I Love You (Teaser) [freelance]

PicsArt_1396546662643

Tittle: I Love You (Teaser)

Author: Irna Cho/Kim Taeri

Main cast: Tari (OC/You), Hyejin (OC), EXO Member

Genre: Romance

Rate: T (+16)

Length: Chaptered

Disclamer: All the cast are from God except the OC is my imagination, and the storyline too. Sorry for typo.

Note: FF ini sudah di publikasikan sebelumnya di http://fanfictionside.wordpress.com/ jadi tolong di lihat nama authornya jika ada kesamaan cerita. Happy reading…

 

Gadis itu menyandarkan tubuhnya pada pintu yang kini telah tertutup. Memegang dadanya, tepat dimana jantungnya tengah berdetak tak karuan. Kris. Satu nama itu, mampu membuat kerja jantungnya bekerja lebih cepat di banding seharusnya. Pria itu memang tidak kurang apapun. Tapi dirinyalah yang kurang. Dia sadar, dia tidak mungkin pantas bersanding dengan pria sesempurna Kris. Kris tidak mungkin mencintainya. Usaha Baekhyun akan percuma menjodohkan dirinya dengan pria keturunan China Kanada itu. Perasaannya tidak mungkin berbalas. Dia tahu batasan. Dia tidak boleh membiarkan perasaan sukanya ini semakin berkembang. Dan dia harus menghentikan aksinya Baekhyun untuk mencoba menjodohkannya dengan Kris.

 

<<<>>> 

 

“Chanyeol-ah, coba kau telpon Tari. Mungkin dia ingin menitip sesuatu untuk dimakan.” Chanyeol hanya mengangguk menuruti perintah Suho, dan tidak berapa lama pria tinggi itu sudah mendekatkan ponselnya ke kupingnya.

“Tidak di angkat, Hyung.” Ucapnya tidak berapa lama.

“Ya sudah, mungkin dia sudah tidur.” Suho kembali fokus pada jalanan di depannya.

“Bukannya Tari selalu masak setiap hari?” Tanya Xiumin penasaran.

“Dia jarang masak jika hanya sendiri di apartemen?” Xiumin hanya mengangguk mendengar jawaban D.O.

“Memang Hyejin Kemana?” Kali ini giliran Lay yang bertanya.

“Inikan akhir tahun, dia pasti mengunjungi orang tuanya di Gwangju.

“Berarti selama libur panjang ini dia hanya sendiri di apartemennya? Kenapa tidak ikut saja dengan Hyejin Noona?” Tao yang sejak tadi diam pun ikut angkat bicara.

Molla. Mungkin Café tempatnya bekerja tidak memberinya ijin libur.”

Di tempatnya, Kris terlihat sedikit gelisah.  Suasana yang tadi sempat hening, kini di pecahkan oleh seruan dari Kai.

Hyung, aku terpikir sesuatu.” Kai mengangkat wajahnya dari PSP yang sejak tadi menjadi perhatiannya.

“Apa?” Tanya Chanyeol penasaran. Semua member kini menatap pria berkulit Tan itu dengan penasaran. Luhan yang sejak tadi sibuk dengan Ipod-nya pun kini melepas Headphone-nya, dan ikut menatap Kai.

“Kalian yakin jika Tari Noona sudah tidur, bagaimana jika…” Ucapan Kai menggantung. Membuat semua teman-temannya semakin penasaran dengan kelanjutan kalimatnya tersebut.

“Ya! Bicara yang jelas. Jangan setengah-setengah.” Kata Kris kesal. Otaknya sudah memikirkan berbagai hal buruk yang akan terjadi.

“Bagaimana jika Si Minhyuk itu datang dan kembali menggangunya? Dia pasti tahu jika Hyejin Noona pergi ke Gwangju, dan dia juga tahu jika siang itu jadwal kita latihan  dan baru akan kembali tengah malam.” Ucapan Kai sukses membuat perubahan dari raut wajah Kris.

“Tidak mungkin. Si bajingan itu tidak mungkin berani kembali menemui Tari Noona setelah ku hajar.” Chanyeol mencoba meyakinkan. Mendengar itu Kai memutar bola matanya.

“Apa yang tidak mungkin untuk orang psycho sepertinya? Kalian tahu sendiri, jika si brengsek itu begitu terobsesi dengan Tari Noona.

“Jongin benar, Hyung. Terakhir kali Tari Noona hampir di perkosa olehnya jika kita tidak datang.” Kata Sehun membenarkan ucapan Kai.

 

<<<>>> 

 

“Kau keterlaluan, Hyung. Jika kau bukan temanku, pasti aku sudah menghajarmu.” Kai, yang sejak tadi berdiri di belakang hanya bisa menahan rasa kesalnya. Kini dia meluapkan emosinya denga kata-kata tajamnya barusan. Setelah mengatakan itu dia berlalu keluar ruangan. Jika dia bertahan lebih lama lagi di sana, mungkin dia benar-benar akan menghajar Kris.

Member yang lain menghela nafas dan membiarkan Kai pergi. Mereka tahu sifat Kai, jadi mereka hanya membiarkannya saja.

“Aku tahu aku salah. Tapi sungguh, itu bukan keinginanku. Percayalah.” Kris kembali meyakinkan teman-temannya.

“Kau tidak usah menjelaskan apa-apa pada kami, Hyung. Tapi berikanlah penjelasanmu pada Tari Noona.” Chen yang sejak tadi diam pun ikut bersuara. Dan itu membuat Kris langsung menoleh ke arahnya.

“Apa maksudmu? Tari tahu dengan yang terjadi barusan?” Semuanya langsung menoleh ke arah Chen.

