Perfect Breakfast [freelance]

 perfect-breakfast

Title : Perfect Breakfast

Shoot 1 : (Pervert Dinner)

Author : AngevilBoo

Main Cast :

Oh Se Hoon (EXO) 
Kim HyunRa (OC)

Other Cast : You’ll find them~

Length : Twoshoot

Genre : Romance, Marriage Life, Family

Rating : PG17+ or Mature

Poster Credit : Kissmedeer @ HSG

Disclaimer: I dont own anything beside Story and OC. This is pure My Imagination. If there are similarities, it’s not intentional and I apologize. The other cast belongs to God and their parents. Thank You^^

Author’s Note : Yuhuu~ Ini FF Twoshoot pertama saya dengan cast HunRa dari FF ‘My Pervert Devil‘. Ini menceritakan kehidupan Sehun-Hyunra sesudah menikah, ato setelah mereka hidup bahagia, okehh?~~

Personal WP : http://kyohaerinhoonra.wordpress.com

–*–*–

Mobil Ferrari mewah berwarna hitam itu berlalu melintasi jalanan kota Seoul yang tengah lenggang dari kendaraan-kendaraan besar. Orang-orang terlihat lebih banyak berjalan kaki dibandingkan menggunakan kendaraan. Tentu saja, kini hari sudah menunjukkan pukul 9 malam. Seoul memang tidak pernah sepi, bahkan diwaktu malam hari.

Pria tampan yang duduk dibangku kemudi itu menatap lurus kedepan. Tatapan tajamnya mengarah kearah jalanan. Berhati-hati agar tidak menabrak orang-orang yang cukup banyak berjalan di pinggir jalan. Ini bukan gayanya. Ia tak terbiasa mengendarai dengan kecepatan bagai sepeda ontel seperti ini. Ia pun meringis.

Pria itupun membelokkan kemudinya kearah jalan yang menurutnya lebih sepi, hingga ia bisa lebih cepat sampai ketempat tujuannya. Ya, ia ingin cepat-cepat pulang ke rumahnya. Mengemudi dengan kecepatan 80 km/jam bukan kebiasaannya. Pria itu semakin menginjak gas mobilnya, hingga kini spedometer itu semakin mengarah ke kanan, dan kini mobil itu melaju dengan kecepatan yang tidak manusiawi. Siapa perduli.

Sehun-Pria itu, tersenyum miring saat melihat tempat tujuannya sudah masuk pandangannya. Sehun sangat tak sabar untuk pulang ke rumahnya. Terlihat rumah mewah bagai Istana yang berada pada kompleks sepi. Sehun memang tak menyukai keramaian, hingga ia memilih membeli rumah di pojok Kota yang jauh dari haru pikuk kesibukan disana. Lebih nyaman dan lebih tenang.

Pria itu mengendarai mobilnya memasuki kawasan rumah elite itu. Memarkirkan mobilnya diperkarangan dengan sembarangan. Tanpa basa basi, Pria yang tengah mengenakan kemeja putih dengan dasi berantakan serta rambut acak-acakan itupun turun dari mobilnya. Menyambar jas dan tas kerjanya.

Sehun segera melangkahkan kakinya menuju pintu depan rumahnya. Tanpa mengetuk atau mengucapkan salam, ia langsung masuk dan tampaklah dekorasi rumah mewah itu yang kini terlihat sepi. Pria itu mengernyitkan alisnya. Biasanya ada seseorang yang menyambutnya saat pulang ke rumah. Seseorang yang berhasil mengubah dirinya. Seseorang yang begitu berharga baginya. Kemana dia?

Sehun meketakkan tas dan jas kerjanya itu di sofa. Kaki panjang Pria itupun berjalan menyusuri rumah itu. Matanya menatap lekat kesegala arah, hingga kini sebuah pintu berwarna hitam menjadi tujuannya. Ia membuka pintu itu perlahan, terlihat ruangan yang ternyata sebuah kamar tidur mewah itu kosong. Tak ada siapa-siapa disana. Sehun semakin mengernyitkan alisnya, hingga kini ia beralih menuju ruangan lain. Dan kini sebuah pintu lain yang berwarna kecoklatan menarik perhatiannya.

Pria itu melangkahkan kakinya kesana, lalu kembali membuka pintu itu perlahan. Dan setelahnya, rasa lega dan juga tenang menghampirinya. Terlihat seorang Gadis dengan piyama kebesaran yang menenggelamkan tubuhnya itu tengah membelakanginya. Sehun tersenyum kecil, itu piyama tidurnya. Pria itupun berjalan menghampiri gadis bersurai panjang sepinggang itu.

