Still love you part 3 [freelance]

PicsArt_1401034838262

Title : Still love you part 1

Author: shiinashan_ (@shaanniiaaa)

Genre: romance, school life

Length: chaptered

Rating: T

Cast:

Kim jongin a.k.a kai

Kim shan sil (OC)

Oh sehun

Park hye na

Disclaimer:

Halloha! Im back hohohoJ bagaimana masih setia nungguin ff ini? Hehe makin dagdigdug nihh ceritanya, kainya lagi marah marah;;) di comment dungz yayayaya?^^ ini murni ciptaan aku jadi jangan di bash yaa muah! Apa lagi ya aku bingung, terimakasih sudah setia yam au membaca ff ini hehe Happy reading all :3

Still Love You part 3

 

 

-jongin pov-

 Aku baru saja menginjakan kaki didepan pintu kelas ketika aku melihat seorang laki laki duduk ditempatku, ketika aku semakin mendekat aku mengetahui orang itu. Oh Sehun. Orang yang tidak sengaja melemparkan bola basket kearah shanshil. “oh ya, kau duduk dengan siapa shanshil-shhi?” aku mendengar dia bertanya kepada shanshil, lalu aku menjawab “aku”, aku kesal sekali dengan sehun, apa sih maksudnya bertanya hal hal tidak penting kepada shanshil, dia kan baru kenal sama lelaki itu. “kai? Kau sudah datang? Sehun tadi minta maaf sama aku gara gara insiden kemarin” kata shanshil menjelaskan. “eoh? Kai? Bukannya kau jongin?” Tanya lelaki itu bingung. “apa urusanmu?” jawabku ketus. “kai, jangan ketus gitu dong jawabnya” shanshil mengingatkanku dengan lembut, lalu dia melanjutkan “kai itu nama panggilan aku buat dia sehun-shhi” kata shanshil sambil tersenyum kepada sehun. Apa? Tersenyum? Shanshil benar benar.. “minggir, aku mau duduk” kataku dingin kepada sehun itu. “oh baiklah, aku pergi dulu shanshil-shhi,jongin-shii” sehun pamit lalu meninggalkan kelas.

-shanshil pov-

Aku kesal sekali dengan kai, dia kenapa begitu dingin dengan orang luar sih. Kalau dia bisa lebih ramah kan dia bisa mendapatkan teman selain teman teman basketnya. “kai, ayolah kau kan bisa tidak sedingin itu sama orang lain” kataku, aku melihatnya menatapku sambil mengerutkan kening, o-oh dia marah. “apa?” katanya dingin, “kai? Kamu marah ya? Aku bukannya bilang kamu jutek loh. enggak, Cuma kamu kan bisa lebih ramah sama orang lain” kataku takut takut, “hmm” jawabnya pendek. “kai, kamu kenapasih?” tanyaku bingung, dia tidak menjawab sampai akhirnya bel masuk pun berbunyi.

-jongin pov-

Aku kesal sekali dengan shanshil, kenapa dia selalu tersenyum kepada smeua orang sih. Apa dia tidak tahu ya kalau senyumnya itu bisa disalah artikan oleh laki laki? Sepertinya dia merasa kalau aku marah dengannya, daritadi dia menanyakanku apa aku marah atau tidak tetapi tidak aku jawab. Sampai akhirnya bel istirahat tiba. “kai, kamu mau ke kantin gak?” kata shanshil takut takut, “dia lucu sekali sih kalau lagi takut takut begini” kataku dalam hati. “iya” kataku mendahului dia jalan keluar, aku lihat sekilas dia meniupkan poninya, itu tandanya dia kesal haha. Aku tersenyum melihatnya. Ketika didepan pintu aku melihat laki laki yang sedari tadi ternyata sudah menunggu didepan pintu, siapa lagi kalau bukan oh sehun.

-sehun pov-

Aku sedang menunggu didepan kelas shanshil untuk mengajaknya pergi ke kantin bersama sama. Tetapi yang aku lihat malah jongin, lelaki itu menatapku dengan dingin. Aku balas menatapnya juga sampai akhirnya suara shanshil terdengar, “sehun? Kamu ngapain disini?” tanyanya bingung, aku menggaruk tengkuk kepalaku yang tidak gatal, “aduh kok aku jadi gerogi gini ya” kataku dalam hati, “oh itu, emm kita ke kantin bersama sama yuk?” ajakku kepadanya, “eoh?” jawabnya, gadis itu terlihat bingung. Dia menatapku lalu dia berbalik menatap jongin yang sedaritadi memperhatikan kami berdua, imut sekali dia ketika sedang bingung, pikirku. “maaf, dia ke kantin bersamaku” kata jongin lalu menarik tangan shanshil tiba tiba.

