Still love you part 2 [freelance]

PicsArt_1401034838262

Title : Still love you part 1

Author: shiinashan_ (@shaanniiaaa)

Genre: romance, school life

Length: chaptered

Rating: G

Cast:

Kim jongin a.k.a kai

Kim shan sil (OC)

Oh sehun

Park hye na

Other cast

Disclaimer:

Anyeong! Ini ff still love you yang kedua lohJ gommawo ya udah mau baca hehe makin seru loh ceritanya /promosi/ ini murni juga ciptaan aku jadi jangan di bash ya:D be a smart reader muaaah! Di comment yaaa hohoho happy reading all^^

 

 

“AWAS SHANSHIL-SSHI” teriak jongin dari seberang lapangan dan kemudian berlari kearahku dan memelukku. “BUGH!!” terdengar suara pantulan bola basket mengenai punggung jongin tetapi dia tetap memelukku untuk memastikan bahwa aku tidak terluka. “G-gwenchana?” Tanyaku gagap setelah jongin melepaskan pelukkannya dariku. “Eo” jawabnya singkat sambil meringis. “Coba kulihat” kataku kemudian memegang punggungnya dan tiba tiba dia meringis kesakitan. “Ini yang namanya gakpapa?” Gerutuku. “Ayo ikut aku, akan kuobati lukanya” kataku kepadanya.

-jongin pov-

“AWAS SHANSHIL-SSHI” teriakku kepadanya. Seketika itu juga aku berlari kearahnya dan memeluknya, memastikan bahwa dia tidak terluka. “BUGH!!” Bola itu mengantam punggungku, aku merasakan sakitnya tetapi aku tetap bersyukur yeoja ini tidak kenapa kenapa. “G-gwenchana?” Tanya shanshil kepadaku, terlihat muka khawatirnya itu. Aku menjawab “Eo” lalu tiba tiba saja dia memegang punggungku, rasa hangat tangannya seketika merasup kedalam punggung lalu ke hatiku. Rasanya damai, akan tetapi aku masih merasakan sakit sehingga secara tidak sadar aku meringis didepannya. “Ini yg namanya gakpapa?” Tanyanya dengan menggerutu, ekspresi menggerutunya itu. Imut dan aku merindukannya. “Ayo ikut aku, akan kuobati lukanya” katanya sambil membantuku berdiri.

DI UKS..

“Diam, aku ambikan obat dulu untuk punggungmu” katanya. “Tidak usah, aku gakpapa. Kau diam saja duduk disini” kataku kepadanya. “Cih, apanya gakpapa. Tadi kesakitan juga, diam saja deh” katanya sambil pergi mencari obat. Aku jadi teringat kejadian setahun lalu, ketika itu aku sedang bermain basket dan shanshil sedang menemaniku. Aku sedang memperhatikannya ketika aku bermain dan tiba tiba aku terjatuh. Dia sangat khawatir waktu itu, dan ekspresinya itu sama seperti saat pertama kali aku terjatuh waktu itu. Betapa aku merindukannya. “Jongin-sshi, aku kompres saja ya? Habisnya aku tidak menemukan obat apapun” katanya cemas. “Shinshill-shhi, nan gwenchana jinjja” kataku. “Aku gakpercaya, sini aku kompresin. Kamu inget gak waktu kamu lagi main basket setahun yang lalu? Kamu juga kaya gini kan? Bisa gaksih kamu hati hati sedikit” katanya menggerutu. “Yaaa!! Kamu dengerin aku gaksih kai?” Katanya. Kai? Bukannya itu nama panggilan dia buat aku ya? Nama panggilan yg kata dia cuma buat aku? “Jongin? Kamu marah ya aku panggil kai? Mian, aku gak sengaja” katanya sambil menunduk. “Mana mungkin aku marah sheep?” Kataku. “Yaa!! Masih aja panggil aku kaya gitu” katanya sambil ngerucutkan bibirnya. Pipinya bersemu merah, imut sekali shanshill. Dia memang selalu marah jika aku memanggilnya dengan sebutan sheep. “Sheep? Panggil aku kai aja ya sekarang?” Kataku kepadanua. “Eo? Jinjja?” Katanya. “Em,jinjja” kataku. “Eo,arraseo” katanya lagi. “Nahh sudah mendingan nih punggungmu, ayo kita pulang kai” katanya kepadaku. “Ayo, gommawo ya sheep” kataku kepadanya dengan tersenyum. “Cih, samasama” katanya sambil bersemu.

