I AM YOUR MAID (Chapter 15 A) –Almost Final

Tittle: I AM YOUR MAID (Chapter 15 A) –Almost Final

Untitled-6

Author: Dindong L.Kim (@adinda_elements)

Main Cast :

–         XI LUHAN

–         SHIN NAOMI (OC)

– KIM JONG IN

Support Cast :

– KIM MINRAE (OC)

– PARK CHANYEOL

– BYUN BAEKHYUN

– SEO SANG AKH (OC)

Genre: Romance,Friendships,Angst

Ratting: PG 15

Length: Chaptered

Disclaimer:

THIS FF IS MADE BY DINDONG L.KIM😀

Dindong Notes :

Sorry for typos ^_^

And Long Update ^_^

Maaf banget kalau ceritanya bener – bener gaje di chapter ini, but hope you like it..

Dan saya juga menerima semua jenis komentar ^^

Jadi, jangan jadi sider lagi please🙂

Warning : Typo bertebaran🙂

 

❤ Preview Last Chapter❤

Naomi membuka matanya dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat pemandangan indah yang terbentang luas di hadapannya. Padang rumput indah dengan sebuah pohon yang tertanam di tengah – tengahnya. Gadis itu tersenyum lebar, lantas berlari menuju pohon tersebut. Ketika berlari, Naomi merasa ada sesuatu yang mengikutinya. Ia berhenti sejenak dan mulai mencari – cari sosok itu. hingga akhirnya ia letih dan memilih beristirahat di bawah lindungan rimbunnya daun pohon tunggal itu.

“Naomi” merasa namanya terpanggil, Naomi mendongakkan kepalanya dan ia harus merelakan matanya untuk berubah bentuk menjadi sebuah garis karena, betapa silaunya objek yang ia lihat sekarang ini.

“siapa ?” Naomi meletakkan telapak tangan di dahinya. Berusaha untuk mengurangi kadar kesilauan yang ia alami.

“ini” Naomi mengernyit ketika mendapati sosok di depannya memberikan sebuah boneka.

“boneka ? untuk apa ?” Naomi hendak berdiri, namun ia di tahan oleh sosok itu untuk tetap duduk.

“aku menunggumu” sosok itu berbalik. Meninggalkan Naomi dengan berbagai pertanyaan yang harus ia simpan di pikirannya. Ini sungguh memusingkan bagi Naomi, mengingat ia baru sadar dari tidur panjangnya.

“YA!! Tunggu, YA!!” Naomi mengejar sosok itu. tapi, ia merasa tubuhnya tak bergerak sama sekali. Jauh, semakin jauh. Sosok itu akhirnya hilang.

***

“Mimpi ?” gumam Naomi ketika ia baru tersadar.

“kau akhirnya bangun” Naomi terkejut dan langsung menoleh ke samping. Ia mendapati….

“KAU ???”

Another Chapter | This Chapter❤

“Mimpi ?” gumam Naomi ketika ia baru tersadar.

“kau akhirnya bangun” Naomi terkejut dan langsung menoleh ke samping. Ia mendapati….

“KAU ???” Naomi menyipitkan matanya berharap bisa mengingat siapa gerangan yang ada di depannya. Namun, tak berapa lama kemudian Naomi merasa pusing dan ia kembali tak sadarkan diri. Sementara pemuda yang Naomi panggil dengan sebutan kau tadi langsung mengambil Handphonenya. Menelfon seseorang dan melanjutkan rencana mereka.

“kau berhasil ?” Suara terdengar dari seberang dan pemuda itu mengatakan ya. Tampak senyum kepuasan di wajahnya.

“sebelum kau menyingkirkan dia. Pastikan rasa sakitku juga dia rasakan. Mengerti ?”

“kau bodoh ? ini hobbyku” pemuda itu menyeringai. Ia menutup sambungan telfon secara sepihak. Keadaan ruang rawat Naomi yang sepi membuat pemuda itu semakin yakin kalau rencananya akan berjalan lancar. Dengan segera, ia memapah tubuh Naomi dan memindahkannya ke kursi roda yang kebetulan sudah ia persiapkan sebelumnya. Setelah itu, ia pergi membawa Naomi keluar dari ruang rawatnya.

