telah lenyap, sekarang kembali masuk ke dalam hidupnya.

“Baekhyunnie, ayo kita pergi. lebih baik kita tinggalkan gadis bodoh itu” Sang Akh tercengang ketika melihat gadis itu dengan santainya melingkarkan tangannya di lengan Baekhyun. Jujur, Sang Akh merasa seperti orang bodoh sekarang. ia tak tau jika manusia tidak semuanya baik. Entah kenapa, Sang Akh sekarang merasa ada dentuman keras di dadanya. Nafasnya terengah – engah,kepalanya pusing dan pandangannya juga mulai mengabur.

“bukankah sudah kukatakan ? aku muak denganmu” Baekhyun melepaskan tangan gadis itu kasar. Ia lalu menghampiri Sang Akh yang sudah tak berdaya.

“a—aku tidak—ingin—” belum sempat Sang Akh menyelesaikan perkataannya, tapi badannya telah lebih dulu roboh. Tingkat kesadarannya benar – beanr berada pada angka nol. Dengan cepat Baekhyun menyambut tubuh Sang Akh agar tidak jatuh ke lantai. Ia lalu menatap marah kearah gadis yang baru saja ia selamatkan bersama Sang Akh.

“tidakkah kau memiliki hati nurani ?” ucapnya dan langsung menaikkan tubuh lemah Sang Akh keatas punggungnya. Baekhyun lalu berjalan keluar dari atap gedung itu. ia ingin memastikan kalau gadis yang ada di punggungnya masih berada dalam kondisi yang baik.

“sejak kapan ia menjadi orang perduli seperti itu ?” gadis yang Sang Akh selamatkan tadi berucap dengan nada angkuhnya. Ia tidak pergi mengikuti Baekhyun karena ponselnya buru – buru berbunyi.

-2 Wishes 30 Days-

“HYAAA~” Hyo Sun jatuh terduduk ketika mendapati portalnya secara mendadak menurunkannya dari ketinggian yang kurang wajar. Gadis itu lalu menepuk bajunya yang agak kotor di bagian belakang, setelah itu ia lantas mengedarkan pandangannya.

“Oh, itukan..” Hyo Sun terkejut ketika targetnya yang bernamakan Oh Sehoon tampak sedang duduk pada salah satu kursi taman. Tanpa pikir panjang, ia lalu menghampiri targetnya.

“permisi” sapanya ketika berada tepat di hadapan Sehun. Ia berusaha tersenyum manis agar Sehun juga menyambutnya. Namun apa daya, Sehun tampak tidak tertasrik dengan Hyo Sun. pria itu malah asik menggugurkan satu per satu daun bunga yang ia pegang. Hyo Sun mengerucutkan bibirnya, ia lalu duduk di samping Sehun.

“apa yang kau lakukan disini ?” Hyo Sun berusaha menciptakan suasana yang nyaman. Ia ingin tau apa yang salah dari pria di sampingnya dan dengan begitu kerajaan peri akan terselamatkan.

Sehun berhenti dari kegiatannya sejenak, ia lalu menatap Hyo Sun. alangkah terkejutnya Hyo Sun ketika melihat mata Sehun. Mata itu, mata yang menyiratkan kesedihan dan tak ada kebahagiaan di dalamnya. Tak tau kenapa tapi Hyo Sun ikut larut dalam tatapan menyedihkan Sehun.

“kau, apa kau—” sama halnya dengan Sang Akh. Belum juga selesai berbicara, namun Sehun telah lebih dulu roboh. Kepalanya yang pada awalnya berada sejajar dengan Hyo Sun, kini telah jatuh kepangkuannya. Hyo Sun panik bukan kepalang. Ia menepuk – nepuk pipi Sehun namun tak ada balasan.

‘apa ini ?’

-To Be Continued-

Hai~ Annyeong semuanya ^_^

Apa kabar semuanya ? masih baik kan ?

Heol, dina nggak tau pengen post apa minggu ini dan untungnya ini ff udah dina selesai in tiga perempatnya di awal tahun 2014 dulu.. jadi, dina coba – coba buat ngelanjutinnya ^_^

Dina harap kalian suka dengan ff ini dan untuk ff My Wife Is…? Mungkin bakalan di post minggu depan😀 soalnya jumlah komentarnya turun drastis coy *curcol

But, don’t worry be happy..

Masih banyak yang ngoment kok ^_^

Dan untuk ff ini, dina mohon dengan sangat kepada kalian..

Jangan hanya komentar ‘Next thor’ atau ‘keren thor’ dsb..

Dina sangat membutuhkan pendapat dan part kesukaan kalian di chapter ini..

Satu hal sih yang dina harapin dari ff ini, dina cuman mau ff ini nantinya nembus 100 atau kalo nggak 60 komentar juga cukup *curcol lagi

Dina harap reader tercinta mau mewujudkannya ^_^

Oea, untuk posternya gimana ?

Sengaja di buat dua sih, soalnya kalo keempat cast utamanya di muat dalam satu poster rasanya kurang greget aja gitu -_- jadinya dina buat dua deh posternya.. bagus gak ?

Dan terakhir, makasih buat semuanya yang udah baca dan komentar ^_^

Kalo gitu dina pamit undur diri ya ^_^ jangan lupa mampir ke Byun Deer Kookiary *promosi

Ada ff bagus di sana lhoh😀

Annyeong semuanya ^_^

Ps : Selamat Hari raya Idul Fitri semuanya ^_^

Dina sebagai author yang kebingungan cuman mau minta maaf ke kalian semua jika selama ini dina punya kata kasar ataupun perbuatan yang kurang menyenangkan ^_^

Minal aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan bathin ^_^

33 thoughts on “2 Wishes, 30 Days (Chapter 1)

  1. wah,,,ga nyangka kalo cerita nya akan berkembang kaya gini,,,
    baekhyun yang jahat bukan kepalang sama misterius sehun,,,hehehe…
    ceritanya menarik thor makanya lanjut ya,,,hehehe…
    biasanya aq ga terlalu tertarik sama genre fantasy tapi yang ini bikin pengen lanjut baca🙂
    untuk ff my wife is belum ada lanjutan ya? itu juga bikin penasaran,,,hehehehe…
    ditunggu pokoknya lanjutannya yaaaa🙂
    gomawoyo…

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s