 

-shanshill pov-

Ketika aku dan jongin sedang berjalan menuju gerbang untuk pulang, tiba tiba ada namja yg mendekati kami dan berkata “em, annyeonghaseo” katanya. Lalu jongin dengan ketusnya menjawab “nugu?” Kata jongin. Lalu lelaki itu berkata “naneun, sehun imnida. Oh sehun, aku tadi yg tidak sengaja melemparmu dengan bola basket shanshill-shhi, mianhae. Kamu gakpapa kan tapi?” Kata lelaki bernama sehun ini. “Cih, sebenernya anda bisa bermain basket gaksih? Kalo gakbisa jangan main, bahayain nyawa orng aja” jongin menjawab dengan ketusnya. “Kai, jangan kaya gitu” aku menegur jongin. “Naega gwenchana sehun-sshi, gommawo” kataku kepada sehun. ” jinjja gwenchana?” Katanya. “Eo, gommawo” kataku sekali lagi. Tetapi ketika aku ingin membungkuk jongin langsung menarikku pergi.

-sehun pov-

“Jinjja gwenchana?” Kataku memastikan, aku khawatir dia kenapa kenapa. “Eo,gwencaha” katanya sambil tersenyum. Senyum yg manis shanshill-shhi. Tetapi ketika aku melihatnya ingin membungkung tiba2 lelaki bermama jongin itu langsung menariknya pergi. Laki laki menyebalkan.

 

-jongin pov-

ketika aku melihatnya ingin membungkuk, tanpa sadar aku langsung menariknya pergi dari sana. “Kai, kamu kenapa?” Tanyanya bingung, “aku kan belum selesai berbicara sama dia, entar dia salah sangka loh” katanya lagi.” Biarin aja” kataku singkat. “Kai? Kamu marah ya dia minta maafnya sama aku bukan sama kamu? Kan yg kena bolanya kamu” katanya bingung dengan ekspresi bersalah. Aku benci sekali melihat dia menampakan wajah berasalahnya. “Sheep bukan kaya gitu, aku gakmarah sama sekali

 Aku cuma gaksuka aja kamu deket deket sama cowo lain. Aku gak kenal lagi cowonya. Dan satu lagi, aku gakperah marah sama kamu sheep jadi jangan pernah pasang wajah bersalah gitu lagi ah, aku gaksuka liatnya” kataku akhirnya. Dia cuma menangguk sambil meperlihatkan muka terkejutnya. Terkejut? Sama aku juga terkejut dengan kata kataku barusan.

-shinshill pov-

Kai barusan ngomong apa? Dia cemburu gitu artinya? Dia cemburu gara gara aku deket sama cowo lain? A-k-u?. Aku terkejut. Sangat, jadi aku hanya menganggukkan kepala saja. Lalu setelah itu kami berjalan pulang, tetapi tiba tiba hujan turun dengan derasnya. Aku dan jongin terkejut. ” kai, otthokae? Hujannya deras bgt nih” kataku kepadanya. “Kita menepi dulu sheep” jwbnya sambil berlari memegang tanganku, rasa hangat yg tercipta ketika dia memegang tanganku itu, aku merindukannya. Sekelebat bayangan kenangan masa lalu menghampiriku…