***

Luhan lagi – lagi melirik jam silver yang melingkar di tangan kanannya. Sudah 30 menit ia menunggu Tiffany, namun gadis itu tak kunjung menampakkan dirinya. Alih – alih ingin pergi dari kafe itu, tapi Luhan tak bisa. Ia sudah berjanji dan janji itu harus ditepati. Luhan tau Tiffany adalah tipe wanita yang tak suka menunggu, tapi kalau dipikir – pikir ini sudah keterlaluan. Mengingat yang mengajak adalah Tiffany sendiri dan seharusnya ia datang lebih dulu, bukan ?

“Maaf Lu, aku terlambat” akhirnya yang ditunggu datang juga. Luhan tersenyum kearah Tiffany dan jujur, itu adalah senyuman palsu. Untungnya Tiffany tidak mengetahui maksud dari senyuman Luhan tersebut.

“kita kemana ?”

“temani aku belanja ya🙂 kumohon~” Luhan melihat gemas pada Tiffany. Gadis ini, bisa saja menaikkan moodnya secara signifikan. Ya, itu pantas. Mengingat wajah Tiffany yang lebih cantik daripada Luhan *if you know what I mean

Luhan mengangguk dan Tiffany langsung mengamit lengan Luhan. Mereka berjalan menuju salah satu butik langganan Tiffany.

“aku merindukanmu” Tiffany merebahkan kepalanya di bahu Luhan, membuat pemuda itu mengelus puncak kepala gadisnya untuk sekedar menyalurkan perasaan yang sama.

“aku tau. Tapi, kenapa kau tidak pernah mengabariku selama disana ?” Tiffany berfikir sejenak.

“aku punya satu alasan dan kau belum bisa mengetahuinya” Luhan menghentikan langkahnya. ia melepas rangkulan Tiffany dan menatap gadis itu lembut.

“kenapa ?” Tiffany menggeleng. bukannya menjawab, ia malah tersenyum.

“ayo, aku tak mau kehilangan pakaian – pakaian itu” Tiffany mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Luhan pergi. ia tau kalau ini tak akan berhasil, tapi ia juga tak tau ingin menjawab apa. karena, ada sesuatu hal besar di balik kepergian Tiffany kemarin dan hanya segelintir orang yang mengetahuinya.

***

“Bagaimana ? apa ini bagus ?” Luhan mengacungkan dua jempolnya,pertanda kalau ia menyukai gaun yang Tiffany peragakan.

“apa coraknya tidak terlalu menonjol ?” Luhan menggeleng.

“kau cantik dan apapun yang kau pakai, kau selalu terlihat cantik” Tiffany tersipu. Ia sangat merindukan gombalan Luhan yang bisa membuat hatinya melambung tinggi.

“baiklah aku akan mengambil yang ini” Tiffany kembali menghilang diantara kerumunan para gadis yang sedang memilih pakaian. Luhan menghela nafasnya, baru kali ini ia merasa bosan bila bersama Tiffany. Sungguh, sudah 6 kali Tiffany bolak balik memamerkan baju yang ingin ia beli dan mungkin acara belanja ini akan berlangsung lebih lama lagi. mengingat pemilik butik ini mengatakan kalau ia baru saja mengganti semua barang dagangannya. Ughh~ ini menyebalkan.

“Hahaha😀 kau seperti anak kecil. Lihatlah wajahmu.” Luhan menoleh dan mendapati seorang wanita dan pria sedang bercengkrama dengan dua cup es krim di tangan masing – masing. Sepertinya mereka pasangan, lihatlah kaos yang mereka pakai. Bukankah itu kaos couple ?

Luhan tersenyum sinis ketika melihat perlakuan gadis itu yang secara lembut membersihkan noda es krim di sudut bibir kekasihnya. Tapi, jauh di dalam hatinya. ia sangat merindukan Naomi. kenapa ? Oh please, jangan tanyakan itu. tidakkah kalian ingat betapa bahagianya Luhan ketika bersama Naomi sewaktu berada di taman ? tidakkan kalian ingat betapa manisnya senyum Luhan kala itu ?