-shanshil pov-

Aku bingung sekali ketika sehun tiba tiba mengajakku ke kantin bersama, aku menatapnya lalu aku berbalik dan menatap kai, astaga ekspresi kai terlihat sangat sangat sangat dingin. Aku sampai takut, padahal tadi aku ingin pergi ke kantin bersama kai dan hye na tetapi tiba tiba aku melihat sehun didepan pintu kelasku. “maaf, dia ke kantin bersamaku” kata kai dengan suara dinginnya lalu menarik tanganku menuju kantin. Aku yang masih bingung akhirnya mengikuti kai ke kantin, setelah sampai aku bertanya kepada kai, “kau kenapasih? Tadi mengacuhkanku, sekarang malah pergi ke kantin bersamaku” kataku bingung, aku melanjutkan “aku tadi mau pergi ke kantin bersamamu dan hye na tapi sekarang kita malah meninggalkan hye na begini, dia pasti bingung karena kita tidak menunggunya” kataku sambil memberenggut, tiba tiba saja kai mengacak rambutku dan tersenyum, “yaampun senyumnya” kataku dalam hati. “kau mau tau hye na dimana sekarang?” katanya sambil tersenyum lalu membalikan tubuhku menuju meja meja di kantin, dan aku melihat hye na sedang duduk sambil melambaikan tangan kearah aku dan kai. “pergilah ke meja bersama hye na, aku akan memesankanmu makanan” kata kai sambil tersenyum dan mengacak rambutku lagi. “eo, arraseo” jawabku sambil tersenyum lalu berjalan kearah hye na.

-sehun pov-

“Apa maksudnya jongin tadi? Aku yang mengajak shanshil duluan tapi kenapa dia yang menarik tangan gadis itu? Huh menyebalkan” kataku sambil menggerutu menuju kantin. Sesampainya dikantin aku melihat hyena sedang bercanda dengan seorang wanita, sontak saja aku berjalan menuju mejanya, “hai, apa yang sedang kalian lakukan?” tanyaku kepada mereka bedua dengan tersenyum, lalu shanshil menjawabnya “eoh? Hai sehun, aku sedang bercanda dengan hye na. dia menceritakan sesuatu yang lucu kepadaku haha, oh ya sehun-shi kau mengenal hye na?” Tanya gadis itu sambil tersenyum. “emm, belum berkenalan” jawabku sambil menggelengkan kepala, lalu shanshil berkata sambil tersenyum “baiklah aku kenalkan ya, sehun-shi ini hyena” katanya sambil menunjuk wanita yang bernama hye na itu, “lalu hye na-ya, ini sehun” katanya sambil menunjukku, lalu gadis yang bernama hye na itu menyapaku “hai, naneun hye na imnida” katanya sambil tersenyum. “ah,nde naneun sehun imnida” balasku sambil tersenyum, “shanshil-shi kau sudah memesan makanan? Mau aku pesankan juga?” tawarku sebab daritadi aku tidak melihat makanan diatas mejanya. “tidak usah terimakasih sehun-shi, kai sudah memesankanku makanan” katanya lalu dia melanjutkan “sebaiknya kau memesan makanan, sebab waktu istirahat sebentar lagi” katanya mengingatkanku sambil tersenyum, “ah baiklah” kataku lalu berjalan kearah kantin, ditengah jalan aku bertemu dengan jongin, dia menatapku lagi dengan ekspresi dingin, “aneh, kenapa dia menatapku sepeti itu” tanyaku dalam hati.

-kai pov-

“ramai sekali sih huh” kataku sambil menggerutu, dijalan menuju ke meja shanshil aku melihat sehun sedang berjalan menuju ke kantin dan aku menatapnya, dia menatapku dengan ekspresi bingung. “aneh sekali orang itu” umpatku lalu melanjutkan jalanku, sesampainya di meja aku langsung disambut senyumnya shanshil “kai, kau memesankanku apa?” tanyanya, “ini, kau suka bakpao kan? Lihat bakpao ini mirip dengan pipimu hahaha” kataku sambil tertawa, dia memberenggut melihatku tertawa lalu dia berkata “tidak lucu kai” katanya dengan ketus. O-oh dia marah. “aku kan hanya bercanda sheep” kataku membujuknya, “hayoloh shanshil marah, susah loh minta maafnya” kata hye na memperkeruh suasana. Aku pun berusaha lagi, “ayolah sheep, aku minta maaf” tetapi dia tetap tidak menjawab, ku coba bebrapa kalipun dia tetap merajuk. “oke, kalau kamu mau marah gitu terus” akhirnya aku berkata seperti itu, aku kesal sedaritadi aku sudah mencoba tapi dia mengacuhkanku. “bener?” katanya akhirnya menjawab, “ooooh calm dawn kawan, jangan berantem gitu oke?” akhirnya hye na menengahi kami, aku juga merasa kalau seandainya hye na tidak menengahi kami kita malah akan semakin bertengkar. “ada apa ini?” tiba tiba ada suara laki laki yang bertanya, aku tau suara siapa ini, “jangan ikut camput” kataku, aku sudah cukup emosi dengan shanshil yang sangat kekanakan menurutku. “aku hanya bertanya” jawab laki laki itu, “siapa suruh kau bertanya?” jawabku dingin, “kalau tidak mau menjawab juga tidak apa-apa, hey santai saja dong” kata laki laki itu, “kau yang seharusnya santai saja, ini tidak ada masalahnya denganmu. Sebaiknya kau pergi saja” kataku dengan menahan emosi, “hey, aku hanya bertanya jadi jangan seperti itu” kata laki laki itu dengan sedikit menahan emosi juga, terlihat dari gaya bicaranya. “LEBIH BAIK KAU PERGI”

=TBC=

4 thoughts on “Still love you part 3 [freelance]

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s