Gadis itu masih tak menyadari kehadiran Sehun, ia terlihat sibuk dengan sesuatu yang mungil didalam gendongannya. Senyuman Sehun semakin melebar melihat Istrinya yang kini tengah menggendong seorang bayi mungil yang begitu lucu ditangannya, sementara gadis itu tetap tak menyadari kedatangannya.

Lengan kekar pria itu bergerak memeluk tubuh mungil gadis itu dari belakang. Dan seperti dugaannya, gadis itu tersentak dan refleks menoleh kebelakang. Lalu setelahnya tersenyum manis bagai anak-anak.

“Kenapa kau tidak menyambutku?”

Suara Sehun terdengar berat, pria itu kini menenggelamkan wajahnya pada bahu mungil gadis itu selagi tangannya memeluk erat pinggang kecil miliknya. Pria itu menghirup aroma tubuh gadis itu sebanyak-banyaknya, begitu menenangkan.

“Aku kira kau lembur lagi hari ini. Mianhae~” jawab Hyunra lembut dengan aksen polosnya. Ia kembali mengalihkan pandangannya pada bayi kecil berusia 7 bulan digendongannya itu. Begitu mungil dan tampan.

Sehun pun hanya mengangguk pelan, kini ia juga tengah memandang sosok malaikat lucu ditangan istrinya. “Bagaimana kabarnya hari ini?” tanya Sehun sambil tersenyum kearah bayi itu yang justru tengah memandangi Ibunya-Hyunra.

“Baik. Kau tahu? Dia tidak banyak menangis hari ini,” ucap Hyunra sedikit sumringan. Sehun semakin tersenyum mendengar suara gadis itu yang bagaikan anak-anak. Walaupun mereka sudah menikah hampir 2 tahun, dan juga sudah memiliki anak, Hyunra tetap polos seperti dulu. Mungkin kini ia lebih ceria dan bagaikan anak kecil, gadis itu selalu melaporkan setiap kejadian yang ia alami kepada Sehun.

“Benarkah?”

“Hm. Kau lihat, dia terus tersenyum sedari tadi.”

Sehun mengangguk, matanya kembali beralih pada bayi laki-laki yang begitu tampan itu. Bayi itu memiliki kulit putih pucat, seperti Ibunya. Sedangkan mata dan alisnya seperti Sehun. Bibir dan hidung kecilnya mirip dengan Hyunra. Benar-benar perpaduan yang pas dari kedua orang tuanya.

“Ini sudah malam, bukankah seharusnya ia sudah tidur?”

“Huhh, Aku sudah berusaha menidurkannya, tapi dia terus tersenyum dan tidak mau tidur.”

Hyunra mengerucutkan bibirnya. “Kenapa? Kau pasti lelahkan? Mau kubuatkan air hangat?” tawar gadis itu sambil menoleh kekiri, melirik Sehun yang juga tengah meliriknya. Pria itu terus menatap istrinya itu, lalu mengangguk kecil.

“Baiklah, kalau begitu bisakah kau menggendong Yazid sebentar? Aku tidak bisa membuat air hangat sambil menggendongnya.”

Sehun diam, ia masih tetap memandang kearah Istrinya itu. Hyunra yang merasa tak diberi respon pun kembali menoleh, “Sehun?”

Pria itu dengan tiba-tiba mengecup bibir mungil miliknya, membuat gadis itu terkesiap. Kemudian melepaskan pelukannya pada pinggang ramping milik Hyunra, dan kini tangannya mengambil alih sosok kecil yang sedari tadi berada ditangan Istrinya itu.

Hyunra buru-buru menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajah meronanya. Sehun yang melihat itupun hanya tersenyum miring. Gadis itupun menggaruk tengkuknya untuk menyembunyikan rasa gugupnya.

“Ba-baiklah, kalau begitu tunggu sebentar ya.”

Dan Hyunra pun berlalu dari pandangan Sehun. Pria itu terus tersenyum melihat tingkah istrinya itu. Padahal Sehun sudah pernah melakukan hal yang lebih dari itu, bahkan saat dulu sebelum mereka menikah, Sehun sudah melakukan hal yang lebih parah dari sekedar ciuman atau hubungan suami-istri pada Hyunra. Padahal saat itu status Hyunra belum jelas padanya. Tapi gadis itu terus saja merasa malu dan gugup setiap kali ia sentuh.