Luhan tau ia bodoh. Bodoh karena baru mengetahui bahwa sebenarnya, gadis yang mengisi toples hatinya sudah di penuhi Naomi dan perasaan untuk Tiffany ? Luhan hanya merasa kalau Tiffany hanyalah teman dekatnya. Tak lebih. Tapi, ia tak tau bagaimana cara mengatakan itu pada Tiffany. Itu akan membuat gadis itu sakit dan membencinya. Luhan benar – benar pusing tentang apa yang harus ia perbuat. Apakah ia harus berbohong pada perasaannya sendiri atau—

“Lu” Luhan buru – buru membuyarkan lamunannya. Ia langsung menegakkan kepalanya dan betapa terkejutnya Luhan.

“Naomi ?” Luhan menatap tak percaya dengan apa yang ada di depannya. Ia mengedipkan matanya beberapa kali untuk memastikan penglihatannya. Namun, sekali lagi. yang ia lihat bukan Tiffany, melainkan Naomi.

“apa itu kau ?”

“Bagaimana dengan gaun ini ? apa ini cocok untuk pernikahan kita ?” Luhan kembali ternganga. Hei, sejak kapan mereka berbincang tentang pernikahan ? menyatakan cinta saja Luhan belum pernah, dan sekarang ? gaun pernikahan ? hei, ini pasti ilusi. Luhan menepuk kepalanya cukup keras, ia tak ingin halusinasinya di dengar Tiffany. Bisa – bisa akan menjadi urusan yang panjang nantinya, mengingat Tiffany merupakan tipe gadis yang suka cemburu dengan hal sekecil apapun.

“Hentikan Lu, kau akan membuat kepalamu sendiri pusing” Luhan bersyukur karena khayalannya telah hilang lebih dulu sebelum Tiffany datang. Ia menghela nafasnya pelan lalu berusaha tersenyum manis pada Tiffany.

“Ah~ apa kau sudah selesai ?” Tiffany menggeleng. di dalam hati Luhan mengeluh. Merutuki sifat alami seorang gadis yang tak bisa lepas dari barang belanjaan.

“Oh, kalau begitu teruskanlah!” Luhan menghenyakkan bahunya ke sandaran tempat duduk. Ia benar – benar merasa letih. Padahal kerjanya hanya melihat dan mengatakan apapun yang Tiffany pakai bagus. Just it. Lalu kenapa pemuda itu lelah ?

“maksudku, kita akan melihat baju pernikahan kita” Luhan tertawa pelan.

“Astaga, sejak kapan kau berubah profesi dari seorang selebriti menjadi pelawak ? sudahlah, kau tak cocok.. leluconmu tak menghibur” Luhan berdiri dan menepuk – nepuk kepala Tiffany pelan. Tiffany merasa risih dengan perlakuan Luhan tersebut.

“tidak, ini sungguhan. Ibu dan ayahmu sudah menyetujuinya dan acara pernikahan kita akan dilangsungkan seminggu lagi” Luhan tercengang. Ini gila. Sungguh gila. Bahkan ia sendiri tak dilibatkan dalam rapat perencanaan pernikahan itu. Luhan memicingkan matanya, menatap manik mata Tiffany dalam – dalam berharap ada secercah kebohongan disana.

