Romantic Pregnant Girl

img_20140512_075023-e1399856368701

Title : Romantic Pregnant Girl

Author : AngevilBoo

Main Cast :

Oh Se Hoon (EXO)
Kim HyunRa (OC)

Other Cast : You’ll find them~

Length : OneShoot or Another(?)

Genre : Romance & Marriage Life

Rating : PG16 or Mature

Disclaimer : I dont own anything beside Story and OC. This is pure My Imagination. If there are similarities, it’s not intentional and I apologize. The other cast belongs to God and their parents. Thank You^^

Author’s Note : Anyeong~ Saya bawa Oneshoot dengan cast Sehun-Hyunra dari ff ‘My Pervert Devil’^v^

Poster Credit : AmmLaRT

Personal WP : http://kyohaerinhoonra.wordpress.com

___*__*___

Perlahan tapi pasti, Matahari mulai menampakkan dirinya. Keluar dari tempat persembunyiannya dan mulai menerangi bumi dengan sinar terangnya. Bagai alarm untuk mengingatkan makhluk penghuni planet itu untuk segera membuka matanya. Bangun dari mimpi, dan kembali pada kenyataan.

Begitu pula disebuah kamar luas nan mewah. Diatas tempat tidur, sepasang manusia masih terlelap dengan damainya. Hingga sinar tajam mulai menelusup masuk dari arah jendela. Menimbulkan cahaya remang-remang di ruangan itu.

Hyunra menggeliat pelan. Mata bulat gadis itu merasa terganggu dengan cahaya yang masuk dengan seenaknya. Mengganggu acara istirahatnya. Perlahan kedua mata dengan bola mata jernih itupun terbuka. Gadis itu mengucek matanya perlahan sambil menguap. Hingga terdiam saat melihat pemandangan didepannya. Dekat sekali.

Wajah yang terukir begitu sempurna. Begitu tampan. Alis mata yang begitu tebal dan tegas. Hidung mancung. Bibir tipis. Lalu rahang yang begitu lancip membuat wajah dihadapannya kini terlihat bagaikan patung-patung klasik.

Hyunra mengerjapkan matanya, antara percaya dan tidak percaya. Mulutnya sedikit terbuka seakan kagum. Hingga beberapa saat kemudian berubah menjadi sebuah senyuman manis. Sulit dipercaya bahwa makhluk tampan itu berstatus sebagai Suaminya. Oh Sehun.

Sehun tengah tertidur sambil memeluknya. Menjadikan lengannya sebagai bantal untuk kepala gadis itu. Perlahan tangan Hyunra bergerak. Satu jari lentiknya ia gerakkan untuk menyentuh wajah Pria itu. Menguji keasliannya(?). Pertama ia menyentuh secepat kilat pipi pria itu. Takut mengganggunya. Hingga saat Sehun tak memberikan respon apapun, gadis itupun menarik nafasnya lega. Lalu kini jarinya beralih bergerak dimulai dari kening lalu berjalan turun hingga ke hidung.

Sehun yang merasakan itupun terbangun, tentu saja merasa terganggu. Tapi Pria itu sengaja tetap menutup matanya. Membiarkan tangan Istrinya itu menjelajahi wajahnya. Hingga ia mulai merasa jengah, Sehun membalasnya dengan semakin menarik tubuh mungil gadis itu kepelukannya dan mendekapnya begitu erat. Terlalu erat.

Hyunra sendiri refleks terkejut saat tiba-tiba Sehun semakin memeluk tubuhnya. Hingga kini begitu dekat dan menyesakkan.

“Akhh.. Sehun.. Sesak!”

Sehun tersenyum miring, masih sambil memejamkan kedua matanya. Ia masih ingin mengerjai Istrinya itu. Sementara Hyunra yang berusaha mendorong dada bidang Pria itu menjauh.

“Sehun.. Aku.. Susah bernafas,” rengek Hyunra terbata-bata. Merasa tak tega mendengarnya , perlahan Sehun melepaskan gadis itu. Kini kedua mata elang Pria itupun terbuka. Menatap sosok Gadis cantik dihadapannya yang kini tengah menarik nafas sebanyak-banyaknya. Pria itu tersenyum kecil. What a beautiful morning!

Sungguh pemandangan yang indah dan menyejukkan. Hal pertama dan hal terakhir yang ia lihat diharinya, adalah wajah cantik gadis itu, begitu pure dan polos. Seakan terlihat tak memiliki beban apapun dihidupnya.

