Diposkan pada Baek Hyun, Drama, EXO-K, Family, Marriage Life, Romance, Se Hun, sehunblackpearl

What Is Love [2nd Sequel to You’re Crazy and I’m Out Of My Mind]

What is love copy2

Tittle : What Is Love (2nd sequel to You’re Crazy and I’m Out of My Mind)

Main Story:  You’re Crazy and I’m Out Of Mind

First Sequel : Love you, Love You Not

Author : Sehunblackpearl

Main Cast :

–  Oh Sehun [EXO]

–  Kim Joo Young [OC]

Supported Cast :

–  Byun Baekhyun [EXO]

–  Jung Soo Jung/Krystal [f(x)]

–  Kim Joonmyun (Suho) [EXO]

Genre : Romance, marriage life, drama, fluff, Sehun!centered,

Rated : T

Summary : Sehun tidak jatuh cinta. Dan tidak akan dalam waktu dekat ini. Dan itu yang dipercayainya. Dia lebih memilih untuk tetap berpegang pada kepercayaannya itu. Tentu saja sebelum seorang sepupu bernama Byun Baekhyun mengusik keyakinannya..

Disclaimer : Story and plot belong to me. Exo milik SM. Sehun suami saya xD

A/N: Annyeong yeorobun. Saya datang lagi dengan sequel kedua untuk “You’re Crazy and I’m Out of My Mind”. I receive lots of love from that story. Gomawo /bow/ I love you so so sooo much my fellow reader 🙂 Aku berterima kasih sekali kepada para reader yang udah suka dan mengapresiasi cerita saya. Yang udah ngasih komentar, makasih yaaaa dan ini hadiah buat kalian. Seperti yang kalian minta, aku bikin sequel lagi. Sequel ini juga aku dedikasikan buat kalian yang baca tapi gamau komen alias siders. Yang ternyata banyaaaaaaaak sekali -_- Awalnya cerita ini mau aku password aja saking banyaknya siders tapi malas juga, soalnya jadi rempong dan aku gasuka yang ribet-ribet. Jadi yaah sequel ini kupersembahkan untuk kalian semua. Enjoy^^

Warning : I don’t accept bash and don’t tolerate siders anymore and also plagiator. Respect please 🙂

Beware of typo everywhere.

=What Is Love=

Sehun tidak pernah merasa betul-betul bahagia sepenuhnya. Itu yang dipercayanya. Belum sekalipun ia pernah merasa tidak menyesal untuk sehari saja mengenai pernikahannya dengan Kim Joo Young atau yang sekarang sudah menjadi Oh Joo Young.

Benar dengan menikahi gadis itu dia mendapatkan kesempatan sebesar-besarnya untuk menjadi pewaris tunggal atas semua kekayaan Keluarga Kim itu. Mewarisi kekayaan yang bahkan dalam mimpi terliarnya sekalipun saat hari-hari itu, saat dia masih tidur di jalanan, tidak pernah ia membayangkan hidup akan menjadi pemilik sah secara hukum atas harta sebanyak itu. Dan saat dikatakan banyak, percayalah itu jauh lebih banyak dari yang dapat dipikirkan oleh seluruh orang yang hidup di Korea. Demi Tuhan, Grup Geu Dok milik Tuan Kim adalah nomor dua terbesar di seluruh Korea dan Tuan Kim yang baik hati itu adalah nomor empat terkaya di seluruh negeri itu.

Dan anak-anaknya kelak pun akan hidup dengan kenyamanan yang sama dengan yang didapat Joo Young dan Joonmyun. Tidak akan merasakan segala sesuatu yang dirasakannya saat dia masih lebih muda dulu. Tentu saja, kalau dia berkesempatan untuk memiliki anak. Tapi, Sehun memilih untuk tidak terlalu berharap akan memiliki keturunan dari istrinya. Memangnya apa yang kau harapkan dari seorang gadis idiot, baiklah itu bukan idiot, tapi seperti yang dikatakan Joonmyun, adalah retardasi mental. Bahkan mengurus dirinya sendiri dia tidak mampu.

Walaupun Sehun yakin kalau gadis yang dulunya terlalu idiot untuk disebut dewasa itu – baiklah dia bukan idiot, tapi retardasi mental – sekarang sudah sedikit, hanya sedikit, lebih pintar – terima kasih pada Joonmyun yang telah melakaukan asesmen apapun itu pada Joo Young dan memberikannya terapi seperti yang seharusnya dia dapat dari dulu – tapi tetap saja Sehun tidak terlalu berharap akan kesembuhan Joo Young.

Tidak, jangan salah paham. Dia bukannya tidak mau Joo Young sembuh. Tapi, dia tidak begitu berharap dalam arti dia pesimis kalau memang gadis itu akan segera menjadi normal dalam waktu dekat ini. Dan kalau memang gadis itu tidak dapat dibuat menjadi normal, yah biarlah dia begitu. Setidaknya bagi Sehun dia sudah cukup sempurna saat  di eerrr atas tempat tidur. Sisanya, tidak begitu masalah baginya.

Sebut saja dia brengsek. Yang dipikirkannya tentang gadis itu hanya tentang itu saja. Tapi memangnya apa lagi yang menarik darinya kecuali tubuhnya? Tidak ada.