Beberapa menit Luhan mencoba mencari bukti bahwa Tiffany bohong dan hasil akhirnya nihil. Mata Tiffany berkata yang sejujurnya. Oh Baiklah, kisah XiMi benar – benar sudah berakhir sekarang.

~~~

Sebuah mobil Ferari berwarna biru datang dan terparkir sempurna di areal basement Rumah Sakit itu. dari arah dalam, keluarlah Baekhyun dan Sang Akh. Setelah memastikan mobilnya terkunci, Baekhyun mengajak Sang Akh untuk memasuki rumah sakit. Ketika hendak masuk kedalam Rumah Sakit, Sang Akh menyuruh Baekhyun untuk masuk ke dalam lebih dulu karena ia harus membuang sampah minumannya terlebih dahulu. Baekhyun menuruti dan menyuruh Sang Akh untuk segera menyusul. Gadis itu mengangguk dan langsung berlari menuju salah satu tempat sampah yang berada tak jauh darinya.

Setelah membuang sampah, Sang Akh kembali masuk ke dalam rumah sakit. Ia berjalan seraya membersihkan tangan dan karena tak fokus dengan jalannya, gadis itu tak sengaja menabrak seseorang. Ia membungkukkan sedikit badannya sebagai tanda perminta maafannya dan orang yang ditabraknya hanya mengangguk.

“maaf, aku harus segera pergi” pria itu berucap seraya mempererat topinya, ia lantas mendorong kursi roda yang ditutupi dengan kain berwarna hitam, sehingga Sang Akh tidak tau apa yang pria itu dorong. setelah kepergian pria itu, Sang Akh merasa kenal dengan suaranya. Ia berpikir sejenak dan berusaha mengingat – ngingat dengan siapakah suara pria itu mirip.

“Astaga” Sang Akh membulatkan matanya, ia langsung berlari menuju kamar Naomi. dengan kasar, gadis itu membuka pintu kamar Naomi dan hanya mendapati Baekhyun di dalamnya. Sang Akh menggelengkan kepalanya dan kembali berlari keluar dari rumah sakit. Ia mencari dan terus mencari pria yang mendorong kursi roda tadi. Walaupun sulit dipercaya, tapi Sang Akh yakin akan suara yang di dengarnya.

“Jong In” nama itu keluar dari mulutnya lirih. Dengan cepat, Sang Akh kembali berlari menuju ruangan Naomi. setibanya disana, ia mendapati Baekhyun dan beberapa perawat telah berkumpul di dalamnya.

“Bagaimana mungkin temanku bisa hilang ? apa yang kalian lakukan selama ini ? bukankah kami sudah membayar semua tagihan rumah sakitnya ?” Baekhyun memarahi setiap perawat yang ada di sana. Para perawat itu hanya menunduk tanpa bisa berkata apa – apa.

“sudahlah Baek. Semuanya bukan salah mereka” Sang Akh mendekat dan berusaha menenangkan Baekhyun. Ia memeluk lengan Baekhyun dan tersenyum manis kearah pria itu. Baekhyun tak bisa berbuat apa – apa lagi. Ia hanya berusaha menahan emosinya demi kekasih yang ia sayangi.

“maafkan pria ini, dia memang cerewet dan apa kalian bisa merahasiakan ini ? kami yang akan menyelesaikannya” Sang Akh berkata manis pada para perawat itu. Baekhyun yang mendengar hanya bisa terkejut. Bagaimana mungkin mereka bisa menemukan Naomi ? mereka saja tidak tau siapa dalang di balik semua ini.

Para suster itu tampak ragu. Mereka tetap menunduk dan terkadang melirik kearah Baekhyun dan Sang Akh. “pergilah, tak apa” Sang Akh tersenyum manis setelah mengatakan itu dan kemudian para suster keluar dari kamar Naomi.

“apa yang kau lakukan ? bagaimana bisa mencari Naomi tanpa tau pelakunya ? bukankah sebaiknya kita meminta pertolongan pihak rumah sakit ?” Baekhyun tampak frustasi. Raut wajahnya bahkan tak setenang sebelumnya.

“sebenarnya aku tak yakin” Sang Akh tampak ragu dengan pilihannya.

“maksudmu ?”

“lebih baik kita berkumpul. ajak Luhan, Chanyeol dan Minrae. akan kujelaskan nanti. Ayo!” Baekhyun mengerutkan alisnya. Ia mengambil ponselnya dan menulis pesan singkat untuk dikirim ke teman – temannya. Di dalam hati Baekhyun penasaran dengan Sang Akh. Semenjak para perawat pergi, Sang Akh tampak sangat gelisah. Sebenarnya apa yang terjadi ?, pikir pria itu.