Hyunra sendiri yang sudah merasa cukup  dengan kegiatan bernafasnya, kini kembali menolehkan kepalanya kearah Sehun. Melihat Pria itu yang sedang menatapnya terpaku. Gadis itu mengernyitkan alisnya, tangan mungilnya bergerak untuk melambai didepan wajah suaminya itu.

“Sehun.”

Pria itupun tersadar dari lamunanya. Ia mengerjapkan matanya. Hyunra yang melihat itupun kemudian tersenyum manis.

“Selamat pagi.” Bibir Sehun ikut tertarik membentuk lekungan, melihat senyuman polos Istrinya itu.

“Apa kau lapar? Ayo kita sarapan!” ajak Hyunra sedikit antusias padanya. Gadis itupun bangkit dari tidurnya. Sehun yang melihat itupun, ikut mendudukan dirinya diatas tempat tidur. Mata Pria itu terus mengikuti setiap gerak-gerik Hyunra.

Gadis itu dengan segera beralih menuju kamar mandi untuk sekedar mencuci muka dan menggosok gigi, lalu kembali ke kamar. Sementara Sehun masih terduduk diam diatas tempat tidur.

“Bisakah kau bangkit? Aku ingin merapikan tempat tidur.” Lagi, suara lembut itu memasuki pendengaran Sehun. Membuat Pria itu langsung menurut patuh. Kaki panjang Sehun bergerak melangkah meninggalkan tempat tidur.

Hyunra tersenyum dan langsung merapikan selimut tebal besar berwarna hitam itu. Melipatnya lalu manatanya.

Sehun pun juga memilih untuk ke kamar mandi sebentar. Untuk membenahi diri sementara dan menggosok gigi. Hingga ia kembali dan mendapati Hyunra yang masih sibuk mengurus tempat tidur King Size itu. Namja itupun memilih untuk duduk disebuah sofa mewah dipojok kamar.

Mata tajam milik Sehun terus terpaku pada sosok gadis itu. Perasaannya bergejolak. Menatap gadis yang kini masih dengan penampilan bangun tidurnya. Rambut panjang sepinggangnya yang sedikit acak-acakan. Piyama tidur Sehun yang kini menenggelamkan tubuh mungil gadis itu.

Sehun tersenyum, Hyunra suka sekali memakai piyamanya. Apapun yang jauh berukuran jauh lebih besar dari tubuhnya. Entah pakaiannya yang kebesaran, atau tubuhnya yang kekecilan._.

Pria tampan yang tengah mengenakan kaus tipis putih ditubuh atletisnya dan celana panjang hitam itu masih setia menunggu Istrinya. Dan seakan tak pernah bosan memperhatikannya. Hingga sesuatu mengganjal di matanya.

Melihat tubuh Hyunra yang tenggelam dengan piyamanya yang tipis. Tunggu dulu, Lekuk tubuhnya itu terlalu ramping, dalam kurung ‘Kurus’. Sehun menautkan alisnya tidak suka. Hingga setelah selesai, Hyunra pun perlahan berjalan kearah Sehun.

“Berapa berat badanmu?” tanya Pria itu tiba-tiba, membuat Hyunra refleks tersentak kaget dan berhenti mendadak.

“Kenapa kau.. tiba-tiba menanyakan itu?”

Hyunra memandang Sehun heran, ia kini tengah berdiri dengan jarak sekitar satu meter dari sofa yang sedang diduduki Pria itu. Sehun hanya menatapnya tajam. Itu bukan jawaban.

“Jawab saja, berapa!”

Mendadak Hyunra merasa menggigil. Seakan angin tiba-tiba bertiup kencang kearahnya. Nada dingin pria itu masih tak berubah. Selagi Sehun yang sedang menunggu jawabannya. Hyunra tak tahu harus menjawab apa.

“A-aku tidak tahu,” jawab Hyunra pelan. Ia sedikit menundukkan kepalanya, gugup. Sehun menaikkan sebelah alisnya, merasa tidak puas.

“Aku tidak ingat.” Yeah, dia Jujur!

Sehun masih menghujaninya dengan tatapan tajam, “Lihat tubuhmu, kau kurus sekali! Dan lihat pinggangmu. Kenapa bisa sekecil itu?”

  1. Deg.

Hyunra terbelalak, mendadak tubuhnya membeku. Perlahan ia pun ikut menunduk menatap tubuhnya sendiri. Tubuhnya memang seperti itu. Apa yang salah dengan pria ini? Hyunra tahu, sejak dulu Sehun selalu mempermasalahkan berat badannya. Tapi tidak dengan pinggangnya.