Sehun tidak jatuh cinta. Dan tidak akan dalam waktu dekat ini. Dan itu yang dipercayainya. Dia lebih memilih untuk tetap berpegang pada kepercayaannya itu.

=What Is Love=

Sehun menginjak rem mobilnya tepat di depan bangunan apartemen Soo Jung membuat mobilnya berhenti seketika itu juga.

“Terima kasih Hun-ah.” ujar Soo Jung sambil melepas sabuknya. Walaupun Sehun tidak memalingkan wajahnya dari jalanan kepadanya, dia tetap memasang senyum termanisnya.

Sehun hanya mengangguk ke arah jalanan. Dia tidak peduli untuk bahkan hanya memandang gadis cantik itu sekilas, menyebabkan rasa kecewa terpatri jelas di guratan wajah gadis itu.

“Baiklah, aku turun kalau begitu.” kata Soo Jung lagi membuka mulutnya sedikit ragu. “Terima kasih atas tumpangannya.” Dan dia membuka pintu mobil itu perlahan dan turun. Berdiri di sisi jalan, Soo Jung mengangkat sebelah tangannya untuk melambai kepada Sehun. Namun belum sempat tangannya terangkat sepenuhnya, Sehun sudah menginjak pedal gasnya dan meninggalkan gadis itu sedikit melongo. Sehun menghilang dari pandangan mata hanya dalam sekejap. Yang tertinggal hanya asap bekas pembakaran dari mobil Bugatti Veyron hitamnya itu.

Soo Jung menghela napas. Tidak begitu mengerti dan tidak begitu ingin untuk mengerti alasan Sehun jadi badmood seperti itu. Dia paham kalau misalnya pria itu tadi sedikit marah karna dia tidak sengaja menyebut Joo Young idiot (lagi). Bagian yang membuat dia harus menggunakan otaknya untuk berpikir sekeras mungkin adalah bagaimana bisa Sehun jatuh cinta pada gadis idiot seperti itu? Baiklah dia bukan idiot tapi retardasi mental seperti dikatakan Sehun, jeez dia bahkan tidak peduli. Tapi kenapa Sehun jatuh cinta dengan gadis itu – walaupun memang yang bersangkutan selalu menyangkalnya – tapi  kalau bukan cinta lalu kenapa dia begitu marah hanya karena orang menyebut gadis itu idiot?

Soo Jung memutar bola matanya malas memikirkan bos sekaligus sahabatnya yang kalau misalnya dia bisa memainkannya kartunya dengan lebih baik, pasti sekarang sudah ada mungkin di atas tempat tidurnya. Sayang, lelaki itu terlalu keras kepala dan hubungan mereka akhirnya hanya berakhir sekedar sahabat. Soo Jung menghargai itu. Kesetiaan Sehun maksudnya.

Dia berjalan memasuki bangunan apartemennya. Memilih mengabaikan Oh Sehun yang terlalu bodoh untuk jatuh cinta dengan gadis retardasi mental, dia menekankan retardasi mental di otaknya dengan sedikit sarkastis, tapi lebih bodoh lagi untuk tidak mengakui perasaannya itu.

Well, terkadang memang ada orang-orang keras kepala dengan selera aneh seperti itu di dunia ini. Dan dia tidak begitu peduli.

=What Is Love=

Sehun tidak pernah merasa betul-betul bahagia sepenuhnya. Itu yang dipercayanya. Dia masih sering menyesali hari saat dia mengatakan “aku bersedia” di depan altar bersama Joo Young.

Kendaraan berwarna hitam itu dengan kecepatan normal memasuki wilayah kediaman Keluarga Kim. Dan dibiarkan berhenti di belakang sebuah mobil sport putih.

Sehun mengernyitkan keningnya, bingung dengan kehadiran sebuah sport putih yang diparkir tepat di depan mobilnya saat ini. Apa Joonmyun membeli mobil baru? Tapi Joonmyun sepertinya bukan tipe yang akan membeli mobil yang sepertinya sangat mahal seperti itu. Tidak sesuai dengan sifat rendah hatinya. Tapi siapa tau kan?

Sehun keluar dari dalam mobil mahalnya sendiri dan menatap mobil sport putih misterius di hadapannya kagum. Dia bersiul melihat bodi mobil yang membuat napas tertahan itu.

“Zenvo eh?” ujarnya di bawah nafasnya, masih kagum dengan pemandangan di hadapannya. Siapapun pemilik mobil ini – yang masih sangat diragukannya adalah Joonmyun – punya selera yang katakan saja luar biasa.

Setelah puas mengagumi mobil itu, Sehun berlalu, segera melangkah menuju rumah utama Keluarga Kim. Gambaran mobil tadi masih belum bisa meninggalkan otaknya. Tidak mungkin Joonmyun yang membeli mobil itu. Tapi kalau bukan miliknya, lalu kenapa diparkir di kawasan parkir keluarga? Tuan Kim labih tidak mungkin lagi membeli mobil sport. Pria tua itu biasanya menggunakan sedan. Mobil yang tidak lebih mahal dari mobil Sehun. Tuan Kim biasanya menaiki Marcedes Benz S-Class S400 Bluehybrid yang sudah dipakainya sejak tahun 2010 sampai sekarang. Dan entah kenapa bahkan hanya membayangkan bahwa Joo Young yang sudah membeli mobil itu rasanya lebih asbsurd lagi. Kalau begitu mungkin milik tamu.

