[PROLOG] Paper Heart

131

Title                       : Paper Heart

Author                  : @ulfahanum1 (DreamGirl)

Main cast             :

  • Krystal Jung
  • Mark Tuan
  • Kim Jongin

Support cast       :

  • Jackson Wang
  • Oh Se Hun
  • Choi Jinri

Rating                   : T

Genre                   : School Life, Romance, Drama, Hurt

Length                  : ?

Poster by LittleRabbit’s Artdesign

Disclaimer           : Hello, author kembali lagi setelah terakhir kali posting FF dengan judul ‘So Long’. Author mengucapkan terimakasih yang banyak atas komentar, dukungan dan pujiannya. Untuk sequel dari FF ‘So Long’ author belum bisa janji, tapi author bakal usahain kalau ga sibuk. Oh iya, kali ini author bawa FF baru author dan untuk sesi ini baru prolongnya.

Happy Reading

Author POV

Washington D.C, 17.00 PM

Krystal Jung seorang gadis kelahiran 1994 itu tengah duduk dilantai kamarnya, menatap seksama sosok pria yang juga tengah duduk tepat didepannya. Mereka berdua saling bertukar tatap cukup lama hingga Krystal menggembungkan pipinya kesal. Mark hanya menatapnya dalam diam tanpa mengucapkan sesuatu.

“Mark?” tegur Krystal dengan aksen Inggris yang kuat.

“Ya Klee?” tanya Mark –pria yang ada didepan Krystal- dengan sebuah senyuman menawan. Klee adalah panggilan sayang Mark kepada Krystal yang bernotebanekan kekasih Krystal.

“Kau akan membiarkanku pergi?” tanya Krystal dengan raut wajah sedih dan luka yang mendalam.

“Kleeku yang manis, apa yang ingin kau dengar dari mulutku sekarang ini?” ucap Mark dan beringsut mendekat kearah Krystal yang sudah menundukkan kepalanya. Mark mendekap badan kurus Krystal sembari mengelus pelan puncak kepala Krystal.

oOoOo

Red Light Club, Washington D.C, 20.00 PM

Seorang pria berbadan tinggi dan sedikit kurus itu duduk disudut Club yang cukup terkenal di Washington D.C. Disaat semua orang yang ada diclub itu datang bergerombolan dan berpasang-pasangan, ia hanya duduk sendirian menikmati segelas minuman yang ada digenggamannya. Vodka, minuman dengan kadar alcohol kurang lebih 60% itu sukses ia habiskan dalam sekali teguk.

Prak!

Gelas bekas Vodka yang diminumnya tadi dilemparkan keatas meja dan sukses menghasilkan suara lantang yang tidak menganggu penghuni Club itu karena semuanya sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing ditambah alunan musik yang cukup keras dan memenuhi setiap sudut Club itu.

“Krystal Jung..” lirih pria itu dan mengacak rambut kecoklatan miliknya dengan frustasi. Ia benar-benar geram dan sedikit sesak mengingat perkataan yang dilontarkan kekasihnya beberapa jam yang lalu. Ya, pria yang tengah mabuk itu tidak lain adalah Mark Tuan.

oOoOo

“Siapa kau huh?” tanya Mark balik dengan sinis.

“Ini aku Mark, Jackson Wang. Bangsat, bagaimana bisa kau melupakan sosok sahabatmu sendiri? Sadarlah, kau sudah mabuk berat.” Jawab Jackson –pria yang menyapa Mark- dan menggelengkan kepalanya pelan. Ya, kebetulan Jackson tengah mengunjungi Club itu dan melihat sosok sahabatnya mabuk sendirian.

“Oh, kau.” Ucap Mark dan mengangguk paham.

“Bisakah kau kembalikan gelasku? Aku berjanji itu adalah gelas terakhir.” Pinta Mark dan menyodorkan tangannya kearah Jackson. Jackson mendesah pelan dan lebih memilih meneguk minuman Vodka itu dibanding ia harus memberikannya kepada Mark.