~~~

“Unni” Minrae berlari mendekat kearah Sang Akh. Ia lantas memeluk gadis itu dan mulai menangis. Chanyeol yang berada di belakang hanya bisa menatap Baekhyun dan Sang Akh.

“apa itu benar ? bagaimana bisa terjadi Baek ?” waah Chanyeol tampak khawatir. Baekhyun menggeleng dan mengangkat bahunya pertanda kalau ia tak tahu.

“semuanya terjadi begitu cepat. Para perawat yang ada disana tak mengetahui kemana Naomi pergi” jawab Baekhyun dengan wajah ditekuk. Ia benar – benar pusing akan masalah Naomi. gadis itu pastilah sangat tersiksa mengingat masalah yang diterimanya terjadi secara beruntun.

“Unni, bagaimana Naomi ? apa dia baik – baik saja ?” tangisan Minrae semakin keras. Sang Akh tak bisa berkata apa – apa karena iya sendiri belum yakin akan keberadaan dan keadaan Naomi. ia hanya bisa mengelus dan berusaha menenangkan Minrae.

“dimana Luhan ?” Baekhyun menanyakan keberadaan sahabatnya yang merupakan orang paling dekat dengan Naomi. Chanyeol menggeleng.

“aku sudah menghubunginya”

Baekhyun lantas memukul dinding dengan kuat. Ia benar – benar marah dengan sikap Luhan yang masih belum menyadari perasaannya sendiri. Sang Akh yang melihat itu hanya bisa menunduk dan kembali menenangkan Baekhyun. Sementara Chanyeol, ia masih bersikekeh untuk menghubungi Luhan.

Selama beberapa menit, ruangan yang memiliki penerangan sebuah lampu pijar berwarna keoranyean hanya diisi oleh isakan Minrae. semua orang di dalamnya benar – benar khawatir dengan Naomi. bahkan semuanya larut dalam pikiran masing – masing.

~~~

“Hei, sampai kapan kau akan tidur ? Cepat Bangun!” Bentakan itu membuat Naomi tersadar. Gadis itu merasakan pusing yang sangat dahsyat. Ia bahkan membutuhkan waktu untuk memastikan apa yang sedang terjadi.

Ruangan yang hanya berukuran 4 * 4 itu memiliki penerangan yang cukup, sehingga Naomi bisa melihat dengan jelas siapa yang ada di depannya dan alangkah terkejutnya Naomi ketika mendapati pria yang beberapa hari lalu mengunjunginya di café berada di depannya. Naomi melihat ke seluruh tubuhnya. Ada tali dimana – mana. Ia tidak bisa bergerak. Naomi menatap pria itu marah.

“Apa yang kau lakukan ? dimana ini ? siapa sebenarnya kau ?” Naomi membentak. Untung saja mulutnya tak di tutup. Kalau tidak, bagaimana caranya melawan.

‘PLAK’

Pria itu menampar Naomi. ia tersenyum lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Naomi. “berterima kasihlah kau karna masih diberi kesempatan hidup” ucap pria itu dan Naomi hanya bisa menatapnya tajam. Jujur, jika tangannya tak diikat dan keadaannya tak selemah ini. ia pasti akan menghajar pria itu.

“Kenapa tidak kau bunuh saja aku ?” pria itu langsung membalas tatapan tajam Naomi. ia lalu memainkan rambut Naomi dan menariknya di detik selanjutnya. Naomi merintih kesakitan dan memohon agar pria itu melepaskan rambutnya. Tapi tetap saja, ia malah semakin menarik rambut Naomi. rasa pedih yang gadis itu rasakan memang terasa sangat nyata, bahkan butiran air matanya sudah tak bisa ia bendung lagi.

“kumohon, lepaskan. Kenapa kau memperlakukanku seperti ini ?” Naomi terisak. Rasa sakit itu benar – benar telah menjalar ke seluruh bagian tubuhnya. Sementara pria yang menyiksa Naomi hanya tersenyum. Ia bahkan terkekeh ketika melihat Naomi merintih kesakitan. Sungguh, sangat kejam.

Merasa puas telah membuat Naomi merasa kesakitan, pria itu akhirnya melepaskan rambut Naomi. gadis itu lalu menatap takut kearah pria di depannya. pria ini benar – benar seperti iblis, pikir Naomi.

“ingat. Penderitaanmu tidak sampai disini” ucap pria itu seraya mengangkat dagu Naomi. ia lalu melepaskannya dengan kasar. Naomi yang tak berdaya hanya bisa berharap ada orang yang bisa menolongnya.

Kemudian pria yang menyiksa Naomi mulai berjalan menjauh. Ia keluar dari ruangan tempat Naomi berada. Tapi, sebelum keluar pria itu melemparkan sebuah boneka berbentuk beruang kearah Naomi. “bertemanlah dengannya” pria itu keluar dan mengunci pintu yang merupakan satu – satunya jalan keluar.

Naomi menghembuskan nafas leganya ketika melihat pria iblis itu keluar. Ia lalu menatap boneka beruang yang dilemparkan pria iblis. Semakin ditatap, Naomi merasa kalau ia pernah melihat boneka itu. ia lantas beringsut mendekat kearah boneka. Naomi menatap boneka itu lama, hingga akhirnya samar – samar ia mendengar suara tawa. Untuk kedua kalinya, Naomi merasa pusing.

Di dalam pikirannya, ia melihat gambaran dirinya dan seorang pria. Mereka tertawa dan terlihat bahagia. Tapi, sebuah gambaran yang menyeramkan juga ikut terputar. Disana Naomi melihat wajah monster yang ia takuti. Gadis itu lantas semakin menutup erat kedua matanya. air matanya mulai menetes.

“Luhan, aku membutuhkanmu” lirihnya.