Sehun melangkah masuk ke dalam rumah dan disambut pemandangan yang tidak terlalu berbeda dari biasanya. Ruang tengah kosong. Tidak ada seorang tamu pun. Baiklah, jadi sport putih yang sangat keren itu adalah milik Joonmyun. Walaupun rasanya sangat tidak sesuai dengan sifat rendah hatinya itu.

Sehun masuk ke kamarnya. Kosong. Tidak ada Joo Young. Entah Sehun merasa lega atau kesal karna istrinya tidak ada di situ. Atau campuran keduanya. Biasanya istrinya itu pasti sedang di kamar pada jam-jam dia pulang dari kantor, sengaja menunggu “Sehun-oppa” kembali dari hari yang melelahkan di kantor. Sehun kesal karna gadis itu tidak menunggunya seperti biasa dan lega karna tidak pelu menjawab pertanyaan-pertanyaan bodoh Joo Young.

Sehun mengabaikan ketidakhadiran Joo Young di kamar itu dan memutuskan lebih baik dia mandi lalu turun ke ruang makan. Mungkin Joo Yooung ada di sana, seperti biasa dengan Joonmyun dan Tuan Kim. Jadi dia melakukan seperti yang direncanakannya itu. Dia mandi dan berpakaian dengan cepat, lalu segera turun ke ruang makan.

Seperti yang diperkirakannya Joo Young duduk di kursi yang biasa didudukinya, Joonmyun di seberangnya, tidak ada Tuan Kim, dan sebagai gantinya seorang pria kecil seukuran Joonmyun duduk di kursi yang seharusnya adalah milik Sehun. Sehun mengerutkan keningnya tidak senang. Dia berjalan santai ke arah mereka, sengaja menabrak salah satu kursi untuk menarik perhatian tiga orang lainnya di ruangan itu.

“Oh, kau sudah pulang Sehun-ah.” Joonmyun tersenyum padanya. Dan Sehun mengangguk.

“Ya, hyung. Dimana aboji?” balas Sehun, matanya terpaku pada Joo Young dan pria di sebelahnya.

“Oh, beliau sedang di Jepang. Berangkat sore tadi. Kau tidak tau?” ujar Joonmyun memasang wajah bingung.

“Tidak.” Sehun menggeleng pelan.

Sehun melangkah ke dekat Joonmyun dan menarik kursi di sampingnya lalu duduk. Dua orang di hadapan mereka masih asik berbincang dan tertawa tanpa mempedulikan kehadirannya. Dia kesal. Kesal karna Joo Young sama sekali tidak peduli akan kehadirannya? Tidak, bukan itu. Mana mungkin dia kesal karna itu. Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya. Atau dia cemburu? Hah lebih tidak mungkin lagi.

“Dia siapa Hyung?” bisiknya pelan ke telinga Joonmyun.

“Ah, ya.” Seru Joonmyun tiba-tiba dengan semangat yang sangat tidak wajar, seolah dia baru mendapat sebuah ide fantastis. “Sehun, kenalkan. Ini adalah Baekhyun.” Dia tersenyum dan menunjuk pada pria dengan sweater biru di hadapan mereka. Yang disebut namanya langsung berhenti bercanda dengan Joo Young dan menganggukkan kepalanya ke arah Sehun. Dia baru sadar dengan kehadiran pria itu di ruangan ini. Dan lalu dia menatap Sehun sedikit bertanya. Dia tidak kenal pria di hadapannya itu sama sekali. “Dia ini adalah sepupu kami. Dia juga belajar di Eropa dan baru kembali ke Korea beberapa hari yang lalu.” kata Joonmyun lagi.

“Oh.” Bibir Sehun membentuk huruf O. Dia membalas anggukan pria yang dipanggil Baekhyun itu dengan sopan.

“Dan Baekhyun, kenalkan. Pria di sini ini adalah Oh Sehun. Kau memang baru pertama ini melihatnya.” Joonmyun kali ini menunjuk pada Sehun. “Dia ini suaminya Joo Young.”

Dari ekspresi terkejut Baekhyun yang tidak wajar, Sehun tau kalau sebelumnya dia tidak tau kalau Joo Young sudah menikah. Tertinggal berita selama di Eropa hm? Tapi pria itu dengan cepat menyembunyikan rasa terkejutnya itu lagi. Dia tidak menunjukkan emosi apapun lagi di wajahnya.

“Halo.” ujarnya berusaha santai. Tapi Sehun tau dia sedang mengeraskan rahangnya.

Sekarangpun Sehun merasa tidak nyaman melihat tangan pria itu yang dilingkarkan di sepanjang bahu Joo Young. Sedangkan Joo Young masih santai saja duduk di tempatnya. Kali ini berganti Sehun yang mengeraskan rahangnya dan mengepalkan telapak tangannya di atas pahanya. Tiba-tiba Sehun merasa bahwa si pria Baekhyun ini akan sedikit menyusahkannya nanti.

