Save her for me {last part} [freelance]

cv

Title : Save her for me
author : SellyWu (@Sllychou)
Genre : Sad ending, Romance, Angst
Length : Multi Chapter (LAST CHAPTER)
Cast : Kris Wu (EXO M), Chanyeol (EXO K), Park YunRi
Support Cast : find by yourself

Notes : kembali author ingetin, yuk baca chapter chapter sebelumnya ^^ enjoy guys.

———

*1 minggu kemudian*

*Yunri POV*

ada telpon masuk dari Sehun . . . .

“Ne sehun?” Kataku langsung
“Unnie, bisakah kau ke rumah kris? Sekarang ne?” Suara sehun terdengar begitu cemas
“Ada apa Sehun?” Aku pun mulai merasa resah akan tanggapan Sehun
“Sudahlah, kau datang saja, tak ada orang tua Kris disana, masuk saja langsung” Sehun berkata dengan tegas melalui suaranya yang sudah serak seperti sehabis menangis
“Arasseo arrasseo” Kataku kemudian dan menutup telepon

-@ Kris’s house-

Seperti tak ada orang disini . . .

“Annyeong Sunbae! Annyeong? Aku membawakanmu sampanye yang kau suka” sebelum kesini memang aku menyempatkan untuk membeli kris, supaya kami dapat bersulang

Kemana kris? Kemana yang lainnya? Seperti tak ada orang disini

“annyeong!” aku terus meneriaki kata itu
sampai akhirnya aku memutuskan untuk memasuki kamar Kris

Setelah melewati beberapa lorong aku sampai di depan kamar ini, dan hanya satu kata yang terlukis saat kau melihat kamar ini yaitu ; “MEGAH”
Aku memasuki kamarnya, melewati kamar mandinya, lemari pakaiannya, sofa lalu . . .

[PRAANGG]

Kujatuhkan begitu saja dua sampanye yang kubawa
masih tak berkutik, masih terdiam. Hampa rasanya, seperti busur panah yang begitu runcing menusuk jantungku, merusak seluruh jaringan jaringan di dalamnya

Masih tak bisa dimengerti, air mata ini tumpah begitu derasnya, membasahi baju, sampai karpet disini. Menahan? Adakah lagi makna kata itu? Semuanya terhempas begitu saja, setelah 1 minggu lamanya kris tak mau menemui ku bahkan sekedar membalas pesan singkat dariku

Kutemukan surat disamping ranjang kris, kubaca dengan suara serak dan hati yang terguncang serta air mata yang tidak dapat kubendung. Seperti guyuran air hujan yang akan menyebabkan air bah yang besar

“Yunri ya, gadis kecil. Maafkan aku tak memberi tahumu sebelumnya,. Aku mengerti kau akan marah membaca surat ini. Mungkin tak ada air mata yang jatuh dari kelopak indah matamu. Tak sepantasnya kau menangisi pengecut sepertiku. Yunri, aku Kris, pengecut yang tidak dapat berkata kata jujur di depanmu.
Leukimia akut. Tentunya mendengar itu kau tak akan mau bergaul denganku. Akulah salah satu pengidap penyakit itu. Yunri, perlu kau tau. Kau mengubah hidupku, manusia yang hidup dengan mengetahui kapan ia akan meninggalkan dunia ini. Yunri, aku menyayangimu. Jika aku memiliki kesempurnaan itu aku tentu telah mempersunting kau, namun seperti yang kau tau, aku hanyalah satu dari orang orang tidak beruntung yang mengidap penyakit menjijikkan ini. Aku mencintaimu Yunri. Aku tak ingin menyakitimu lebih dalam, aku benar benar menyayangimu. Selama ini aku yang berkutat dengan obat-obatan, yang selalu bergantung dengan obat, yang tidak dapat bertahan sebentar saja tanpa obat. Aku yang dapat tergolek kapan saja. Kau tahu? Aku menyembunyikan segala rasa sakitku, mencoba bertahan tanpa obat saat berada di sisimu, itu berguna. Kau memberiku kekuatan tanpa obat  . . .,

Kubaca separuh isi suratnya, tanpa kusadari aku sudah terjatuh lemah di karpet ini. Menangis sejadi jadinya lalu mencoba menguatkan diri untuk membaca setengah berikutnya dengan sisa sisa kekuatan yang ada, dengan sisa sisa air mata, dan dengan sisa sisa harapan yang ada, kulanjutkan membaca masih dengan tangis, tangis dalam.