Sehun tahu bahwa tentu saja sekarang semuanya berbeda. Dulu ia memperlakukan Hyunra hanya sebagai pelampiasannya. Sebagai tempat menaruh kesalnya. Hingga gadis itu mengalami trauma dan ketakutan yang begitu besar terhadapnya. Tapi perjuangan Sehun jugalah tak mudah, begitu banyak yang harus ia hadapi untuk tetap mempertahankan Hyunra disisinya.

Dari sekian banyak orang yang berusaha keras untuk menyelematkan gadis itu, bagaikan ia seorang penjahat atau buronan. Sekian banyak Namja yang berusaha merebut gadis itu darinya. Hingga semua itu mulai menyadarkannya akan rasa takut. Bagaimana jika gadis itu bebar-benar memilih untuk meninggalkannya atas segala hal yang telah ia lakukan pada gadis itu.

Dan yang ia kagumi adalah bahwa seberapa banyak ia menyiksa Hyunra, dan seberapa besar rasa benci Hyunra padanya. Justru membuat gadis itu yang tak tega meninggalkannya.

Saat sesosok Malaikat datang, bagaikan utusan untuk menjemput gadis itu. Menyelamatkannya dan berusaha melepaskannya dari Sehun. Hyunra justru tetap memilih untuk berada disisi Pria itu, dengan alasan lugu tak tega meninggalkannya.

Dan juga saat Sehun melampiaskan emosinya pada gadis itu dengan seenaknya, Hyunra mendapatkan peluang untuk kabur dari sisinya. Tapi bukannya melarikan diri, Gadis itu justru dengan polosnya datang kembali pada Sehun yang tanpa sadar menangis dalam tidurnya. Membangunkan pria itu, dan menenangkannya. Padahal sudah berapa banyak air mata yang pria itu buat padanya.

Hati murni milik Hyunra berhasil mencairkan hati beku miliknya. Ia mengingat dengan jelas kejadian dimana saat gadis itu dengan begitu polosnya mengungkapkan perasaannya sambil menangis tersedu-sedu.

“Kau jahat. Aku membencimu, tapi aku juga tidak bisa meninggalkanmu. Aku tidak mau! Aku tahu aku bodoh. Kau selalu menyakitiku, tapi aku tidak bisa melihatmu menangis. Aku tidak suka. Aku menyukaimu Sehun-ssi, hikss.. Karena itu tolong aku!”

Dan saat itu pula Sehun merasa ia adalah Pria paling jahat di dunia. Pria terbodoh dari orang paling bodohpun di dunia ini. Dan Iblis paling kejam yang pernah diciptakan. Mengurung seorang Malaikat. Menyiksanya. Membuatnya menangis. Bahkan nerakapun mungkin tak sudi menerimanya.

Tapi apa balasan Malaikat itu padanya, Cinta?

Dan disanalah Sehun baru menyadari bahwa ia sudah jatuh hati pada Gadis itu sejak pandangan pertama. Bahwa seorang Iblis sudah jatuh cinta pada seorang Malaikat sejak pertama kali melihatnya. Hingga Iblis itu rela melakukan segala cara untuk mendapatkannya. Tapi cara mencintai Iblis itu salah, karena cinta seorang Iblis memang berbeda. Ketika Iblis jatuh cinta, itu berarti Selamanya. When the Devil Fall in Love, It’s Forever!

Sehun masih termenung memikirkan kehidupannya dulu dengan Hyunra. Hingga sebuah suara lucu dan jernih menyadarkannya. Dan bersyukur bahwa ia telah hidup dimasa depan dan bukannya masa lalu.

“Papp..paa,” gumam Yazid kecil dalam gendongan Sehun. Bayi tampan itu memandang Sehun dengan tatapan polosnya. Mengingatkannya akan Hyunra. Sehun terdiam sejenak, sebelum tersenyum dan semakin mengeratkan gendongannya pada Bayi mungil itu.

Ia mencium pipi pucat Yazid lama, lalu kembali memeluk malaikat kecil itu.

“Aku mencintaimu. Aku mencintai kalian. Jangan tinggalkan aku!”

***

Hyunra keluar dari kamar mandi setelah menyiapkan air hangat untuk Sehun. Gadis itu berjalan dengan sedikit kesusahan karena piyama Sehun yang ia kenakan benar-benar kebesaran ditubuhnya. Tapi entah mengapa ia suka mengenakannya. Selagi Sehun tidak marah, itu tidak apa-apa.