Rasa ingin membungkus pria kecil di samping Joo Young itu ke dalam karung sekarang juga dan melemparnya menjadi makanan hiu terdengar begitu menggoda di telinganya sekarang. Hal seperti ini membuatnya tidak senang sama sekali.

Dia tidak cemburu. Tida sama sekali. Dia tidak jatuh cinta dengan gadis itu. Dan tidak akan dalam waktu dekat ini. Lagi pula, memangnya apa itu cinta? Tidak sekalipun kata-kata itu terucap di antara mereka selama hampir satu tahun pernikahannya.

=What Is Love=

Jika cinta adalah mengabdikan seluruh hatimu ditambah jiwa dan raga kepada orang yang dicintai – seperti dikatakan oleh salah satu roman yang pernah dipinjam Sehun dari Soo Jung – maka dia tidak jatuh cinta. Dia tidak merasa ingin memberikan itu semua kepada Joo Young. Sama sekali tidak.

Terutama setelah semalam Joo Young membuat emosinya memuncak sampai ubun-ubun. Gadis yang seharusnya adalah istrinya itu – dan memang kenyataannya adalah istrinya – untuk pertama kalinya setelah sepuluh tahun, tidak mau bersamanya. Hanya mau bersama “Baekhyun oppa”. Bahkan tidur bersama “Baekhyun oppa”, dia menolak ajakan Sehun saat memanggilnya tidur. Dan meskipun awalnya Sehun meringis uring-uringan, dia tetap tidur sendiri di kamar mereka, terima kasih pada Joonmyun yang sudah membujuknya untuk membiarkan Joo Young malam itu dengan mengatakan “Kau tidak akan mati kalau malam ini tidur sediri kan?”.

Saat membuka matanya tadi pagi, untuk pertama kalinya setelah menikah dengan Joo Young dia tidak mendapati gadis itu tidur merapat padanya. Dan anehnya dia merasa pagi itu tiba-tiba saja terasa dingin padahal sinar matahari sudah jelas-jelas menerobos masuk melalui jendelanya membuat suhu ruangan meningkat. Mungkin dia sudah terlalu teribasa dengan tubuh ringkuh itu berbaring dekat dengannya setiap pagi.

Sehun berusaha mengabaikan ketidakhadiran Joo Young di kamar itu semalam dan pagi ini. Dia cepat-cepat mandi dan bersiap untuk pergi ke kantor. Seperti yang dikatakan Joonmyun semalam, Tuan Kim sedang di Jepang, berarti hari ini pekerjaannya akan dua kali lipat dari basanya.

Sehun turun untuk sarapan di ruang makan, dan secara mengejutkan ruang makan itu kosong – sepertinya Joonmyun belum bangun dan Joo Young serta si sepupu Baekhyun entahlah ada di mana – dia menghabiskan sarapannya sendirian. Biasanya pagi begini dihabiskannya dengan Joo Young yang tidak henti-hentinya berbicara sambil menghabiskan susu dan rotinya. Sedangkan Sehun akan meminum kopinya sambil mendengar celoteh istrinya itu, menghabiskan waktu sampai waktunya ke kantor. Tapi kali ini, gadis itu tidak ada. Tidak. Tidak. Kenapa dia jadi melankolis bgini? Dia tidak peduli gadis itu ada atau tidak. Ya, tidak peduli. Dia hanya sudah terlalu biasa mendengar gadis itu sepanjang pagi menyaingi segala suara di pagi hari.

Setelah menyelesaikan sarapannya yag tidak biasanya hening itu, Sehun segera keluar rumah dan menunggu Kyung Soo – supirnya – mengeluarkan mobilnya yang seharusnya sudah dipanaskan dari garasi. Kyung Soo selalu ditugaskannya untuk memasukkan dan mengeluarkan mobilnya dari garasi serta memanaskan mesinnya sebelum Sehun memakainya ke mana-mana. Tapi pria kecil itu tidak pernah dimintanya untuk menyetir untuknya, kecuali saat dia terlalu lelah atau sakit dan kadang saat dia mabuk. Karna dia sudah tidak mau mengulangi pengalaman tidur di dalam mobil. Sekali sudah cukup.

Sehun berhenti melangkah sejenak saat dilihatnya Baekhyun sudah ada di depan rumah, sedang mencuci Zenvo putih yang semalam dilihat Sehun. Oooh jadi itu miliknya. Bibir Sehun otomatis membentuk huruf O sebagai respon atas kenyataan yang baru diproses otaknya itu.

Baekhyun yang melihat kehadiran orang lain melalui sudut matanya langsung berbalik dan melihat Sehun yang sedang mengangguk-angguk melihat mobilnya seolah setuju dengan selera Baekhyun terhadap mobil.

“Selamat pagi.” sapanya sambil tersenyum ramah pada pria bersetelan hitam itu.

“Oh, selamat pagi Hyung.” Jawab Sehun, mengalihkan matanya sebentar pada Baekhyun tapi sebentar kemudian langsung memakukan pandangannya pada mobil sport yang sedang dicuci Baekhyun itu. Baekhyun menatap Sehun sedikit geli. Dia tau mobilnya keren, tapi tidakkah Sehun sadar kalau dia bersikap tidak sopan menatap milik orang sebegitu intens. Baekhyun berdehem, membuat Sehun berpijak ke bumi lagi.