,,. Kaulah kekuatan ku selain obat Yunri, aku ingin menggapaimu seperti aku ingin menggapai bintang. Namun itu tak mungkin, se mustahil pula aku menggapai bintang. Kuingat umurku yang tak akan lama, kuingat aku yang tak pantas bersanding dengamu. Yunri, hal yang perlu kau tau lagi. aku bukan malaikat ataupun Tuhan yang dapat menjagamu kapan saja. Aku hanya seseorang berpenyakitan yang akan senantiasa menjagamu, tak lagi menggunakan tubuhku ini. Akan kujaga kau dari sana yunri, dari tempat yang sangat indah, dimana tidak ada lagi sedih, duka, marah dan segalanya. Aku akan menjagamu, ingatlah janjiku ini, aku akan selalu ada untukmu. Aku memang tak dapat memberikan apa apa lagi padamu. Senyumlah, jangan berduka, jangan ada sedih lagi yang menyelimutimu. Tak perlu ada air mata saat membaca suratku ini. Tersenyumlah. Kau akan sangat cantik gadis kecil. Yunri, badanku yang tergolek lemas ini, jadikan ini sebagai pemacumu untuk selalu tersenyum. Aku memang sudah tak akan bernapas untukmu, namun aku akan tetap menyayangimu. Sekarang aku sudah berada di atas sana, tengoklah. Aku tersenyum menatapmu.
SARANGHAEYO PARK YUNRI”

“Saranghaeyo Park Yunri”

kata kata ini membuatku semakin lemah, seakan tak memiliki daya lagi untuk hidup . .

“Nado sarangaehyo Kris!!!” Aku menjerit sambil mengadahkan kepalaku, aku menangis sejadi jadinya. Kurasakan sakit yang sangat. Aku menangisinya dengan segenap kekuatanku. Aku merasa tak ada lagi sisa tenaga untuk hidup.

Kupandang tubuh kris yang terbujur kaku disana, . . kubisikkan dekat telinganya . . .

“Aku akan mengingatmu, sampai jumpa disana, nado saranghae” Kukatakan itu tanpa air mata seperti kata katanya  . . .

Namun sejenak, tangis ini kembali pecah, bak dihujani panah panah tajam yang langsung menembus pori pori kulitku
aku terkolek lemas, benar benar lemas.

Ku tengok kebelakang kulihat Chanyeol, Sehun, dan kedua orang tua kris menangis bisu. Menatapiku yang benar benar lemah. Ku sebarkan senyum palsu nan pahitku ini kea rah mereka, mereka mehampiri lalu memelukku.

Ku lepaskan pelukan mereka dan berlari memeluk tubuh kris di tempat tidurnya.

Kris, akan kujaga dirimu. Baik baiklah disana ya. Aku tak akan menangis lagi. bantu aku jalani semuanya dari surga, Kris? I LOVE YOU.

-END-

Note : Bagaimana? Hm, comment yaa. Tak ada kata kata lagi, terima kasih sudah membaca :”) annyeong.

 

3 thoughts on “Save her for me {last part} [freelance]

  1. Oke karena aku bacanya ngebut, jadi aku sekalian panjangin aja komennya di part ini
    Pertama suho nakal banget-_-”
    Keduaa aku gak nangkep ada relasi antra judulnya dan ceritanya itu sendiri*ataumungkin aku yg lemot? *bow *maapkan
    Aku jadi bingung, selamatkan dia untuk apa ?*mikirkeras
    Untuk kris yg punya penyakitkah ?
    Terus aku kok pikir alurnya kecepetan yaa, pdahal smpe 4 chap tapi gak apa2 lah
    Semangat berkarya trus author-nim !

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s