Rambut gadis itu berantakan, ia pun memilih merapikannya didepan cermin sebentar. Sekedar menyisirnya menggunakan tangan. Dan saat berbalik, gadis itu terkejut saat melihat Sehun yang kini sudah duduk santai di sebuah kursi mewah dikamar mereka.

“Aigoo~ Kau mengagetkanku!” gerutu gadis itu sambil mengelus dadanya pelan. Sehun yang melihat itu hanya tersenyum jahil. Pria itu kemudian menggerakan jari telunjuknya.

“Kemari.”

Hyunra menatap Sehun sejenak, dan tanpa pikir panjang, ia pun melangkahkan kakinya mendekati suaminya itu. Sehun melihat gadis itu dengan pandangan biasa, dalam hati ia tertawa Iblis melihat Hyunra yang dengan lugunya menuruti setiap perintahnya.

Gadis itu berhenti beberapa senti didepan Sehun. Ia berdiri tegak layaknya berhadapan dengan Guru di sekolah nya dulu. Matanya menatap Sehun polos. Dalam hati ia juga waspada jika sesuatu yang buruk terjadi. Pria itupun yang melihat istrinya itu hanya berdiri diam, dengan seenaknya menarik tangan gadis itu. Hingga kini ia berada di pangkuannya. Hyunra menatap Sehun terkejut, dengan sigap satu tangannya berada didada Pria itu.

Sehun melingkarkan tangan kirinya di pinggang gadis itu, sementara tangan satu laginya hanya diam ditubuh gadis itu. Semburat merah kembali terlihat di pipi tirus milik Hyunra.

“K-Kau kenapa? Air hangatmu sudah kusiapkan, kau bisa mandi sekarang,” ujar gadis itu gugup. Sehun terus saja memandangnya, hingga akhirnya pria itu meletakkan kepalanya didada gadis itu. Menenggelamkan kepalanya disana.

Hyunra yang sudah mulai terbiasa hanya terdiam menerima perlakuan Pria itu. Hingga tanpa sadar tangan kanan gadis itu justru beralih mengelus rambut acak-acakan Pria itu. Ia melakukannya dengan sangat lembut, seperti berusaha menenangkan seorang anak kecil.

“Sehun? Apa kau baik-baik saja?”

Sehun tetap memilih diam, ia semakin mengeratkan pelukannya. Perlahan kepala pria itu beralih ketelinga kanan milik gadis itu. “Maafkan aku. Aku mencintaimu.”

Hyunra yang tak mengertipun hanya terdiam dan terus mengelus lembut kepala Pria itu. Perlahan hidung pria itu mulai bergerak, mengendus-ngendus leher putih miliknya. Tubuh gadis itupun menegang. Refleks tangannya berhenti mengelus. Sehun justru semakin mengeratkan pelukannya.

“Aku merindukanmu, Hyunra-ya”

Alarm panik dalam tubuh gadis itupun berbunyi nyaring. Kini wajahnya mulai memucat, dan raut panik pun mulai terlihat. Dan tepat saat tangan kanan Sehun mulai beraksi, tubuh Hyunra pun mulai bergetar.

“Se-Sehun, Apa yang kau.. lakukan?”

Tangan Sehun bergerak menyingkap piyama gadis itu, lalu menelusup masuk. Hyunra dengan cepat menahan dada Pria itu yang semakin rapat dengannya. Sehun mengelus kulit lembut milik Hyunra, tangannya bergerak di perut rata miliknya. Tubuh Hyunra pun merinding sekarang, ditambah kini bibir Pria itu yang mengambil alih tugas di leher mulus miliknya.

“Sehun, Henti.. Hentikan…”

Tangan Sehu terus bergerak naik keatas, selagi bibirnya yang kini sibuk membuat bercak-bercak merah di leher gadis itu. Hyunra ketakutan sekarang. Ia sudah berusaha untuk mendorong dada pria itu menjauh.

“Sehun, Ahh… Kumohon.”

Bibir Sehun kini beralih naik hingga bibir gadis itu. Ia mulai melumat bibir mungil itu, berusaha membungkam rintihan Hyunra. Sementara tangan kanannya terus bergerak didalam piyama Hyunra. Merayap kesana kemari.