-2 tahun lalu-

Ketika itu aku dan kai masih dekat sebelum insiden dia meninggalkanku tanpa alasan yang jelas. Waktu itu sekolah kita sedang mengadakan acara jalan jalan ke sebuah taman bermain. Waktu itu aku selalu bersama jongin, aku bermain bersama dia, bercanda, tertawa. Momment yang tidak bisa aku lupakan adalah ketika kami sedang menuju bus untuk pulang, tiba tiba hujan deras datang. Kami berdua sangat terkejut dan jongin berkata “kamu pakai jaket aku aja sheep” katanya sambil memberikan jaketnya kekepadaku.” Terus kamu gmana kai? Kan ujan entar kamu basah loh, kamu aja yg pake lagian itukan jaket kamu” kataku menolak tawaran jaketnya. “Enggak, aku kan cowok masa biarin cewe keujanan gara gara aku. Udh sheep kamu pake aja” katanya setengah memaksa. ” yakin kai?” Kataku memastikan. “Iya sheep bawel” katanya sambil tersenyum. Lalu akupun memakai jaket kai, kai yg disebelahku terus saja memegang tanganku agar aku berjalan disebelahnya. Dia menuntunku agar tidak salah arah, sesekali dia menengok ke arahku dan tersenyum. Senyum hangat kai itulah yang membuat jantungku selalu berdegup kencang setiap kali melihatnya, perlakuan yang dia berikanlah yg membuat aku menyukainya. Perlakuan itu selalu manis kepadaku. “Sheep, hei shanshil” panggilan itu membangunkanku dari masa lalu. “Ne kai, kenapa?” Tanyaku padanya, “kau kenapa? Melamun ya? Melamunin apa?” Katanya penasaran, “ah, kai kamu inget gak? Ini kaya dejavu” kataku malu malu.

-jongin pov-

Deg! Aku ingat saat saat itu, saat ketika sekolah kita mengadakan acara jalan jalan, saat ketika aku dan shanshil masih sangat dekat, moment yang selalu ada dipikiranku ketika aku sedang teringat dengan dia. “kai, kamu inget gak?” suara shanshil membangunkanku dari lamunanku. “eo, aku ingat” kataku sambil tersenyum. Mana mungkin aku lupa semua kenanganku dan dia, kataku dalam hati. “haha, kaya dejavu ya kai ngalamin kaya gini” katanya lagi sambil tertawa, “eo, sheep? Sepertinya kita harus hujan hujanan deh kalau tidak kita bakal sampai malam disini” kataku kepadanya dengan raut cemas, aku takut jika aku dan dia hujan hujanan akan mengakibatkan shanshil sakit. “gwenchana kai, ayo’ katanya sambil menggenggam tanganku menerobos hujan,

-Shanshil pov-

“Hoaam” aku menguap, “aku ngantuk sekali, badanku juga pegal pegal karena hujan hujanan kemarin. Padahal aku sudah tidur cukup lama huh” kataku dalam hati sambil berjalan menuju kelas. Sesampainya dikelas akupun langsung duduk, tak lama setelah itu aku melihat orang datang dan duduk disebelahku. Siapalagi kalau bukan jongin, batinku. “hai, selamat pagi” sapa orang itu ramah, “loh itu bukan suara jongin deh” kataku dalam hati lalu aku berbalik untuk melihat orang yang menyapaku tadi. Oh Sehun, orang itu yang menyapaku. Orang yang tidak sengaja melempariku dengan bola basket. “oh hai sehun” jawabku dengan ramah “ada apa kau kemari? Bukannya kelasmu bukan disini?” tanyaku bingung, “hmm, aku ingin berbicara denganmu masalah bola basket kemarin. Maafkan aku ya” aku melihat sehun berbicara dengan nada menyesal, “iya aku maafkan, aku juga tidak marah padamu sehun-sshi” kataku sambil tersenyum, “terimakasih” katanya sambil membalas senyumanku, “oh ya, kau duduk dengan siapa shanshil-shhi?” kata sehun melanjutkan, lalu tiba tiba ada suara lelaki yang aku kenal “aku” jawab lelaki itu dingin.

=TBC=

5 thoughts on “Still love you part 2 [freelance]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s