“Ke-kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya Hyunra gugup dengan sedikit nada ketakutan. Sehun mengalihkan matanya pada wajah cantik pucat milik Istrinya itu.

“Apa kau ingin menjadi barbie, hah? Bagus, kalau begitu kau berhasil!”

Hyunra mengernyit bingung, “Barbie? Siapa dia?”

Sehun memutar bola matanya jengah. Mengutuk diri sendiri karena melupakan keluguan Istrinya itu. Baiklah, lupakan soal Barbie!

“Jika kau tidak juga mendapatkan berat badan, Aku tidak akan memperbolehkan mu pergi kemanapun!”

Hyunra terbelalak, “M-Mwo? Lalu aku bolehnya kemana?”

Sehun mengerutkan keningnya. Lagi, kembali mengutuk diri sendiri. “Kau tidak boleh kemana-mana!” ujar Pria itu tegas.

“Wae? Lagipula kau memang tidak pernah memperbolehkanku pergi.”

Melihat Hyunra yang kini menudukkan kepalanya dan suara lirih Gadis itu, membuat Sehun bangkit dari duduknya. Pria itu melangkahkan kakinya mendekati Istrinya itu. Sehun tahu bahwa tentu saja Gadis itu merasa kesepian, seharian di rumah sebesar ini sendirian. Tapi Pria itu memiliki alasan tersendiri dan rencana lain yang hanya ia dan Tuhan yang tahu.

Dengan perlahan, Sehun menarik Gadisnya itu kepelukannya. Memeluk pinggangnya pelan. Sementara Hyunra hanya pasrah dan diam saja. Hingga lengan kekar Sehun melingkar sempurna ditubuh mungil gadis itu.

“Sehun?”

“Karena aku tidak rela orang lain melihat lekuk tubuhmu!”

  1. Blush.

Hyunra merasakan wajahnya memanas. Ia hanya terdiam, menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Suaminya itu. Tangan Sehun bergerak halus membelai dan mengelus rambut panjang milik Hyunra. Selagi gadis itu yang masih merasa bingung.

Hyunra mendongakkan kepalanya sedikit, “Tapi.. Akukan pakai baju!”

Sehun refleks menunduk, menatap bola mata jernih Istrinya itu. “Tetap saja! Kau mengerti?!” tanya Sehun dengan tatapan tegasnya. Hyunra pun kembali menunduk dan menyembunyikan wajahnya di dada Sehun.

“Ne. Mianhae!”

Sehun tersenyum miring. Kembali, Pria itu menang. Melihat kepolosan Istrinya itu, membuat sebuah ide gila terlintas di pikirannya. Entah mengapa, menjahili Istrinya itu menjadi hobi tersendiri baginya. Pria itupun semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping Gadis itu.

“Hm.. Haruskah aku menghamilimu dulu, baru kau mendapatkan berat badan.”

  1. Deg.

Lagi. Untuk kesekian kalinya pagi ini, Gadis cantik itu harus tersentak kaget mendengar setiap ucapan dari mulut Suaminya itu. Refleks Hyunra mendongak, lalu mendorong kecil tubuh Sehun, memberi jarak pada keduanya. Hyunra menatap Pria itu terbelalak. Sementara Sehun yang hanya tersenyum kecil.

“M-Mwo? Hamil?”

Sehun menganggukan kepalanya santai. Menatap wajah gugup Istrinya itu yang begitu lucu. Pria itu menaikkan sebelah alisnya.

“Kurasa itu satu-satunya cara untuk membuat tubuhmu berisi sedikit.”

Hyunra masih terdiam membeku. Otaknya terus bekerja keras, mencerna ucapan Suaminya itu. Sehun bergerak pelan kearah Gadis itu, membuat Hyunra sedikit terkejut  lalu memundurkan tubuhnya perlahan. Hingga Pria itu menarik tangan putih gadis itu dan kembali memeluknya.

Kedua tangan Hyunra dengan sigap berada didada milik Sehun. Menahannya. Pria itu menghembuskan nafasnya perlahan pada telinga gadis itu, sebelum berbisik.

“Lagipula aku belum mendapatkan jatahku tadi malam, bukan?!”

Jantung Hyunra berpacu, wajah cantik itupun mulai memucat, dan kedua tangannya mulai mengeluarkan keringat dingin. Oh tidak.

Sehun dapat merasakan tubuh mungil istrinya itu yang kini mulai bergetar ketakutan. Pria itu semakin menampilkan seringaiannya. Otak Hyunra berputar cepat, berpikir untuk menyelamatkan diri.