Hyunra hanya bisa meremas kemeja pria itu. Hingga akhirnya Sehun melepaskan ciuman mereka. Pria itu melihat wajah Hyunra yang sudah keringat dingin sekarang. Pucat, dan peluh terlihat dikeningnya. Mata gadis itu terpejam. Sungguh pemandangan yang menggodanya.

“Se-Sehun, Air hangatmu….”

“Biarkan saja,” potong pria itu cepat. Gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali, “Kau harus mandi. Apa kau mau airnya kuhangatkan lagi?” tanya Hyunra antara sadar dan tidak sadar, karena tangan Pria itu masih menjelajah didalam piyamanya.

Sehun tersenyum jahil, ia mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu. Lalu berbisik seduktif, “Tidak perlu, Tubuhmu jauh lebih hangat.”

Hyunra terlihat begitu menderita sekarang, ia menggigit bibirnya kuat saat tangan pria itu kini berada di dadanya. Tapi apa dayanya? Sekarang Sehun adalah suaminya, dan sebenarnya pria itu berhak melakukan lebih dari ini.

“Sehun.. Hentikan! Kau harus mandi!”

“Baik, tapi dengan satu syarat!”

“A-Apa? Akhh….”

Hyunra langsung menutup mulutnya saat desahan nista itu keluar dengan tidak sengaja. Sementara Sehun hanya tersenyum miring melihatnya.

“Kau harus berjanji dulu akan menepatinya.”

“Mwo? Sehun, kumohon.. Berhenti!”

Pria itu kembali menenggelamkan wajahnya di leher jenjang istrinya itu. Ia menyusuri lekuk leher itu dengan hidung mancungnya. “Kau harus berjanji, Hyunra.”

Hyunra benar-benar dalam keadaan darurat sekarang, ia tidak punya pilihan lain selain menyerah. Walaupun sebenarnya ucapan pria itu tidak begitu jelas di pendengarannya.

“Ba-baiklah.”

Sehun menyeringai, hidung Pria itupun bergerak ke telinga gadis itu.

Give me My rights!

“What?”

Let me touch you, tonight!

-TBC-

Halohaa^^

Ini FF Twoshoot

Ada yang penasaran gimana hidupnya Hyunra sebelum menikah sama Sehun? Diatas udh dikasih kilasannya, nanti akan lebih dijelasin di FF MPD nya ya🙂 mohon ditunggu, dan bersabar😉

Dan maafkan saya memberikan nama Bayi pertama saya dengan cast HunRa dari FF My Pervert Devil. Jadi disini ceritanya waktu mereka udah menikah dan bahagia. Atau versi MPD waktu udh tamat, padahal masih chapter 3-___-V Ini juga karena di chap kemarin nggak ada moment mereka berduanya🙂

Dan maafkan saya memberi nama bayi mereka berdua begitu melenceng. Yazid. Hihi.. kyk nama orang Arab(?) habisnya itu nama sepupu saya yang masih bayi, dan dia itu ganteng banget. Mirip Sehun, alisnya tebal sama kulitnya pucat. Oke, Abaikan~^^

Nextnya seperti biasa, kalo ada yang berminat😀 Saya nggak maksa kok^^ Makasih sebelumnya udh mau baca🙂 See ya~
Twitter : @Angevil_Lee

Tertanda,

Luhan beserta Istri

 

10 thoughts on “Perfect Breakfast [freelance]

  1. Aaaaakkkkk daebbak!!! Ceritanya lucu sweet kerenlah pokoknyyaaa!! Perbanyak side storynya MPD yaa saengie🙂 banyakin jiga hunrazid momentnyaaaa :3 semoga MPD chap 8 nya cepet di postttt!! Ditunggu bgt karya2mu selanjutnyaaaaa🙂

  2. Sukaa….
    Couple ini bikin addicted lagiiii….
    Ga sukaaa (nah loh…hahahahah)
    Lanjut dulu ya thor….bikin penasaran aja nih…hehehehe…
    Keep writing ya…
    Gomawoyo…

  3. Wkwkwkwk😀
    Yazid*nunjukyazid
    Namanya itulooh hahahahaa
    Ngebayangin sehunpunya turunan arab
    Keep writing author😀 ! Aku suka bahasanya

  4. kalo gak salah dulu pernah dipost ya. hehe aku juga udah pernah baca full nya.kalo gak alah juga uda koment makanya kek pernah baca but gak ada slahnya kubaca lagi. hunra shipp nih wkwkw good job. mulaii mesummm

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s