“Mobil yang bagus.” Komentar Sehun. Kenyataan bahwa mobil ini milik Baekhyun tidak membuatnya jadi tidak keren, walaupun Sehun tidak menyukai pemiliknya itu.

“Terima kasih.” ujar Baekhyun. “Zenvo ST1. Dibuat di Denmark. Spesifikasi mesin V8 yang berkapasitas sebesar 7 liter dan mampu menghasilkan topspeed hingga  374,9 km/jam. Diproduksi terbatas hanya 15 buah setiap tahun. Dibandrol US$ 1,2 juta atau dalam won kira-kira 1 milyar 200 juta.” Lanjut Baekhyun lagi dengan bangga menunjuk pada mobilnya. Baekhyun puas melihat reaksi Sehun. Dia kehilangan kata-kata dan hanya menatap mobil Baekhyun kagum.

“W.. wow.” ujar Sehun akhirnya tersadar. “Itu.. cukup keren dan eng… mahal?” Sehun tidak yakin kata-katanya yang terakhir adalah pertanyaan atau pernyataan. Tapi memangnya siapa yang peduli?

“Duuhh.. tentu saja.” Baekhyun memutar bola matanya dan menjawab sarkastik. “Kau mau kuantar dengan mobil keren ini?” tanya Baekhyun merasa menang. Tentu saja dia akan selalu menang dari anak yatim piatu yang dipungut dari tong sampah oleh pamannya ini. Dia hanya sedikit beruntung menikahi Joo Young. Dan tentu saja Baekhyun yakin itu adalah uuntuk mengincar seluruh kekayaan pamannya. Nah sekarang dia akan tunjukkan perbedaan kelas mereka.

“Eem tidak usah Hyung. Aku lebih suka menyetir mobilku.” Jawab Sehun sedikit ragu. Dan wajahnya langsung bersinar saat melihat mobilnya yang berjalan mendekat, tentu saja tidak berjalan sendiri, melainkan dikendarai oleh Kyung Soo. “Ah, itu dia.” Tunjuknya ke arah mobil yang semakin dekat dan akhirnya berhenti di depan mereka itu. Kali ini Baekhyun yang ternganga melihat kendaraan Sehun.

“I.. itu mobilmu?” tanya Baekhyun tergagap. Dia berusaha keras menahan rahangnya agar tidak terjatuh ke tanah. Sehun mengangguk lalu menyeringai.

“Bugatti Veyron 16,4 Super Sport.” Sehun mulai membalas Baekhyun dengan memperkenalkan mobilnya. “Dibuat di Prancis tentu saja. Kekuatan mesin 1200 PS dan bisa mencapai kecepatan 431 km/jam dengan bodi karbon spesial. Hanya diproduksi 30 di dunia. Tentu saja dibrandol GB₤ 1,7 juta *A/N: GB₤ adalah British Pound Sterling* atau kalau kita harus konversi ke won juga jadinya hampir 3 miliar won.” Sehun tidak segan-segan menyembunyikan rasa puasnya melihat reaksi Baekhyun. Dia menang. 1-0. “Sekarang, permisi Hyung. Aku senang berbincang denganmu. Tapi sedihnya aku harus sudah ada di kantor secepatnya.”

Sehun masuk ke dalam mobilnya, yang pintunya sudah dibuka Kyung Soo tentu saja. Dan sebelum dia menginjak pedal gasnya, dia membuka kaca mobilnya hanya untuk menikmati pemandangan wajah Baekhyun yang tadi songong sekarang kebingungan. “Sampai jumpa nanti malam, Hyung. Aku benar-benar berpiir kita harus banyak berbincang seperti tadi. Jangan habiskan waktumu hanya dengan istriku.” Sehun menekankan kata istri. Lalu dia menutup kaca dan segera berlalu.

Seperti yang diduganya, Baekhyun menyebalkan. Dan pria itu akan menyusahkannya cepat atau lamabt. Sekarang saja dia sudah cukup menyusahkannya.

Kalau cinta adalah begitu dalam merasakan ikatan dengan orang atau objek yang kau cintai dan mampu menerima dia seluruhnya, termasuk sepupu yang menyebalkan, maka Sehun tidak jatuh cinta pada Joo Young. Pasti.

=What Is Love=

“Kenapa mukamu kau tekuk begitu?” Soo Jung tidak bisa menahan pertanyaan mengalir dari mulutnya melihat Sehun diam saja sambil sambil mengaduk-aduk spageti yang seharusnya adalah makan siangnya dengan wajah ditekuk.

“Bukan urusanmu.” jawab Sehun singkat sambil menatap gadis di hadapannya terganggu. Membuat gadis itu melotot padanya. Tapi Sehun mengabaikannya. Dia tidak takut dengan mata. Malah, Sehun menglihkan pandangannya lagi ke spagetinya dan mengaduk-aduknya.

“Seorang lelaki dewasa sedang merajuk dan mengaduk-aduk spagetinya. Batapa jantan.” Kata Soo Jung sarkastik sambil memutar bola matanya. Sehun juga melakukan hal yang sama medengar kata-kata Soo Jung. Memutar bola matanya.