~~~

“Bagaimana menurutmu cincin perak itu Lu ?” Tiffany tampak antusias ketika memilih cincin. Luhan yang berada disampingnya hanya bisa menghela nafas dan mengangguk – anggukan kepala. Sungguh, ia benar – benar sudah merasa bosan sekarang. sudah hampir setengah jam ia berada di toko periasan. Jika dihitung – hitung mulai dari butik, baju pernikahan dan cincin. Mereka telah menghabiskan waktu hampir 5 jam. Sungguh luar biasa.

‘DRRT DRRT’

Tangan Luhan bergerak untuk mengambil ponselnya. Ada sebuah pesan yang masuk. Ketika membukanya, Luhan mendapati nama Baekhyun tertera. Tanpa menunggu lama, pria itu langsung membukanya.

Naomi menghilang!

Kita harus berkumpul..

Aku dan Sang Akh akan menunggu kalian di garasi rumahku..

Cepatlah!

Mata Luhan terbelalak kaget ketika membaca pesan Baekhyun. Jantungnya berdetak dengan cepat. Ia benar – benar merasa harus pergi. tapi, bagaimana dengan Tiffany ? haruskah ia meninggalkannya ?

“Fany, aku harus pergi sekarang juga” Tiffany yang sedang asik melihat cincin perak langsung menatap Luhan.

“kau pergi ?” Tiffany menatap penuh harap pada Luhan. Oh astaga, jangan lakukan tatapan itu Fany. Apa kau tau ? Luhan merasa sangat iba padamu jika kau menatapnya seperti ini.

“ba—baiklah. Aku tak akan pergi” Luhan luluh dan Tiffany senang olehnya. Gadis itu langsung tersenyum dan memeluk lengan Luhan erat. Ia lalu kembali memilih cincin perak.