“Hm.. Se-Sehun..” bisiknya pelan, namun Sehun masih dapat mendengarnya. Hidung Pria itu bergerak mengendus-ngendus aroma tubuh Gadis itu. Perlahan turun menuju leher jenjang putihnya. Membuat Hyunra semakin meremas pelan kaus putih suaminya itu.

“Iya?”

“I-ini masih pagi!”

“Lalu?

Suara Pria itu terdengar memberat, ia sedang berusaha menahan hasratnya. Ini sungguh memabukkan. Sementara Hyunra yang melenguh kecil, tubuhnya bergetar merinding. Otaknya terus bekerja mencari alasan yang masuk akal.

“Dan ini hari Minggu!” Baiklah! Tapi, ini sungguh tidak nyambung, Kim Hyunra!

Sehun mengeluarkan smirk nya dalam pekerjaannya mengendus leher putih Istrinya itu. Ia sungguh menggemaskan. Merasa tidak tahan lagi, lengan Sehun yang tadi digunakan untuk memeluk dan menahan pinggang Gadis itu, kini turun dan bergerak menggendong tubuh ringan Hyunra ala bridal. Hyunra yang sempat terkejut, refleks melingkarkan satu tangannya pada leher Pria itu.

Masih dengan smirk nya, Sehun menatap Istrinya itu.

“Bukankah itu bagus? Ini Minggu Pagi yang cerah, bukankah sangat baik untuk berolahraga?”

Hyunra membelalakkan matanya, “Bu-bukan begitu… Hmmpt….”

Terlambat. Bibir Sehun sudah lebih dulu mengunci bibirnya. Seperti biasa, Hyunra mencoba melakukan penolakan. Tapi seorang Iblis memang selalu mendapatkan apa yang ia inginkan.

—*–*—

~ Few Days Later ~

Pukul 10.25 PM

Sehun menatap jengah tumpukan kertas dan map dihadapannya. Kening Pria tampan itu berkerut kebingungan. Sungguh menyebalkan. Dalam hati ia mengutuk lembaran-lembaran kertas yang memenuhi meja kerjanya itu.

Ya. Pria itu kini sedang berada di ruang kerjanya. Mengurus berbagai urusan kantornya yang belum terselesaikan, bahkan hingga malam ini. Rasa kantuk menghampirinya. Ia lelah dan ingin tidur. Tapi tidak bisa. Pria itu mengacak rambutnya frustasi, lalu menyandarkan tubuhnya pada kursi yang tengah ia duduki.

Sehun memejamkan matanya sambil memihat pelipisnya pelan. Pria yang kini tengah menggunakan kaus lengan panjang berwarna hitam yang dilipat hingga siku. Pikirannya terasa mau pecah. Lebih tepatnya akan pecah. Ia terus larut dengan pikirannya, hingga suara decitan kecil dan halus terdengar. Pria itu membuka matanya.

Terlihat pintu ruang kerjanya sedikit terbuka, dan Hyunra sedang berdiri mengintip kecil dari sana. Apa yang ia lakukan? Sehun menautkan alisnya. Ia belum tidur?

Sementara itu, Hyunra antara ragu dan bimbang ingin masuk ke ruang kerja suaminya itu. Perasaannya sedang tidak enak. Dan ia tidak bisa tidur, apalagi mengetahui kenyataan yang baru saja ia ketahui. Hyunra bingung, ini sungguh membuatnya takut. Tapi ia juga tidak ingin menggangu Sehun. Ia tidak tahu harus mengadu pada siapa lagi. Ia ingin menangis sekarang.

“Hmm.. Bolehkah aku masuk?”

Sehun menatap Hyunra itu heran. Suaranya terdengar bergetar, begitu lirih. Refleks melihat Istrinya seperti itupun, Pria itu berdiri dari duduknya. Merasa khawatir.

“Hyunra, ada apa?”

Hyunra yang melihat Sehun berdiri itupun, seakan memperbolehkannya untuk masuk kedalam. Gadis itu tidak dapat menahannya lagi. Ia pun melangkah masuk perlahan. Tangisannya pecah.

“Sehun~”

Hyunra segera berjalan kearah Suaminya itu. Lalu dengan segera memeluk tubuh Pria itu sambil menangis. Selagi Sehun yang terkejut melihat Gadisnya yang tiba-tiba menangis dan memeluknya. Gadis itu menenggelamkan wajahnya pada dadanya.

Merasa tak tega melihat hal itupun, tangan Sehun bergerak membalas pelukan gadis mungil itu. Ia mengelus rambutnya halus dan sarat akan kasih sayang, sementara Hyunra yang masih menangis tersedu-sedu.