“Sepupu.” bisik Sehun pelan.

“Hah?”

“Sepupu Joo Young datang.” kata Sehun lagi, kali ini lebih kuat agar dapat didengar oleh Soo Jung.

“Sepupu istrimu datang dan itu membuatmu mengaduk-aduk spagetimu yang eew sekarang terlihat menjijikkan itu. Oh great. Aku sangat mengerti dimana kedua hal itu berhubungan.” Lagi-lagi Soo Jung memutar bola matanya.

“Ya, bagus kalau kau menerti.” Balas Sehun dingin.

“What?” seru gadis cantik itu tidak percaya dengan jawaban Sehun. “You’re impossible. Oh Sehun, it’s sarcasm. Sarcasm.”

Sehun mengerang. “Suaramu itu kuat sekali. Dan tolong bicara dengan bahasa Korea.”

“Whatever.” Untuk kesekian kalinya Soo Jung memutar bola matanya. “Tadi itu sarkasme bodoh. Dan aku tidak mengerti kenapa sepupu si id maksudku Joo Young datang dan kau bersikap eerr tidak terlalu enak untuk dipandang mata wanita muda begini?”

“Aku tidak peduli apa pendapat wanita muda tentangku.” Balas Sehun kesal.” Apalagi kalau wanita muda itu adalah kau. Dan kuberitau saja, sepupunya menyebalkan.”

“Terserahmu sajalah. Memangnya dia semenyebalkan apa?” kali ini alisnya dikernyitkan.

“Dia… bagaimana mengatakannya ya. Pokoknya membuatku kesal. Dia eenng selalu bersama Joo Young dan bahkan semalam mereka tidur bersama.” katanya “Tentu saja bukan tidur bersama dalam arti begitu,” Sehun cepat-cepat menambahkan saat dilihatnya perubahan raut muka Soo Jung. “Entah kenapa aku tidak suka dia ada di rumah itu.”

“Jadi sepupu istrimu datang dan merebut semua perhatian gadis lucu itu bahkan tidur bersama si sepupu ini, ngomong-ngomong si sepupu ini laki-laki kan?” Sehun mengangguk. “Padahal seharusnya dia itu tidur denganmu.” Soo Jung mengulang segala informasi yang sudah diserap ke dalam kepalanya tadi. Sehun sekali lagi mengangguk membenarkan. “Kau cemburu?” Soo Jung menyimpulkan.

Sehun tertegun. Tidak mengharapkan kesimpulan yang seperti itu. “Tentu saja tidak. Itu tidak mungkin.” Sehun mengernyitkan keningnya dan menatap Soo Jung dengat tatapan ‘apa kau bercanda?’

“Ooh ayolah Sehun. Aku sudah malas dengan topik ini. Kau itu..”

“Aku lebih malas lagi.” potong Sehun cepat. “Sudah kubilang aku tidak jatuh cinta dengannya.”

“Yeah. Dan kau cemburu pada sepupunya.”

“Aku tidak cemburu.” erang Sehun.

“Kenapa kau selalu menyangkal kalau kau jatuh cinta dengan istrimu sih?” tantang Soo Jung. “Lagi pula kalau bukan karna cinta, kau tidak akan menyentuhnya dari awal.”

“Selalu saja membahas itu. Sudah kubilang itu khilaf.”

“Khilaf yang terjadi lebih dari puluhan kali.” Soo Jung mengoreksi kata-kata Sehun membuat pria itu melotot kesal padanya dan hanya dibalasnya dengan cibiran.

Akhirnya mereka membiarkan topik itu tidak terselesaikan (lagi) seperti tiap kali hal itu dibicarakan.

Kalau jatuh cinta berarti cemburu pada setiap pria lain yang ada di dekat orang yang dicintai, maka Sehun tidak jatuh cinta. Dia tidak pernah masalah dengan Kyung Soo yang sangat dekat dengan istrinya. Atau tukang kebun yang sering bercanda dengannya di halaman belakang. Juga guru pribadi gadis itu. Hanya Baekhyun. Dan dia begini pasti hanya karna dari awal pria itu sudah terlihat memusuhinya. Dari awal sepupu iparnya itu sudah menyalakan api perang dan dia hanya berusaha bertahan. Itu bukan karna dia cinta pada Joo Young. Bukan.

=What Is Love=

Sehun melemparkan badannya ke atas tempat tidur. Membiarkan dia tenggelam di antara seperai lembut bersama segala rasa penatnya. Dia meletakkan lengannya di atas kepala, menutupi matanya.

Dengan melakukan itu dia berharap dadanya akan terasa lega. Apapun itu yang menghimpit entah itu jantung atau paru-parunya dapat enyah. Kalau tidak, dia akan mengamuk. Melempar segala yang ada di ruangan itu untuk melegakannya. Dan dia tidak ingin melakukan itu, mengingat siapa saja bisa mendengar amukannya nanti, termasuk sumber segala masalah ini, Byun Baekhyun.