‘Naomi, maafkan aku’ gumam Luhan seraya mematikan ponselnya.

~~~

“ini sudah terlalu lama. Kita harus segera bertindak” Sang Akh memecah keheningan yang terjadi. Chanyeol dan Baekhyun yang sedang sibuk menghubungi Luhan langsung menoleh kearah gadis itu dan Minrae yang tangisnya baru mereda juga menoleh kearah Sang Akh. Jika dihitung – hitung sudah 2 jam lebih mereka menunggu kedatangan Luhan. Namun pria itu tak kunjung menampakkan dirinya. Sungguh keterlaluan. Apa mungkin Luhan melupakan Naomi sampai – sampai ia tidak peduli lagi dengan masalah ini.

“tapi, apa yang bisa kita lakukan ? pihak rumah sakit bahkan tak tau siapa pelakunya” Chanyeol menyuarakan sarannya. Sang Akh mengangguk.

“kau tidak akan tau betapa lambatnya mereka semua. Walaupun tak yakin tapi aku tau siapa pelakunya” semua orang yang berada di dalam ruangan itu langsung menatap Sang Akh heran. Kenapa Sang Akh tidak memberitahukan hal ini kepada Baekhyun ?

“Unni, kenapa tidak unni katakan sejak tadi ? bukankah dengan begitu kita bisa mencari Naomi dengan cepat ?” Minrae merajuk. Baekhyun dan Chanyeol mengangguk sebagai tanda setuju. Sementara Sang Akh ? ia hanya bisa menghela nafas dan mulai menceritakan semuanya.

“ini terlalu sulit. Aku bahkan harus memikirkannya berkali – kali” benar apa yang Sang Akh katakan. Bukannya sok atau apa, tapi Sang Akh yakin kalau pelaku di balik ini semua adalah Jong In. mantan tunangannya yang bersifat iblis. Minrae mengerutkan dahinya. Apa yang Sang Akh katakan benar – benar terlalu sulit untuk dimengerti.

“kenapa tidak kau jelaskan sekarang ?” Baekhyun berjalan mendekat kearah Sang Akh. Lantas menatap gadis itu lamat. Ia benar – benar berharap Sang Akh tau apa yang ia katakan.

Sang Akh menghela nafasnya pelan lalu memulai ceritanya.

“aku tau ini terdengar menggelikan, tapi aku yakin dalang di balik ini semua adalah mantan tunanganku Kim Jong In” Chanyeol dan Minrae mengerutkan alis sebagai tanda heran mereka. Sementara Baekhyun hanya bisa terkejut dan terdiam. Ia benar – benar marah jika Sang Akh mengungkit tentang mantannya. Tapi, ia juga harus mendengarnya lebih agar Naomi bisa segera ditemukan.

“kenapa Jong In Unni ?”

“Dengar, aku bertemu dengannya di rumah sakit beberapa hari yang lalu dan tadi aku tak sengaja menabrak seorang pria dengan pakaian aneh. Ia tampak terburu – buru dengan mendorong kursi roda dan aku yakin itu pasti Naomi” Sang Akh menjelaskan.

“kenapa kau berpikiran seperti itu ?” Chanyeol protes dengan mimik wajah kesal. Minrae yang ada di sampingnya hanya bisa menggosok punggung pria itu pelan.

“bisa kita mulai saja ? kurasa Jong In akan berbuat yang tidak – tidak pada Naomi jika kita terlalu lama” Sang Akh benar – benar frustasi. Ia bahkan mengatakan itu dengan nada membentak. Sebenarnya sudah tak ada waktu lagi dan Sang Akh sendiri juga tak bisa menjamin keselamatan Naomi. mengingat Jong In adalah seorang psycho atau bahasa kasarnya gila.

“jadi apa yang bisa kita lakukan sekarang ?” Chanyeol menatap Sang Akh sendu. Ia tau ini sulit bagi Sang Akh karena harus kembali mengingat masa lalunya yang pahit.

“baiklah, pertama aku ingin Chanyeol dan Minrae mencari nama Kim Jong In di beberapa rumah sakit jiwa yang ada di Tokyo dan Baekhyun akan ikut bersamaku untuk mengetahui keberadaan Jong In sekarang. apa kalian mengerti ?” Sang Akh menjelaskan. Minrae tampak kurang mengerti, namun ia terlalu takut untuk bertanya. Chanyeol yang melihat itu hanya bisa menggenggam tangan mungil gadisnya. ia berusaha mengatakan kalau gadis itu tak sendiri. Minrae tersenyum kearah Chanyeol dan berharap agar Naomi bisa cepat ditemukan.

“sebaiknya kita bergerak!”