“Kau pikir aku akan percaya semudah itu kepadamu? Aku sudah meminumnya Mark. Kau kenapa? Kau ada masalah bukan? Apa ini menyangkut kekasihmu Krystal? Kudengar ia akan ke Seoul lusa, apa benar?” celoteh Jackson, menyerbu Mark dengan beberapa pertanyaan dan juga pernyataan. Tangan besar Jackson memainkan gelas bekas Vodka yang diminumnya sembari menunggu jawaban dari Mark.

oOoOo

“Mark? Kau mendengarkanku bukan?” seru Krystal dengan suara setengah panic dan berjalan bolak-balik dikamar miliknya yang cukup luas itu.

“Maaf Krystal, ini aku Jackson.” Terdengar suara sahutan ditelfon Krystal. Krystal mendesah pelan, telinganya serasa ingin pecah mendengar alunan musik yang sedikit keras dari telfonnya.

“Dimana Mark?” tanya Krystal dan menghempaskan badannya ketempat tidur dengan mata yang menatap kosong langit-langit kamar.

“Dia mabuk, aku akan mengantarkannya kerumahnya sekarang. Tidak usah cemas Krys.” Ucap Jackson dan diakhiri dengan suara ‘Beep’ tanda bahwa Jackson sudah memutuskan panggilan Krystal.

“Persetan.” Erang Krystal dengan wajah dingin dan dengan cepat meraih hoodie bewarna pink yang ada dilantai kamarnya kemudian bergerak cepat keluar kamarnya. Ia akan kerumah Mark, kekasihnya yang tengah mabuk berat. Ia tahu bahwa Mark seperti ini akibat dari ulahnya sendiri.

oOoOo

Krystal membungkukkan badannya sopan kepada Jackson dan mengantarkan Jackson sampai didepan gerbang rumah milik Mark. Setelah Jackson pergi, Krystal bergegas menuju kamar Mark. Matanya mulai berkaca-kaca melihat sosok kekasih yang begitu ia cintai tengah tidur dengan wajah yang begitu menyakitkan. Ia bisa merasakan sakit itu.

“Mark, maafkan aku. Aku berjanji kata-kata itu tak akan pernah terucap lagi dari bibir ini.” Isak Krystal kecil dan memeluk badan Mark dengan erat.

“Aku mencintaimu Mark, sungguh.” Bisik Krystal pelan tepat ditelinga Mark dan mengecup dahi Mark dengan lembut.

oOoOo

Krystal sudah sampai di Seoul beberapa hari yang lalu dan kini adalah hari pertamanya menginjakkan kaki di Universitas baru yang didaftarkan Ayahnya. Krystal memandang kosong gudang-gudang pencakar langit didepannya. Desahan kecil keluar dari bibir tipis milik Krystal, dengan langkah enggan ia mengelilingi Universitas barunya, Konkuk University.

“Cih, bercumbu di Universitas? “ decak Krystal saat ia melihat sepasang kekasih tengah bercumbu ditempat yang terpojok, senyum sinisnya tergambar indah dibibirnya. Langkah yang tadi terhenti kembali ia lanjutkan namun matanya tak lepas dari sosok orang yang bercumbu itu. Dahi Krystal berkerut bingung saat pria yang sedang bercumbu itu menatapnya lekat dan cukup lama.

oOoOo

“Aku Kim Jongin. Kau bisa memanggilku Kai.” Ucap seseorang memperkenalkan dirinya tepat didepan Krystal.

“Maaf, aku tidak peduli.” Sahut Krystal dingin dan kembali menyeruput Ice Americano ditangannya.

“Kau mahasiswi baru bukan? Kau terlihat cantik.” Puji Kai dengan senyuman menawan. Pria berkulit sedikit gelap itu menyesap Ice Americano Krystal membuat empunya membelalakkan mata sekaligus kesal.

“Kau pikir aku wanita murahan hah? Aku tidak sama dengan wanita yang kau cumbu tadi Kim Jongin! Ingat itu, jangan pernah dekati aku lagi!” bentak Krystal dan menumpahkan Ice Americano miliknya kelantai.

“Kau akan menjadi milikku Krystal, secepatnya.” Ujar Kai dan tersenyum tipis.

-CUT-

 

Note : Maaf, jujur author buruk dalam membuat prolog. Author harap para readers bisa mengerti dan diharap antisipasinya dengan FF ini. Terimakasih banyak.

14 thoughts on “[PROLOG] Paper Heart

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s