Hampir dua minggu. Sudah selama itu. Dia sama sekali diabaikan oleh Joo Young. Memang Joo Young bukannya mengabaikan dia sepenuhnya. Tapi setiap hari dia menghabiskan seluruh waktunya dengan Baekhyun. Pagi hari tidak menemaninya sarapan. Dan tidak menghiraukannya sama sekali sepulang dari kerja. Dan menolak untuk tidur dengan Sehun. Bahkan semalam pun sejak kehadiran Baekhyun di rumah itu mereka sudah tidak pernah tidur dikamar yang sama lagi. Herannya lagi, Joonmyun dan Tuan Kim tidak menganggap ini sebagai masalah sama sekali. Padahal Sehun sudah sekesal ini.

Hari ini tidak begitu berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Joo Young masih melakukan hal yang sudah dilakukannya selama sepuluh hari belakangan. Menghabiskan seluruh waktunya dengan “Baekhyun oppa” dan sepertinya dia bahkan sudah lupa sama sekali kalau Sehun masih hidup. Hari ini Sehun memilih mengabaikannya. Dia langsung masuk ke kamar tanpa menegur dua orang itu sama sekali. Sudah terlalu malas saling melotot dengan Baekhyun. Atau mendengar rengekan Joo Young yang mengatakan ingin bersama Baekhyun oppa. Dia tidak peduli lagi.

Mendengar derit pintu terbuka, Sehun sedikit mengangkat lengannya dari matanya dan menatap ke arah pintu. Joo Young sedang berdiri membelakanginya, menutup pintu kamar mereka lagi. Sehun, sekali lagi memilih mengabaikannya sebagaimana gadis itu mengabaikannya. Dia membalikkan badannya membelakangi istrinya itu.

Tangan lembut Joo Young menyentuh lengannya. Sehun menutup mata merasakan sentuhan gadis itu. Rasa rindu mengalir di seluruh pembuluhnya bersama tiap keping sel-sel darahnya.

“Oppa…” panggil Joo Young.

“Hm?” adalah satu-satunya respon yang diberikannya.

“Joo… Joonmyun oppa bilang, oppa marah padaku.” Kata gadis itu takut-takut.

“Hm.”

“Joo Young salah apa?” tanya Joo Young lagi.

Sehun hanya diam. Dia bahkan tidak tau apa kesalahannya. Sehun rasanya ingin berteriak memarahi gadis ini.

“Oppa….” Joo Young berusaha membalikkan tubuh Sehun menghadapnya. Tapi Sehun bergeming. “Oppa marah…” suara Joo Young terdengar bergetar.

Mendengar getaran yang sangat jelas di suara Joo Young, Sehun akhirnya berbalik dan menatap istrinya itu kesal. Dia membuka mulutnya, siap mengeluarkan segala kekesalannya pada Joo Young, tapi mengurungkan niatnya begitu melihat wajah gadis itu. Dia tidak suka melihatnya begitu. Dia benci dengan air mata di pipinya. Meski egonya memaksa dia untuk membenci gadis itu karna yang dilakukannya berapa hari ini, tapi dia tidak bisa. Perutnya terasa seperti dililit ketika wajah sedih gadis itu tertangkap retina dan menjadi fokus lensanya.

Jadi dia duduk. Memeluk tubuh ramping Joo Young. Mengelus rambutnya dan membisikkan segala kata manis yang bisa diingatnya untuk menghentikan tangisan istrinya itu.

“Jangan menangis. Oppa tidak marah padamu.” ujarnya sambil mencium puncak kepala Joo Young. Cara ini biasanya selalu bekerja. Tapi kali ini bukan yang biasanya. Gadis itu tetap sesenggukan di dalam lingkup lengannya. Padahal yang salah adalah dia sendiri tapi Joo Young membuatnya seolah-olah Sehunlah yang sudah menyakitinya.

Butuh tujuh menit dan 43 detik dengan kata manis, banyak “sssstt”, peluk, dan cium di kening, pipi, rambut, sampai akhirnya tangisan Joo Young benar-benar berhenti begitu juga cegukan setelah menangisnya.

“Oppa… sangat menyayangi Joo Young.” Ujar Sehun pada Joo Young yang memposisikan dirinya dengan nyaman dalam pelukannya.

“Joo Young juga.” balas gadis itu. Dia menggenggam ujung lengan baju Sehun. Dan meletakkan kepalanya di dada Sehun. “Jangan marah pada Joo Young.”

Sehun terkekeh. “Tidak akan pernah.” Dia tersenyum melihat ekspresi senang Joo Young ketika dia mengucapkan kata-kata itu. “Tapi… oppa tidak senang kalau kau selalu dengan Baekhyun oppa dan mengabaikan oppa.” Sehun pura-pura mengerucutkan bibirnya.

“Kalau begitu Joo Young tidak akan main dengan Baek oppa lagi.” Sahut Joo Young polos membuat Sehun tertawa. “Janji.” dan dia mengacungkan jari kelingkingnya.

“Baiklah, janji ya.” Masih sambil tertawa, Sehun menautkan jari kelingkingnya dengan milik gadis itu, kemudian mempertemukan ibu jari mereka. “Yang melanggar janji disentil seratus kali.”

“Oke.”