~~~

“Kapan kau kembali ?” Sehun menggeleng pelan lalu menjabat tangan sepupu prianya itu. ia tersenyum tipis.

“setidaknya ketika aku kembali, aku ingin mendapatkan kabar gembira” Luhan mengerutkan alisnya. Apa yang Sehun katakan terdengar ambigu. Pria tampan itu lalu memukul lengan Sehun.

“Bagaimana Naomi ? kenapa kau tak pergi mencarinya ?” pertanyaan telak untuk Luhan. Pria itu lantas menggaruk tengkuknya berusaha menyalurkan rasa groginya. Ia benar – benar tidak tahu apa yang harus dilakukan. Luhan sadar kalau Ia mulai menyayangi Naomi. tapi, disisi lain Tiffany datang dengan kabar pernikahannya. Kedua orang tuanya telah setuju dan apa yang bisa Luhan lakukan ? lari dari permasalahan bukanlah jawabannya. Ia benar – benar berada dititik dimana sebuah pengorbanan besar harus dilakukan.

“aku—- akan menikah dengan Tiffany” mata Sehun terbelalak kaget. Ia menatap tak percaya pada sepupunya itu. tunggu, bukannya Sehun tidak setuju dengan pernikahan itu. hanya saja ia yakin kalau gadis yang Luhan cintai bukanlah Tiffany.

Pesawat menuju Pulau Jeju akan segera berangkat. Penumpang diharap segera memasuki pesawat

Sehun langsung mengumpulkan barang – barangnya. Apa yang diumumkan sesaat yang lalu merupakan pesawatnya.

“jaga dirimu baik – baik” Sehun memeluk Luhan. Dibalik pelukan Luhan mengangguk, mengiyakan apa yang Sehun perintah.

“dan jagalah Naomi” ketika Sehun melepaskan pelukannya, ia sempat berkata seperti itu. Luhan terkejut dan tak tau apa yang harus ia jawab. Ini benar – benar membuatnya pusing.

“aku tau siapa kau. Pikirkanlah baik – baik. Harta sekalipun takkan membuatmu bahagia jika tak ada kasih sayang di kehidupanmu” Sehun menepuk bahu Luhan pelan, lalu berlari menuju pesawatnya yang akan mengantarnya menuju Jeju. Luhan yang melihat kepergian Sehun hanya bisa tersenyum tipis. Ia lantas menghidupkan ponselnya kembali.

“apa yang harus kulakukan ?”

❤ To Be Continued❤

Heol~ ini gaje pake banget lhoh dan juga pendek -_-

Maaf buat readersdeul yang nungguin, tapi ternyata ini ff ancur >.<

Maaf ya, soalnya dina juga baru belajar buat ff dan kalian tau gak ? dina butuh waktu hampir 1 bulan buat ngerjain ini chapter >.<

Dan sebenarnya sekarang terserah kalian sih, mau komentar atau nggak..

Dina gak masalah kok, soalnya ini chapter gajenya minta ampun *Bow

Dan lagi, dina mau minta maaf karena udah marahin readersdeul kemarin *Bow lagih

Ya sudah lah.. mending dina pergi sekarang..

Sebelum di gebukin readersdeul.

Annyeong😀

Ps : bosan ye ? dari kemarin dina mulu yang nongol >.<

73 thoughts on “I AM YOUR MAID (Chapter 15 A) –Almost Final

  1. kayaknya si kkamjong setres dehh,,, dia setress gara2 di tolak mulu kali ya xD
    haduhhhh,,, Luhan masih aja galau milih siapa. udahlah pilih Naomi aja,,, Tippan juga udah bahagia kali sama Nichkhun, e tapi uda putus ya xD

  2. Thor keren banget chapter awal sampe sekarang inu bener2 hebat amazing baru nemu author sekeren dan banyak inspirasi lanjutkan thor😀

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s