“Tentu saja dia tahu.”

“CHEN!!”

HYUNG!!

Semua orang yang berada di sana berusaha menegur Chen. Kecuali Luhan.

“Biar saja dia tahu, untuk apa menyembunyikan darinya?” Kata Chen dingin.

Ge, kau lupa apa yang di katakana Tari Noona?

“Tidak. Aku tidak lupa. Tapi Gege tersayangmu ini memang harus tahu, Tao.”

“Chen benar. Kris memang harus tahu.” Luhan menyela ucapan Chen.

Lay menyodorkan kotak bekal yang tadi di berikan Tari padanya sebelum gadis itu pergi dengan air matanya yang terus keluar. “Dia melihat semuanya.” Katanya menatap tepat di manik milik Kris. Usai mengatakan itu, Lay pun keluar mengikuti jejak Kai sebelumnya.

Kris menatap kotak bekal itu dengan perasaan yang campur aduk. Ada sebagian dari dirinya yang ingin berlari sekarang juga dan menemui gadis itu. Menjelaskan semuanya. Semua tentang kesalahpahaman yang dia perbuat.

“Dia meminta kami untuk tidak memberitahumu. Bersikaplah sewajarnya di depannya nanti. Jangan mengungkit hal ini.” kata Xiumin dengan tenang. Tapi Kris tidak terima.

“Bagaimana mungkin? Dia harus tahu yang sebenarnya.”

“Sebelum kau menjelaskan padanya, lebih baik kau luruskan dulu gossip itu.” Ucap Luhan dengan nada yang begitu dingin. Kemudian dia keluar di ikuti member yang lain di belakangnya. Kecuali Kris.

 

<<<>>> 

 

“Aku percaya padamu. Dan aku tidak akan meninggalkanmu, tidak akan pernah.”

Jawaban yang cukup mampu membuat senyuman terukir di bibir Kris. Dan dia harap gadis itu benar-benar tidak akan meninggalkannya. Seiring senyumnya yang terkembang, pelukannya pun semakin erat. Tari bisa merasakan ada rasa tidak ingin kehilangan dan rasa juga rasa ingin memiliki dalam pelukannya. Kris. Pria ini, pria dalam pelukannya ini entah bagaimana telah menjadi bagian dari hidupnya. Bagian yang mungkin tidak bisa di hilangkan. Karena jika itu terjadi, besar kemungkinan bagian yang lain akan ikut menghilang. Pria ini, bagaikan makanan untuk jiwanya. Kris benar-benar telah mengikat hatinya.

Mereka dua hati yang telah di butakan oleh cinta. Mempunyai harapan dan keinginan yang sama dalam hati masing-masing. Tidak ingin pergi dan di tinggalkan. Mereka ingin kebersamaan itu bisa bertahan lama. Bahkan jika mungkin, mereka ingin perpisahan itu tidak pernah ada. Tapi, ibaratnya ada siang pasti ada malam. Ada gelap ada terang. Ada hitam, juga ada putih. Dan jika ada pertemuan pasti akan berakhir dengan perpisahan. Itu semua sudah hukum alam. Sebesar apapun keinginan mereka, tidak ada yang tahu takdir akan membawa kemana hubungan mereka.

 

<<<>>> 

 

“Kau menyukainya?” Pria itu mendongak menatap temannya. Matanya membulat tidak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari bibir mungil pria di depannya.

“A-apa yang k-kau katakan, Hyung? S-siapa yang kau maksud-“

“Kau! Kau menyukainya. Tari. Kau menyukainya, bukan?” Kali ini bukan lagi pertanyaan namun lebih tepatnya sebuah pernyataan. Pernyataan yang sejujurnya masih membingungkan untuknya. Karena dia sendiri memang masih belum yakin dengan perasaannya.

Pria itu memaksakan tawanya yang terdengar sangat aneh. Membuatnya semakin yakin jika pria di depannya ini memang sedang menyembunyikan perasaannya.

“Kau itu lucu sekali. Kenapa wajahmu terlihat serius seperti itu? Tentu saja aku menyukainya. Dia sahabat yang baik, Dongsaeng yang manis, dan tetangga yang selalu bisa di andalkan. Terbukti dia sering membuatkan kita makanan di saat kita sedang lapar dan lelah karena jadwal yang banyak. Dan kita memang menyukainya, kan? Begitu pun dengan Hyejin.”

Masih dengan tatapan datarnya. Pria itu kini menyilangkan tangannya di depan dada. Matanya tidak lepas menatap pria di depannya. Lalu menggeleng dengan yakin. “Tidak! Kau menyukainya sebagai namja terhadap yeoja.

Seperti ada sebuah batu besar yang menghantam dadanya begitu keras. Sakit. Sesak. Sebisa mungkin dia terus menyangkal semua pernyataan yang baru saja di dengarnya, pernyataan yang entah kenapa terasa begitu tepat. Dia menggeleng cepat.

“Kau keliru, Hyung. Aku tidak menyukainya. Bagaimana mungkin kau punya pemikiran seperti itu. Ku rasa kau lelah. Istirahatlah! Besok jadwal kita sangat padat.” Usai mengatakan itu dia beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan pria yang sudah seperti saudara baginya itu di belakangnya.

“Kau menyukainya. Tidak, kau mencintainya. Aku yakin. Karena aku pun merasakan apa yang kau rasakan. Kenapa kau harus membohongi dirimu sendiri? Gumam pria itu pelan. Menatap kosong tempat dimana tadi temannya menghilang.

To Be Continued~

One thought on “I Love You (Teaser) [freelance]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s