Mereka berdua tertawa. Lalu hening. Tidak ada yang bersuara. Hanya saling memandang. Sampai salah satu dari mereka melepas tautan jari mereka dan mendorong yang lain rebah di atas tempat tidur. Merangkak di atas tubuhnya, dan mengunci bibir dengan bibir.

Sehun menahan napasnya. Pertama kalinya Joo Young yang berinisiatif menciumnya. Dan entah kenapa ini terasa sangat baik bagi egonya. Memikirkan seberapa dekatpun Joo Young dengan Baekhyun, seberapa banyak waktu yang mereka habiskan bersama dua minggu terakhir, tapi tetap hanya dia yang bisa merasakan lembutnya bibir Joo Young menari di atas bibirnya. Dia perlahan membalas ciuman gadis itu. Terkadang saat mereka sedang berciuman seperti ini, rasanya sangat benar tapi juga sangat salah. Tapi perasaan saat bibir mereka bertemu begini, apalagi kali ini gadis itu yang memulai, adalah yang paling disukainya. Dan jemarinya langsung menemukan jalannya ke kancing kemeja gadis itu, membukanya satu persatu.

Sudah dua minggu dia tidak melakukannya. Rasanya seperti sudah selamanya. Entah kenapa dia sangat bergairah dan menggebu ingin menyentuh setiap inci kulit Joo Young. Seperti saat pertama dulu. Kecepatan debar jantungnay saat ini dan paru-parunya yang kesulitan menerima pasokan udara adalah buktinya. Seluruh darahnya berdesir menuju ubun-ubun dengan kecepatan melebihi topspeed Bugettinya. Pertama kalinya dirasakannya kembali setelah sekian lama.

Kalau debar ini dan darah yang berdesir itu adalah yang dinamakan cinta, mungkin dia memang jatuh cinta. Walalupun jauh di dalam hatinya entah kenapa Sehun lebih yakin itu bukan cinta melainkan nafsu. Tapi itu tidak masalah sekarang ini. Yang penting dia ingin mengklaim apa yang memang adalah miliknya. Gadis ini dan seluruh tubuhnya juga hatinya. Dan tidak akan dibiarkannya orang lain mengambil apa yang adalah miliknya meskipun mungkin dalam dirinya kurang ada cinta. Terutama kalau orang itu adalah sepupu yang dia tau pasti mencintai istrinya ini. Byun Baekhyun.

=What Is Love=

Buat yang penasaran, ini mobilnya Sehun.

2011-bugatti-veyron-16-4--16_600x0w

2011 Bugatti Veyron 16.4 Super Sport Photos

Dan ini mobilnya Baekhyun.

Zenvo-ST1-Front-Wallpaper-HD-ForWallpapers.com_

2009 Zenvo ST1

Aku itu seneng banget nengok mobil-mobil mahal dari duluxD Pengen banget punya Bugatti Veyron atau Zenvo. Makanya aku sisipin aja di cerita ini haha. Mobil lain yg aku suka itu Lamborgini. Tapi udah, lupain aja soal mereka, itu cuman mimpi :”) /malah curhat/

Oke, sebelum kalian minta sequel lagi atau minta chapter, di sini aku mau ngasih tau kalo yeah aku bakal bikin sequel lagi. Dua atau tiga lagi. Dan semuanya dengan judul yang berbeda-beda. Jadi itu semacam chapter gak yah? ‘-‘)a Molla. Eiitts kalian jangan senang dulu. Karna pada dasarnya aku itu udah suka banget sama endingnya “You’re Crazy and I’m Out of My Mind” yang gantung itu dan cukup puas dengan kelabilan Sehun di “Love You, Love You Not” dan ditambah ketidakpuasanku dengan sequel yang ini, gatau kenapa pokoknya aku gak gitu suka sama sequel yang ini, gatau deh gimana menurut kalian. Jadi, semuanya bakal tergantung sama jumlah komentar kalian. Aku bukannya gila komentar ya, tapi cuman berharap kalian bakal menunjukkan bentuk apresiasi kalian terhadap usahaku menuhin keinginan kalian dengan cara ngasih komentar. Jangan cuman aku yang berusaha nyenengin kalian tapi kalian nyuekin aku. Jangan buat aku bertepuk sebelah tangan T.T Kalau misalnya komentar di sequel ini lebih sedikit dari sequel yang kemaren, dan kalau pas aku ngecek ternyata sidersnya tetep banyaaaaak banget kek kemaren, maka sorry not sorry but no more sequel for you. Maap kalo yang komen juga jadi kena imbasnya /.\ Karna itu aku mohon kerjasamanya oke? 🙂 Silahkan ketik komentarmu di kotak komentar di bawah.

PS: Don’t call me “thor”. Call me anything. I’m 96L

Iklan

Penulis:

I'm a whole world trapped in a person.

540 tanggapan untuk “What Is Love [2nd Sequel to You’re Crazy and I’m Out Of My Mind]

  1. Tukann, 3/4 hati Sehun yakin kalo dia cinta ama Joo Young, tp yg bikinn bete 1/4nya selalu aja nyangkal ama perasaannya-_-
    Hihiii cengar-cengir sendiri baca beginian wkwk deg2an hehe, kayanya Joo Young udah mulai dewasa nihh, punya cara sendiri terkhusus buat Sehun biar ga marahh *awww

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s