“Ada apa, sayang? Kenapa kau menangis?” tanya Pria itu lembut. Hyunra masih tetap meneteskan air matanya. Ia tak tahu bagaimana mengatakannya.

“Sehun.. Hiks.. Bagaimana ini?”

Sehun yang semakin kebingungan, melihat tangisan gadis itu yang semakin mengeras. Ada apa sebenarnya?

“Ada apa, Hyunra?”

“Hikss… Apa yang harus kulakukan? Hikss..”

Sehun dapat merasakan tubuh Hyunra yang bergetar ketakutan. Ia benar-benar tak tahu. Sudah lama sekali sejak terakhir kali Sehun melihat Hyunra menangis seperti ini. Benar-benar membuatnya iba dan tak tega.

Jika dulu Pria itulah yang selalu menjadi alasan tangisan Hyunra. Tapi tidak setelah Sehun sadar, dan berjanji tidak akan membuat Gadis itu menangis lagi karenanya. Apapun itu, pasti itu sungguh menyedihkan dan menakutinya.

“Hyunra, Apa yang terjadi?”

Hyunra yang mendengarnya, menggelengkan kepalanya pelan, ia semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Pria itu. Masih dengan wajah yang banjir akan air mata.

“Sehun, Aku takut!”

Sehun masih terus berusaha menenangkan Istrinya itu. “Bicaralah, sayang!”

Hyunra masih kembali menggelengkan kepalanya. Ia benar-benar takut untuk mengatakannya. Dan itu semakin membuat Sehun mendesah frustasi dan kesal. Tapi ia tak mungkin memarahi Gadis itu sekarang. Tidak saat sedang menangis.

Tangan Sehun pun bergerak menyentuh dagu Gadis itu, lalu dengan perlahan mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk. Kini terlihatlah wajah cantik istrinya itu yang dibanjiri dengan air mata. Begitu pucat. Sungguh mengkhawatirkan.

“Katakan, Hyunra!”

Kedua makhluk itupun saling menatap satu sama lain. Hati gadis itu berdesir, Bagaimana caranya untuk mengatakannya?

“Hyunra!”

Gadis itupun tersadar dari lamunannya. Ia menatap Sehun ragu.

“Aku.. Hikss… Aku..”

Sehun menatap Istrinya itu tak sabaran, “Apa?”

Hyunra pun menarik nafasnya pelan, masih dengan air mata yang mengalir dipipi mulusnya. Sungguh ia takut. Ini pengalaman pertamanya. Gadis itu terus meneteskan air matanya, sebelum berucap.

“Aku.. Hamil!”

-END or TBC-

Yuhuu~~

I’m back😀 with Another Oneshoot of HunRa😉

Hihi.. Oke, jangan tanyakan mengapa saya buat cerita seperti ini! Karena saya sendiri nggak tahu kenapa saya membuatnya! Tiba-tiba aja idenya muncul._.v🙂

Ini ceritanya sebelum Perfect Breakfast ya._. Maksudnya, asal mula terciptanya Yazid(?)-__-V Pokoknya cerita waktu Hyunra hamil pertama, okehh~^^

Hihi.. END atau TBC nya tergantung Readers._. Mungkin mau cerita masa-masa Ngidam Hyunra. Sekali-sekali Sehun nya yang kita buat menderita yeheee~~ tapi sampai sini aja juga bisa kok. Seperti biasa, saya nggak maksa yuhuu^v^

Tapi, mohon di koment ya._.V Give me your Advice😀 Bagi yang mau koment._. Bagi yang nggak bisa ato nggak mau, nggak papa kok~ Mungkin bisa titip koment ke readers yang ngoment(?)😀 hihi.. Pokoknya Up to You ^v^ Oke, Makasih banyak udah mau baca._. Seperti biasa, kelanjutan My Pervert Devilatau FF ini atau FF lain(?) akan lebih cepat dipost di WP saya! I will Update with twitter : @Angevil_Lee

See Ya~ ^v^

Tertanda,
Luhan beserta Istri

 

28 thoughts on “Romantic Pregnant Girl

  1. Author~~ boleh minta link nya yg ‘My Pervert Devil’ gak? ‘-‘
    agak gak nyambung nih sama flashback nya HunRa yang dulu :3 *maap kudet*

    boleh yaa? *muka melas* :3

  2. Kirain Hyunra kenapa sanpe nangis gitu ternyata dia cuma mau bilang kalo dia hamul ckckck…..TBC WAJIB !!! Please thorrr #puppy eyes

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s